My Breath | Part 2 (Comeback Home)

baekfany

 

Title                      : My Breath 2 :Comeback Home

Author                  : Rizky Anggrianto(@antorizky) a.k.a Cipta Rodriguez

Genre                   : Dramatic, Melancolist

Cast                       :

·        Baekhyun (EXO).

·        Tiffany (SNSD).

·        Luhan (EXO).

·        And other K-pop Stars.

Length                  : One Shoot

Meski sudah 8 tahun Tiffanypergi, namun, Baekhyun masih merasa kehilangan seseorang yang dia sayangi.Meskipun begitu, Baekhyun tetap merasa harus tetap hidup untuk orang-orang yangdia sayang. Dia bercita-cita ingin menjadi seorang pakar tanaman di Korea. Diabelajar dengan tekun hingga mendapatkan gelar sarjananya. Bahkan, ia sudahmempunyai  green garden sendiri. Bahkan menjadi salah satu yang terbesar diKorea.  Hari ini, Baekhyun akan melakukanwawancara dengan stasiun Nine TV tentang keberhasilannya.

Annyeonghaseo. Joneun ShimChangmin imnida. Saya dan rekan-rekan Nine TV sangat terhormat bisamewawancarai seorang yang sukses muda dalam bidang pertamanan di Korea.” KataReporter Shim.

Annyeonghaseo. Joneun Byun Baekhyun imnida. Gamsahamnida.” KataBaekhyun.

“Saya akan mulai denganpertanyaan pertama. Apakah anda merasa bangga dengan keberhasilan anda?”

“Saya merasa bahagia dengan apayang telah saya lakukan. Saya juga berterima kasih kepada semua orang yangtelah membantu saya dalam green garden ini.”

“Apakah ada hal lain yang inginanda capai dengan green garden ini?”

“Tentu saja saya ingin bisamembuat Taman ini menjadi penghasil bagi saya juga bagi orang-orang yangmembutuhkan pekerjaan dan penghasilan.”

“Apakah ada kesulitan saatmembuat garden ini?”

“Awalnya tentu modal. Namun,akhirnya saya dan teman-teman saya membantu dalam meminimalkan modal awalsehingga menjadi Taman yang menghasilkan seperti ini.”

“Untuk yang terakhir. Apakah adaorang-orang yang spesial dalam terciptanya greengarden ini?”

“Banyak sekali yang memberikankusemangat dalam pembuatan garden ini. Eomma, appa, dongsaeng, Xi Luhan hyung, Sulli-ssi, dan yang paling spesial, Tiffany Hwang. Dia yang palingmembuatku semangat untuk menujukan bahwa aku bisa membuat ini untuknya.”

“Wah, tampaknya orang-orangtersebut sudah sangat memberikan semangat untuk anda. Sebagai penutup, apa adayang ingin anda katakan?”

                “Ada.Untuk semua yang memberikanku semangat hidup. Gumawoyo untuk semuanya. Aku pikir, aku tak bisa tanpa kalian.Untuk Tiffany, kalau kamu masih hidup, kabari aku dan kembali ke Seoul untukmenemuiku. Tiffany, Nae Saranghae.”Sebuah wawancara yang diakhiri dengan kata-kata rindu dari Baekhyun. Sungguh,dia benar-benar kehilangan orang yang dia sayang.

Hyung-ssi, apakah banyak yang siap panen?” Teriak Baekhyun.

Ne. Kita akan panen banyak.” Kata Luhan. Mereka sedang memanenpohon arbei yang mereka tanam setelah mereka lulus kuliah. Baekhyun dan Luhansangat senang sekali bisa mendapatkan hasil yang besar ini. Namun, sudah lebihdari 8 tahun mereka tak pernah mendapat kabar dari Tiffany. Bukan tanpa usaha,namun, memang tidak ada hasil yang didapat selama itu. Saat selesai merekamemanen, Luhan mendapat telepon dari temannya di New York. Chen.

“Eh, ini dari Chen.” Kata Luhan.

“Chen? Temanmu yang ada di NewYork?” Kata Baekhyun.

Ne. Kemungkinan, dia punya info tentang Tiffany.”

Jinjja? Cepat jawab.”

Yobosheo, Chen. Ada apa?”

“Ne, nae punya kabar tentang Tiffany Hwang. Apakah Baekhyun juga adadisana?”  Kata Chen.

Ne. Apa yang kau punya?” Kata Luhan.

Nae mendapat informasi kalau disebuah Rumah Sakit, ada yang telahmelakukan operasi sekitar 7-8 tahun yang lalu. Dan itu berjalan sukses. Yangbisa Rumah Sakit tersebut berikan, hanya alamat rumahnya saja. Dan saat aku sampaidisana, ternyata menurut tetangga sudah pergi sekitar 1-5 bulan yang lalu. Danyang kudapatkan juga kalau yang menempati Rumah ini adalah orang Amerika namunmemiliki wajah asia. Aku simpulkan kalau dia itu Tiffany Hwang.”

                “Lalu,apa kau tahu kemana dia pergi?”

Ada yang bilang kalau dia ke wilayah asia timur. Dan kemungkinanterbesar ada Korea. Jika aku hitung dari sekarang, sudah 1 bulan yang lalu diasampai di Korea. “

                “Apaada informasi lagi?”

Yang kudapatkan baru seperti itu. Kalau memang ada yang aku dapatkan,aku akan langsung menghubungi kalian lagi.”

“Baiklah, terima kasih ya Chen.”

Ne, hyung. Annyeong.”

Ne. Berita baiknya, Tiffany masih hidup. Dan dia ada Koreasekarang.” Kata Luhan ke Baekhyun.

Jinjja? Lalu dimana dia?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Kalau dimana dia, dia belummendapatkan informasi. Mungkin, dia akan kembali menelepon sekitar 2 minggulagi.”

                “Akusangat ingin bertemu dia dan mengatakan, aku juga menyayanginya dan semua iniadalah karenanya.” Kata-kata Baekhyun menunjukan bahwa dia sangat menyayangiTiffany. Dia membayangkan kalau dia sedang memetik arbei dengan Tiffany. Diahanya tersenyum melamun seperti itu.

Hari ini, Baekhyun memutuskanmemberikan tugas controlling garden ke Luhan agar dia bisa mencaridimana Tiffany. Dia membawa mobil sportnya melewati tempat-tempat yangkemungkinan besar menjadi tempat memori indahnya bersama Tiffany saat sekolah.Dia sampai di Sekolahnya dulu. Tentu saja, tempat pertama yang dia hampiriadalah Tamannya yang dia rawat dulu. Namun, karena dia sempat pergi lama keTokyo dan tidak dititipkan, sehingga membuat tamannya menjadi mati.

“Sudah lama aku tidakmengunjungi anak-anakku. Maafkan aku tidak menitipkan kalian.” Kata Baekhyunsambil mengelus-elus bunga mawar yang sudah mati.

Setelah sekitar 30 menitmengelilingi Sekolahnya, termasuk Kantin dan kursi Taman favoritnya saatSekolah tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi keToko Bunga yang menjadi tempat dia dan Tiffany membeli bibit dan berbagaibunga.

Diperjalanan, tepat di depantoko bunga itu, ada seorang wanita dengan rambut panjang terurai, kulit putihmulus, di tambah dengan matanya yang terlihat kecil dari samping.

Gumawo ne.” Kata wanita tersebut berlalu disamping Baekhyun.Baekhyun mengingat nada bicara tersebut.

*FlashBack*

“Ah, gumawo oppa.

Mianeh. Akuterlalu gembira oppa.” (Kata-katayang dikatakan Tiffany dengan nada manjanya.)

*Comeback*

                “Nadaseperti itu, aku sangat mengingatnya meski telah lama. Ini kah kau Tiffany.”Kata Baekhyun dalam hatinya. Baekhyun langsung berbalik dan melihat wanitatersebut telah pergi. Dia yakin kalau yang dia lihat itu adalah Tiffany. Namun,alangkah belum beruntungnya Baekhyun karena tidak tahu kemana arah mobilnyamelaju. Dan akhirnya, dia memutuskan untuk mengakhiri pencarian hari itu.

Baekhyun masih memikirkan siapayang lewat disampingnya itu. Akhirnya, dia memutuskan menemui pemilik tokonyatersebut. Dia hanya tahu kalau wanita tersebut membeli seikat bunga mawar dansang pemilik mengatakan kalau dia benar-benar sangat menyukai bunga tersebut.Akhirnya, tanpa mengetahui hal-hal yang dia inginkan, dia kembali ke Kebunmiliknya.

Sampai di Kebunnya, dia terkejutdengan seorang wanita yang duduk memandangi Kebunnya di sebuah gubuk miliknya.Ketika dia menghampiri, dia mendengar suara yang sama seperti kemarin di TokoBunga.  Baekhyun mencoba mendekati dia.

Jogiyo?” Kata Baekhyun menghampiri wanita tersebut.

Ne.” Saat berbalik, Baekhyun seperti kembali melihat masa lalunyadengan Tiffany saat di Taman, Kantin, dan Toko Bunga. Baekhyun menghampiriwanita tersebut dengan perasaan terkejut.

“Tiffany? Neo Tiffany Hwang?”

Ne. Nuguya?”

“Apa kamu tidak mengingatku? AkuBaekhyun.”

Nuguya? Baekhyun? Mianeh,apa sebelumnya kita pernah bertemu?”

Mwo?” Baekhyun merasa bingung karena Tiffany lupa dengannya. Diasemakin bingung karena Tiffany seperti pertama kali bertemu dengannya.

“Apakah kamu benar-benar tidak mengingatku?”Kata Baekhyun meyakinkan.

Ne. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Kata Tiffany.

“Sebenarnya apa yang terjadidengan Tiffany?” Kata Baekhyun dalam hati.

Oppa? Kweinchana?” KataTiffany melihat Baekhyun melamun.

“Ah, ne. Apakah kamu menyukai Taman ini?”

                “Ne. Aku sangat menyukainya. “ Mendengarsuaranya, melihat senyumnya, membuat Baekhyun merasa kembali menemukannyawanya. Namun, Baekhyun harus bersabar karena Tiffany belum mengingatnya.

Keesokkan harinya, Baekhyunmenceritakan yang terjadi kemarin ke Luhan. Saat itu, Luhan sedang mengamatipertumbuhan tanaman teh mereka.

“Luhan hyung. Aku punya berita baik dan buruk.” Kata Baekhyun sambilmenghampiri Luhan.

“Oh. Ada apa Baekhyun?”

“Berita baiknya, aku  menemukan Tiffany.”

Jinjja? Dimana?”

“Kemarin dia kesini melihatKebun kita. Dia terlihat sehat, tetap cantik dan manis seperti dulu.”

“Wah, bagus sekali itu. Lalu,apa berita buruknya?”

“Berita buruknya, dia tidakmengingatku.”

“Mungkin karena lama tidakkesini, jadi dia tidak mengingatmu.”

“Apakah aku bisa membuatnyaingat lagi?”

Sure, you can do.”

Gumawo hyung. Do’a kan aku ya?”

Berkat semangat yang diberikanLuhan, Baekhyun berencana untuk membuat Tiffany kembali ingat dirinya.

Keesokkan harinya, Baekhyun memutuskan untuk menjemputTiffany di Rumahnya. Baekhyun membawa mobil porcemerah yang menjadi warna kesukaan Tiffany. Tiffany sangat terkejut dengan apayang dilakukan Baekhyun.

Annyeong Tiffany Hwang.”Salam Baekhyun membuat Tiffany terkejut di depan Rumahnya.

“Eh, nado. Kamu yang kemarin di Taman ya?”

“Ah, ne. Aku mau mengajakmu pergi. Kamu mau kan?”

“Hmm, baiklah.” Tiffanymengiyakan ajakan dari Baekhyun. Mereka akan pergi ke Sekolah, serta Toko Bungayang menjadi tempat kenangan mereka dulu.

Setelah 30 menit di perjalanan,mereka akhirnya sampai di Sekolah mereka dulu. Mereka keluar dengan perasaanyang berbeda. Baekhyun datang dengan perasaan senang. Namun, Tiffany merasabingung dia ada dimana.

Oppa, kita ada dimana?” Tanya Tiffany.

“Kita ada di Sekolah kita dulu.Kita sering bercanda-canda dulu di kelas, Kantin Sekolah, juga di Taman yangdulu kita buat bersama.”

“Kita dulu membuat Taman? Jinjja? Dimana itu?”

“Itu ada di tengah Sekolah ini.Kita kesana.” Mereka berjalan bersama ke Taman Sekolah mereka. Baekhyun mencobamemegang tangan Baekhyun, namun, Tiffany menolaknya sambil memberikan senyummanisnya. Akhirnya, mereka sampai di Taman Sekolah. Tampak wajah bingung dariTiffany melihat Taman yang sudah tidak terurus ini.

“Kita sampai Fany.” KataBaekhyun menunjukan Taman Sekolahnya.

“Benarkah ini? Kenapa initerlihat tidak terurus?” Kata Tiffany.

“Inilah Taman kita dulu. Akulupa menitipkannya saat kita pergi.”

“Apakah kita bisa membuatnyakembali hidup?”

“Kalau melihat tanahnya,sepertinya bisa di tanam lagi. Kita bisa lakukan ini. Apa kamu mau?”

“Tentu saja oppa.” Kata Tiffany dengan perasaan bahagia. Akhirnya, merekamemutuskan untuk pergi ke Toko Bunga untuk membeli beberapa bibit tanaman.Mulai dari Sunflower, Rose, Yasmine, danGrass atau rerumputan.

Keesokan harinya, mereka kembalike Sekolah untuk menanam bibit-bibit bunga tersebut. Baekhyun tak lupa membawapupuk dan tanah yang subur untuk membantu menanam. Karena saat itu sedangsekolah, mereka harus meminta izin dari pihak sekolah dan berhasil mendapatkanizin sekaligus pekerjaan mengurusi Taman Sekolah. Baekhyun langsungmengeluarkan bibit dan menanam bersama Tiffany. Mereka menunjukan raut wajahyang sangat bahagia.

“Ini akan jadi Taman yang indah.Iya kan oppa?” Kata Tiffany.

“Iya. Akan indah seperti kamuTiffany.” Kata Baekhyun merayu Tiffany. Saat mereka sedang menanam, tiba-tibaLuhan melepon Baekhyun.

Yoboseyo. Ada apa hyung?”Kata Bakhyun sambil menjawab teleponnya.

Aku harap ini berita yang baik untukmu. Chen kembali meleponkukemarin.”

*Flashback*

Halo Luhan. Aku punya berita tentang Tiffany Hwang. Kemarin kau bilangdia lupa dengan Baekhyun, ternyata Tiffany itu mengidap tumor tepat di leherbelakangnya. Dan dokter yang kukenal mengatakan kalau operasi tumor itu akanmenghilangkan beberapa memorinya. Namun, dia mengatakan kalau ingatan itu bisakembali dengan terus di stimulasi dengan kenangan-kenangan masa lalunya.Kuharap, ini akan membantu.”  TeleponChen ke Luhan.

*Comeback*

Itu yang aku dapatkan dari Chen kemarin. Teruslah buat dia ingat tentangmu.Dia akan bisa kembali ke kamu. Oke? Bye.” Luhan melepon Baekhyun.

Gumawo hyung.” Kata Baekhyun.

“Dari siapa oppa?” Kata Tiffany.

“Dari Luhan hyung. Dia yang membantuku mengurusi Green Garden itu.”

Jinjja? Wah. Apakah dia bisa ikut kesini?”

“Kalau dia sedang tidak sibukdia bisa membantu kita. Akan ku ajak dia.”

                “Oke.Eh, ini mau dimana?” Kata Tiffany sambil menunjukkan bibit Sunflower. Mereka menanam dengan penuh kebahagiaan. Didalam hatiBaekhyun, dia berharap agar Tiffany bisa mengingat dirinya lagi.

“Halo Tiffany. Bisakah akumengajakmu makan malam hari ini?” Telepon Baekhyun ke Tiffany.

Dinner? Tentu saja. Aku juga sedang tidak ada kesibukan. Dimana danjam berapa?”

“Bagaimana kalau di Garden Restaurant jam 8?”

“Baiklah, aku akan datang.”

Gumawo ya. Bye.”

Baekhyun merasa senang dapatmengajak Tiffany untuk pergi dinner.Dia berencana untuk kembali mendapatkan hatinya, walau dia tak bisa mendapatkanmemorinya kembali. Luhan melihat kebahagiaan yang tunjukan Baekhyun saat dudukdi pendopo dekat Taman. Luhan selalu berharap agar dia tidak mengalamikesedihan lagi.

Waktu sudah menunjukan pukul7.30 malam. Namun, dia belum menemukan tanda-tanda Tiffany akan datang.Baekhyun mencoba meneleponnya, namun, tak ada hasil yang didapatkan. Diamencoba terus-menerus hingga sudah 10 kali menelepon Tiffany. Akhirnya, tepatpukul 8, Tiffany datang dengan menggunakan dressmerah yang memancarkan aura kecantikannya.

Mian ya, sudah membuatmu menunggu lama.” Kata Tiffany sambilmenunduk menunjukan penyesalannya.

“Ah, kweinchana. Yang penting, kamu sudah mau datang. Kajja kita masuk.” Mereka berdua masukke Restoran tersebut. Baekhyun sudah memesan tempat spesial untuk mereka.Tiffany merasa sangat bahagia karena kebaikan Baekhyun mengajaknya makan malam.

“Sebelumnya, gumawo ya sudah sangat baik padaku. Jugabisa membuatku bahagia sekali sekarang. Gumawooppa Baekhyun.” Kata Tiffany.

“Tak usah berlebihan sepertiitu. Kamu mau pesan apa?” Mereka pun sibuk memilih makanan yang mereka suka.Hingga akhirnya mereka berdua sama-sama memesan salad buah yang sangat terkenalterbaik di Korea.

Setelah mereka makan denganlahapnya, Baekhyun siap mengungkapkan perasaannya.

“Sebelum kita pulang. Bisakahkamu mendengarkanku baik-baik?” Kata Baekhyun menunjukan wajah serius.

“Ada apa oppa?” Tiffany merasa sangat penasaran. Sambil memegang tanganTiffany,  Baekhyun mengungkapkanperasaannya.

“Tiffany Hwang. Mau kah kamumenjadi istriku?” Kata Baekhyun sambil mengeluarkan cincin tunangan ke depanTiffany sambil berlutut depannya.

                “Jinjja oppa? Aku mau. I Will.” Kata Tiffany merasa bahagiahingga tak mampu menahan air matanya. Baekhyun bangkit dan memeluk erat Tiffanydengan perasaan haru dan bahagia.

Merekapun akhirnya menikah 1 bulan setelahnya. Baekhyun dan Tiffany sama-sama terharusaat mengucapkan janji setianya. Dalam hati Baekhyun, dia mengatakan.

“Memang kamu tidak bisamengingatku yang dulu. Yang selalu lupa untuk menyayangi orang yang aku sayang.Namun kini, aku telah bersamamu, saling memberikan kasih sayang. Memberikancinta disetiap langkah dan hanya maut yang akan membuat kita terpisah. Tiffany, nae sarang.

 

*THE END*

 

 

 

                DitungguFanfiction selanjutnya dari saya. Semoga kalian yang membacanya bisa merasabahagia seperti saya. ^_^

 

4 thoughts on “My Breath | Part 2 (Comeback Home)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s