HEARTBREAK [Part 1]

 

HEARTBREAK

[YeSeo Couple]  HEARBREAK _PART 1_

 

 

Author : ArVi

 

Gendre : Friendship Tragedy, MIX

 

 

 

Main Cast : 

• Kim Jong Woon

• Song Eun Seo

• Cho Kyuhyun

• Lee Yoorin

• Choi Siwon

• Park Ririn

 

Additional Cast :

• MinJi Cho

• Song Joong Ki

• Lee Sungmin

 

 

Note :

  •  Song EunSeo – Song Joong Ki   = GNI Group [Mokpo]
  •  Kim Jong Woon = Taesan Group [Appegujong]
  • Cho Kyuhyun – Cho Min Ji = Royal Group [Cheonsang]

 

 

 

 

 

 

_antara persabahabatan, penghianatan, perasaan,  dan permainan takdir_

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seorang wanita nampak membungkukan badan untuk menyambut kedatangan atasannya, bahasa tubuhnya terasa sangat lentur dengan pergerakan sudut bibir yang menekuk keatas, secara sekilas ia nampak tersenyum kaku namun penuh arti. Ditutupnya pintu ruangan itu guna mengakhiri bungkukan karyawan lain pada atasannya,  lalu ia bergegas mengikuti sang atasan dengan pergerakan non formal, menjatuhkan diri diatas sofa dengan acuh tak acuh seolah melupakan atitude formal yang baru saja ia lakukan.

“Haaaaaaaaaaah, aku sangat bahagiaaa, bisa bekerja ditempat semewah ini…” direngkuhnya bantal yang berada diatas sofa, diusapnya, dan dipeluknya sangat erat,

“kau tau apa yang lebih membahagiakan dari mendapat setumpuk emas dan 1 truk uang dollar amerika yang datang kerumahmu?”

 

“2 tumpuk emas, dan 2 truk uang dollar amerika” jawaban yang tidak diinginkan keluar begitu saja dari bibir EunSeo.

 

“Oh, come on dear… Itsn’t enough, if you just think a simple things,”

Yoorin menghembuskan nafasnya, “maksudku kau tidak perlu berfikir terlalu pendek seperti itu”

 

EunSeo tidak menoleh, ia tetap fokus pada sesuatu yang tengah ia kerjakan.

 

“are you hear me? Mrs.Song?” Yoorin mengangkat kepalanya dari sandaran sofa dengan sebal, kapan gadis ini akan berubah? Oh mungkin fakta memang menyatakan hubungan mereka hanyalah sekertaris dan atasan. Tapi bukankah mereka adalah teman semasa sekolah?

 

“Cukup kau tunjukan kosakata inggris kacau itu pada adik-adikmu, berbekal kursus kilat, itu sama sekali tak membantu”

 

Mendengar ucapan pedas Sang atasan, Yoorin langsung mendengus dan beringsut.

“aku hanya ingin kau mengakui kemampuanku, jika tidak untuk apa aku bekerja disini” ucapan itu sebenarnya sangat kecil, namun telinga EunSeo mendengarnya, dengan kata lain ia secara tidak langsung mendengar keluhan hati Yoorin.

 

 

 

 

Hingga tiba-tiba,

 

 

 

BRRUK

 

 

 

Mata Yoorin mengerjap melihat segempul file-file bermap dihadapannya.

 

“Jika masih kurang, katakan saja”

 

 

Yoorin mengerjap tidak percaya dengan polosnya, namun detik berikutnya ia langsung bangkit dan mengambil semua berkas-berkas itu dengan sigap,

“aku akan melakukan tugas pertama ini dengan baik, sajangnim”

Yoorin membungkuk dengan girang menuju ruangannya, meninggalkan EunSeo yang berdiri menatap punggung lugu gadis itu. Lee Yoorin. Nama itu memiliki 2 boomerang untuk kehidupannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

******

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[SEOUL AVENGUE – 12.00]

 

 

 

 

 

 

 

Seisi Seoul Avengue kini menatap 2 orang yang memasuki restoran mewah itu dengan langkahnya yang sejajar, mata mereka berdua tak pernah  tidak memancarkan rona kepercayaan diri, langkah mereka yang berjalan diubin yang sama bak beralaskan karpet merah. Mungkin itu yang membuat beberapa orang mengklaim dengan yakin bahwa dihadapan mereka ini adalah pasangan serasi yang sangat beruntung,

 

“kau ingin menebak apa yang mereka pikirkan?” Yesung berucap sambil menggeserkan kursi untuk EunSeo, mereka memakai setelan jas kerja intelek serba hitam, menghabiskan makan siang berdua diluar kantor kadang menciptakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung lainnya.

 

“tidak begitu penting” EunSeo sengaja mengabaikan apa yang lihat, kadang Yesung dengan mudah bisa membaca pikirannya seperti saat ini.

 

“2 menu spesial hari ini” waitress itu mengangguk mendengar ucapan Yesung dan kembali meninggalkan 2 sejoli yang baru saja meresmikan pertunangan mereka 2 bulan yang lalu.

 

“GNI dan Royal akan meluncurkan produk kerjasama diJepang, apa benar?”

 

EunSeo mendongak, wajahnya yang terkesan memiliki ekspresi tunggal menatap tunangannya dengan mimik menahan sesuatu.

“GNI dan TaeSan belum bersatu hanya karena pertunangan  ini, jadi jangan harap kau perlu tau segalanya, termasuk dengan siapa saja GNI menjalin kerjasama,” ucapan EunSeo kembali menohok hati Yesung, ia terasa terlempar dari daratan tebing NewZeland, dan langsung terhempas disamudra atlantik.

 

“aku kira 2 bulan cukup untukmu menerima semua ini” mendengar ucapan Yesung membuat EunSeo menertawai dirinya sendiri. Menerima semua ini?

 

“aku tidak akan menerima sesuatu yang tidak diberikan. Mengemis adalah hal terhina yang pernah kudengar” ucapan itu langsung menusuk tepat dihatinya sendiri.

 

Yesung yang mendengarnya hanya mampu meredam perasaannya,

karena sesungguhnya kata-kata itu sama sekali tak ingin ia dengar. “pertunangan kontrak ini juga tak berarti apapun untukku”

 

 

DEG

 

 

Wajah EunSeo memanas seperti meradang sesuatu, entahlah, hatinya seperti dipukul-pukul dengan stik drum dari drumer FT Island.

 

“aku hanya memastikan ‘dia’ bisa hidup dengan lebih baik. Jika tidak melalui tanganku, aku akan melakukan apapun meski harus melalui tanganmu, berhentilah berfikir semua ini hanya merugikanmu” ucapan Yesung semakin menajam, namun tiba-tiba mata tajam namja itu meneduh penuh kasih saat waitress mengantarkan makanan mereka.

“selamat menikmati” ucapan sang waitress semakin menyempurnakan kemunafikan itu.  akting yang sangat memuaskan Kim Jong Woon.

 

 

Tangan EunSeo sudah mengepal, hatinya luluh lantah mendengar semua itu, matanya memanas dengan air mata yang membeku, wajahnya yang dingin membuat ekspresi menahan kepahitan tak lebih dari tatapan angkuh seperti biasanya.

 

“aku tidak menuntutmu bersikap lebih baik, tapi setidaknya kau harus sadar, GNI akan mati tanpa TaeSan”

Yesung menyuapkan makanan kemulutnya dengan elegan dan senyum menawan, orang-orang pasti mengira mereka sedang mengobrol sangat romantis mengingat ekspresi Yesung yang benar-benar menyakinkan.

 

“makanlah,” Yesung kini mengarahka sendoknya kearah EunSeo dengan tatapan penuh kasih. Ia sedang bermain drama dengan sangat baik.

 

Dan EunSeo? ia seperti orang bodoh!

Hatinya terasa benar-benar remuk sekarang, ucapan, tatapan, sandiwara dan harga dirinya tengah dipermainkan oleh 1 hal, yakni perasaannya.

 

“kau cukup bodoh dibutakan oleh perasaan” sebenarnya EunSeo tengah menjilat ludahnya sendiri, tapi apa mau dikata? Ia tak bisa mengatakan isi hatinya. Sampai kapanpun.

 

Mendengar itu semua Yesung tidak menyerah, ia malah tersenyum semakin memikat, namun matanya tidak bisa membohongi bahwa ia sedang bermain peran dengan sangat baik,

“setidaknya tidak lebih bodoh dari manusia tanpa perasaan”

Ucap Yesung sambil mengangkat tangannya dan menyentuh ujung bibir EunSeo, mengusapnya pelan.

 

 

“berhentilah bersikap memuakan” EunSeo berdesis,

 

“setiap hari aku akan terus mengawasimu. 1 kali kau menyakitinya, itu sudah mengakhiri perjanjian diantara kita. Jadi jangan menyakiti, Yoorin-ku”

 

 

DEG

 

 

 

Tuntas!

EunSeo membeku, tatapannya kali ini tidak bisa membohongi, air mata sudah merangsek ingin keluar, Ia sudah tak tahan lagi, haruskah ia menangis disini? Didepan namja ini? Didepan semua orang?

Tapi itu bukan pilihan sama sekali.

 

“kau adalah wanita sempurna tanpa cela yang selalu merendahkan Yoorin , tanpa tau bahwa kedudukanmu tak lebih dari abu usang pijakannya”

 

 

 

 

 

 

PLAK

 

 

 

 

 

 

Keriuhan terjadi tepat ketika tangan EunSeo meninggalkan cap biru keunguan dipipi Yesung, keduanya membeku sesaat, meresapi apa saja yang baru terjadi. Yesung yang merasakan tamparan itu membuat jiwanya semakin memanas,

“tolelir untukku, tidak untuk Lee Yoorin”

ucap  Yesung lagi seolah menegaskan tamparan ini bukan apa-apa untuknya, tapi jika sampai EunSeo melakukan itu pada Yoorin, sekali saja, maka jangan harap Yesung akan tinggal diam.

 

 

 

 

 

DRAAAAG

 

 

 

 

 

EunSeo sudah tak mampu menahan air mata lagi, ia bangkit dengan ekspresi sama, hanya saja ada 2 air mata yang merembes disisi kanan kiri pipinya, matanya memerah penuh gejolak amarah, mengesampingkan harga dirinya yang sekarang entah jatuh dimana.

 

“aku minta maaf, EunSeo ya”

 

 

DEG

 

 

 

Mata EunSeo semakin memanas saat tangannya ditarik lembut  oleh Yesung, raut wajahnya sangat menyakinkan dengan rona kewibawaan dan penuh rasa bersalah, membuat EunSeo hanya bisa mematung, merasakan kini tubuhnya masuk kedalam rengkuhan lembut memuakan namja ini,

“kegilaanmu hampir saja membunuh GNI dalam sekali kerjap” lontaran ucapan dari Yesung yang berbisik sangat pelan semakin menusuk tepat dihatinya,

 

“aku memaafkanmu kali ini,”

Yesung mengakhiri pelukannya, dan kembali memainkan sebuah sandiwara yang telak,

 

“jangan seperti ini, kau hanya dibakar cemburu sesaat”

 

 

“sangat mematikan” EunSeo mendesis muak, ditatapnya penuh amarah mata Yesung yang kini menatapnya penuh rasa kasih sayang yang palsu.

Sedangkan yang ditatap hanya mengeluarkan seringai samar dan hanya bisa ditangkap oleh EunSeo,

 

“kita pulang” rengkuhan itu adalah penderitaan terindah untuk saat ini.

 

Yesung menggiring EunSeo melewati beberapa mata yang tak pernah lepas dari tindak tanduk 2 pasangan Chebol yang menurut mereka adalah pasangan serasi, tanpa mengetahui apa yang terjadi dibalik layar drama kemunafikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

“Fyuuh” Yoorin meniup poni yang sedari tadi menganggu pekerjaannya. Logika berkata ia harus memotong rambut-rambut dikeningnya ini atau semakin hari poni-poni tidak berguna ini hanya akan menganggu kesibukannya yang pasti akan sangat sibuk sekali. Oh Tuhan.. baru saja Yoorin ingin menghujat takdir yang Engkau diberikan, tapi sekarang? Bekerja di GNI menjabat sebagai sekertaris direktur Eksekutive, WOW. Sebentar lagi ia akan menjadi sekertaris WAKA Presdir. Ya Tuhan.. Hati Yoorin sangat berbunga-bunga.

Ia tak menyangka EunSeo yang dulunya terlihat tak pernah melihatnya sebagai teman ternyata malaikat penyelamatnya. Sungguh sebuah keajaiban yang tiada kira.

 

“Tuhan memberkati! Fighting Lee Yoorin!” Ia mengangkat sebelah tangannya lalu segera bangkit. Bukankah ini sudah jam makan siang? Oh baiklah, Yoorin rasa ia perlu keluar sebentar.

 

“uh? dia sudah keluar rupanya” gadis itu mengangguk-angguk lugu saat menatap kedalam ruangan EunSeo. Mungkin ia sudah makan siang duluan.

 

 

Gadis itu bersenandung keluar dari ruangan, namun terjadi perubahan drastis, dan malah  bersikap canggung pada beberapa bodyguard diluar ruangan EunSeo, ditambah beberapa sekertaris lain saling melempar senyum kearahnya,

Fyuh…

Yoorin nampaknya harus melatih diri bekerja ditempat semegah ini.

 

Baru saja kaki Yoorin menuruti tangga darurat karena pada dasarnya ia sedikit, heung…. Tak tau cara menggunakan lift, tiba-tiba saja kedua matanya sontak membulat, gadis itu mematung beku saat melihat apa yang terjadi ditangga darurat.

 

“Kau gila! Pihak Royal tidak mungkin menerima proposal kalian begitu saja! Kenapa kau sangat aneh! Jangan katakan kau mulai terlena dengan lelaki itu”

 

“mworago? Terlena?” Kaki Yoorin mulai memundur setelah yakin atas apa yang ia lihat, gadis itu bergetar dengan penuh ketakutan yang diwarnai keingin tahuan.

 

“apa kau benar-benar tertarik pada lelaki itu?”

-Siwon- Ya.. Yoorin pernah melihat lelaki berjas yang kini terlibat pertengkaran dengan Ririn, ini sebenarnya ada apa? Bukankah Ririn adalah calon istri Joong Ki? Dan ia menjabat sebagai sekertaris Presdir ditempat ini. Lalu apa hubungannya dengan Choi Siwon?

 

Choi Siwon,

Siapa dia?

 

Otak Ririn yang sangat lambat masih memaksakan koneksinya, ia pernah mendengar nama itu di TV, tapi siapaa diaa.. ayollaaah lee Yoorin! Kau tak pantas hidup jika sebodoh ini.. Ayoo laah..

 

“kau merasa tidak suka jika aku terus bersamanya, Kau hanya cemburu Siwon ah…”

 

 

DEG

 

 

Mata Yoorin lebih membulat saat kini melihat Ririn mendekati Siwon dan memeluk namjanya.  “aku tak bisa melakukan apapun tanpa kepercayaanmu. Tetaplah percaya padaku, maka aku bisa melakukannya,”

 

Siwon nampaknya mulai mereda, ia membalas pelukan kekasihnya.

“I Hope so,”

 

 

“omo,” Yoorin menutup mulutnya, gadis itu terhenyak sangat keras ketika mengingat sebuah kenyataan dalam memorinya. Choi Siwon adalah putra tunggal Hyundai Group! Anak perusahaan dari GNI. Namun kabarnya Hyundai sudah memisahkan diri dan bernaung dibawah gengaman Siwon! Lalu apa maksudnya ini? Omo! Omo! Ini sangat sangat memusingkan untuk Yoorin.

 

“harusnya kau lebih mendukungku, maka semuanya akan baik-baik saja. Sebentar lagi kita pasti akan mengembalikan keadaan seperti semula, kumohon.. tetaplah percaya padaku”

 

Siwon terlihat menarik nafas dan melepaskan pelukan mereka.

“aku hanya tidak ingin kau meninggalkanku karena lelaki itu, dan melupakan rencana kita”

 

“tidak, tidak akan pernah, Siwon” Mereka terlihat berpisah di pintu tangga darurat,

namun baru saja Ririn hendak menaiki tangga, kakinya terasa dingin, tubuhnya membeku dan pucat pasi, mata gadis itu mendelik saat melihat seorang yeoja tengah meringkuk di sisi tangga.

 

“Ririn ah, aku –“

 

Mata Ririn membeku, ia menatap Yoorin dingin sebelum melewatinya begitu saja.

 

“kenapa kau setega ini? apa yang kau harapkan dari sebuah penghianatan..”

Yoorin berkata dengan bergetar, keberanian yang terpaksakan sangat terlihat sekali, membuat ia terlihat sangat ketakutan,

 

“aku tidak memintamu untuk ikut campur. Enyahkan semua yang kau dengar , pura-puralah kau tidak pernah bertemu denganku.”

Ekor mata Ririn melihat sikap Yoorin yang terlihat berkaca-kaca.

 

“aku tidak akan mengatakan pada siapapun Rin ah.. asal kau menghentikan semua ini dan hiduplah dengan benar, lakukan dengan ketulusan, aku tidak akan mengatakan ini pada siapapun, karena kau temanku”

 

Langkah Ririn berhenti, ia membalikan wajahnya dan menatap Yoorin.

“Teman?”

 

 

“lakukan apapun yang kau inginkan. Dan berhenti mengatakan hal yang sangat menjijikan itu” Ririn meninggalkan Yoorin yang menunduk dengan tangan dikepalkan, Hatinya terasa remuk melihat Ririn mengacuhkannya.

 

“bahkan ini sudah sangat lama , Rin ah..” Yoorin mengusap air matanya dan kembali menata diri untuk tersenyum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[GNI GROUP –  Mokpo]

-13.45-

 

 

 

 

 

 

 

“bagaimana perkembangan investor dari pihak Royal Group, sekertaris Park?” Tuan Song mengambil file yang diserahkan oleh Ririn,

 

“kita hanya perlu menunggu konfirmasi, mengingat Hyundai telah memberikan proposal 2 bulan sebelum proposal kita diterima”

 

Bolpoint yang berada dalam genggaman tuan Song berhenti, “Hyundai?”

 

“nde, mereka bertindak lebih cepat dari perkiraan. Menurutku kinerja direktur Choi sangat membahayakan”

 

“benarkah?” Tuan Song menatap penuh selidik kearah Ririn, “kenapa mereka bisa tau jika kita (GNI) mengincar Grup Royal?”

 

Ludah Ririn terasa terhenti dikerongkongannya, tapi gadis itu dengan cepat tersenyum tanggap.

“kudengar MALL rintisan baru Hyundai telah menyedot banyak perhatian, harga pasar yang mereka tawarkan juga jauh lebih berkualitas. Mereka bahkan memperluas hingga pasar eropa. Mungkin itu yang menyebabkan pihak Royal mungkin akan lebih tertarik pada mereka”

 

“nde, kau benar. Jika dibiarkan anak kecil itu akan melepaskan diri begitu saja” tuan Song terlihat berfikir. “menurutmu, apa karena kharisma Choi Siwon?”

 

“animida sajangnim, anda masih terlihat berwibawa”

 

“hahahaha”

Tuan Song tertawa, ia menatap sayang kehadapan Ririn,

“apa menurutmu aku sudah bisa menyerahkan posisi ini padanya? Bukankah dia sangat berkharisma?” Ririn tersenyum sambil menunduk malu.

 

“keputusan sajangnim akan menjadi point utama dirapat dewan direksi. Ucapan saya tiada berguna sajangnim”

Ririn menunduk hormat, namun ada sebuah seringai yang terlihat disana.

 

“aigoo… sebentar lagi kau adalah istrinya, kuharap kau akan bisa mendukungnya, sama seperti kau mendukungku”

 

“arraso appanim”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[GNI  Appartement – Donggak]

[14.00]

 

 

 

 

 

 

 

“ini sangat memalukan, tapi kami mohon maaf atas kecerobohan ini,” EunSeo bersimpuh lalu bersujud didepan seorang wanita dengan pakaian kimono Jepang, wanita paruh baya itu nampaknya kaget melihat respon direktur GNI datang langsung dan minta maaf ditambah dengan bersujud.

 

“sajangnim..” Pengacara Lee berniat mengangkat tubuh atasannya, ini benar-benar diluar kendali. Sejak kapan EunSeo mau merendahkan diri dengan cara seperti ini?

 

Masih dengan senyumannya, EunSeo bangkit dan mendekati wanita paruh baya itu dan duduk dihadapannya.

“sebagai gantinya, kau bisa menikmati fasilitas GNI appartemen dengan perpanjangan sewa, ditambah ganti rugi beserta biaya perawatan atas kerusakan kulit anda, Yui-Chan”

 

Mendengar ucapan lembut EunSeo, wanita jepang itu kembali meninggikan raut wajahnya. “tidak perlu. Aku hanya perlu kejelasan atas produk tidak layak yang dikeluarkan oleh perusahaan berkelas seperti GNI. Benar-benar mengecewakan”

 

Sungmin sudah menggigit bibirnya khawatir, dasar ajjumha ini! apa dia tak tau seberapa menakutkannya EunSeo?

 

“animida, ini diluar kendali, produk kami menggunakan bahan-bahan alami, kemungkinan ini ada sedikit kesalah pahaman”

 

“baguslah, tapi aku tetap menuntut kejelasan”

 

EunSeo tersenyum penuh arti mendengarnya, kemudian gadis itu mengluarkan sekotak kimchi dari dalam tasnya. “ini sebagai tanda hormat kami, Yui-Chan”

 

Wanita jepang itu melihat isi kotak makanan yang dibawa EunSeo. “untukku?”

 

“nde, oleh-oleh kecil dari kami”

 

Wanita Jepang itu terlihat senang, ia membuka kotak makanan dari EunSeo. “ini yang disebut orang Korea dengan nama Kimchi?”

 

EunSeo mengangguk, seolah mempersilahkan, maka dengan lahap wanita Jepang itu menghabiskan 1 kotak kimchi yang EunSeo bawakan.

 

“makanan ini terbuat dari bahan yang sama dengan produk kosmetik yang kau gunakan”

 

 

 

 

UHUK

 

 

 

 

“apa?!” wanita Jepang itu tersedak mendengar ucapan telak dan tiba-tiba dari EunSeo, yeoja itu telah berubah wujud.

 

“kau cukup pintar membodohi mereka, tapi kau tidak cukup pintar jika membohongiku. Menyebar berita bohong untuk menjatuhkan GNI Group bukan pilihan yang tepat, karena aku yang akan menjatuhkanmu hingga ketempat terdasar dimana kau bisa merasakan dinginnya lantai penjara.”

 

“Pengacara Lee!” EunSeo berseru memanggil Sungmin,

“hubungi kantor polisi dan seluruh media, kita akan mempermalukan wanita bodoh ini”

 

“WHAAT?!!”

 

 

“Bermain-main denganku, bukan pilihan, Nyonya Yui”

 

 

 

 

 

 

 

 

Baiklah Setelah tindakan ekstrim EunSeo dengan gaya pikirnya yang idealis, kita beralih pada gaya pimpin seorang Kim Jong Woon. Lelaki itu kini berada disebuah rumah dikawasan pedesaan.

 

 

 

 

 

 

 

[Tae Bek – Cheondamdong]

 

 

 

 

 

 

 

 

“istriku sangat mencintai rumah ini, setiap kali kami ingin menjualnya, ia selalu marah” seorang lelaki paruh baya duduk dihadapan Yesung.

 

“bagaimana kau tau istrimu marah? Diawal kau mengatakan istrimu sudah meninggal”

 

“dia memang meninggal, tapi jiwa dan raganya masih menyertai kami dan rumah ini” sekertaris Go terlihat menahan tawanya, bermain mistik dengan lelaki realistis seperti Yesung tidak ada gunanya.

 

“benarkah?”

 

“dia selalu meninggalkan kode dari bunga lili itu, ketika ia bersedih, bunga itu akan layu, namun ketika ia bahagia , bunga itu akan mengembang kembali”

 

Yesung mengikuti arah pandang lelaki paruh baya itu, “ bunga ini?”

 

Si lelaki paruh baya mengangguk saat Yesung bangkit dan mendekati bunga Lili itu dari jarak yang lebih dekat. Bunga dengan roh maksudnya?

 

“dimasa hidupnya, dia sangat menyayangi bunga itu.. puji Tuhan…” Sekertaris Go terlihat linglung melihat aksi berlebihan lelaki paruh baya ini, tapi kita tunggu permainan Yesung.

 

“bunga yang cantik dengan roh istrimu?” tiba-tiba Yesung mengeluarkan sebuah gunting dari sakunya , lalu

 

 

CUT

 

 

 

DARRRRRRR

 

 

 

Sebuah petasan meledak diatas kepala si lelaki paruh baya,

 

 

“aku sudah bersiap jika roh istrimu marah dan menghantuiku, berhubung istrimu terlihat cantik, aku tidak keberatan dihantui roh wanita cantik.”

 

 

“YA! PETIR AKAN MENJAWAB TINDAKAN TIDAK MANUSIAWIMU!”

 

 

“PETIR?? Jangan membuang-buang waktuku pak Tua. Sudah 2 minggu lebih dari batas waktu kau menolak penandatanganan, jadi sekarang lakukan dengan cepat, atau aku akan meratakan rumah ini besok pagi dengan segala isinya”

 

 

 

“Ka –kau ! apa yang kau lakukan pada istriku!!!!!!!!!!!” pak tua itu terlihat histeris, ia memeluk sekuntum bunga lili yang kini tergolek tak berdaya diatas lantai.

 

 

Mendengar ucapan itu Yesung semakin marah,

“Tanah ini milik Taesan. Setitik pasir dilahan ini milik Taesan. Sebenarnya aku tidak suka menjadi seantagonis ini, tapi bukan kesalahanku jika bisnis berbicara”

 

“ANAK MUDA! AKU BERSUMPAH! KAU AKAN MENGALAMI KEADAAN YANG LEBIH BURUK DARIKU!”

 

 

“berhenti berkata-kata yang tak pantas, dan cepat tandatangani”

 

“ISTRIMU AKAN MERASAKAN BAGAIMANA PERASAAN ISTRIKU”

 

 

 

 

DAAAAAAAAAAAAAAAAR

 

 

 

 

Petir meledak diatas langit sana, seketika membuat sekertaris Go memegang tengkuknya,

 

 

“akan kutunggu” Ucapan Yesung sejujurnya tidak manusiawi untuk didengar, tapi apa boleh buat, bisnis tak ada istilah tawar menawar dengan alasan sekonyol itu.

 

Sedangkan Sekertaris Go hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala, kalian hanya belum tau saja kegilaan lain dari atasannya ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

“sajangnim, tidakah ini terlalu keterlaluan?” Sekertaris Go mencuatkan pertanyaan ketika mereka tengah didalam mobil sambil membelah hujan.

 

Mendengar ucapan sekertarisnya, Yesung nampak tak acuh dan mengeluarkan ponselnya, “aku hanya menyingkirkan batu sandungan yang menghalangi proyek besar perkebunanku, lagipula ia menggunakan teknik purba kala dijaman yang modern, kebodohan yang sangat disayangkan”

 

Sekertaris Go hanya bisa menarik nafas, siapa yang bisa menentang pikiran realistis atasannya?

 

“tentang ucapan tuan Han tadi, saya merasa sedikit –“

 

“aku tidak memiliki istri, cukup mematahkan kekhawatiranmu?”

 

“Animida.. maksud saya –“

 

“setelah ini kunjungan kemana?”  Yesung dengan cepat memotong ucapan Sekertaris Go.

 

“pertemuan dengan Mrs. Chey”

 

“persiapkan dengan baik”

 

“Ne sajangnim”

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[HYUNDAI GROUP – MOKPO]

 

 

 

 

 

BRAAAAAAAAAAK

 

 

 

 

 

Pintu terbuka dengan kasar, berbarengan dengan sesosok wanita Jepang didorong dengan keras oleh beberapa bodyguard, membuatnya terhempas dilantai tepat dibawah seorang lelaki berjas yang terlihat memegangi keningnya.

 

 

“Cho Siwon ssi! Sorry, aku tak tau jika itu semua adalah jebakan! Maafkan aku Siwon ssi! Jangan biarkan aku dipenjara.. tolong aku Choi Siwon ssi!” rengekan-rengekan beserta tangisan memohon maaf dari si wanita Jepang nampaknya tak merubah ekspresi ataupun tempat Siwon. Ia tetap duduk diatas kursi panasnya sambil memejamkan matanya. karena Sesungguhnya pikiran namja itu sedang bercabang kesegala arah.

 

“Siwon ssi…”

Ia masih saja menangis, dan itu membuat Siwon muak. Ia tak suka keributan.

 

“lalu apa yang kau inginkan?”

 

“tolong aku, bebaskan aku.. Siwon ssi..’

 

“membebaskanmu dan mengakui bahwa semua itu adalah rencanaku? Terdengar bodoh”

Siwon akhirnya bangkit, ia berdiri didepan nyonya Yui yang bersimpuh penuh ketakutan. Seharusnya ia dari awal tidak terlalu terpancing pada imingan uang Siwon jika nyatanya ia tak mampu melakukan tugas itu dengan baik.

 

“Tuan Choi, aku tidak tau, mereka menjebakku.. direktur wanita itu menipuku.. ia me –“

 

“Sudah kukatakan berhati-hatilah dengan gadis itu!” PRANG

 

Sebuah vas bunga dimeja kerjanya kini terhempas begitu saja disisi kanan nyonya Yui, membuat wanita itu sangat ketakutan.

 

Dengan sekali tarikan nafas, emosi Siwon kembali stabil, namja itu kembali duduk dikursinya, menciptakan suasana hening dan isakan yang tertahan dari nyonya Yui.

“tak ada pilihan satupun. Kembalikan uangku”

 

Mata nyonya Yui membelalak, uang yang Siwon berikan padanya sudah habis diarena judi, dan diskotik, ditambah membayar kebutuhannya di negara ini.

 

“…………………….” Diam, nampaknya tak ada yang bisa membuat nyonya Yui melawan lagi,

 

“sudah habis?

Jadi kau ingin aku merugi? Uangku sudah ada padamu, dan kau tidak menjalankan tugas dengan baik, jadi tidak ada alasan kau mengatakan pernah mengenalku”

 

“Tuan Choi! Tolong aku! bebaskan aku! wanita itu akan menuntutku!”

 

 

“bukan urusanku!”

 

 

“baiklah! Baiklah! Jika kau tak mau membantuku, aku akan membocorkan semua rencanamu, aku akan –“

 

Perkataan nyonya Yui terhenti, ketika Siwon langsung bangkit dan bertepuk tangan.

“hahahaha, gertakan yang cukup menarik”

 

Siwon kini bertepuk tangan dengan elegan dan mengitari tubuh nyonya Yui yang dipenuhi rona ketakutan. Bahasa tubuhnya menggigil dan gemeretak.

“ketika kau dipenjara atas tuduhan penipuan, kau ingin kutambahkan dengan penjara seumur hidup?”

 

“Irana Yui, imigran gelap dengan surat-surat palsu, datang ke Korea dan hidup secara glamour sebagai distributor narkoba internasional. Bandarmu terletak di daerah AFRIKA Selatan. Bekerja sama dengan agen distributor Hindia Belanda. Bagaimana? Perlukan aku tunjukan bukti diatas kertas?”

 

“…………………” bibir wanita Jepang itu menganga, ia seperti dikenai beribu-ribu sengatan listrik saat mendengar ucapan-ucapan Siwon yang bagai ancaman.

 

“kau memilih dipenjara 3 tahun, atau 3 tahun + seumur hidup? Pilihan ada ditanganmu”

 

“Siwon Choi…” wanita itu berdesis marah,

 

Tanpa membuang waktu, jari jemari Siwon melakukan sebuah gerakan pemanggil, dan munculah 2 bodyguard dari balik pintu,

“antarkan dia ke kantor polisi, bersihkan jejak wanita bodoh ini, dan sadarkan ia tengah berada dipertarungan bisnis liarku. Anda mengerti, nyonya Yui?”

kerlingan kemenangan dari Siwon tak mampu ia balas, dadanya bergemuruh, panas!

Menyesal!

 

“CHOI SIWON! CHOI SIWON!!” Wanita itu bertriak-triak saat tubuhnya ditarik paksa beberapa bodyguard dari Siwon.

 

Sepeninggal semuannya, Siwon terdiam ditempat,

Kenapa semakin hari ia semakin terlihat jahat disini?

Ia hanya ingin mengambil kembali hal yang seharusnya menjadi miliknya?

Dilema yang sangat sulit untuk ia rasakan..

 

Disaat ambisi dan nurninya bersatu dan membentuk pertentangan, mata namja itu tiba-tiba mengarah pada bingkai foto diatas menja kerjanya. Disana seorang yeoja tengah memeluk lehernya, mereka berpose manis dan penuh cinta. Seketika senyum mengembang diwajah lelaki itu dan mengambil ponselnya.

Jari-jari itu dengan tidak sabar mencari name gadisnya. Tapi baru saja ia ingin mendial nomor wanita itu, jarinya terhenti.

 

Apakah Ririn sedang bersama lelaki itu?

 

 

Selalu saja pertanyaan yang sama merasuki pikirannya.

Ia ingin menghubungi, bertemu, bahkan memeluk gadisnya, tapi itu semua sangat beresiko. Semuanya akan gagal jika ia bersikap gegabah. Tapi disatu sisi, membiarkan, meredam, bahkan melihat kenyataan jika gadis nya harus bersama musuh terbesarnya, membuat harga diri Siwon sebagai pria terhempas terjal.

 

Bodohnya ia telah membiarkan Ririn masuk kedalam persaingan liar ini, dimana letak hati nuraninya sebagai pria?

Jika mengingat semua itu, jantung Siwon terasa teremas, remuk, dan sakit.

 

 

“maafkan aku membuatmu seperti ini Rin ah..”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*******

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diwaktu yang sama tapi ditempat yang berbeda,

 

 

 

 

 

 

[Royal Group – Cheonsang]

 

 

 

 

 

 

 

 

“Jadwal pertemuan dengan pihak GNI sudah direncanakan beberapa hari mendatang, apa perlu ada perubahan?” Sekertaris Joo menyerahkan file-file lagi pada seorang namja, ia terlihat serius dengan mimik formal,  matanya bergerak lihae membaca beberapa proposal.

 

“lebih cepat lebih baik,”

 

“pihak Hyundai juga menanyakan kabar proposal mereka. Kita belum memberikan kepastian”

 

“batalkan”

 

“Sajangnim, tapi pihak Hyundai adala –“

 

Namja itu terlihat geram, diletakannya bulpoin dan berkas-berkas itu lalu bangkit sambil

Mengancingkan kancing nomor 2 jas yang ia kenakan,

“jangan bertindak diluar kendaliku. Meskipun anak nakal itu merengek dan menangis darah. Dia tak tau apapun”

 

“tapi kurasa nona muda mengerti sedikit tentang bisnis, ia bahkan menjelaskanku keuntungan bekerja sama dengan pihak Hyundai, betapa menjanjikannya perusahaan itu 10 tahun kedepan.”

 

 

 

DRAAAAAG

 

 

 

Kyuhyun bangkit dari kursi dan langsung menuju kearah pintu,

 

 

 

 

BRAAAK

 

 

 

Sekertaris Joo sedikit terhenyak saat Kyuhyun membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar, jelas sekali lelaki itu akan kembali memarahi sang adik.

“dimana dia”

 

“Nona muda, dia –“

 

Langkah  Kyuhyun berhenti, lelaki itu berbalik dan menatap sekretaris setianya.

“kau meloloskan gadis kecil itu lagi?”

 

“Sajangnim, aku tidak bermaksud demikian, hanya saja nona muda –“

 

“memaksamu?” pertanyaan Kyuhyun sanggup membuat Sekertaris Joo bungkam.

“dimana dia?”

 

“……………..”

 

“aku bertanya dimana dia!” semua karyawan terkejut melihat Kyuhyun memarahi sekertaris kesayangannya, ini bukan yang pertama Kyuhyun melakukan hal serupa, karena pada dasarnya hal yang membuat Kyuhyun mencapai dalam tahap danger adalah Min Ji.

 

“nona muda sudah kembali lagi keruangannya” nampaknya sekretaris Joo bingung, ia tak tau bagaimana reaksi Kyuhyun akan kenekatan adik satu-satunya itu.

 

Mata Kyuhyun terlihat mengkilat kesal dan marah, ia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa hingga berhasil mencapai sebuah ruangan yang berada dilantai yang sama dengannya.

 

 

BRAAAAAAAAK

 

 

Pintu terbuka dan menampakan seorang gadis dengan pakaian SMA tengah mengarahkan beberapa pegawai untuk menata ruangan itu.

Awalnya semua terhenyak kaget, termasuk Min Ji, tapi gadis itu bersikap seolah-olah tidak ada masalah besar.

“kau berkunjung disaat yang tak tepat oppa, aku baru saja mendesain dengan barang-barang yang kuperlukan” mata bulat itu menipis dan membentuk cekungan diantara kelopaknya, tersenyum manis dan bersemangat.

 

“kalian, keluar” seluruh pegawai menghentikan tugasnya, mereka saling tatap dan meminta persetujuan dari Min Ji yang terlihat kesal.

 

“Kalian tuli?! Keluar!”

 

Sekertaris Joo menghembuskan nafas lalu keluar diikuti yang lain. Meninggalkan kakak beradik itu dalam 1 ruangan.

“berapa kali aku memerintahkanmu untuk berhenti bertidak barbar seperti ini!”

 

“ini tempatku” nampaknya Min Ji sudah menampakan raut keras kepalanya, gadis SMA itu menatap figura dan beberapa map FILE di diatas meja kerjanya.

“perusahaan ini juga milikku”

 

“besok akan kukerahkan untuk mengunci ruangan ini” Kyuhyun tidak mengindahkan ucapan Min Ji.

 

“tidak masalah, disini masih tersedia banyak ruangan untuk ruang kerjaku”

 

“hentikan sikap kekanakan itu, kau tidak tau apapun tentang perusahaan”

 

Min Ji menatap sang kakak berang,

“setidaknya tanpa perlu sekolahpun aku mengerti akan apa yang diperlukan perusahaan, bersikap profesional dan tidak menyangkutkannya dengan urusan pribadi”

 

 

“CHO MIN JI!”

 

“Wae? Apa karena aku anak kecil? Kau kira perusahaan ini hanya milikmu?! Aku bahkan memiliki hak disini, kau tak pulang siang dan malam, aku juga bisa.

Kau melupakan waktu makanmu, aku pun akan melakukannya,”

 

 

 

“hentikan dan kembalilah bersekolah”

 

 

“tidak, tanpa bersekolahpun, harusnya aku dengan mudah memimpin tempat ini,

 

 

“CHO MIN JI!” urat dan saraf Kyuhyun rasanya ingin menegang saja.

 

 

“Nde, wae? Aku memiliki hak penuh atas perusahaan ini, dan aku tak akan menyia-nyiakan kerja keras appa, hanya untuk keinginan bodohmu demi seorang wanita!”

 

“kau benar-benar sudah melampaui batasmu, Ji ya..”

 

“Song EunSeo, demi wanita itu kau mengorbankan kesehatanmu, Song EunSeo, demi wanita kutub tak tau terimakasih kau mengorbankan segala cara agar bisa membantunya, Song EunSeo, nama itu benar-benar membuatku ingin membunuhnya sekarang juga!!!”

 

 

 

BRAAAAAAAAAAK

 

 

Sebuah tendangan kasar kearah meja  dari Kyuhyun sanggup membuat Min Ji bungkam. Gadis itu sudah menangis marah melihat ulah kakaknya, seumur hidupnya, ia tak pernah melihat Kyuhyun memarahinya, Kyuhyun mengeluarkan perkataan dengan nada tinggi padanya, tapi setelah mengenal wanita itu, semuanya berbeda.

Oppanya seolah gila dan buta,

 

Wanita ular, ratu iblis, semuanya.. Min Ji membenci wanita itu, membenci nama itu. Min Ji berjanji , ia takan tinggal diam jika tau siapa wanita yang bernama Song EunSeo.

 

“pulanglah” wajah Kyuhyun mendingin seketika, ia tengah merutuki diri karena lepas kontrol lagi pada Min Ji.

 

“kau jangan mengatur hidupku sebelum kau mengatur hidupmu”

 

Kyuhyun memhembuskan nafas dengan berat.

“baiklah. Lakukan sesukamu”

Setelah berkata demikian, Kyuhyun meninggalkan Min Ji yang meradang marah,

 

“Baik! Aku akan melakukan apapun yang ku mau! Kuharap kau tak menyesali perkataanmu hari ini.OPPA! OPPA!”

Triakan-triakan Min Ji tidak merubah apapun.

Sekretaris Joo hanya mampu melirik sebentar kedalam ruangan, dan menggeleng kepala. Min Ji memang –sedikit agak- kekanakan. Apalagi semenjak kehilangan orang tua mereka. Ia sepertinya ingin selalu diperhatikan oleh Kyuhyun,

 

Tapi kesibukan membuat Kyuhyun terasa melupakannya, jangankan mendampingi Min Ji, mengurus diripun Kyuhyun benar-benar lelah telak.

 

 

Sepeninggal Kyuhyun, Min Ji mengobrak-abrik tasnya dengan berang, ia melempar buku-buku pelajaran yang sama sekali tidak penting –menurutnya- demi mendapatkan sebuah file map berwarna biru, dibukanya proposal yang bertuliskan –Hyunday Corp- dan ia tersenyum penuh kemenangan.

 

“aku tidak sebodoh itu, oppa”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[HYUNDAI GROUP – MOKPO]

15.00

 

 

 

 

 

 

 

 

“jangan bertindak gegabah, Park Ririn” Ririn yang awalnya sangat sumbringah langsung mengembalikan ekspresinya ketahap semula, wanita itu membuka mantel bulu domba dan kaca mata penyamarannya dengan marah lalu melemparnya diatas sofa.

 

“inikah sambutanmu untukku, presdir Choi Siwon”

 

Siwon menarik nafasnya, selalu saja bertengkar setiap kali bertemu. Baiklah, ini salahnya, dan kali ini karena egonya.

“maaf, emosiku tidak stabil hari ini” Siwon bangkit dari kursi kerjanya dan mendekati Ririn, duduk disamping gadisnya. Awalnya Ririn ingin melepaskan rindunya pada sang kekasih, tapi kenapa harus seperti ini lagi?

Bertengkar , dipenuhi emosi, dan sebagainya.

 

“Rin ah..” Siwon menyusupkan tangannya diatas tangan Ririn, menggenggamnya dan menyalurkan kehangatan sekaligus rasa bersalah. Ia tau dirinya salah, dan tidak ada salahnya jika ia memperbaikinya bukan?

Lagipula ia sangat merindukan Ririn.

 

“aku ingin kau menghargai sedikit saja usahaku untuk menemuimu, Siwon, kau tau betapa susahnya aku menemui kekasihku sendiri? Kenapa semakin lama aku merasa semua ini tidak adil untuk hubungan kita?”

 

Suara Ririn langsung meruntuhkan sekujur tubuh Siwon, membuatnya membeku dan mematung. Ia tidak salah dengar? Ungkapan menyerah dari Ririn?

 

“hey, kau sedang lelah?” Ririn menepis tangan Siwon dengan cepat.

 

“Sebentar lagi. Sebentar lagi pengangkatan Song Joong Ki, dan setelah itu aku akan menikah dengannya, kau ingin melihatku menikah dengannya? Kau tau ini sangat sulit Siwon, sangat sulit..”

 

Siwon langsung meraih puncak kepala Ririn dan melabuhkannya tepat didadanya.

“kumohon kau bertahan, sebentar lagi, sebentar lagi semua itu akan kembali lagi ketanganku, setelah itu kita akan hidup bersama, berdua, dengan anak-anak kita”

 

“entah aku bisa menjamin semua perkataanmu atau tidak”

Ririn membangkitkan kepalanya, membuat Siwon tersinggung.

 

“apa maksudmu?”

 

“kuharap aku bisa bertahan dengan janjimu, hanya itu”

 

“Park Ririn, aku masih belum mengerti maksudmu, jangan bodoh jika kau mulai terpesona pada lelaki itu”

 

“aku tak tau jika waktu sudah menjawab”

 

“hey, aku tak memintamu bertindak sejauh dan sebodoh itu!” Siwon bangkit dan terus meminta kepastian atas ucapan Ririn, ada apa dengan gadisnya? Saat bertemu di tangga darurat Ia masih bersikap wajar, ini pasti ada yang tidak beres.

 

“lepaskan tanganmu, karena aku akan bekerja”

 

Belum selesai perdebatan keduannya, sekertaris Shin muncul dari balik pintu. Ia nampak terkejut saat melihat Ririn, namun lelaki paruh baya itu hanya menunduk,

“mianhamida sajangnim, perwakilan pihak Royal datang”

 

Mata keduannya membulat, reaksi Ririn sama paniknya dengan Siwon.

 

“baiklah, tunggu sebentar” setelah menutup pintu, Siwon segera menarik Ririn dengan penuh kepanikan,

 

“tunggu disini” Ririn mengangguk saat Siwon menutup pintu kamar mandi.

 

Sedangkan Siwon?

Ia menormalkan karismanya dan duduk kembali dikursi kerjanya, hingga tak berapa lama pintu terbuka. Munculah seorang yeoja mungil dengan pakaian sedikit –aneh- menurut Siwon. Ah bukan.. hanya saja, wajahnya sangat tidak meyakinkan jika ia adalah utusan Royal Group.

 

“aku mengganggu, presdir Choi?” jangan ditanya lagi, itu Min Ji dengan seribu kenekatannya, ia benar-benar membuat Siwon mati kutu saat ini. ia seperti anak kecil?

 

“tidak, apa anda dari Royal?”

 

Dengan gaya khasnya Min Ji mengulurkan tangannya, “Min Ji Cho, direktur eksekutif permanen karena aku adik dari Cho Kyuhyun pemilik Royal Group. Jadi mohon perlakukan aku dengan semestinya”

 

Siwon yang sedikit kebingungan melihat tingkah sok dewasa Min Ji kembali mendapat syok mendadak saat mendengar ucapan  Min Ji selanjutnya.

“heum, sebelumnya, bisa buatkan aku susu strowbery?”

 

 

DOENG

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16-02-2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16 februari 2014 akan menjadi tanggal berarti untuk GNI. Dimana hari ini, jam ini akan ada pengangkatan presiden baru dari perusahaan MALL  termegah pertama di Korea Selatan ini. beberapa asumsi mengatakan pengangkatan ini terjadi karena kondisi presiden tunggal GNI Song Seung Hoon menurun dan sudah mundur dari masa jabatan sehingga menyerahkannya pada putra sulungnya Song Joong Ki. Dan tepat hari ini, acara itu akan dilaksanakan, disalah 1 hotel berbintang GNI dikawasan Donggak.

 

Undangan dan para kolega bisnis terlihat sudah memenuhi hotel bintang 5 ini.

Berbagai jenis mobil berjejer indah dan mewah,

Beberapa wartawan terlihat masih berkompromi dengan pihak keamanan. Namun sayangnya, pihak keamanan hanya menutup acara ini dari pihak luar. Suasana gaduh diluar sana sangat berbeda atmosfir dengan suasana didalam aula Hotel yang terkesan, mewah, berkelas, dan elegant. Alunan musik lembut mengantarkan perjamuan para kolega bisnis GNI.

 

Tak terkecuali Yesung.

CEO Taesan Grup yang notabennya adalah calon menantu di keluarga Song terlihat bercakap-cakap dengan beberapa kolega bisnis, namun disela-sela percakapannya, mata namja itu berhasil mencuri-curi pandang kearah yeoja polos yang terlihat linglung pada lingkungan ini. Disaat semua orang berdiri dan bercakap dengan kolega bisnis, ia menjadi satu-satunya orang yang duduk dengan linglung, sesekali ia terlihat membalas tundukan canggung dari beberapa orang.

 

Awalnya Yesung hanya bisa tersenyum melihat kepolosan yeoja itu, tapi wajahnya langsung menegang ketika gadis itu dengan bingungnya mengambil gelas anggur dari pengantar minuman. Entah disengaja atau tidak, tapi Yesung yakin, Yoorin tak tau jika yang ia ambil adalah ANGGUR.

 

“sorry, I’m going to other for a short while” namja itu menunduk pada kolega luar, dan menghampiri Yoorin.

 

Baru saja gadis itu hendak menegak minuman yang ia sendiri tidak tau apa itu, Yesung datang dan meraih gelas itu.

 

“sebentar nonna, tidak baik rasanya membiarkan gaunmu terlepas seperti itu” mata Yoorin membulat saat melihat tali pakaiannya sedikit melorot, tentu saja ia langsung merutuki diri sendiri.

 

“ah mianhamida tuan, aku –aku tidak tau cara memakainya, permisi..”

Yoorin pergi meninggalkan Yesung yang hanya tersenyum kecil.

 

“hampir saja, kau masuk kedalam bibir tanpa dosa itu” Yesung berbicara pada Anggur Yoorin tadi.

 

Sepeningal Yoorin, Awalnya Yesung hanya sibuk melihat kondisi ruangan, namun mata namja itu tiba-tiba berhenti disatu titik, titik dimana seorang wanita dengan gaun hijau tua selutut dengan bagian leher yang terbuka tanpa lengan dan memperlihatkan tulang belikatnya yang sangat menggoda . Poni yang disampirkan sangat mempertegas wajahnya. Make up natural yang berkelip membuat Yesung kehilangan epos jati diri untuk sementara waktu. Sebelum akhirnya ia kembali kealam sadar dan menyadari jika itu adalah EunSeo.

 

“sangat jauh berbeda” Yesung kembali membandingkan gaya berpakaian EunSeo dan Yoorin barusan. Namja itu tersenyum remeh dan mendekati EunSeo, memulai sebuah peran lagi.

 

Sedangkan EunSeo? Gadis itu tengah diam didepan sambil sesekali menyambut tundukan para undangan, sesekali juga membalas pujian para undangan yang memuji penampilannya malam ini, hills berwarna senada mempercantik keidealan tubuhnya, dan parahnya, kemeja didalam jas Yesung berwarna senada.

 

“kita berjodoh, aggashi” sedikit terkejut memang saat mendengar suara masuk secara tiba-tiba ke telinganya, namun setelah mengetahui siapa orang itu, EunSeo hanya diam, kembali ke ekspresi semula.

 

“kau sangat menggoda malam ini, nona” godanya lagi. Oh betapa memabukannya dirimu Kim Jong Woon! Mungkin itulah yang membuat EunSeo tak berkutik, membiarkan pinggangnya disampirkan dan melekat kearah pinggang Yesung, tersenyum kearah beberapa kolega yang memuji keserasian mereka. Sebelah tangan Yesung melekat dilekukan pinggang sempurna gadis –sandiwara-nya.

 

“sangat memabukan untuk para pria” entah sindiran ini berarti apa lagi, EunSeo tak tau , tapi ia ingin sekali membalas namja maniak ini sekarang juga.

 

“benarkah?” kini giliran tubuh Yesung yang menegang, ketika EunSeo berbalik dan menatap kearahnya, tinggi mereka yang pas dan tepat, membuat hidung dan hidung mereka berhadapan. Mempermudahkan EunSeo menunjukan seringainya tepat didepan mata Yesung.

 

“ingin menggodaku lebih jauh?” tantang Yesung, dan parahnya tantangan itu disambut dengan baik oleh EunSeo, gadis itu mendekatkan diri kearah telinga dan bagian tengkuk namja itu. meniupnya kecil, namun berefek hebat.

 

Sekujur tubuh Yesung menegang. Ia tergoda.

 

“kau ingin aku berbuat lebih dari ini dan membuatmu lepas kontrol lalu menerkamku dihadapan orang banyak, hingga pada akhirnya itu mempermalukan diri sendiri, tuan  Jong Woon?”

 

SHIT!

 

Ingin sekali Yesung melempar wanita ini kepuncak Himalaya. Kadang suaranya yang dingin sangat memabukan bahkan membuaikan. Sialan.

 

Kini giliran Yesung yang bergerak, ia tersenyum meremeh.

“terlalu banyak mata ditempat ini, beruntunglah kau”

 

“anggap saja aku memang beruntung hari ini,” balas EunSeo tak kalah sengit, sebelum akhirnya sebuah deheman mengakhiri aksi –dibalik layar- yang mereka lakukan. Joong Ki berdiri dibelakang sang adik dengan setelan jas sangat gagah. Jas hitam dan kemeja hitam berdasi biru. Dia sangat mempesona!

 

“ekhem”

 

 

Yesung yang melihatnya hanya tertawa kecil,

“kau merusak suasana ku, hyung” ungkap Yesung pada Joong Ki. Tentu saja scenario yang sangat apik.

 

“aku hanya menyadarkan kalian bahwa ditempat ini dipadati 100 orang, bukan hanya kalian berdua, hahahaha”

 

“aku menganggu kalian?” sebuah suara masuk diantara ketiga orang itu, seorang wanita dengan rambut yang berstyle hampir sama dengan EunSeo, yakni tergelung kebelakang dan menyorot 100% kejenjangan lehernya yang putih bersinar.

Hanya saja ada sebagian poni yang menghiasi keningnya, baju berlengan 1 yang memperindah letak bahunya semakin menawan dengan warna hils biru tua yang senada dengan bajunya. Mereka berdua benar-benar ratu malam ini.

 

“sedikit” canda Yesung. Tapi nampaknya hanya Yesung yang menyambut baik kedatangan Ririn, berbeda dengan Joong Ki, terlebih EunSeo.

 

“kurasa sangat. Sangat menganggu” meskipun EunSeo berkata sambil tersenyum lebar, tapi hal itu malah melenyapkan senyum Ririn, karena ia tau bagaimana sebenarnya reaksi EunSeo bila dihadapkan dengan dirinya.

 

“jeongmal? Hahahaha, aku rasa begitu” balasnya ramah, benar-benar sulit membedakan yang mana yang berkata jujur diantara ketiganya.

 

“investor Jeju ingin bertemu dengamu” lanjut Ririn, ia mengandeng lengan Joong Ki dengan anggun, dan hal itu benar-benar membuat EunSeo ingin muntah darat.

 

“ada apa? Kau merasa tersaingi?”

Ejekan Yesung membuat EunSeo melenguh remeh.

 

“sayangnya tidak sama sekali”

 

“dan sayangnya juga aku tidak percaya” mata EunSeo mendelik dan menatap Yesung dengan geram. Lelaki ini!

 

 

 

 

 

Okee..

Kita tinggalkan permainan gila penuh sandiwara dari mereka.

Kita beralih pada seorang gadis yang terlihat berenggut dikamar mandi. Ia terlihat kesusahan memasang tali pakaian ini. ingin sekali ia membuang gaun –setengah jadi ini- , namun mengingat gaun ini pemberian kepala sekretaris siang tadi, ia merasa tidak enak. Selain itu, logika berkata, jika ia membuang gaun ini, apakah ia harus pulang dengan bertelanjang ?

Oh No…

 

 

“hah.. aku tak bisa…. Haruskah aku menelpon sekretaris Jang dan menyuruhnya ke Toilet hanya untuk memasangkan ku tali  bodoh ini?” dilema yang konyol Lee Yoorin!

 

Baru saja Yoorin clingukan mencari orang didalam toilet ini, ya.. setidaknya bisa membantunya. Tiba-tiba pucuk dicinta ulam pun tiba, muncul sesosok wanita ah bukan, lebih tepatnya gadis mungil yang keluar dari toilet dengan berenggut, tapi seketika mata Yoorin hampir saja melompat saat melihat gaya berpakaian gadis ini, dia benar-benar pinky girl malam ini.

 

“aku akan membunuhmu! Akan kubunuh kau!!!!” Yoorin semakin ragu dan menelan ludahnya saat melihat gadis itu memarahi layar ponselnya.

 

“haaaaah!!! Teri saus tartar! Demi neptunuss!! Aku akan mematahkan kepalamu tuan CHO!!”

 

1 hal yang terlintas dikepala Yoorin saat ini. ‘Psikopat cilik’

 

 

Disaat Yoorin sibuk memperhatikan gadis itu, tiba-tiba si gadis menoleh kearahnya, pandangan mereka bertemu, tentu saja itu membuat Yoorin ingin gantung diri sekarang juga.

 

“Mworago?”

 

 

“N –nde? Ah.. aniyoo…” Yoorin menggeleng ragu sambil mengerjap cepat, lalu mengalihkan pandangannya kearah kaca lagi, berusaha mengalihkan perhatian, namun rasanya gagal, karena gadis itu nampak mendekatinya. Wajahnya yang mungil benar-benar seperti psikopat cilik dengan ekspresi labil.

 

“waeyo –“

 

Belum sempat Yoorin membuka mulutnya lebih jauh, gadis itu terlebih dahulu meraih tali bajunya, memasangkannya dengan telaten.

“………….” Tanpa mengucapkan 1 patah katapun, gadis itu keluar dari kamar mandi, menyisakan Yoorin yang masih bertanya-tanya akan kelakukan –gadis remaja- baru puber itu.

 

“ada yang salah hari ini?” gumam Yoorin linglung. Oh Tuhan.,,

Ini hari pertamanya bergaul dengan mereka semua, dan seperti inikah kehidupan mereka?

Sejujurnya Yoorin tidak terbiasa.

 

 

Tinggalkan Yoorin dengan segala kebingungannya,

Ikuti langkah si gadis mungil, ternyata ia menuju aula dimana telah berada ratusan tamu. Awalnya Min Ji benar-benar terasa terhempas melihat dandanan orang-orang ditempat ini, tapi ia mencoba membangun kepercayaan dirinya, terlebih ketika melihat seseorang –yang ia kenal- ditempat ini, ya.. setidaknya sebelum Cho Kyuhyun datang dan menyeretnya dari tempat ini, ia harus memperkenalkan diri sebagai pewaris Royal Grup juga.

 

Mata Min Ji bergerak ragu, haruskah ia menemui lelaki berjas abu-abu yang tengah berbicara dengan teman bisnisnya mungkin?

Tapi jika tidak, bagaimana nasibnya disini menjadi gadis paling pendek tanpa hils karena menggunakan sepatu liburan musim panasnya bulan lalu, dan dilengkapi bando bunga kuncup mekar. Oh Tuhan..

Kenapa Min Ji merasa paling mencolok disini?

 

Kaki-kaki Min Ji berusaha untuk melangkah lebih jauh lagi, kikuk, bingung, dan terpesona. Dalam hidupnya, meskipun ia adalah adik kandung dari pemilik GROUP ROYAL, tapi perlu di underline disini, Kyuhyun tak pernah sama sekali mengajaknya pergi ketempat seperti ini.

 

“jika nanti ada yang bertanya siapa namamu, aku harus menjawab aku adalah Min Ji Cho, calon direktur eksekutif 4 tahun lagi. Adik tunggal pewaris group Royal, Kyuhyun Cho” Min Ji terlihat sedang menghapal dialongnya sedikit demi sedikit, meskipun ia agaknya berkeringat dingin membayangkan usia mereka semua, sedangkan dirinya? Gadis 17 + tahun. Ahahha

 

Mata Min Ji bergerak kesana-kemari, ia mencoba menetralisir kehebohan jantungnya, tapi tetap saja, tempat ini benar-benar menakutkan. Sepersekian detik ia selalu menatap kearah Siwon, berharap namja itu mengenalinya disini, dan mengajaknya mengobrol, karena tak 1 pun orang yang ia kenal ditempat ini. Eomma…

 

“Semua sudah berkumpul, kita akan memulai pesta pengukuhan presiden baru GNI Corporation, dengan beberapa sambutan kecil dari presiden enternal Song Seung Hoon. Silahkan tuan” MC acara sudah mulai menyapa undangan, semua orang didalam ruangan itu langsung mengarahkan pandangannya kearah depan,  fokus pada lelaki paruh baya namun tetap karismatik.

 

Tuan Song mulai memaparkan beberapa hal yang membuat semua orang didalam ruangan itu tidak melepaskan pandangannya, termasuk Min Ji, ia sibuk mencari-cari sosok yang ia incar ditempat ini. Song EunSeo. Yang mana?

 

“terimakasih juga atas kehadiran anakku, Choi Siwon, kau telah menyempatkan diri menghadiri acara pamanmu ini,  direktur Choi..” Ucap tuan Song disela sambutannya, membuat Siwon membungkuk hormat pada para tamu undangan, yang benar saja kalian tidak tau isi hati Siwon, sedari tadi ia tengah menatap tajam kearah Joong Ki, mengintrupsi bahwa, tempat itu seharusnya menjadi miliknya, milik ayahnya.

 

“Presdir Taesan Group, mungkin aku menyita waktumu. Hahaha terimakasih kehadirannya, calon menantuku” keriuhan dan tepuk tangan terjadi saat tuan Song mempernalkan Yesung, namja itu menunduk pada beberapa undangan yang mengarahkan pandangan kearahnya.

 

“berdasarkan rapat dewan direksi dan badan eksekutif, GNI Corporation, sebuah perusahaan yang dirintis ayahku dibidang otomotif, dan pelayanan tourism, sepakat mengukuhkan putriku Song EunSeo sebagai Direktur Eksekutif pemasaran, , untuk kedepannya.”

 

Riuh tepuk tangan mengantarkan Eun Seo yang menunduk.

Ia tersenyum elegan,

 

TUNGGU?!

 

 

SONG EUN SEO katanya?

 

 

 

“MWORAGO?!!!!!!!!!” triakan keras dan cempreng menggema diseluruh ruangan, membuat titik fokus semua orang berpindah, yakni kearah gadis pinky girl yang kini tengah mati kutu. MATI KUTU!

Garis bawah,

Mungkin semuanya sekarang bertanya-tanya, anak dari kolega bisnis mana yang memiliki keberanian high kuality seperti itu dipesta orang? Oh benar-benar memalukan.

 

“ak –aku…” Min Ji bungkam seribua bahasa. Matilah ia sekarang…

Oh Tuhan.. siapapun tolong selamatkan aku..

 

 

Keriuhan benar-benar terjadi, semuanya tengah menatap bingung kearah Min Ji, semua kolega luar dan dalam negeri seolah bertanya-tanya siapa gadis ini? termasuk Joong Ki, tapi nampaknya lelaki itu tertawa, ia mendapat sedikit hiburan hari ini.

Menghancurkan pesta –overcranc- yang membosankan menjadi kacau, haaah.. entah bagaimana ekspresi ayahnya setelah ini,

 

“pestamu kacau, dan kau tertawa sajangnim” Ririn yang menggandeng tangannya berdesis dari samping, dan itu langsung menurunkan mood Joong Ki hingga lantai terdasar.

 

“setidaknya ini lebih baik dari pesta yang membosankan.” Dikte dari Joong Ki membuat wajah Ririn anjlok untuk beberapa saat. Namun detik berikutnya ia kembali tersenyum, menunjukan pada semua orang bahwa ia adalah tunangan dari presiden GNI GROUP, dan mengesampingkan ekspresi Siwon yang benar-benar bagai kuda pegasus elegan yang dibakar api cemburu. Lelaki mana yang tak panas melihat gadisnya sendiri harus mengumbar senyum dan melakukan kontak kulit dengan lelaki lain? Tapi bagaimanapun ini kesalahannya, ini rencananya!

Oh siapapun…

 

Tolong bantu Siwon meredam perasaannya..

 

 

 

“ada masalah, aggashi?” MC mencoba mengatur keadaan dan mengembalikan keadaan pesta.

 

 

“aku –aku adalah…” Min Ji ingin memperkenalkan diri! Memperkenalkan bahwa ia adalah tuan putri dari Group Royal yang selama ini tak kalian ketahui!

 

 

 

 

“Aku –aku adalah..”

 

 

 

 

 

 

“Dia adalah kekasihku, adik kandung presiden Group Royal , Min Ji Cho”

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kyuhyun mana?

Kyuhyun mana?

 

#ditelen dinosaurus.😀 wkwkwkw

 

See you last week😛 doakan minggu depan ya..

2 thoughts on “HEARTBREAK [Part 1]

  1. cast ny bnyk ya…
    serius tp lucu jg
    msh brtny tanya sm yoorin., dy siapanya jongwoon…
    tp ko dy g kenal jongwoon ya
    paling lugu bnget karakter yoorin dsni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s