Doctor In Love ‘Part 1’

 

yes21

[Twoshoot]  ‘YeSeo Couple’  : Doctor In Love ‘Part 1’ 

 

Cast                            :

¾    Kim Jong Woon

¾    Song EunSeo

¾    Cha Hwang Mi

 

Additional Cast          :

¾    Hwang Rae Ha

¾    Lee Tae min

¾    Amber Liu Josephine

¾    Choi Minho

 

Disclamer       : This story original from my heart, mymind and my hand. So, this’s MINE.  Thisstory is just for fun. Please do not be distracted by whoever the casts I havechosen. Please enjoyed this story while waiting for breaking fasting.

 

P/S                   :

Hehehe ,mianhae.. awalnya pengin share yang afterstory POM , tapi karena itu FFgendrenya cuman Fluff ama romance, jadi –agaksedikit- males.

            Taukan eon, ditemperatur suhu yang buruknya mintaditendang ini , matahari lagi ngajak ribut. So, kalau ArVi kasi FF yang datar-datarduankkk itu kanga seru😀

            Tapi dari sekian banyak ‘Yeseo –Moment’ di Lepi, kok bisaVi pilih FF yang ini ya?

Auk Ah..

Intinya semoga seru.

 

            Siapa tau gitu..

Eonniedeul yang lagipada 3L, letih lemah lesu  bisa melekdikit karena baca ini FF nongol di berandanya kalian. Waks😀

 

           

 

            HAPPY READINGdeh .. ^^

 

 

 

 

 

 

           

            Beberapa kawasan terlihat ramai hari ini,

Taman  kota ini salah1nya, kawasan Hang Wan Parkadalah salah 1 objek wisata pulau jeju mini version. Lokasinya yang sangatstrategis dengan adanya tebing diujung lokasi.

Desiranangin di puncak tebing membuat kita merasakan efek angin laut, yang ternyatadiciptakan oleh pantai landai dibawah sana.

Mungkin 1 lagi nilai plusnya, Hangwan Park terletak ditebing tepat diataspantai Aumory.

 

 

Jika menceritakan keindahannya,mungkin menghabiskan waktu hingga matahari tenggelam.

Lupakan.Karena ada 1 hal yang paling menarik perhatian.

Disudut pantai terlihat seorangnamja yang hanya berpakaian kaos putih longgar dengan celana pantai biru tua.Rambutnya akan berwarna hitam keunguan jika diterpa sinar matahari. Sekilas iamemang bak artis pantai yang memiliki aura paling berbeda.

 

Namja itu terlihat memeriksahandphonenya sebentar , seolah menunggu deringan ponsel, namun sayang, hal yangia inginkan tidak terjadi.

“hey, dokter Kim? Kim Jong Woon?”namja itu memalingkan wajahnya kearah samping, tepat ketika seorang namja yangtengah membawa anjing berlari kearahnya.

 

-Yesung- yang merasa namanyadipanggil hanya memicing seolah mengungkapkan tanda tanyanya. ‘aku?’

 

“kita pernah bertemu sebelumnya?”Namja  keriting itu tidak menjawab, tapiia mengulurkan tangannya pada Yesung.

 

“aku rasa tingkat profesor sepertimutidak memiliki kapasitas otak minisize hanya untuk mengingat wajah pasien, ah..atau mungkin saking banyaknya.

BaiklahKenalkan , Aku Kang Miscel. Kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu”

Jawabanitu semakin membuat Yesung linglung, 1 sisi ia mencoba mengingat, kapan merekapernah bertemu 1 sama lain.

 

“baiklah, aku pasien radang usus 2tahun lalu. Pasien yang membuatmu diskorsing selama 1 minggu karena melanggarkode etik kedokteran , sebab kau menyerobot pasien dokter lain. Ingatkan?”

 

“ah… ya, aku mengingatnya. Maaf kalaitu wajahmu benar-benar berbeda”

 

Namja yang bernama Miscel itutertawa. “semua ini berkat dirimu.”

“akutidak habis pikir Hondam Hospital memilikiperaturan kode etik yang tidak manusiawi”

 

Kali ini giliran Yesung yangtertawa, ia beralih dan mengelus bulu anjing yang Miscel bawa.

“siapanamanya?”

 

“Kang Choko. Choko artinya coklatbiskuit. Bukankah ia semanis coklat biskuit?”

 

Yesung melupakan kemurungannya, iatertawa sedikit lepas kali ini didepan namja yang mungkin beberapa tahundibawahnya. “boleh kutau? Apa membuatmu disini? Kau sudah menjadi dokter tetapsekarang, hyung?” Miscel ikut terduduk dibawah pohon pinus, ia memang selaludatang ke tempat ini untuk sekedar membawa Chokonya menikmati padang rumput hijau yang ranum.

 

Yesung menunduk sambil mengubriskantawanya. “ya. dokter tetap yang diskorsing lagi”

 

Miscel langsung memukul pasir.“astaga! Hondam sudah berdiri 25 tahun lalu. Mengapa kelakuannya lebih bodohdariku yang baru berusia 18 tahun?!”

 

“apa karena menyerobot pasien lagi,dokter?”

 

Yesung mengangguk, ia kembali mengeluspuncak kepala anjing Cho Ko.

“setidaknyaaku bisa bersantai sebentar , bukan?”

           

            Miscel mengangguk, beberapa detik mereka sempat larut dalamberbagai obrolan yang nyatanya membuka sedikit kantong tawa Yesung. Mungkinmoodnya yang sedang terguling-guling ditanah akan membaik setelah melihat namjakeriting ini kan?Apalagi Choko, anjing pudel kepang 2 berwarna putih. Aigoo.. Yesung jadimengingat seseorang.

 

“ah, baiklah hyung. Aku harus pergidulu. Sampai bertemu kembali” Yesung mengangguk pada Miscel. Ia rasa sikeriting dengan pudel ini lebih manis ketimbang adiknya dirumah. Baiklah,meskipun begitu, toh Kim Jong In atau Kai tidak seburuk mayor Lubes yangmenghabiskan 12 milyard uangnya demi menikahi 17 wanita sekaligus. Ia hanyaplayboy junior yang selalu bersikap malang.Ah iya, mungkin Kai seumuran kandengan Miscel?

 

Yesung saat ini masih menikmatidesiran angin didepannya, saat terdengar suara benda jatuh, dan sepersekiandetik terdengar suara bertriak.

 

“chokooo!!! Aaaaaaaaaaaa!”

 

Yesung terperanjat saat mendengarsuara triakan, ternyata ada baliho elektronik taman besar yang sedang dipasangterjatuh karena kawat penahannya terlepas dan tepat mengenai…

 

“Kang Miscel!” Yesung langsungmelompat dari tempatnya tepat saat kedua mata itu menatap seorang namjakeriting yang diangkat oleh beberapa orang. Dan disisi kirinya terlihat Chokoberada dipangkuan seorang ajjumha. Dengan bantuan pekerja pemasang baliho danada seorang nam ja lagi disampingnya.

 

“menyingkir! Menyingkir! Aku sarjanakedokteran. Biarkan aku melihatnya.!” Langkah Yesung terhenti saat ia melihatorang yang mengaku sarjana kedokteran itu duduk dan memeriksa Miscel.

 

Leher Miscel terluka oleh pecahankaca, dan beberapa goresan-goresan kaca lagi disekitar wajahnya.

“aisss…. Padahal tidak ada kaca yangmengenai pembuluh nadi utama, hanya mengenai pembuluh darah leher.”

Namjamuda itu mengangguk sebentar penuh keyakinan. “ia akan baik-baik saja selamakita bisa menghentikan pendarahannya.”ucapnya lagi sambil menekan saputangannyakeleher Miscel.

“hentikan.” tiba-tiba semua matamemandang di 1 arah ketika Yesung masuk dan menyeruak diantara kerumunan. Iasegera berjongkok dan menatap tubuh Miscel.

“jikakau menekan sekeras itu, maka itu akan menghalangi jalan masuknya udara” Yesungmengambil saputangan itu dan menekan sedikit diatas luka. “anda harus menekansedikit diatas luka”

 

Namja muda itu terlihat menatapYesung dengan sengit. Ia sedikit malas pada hal-hal yang merecoki pekerjaannya.Memangnya namja ini tau apa mengenai kedokteran?!

“hey,siapa kau?”

 

Tanpa mengindahkan ucapan namjadihadapannya, Yesung segera memeriksa denyut nadi Miscel,

“denyut nadi normal, tapi tidak ada nafassedikitpun.”

 

“itu karena ada kerusakan liver atau jantungkarena trauma” namja itu berucap dengan bangga. Terlihat jelas jika ia membukapersaingan tidak langsung dengan Yesung.

 

Masih tetap dalam pekerjaannya, kini Yesungmembuka baju Miscel. PAS!

Semua orang bertriak dan terkesiap ketikamelihat pecahan kaca yang cukup besar, menancap diperut.

“astaga!nadi tunggal!” namja yang mengakusarjana kedokteran itu memekik panik , dan semakin memperkeruh keadaan denganmembuat beberapa orang memekik ketakutan.

 

“bukan. Ia mengalami Cardioplegia karenakekurang udara. Sangat penting memeriksa pernafasan nya. Periksa juga apakahdada masih naik turun. Harus pastikan ia masih bernafas.”          Yesung mengangkat kepala Miscel danmeniupkan udara ke mulut Miscel. Tetap tidak ada reaksi. Yesung mencobamendekatkan telinga ke wajah Miscel.

“tak ada respon dari paru-paru kanan.Kemungkinan ini adalah tension pneumothorax! Apakah kau membawa CPR?” Yesungmemandang pada namja sarjana dihadapannya yang mengangguk dengan linglung,sedikit takjub namun tetap bersikeras dengan pertanyaan ‘siapa yesungsebenarnya’.

 

“bagus. Berikan CPR per 3 dtk. Dan pastikan dadaselalu naik.!” Perintah Yesung pada namja itu. dan Yesung segera pergi keapotik sebelum tangannya ditarik lagi oleh namja itu.

 

“siapa kau hah! Aku lebih tau apa yang kulakukan! Ini bidangku dan kau terlalubanyak bicara tuan.” Rahang Yesung mengeras, ia menatap dengan berang kearahnamja itu, namun tetap saja, IA TIDAK MENGHIRAUKANNYA . dan kembali melanjutkanlangkahnya, tapi ditahan lagi oleh namja itu.

 

“lancang kau tuan! Siapa kau seb –“

 

Kini emosi Yesung berada diubun-ubun. Iamenghempaskan tangan namja itu dengan kilat.

“apakahkau seorang dokter?” pertanyaan Yesung secara tenang dan menyudutkan membuatsemua orang menatap sang namja dengan menahan nafas. Tentu saja roman wajahsarjana muda itu langsung panik,

 

“aku sarjana kedokteran” jawabnyacepat,

 

“hanya karena kau mengenakan jas labputih dan membawa-bawa buku kedokteran kau sudah merasa menjadi seorangdokter?.

Karenakau memegang gelar sarjana kau merasa sudah tau segalanya?.

Karenaorang lain memanggilmu dokter kau sudah sangat bangga pada dirimu sendiri?

yangada dalam pikiranmu adalah menyelesaikan pemeriksaan rutin secepat mungkin dantidak mencoba mengambil kasus berat. Mungkin itulah yang kau  pikirkan. Dan kau sekarang ingin aku menjawabsiapa aku sebenarnya?”

 

HENING

 

 

Sepersekian detik kini mereka menatap tanpakedip kearah Yesung yang berbicara cepat, tenang dan penuh amarah, membuatsarjana dokter itu mengatupkan bibirnya rapat.

 

“si –siapa kau?”

 

“inikah jiwa seorang dokter!

Memperhitungkanpertanyaan tidak penting dan membahayakan nyawa pasien. Itukah seorang dokter?!

Mengadukemosiku dan membuatku marah, kau fikir jalan yang tepat?.

Sekarangtutup mulutmu lalu diam, dan kerjakan apa yang kuperintahkan!!”

 

Semua orang tercengang mendengarucapan yang jujur, mungkin siapapun akan mati kutu mendengar jawaban Yesungyang sangat menyinggung.

 

Dengan langkah seribu Yesung mencariapotik terdekat. 2 menitnya terbuang percuma. Dan sekarang pihak apotik tidakmemiliki scalpel ataupun pipa.

 

“apayang harus kita lakukan sekarang…” pegawai apotik itu ikut kalut, ia melihatraut wajah Yesung yang dingin dan tak bersahabat.Yesung segera mengedarkanpandangannya keseluruh apotik.

“berikan aku bolpoint”

 

“MWO?”

 

“CEPAT!”

 

Yesungmenemukan apa yang ia cari, seakan Macgyver, ia segera mempersiapkan operasidarurat ditaman. Ia menstrilkan semua peralatan termasuk bolpoint yang sudahdikeluarkan isinya.

“apa yang kau lakukan!” kembalinamja ini –Sarjana Kedokteran-  melakukanhal yang Yesung benci.

 

“diam dan tutup mulutmu! !”

 

Kembali, ia tak berdaya denganamarah Yesung.

 

“AAAAAAa” semua orang bertriakketika Yesung membuka perut Miscel dengan cutter dan memasukan bolpoin kedalam.Ajjumha-ajjumha yang memegang Choko disamping nya terlihat gemetar,

 

“teknik itu –“ dalam kerisauannya,sarjana kedokteran itu terkesiap. Ini adalah teknik membuka paru-paru agarmembuka pernafasan. Yesung memasukan bolpoint itu lebih dalam membuat darahmucrat ke bajunya. Kontan saja itu membuat orang-orang bertriak lebih keras,namun kemudian bernafas lega karena dada Miscel kembali naik turun.

 

“astagaa.. syukurlah…”

Semua orang kini dapat bernafaslega.

 

Tepat setelah Yesungmenyelesaikannya, petugas medis datang, mereka sedikit terkesiap melihat siapayang duduk dan menangani Miscel.

 

“dok –dokter Kim..?”

 

Yesung menatap petugas ambulanceyang menurutnya tidak profesional dalam keadaan darurat, “siapkan alat intubasipediatri”

Petugasmedis itu langsung mengangguk dengan sigap. Siapa yang tidak tau Yesung?

Menentangnyasama dengan menentang nyawa pasien.

 

“dok –dokter?” sarjana kedokteranitu menghempaskan tubuhnya kesamping dengan terkejut. Dokter? Siapa yangdokter?

 

Parapetugas medis mengambil tempat disamping Yesung, mereka melakukan apa yangYesung katakan.

“perut tetap membengkak, sepertinyaterjadi pendarahan hebat didalam perut,. Injeksi intravena harus cepatdilakukan. Tingkat kepentingan : 4 bintang. Sebelumnya, cari pembuluh darahnya”

 

“baik!” 4 petugas medis itu berserukompak mendengar ucapan Yesung.

 

“tidak ada, pembuluh pasien tidakterdeteksi” Petugas medis itu terdengar berseru panik , namun Yesung segerameraba-raba nadi Miscel dengan tenang,

“kita lanjutkan diambulan saja”usulan petugas medis itu lagi, namun ditolak oleh Yesung.

 

“tidak. sudah tidak ada waktu lagi.Lagipula didalam mobil bergoyang-goyang, aku tidak bisa melakukannya. Aku mintacairan ! cairan 5 detik dari sekarang”

 

“baik!”

 

 

Saatmengalami pendarahan hebat, pembuluh darah semakin menipis dan tidak terlihat.Ia sudah ada ditahap hypovolemic shock, dibutuhkan injeksi intravena

 

 

Tiba-tibaterblesit kata-kata seseorang.

Dengancepat Yesung melakukan injeksi bone marrow.

 

“bone marrow” ucap Yesung.

 

Semua petugas medis saling pandang.“tidak ada jarum IO!”seruan petugas medis membuat beberapa orang kalang kabut.

 

Tapi Yesung tanpa ragu menggunakancutter lagi untuk menyobek leher Miscel. Karena ia tidak menemukan pembuluhdarah, terlebih ketidaksediaan jarum IO, maka ia membuka pembuluh darah utamadan memberikan injeksi.

 

Dengan cekatan Yesung memasukanselang injeksi dan menutup dengan perban.

 

“Pompa infus untuk mempercepatcairan yang diserap tubuh”

 

“baik!”

 

“dia akan baik-baik saja. Jangankhawatir, meskipun pecahan kaca masih tertancap, maka segeralah bawa pasienkerumah sakit”

 

“baik!”

 

Orang-orang yang berkerumun bertepuktangan bahkan beberapa merekam tindakan Yesung dengan telepon. Kini tubuhMiscel sudah dimasukan kedalam mobil ambulance. Tapi ada sebuah tanganmenghentikan langkah Yesung.

 

“si –siapa kau sebenarnya?” ternyatasarjana kedokteran itu lagi. Dan berhubung semuanya sudah beres, kini emosiYesung sudah tidak meluap terlalu keras untuk anak semenjengkelkan ini.

 

“profesor departemen pediatritingkat I. Dr. Kim Jong Woon”

 

“MWO?!!@!#@$”

 

 

 

 

            ***

 

 

 

 

 

 

 

 

[HONDAM HOSPITAL– Daegu , South Korea]

 

 

 

 

Disebuah kantin rumah sakit 4 orangdokter magang yang masih mahasiswa dan menyelesaikan ujian prakteknya terlihatmenggertakan gigi, bahkan diantara mereka berempat terlihat memukul meja kantindengan keras.

 

“Seumur hidup aku akan membencinya!”dokter magang namja, ah bukan.. ia hanya residen magang yeoja bergaya namjasedang mengeluarkan amarahnya pada meja kantin.. Baiklah itu lebih baikketimbang transgender bukan?

 

“dan aku mengutuknya menjadi perawantua seumur hidup!” kini yeoja berambut panjang hitam menirukan kegiatantemannya.

 

“Mwo? Ia terlalu cantik untuk ukuranperawan tua”

Kini2 mata yeoja itu mengarah pada namja blode kuning yang nekat membela orang yangjelas-jelas menjadi korban pergosipan mereka kali ini.

 

“Lee Taemin, kau tau siapa juarakarateka sabuk hitam tahun ini, haah?” Amber menatap Taemin dengan berang.

 

“dan kau tau  pelaku sebenarnya yang mematahkan tulangmayat praktikum itu, haah?”

 

“MWO? Jadi kau yang mematahkannya?Dasar tengil!”

Rae Ha langsung menutup mulutnya.“an –aniyo.. buk –bukan seperti itu, itu –“

 

“bisakah kalian diam?” 3 orang itulangsung membelokan arah pandang mereka kearah seorang namja yang sedari tadimembaca beberapa buku ilmu kedokteran. Siapapun pasti akan terganggu dengan 3iblis dokter yang memiliki kualitas bibir high kuality jika urusan bergosip.

 

“u.u . jika sikapnya selalu sepertiitu, tidak ada 1 pun yeoja yang ingin dekat dengannya” Rae Ha mencibir MinHo yang kembali fokus dengan buku.

 

“termasuk si penyihir Cha ” Amberkembali mengingat dendamnya pada salah 1 profesor yang benar-benar membuatmereka naik darah dalam 2 detik pertama.

 

“tidak usah dokter Cha, apalagikalian berdua, yang jelas sudah jauh dari type proposialnya. Asal kalian tau,Profesor Pediatri tingkat II incarannya..”

 

“MWWWWWWWOO?!” kini 2 suara yeojacukup merobohkan kantin.

 

“dok –dokter Song?”

 

“Lee Taemin, kubunuh kau!”

 

DuGH.

Dug

Dug

 

“YA! YA! appo!” keriuhan sudah pastitidak terelahkan, apalagi duo biang gosip sudah mendengarnya, sudah pasti.Sesuatu akan terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

            ***

 

 

 

 

 

 

 

Sementara di ruang NICU(Neonatal Intensive Care Unit = ICU untuk bayi)

 

 

 

Seorang yeoja tengah membalasbeberapa tundukan yang mengarah padanya,

 

JikaKim Jong Woon [Ketua TIM departemen Pediatri tingkat I.]

 

Makadokter muda kali ini dengan rambut yang selalu tergelung kebelakang tanpamenyisakan barang sehelai pun, adalah Song EunSeo [Profesor Departemen Pediatritingkat II yang khusus menangani pembedahan di bangsal anak]

 

            ia tengah berjalan diikuti 2 dokter magang tahun ini, tentusaja Taemin dan Raeha. Kali ini ia tengah memberikan pembimbingan untukmengecek keadaan pasien.

 

“bayi itu!!” Rae Ha berseru spontan,tentu saja Taemin langsung membekap bibir Rae Ha ketika membuat sedikitkeributan.

 

“bayi?” EunSeo memberikan guratankening pada Rae Ha.

 

“haaah lepaskan!” Rae Hamenghempaskan tangan Taemin dan mulai mengatur nafasnya dan bercerita denganriang pada Eunseo.

“bukankahkemarin dokter Cha memarahi kami karena tidak profesional?

Itudia, sebenarnya setelah membantu proses persalinan bayi premature denganProfesor tingkat III Cha, kami mendapat masalah karena … yaa… kami hanyabermain sebentar, tapi –“

 

“ah, bukan masalah profesor.” Taeminlangsung memberikan deathglare untuk Rae Ha, cukuplah untuk membungkam yeojaini,

 

Eunseo mengalihkan perhatiannya padabayi yang ditunjuk Rae Ha, ternyata ia ditangani oleh Hwang Mi.

 

“bayi ini sulit untuk diselamatkan,ususnya sudah terkena necrosis dan beratnya hanya 550 gram, akan sangat sulitbagi bayi untuk bertahan hidup. Dan kami tidak bisa melakukan operasi.” HwangMi terlihat menjelaskan pada orang tua bayi itu. namun Tiba-tiba ibu dari bayitersebut bersujud dikaki Hwang Mi.

 

“kumohooon..

Kamimenantikan bayi ini selama 7 tahun.. tolong kami dokter”

 

“maaf, kami hanya manusia,berdoalah, dan jaga kesehatanmu. Aku akan kembali nanti”

 

“Dokter! Dokter!” ibu itu terlihatbertriak , namun Hwang Mi tetap melangkahkah menjauh, terlihat suami dari ibuitu memeluk istrinya yang menangis.

 

“keterlaluan!” Taemin menghentakankakinya.

 

“profesor… kita harus melakukansesuatu” Rae Ha merengek optimis pada Eunseo,

 

“Hwang Mi adalah salah 1 dokterterbaik negeri ini, kemungkinan penilaianku akan sama dengannya”

 

“Tidak! kita harus melakukansesuatu, aku bisa memahami perasaan ibu itu saat memandangi bayi kecilnya yangterhubung selang-selang penunjang hidup.

9tahun lalu, keponakanku lahir premature (32 minggu)dengan berat 1,1 kg. danharus tinggal di perina selama 3 bulan. Kami semua berdoa dan berharap agar diakuat. Dan ia bisa melewati itu semua.

Profesor..

Kaupasti akan merasakan perasaan dimana menjadi seorang ibu…”

 

DEG

 

DEG

 

PerkataanRae Ha membuat jantung Eunseo terasa tertohok benda tumpul tepat di ujungnya.

 

“aku yakin dokter Cha juga berfikirsama sepertimu”

 

“tidak mungkin!”

 

“kami ini dokter, jika bisa, kamipasti akan melakukan apapun. kau lupa itu?” Eunseo memberikan pengertian padaRae Ha, meskipun dalam hatinya sangat ingin membantu bayi itu, tapi itu samasaja melanggar sumpah dan kode etik kedokteran.

 

“kalian bisa melanjutkan semuanya.Aku ada urusan”

 

“baik” Taemin dan Rae Ha menunduksebentar saat Eunseo pergi melewati mereka. Yeoja itu melangkahkan kakinyakeruang pediatri, ada sebuah alasan yang membuatnya pergi kesana. Namun baru 1langkah ia memasuki ruangan, ada sebuah klise pemandangan yang membuatnyaberhenti.

 

Menatap seorang yeoja tengahmemasangkan jas pada seorang namja diruangan yang hanya berdua.

 

“apakah skorsing itu melelahkan?”Hwang Mi nampak menepuk-nepuk bahu Yesung, dan namja itu hanya tersenyum sambilmemasang jam tangannya,

 

“hanya diskorsing 1 hari apanya yangmembuat lelah?” mereka tertawa serempak , dan tepat terhenti ketika Yesungmenoleh kearah pintu.

 

KOSONG

 

Tidak ada siapapun.

 

“eum.. dokter Cha, dimana pararesiden?”

 

“mereka sedang melakukan pengetesandengan dokter Song.” Yesung terlihat mengangguk. “baiklah, aku harus bertugasdulu. Terimakasih,” Yesung mengangkat sedikit dasinya.

 

“harusnya kau cepat-cepat mencariistri , sudah tau tidak bisa memasang sendiri” Hwang Mi bergurau membuat Yesungtertawa renyah.

 

“jika pulang kerumah, aku pastisudah memakai dasi. Maaf merepotkan. Tapi terimakasih. Hahaha”

 

“dia pasti meminta bantuan paraMAID” Hwang Mi menggeleng sambil senyum-senyum.

 

 

 

 

 

 

            ***

 

 

 

 

 

 

 

[16.45. Hondam Hospital]

 

 

 

 

            Diruangan semua dokter terlihat baru saja menyelesaikanmakan malam mereka. Beberapa residen juga terlihat sudah bersiap melakukanpatrolinya. Tidak terkecuali EunSeo, bahkan dengan kesibukannya ia tidakmemperhatikan Yesung mendekatinya.

 

“tidak ada penyambutan?” EunSeomenatap Yesung sebentar, tapi ia melanjutkan pekerjaannya.

 

“hey,,” Yesung mengerjit, apa apaanini?

Eunseo terlihat melakukan beberapadiskusi sebentar dengan Amber dan Minho. Iatetap tidak memperhatikan Yesung yang memberikan signal buruk dimeja sana.

 

“pasien Na Yae Eun sudah semakinstabil. Tekanan darahnya juga stabil” Amber memberikan hasil tes pada Eunseo.

 

“ige” Eunseo menoleh kearah samping,disana MinHo berdiri sambil membawa 1 botolair mineral. “untuk mu, profesor. Air mineral isotonic ini mungkin akanmeningkatkan kinerja otak”

 

Amber mencibir melihat gaya Minho yang aneh,sangat melankolis! Ish, ternyata dia benar-benar menyukai profesor Song, apadia tidak memikirkan batas usia?

Apakahia lupa jika wanita gampang mengalami penuaan?

Padahaldia tau sendiri, mencari pasangan setidaknya untuk lelaki lebih muda 5 tahundari dirinya. Tapi ini? 5 tahun lebih tua, dasar lelaki hidung pesekbelang.

 

“baiklah, akan kuminum sebelum tidurnanti” MinHo mengangguk. Ia kini mengekoriEunseo untuk keluar ruangan.

 

 

BRAAAAAAAAK

 

 

 

Cha Hwang Mi masuk keruang staffpediatri dengan penuh amarah.

“SongEunseo!” ia langsung menarik kasar lengan baju Eunseo, membuat semua orangterkejut, tak terkecuali Yesung.

 

“kau benar-benar arogan. Dr,Song!”

 

Eunseomelepaskan tangan Hwang Mi dengan pelan.

“adaapa? Dan lepaskan tanganmu dariku”

 

“kupikir aku sudah memperingatkanmu,tapi berani-beraninya kau mengambil pasienku!” Eunseo langsung mengerjitbingung. Ia menaikan laju tatapannya.

 

“aku rasa ini semua ada kesalahpahaman. Tidak bisakah kau berbicara dengan kode etik yang benar?”

Melihatsemua mata mengarah pada Eunseo, Yesung langsung melakukan pembelaan. Apa maksud dari perkataan Hwang Mi?

 

“katakan dengan jelas , dokter Cha!”dokter Nammemandang sinis kearah Hwang Mi. siapa yang tidak tau tempramen buruknya?

 

 

“memang bukan kau, tapi dia adalahresiden perempuan departemen pediatric. Berarti itu salah 1 dari kalian” kaliini Hwang melempar tatapan berangnya pada semua residen, tidak terkecuali 4sekawan.

 

Semua mata berpandang-pandanganheran sekaligus tak mengerti, hingga tiba-tiba…

 

“itu aku..” semua mata kini mengarahpada Rae Ha,

“dansaya memberitahukan bahwa dr.Song Eunseo yang akan melakukan operasi”

 

Hwang Min menganga tidak percaya, ialalu bertepuk tangan. “wah wah.. inikah yang kau ajarkan pada residenmu? Apakau sekarang mencoba membela diri kalau residen ini bertindak sendirian?”Eunseo diam, tapi Rae Ha kembali membela .

“sayayang melakukannya. Bukan dr. Song”

 

“aku tidak sedang bicara denganmu!”rupanya ada etikad lain dibalik hinaan dan sindiran dari Hwang Mi. ini bukansekedar masalah pengambilan pasiennya. “apa kau mencoba mengeruk uang daripasien?”

 

Wajah Eunseo mendongak, ia menatapmata jin culas milik Hwang Mi.

“mungkin,  jika aku sehina dirimu”

 

“Kau merendahkanku!?”

Barusaja Hwang Mi ingin melayangkan sebuah dorongan, Yesung langsung menghempaskantangan Hwang Mi.

 

“aku selalu mentolelir sikaparoganmu dokter Cha. Tapi tidak untuk kali ini” rahang Hwang Mi mengeras,bibirnya mengatup sempurna.

 

Semuannya diam. Ini pertama kali adahal yang seperti ini. Entah mengapa MinHo sudah memancarkan sirine-sirine tidakenak didekat Amber, bahkan yeoja itu kini tengah menatap wajah MinHo dengan kesal.

 

“kalau kau tidak ingin direndahkan,maka bertindaklah yang pantas.” Eunseo menatap tajam kearah Hwang Mi.

 

“baiklah, buktikan ucapanmu. Initantangan besar untukmu. Ingat itu” ancaman yang berarti sesuatu. Siapapun tauitu.

 

 

 

***

 

 

 

 

            Kini Eunseo sudah berada diruangannya bersama kedua orangtua sang bayi.

.“setelah semua yang kita lakukan untuk memiliki bayi ini. Sejak dia lahir, akubahkan belum pernah menyusuinya. Aku tak pernah memeluknya, mengganti popoknya,sekali saja.. walau hanya sekali. Aku ingin melakukannya”

 

Tubuh Eunseo menegang mendengar itusemua. Jari-jari yeoja itu gemertak, bisakah ia mengatakan bahwa omongan Rae Hatadi yang terkesan mengambil harapan terakhir mereka. Ya Tuhan.. apa yang harusEunseo lakukan..

 

Kedua kakinya melangkah denganpelan. Untuk kali ini, pandangan Eunseo sangat amat kosong. Bahkan sesekali iamenyenderkan diri ditangga. Bayi itu..

Entahkenapa ia kembali digeluti perasaan seperti ini?

Lukaini terbuka lagi.

Lukayang selalu ingin ia tutupi.

 

Wajahnya terlihat pucat pasi.Pandangannya mengabur. Bahkan tepat ketika lift terbuka, tubuh Eunseo terhuyungkedepan.

 

Dan

 

HAP

 

 

Yesung menangkapnya, dan langsungmemeluk yeoja itu. membawanya masuk kedalam lift. “sudah kukatakan, janganterlalu lelah..” ia merengkuh bahu yeoja itu kian lama kian dalam, membuatsemua anggota tubuh mereka menempel erat.

 

“,……………..” keheningan menyelimutikeduanya. Tubuh Eunseo terlihat sangat lunglai dipelukan Yesung, ia menangis!

DanYesung merasakannya,

Namjaitu hanya bisa mengelus pelan punggung kokoh Eunseo.

 

Luka itu juga terbuka dilubuk hatiYesung.

 

“kita akan melakukannya, untuk nyawabayi itu…”

 

 

 

 

 

 

 

            ***

 

 

 

 

 

[20.20 Hondam Hospital]

 

 

Di NICU , terjadi perubahan kondisibayi secara drastis. Rae Ha yang saat itu berjaga dengan cemas langsung pergikeluar ruangan.

 

 

 

 

 

            ***

 

 

 

 

 

 

 

Pintu lift terbuka, Eunseomengangkat kepalanya dari pundak Yesung. Sudah cukup Ia bersandar yang memintakekuatan, sekarang yeoja itu perlahan berjalan mendahului Yesung.

 

Dan tepat ketika itu ia langsungdisambut Rae Ha yang berlari. “dia harus segera dioprasi! Segera!”Melihat emosiRae Ha membuat Eunseo berlari secepat yang ia bisa,

Entah darimana datangnya, dokter Nam dan 4Residennya sudah berada diruangan itu.

 

Jujur, jika bisa , ia rasa ibu itulebih beruntung karena bisa melihat bagaiman tangan bayinya, bagaimana alisnya,matanya, dan wajahnya. Sedangkan dirinya? Tidak pernah sekalipun.

 

“bayi bisa hipotermia dan akansangat sulit mempertahankan suhu tubuhnya jika kita memindahkannya dari perina.Bayi premature akan dalam bahaya dengan perubahan suhu sekecil apapun. kondisiseperti ini kita harus mengoperasinya.

Panggilkantim anestesi dan suster. Kita operasi ditempat ini” Eunseo memerintahkanbeberapa anggotanya.

 

“mereka tidak mau mendengarkanku! Para suster itu menolaknya” Taemin datang dengan sedikitpanik. Bahkan ia berusaha mengontrol emosi dan panikisasinya. Tapi tetap saja,ucapan suster itu membuat darahnya naik.

 

Eunseo berjalan cepat dengan tatapanbengis.

 

“ini situasi gawat darurat.! “Eunseo bertriak didepan ruang suster dan tim anesti.

 

Suster itu menunduk. “tidak bisa.Kita harus memenuhi prosedur. Ini adalah area dokter Cha. Kami hanya bisamematuhinya.”

 

“Prosedur apa jika nyawanya bayi adadidalam bahaya!!!” EunSeo membentak berang kearah suster itu. tentu saja merekameringkuk.

 

“tap –tapi siapa yang akanbertanggung jawab jika terjadi masalah?” tanya sang suster.

 

“aku tak akan meminta pertanggungjawaban kalian, jika ada yang tidak beres, aku yang akan bertanggung jawab.Siapkan peralatan.” Tiba-tiba terdengar suara berat. Itu Presdir Kim Joon Ha.Ia datang bersama Yesung dibelakangnya.

“ah yaa… kau baru saja membentak menantuku , suster Jung”

 

“Mw –mwo?” suster itu mengerjaptidak percaya, sebelum akhirnya Eunseo masuk kedalam ruangan diikuti Yesung.

Dalamsejarah, ini pertama kalinya seorang kepala Tim merangkap prefesor tingkat 1,sekaligus anak pemilik Hondam Hospital yakni Yesungikut terjun langsung .

 

Bahkan ini juga pertama kalinya,

Merekatau bahwa, Eunseo adalah menantu presiden Hondam Hospital.

 

“kerahkan juga perawat departemengedung lain. Bedah syaraf juga. Kau ingin main-main dengan nyawa bayi?Caaaaaah” presdir Kim Joon Ha meskipun sudah tua , tapi kini ia tengah menyindir-nyindirHwang Mi ketika mereka sama-sama menyaksikan dari monitor.

 

 

 

 

 

  ***

 

 

 

 

 

 

 

 

            Kembali keruang operasi, tepat ketika Yesung menyuruh dokterNammenutup perut bayi itu, Eunseo bertriak mencegah.

 

“ada sesuatu yang menumpuk dibawahhatinya. Dan itu bukan artefak”

 

“tapi kita harus segeramenyelesaikannya, karena kondisi vital bayi akan semakin menurun,  jika kita tidak menutupnya.”

 

Tapi Yesung menghentikan tindakandokter Nam,

“tunggu…”Yesung menyeruak sebuah organ.

 

“ada lubang disaluran Empedu!” Ambermemekik.

 

“jika ada empedu yang merembeskeluar maka akan menciptakan tumor empedu.”

KiniTaemin menambahkan, ia sedari tadi terlihat paling tegang dengan alat catatnya.

 

“Lakukan Cholangiojejunostomy”  MinHoberseru

 

(Cholangiojejunostomy= operasi atanastomosis dari saluran empedu jejunum *ga ada hubungannya denganpulau jeju)

 

“tidak bisa, itu berakibat infeksifatal.” Eunseo menggeleng,

 

“tapi kita tidak memiliki pilihanlain”

 

Tiba-tiba Yesung bersuara, “tidak bisa.Saluran empedunya terlalu tipis dan usus kecil juga tidak bisa menjangkaunya.”

 

Kini Minho menatap Yesung denganwas-was. “lalu apa anda memiliki pilihan lain?”

 

Yesung mendongak dan menjawab ,“tidak ada”

 

“jika kita mengambil banyak waktu,bayi akan berada dalam bahaya, bayinya kelelahan” dokter Nam memeriksatekanan darah bayi itu.

 

Rae Ha yang sejak tadi terdiamdengan bergetar, kini mengangkat kepalanya.

“tapimasalah perofasi empedu itu tidak bisa dipecahkan, karena batu empedumenghambat saluran empedu dan tekanan yang dihasilkan membuat empedu pecah,untuk sementara mereka tidak bisa memberi makanan pada bayi, karena kondisiterus memburuk.” Ucapan Rae Ha dalam hal ini agaknya membuat hati Ambermenjerit tidak percaya. Benarkaah ini Rae Ha?

 

Sedangkan semua orang diluarterlihat panik dan bingung, tak terkecuali presdir Kim.

 

Namun disebelahnya, Hwang Mimencibir. “itulah sebabnya mengapa orang tidak boleh seenaknya mengambiloperasi bayi premature pada kondisi kritis.”

 

“Tidak banyak waktu! Apa yang merekalakukan hanya berdiri dan berfikir?” wakapresdir Lee menjadi panik disampingtuan Kim yang tengah menyaksikannya dilayar monitor besar..

“dia akan sangat dipermalukan”kembali Hwang Mi mengeluarkan kebanggaannya.

 

Namun tiba-tiba presdir Kim  menyela dengan sinis. “bagaimana kau bisatertawa dalam situasi ini? Pasien bisa saja mati”

 

Kembali kedalam ruangan.

 

mereka masih berdebat, namun kaliini terjadi perdebatan lumayan sengit antara Yesung dan Eunseo.

 

“kau ingin membunuhnya sekarang ataunanti?!” Yesung menatap EunSeo dengan berang. Kali ini ia sudah kehabisantenaga. Ia bingung. Eunseo dalam hal ini tidak bisa bersikap profesional,Yesung tau, bahkan sangat tau akan traumatic bayi dikehidupan yeoja itu, tapisetiap kali Yesung mencoba mengerti itu semua, semakin sulit ia meredamperasaannya. perasaan untuk memeluk Eunseo sekarang juga.

 

“MENYINGKIR!” semua orang menataptidak percaya ketika Eunseo membuka maskernya, ia terlihat mengusap sedikitmatanya. Ia sudah tak tahan. Apa yang bisa ia harapkan dari suami yangmenurutnya sangat pengecut dalam hal ini. Inilah! Ini yang Eunseo Benci. Iamembenci Yesung disaat saat seperti ini. Kalau saja dulu Yesung lebih memilihanak mereka, sekarang ia pasti sudah memiliki seorang peri kecil, jika sajaYesung tidak pasrah begitu saja akan vonis itu, mereka pasti akan menjadi orangtua yang paling bahagia. Tapi sekarang?

Apagunanya Yesung lebih memilih nyawanya dulu jika sekarang Eunseo merasa dirinyasudah mati setengah. Apa yang bisa diharapkan dari wanita yang gagal menjadiseorang ibu?

Eunseo sudah berdiri didepan sangbayi, ia mengeluarkan sebuah alat dan siap melakukan hal terakhir yang ia bisa.

“kau gila!” Yesung kini menghempaskan tanganEunseo, ia menariknya dan menghempaskan tangan istrinya kebelakang.

 

“bayi dan orang dewasa memiliki keadaan fisikyang berbeda! CPR itu hanya akan mematikan kinerja jantung”

 

 

“lepaskan! Kau sama saja menelaahhak hidup bayi ini”

 

“dan kau memperpendek kesempatannyauntuk hidup”

 

DEG

 

 

Ucapan Yesung membuat Eunseo diam,tangannya gemetar dan akhirnya beberapa alat digenggamannya jatuh dengan mudahtepat ketika tangan yeoja itu gemetar lunglai,

 

“Dokter Song!” semua orang memekiksaat tubuh Eunseo jatuh ditengah-tengah operasi sedang berjalan, bukannyamengambil sang istri, Yesung malah membiarkan Eunseo dipapah Amber kesisiruangan. Kini Yesung bergerak kesisi bayi prematur yang berada diambang kondisisangat kritis, tidak dipungkiri sangat jelas Yesung terlihat gemetar, nafasnyaseperti lari marathon, image tenangnya hilang seketika.

 

TiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiT

 

 

 

Garis lurus terbentuk dari layardenyut jantung, semua perawat panik, termasuk 4 sekawan, dokter Nam punterlihat menundukan wajahnya sambil menggeleng.

 

NafasYesung seakan lepas, namja itu tercenung melihat jasad bayi yang kini beradadihadapannya dengan pembedahan yang belum selesai. Bayinya kelelahan danmeninggal.

 

“MENYINGKIR!” Eunseo bangkit, ia mendorong tubuh Yesungyang hanya bisa tertunduk lemas, kini yeoja itu mengambil CPR, meletakan tepatdijantung sang bayi yang sudah tergolek, 1 kali. 2 kali, 5 kali.

 

“kumohon… bangunlah…” tubuh Eunseo merosot sambilmenangis, inikah rasanya? kepalanya seperti tertembak tepat di pusat otak.Tenaganya seperti tersedot keluar.

 

“dokter Song..” Minhoyang sedari tadi diam kini berlutut didepan tubuh Eunseo yang menundukdilantai, tangannya berpeluh dingin.

 

Sementara itu diluar ibu sang bayi jatuh pingsan setelahhisteris, suaminya menggotong tubuh lunglai sang istri, sedangkan Wapresdir Leedan beberapa dokter lain hanya menggeleng.

 

“bodoh” presdir Kim menatap tidak enak pada Hwang Mi yangkini menunjukan senyum kemenangan.

 

“apa kau menyukai kematian seseorang?” Hwang Mi menolehdengan cepat kearah presdir Kim yang menatap nya dengan tatapan sangat tidaksuka. “lalu untuk apa kau menjadi seorang dokter?”

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

#GoodDoctor# inspirasi beberapa momen😀

Gimana? Bingung? Heheheheh, ini hanya eksperiment setelahbosen hokum-hukuman eonniedeul.. happyread aja ya.,..

 

 

9 thoughts on “Doctor In Love ‘Part 1’

  1. keren
    keren
    keren
    keren

    …..daebakkk…….
    ini ff nguras emosi
    aq kayak flashback 2.5 thn yg lalu ketika bayiku terlahir premature dan dokter dgn seenaknya bilang nyawanya kurang dr 100%….
    dan bersyukur kini dia tumbuh sehat
    next chap ya

    • @cie vitria, Terimakasih banyak.. Aku lebih dari senang kalau cerita ini bisa mengobati luka hati seseorang..
      Tp sesungguhnya ini hanya fiktif, aku harap kakak bisa ngambil hikmah dialurnya saja.. Aku bukan sarjana kedokteran dan petugas medis, semua moment medis ini aku pelajari dari Drama Good Docter dan internet.. Masalah bener/ enggak istilah2 diatas semoga bener deh.. Hehe aku baru SMA, jd mungkin untuk dokter yg menangani babynya kakak, mungkin dia lebih tau.. Tp tetep aja Tuhan lebih tau.. Kadang sebel juga lihat seorang dokter yg memutus hak hidup seseorang, jatuhin mental pasien dg vonis2nya, jujur, secara pribadi aku merasa itu sialan banget.

      Maaf kak, aku jadi kemanamana.
      Tp sungguh , ff ini sebenernya ungkapan keselnya aku..

  2. bingung iya……

    yesung suaminya eunsoo

    trauma yesung eunsoo blm ketauan apa….

    tapiijk….

    kereeennnn…. bahasan kedokterannya….oke….

    lanjuuttt yuuukkk…!

  3. Yesung itu dokter yg cool tapi sering kena skors tapi kenapa Dr.Hwang td masangin dasi ke Yesung ‘-‘? Emangnya dia gak tau kalo Dr.Eun Soo itu istrinya ? Huhuhu kasian babynya kritis😦

  4. suka ceritanya…
    tegang banget klo udah bagian kedokteran gni…
    suka nya ff author tuh, pasti yesungie sm eunseo selalu jd orngny yg intelek, hehehhehe

  5. waduh keren bgt author nim..sangat mendetail’ ah itu Yeye pasti galak bgt sm residen..ahaha jd keinget waktu pertam praktek jg pernah di bentak gt..
    ah sayang sekali nyawa bayi itu tidak bisa diselamatkan..ehm apa Eun So kehilangan rahimnya? masalah merebut px itu emang sensitif …ahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s