JungKo (Because You’re Special)

jungkoo

JungKo (Because You’re Special)

Author :

Aiko (FB : https://www.facebook.com/kiyomizu.aiko.5?fref=ts )

Main Cast :

Lee Jung Shin (CNBLUE), Kiyomizu Aiko (OC)

Aiko Artworker :

NyimasRDA

Disclaimer :

Silahkan dibaca bagi yang berminat, yang tidak berminat silahkan ff ini dimasukkan ke tong sampah saja…hahahaha. Happy reading!!

=0o0=

“Kau sudah pulang?” gadis itu menolehkan kepalanya dari pintu dapur begitu mendengar pintu apartemennya terbuka. Sebenarnya tanpa menoleh pun dia sudah tahu siapa yang datang. Iya siapa lagi kalau bukan suaminya Lee Jung Shin, karena mereka memang hanya tinggal berdua di apartemen itu.

“Hhhhmmm,” Jung Shin hanya menjawab dengan deheman, melepas sepatunya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minum. “Apa yang sedang kau lakukan?” pria itu mengerutkan keningnya ketika melihat gadis yang berstatus istrinya itu tengah berada di dapur. Lebih tepatnya tengah menyibukkan diri memasak. Kegiatan yang selama ini tidak pernah dilakukan gadis itu. Dia masih ingat betul gadis itu sangat tidak suka memasak, dia bukan tidak mau hanya saja dia selalu merasa masakannya tidak pernah enak dan hal itu selalu membuatnya sakit kepala setiap kali berada di dapur.

“Aku?” gadis itu mengedikkan bahunya acuh dan kembali menyibukkan dirinya dengan apa yang kini dilakukannya. “Kau tidak lihat aku sedang memasak,” jawabnya acuh tanpa melihat ke arah Jung Shin yang kini berjalan mendekat padanya. Gadis itu langsung berbalik, menghalangi Jung Shin yang ingin melihat apa yang sedang dilakukannya. “Mau apa kau?”

“Mau melihat apa yang sedang kau masak,” jawab Jung Shin sambil menolehkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan istrinya. “Apa sih yang sedang kau masak?” tanyanya ketika gadis itu berhasil menghalangi penglihatannya karena kedua matanya telah tertutup tangan istrinya.

“Yya!! Sudah kau duduk saja, malam ini aku ingin memasak untukmu.” gadis itu menggiring Jung Shin untuk duduk di meja makan.

Jung Shin menempis tangan istrinya dan kembali menatap gadis itu curiga. “Ayolah Lee Aiko, kau tidak berniat meracuni suamimu dengan apa yang sedang kau masak kan?”

“Aish,” desis Aiko tidak suka. “Untuk apa aku meracunimu kalau pada akhirnya aku harus mengikutimu karena aku tidak bisa tanpamu. Dan kurasa kau tahu hal itu dengan baik tuan Lee yang terhormat.”

Jung Shin tersenyum geli mendengar perkataan Aiko yang dia yakini tidak disadari gadis itu. Walaupun mereka sudah menikah tapi Aiko bukanlah gadis yang akan berterus terang dengan apa yang dirasakannya. Gadis itu bahkan sangat jarang mengatakan kata cinta untuknya tapi sekarang gadis itu terlihat sedikit aneh dengan apa yang baru saja dikatakannya. Entah apa yang terjadi pada gadis itu tapi dia menykainya.

“Apa kau sakit?” Jung Shin menempalkan tangannya di kening gadis itu, berusaha mencari tahu kondisi istrinya yang mungkin saja tidak sedang baik-baik saja.

“Aish kau ini, singkirkan tanganmu dari keningku Lee Jung Shin,” desis Aiko kesal. “Aku tidak sakit dan aku baik-baik saja arra,” ujarnya dengan berkacak pinggang di depan Jung Shin. “Sudah kau duduk saja dengan tenang, atau kalau perlu kau ganti baju karena setelah ini kita makan bersama.”

“Ne,” ucap Jung Shin ragu. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu saat ini. Walaupun sejujurnya ini terasa sedikit aneh tapi dia menikmati perubahan sikap istrinya yang lain hari ini, berbeda dari biasanya. “Kalau begitu aku mau mandi dulu.”

“Ne, mandilah yang bersih ya,” teriak Aiko sambil kembali menyibukkan dirinya dengan apa yang kini sedang dilakukannya ‘memasak’.

=0o0=

Jung Shin mengernyit pelan melihat makanan yang kini terhampar di depannya tepatnya di atas meja makan mereka. Gadis itu bahkan sudah duduk manis di meja makan lengkap dengan senyum manis di wajahnya menyambut Jung Shin. Jung Shin lagi-lagi bergidik melihat perubahan sikap istrinya yang malam ini terasa sangat aneh. Pertama gadis itu selalu tersneyum sejak kedatangannya, yang kedua gadis itu memasak, hal yang tidak pernah dan tidak bisa dilakukannya selama ini. Alhasil Jung Shin lah yang harus memasak untuk mereka berdua. Terkadang mereka datang ke dorm CNBLUE untuk sekedar ‘mencuri’ makanan yang ada disana. Ironis memang, tapi Jung Shin menyukai semuanya, menyukai semua kelakuan ajaib gadis yang kini menjadi istrinya itu.

“Ige mwoya?” tanyanya ragu. Sejujurnya dia tahu makanan itu tapi entah kenapa makanan yang kini di depannya itu terasa sangat ‘berbeda’ dari yang dia tahu sebelumnya.

“Kau tidak mengenalinya? Ini kimci ayam kesukaanmu. Aku mencari resepnya dan mencoba memasaknya, makanlah.” ucap Aiko sambil menyodorkan makanan yang baru selesai di buatnya.

Jung Shin lagi-lagi mengernyit pelan melihat makanan yang kini sudah berpindah ke hadapannya. Dia memang menyukai Kimci ayam tapi melihat kimci yang kini disajikan Aiko membuatnya bergidik. Dia tahu benar kemampuan memasak gadis itu karena itu dia sedikit ‘takut’ untuk mencobanya. Terakhir kali dia mencoba masakan gadis itu dia langsung sakit perut karena keasinan dan hari ini dia tidak tahu seperti apa rasa masakan yang gadis itu buatkan untuknya.

“Wae? Kau tidak mau memakannya?” tanya Aiko ketika melihat Jung Shin hanya memandang masakannya dengan tatapan ketakutan. “Kalau kau tidak mau biar aku berikan pada Yong Hwa oppa saja.” gadis itu menarik piring di depan Jung Shin tapi segera terhenti ketika pria itu menahan piring itu.

“Andwae!! Aku akan memakannya,” ujar Jung Shin pelan. dia tahu masakan gadis itu memang tidak enak sama sekali tapi dia juga tidak ingin masakan yang telah susah payah gadis itu buat harus dinikmati orang lain. Hanya dia yang boleh menikmati masakan gadis itu, walaupun rasanya pasti sangat tidak enak.

“Kalau begitu makanlah,” Aiko mengambil kimci dengan sumpit dan menyodorkan pada Jung Shin. “Tapi kali ini kalau makanannya tidak enak, kau jangan memaksakan diri untuk menghabiskan makanan buatanku seperti waktu itu ne. Aku tidak mau kau sakit perut lagi seperti waktu itu,” Jung Shin mengangguk pelan. “Cah makanlah.” ujar Aiko.

Jung Shin menelan air liurnya, membuka mulutnya ketika Aiko kembali menyodorkan sumpit di hadapannya. Pria itu terdiam sesaat ketika makanan itu memasuki mulutnya. Rasanya benar-benar sangat pedas, pipinya bahkan langsung memerah karena rasa pedas yang dirasakannya.

“Ottoe?” tanya Aiko ketika melihat wajah Jung Shin memerah. “Tidak enak ya?” ucapnya sedih.

Pria itu menggeleng pelan, kemudian mengunyah makanan dimulutnya dengan cepat. Perutnya benar-benar terasa sangat tidak nyaman karena rasa pedas yang dirasakannya, tapi dia tidak mungkin memuntahkan makanan yang sudah dimasak Aiko dengan susah payah. Jung Shin langsung mengambil minum ketika makanan itu telah di telannya sempurna. Pria itu berusaha tersenyum pada gadis yang kini menatapnya khawatir.

“Lihatlah aku memakannya kan?” Jung Shin membuka mulutnya menunjukkan pada gadis itu kalau dia memang sudah menelan makanan itu sampai habis. “Aku akan menghabiskannya, jangan khawatir,” Jung Shin meraih sumpit dan kembali menyumpit makanan di depannya, tapi Aiko dengan cepat menahan tangan pria itu dan menatapnya dengan tatapan menyelidik. “Wae?” tanya Jung Shin.

“Kau jangan membohongiku Lee Jung Shin,” dengus Aiko kesal. Dia tahu betul kalau masakannya pasti tidak enak, dan pria itu hanya sedang berusaha menyenangkan hatinya sama seperti yang pria itu lakukan minggu lalu.

“Membohongimu? Aku tidak membohongimu. Masakanmu kali ini memang enak.” ujar Jung Shin sambil kembali menarik tangannya.

“Stop,” Aiko menepis tangan Jung Shin, merebut sumpit di tangan pria itu dan langsung memasukkan makanan di depannya ke dalam mulutnya. Gadis itu terdiam ketika rasa pedas itu langsung dirasakannya. Bodoh. seharusnya dia mencoba makanan itu sebelum dia memberikannya pada Jung Shin, bukannya malah seperti ini. Membiarkan pria itu memakan makanan yang rasanya benar-benar tidak enak ini. “Kau bilang ini enak eoh?” Aiko dengan kesal menatap Jung Shin yang justru tengah menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Tatapan yang tidak bisa ditolak Aiko.

“Menurutku ini enak,” Jung Shin kembali mengambil sumpit dan memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.

“Muntahkan Lee Jung Shin,” pekik Aiko saat pria itu dengan santai mengunyah makanannya. “Muntahkan… aku bilang muntahkan.”

Jung Shin menelan makanan itu dengan cepat dan memandang Aiko yang terlihat sangat marah padanya. “Untuk apa? Kau sudah memasaknya dengan susah payah dan itu untukku, jadi untuk apa aku memuntahkannya?”

Aiko segera menarik piring di depan Jung Shin, menjaukannya dari jangkauan pria itu. “Jangan di makan lagi, kau bisa sakit.”

“Itu tidak mungkin,” Jung Shin menggeleng pelan. “Aku tidak mungkin sakit karena kau tidak akan meracuniku. Jadi apapun yang kau masak aku akan memakannya.”

“Yya!! Lee Jung Shin babo,” dengan kesal Aiko memukul kepala pria itu dengan tangannya. Entah kenapa dia bisa mendapatkan suami seperti Jung Shin. Suami yang tidak pernah memarahinya dan selalu menjadikannya wanita paling bahagia. “Kau tidak perlu memakannya. Kita bisa makan diluar. Tunggu ne, aku akan mengambil makanan di Dorm dulu, chankaman ne.”

Jung Shin menahan tangan Aiko, membuat gadis itu terjatuh di pangkuannya. “Kau tidak harus melakukannya,” ujar Jung Shin pelan. Pria itu mendekatanya wajahnya, menatap wajah cantik gadis di depannya. “Bolehkah aku bertanya kenapa malam ini kau memasak untukku? Biasanya kau tidak akan melakukannya kalau tidak ada sesuatu yang membuatmu bangga atau bahagia.”

Aiko mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Jung Shin. Benar sih yang pria itu katakan. Dia memang tidak pernah memasak untuk Jung Shin kecuali ada hal-hal tertentu yang membuatnya ingin melakukannya.

“Aku hanya ingin memberimu hadiah karena tadi kalian memang di acara Music Bank, tapi yang ada aku malah meracunimu dengan makanan yang tidak enak itu.”

Jung Shin tersenyum, mencium kening gadis itu dengan lembut. “Kau tahu,” bisiknya pelan di telinga Aiko. “Kau tidak perlu melakukan apapun untukku, bagiku kau ada disini bersamaku, hidup dan bernapas dengan baik sudah lebih dari cukup. Karena kau adalah hadiah terbesar yang Tuhan berikan untukku.”

“Jung Shin-ah,”

“Sssssttt, jangan katakan apapun,” Jung Shin mendesis pelan, menempelkan hidungnya dengan hidung Aiko, menggeseknya beberapa kali. Jung Shin menyunggingkan senyumnya saat aroma gadis itu lagi-lagi membuatnya merasakan hal lain. Memang sudah seharusnya dia tidak melakukan hal ini karena pada akhirnya dialah yang akan terjatuh pada pesona gadis itu. “Tapi bolehkan aku meminta sesuatu sebagai hadiah kemenangan kami malam ini?” tanyanya dengan napas tersengal karena aroma gadis itu yang kini sudah memenuhi kepalanya.

“M-mwoya?” lirih Aiko susah payah karena kesulitan menahan pesona Jung Shin yang kini berada sangat dekat dengannya.baginya Jung Shin benar-benar mempesona dimatanya. Tidak ada pria yang lebih mempesona dari pria yang kini berstatus suaminya itu.

“Aku ingin memilikimu malam ini, apa boleh?” bisik Jung Shin. Aiko menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau dia juga menginginkan pria itu. Bukankah Jung Shin suaminya jadi apa salahnya dia melayani suaminya sendiri. “Gumawo.” Jung Shin langsung menutup bibir gadis itu dengan bibirnya, menciumnya lembut dan penuh hasrat. Jung Shin membopong tubuh mungil istrinya, berjalan menuju kamarnya tanpa melepaskan ciuman mereka.

END

One thought on “JungKo (Because You’re Special)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s