HEARTBREAK [Part 4- FINAL]

 

HEARTBREAK1

[YeSeo Couple]  HEARTBREAK _PART 4_ FINAL

Author         : ArVi

Gendre        : Friendship Tragedy, MIX

Main Cast        :
•    Kim Jong Woon
•    Song Eun Seo
•    Cho Kyuhyun
•    Lee Yoorin
•    Choi Siwon
•    Park Ririn

Additional Cast    :
•    MinJi Cho
•    Song Joong Ki

Note            :
v    Song EunSeo – Song Joong Ki      = GNI Group [Mokpo]
v    Kim Jong Woon             = Taesan Group [Appegujong]
v    Cho Kyuhyun – Cho Min Ji     = Royal Group [Cheonsang]

~o0 Previews Part 0o~

    “jika kau benar-benar menyukai wanita sampah itu, mengapa kau tidak mengawetkannya dengan cairan formalin lalu kau simpan dibawah tempat tidurmu selamanya? Memajangnya di rak kaca besar Taesan agar setiap orang tahu bahwa inilah gadis yang selama ini dipuja oleh direktur mereka.” _SONG EUN-SEO_

    “kenapa kau diam?!! Apa kau serendah itu? aku bahkan sudah menolongmu! Dan kau hanya bisa diam dan diam, huh?!” _PARK RIRIN_

    “apa salahku padamu? Kenapa kau membuatku berkorban sebanyak ini? siapa kau?! Kau bukan Tuhan yang bisa mengambil semua yang kuinginkan! Dan kau bahkan menyimpan rubah berbulu domba itu dalam kurun waktu yang lebih lama” _LEE YOORIN_

_CHAPTER 4 BEGIN_

Waitbucks CAFE

“2 butter Croissant, 2 espresso, 1 Cinnamon Dolce Frappucino, dan 1 Frappucino tanpa vanila”  Yesung menyebutkan minuman makanan yang ia pesan siang ini. suasana Waitbucks café siang ini sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya,
Karena jika sebelumnya ia selalu akan menyeret tunangan –kontrak-nya, maka sekarang ia tengah duduk berhadapan dengan namja karismatik yang ia –sedikit- akui sebagai calon sepupu iparnya.

“ah… I want one salted caramel Hot Chocolate without vanila and oh –hold the chokolate however I managed my self to not eating chocolate on my breakfast” suara lanjutan dari Yesung membuat sang waitress tertawa sambil menggelengkan kepala, hanya Yesung pelanggan yang suka memakai bahasa inggris sedikit british dan kebanyakan sulit dimengerti orang awam.

“kau tidak menyukai vanila dan coklat?” Siwon merespon sedikit cecaran pesanan Yesung yang sedikit cerewet dalam menu makan siang ini.

“360 derajat berbeda denganmu kan Tuan Choi” Siwon semakin melebarkan senyumannya. Ini adalah kali kedua mereka duduk dalam 1 meja setelah pertunangan Yesung , tapi ini untuk kali pertama duduk dalam 4 mata.

“aku selalu menonaktifkan efek “tuan” dan “Mister” di awal panggilan semua orang padaku. Terlebih lagi untukmu hyung. Panggil aku Siwon, atau senyaman saja”

Yesung tersenyum apatis, seluruh organ tubuhnya mengandung ribuan kamuflase gila yang sering Ia mainkan untuk memborbardirkan sandiwara cintanya dengan EunSeo, dan sekarang ia tengah melakukannya pada Siwon.

“hey, kau pikir dengan semua yang telah kau lakukan,  aku bisa berbicara denganmu penuh kontrol lagi?”
Wajah Siwon menengang seketika melihat wajah moster Yesung terlihat, namun namja itu sama sekali tidak melupakan ketenangannya.
Karena siapapun tau, Yesung adalah manusia yang terbuat dari Es di kutub utara dengan kamuflase ketenangan yang membuat muak semua orang. Kecuali Eun-Seo tentunya.

“kau hampir membuat calon istriku kehilangan kakinya, ah atau mungkin tangannya, entahlah aku sedang tidak ingin membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika kemarin aku tidak datang sebagai pangeran penyelamat. Kau tau? Menjadi pahlawan kesiangan itu –menyedihkan”

DEG

Wajah Siwon memanas, ia menatap Yesung yang kini kembali ke tempat semula setelah membisikan sebuah hal. Sebuah hal yang ia lakukan siang tadi untuk memutuskan semua rem-rem di mobil Eun-Seo.

“hey, kupikir kau memiliki selera humor yang tinggi hyung” Siwon menyesap espresso yang ada didepannya. Sial! Lelaki ini mengetahui semuanya.

“ah ya.. kau benar. Bahkan didalam mimpi  itu, aku berhasil membunuh lelaki yang dengan sengaja ingin melepas rem mobil calon istriku. Yeah.. hampir”

DEG

Choi Siwon! Kau dalam masalah besar kali ini

   ***

GNI CORPERATION [Mokpo]

Yoorin memasukan seluruh barang-barang diatas mejanya kedalam kotak packer. Dengan perasaan berkecamuk oleh pertengkaran hebatnya dengan Ririn dan Eun-Seo. Ia seperti baru saja digigit seekor ular sebelum akhirnya ditelan buaya. Mengingat tatapan  beringas Ririn dan wajah membunuh EunSeo membuatnya merasa terjebak. Ia tak bisa lagi berada di tempat ini. ini bukan tempatnya. Dan mereka bukan sahabatnya. Bukan Ririnnya, dan bukan Eun-Seo nya.

“kalian keterlaluan”
isakan kecil seolah menahan tangis bukan jalan yang tepat, karena sekarang kelopak mata Yoorin memanas lagi, memasukan bingkai foto kebersamaan mereka beberapa tahun lalu.
Take foto mereka ketika masih SMA.

Yoorin merindukan semuanya. Merindukan bagaimana cara Eun-Seo melindunginya dan mensejajarkan dirinya layaknya ratu meskipun dulu mereka bersahabat dengan kasta yang berbeda. Ia juga merindukan candaan-candaan dari Ririn. Mereka bertiga bagaikan kail, umpan dan ikannya. Tanpa mereka takan ada istilah –Memancing- di dunia ini.

~oOo~ FLASBACK

    “berbicara mengenai hati sangat menyenangkan!”
Yoorin menatap Ririn yang kini tengah mengandai dengan sebuah sosis gulung ditangannya. Ia berkata hari ini ajjumha Park menyiapkan semua sarapan ini untuk mereka bertiga.

    “heum.. ada beberapa hal yang kami lalui bersama, ada yang menyenangkan, ada juga yang tidak. mungkin kebersamaan itu membuat aku merasa aman jika ada dia, apakah itu bisa disebut aku menyukainya?”lanjut Yoorin

    Mendengar ucapan polos Yoorin membuat Ririn mengangguk cepat dan antusias.
“Got it! Itu artinya kau menyukainya, nona Lee”

    “begitukah? Tapi aku merasa  tidak  menyukai perasaan ini” Yoorin berujar pelan,

    “Wae?”

    “Mollayo.. rasanya agak sakit dan kacau”
Ririn langsung tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Yoorin kesal, rasanya ia ingin menjitak kepala lonjong gadis ini. untunglah ia masih ingat, bagaimana pun Ririn hanya satu-satunya gadis Autis dengan kemampuan diatas rata-rata, jadi yang Yoorin lakukan hanyalah mencubit pergelangan tangan Ririn sehingga gadis itu meringis kesakitan.

    “awww , kau ini” akhirnya kini Ririn membenarkan raut wajahnya, mencoba menseriuskan hipotesis konyolnya untuk hari ini.
“begini, cinta itu sakit jika kau membuatnya sakit, tapi cinta itu indah jika kau membuatnya indah”

    “jangan berbelit-belit” Ririn menatap tidak bersahabat kearah Yoorin yang mengacuhkan hipotesa sementara yang susah-susah ia keluarkan.
 
    “hey, cinta itu adalah permainan hati. Jika hatimu senang, maka cinta akan menyenangkan, tapi jika hatimu sedang kacau, maka cinta pun akan mengacaukan otakmu. Jadi yang menjadi masalah bukan cintanya, tapi hatimu”

    “baiklah, kau adalah casanova wanita yang rapuh, ahahahaha” Yoorin tertawa sambil membubuhi ejekan untuk Ririn.

    “YA! dengarkan aku, hati sendiri teramat rapuh, ia seperti lapisan membran bening, ia amat mudah kotor tapi sedikit sulit dibersihkan. Butuh kehati-hatian yang luar biasa untuk membuatnya bening kembali”
Oke ceramah Ririn mulai sulit jika ia sudah beranalogi.

“nah, untuk membuatnya bersih, kita hanya butuh keyakinan bahwa hati akan bersih, pertanyaannya, keyakinan datang dari mana?”
Yoorin selalu mematahkan hipotesa Ririn dengan pertanyaan bodohnya.

Ririn menunjuk kepalanya.
“keyakinan datang dari pikiran, pikiran adalah muara dari logika. Manusia biasanya mempercayai sesuatu jika itu logis dan bisa dibuktikan. Nah rasa yakin muncul karena kita percaya. Jika kita percaya bahwa cinta itu menyakitkan, percaya atau tidak, maka itulah yang akan terjadi”

Yoorin mengedipkan matanya berulang-ulang,mencoba mengerti ucapan Ririn,
“aku sepertinya kurang paham”

“baiklah, intinya cinta adalah masalah hati dan pikiran. Jika bisa yakin bahwa perasaan cinta akan membawa kebahagiaan maka kebahagiaanlah yang akan datang. Cinta itu seperti energi, hati dan pikiran seperti sampan dan kailnya, cinta akan pergi kearah mana sampan dan kail membawanya pergi. Jika mereka membawa cinta ke tempat yang buruk, maka energi itu buruk dan cinta akan terasa buruk, itu saja logikannya.”
Baiklah, rasanya Yoorin mulai paham sedikit demi sedikit.

    “lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?”

    “nah, sekarang buatlah cinta itu menjadi positif, kulihat kau membuat cinta menjadi energi negatif karena mungkin kau tidak bisa mengendalikan kerinduanmu pada Kyuhyun atau ada masalah lain yang tidak aku tahu”
tiba-tiba Yoorin berhenti antusias, kepalanya menoleh kearah belakang dimana seorang dari mereka masih serius dengan nasi dan telur gulung yang ia tukar barusan.
EunSeo selalu menukar spagetty nya dengan telur gulung milik Yoorin.

    “hey, kau ingin memberikan pertimbangan untuk hubunganku dengan Kyuhyun? , EunSeo ya?”

    “Uhuk”

~FLASBACK END~

Yoorin memberanikan diri masuk kedalam ruangan yang penuh interior europe, sofa berwarna gold dengan meja kaca berbentuk persegi panjang melintang ditengah ruangan. Interior unisoviet  yang begitu kental membuat ruangan ini menyuarakan sebuah aura ketegangan. Dari semua interior didalam sini Yoorin tidak mampu menyebutkannya satu persatu, karena yeah, kalian tau. Dirinya dalam keadaan buruk.
Kemeja biru tua dengan rok hitam yang membalut tubuh kecilnya. Ia melangkah menuju meja gagah diujung ruangan yang langsung menghadap kearah pintu masuk. Itu meja EunSeo.
Ia bukan berniat lancang, ia adalah sekretaris wanita itu, yah.. meskipun ia hanya tangan kiri untuk seorang direktur.

Ia menghembuskan nafasnya sejenak, lalu meletakan surat pengunduran diri disana. Ini akan sangat konyol. Tapi dengan sepenuh hati, ia tak sanggup untuk bertemu dengan EunSeo setelah kejadian tadi. Ia tak sanggup.

Yoorin membawa bola matanya untuk mengelilingi setiap inci ruangan ini. dan matanya tertuju pada foto besar yang ada disudut ruangan. Figura besar dengan sosok berwibawa itu tersenyum kearah kamera. Senyum yang indah dan langka.

Yoorin berhenti ketika ia hampir menghilang dari ujung pintu.
Matanya tertahan pada sebuah foto. Foto yang berada diatas meja lain disamping meja EunSeo.
Terlihat lelaki dengan style army militer menghormat kearah kamera. Tapi bukan itu, tapi jam tangan itu –

TRAK’

Jantung Yoorin berhenti.

    ***

SEOUL POLICI OFFICE –Inrosant-

“payah” Joong Ki menolehkan kepalanya kekanan, mendengar suara Min Ji di sel sebelahnya. Ya.. mereka sudah berada disini sejak 3 jam yang lalu. Ketika dengan beringasnya ia menambrak pembatas jalan lengkap dengan menembus jalur 3 in 1.

“sebaiknya kau tutup mulutmu dan diamlah” Joong Ki menahan nafasnya. Sangat tidak ada gunanya membuang-buang tenaga demi gadis kepiting kecil tanpa cangkang ini. ia hanya akan berakhir dengan percakapan-percakapan gila dan konyol.

“kau benar-benar payah ajjushi!” pekiknya hebat, sebelum ia bungkam dengan tatapan kesal petugas kepolisian.

“tuan Song,” Joong Ki mengangkat kepalanya saat kepala kepolisian membuka sel tahanannya.
“anda bisa keluar”.

“MWO?! YA! Ajjushi! Kenapa ajjushi itu bisa keluar! YA! YA! bagaimana denganku!”
Min Ji berontak dari dalam sel tahanan. Ini tidak adil! Siapa yang menyetir, siapa yang ditahan.

“anda juga bisa keluar nona Cho”
Mata Min Ji berbinar. Ia langsung bangkit dan keluar dari selnya dengan mengekori Joong Ki. Akhirnya.. ia tak perlu berlama-lama ditempat ini.
Namun kaki Min Ji tiba-tiba melakukan pengereman cepat. Tepat saat menyadari kehadiran Kyuhyun yang duduk menunggunya diruang tunggu.
Bagaimana mungkin kakaknya tau dia ditempat ini? Tamatlah riwayatmu sekarang Cho Min Ji!.

“kenapa dia bisa, denganmu” Kyuhyun memandang Joong Ki dengan tatapan Formal. Oh berhenti membuka kenangan ketika ia terbiasa bermain catur dengan segelas Soju.

“jawabannya sama dengan pertanyaan  kenapa kau bisa dengannya”
EunSeo mendelik melihat Joong Ki kembali merusak ketenangan hatinya.

Kyuhyun tersenyum sedikit, Joong Ki tidak kehilangan selera humornya , meskipun dengan bahasa tubuh yang serius.

“sebuah keberuntungan, dikesempitan” Joong Ki dan Kyuhyun rasanya benar-benar ingin membully perasaan EunSeo disini, mereka terus saja menggodanya dengan sindiran-sindiran tak berarti.

“harusnya aku membiarkanmu ditempat ini, lalu menunggu waktu pak tua itu akan mendepakmu dan GNI jatuh ketanganku”

“YA!” Joong Ki ingin sekali menguliti adiknya.

“apa kau sudah selesai dengan kegilaanmu?” Min Ji menunduk dibelakang punggung Joong Ki. Ia akan mati sekarang! Cho Kyuhyun itu akan benar-benar memakanmu gadis kecil! Aah!
“presdir, mari”
Mendengar suara dari pengacara Yoon, Joong Ki hendak pergi, tapi Min Ji menarik pakaiannya, ia menunduk dibelakang punggung Joong Ki. Kyuhyun benar-benar menakutinya.
Dan Joong Ki tidak suka itu.

“kurasa kau perlu menjernihkan pikiranmu dulu, Kyuhyun ssi. Tenang saja. Adikmu aman bersamaku”
Min Ji mendongak , merasakan sebuah tangan menarik pergelangan tangannya, dan itu –Joong Ki.

Kyuhyun tidak menjawab , hatinya berdenyut saat melihat wajah ketakutan Min Ji padanya. Apa ia menakuti gadis kecil itu? gadis kecilnya.

“sangat mustahil.” Kini perhatian Kyuhyun mengarah pada EunSeo yang tersenyum aneh,

“dan sangat menarik”
Ia tau, kakaknya sedang memainkan dramanya sekarang. Meninggalkan parody gilanya dengan buaya betina itu. baiklah, kita lihat, sejauh mana seorang Pewaris GNI akan memainkan tragedy cintanya.

***

GNI CORP [Mokpo]

Yoorin menuruni tangga darurat dengan tergesa-gesa. Berharap masih menemukan EunSeo dan Ririn disana. Ia harus memastikan sesuatu, atau ini akhir segalanya. Segalanya akan berakhir!

“PARK RIRIN!” ia menjerit ditangga darurat, namun wanita itu tidak ada. Perasaannya berkata lain sekarang. Dari semua kepintaran yang orang lain miliki, ia paling mencintai kekuatan instingnya.
Hanya insting hal yang bisa ia percayai dan ia pegang teguh selama ini.
Ia percaya dengan kekuatan instingnya.

Yoorin keluar dari tangga darurat dan mendapatkan suasana riuh di lobby. namun Yoorin melewatkannya, ia terlalu bingung dengan keramaian, yang ada dipikirannya sekarang hanyalah 1, bertemu Ririn dan memastikan segalanya.

Gadis itu sedikit kebingungan mencari jalan keluar, tubuh kecil itu meloncat-loncat untuk menemukan sosok Ririn sekarang, tapi tidak bisa. Lobby perusahaan mereka terlihat sesak untuk saat ini, namun ditengah kebuntuan dan kebingungannya, Ririn teringat 1 hal.
Siwon.
Dia pasti bersama lelaki itu. pikirannya sekarang adalah, bagaimana caranya ia agar bisa keluar dari kerumunan ini.

~oOo~

Ditempat lain, kini Eun-Seo dan Kyuhyun berjalan bersama keluar dari lobby kantor polisi. Mereka masih sama-sama dalam kebisuan.
Tidak ada kecanggungan, hanya saja seperti tidak ada sesuatu yang penting yang bisa mereka ucapkan sekarang.

“aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi” Kyuhyun memulai dengan ragu. Ia seolah menunggu respon apa yang akan wanita ini berikan.

“well, aku belum pindah ke planet Mars , Kyuhyun ssi”

Kyuhyun tersenyum miris mendengar panggilan akhir EunSeo untuknya.
“ah ya.. bicara mengenai pertemuan, bagaimana keadaanmu saat terakhir kali kau keluar dari mobilku”

EunSeo merasa meregang nyawa mendengarnya. Ia harus menjawab pertanyaan sinting itu? atau ia harus mengelak dan membuat lelaki ini besar kepala bahwa kejadian itu benar-benar membuatnya terpukul? Sayangnya dia tidak sebodoh itu.

“mungkin sulit dipercaya, bahkan untuk diriku sendiri, ketika itu seorang EunSeo Song berlaku layaknya pasien rumah sakit jiwa, aku menangis, lalu tertawa, lalu menangis lagi. Aku bahkan berfikir kali ini aku harus bertemu dengan seorang psikiater, bagaimana tidak, aku kalah pada seseorang yang  tidak sebanding denganku.
Tapi aku tahu, jika aku pergi ke psikiater mereka hanya akan menyuruhku untuk membuka lembaran baru dan bersikap bahwa kandasnya hubungan adalah hal yang biasanya dikehidupan manusia… Ah tapi jika kembali kupikirkan, mungkin ketika itu, dokter bisa saja merampas ponselku lalu menghubungi appa dan berkata bahwa gadisnya tengah terjangkit monkey love story”
Kyuhyun tersenyum jengah melihat penuturan itu begitu santai dan menanggalkan semua urat malu.

“Tapi pertanyaannya, jika membuka lembaran baru segampang itu, mungkin aku takan pernah mendengar kasus bunuh diri karena putus cinta, lalu apa kau fikir aku sempat berniat bunuh diri? Kau salah Cho, Aku takan sudi bunuh diri demi seseorang yang bahkan takan rela membunuh dirinya untukku”

Kyuhyun menanggalkan senyumnya.
Song EunSeo belum berubah.
Dia masih menjadi sosok yang menyimpan rahasia magis tersendiri di semua keburukannya.

“aku pun sulit percaya, aku meninggalkan gadis yang menungguku selama belasan tahun, demi dirimu.”
Mata Eun-Seo membeku. Ia tau kemana arah pembicaraan Kyuhyun.

“ya. kau benar. Wanita itu dan kau bahkan melewati saat-saat buruk bersama, jadi sangat wajar jika dia memilikimu.”
Kini giliran Kyuhyun yang membeku mendengar ucapan EunSeo.

“sangat salah dan tidak adil jika pada akhirnya, aku yang memilikimu, Kyuhyun ssi”

“Tapi –jika kau sudah menerima keadaan itu, kenapa kau masih membencinya? Apa karena –“

Eun-Seo menutup matanya.
Ya.
Dia tak bisa membohongi dirinya lagi. Hal terbesar dari wanita itu yang paling memukulnya adalah Yesung.

“yang tidak adil adalah, ketika dia juga menginginkan apa yang sudah menjadi milikku untuk yang kedua kalinya”

Kyuhyun menatap nanar punggung tegak EunSeo yang berlalu dihadapannya.
Dia telah melepaskan hatinya pergi. Tapi apakah ia akan menjadi lelaki tanpa hati yang menghalalkan segala cara untuk merebut hatinya kembali?
Ide yang sangat konyol untuk sekarang.

Tanpa Kyuhyun sadari, sebuah Maybach silver berhenti diseberang jalan, Yesung menatap kebersamaan Eun-Seo dan Kyuhyun dari kaca mobil, membuat hatinya terinjak dan tertarik kuat.

***

Siwon menarik tangan Ririn ketika gadis itu menghempaskannya lagi dan lagi.
Siwon tau, Ririn adalah wanita yang pantang menarik kembali ucapannya.

“Ririn ah , dengarkan aku, sedikit saja, dengarkan aku”
Siwon terus menggapai-gapai tangan Ririn yang berjalan didepannya. Setengah mati ia menghindari Siwon, tapi lelaki itu selalu bisa menemukannya, seperti sekarang, ia bahkan dengan gigih menganggu makan siang Ririn.

“Aku tidak perlu lagi mendengarkanmu Siwon!  Kau pasti akan mengatakan hal yang sama” Ririn berbalik haluan saat Siwon berhasil mendahuluinya.

“hey, aku salah. Aku salah! Oke.. dan aku minta maaf!”  kini Siwon sudah berada didepannya, lelaki itu terlihat sangat lelah dan menyesal, membuat Ririn terenyuh.

“kau sudah melangkahi perjanjian kita Siwon. Kau anggap apa perjanjian itu? kau sudah berjanji padaku, tapi kau melanggarnya!”

“tapi tidak terjadi apa-apa padanya! Oke, aku minta maaf karena mencoba melukainya, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya. Tapi tolong, jangan menghindariku, Rin ah”

“aku sulit percaya lagi padamu, Siwon”
Ririn menurunkan tangan Siwon yang merengkuh pipinya,
“kau sudah berjanji tidak akan ada yang terlukai dalam hal ini, tapi kau menelan ucapanmu.”

Siwon memandang sendu wajah wanita yang telah menemaninya selama ini,
Melihat Ririn menghindarinya, itu sama saja membunuhnya perlahan!

“aku akan melakukan apapun, apapun itu asal kau memaafkanku”
Siwon kembali menarik kedua telapak tangan Ririn dan meletakannya didadanya.

Ririn mencoba mencari sorot kebohongan disana, namun NIHIL.
Ia tak bisa menemukannya dimata Siwon ketika menatapnya. Selalu tulus dan jujur.
“aku tau aku tidak sebanding dengan hak keluargamu itu, Siwon. Tapi –“

Hembusan nafas itu terasa berat untuk Siwon dengar.
“tapi bisakah kau melupakan segalanya dan hidup dengan tenang , bersamaku?”

DEG

Wajah Siwon memucat.

“maaf , aku tidak bermaksud memaksamu. Maafkan aku”
Baru saja Ririn hendak berbalik dan pergi, Siwon menarik tangannya. Menatap mata gold kristal itu dengan tatapan dalamnya. Kedalaman yang sulit untuk Ririn menyelaminya agar mampu melihat 1 titik kebohongan disana.

“kau lebih berharga dari apapun itu. Park Ririn”

***

Yesung terus mengemudikan mobilnya. Memikirkan bagaimana EunSeo dan Kyuhyun membuat hatinya terbakar. Tanpa disadari ia menancapkan gas mobilnya sehingga melaju melebihi kecepatan yang seharusnya. Tapi hatinya sedikit lega., adrenalinya telah mengalihkan sedikit perhatiannya dari kedua orang itu ke mobil yang sedang ia kendaraai. Ia tidak suka ngebut tapi melihat jalanan yang begitu sepi dan keinginan untuk mengekspresikan perasaan marah dan cemburu sialan ini membuatnya seperti pengemudi kesetanan.

Tapi ada sesuatu yang ganjil, dari kaca spion Yesung bisa melihat sebuah mobil Sedan Hitam yang dari tadi terus membuntutinya. Awalnya ia tidak curiga, tapi yang membuatnya berfikiran lain adalah kecepatan mobil itu terus mengikuti kecepatan mobilnya. Jika ia melambat, dan sebaliknya, maka mobil itu akan berusaha mengejarnya. Tapi keanehan lain mobil itu terus menjaga jarak beberapa puluh meter dari mobilnya.

Yesung bukan orang bodoh!
Kalian melupakan insting pekanya yang kadang mengarah pada kamuflase?

Sekarang ia mencoba menaikan kecepatan mobilnya, menekan pedal gasnya dan membanting stir kearah jalanan kecil dengan jalan yang tidak mulus lagi. Seperti dugaan, mobil itu mengikutinya! Sial!

Yesung akhirnya memacu mobilnya dengan kecepatan maksimal , lalu tanpa disangka dengan sebuah kilatan ambisinya , lelaki itu membanting stir dan memutar arah melewati mobil tersebut.
Dan sudah ia duga, dalam hitungan detik mobil misterius itu juga memutar arah dan menyusul Yesung, dan selalu menjaga jarak dengan Maybach silver itu.

“kau ingin menjadi pelampyasan rupanya”
Desis Yesung sambil menggerakan setir mobilnya kesana kemari membentuk zigzag. Dan mobil itupun melakukan gerakan yang sama.

“bodoh. Kau mau saja kubodohi.”
Sebuah senyum mematikan tepat ketika ia menyalakan lampu Hazardnya menandakan bahwa ia siap mengadu nyali. Mobilnya mengeruh menandakan mobil Yesung dalam RPM tinggi. Suara mobil langsung menggema dijalanan yang sepi.

300km/jam

Sejujurnya Yesung tidak pernah mengemudi dengan kecepatan itu, tapi ia harus bisa melepaskan diri. Atau paling tidak bisa mengetahui siapa dalang dibalik ini semua. Dan apa motifnya mengikutinya seperti ini.

Mengetahui mobil Yesung berlari secepat kilat. Mobil misterius itupun tidak mau menyita waktu. Ia juga menyusul mobil Yesung dengan suara yang menderu. Terjadi kejar-kejaran yang  seimbang. Mobil itu tidak mau kehilangan jejak Yesung sedikit pun.
Tapi sayangnya Yesung bukan anak SMA tanpa SIM.
Ia cukup cerdik dan melakukan gerakan manipulasi seolah-olah ia akan membelokan mobilnya kesuatu arah. Dan benar saja, beberapa kali mobil itu sempat tertipu. Manuver Yesung dapat ia kenali. Ia benar-benar tidak mau kehilangan jejak namja itu barang sedikit pun.

Tapi Yesung adalah namja tangguh, ia bukannya takut tapi seolah mendapatkan kesempatan untuk meledakan emosi yang menghimpit pikirannya, ia melakukan akselerasi dengan leluasa.

Pertandingan dua mobil ini menjadi luar biasa bak orang kesetanan. Dan kali ini si mobil misterius tidak lagi menjaga jarak beberapa puluh meter dibelakang mobil Yesung. Ia sudah berani menempel bahkan menambrak belakang mobil namja itu, beberapa kali Yesung bahkan sempat terantuk pada setir. Tidak puas hanya menambrak, mereka kini seolah menyalipnya. Hingga terdengar suara gesekan body mobil beradu. Mobil ini berusaha menyerempetnya

“brengsek! Ini kriminal!” pekiknya,
Batas kesabaran Yesung menipis menjadi insting melarikan diri.
Ini bukan sekedar kejahilan seseorang yang sering ia temui dijalanan! Tapi ada seseorang yang sedang memburunya untuk alasan tertentu, dan seseorang berusaha membunuhnya!

Yesung berbalik menyalip dan pindah ke jalur kanan. Ia tidak perduli beberapa mobil mengklakson bertubi-tubi karena Yesung masuk ke jalur yang bertentangan dengan arah mobilnya. Ia memutar-mutarkan setirnya untuk mencari celah untuk bisa menjauh dari mobil pengejar itu. hampir saja Yesung menambrak beberapa mobil didepannya tapi dengan cepat ia berkelit. Terdengar suara decitan mobil, entah itu mobil pengguna jalan lainnya. Beberapa kali Yesung bahkan memasuki jalur trotoar karena mbil misterius itu selalu menyerempet mobilnya.

“Kau tak bisa membuatku mati konyol!”
Dengan cepat Yesung dengan kecepatan tinggi menginjak rem , menarik tongkat perseneling, kemudian memutar setir sehingga mobil itu menukik tajam. Berbalik kejalan yang baru saja dilaluinya. Ia melesat melewati mobil pemburunya dan kembali kejalanan awal aksi kejar-kejaran tersebut.

Yesung melajukan mobilnya secepat angin. Untuk sesaat mobil itu tertingal. Ia bisa bernafas lega sekarang. Namun tiba-tiba dari arah depan sebuah mobil lain tiba-tiba muncul dari depannya, seperti bersiap-siap menambraknya. Insting Yesung langsung melakukan mengereman mendadak. Suara decitan mobil kembali terdengar, tapi ternyata mobil itu malah membelokan mobilnya sehingga melintang didepan Yesung. Kedua mobil itu berhenti bersamaan. Jika keduannya tidak siap maka kecelakaan fatal akan terjadi.

“siapa lagi dia, mau bunuh diri, hah!” Yesung membuka pintunya dan membanting dengan keras. Rasanya ia ingin menghajar pengemudi ini.
Tapi belum sempat pertanyaan Yesung terjawab, sebuah pelatuk pistol datang dari belakang dan bersemayam dipelipisnya.
Bertepatan 5 orang berpakaian hitam juga keluar dari mobil yang menghadangnya. Sama-sama memegang pistol ditangan mereka.

“sudah selesai, bermain-mainnya, bung”
Mata Yesung menajam, saat sebuah suara muncul dari belakang tubuhnya.

***

Dalam sebuah gudang tua yang penuh dengan tong-tong besar berbau bensin, Yesung terbangun dengan tangan terikat.
Mata namja itu berkilat-kilat saat merasakan ikatan ini begitu mencekik lengannya, kursi tempat ia terikat sekarang sangat berat, mempersulit dirinya untuk bergerak bahkan bernafas.

“selamat siang tuan Kim.. ah.. apa ini masih bisa disebut siang?”
Seorang lelaki berjas hitam bertepuk tangan datang dari arah depan membuat mata Yesung semakin berkilat-kilat.

“bagaimana tidurmu? Sudah merasa sedikit pegal?”

“bedebah!”
Orang itu tertawa terbahak-bahak saat melihat sikeras kepala yang sok kuat ini berusaha melepaskan diri. Dan apa jadinya jika ia memakai tali yang berkualitas buruk, maka harimau jantan ini akan terlepas dan mencabik-cabiknya.

“ah.. kau tenang saja, aku memiliki teman untukmu.”
Lelaki itu menyentikan tangannya, lalu muncul orang-orang yang menyekapnya tadi dengan –

“emmmbhh…emmbh..”
Seorang wanita berseragam SMA dengan kondisi sama diikatnya dengan Yesung, hanya saja bibirnya dibekap dengan kain.

“ah.. dia sangat berisik. Suaranya sangat buruk”
Lelaki itu tertawa. Saat melihat ekspresi terkejut dari Yesung. Namja itu berusaha mengingat-ingat siapa gadis ini , dan benar. Dia adalah gadis kecil yang mengacaukan pesta malam itu. dia adik dari KYUHYUN!
Sial!
Yesung semakin tidak mengerti dengan keadaan ini.

“bukan hanya dia saja, aku masih memiliki, 1 orang lain”
Kembali orang itu menjentikan jari sebelum kegaduhan terjadi diluar, mungkin orang itu berontak saat dibawa masuk kedalam.
Yesung terasa kehilangan nafasnya saat melihat Joong Ki dibawa dengan keadaan sama diikatnya dengan dirinya. Dan lebih parah wajah lelaki itu penuh memar dan darah. Ia pasti sempat melawan dengan keras.

“eeeeembh.. embhh..”
Joong Ki terus beronta-ronta. Namun ikatan mereka sangat kuat untuk ukuran tangan kosong.

“apa? kalian terkejut melihatku? Hahahaha aku harap ia”

“laknat! Lepaskan aku brengsek!”
Yesung terus meronta, tapi apadaya ia dalam kondisi terikat sangat kuat dan tak mampu berkutik.

“tunggu sampai semuanya sudah terkumpul, maka kalian akan mati bersama-sama hahaha”
Tawanya benar-benar mengerikan untuk didengar, tepat ketika ruangan itu ditutup dengan menyisakan triakan-triakan marah Yesung yang terendam diruangan itu.

***

    HONDAM HOSPITAL

Langkah kaki EunSeo terdengar tidak senada menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang memiliki aroma khas campuran obat dan kimia.. Ada hasrat gila yang memenuhi otaknya saat mendengar sang ayah terkena tembakan dari orang  tidak dikenal, dan sekarang ia harus melihat ayahnya berbaring dengan bantuan alat-alat medis untuk menunjang hidupnya dari balik ruang isolasi khusus.

Kakinya seperti tidak menginjak tanah ketika tak ada 1 pegangan pun yang bisa ia gunakan untuk bersandar sekarang. Ia hanya bisa menatap dengan wajah lemas kondisi sang ayah didalam sana. Beberapa jam yang lalu ia masih memperdebatkan masalah pernikahannya dengan Yesung kepada lelaki itu ditelepon, ia bahkan menyebutnya pak tua yang gila dikantor polisi tadi.
Dan sekarang?
Wajah beringas gila pekerjaan itu kini berganti menjadi wajah damai penuh kesakitan karena ditusuk berbagai alat-alat menyebalkan didalam sana. Pikirkan kondisinya sebagai seorang anak. Ia tak mampu melakukan apapun disini, membuat agar pak tua itu kembali meneriakinya meskipun setelah itu ia akan tersenyum puas setelah keinginannya EunSeo penuhi.

“appa, ini aku”
Sapanya melalui kaca ruang isolasi, ia meraba-raba kaca itu dengan pertahanan yang nyaris roboh.

“ada apa denganmu? Apa setelah ini kau masih akan meneriaki ku bodoh jika kau saja tidak cukup pintar menjaga dirimu? Sekarang lihat siapa yang lebih bodoh dan lebih becus menjaga dirinya sendiri”
EunSeo bersuara dengan suara ringannya, tatapannya tak pernah lepas dari tubuh yang terbaring dengan pasrah diruangan sempit itu.

“Nona Song EunSeo”
Eun-Seo berbalik, dan menemukan dokter Kwon , dokter pribadi keluarga Song sejak dirinya masih bayi.

“bisakah, anda ikut denganku”
EunSeo mengangguk dengan menggeratkan kepalan tangannya. Ada yang salah disini, ada yang aneh disini.

***

Wajah Eun-Seo pucat pasi, ia baru saja keluar dari rumah sakit dengan perasaan yang berkecamuk hebat. Ia tak mampu berfikir selain kemungkinan yang akan terjadi besok, dan besoknya lagi, mengenai kondisi ayahnya.

“kuharap kau bisa menjaga kesehatanmu sajangnim”
Perkataan pengacara Lee Sungmin dari balik kemudi tidak membuat pandangan EunSeo bergeser. Ia masih memandang kosong kearah samping.

“minumlah sedikit sajangnim”
Sungmin menyerahkan sebotol air mineral kepada atasannya yang tak berkutik sama sekali. Ia mencoba tersenyum hangat ketika Eun-Seo menerima air itu dan meneguknya. Ia harus merasa lebih baik sekarang.

“orang itu datang secara tiba-tiba lalu menyalip dan menembak dari arah depan, membuat semuanya begitu cepat”
Sungmin terlihat terpukul dan menyesal. Ia berusaha memberikan kekuatan pada EunSeo, agar wanita ini bisa menjaga daya tahannya.

Lampu merah membuat mereka berhenti sejenak, pikirannya yang kacau semakin kacau saat melihat gerombolan anak-anak yang mungkin baru saja merayakan hari indahnya dengan orang tua mereka. Ada beberapa titik yang mengingatkan bagaimana hubungannya dengan tuan Song nya itu.
Ia tak pernah melalui hari penuh tawa bersama pak tua itu, dia bahkan tak pernah menawarkan punggungnya untuk bermain kuda-kudaan, atau hal manis dimana seorang anak perempuan bisa menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya ketaman bermain lalu menghabiskan permen gula-gula dalam jumlah banyak.
Mereka tak pernah melakukannya,
Mungkinkah itu yang membuatnya tidak menangis sampai sekarang?
Saat dimana seorang anak akan menangis menggila melihat ayahnya terdiam tak berdaya.
Tidak.
Meski bukan hal manis, mereka pernah melalui hari bersama.

Saat dimana Tuan Songnya meneriakinya bodoh karena permainan piano yang sangat payah, atau ketika ia harus ditarik paksa dari kelas taekwondo menuju kelas tari..
Meskipun ia tak memiliki superman sebagai ayahnya, ia masih memiliki hulk hijau yang selalu meneriakinya bodoh ketika melakukan kesalahan kecil. Setidaknya hanya Hulk hijau ini tidak meninggalkan gadis bodoh ini seperti eomma.
Dan sekarang Hulk itu terdiam tak bisa bertriak bodoh lagi.
Itu membuat hatinya sakit.

“pengacara Lee.. ada yang salah disini..”
Akhirnya air mata itu keluar.
Meluncur dengan cepat dan deras, saat Eun-Seo menatap kearahnya.
Ia seperti mengigau, bathinnya benar-benar terguncang, suaranya parau dan semakin kecil.

“There’s something wrong, something it’s not right and I don’t even know why”
Ada sesuatu yang salah disini, sesuatu yang tidak benar. Tapi dia tidak tau itu apa.
Pandangan itu semakin kabur karna semakin deras menghujam. hingga Eun-Seo benar-benar terlelap.

    ***

    GNI CORP [Daegu]

“Park Ririn!” Yoorin bertriak dari seberang jalan. Membuat Ririn hampir saja mati konyol sambil menoleh kesegala arah. Setidaknya gadis itu tidak membawa orang lain yang melihatnya dengan Siwon tadi.

“hh…hh.. aku mencarimu”
Ririn menatap beku kearah Yoorin yang berjalan dengan tergesa-gesa, ia memegangi lututnya lalu beralih memegangi dadanya untuk menetralisir aliran darahnya yang naik turun akibat berlari.

“aku tidak perduli ucapanmu beberapa jam yang lalu. Terserah kau ingin melakukan apa setelah ini, tapi aku ingin menanyakan 1 hal padamu”

Alis Ririn tertaut,

“siapa nama mendiang ibu dari Siwon”

“apa?!”

“Katakan padaku sekarang!”

Ririn menatap pancaran mata Yoorin yang berbeda kali ini, gadis itu penuh kepercayaan diri, “Lee –Min Hye”

Tepat!
Mata Yoorin membulat tak percaya, hatinya terasa lemas dan tertahan sebuah hal, ia seperti tercabik ribuan panah yang entah datang dari mana.

“ada apa?” nada Ririn meninggi dengan raut yang panik. Yoorin tidak pernah bereaksi seperti ini! ini pasti ada sesuatu!

“ikut aku!”

Kini 2 sekretaris itu berjalan dengan ritme cepat,
Mata Yoorin benar-benar menggambarkan kecemasan, berefek pada Ririn yang merasa khawatir akan hal yang sebenarnya terjadi.

Kini kedua orang itu telah sampai dilobby perusahaan, Ririn terkejut melihat keramaian yang sangat aneh didepan Lobby, ia ingin bertanya pada Yoorin tapi nampaknya gadis itu tak mau tahu dan fokus pada 1 tujuan yang entah itu apa.

Dan kini 2 orang itu sudah sampai diruangan kerja Ririn.

“hey! Mau apa kau!”

“katakan! Tunjukan meja kerja pengacara Yoon!”
Mata Ririn menajam, untuk apa dia bertanya tentang sekretaris utama Yoon yang mencakup pengacara Joong Ki?

“ini gila! Sesuatu yang gila terjadi disini!!!”
Pekikan frustasi dari Yoorin benar-benar membuat Ririn bingung, ia menarik tangan Yoorin agar berhenti memegang kepalanya.

“kau mengingat sesuatu? Itu berarti –ingatanmu sudah kembali?”
Yoorin terdiam, ia terpaku menatap Ririn sebentar, gadis itu lalu menunduk dengan rasa bersalah yang sangat.

“katakan! Kau menipu semua orang?!!”

“Ririn, dengarkan aku, aku memiliki hal yang membuatku melakukannya. Kau harus mengerti”
Ririn tidak terima, ia semakin geram dengan Yoorin sekarang.

“brengsek! Tidak ada satupun yang bisa dipercaya didunia ini”

Yoorin menggeleng, ia menarik tangan Ririn yang hendak pergi,
“aku tidak akan meminta maaf padamu dan memintamu memaafkanku. Tapi tolong bantu aku! ada yang gila disini! ada yang aneh disini!”

“katakan, dimana meja pengacara Yoon?!”

Ririn memandang Yoorin dengan setengah tidak percaya, namun karena terlalu muak, Yoorin mengibaskan pegangannya dan memulainya sendiri. Ia menebak-nebak meja diruangan itu.

“YA! Kau lancang sekretaris Lee!”
Ririn bertriak saat melihat Yoorin yang mengacak-acak meja kerja pengacara Yoon, ia bahkan menarik yeoja itu kuat-kuat namun sebagai gantinya ia malah terdorong lagi dan lagi.

“HENTIKAN LEE YOORIN!”

Yoorin tidak mengubris, dia malah semakin mengeluarkan isi meja dari pengacara Yoon. Ia harus menemukannya. Harus.

Dan akhirnya, apa yang ia inginkan ia dapatkan.

Yoorin terhempas kelantai saat mendapatkan sebuah jam tangan yang ia cari!
Ini dia! Benar dugaannya! Semua ini benar!

Ririn menghampiri tubuh Yoorin  yang terhempas lalu meraih 2 foto  yang ada ditangan Yoorin, yang 1 memperlihatkan Pengacara Lee Sungmin yang menghormat dengan pakaian Army. Tapi bukan itu, jam tangan.
Jam tangan yang dikenakan Sungmin sama persis dengan yang ada di laci pengacara Yoon.
Dan sekarang Ririn merampas dengan kalut foto berikutnya dari tangan Yoorin.

“dia –pengacara Yoon adalah Lee Yoon Sung!!”

“ kau ingat saat kita bertemu pertama kali dengan Siwon ketika dipemakaman? Saat itu keluarga Song sangat berduka ketika kehilangan pewaris dari GNI sebelum diambil alih oleh ayah EunSeo, Dan apa kau masih mengingatnya?
Disana juga terjadi penangkapan seorang pria yang menjadi dalang pembunuhan berencana atas kematian ayah Siwon! Dan itu tuan Lee Yoon! Aku masih mengingat jam monotype croshide yang dikenakan anak itu ketika ayahnya ditangkap, tidak mungkin ada jam yang sama, karena dijam itu tertera nama. Kau perhatikan foto Sungmin itu, sepintas terdapat potongan tulisan LeeYoon yang berarti Lee Yoon Sung!”
Ririn terdiam, wanita itu tidak menyahut.

“Sungmin dan Siwon adalah saudara tiri Rin ah!”

DEG

DEG

“sehari sebelum nyonya Cho bunuh diri, kabar perselingkuhannya dengan tuan Lee tercium oleh tuan Choi, dan ia berniat menceraikannya, hey bukankah saat itu kita menggunakan kasus itu sebagai bahan makalah kita?”
Ririn mengingatnya, mengingat semua yang Yoorin ceritakan.

“kemungkinan besar ia tidak terima wanita yang ia cintai meninggal karena bunuh diri dan merencanakan pembunuhan atas ayah Siwon. Dan kau ingat apa yang media saat itu katakan ? lelaki itu dipenjara selama 10 tahun. Dan hitung dari saat kita SMP. Dan ini sudah lebih dari 5 tahun kebebasannya! Ia bebas! Ia akan menuntut balas Rin ah!”
Semua ini menuntutnya befikir cepat.
Benar ada yang gila disini!

DEG

Tubuh Ririn membeku, belum sempat ia menapak bumi, tiba-tiba ruangan terbuka, memperlihatkan sekretaris Oh yang panik dan berlari kearah mereka.

“Dimana presdir?! Aku mencari kalian kemana-mana”

“ada apa eonnie ya?” Yoorin langsung meraup raut panik dari wajah sekretaris Oh.

“Olpresiden tertembak! Beliau koma! Ada seseorang yang merencanakan pembunuhan untuknya!”

“MWO?!”

“MWO?!”

***

DOR

DOR

Suara tembakan pistol berkali-kali menyadarkan Yesung . Dia terlihat pucat lelah setelah sekuat tenaga mencoba melepaskan diri.
Yesung mencoba bertriak-triak dengan bibir yang tersumpal agar Joong Ki segera sadar dari pingsannya, ia terlihat mengalami luka yang sangat parah dibagian wajahnya, dan juga Min Ji. Ia ditampar dengan sangat keras hingga gadis itu terhempas dan terkulai tak sadarkan diri.

DOR

Secara samar-samar mereka bisa melihat beberapa orang tampak saling mengacungkan senapan, saling memukul dan menyerang, adu fisik dengan jumlah yang tidak seimbang antara laki-laki berkaca yang menyekapnya dan 2 laki-laki berjas.

KRAAK

KRAAAK

Pintu tempat mereka disekap terlihat berguncang karena hantaman tubuh seseorang, adu antara tubuh dan benda membuat suasana semakin kisruh,
Pemandangan dari balik kaca usang tidak begitu jelas kecuali gerakan gesit dari para namja bermantel yang memakai masker menutupi bibir dan hidungnya. Yesung yang duduk dengan kaki tangan terikat dan sapu tangan yang kini menyumpal mulutnya menjadi saksi perkelahian dan adu ceridk dari kawanan yang tengah bertempur.

Yesung berusaha bertriak, tapi sia-sia karena bibirnya tersumpal.

Dorr Dorr Dorr !!

Suara tembakan membahana terulang lagi, kini lebih sering dan agresif, beberapa orang yang menodongkan pistol terlihat berlari, dan menodongkan pistol.

PRAANG

Bahkan kaca jendela yang berada 3 meter dari tempat dirinya berada pecah dan serpihan jatuh berserakan akibat terkena tembakan pistol.
Yesung kalut, karena sewaktu-waktu tembakan itu bisa mengenai mereka, terlebih Joong Ki dan Min Ji dalam keadaan belum sadar. Apalagi dengan kondisi badannya yang terikat seperti ini, maa mungkin ia bisa melarikan diri. Bertriak meminta bantuan? Mulutnya tersumpat dengan sangat ketat malah membuatnya kesulitan bernafas.

Tapi tiba-tiba suara pistol menderu, bagaikan kekuatan itu tidak seimbang sama sekali. Terlihat jelas kekuatan dua orang berjas itu sudah semakin lemah dan terdesak.
Ia tak boleh mati disini!
Ia benci mati konyol ditempat ini!

Suara tembakan masih menyebar diseluruh ruangan , bau asap mesiu menyebar, tapi Yesung mencoba memfokuskan pada penyelamatan dirinya sendiri.

Mungkin Yesung adalah sandera dari perkelahian tapi bukan objek yang diinginkan mati saat ini. walaupun tembakan pistol hampir mengenai seluruh area dinsing dan kaca digudang tua ini, tapi tak ada 1 pun yang mengarah padanya.

Beberapa saat Yesung berusaha menguatkan otaknya, memusatkan fikirannya, ia harus menyelamatkan diri.

‘Kim Jong Woon, kau pernah belajar sulap kan, pasti kau bisa’

Yesung mencoba menguatkan niatnya. Walaupun sulap mengikat tali dan melepaskannya pada dasarnya hanya trik saat membuat simpul, tapi kelenturan dan kecekatan kaki tangan adalah modal utama. Ia melenturkan tangannya , memandang berkeliling mencari-cari benda apapun yang bersifat tajam. Dan pecahan kaca-kaca itu sangat menguntungkan.

Suara desingan peluru masih terdengar , tergesa-gesa ia membuka ikatan belakang tangannya, menggosok-gosokkan beling diikatan tangannya.

Creesss!

Ujung beling itu mengenai tangannya, sesaat Yesung berjengit merasakan sakit, tapi ia tetap meneruskannya.
Berhasil! Tali yang mengikatnya terputus, dengan cepat ia membuka simpul yang mengikat bagian tubuhnya yang lain. Lalu ia menggoyang-goyangkan tubuh Joong Ki, melepaskan ikatan pada namja itu.

Namun tiba-tiba pintu ruangan itu terlihat terdobrak dari luar, Yesung membeku. Matilah ia sekarang.  Nafas Yesung terhenti. Ia tamat sekarang.

Benar, salah 1dari pengawal itu terkejut melihat Yesung  sudah bebas dan berusaha menyelamatkan Joong Ki. Sekarang ia mengarahkan pelatuknya kearah Yesung dan namja itu tidak mengelak waktu berjalan sangat cepat dan menunggu pelatuk itu akan tertarik dan peluru menembus tubuhnya.

Dorr

Bruk

Yesung membuka matanya, ia belum mati! Ia masih hidup!

“ini aku”
Sumpah demi langit terbelah Yesung terkejut melihat namja bermantel anti peluru lengkap dengan jas dan masker pistol berjalan dengan tergesa-gesa kearah mereka,
setelah bisa merobohkan penjaga barusan. Ia dengan segara melepaskan ikatan Joong ki, dan Yesung melepaskan ikatan Min Ji.

“hyung”
Joong Ki meringis saat tubuhnya terasa longgar, ia langsung menahan dadanya dan bangkit, suara desingan peluru menambah kebisingan tempat ini.

“kau selamatkan mereka, aku akan membantu Siwon”
Siwon?
Tubuh Yesung menegang. Kyuhyun dan Siwon menyelamatkannya.

“Hyung, kau bawa Min Ji keluar”
Ia menepuk bahu Joong Ki seolah meyakinkan,
“Aku harus membantu mereka. Aku percaya padamu” ucapnya setelah itu berlari dan meraih pistol dari penjahat yang telah roboh. Ia melesat menghilang dari balik pintu.

Dorr  Dorr

Suara peluru saling bersahutan, semakin lama semakin banyak lelaki berbaju hitam yang datang entah dari mana, mereka bertiga kini mengarahkan peluru-peluru itu dengan jeli, melesat dan menangguhkan diri.

“Siwon! Dibelakangmu!”
Yesung bertriak,
Sebuah peluru tiba-tiba melesat mengarah pada tubuh Siwon, dengan kilatan detik Yesung menendang tubuh namja itu kesamping dan langsung menembakan peluru kearah preman itu. hingga tersungkur.

“baiklah, kau menyelamatkanku”
Siwon sempat menaikan jempolnya sebelum mereka kembali hanyut dalam pertempuran gila ini. 3 namja karismatik CEO perusahaan besar sedang melakukan sebuah aksi sialan yang bisa membahayakan nyawa mereka.

Dorr..
Dorr…

Suara tembakan tiba-tiba semakin banyak, semua preman-preman itu tiba-tiba panik karena kedatangan polisi dalam jumlah besar, mereka menangkap semuanya tanpa sisa, memborbardir pertempuran kali ini.

“BERHENTI DISANA! KALIAN SUDAH TERKEPUNG”

Yesung menurunkan pistolnya dengan keadaan nafas yang terasa ingin putus. Bau kematian dan asap peluru, membuat bulu kuduk mereka berdiri, lemas. Ia lemas akan apa yang baru saja terjadi.

“sajangnim!”
Lalu tiba-tiba saja datang sekretaris Go yang disusul banyak karyawan lainnya, mereka melaporkan semuanya atas keterangan Ririn dan Yoorin.

“Min Ji!” Kyuhyun langsung melempar pistolnya dan meraih sang adik dari gendongan Joong Ki yang langsung ambruk, tak sadarkan diri karena kelelahan dan luka lebam diwajahnya.

“Presdir!”

Ini sudah berakhir.
Yesung menghempaskan diri ditembok yang ia sudah tidak perduli penuh darah dan semacamnya. Ia tak perduli. Tubuhnya mencapai taraf terlemah sekarang.

Namun..

Tiba-tiba mata Yesung terbuka.
Ia langsung bangkit dengan cepat.

“Dimana Eun-Seo?”

DEG

Semuanya terdiam, dan yang membuat Yesung kalut adalah tak ada mayat pengacara Yoon disini, sejenak nafas Yesung mencelos.
Ia memang tidak diinginkan sejak awal, ia hanya umpan untuk menarik semua orang agar menyelamatkannya dan meninggalkan wanita itu..

Ini JEBAKAN!

***

“nona Song sudah kembali dan dijemput oleh pengacara Lee”

DEG

Pucat.
1 kata yang menggambarkan keadaan Ririn dan Yoorin sekarang. 2 wanita itu saling menatap sebelum nafas mereka menjadi 1 dan berlari keluar menuju area parkir rumah sakit. Berharap keajaiban ada dan mereka bisa mencegah semuanya.
Namun sayang. Terlambat. Logika berkata EunSeo sudah dibawa oleh Sungmin ketika mereka kekantor polisi.

***

GREATER SEOUL

Eunseo berlari dengan sisa-sisa kekuatannya menembus keramaian greater Seoul malam ini, kakinya terus berlari meskipun dipenuhi darah dan luka lecet serta memar karena ia tidak memakai alas kaki apapun saat ini. dia tidak boleh menemukan pria brengsek sialan itu menemukannya sekarang. Ia takan membiarkan lelaki itu menang, dia tak bisa membiarkan semua ini berakhir sampai disini.
Rasanya sekarang begitu mudah bagi EunSeo menemukan kejanggalan dari insiden penembakan ayahnya, bagaimana mungkin dia tidak terluka sedikit pun dalam penembakan itu?
Seharusnya sebelum menembak ayahnya diposisi kiri, lelaki itu harusnya tertembak terlebih dahulu karena penjahat menyalip dari arah kanan. Sudah ia katakan, ada yang salah sejak awal disini.

EunSeo berlari dengan cepat melewati barisan-barisan rumah kumuh yang didirikan imigran gelap disisi utama Seoul. Tangannya tak berhenti menebas semua sampah agar dia bisa melewati jalan sempit yang berada disalah 1 lorong terkumuh yang dimiliki Seoul dibalik kekayaan Kpop dan gemerlap glamour SEOUL ketika malam.

Pandangannya mulai kabur.
Sudah ia kira si brengsek itu meletakan sesuatu di air mineral yang membuatnya terbius hingga ia bisa terdampar ditempat kumuh ini. Dan sekarang dia harus kembali berlari sebelum obat bius ini  bereaksi dan melumpuhkannya secara total.

Namun tiba-tiba satu tangannya tertarik kasar , kemudian ia merasakan susunan kokoh bata-bata merah menghantam tulang punggungnya.
Dengan kesadarannya yang masih tersisa dia menatap Lee Sungmin berdiri didepannya dengan menunjukan sosok yang sebenarnya. Satu tamparan mengiris wajah keras menantang milik EunSeo.

“wanita sialan ini! kau seharusnya mati bersama semua lelaki yang begitu memujamu itu. harusnya kau bertrimakasih padaku setidaknya kau hanya perlu menyaksikan mereka mati dan kau masih bisa hidup denganku! Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Menangis berharap pangeran tangguh itu datang membantumu? Atau berharap si bodoh Kyuhyun datang lagi kali ini”
Sungmin meludah disamping EunSeo yang berusaha tetap berdiri dan bertahan dialam sadarnya.

Dia takan semudah itu tunduk pada bajingan ini.
“aku takan pernah kalah dengan pengecut sepertimu!”
Kali ini EunSeo lah yang melemparkan ludahnya kearah Sungmin hingga ia harus merasakan pukulan keras dibagian pipinya, hingga ada darah segar yang mengalir dari sudut sana.
Darah segar mengalir dari pelipis hingga bibirnya, suara Sungmin mulai terdengar menggema dan kepalanya berputar sebelum semuanya gelap.

“kau memang wanita keras kepala dan brengsek!”
Sungmin tersenyum puas saat berhasil membuat tubuh tegap itu terhempas dan berhenti melakukan perlawanan.

“harusnya kau terima nasibmu, jadilah milikku dan kita bersama dengan harta-hartamu”

***

Ririn dan Yoorin turun dari kereta bawah tanah yang membawanya ke stasiun greated Seoul. Keduanya terlihat panik saat GPS di handphone EunSeo mati hingga ditempat ini.

“lelaki itu membawa EunSeo sejauh ini”

“dan aku takan membiarkannya lebih jauh lagi” Ririn berlari secara tiba-tiba membuat Yoorin tergelak kaget, namun ia segera mendengar suara langkah kaki yang berkejar-kejaran.

“BERHENTI KAU PENGHIANAT!!!”
Sungmin langsung memasang langkah seribu dengan EunSeo yang berada digendongannya. Lelaki itu sekarang beradu kejar dengan 2 wanita yang sempat menjadi juara turnament lari ketika mereka SMA.

“kau kanan aku kiri”
4 kata sanggup membuat kode dengan kerlingan khas mereka berdua, kini langkah kedua gadis itu terpencar menjadi 2 arah.

Tepat disebuah gang lurus dan sempit, Sungmin masih berlari dengan EunSeo digendongannya, namun tiba-tiba dari ujung lorong muncul Yoorin yang memandangnya dengan tatapan penuh ambisi, membuat Sungmin balik arah namun lebih parah Ririn menyerangnya dengan tatapan memangsa. Seharusnya ia tidak masalah jika melawan 2 wanita dengan kekuatan tidak seberapa ini, tapi masalahnya adalah kedua tangannya membawa tubuh wanita yang sudah menjadi ambisinya sejak lama.

“Kau pernah merasakan patah tulang diarea bokongmu?”
Sungmin terdesak oleh Yoorin yang terus menghimpitnya,

“kau harus merasakan sebuah sensasi dikroyok , pengacara Lee”
Sungmin mulai terdesak, namun tiba-tiba namja itu meniupkan pluit tangan, hingga munculah  4 preman yang datang dari 2 arah masing-masing dibelakang Ririn dan Yoorin, membuat keduannya kini terdesak kearah tengah.

“Oh My, kita akan tamat” Yoorin mundur ketengah saat 2 preman terus mendekat kearahnya. Begitupun dengan Ririn, wajah beku itu terlihat panik sekarang.

Namun belum sampai hitungan menit, dari atas gang melompat 3 orang pria dengan jas hitam dan kaca mata hitam, mereka berdiri ditengah-tengah mengitari Sungmin.

“Hey, ladiest, perlu bantuan”
Kerlingan itu –

Yoorin dan Ririn sejenak mengalihkan pandangannya dari 3 orang pria itu, dan bertriak kaget saat 2 preman sialan itu mengeluarkan pisau dan mengarah kearah mereka dengan cepat.

Namun dengan cepat Siwon menarik Ririn kepelukannya, dengan 1 tangan memeluk leher wanita itu dan terus meliuk-liukan tubuhnya melindungi kekasihnya.
Bogem mentah ia tangkis dan hadiahkan , mengandalkan 2 kekuatan kakinya yang lumayan panjang kedua preman itu habis tak bersisa.

Beralih pada Kyuhyun, namja itu melakukan gerakan peregangan leher dengan santai sebelum senyum tanpa ekspresi itu membantai nyali lawan dan bogem mentah langsung membantai tubuh-tubuh itu hingga tergeletak tak sadarkan diri.

Berbarengan kini ditengah, Eun-Seo masih dalam kuasa Sungmin, yeoja itu masih dalam gendongannya, maka dengan cepat ia meraih pisau dan mengancam Yesung dileher tunangannya. Lihatlah! Gadis brengsek ini sangat merepotkannya.

“kalian mendekat dia  tamat”

Namun rupanya itu bukan hal tepat jika Sungmin melakukan itu semua pada wanita penuh kamuflase seperti EunSeo, karena Yesung sudah hapal tingkah menjijikannya selama ini.

BUGH

Tepat!
Tubuh Sungmin langsung terhuyung dan terlihatlah aksi salto yang EunSeo lakukan setelah berhasil melepaskan diri dari tangan sialan lelaki ini.

“oh freak”
Siwon menggeleng melihat tindakan wanita yang bahkan sudah babak belur dengan rok ketat ditubuhnya. Tapi ia masih bisa melakukan hal gila seperti itu.

Sungmin baru saja akan membalas, namun Yesung terlebih dahulu menendang punggungnya, mendapatkan celah ketika lelaki itu terhuyung dan jatuh.

KRAK

Suara tulang patah mengiris pendengaran Ririn dan Yoorin, mereka semakin bergidik saat Yesung kini sudah menduduki tubuh Sungmin dengan keras.

BUGH

“sialan! Kau membuang-buang waktuku”

BUGH

“ini untuk royalti perusahaan yang terbengkalai hari ini karena meladeni kau dengan ayahmu”

BUGH

“Ah ini bayaran karena kau membuat wajahku tergores”

BUGH

“dan ini untukmu yang berani menyentuh wanita sialan itu”

“Dan yang terakhir,  ini untuk kerusakan yang kau lakukan pada wajah sempurna wanita sialan yang harus kau tau adalah milikku”

BUUUGH!

Pukulan telak yang tepat.
Dan kini Sungmin benar-benar bernasib sama dengan anak buahnya.

Setelah berhasil melampyaskan kemarahannya, Yesung langsung bangkit dari atas tubuh tak berdaya itu, ia melompat dengan girang seolah melupakan bagaimana imagenya selama ini.

“Yihuuui! It’s amazing greatly!”
Siwon memeluk Yesung dengan senang. Mereka menang dengan keren hari ini.

“ah… leherku  bergeser”
Aksi Kyuhyun membuat Yesung menendang kaki lelaki itu.
Namun mereka bertiga lalu berangkulan.

“hari ini tidak buruk”

Mereka tertawa lalu berjalan secara berdampingan dengan celotehan-celotehan yang membuat 3 wanita itu saling menatap. Aneh, dan langka.
Tapi wanita itu tetaplah wanita, mereka akan tertawa melihat pria mereka, tertawa bersama.

Jika mengingat bagaimana sikap mereka selama ini, dan rasanya mereka harus belajar sebuah hal,
Bahwa semua hal adalah awal yang baik untuk hidup mereka. Sebuah babak dimana mereka  tertawa atau menangis dan menangis lagi. Tapi mereka lebih percaya bahwa beberapa hal tidak akan pernah hilang dari kehidupan, termasuk masa lalu.
Masa lalu ada untuk mereka kenang dan masa depan ada untuk merubah sesuatu yang lebih baik dari masa Lalu.

Oh yeah,

    _Yesterday , all my troubles seemed so far away
        Now It looks as thought they’re here to stay,
            Believe It yesterday_

Dan aku, Song EunSeo, merasakan ini bukanlah akhir yang indah untuk diingat, tapi ada beberapa hal yang mungkin akan membuatku mengingat malam ini.

END

   

ArVi’s back!

    Hii Guys,
Aku tidak tau ini sudah berapa lama Heartbreak tidak muncul dan kalian menunggunya, dan mungkin kalian akan kaget dan bengong melihat akhir dari semua ini.
Berjalan tidak sesuai dengan yang kalian pikirkan, tapi itulah aku.
    Aku tidak akan mau membuat Ending yang sama dengan yang kalian fikirkan. Aku akan banting stirnya. Jadi itulah sebabnya aku melarang keras kalian memikirkan ending dari semua story-story _absurb_ku.

    Oh okay..
HEARTBREAK selesai sampai disini!

    HEART = hati
    BREAK =  Selesai.
Pernah terfikir apa arti judul ini?
Yups..dari semua spekulasi penyimpulan, aku secara pribadi sudah merencanakannya dari awal jika, ini adalah MY LAST FANFICTION.

    Ahahahaha😀 daku rasa journey mereka cukup sampai disini, (we’re not going to cry okey t_T)

    Terimakasih semua yang sudah mendukung karakter gila SES mulai dari The President, Protect Our Married, dan Heartbreak selama ini.. biarpun rata-rata kalian itu hate-hate-bogoshippo (?) sama wanita ini..
Baik karena ArVi sibocah ababil tak tau jalan pulang yang selalu buat cerita gak sesuai keingan, baik karena karakter Yesung yang ku nistakan, baik karena karakter EunSeo yang jual mahalnya gak ketulungan… tapi I Love You So Much :*
Bagi yang komen/sider yang turut meramaikan ff ini, setidaknya kalian membacalah, komenan itu dorongan hati. Kalaupun aku paksa, paksa pakai apa?
Celurit? Sabit? Atau camera360 ?😀

    Ya udah..
Haahahaha tapi jangan sedih,
Kalian masih bisa menikmati karya-karya jadul aku di FP –Clouds Wonderland Story-
Kalau kangen kalian bisa membukanya lagi dan lagi. Nanyaain kabar boleh kok,

    Dan kenapa aku bisa buat Sungmin jadi seperti ini?
Ini sebenarnya keluar dari konsep awal, tapi karena kemarin ada HOAK yang nyelekit tentang penghianatan cintanya ke aku, aku jadi pengin menistakan dia.
Membuat Yesung memukulnya, menendangnya, itu adalah mauku.
Hahahaha tuh kan labil lagi.

Aku terima endingnya buruk dan ga sreg. Tapi itulah mereka dalam bayanganku.
Ini sempat aku tulis hapus tulis hapus. Mengingat ini fanfic terakhir setidaknya aku bisa kembali kegenre awal seorang ArVi yakni Action Romance. Tapi makasih selama ini..

Bye..

6 thoughts on “HEARTBREAK [Part 4- FINAL]

  1. Nggak nyangka ma endingnya, gak ketebak sama sekali. Mantap dech pokoknya. Di sjff ini udah ending kah? Aku gak nemu di fb itu soalnya. Tapi sayang sekali ya kalau ini ff terakhir. Padahal aku penggemar tulisanmu 😥

  2. kenapa akhirnya agak aneh ya maaf sebelumnya. karena menurut aku ini masih gantung butuh sequel nih.
    yoorin itu ingatannya ud pulih berarti?
    terus hubungan ketiga namja n yeoja itu jdnya gmn?
    terus jongki n minji itu gmn?
    nah kelanjutan yesung n eunso gmn? apa kyuhyun msh mau berjuang buat memiliki eunso kembali?
    hua bener2 butuh sequel thor.
    terimakasi atas ff heartbreak dr 1-4 ini

  3. Bingung min, gak ngerti ceritanya
    Tapi tetep bagus! Gomawo
    Lanjutin couple kim jong woon-song eun seo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s