JungKo (I’am Jealous)

JUNGKOphoto.php

JungKo (I’am Jealous)

Author :

Aiko (FB : https://www.facebook.com/kiyomizu.aiko.5?fref=ts )

Main Cast :

Lee Jung Shin (CNBLUE), Kiyomizu Aiko (OC)

Aiko Artworker :

NyimasRDA

Disclaimer :

FF ini curahan hatiku setelah melihat foto Ajung… L

=0o0=

Pria berwajah tampan itu berkali-kali melirik jam tangannya. Dia tahu dia terlambat. Seharusnya dia pulang setengah jam yang lalu tapi diluar dugaannya selesai acara dia justru harus rela ikut dengan para kru acara The Show untuk makan bersama. Merayakan suksesnya acara yang baru saja berlangsung. Sejujurnya dia tidak tenang. Sangat. Dia takut gadis yang kini sedang menantinya di rumah akan marah ketika dia pulang. Bukan apa-apa. Alasannya hanya karena foto yang diambil para wartawan saat acara berlangsung. Benar-benar sangat tidak bagus untuknya. Dan dia yakin gadis itu pasti sudah melihat foto yang kini sudah tersebar luas di media.

“Hyung, bisakah lebih cepat lagi?”

Manager yang menemani Jung Shin tersenyum melihat wajah pria yang duduk di sampingnya. Terlihat jelas raut wajah khawatir yang sejak tadi terpancar dari wajah pria itu, walaupun dia tetap saja tidak mau mengakui kalau dia khawatir pada istrinya. Lebih tepatnya perasaan gadis itu setelah melihat foto yang beredar saat ini.

“Kau jangan khawatir,” manager menepuk pundak Jung Shin, berusaha menenangkan pria itu. “Aku yakin Aiko tidak akan marah padamu.”

“Ini bukan masalah itu hyung,” elak Jung Shin. Pria itu menghembuskan napasnya kasar. Apa sejelas itukah keadaannya sekarang? Takut kalau gadis yang akan ditemuinya itu marah padanya setelah melihat foto-foto itu, apa yang harus dilakukannya kalau gadis itu marah?

“Aish sudahlah lebih baik mobilnya dipercepat saja, aku lelah dan ingin istirahat.” potong Jung Shin ketika melihat managernya hendak mengeluarkan suara lagi. Pria itu kembali menyunggingkan senyumnya melihat tingkah Jung Shin yang benar-benar tidak seperti biasanya. Dia tahu Jung Shin akan selalu berubah menjadi pria yang dewasa saat bersama Aiko tapi Jung Shin yang kini dilihatnya tidak ubahnya seperti seorang bocah yang seperti takut kehilangan sesuatu yang sangat disukainya.

=0o0=

Jung Shin menghela napas panjang berkali-kali sebelum dia memasukkan kombinasi sandi yang digunakannya untuk apartemennya dan Aiko. Pria itu melirik kantung plastik yang kini di bawanya. Berharap itu cukup membantu untuk meredam amarah yang mungkin akan di dapatnya dari gadis itu. Pria itu memasukkan kepalanya, melirik ke penjuru ruangan apartemen yang terlihat sepi. Jauh dari kesan ramai yang biasa dia jumpai setiap kali dia pulang ke apartemennya. Ada rasa takut yang semakin dirasakannya saat ini. Apa gadis itu marah seperti yang dia khawatirkan? Kalau gadis itu tidak marah tentu rumah ini tidak akan sesepi seperti saat ini. Aigo matilah kau Lee Jung Shin, batinya.

Jung Shin melepas sepatunya, melangkah masuk lebih dalam apartemenya. Langkah terhenti ketika mendapati gadis yang sejak tadi di carinya tengah duduk di meja makan. Pria itu mengernyit pelan ketika melihat meja makan kini telah penuh dengan beragam makanan di depannya. Tapi gadis itu tetap diam, bahkan tidak menoleh ke arahnya dan lebih memilih melanjutkan kegiatannya, menghabiskan makanan yang kini terhidang di depannya.

“Kau dapat darimana semua makanan ini?” Jung Shin menarik kursi di samping Aiko, menatap gadis itu dengan penasaran. Tidak mungkin kan gadis itu memasak sendiri? Dia tahu betul kemampuan gadis itu seperti apa. “Hei… kenapa kau diam? Kau tidak mendengarku?”

Aiko menghentikan kegiatannya, menatap Jung Shin sekilas dan kembali menyedok makan di depannya tanpa memperdulikan Jung Shin yang kini menatapnya dengan wajah sedihnya.

“Hei… lihat aku membelikan ini untukmu,” Jung Shin membuka kantung palstik yang di bawanya, memperlihatkan pada gadis itu. Bukannya menoleh gadis itu justru kembali menyendok makanan di depannya, menyuapkannya ke dalam mulutnya, membuat mulutnya kini penuh dengan makanan. “Kenapa kau seperti ini? Makan pelan-pelan Aiko,” Jung Shin menggeleng melihat kelakuan Aiko yang sangat jarang seperti ini. Ada apa dengan gadisnya? Apa gadis itu baik-baik saja?

“Kau baik-baik saja kan?” tanya Jung Shin khawatir. “Kita makan ini ya, aku membelikan ayam goreng kesukaanmu.” pria itu menyodorkan kotak yang berisi ayam goreng dihadapan Aiko, berharap gadis itu akan mau mengambilnya walaupun masih belum mau berbicara dengannya.

“Shireo!!” Aiko kembali memakan makanan di depannya. Walaupun rasanya tentu saja tidak enak karena itu semua masakannya.

“Wae? Aku membelikannya untukmu, ini kan makanan kesukaanmu.”

“Aku sudah tidak suka makan ayam goreng lagi,”

“Mwo? Kenapa? Sejak kapan? Bukankah tadi pagi kau juga makan ayam goreng?” ujar Jung Shin memastikan.

“Sejak kau membawanya malam ini,” sinis Aiko.

“Kau marah padaku?” tanya Jung Shin ketika Aiko beranjak bangun dari duduknya. “Kalau kau marah aku minta maaf, sungguh apa yang kau lihat tidak seperti kenyataannya.”

Aiko menepis lengan Jung Shin yang menahannya. “Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti,” ujarnya acuh.

“Kau mau kemana?”

“Cuci piring, wae?”

“Kau tidak mau bicara denganku?” Aiko menghela napas saat tatapannya menangkap raut wajah khawatir dari suaminya. Raut wajah yang selalu membuatnya tidak tahan untuk tidak memeluk pria itu dan menenangkannya. “Kau tidak lihat aku sedang banyak pekerjaan? Kau istirahat saja, kau pasti lelah kan.”

“Apa semua ini kau yang memasaknya sendiri?” tanya Jung Shin ketika menoleh ke tempat cuci piring yang terlihat berantakan. Apa gadis itu memasak untuknya lagi? Aigoo babo!! Kenapa dia bisa melewatkan masakan istrinya sendiri? Kau bodoh Lee Jung Shin, kau benar-benar bodoh, rutuknya. “Mianhae,” lirih Jung Shin. Pria itu menundukkan kepalanya, sadar kalau dia memang salah Karena telah meninggalkan istrinya makan sendirian malam ini.

Aiko kembali menghela napas, menguatkan hatinya agar tidak terpengaruh pada sikap pria itu saat ini. “Sudahlah aku mau mencuci piring dulu.”

=0o0=

Jung Shin kembali menghela napas saat gadis yang ditunggunya tidak juga masuk ke dalam kamar. Entah apa yang dilakukan gadis itu saat ini, tapi gadis itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Membiarkannya berada di kamar sendirian seperti ini.

Jung Shin menyunggingkan senyumnya ketika melihat Aiko tengah menonton tv. Pria itu langsung duduk di samping Aiko, menggenggam tangan gadis itu erat.

“Kenapa kau masih di luar? Ini sudah malam, kau tidak mengantuk?”

“Aku kan tidak bekerja jadi aku sudah pasti tidak mengantuk,” jawab Aiko ketus. Gadis itu menarik tangannya dari Jung Shin, memilih memeluk boneka bebek yang sengaja dia letakkan di sampingnya.

“Ada apa sebenarnya? Kenapa kau seperti ini terus dari tadi?” Jung Shin menghela napas. Kesal karena kelakuan Aiko yang sejak tadi benar-benar membuat kesabarannya habis. “Katakan padaku ada apa sebenarnya? Bukankah saat kita menikah dulu, kita sudah berjanji akan membicarakan semuanya secara jujur, tapi kenapa sekarang justru kau yang bersikap seperti ini? Jangan membuat pikiranku semakin tidak tenang Aiko.”

“Tidak tenang? Aku tidak pernah melakukan apapun padamu, jadi jangan terlalu berlebihan seperti itu.” cibir Aiko.

“Kau memang tidak pernah melakukannya tapi kau tidak tahu kan kalau kau selalu membuatku tidak tenang. Setiap kali berjauhan denganmu membuatku benar-benar tidak tenang, apa kau tahu itu?” Jung Shin memutar tubuh gadis itu menatapnya. “Kalau kau marah katakan sejujurnya tapi jangan seperti ini, aku mohon Aiko.”

“Sudahlah Lee Jung Shin,” Aiko menepis tangan Jung Shin di bahunya. “Aku disini untuk menonton tv, bukan malah mendengar ocehanmu seperti ini. Sudahlah kau nonton sendiri saja, aku mau tidur.”

“Kau itu,” Jung Shin menarik wajah Aiko. Menutup bibir gadis itu dengan bibirnya. Dia benar-benar kesal pada Aiko saat ini. Kesal karena gadis itu bersikap seolah-olah tidak ada masalah yang terjadi pada mereka saat ini. Yang benar saja? Apa gadis itu tidak tahu kalau dia sudah pasti tahu kalau gadis itu cemburu setelah melihat foto-foto yang beredar saat ini.

“Yya!! Apa yang kau lakukan?” ujar Aiko ketika gadis itu berhasil menjauhkan tubuh Jung Shin darinya. “Dasar pria jahat.”

“Kau akan mendapatkan hal itu kalau kau tidak mau juga bicara juga. Aku lebih baik menutup bibirmu itu dengan bibirku dari pada kau terus diam seperti ini Lee Aiko.”

“Dasar mesum,” Aiko segera bangun dari duduknya, menatap Jung Shin dengan kesal. “Mau kemana kau?” tanya Jung Shin ketika gadis itu hendak berjalan pergi. “Aku mau tidur.”

Jung Shin menarik pinggang Aiko, hingga gadis itu kini berada di pangkuannya. Aiko tersentak namun tidak bisa melanjutkan protesnya ketika Jung Shin menatapnya intens, dan penuh cinta. Tatapan yang hampir sama dengan yang dilihatnya saat pria itu menatap gadis yang bernama Linzy di salah satu acara yang baru saja selesai tayang. “Kau pikir kau boleh pergi begitu saja? Kau salah besar Lee Aiko,”

“A-apa yang mau kau bicarakan?” gugup Aiko. “Bukankah kau sudah terlalu banyak bicara sejak tadi? Jadi lepaskan aku, aku mau tidur.”

“Shireo!!” potong Jung Shin cepat. Pria itu kembali mengeratkan pelukannya di pinggang Aiko. “Kau belum bicara sejak tadi. Sekarang katakan padaku apa sebenarnya yang membuatmu mendiamkanku seperti ini? Kalau kau marah padaku lebih baik kau memarahiku saja. Marahi aku sampai kau puas tapi jangan mendiamkanku seperti ini,” Jung Shin mendekatkan wajahnya, menghirup aroma gadis itu yang kini menyeruak dari daerah lehernya. “Aku tidak bisa kau seperti ini Aiko. Aku tidak bisa kau mendiamkanku seperti ini. Jadi aku mohon katakan padaku ada apa sebenarnya.”

Aiko menghela napas dan menghebuskanya beberapa kali ketika melihat wajah Jung Shin yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan sedihnya. Sebenarnya dia tidak ingin membuat pria itu seperti ini, tapi dia bisa apa? Dia hanya diam untuk menghindari agar dia tidak memarahi Jung Shin karena dia tahu pria itu hanya melakukan pekerjaannya secara professional. Tapi dia juga tidak bisa bersikap seolah tidak perduli karena pada dasarnya dia selalu perduli dengan apa yang dilakukan pria itu. Tapi saat melihat foto yang beredar dia merasa sangat tidak terima dengan apa yang dilihatnya. Melihat tatapan mata Jung Shin yang tertuju pada gadis itu benar-benar membuatnya marah. Tatapan itu seharusnya untuknya bukan untuk gadis lain.

“Kenapa kau diam? Katakan ada apa sebenarnya?”

Aiko menunduk, tangannya memainkan baju kaus kebesaran yang kini digunakannya untuk tidur. “Aku cemburu,” Jung Shin tersentak mendengar pengakuan Aiko. Cemburu? Gadis itu mengatakan kalau da cemburu? Dia tidak tuli kan? Ini sungguhan kan? Ini pertama kalinya gadis itu berkata seperti ini, haruskah dia berteriak dengan senang karena gadisnya mengatakan kalau dia cemburu? Oh Tuhan terimakasih, batin Jung Shin.

“Aku cemburu karena kau menatap gadis lain dengan tatapan seperti ini,” Aiko menepuk mata Jung Shin pelan. “Tatapan itu hanya untukku, tapi kenapa kau malah melihat gadis lain dengan tatapan seperti itu eoh? Kau benar-benar menyebalkan Lee Jung Shin!!”

Jung Shin tertawa melihat wajah Aiko yang saat ini sudah sangat memerah karena malu setelah mengutarakan isi hatinya. “Jadi benar dugaanku kau cemburu dengan foto itu.”

“Darimana kau tahu?” tanya Aiko kaget.

“Selesai acara aku langsung membuka internet dan aku menemukan foto itu. Kau pikir untuk apa aku membelikanmu ayam goreng kalau aku tidak tahu apa yang kau rasakan eoh?” Jung Shin menarik tengkuk Aiko, menyentuhkan hidung mereka berdua. menggosoknya beberapa kali. “Kau tahu kalau aku mencintaimu kan?” Aiko mengangguk lemah. Berada di dekat Jung Shin seperti ini membuatnya benar-benar kesulitan bernapas. “Gadis itu hanya mendapatkan pandanganku saja, tapi kau…” Jung Shin mengangkat tangannya, mengelus pipi Aiko dengan lembut. “Kau mendapatkan semua yang aku miliki, bukan hanya tatapanku tapi juga tubuhku dan tentunya cintaku. Hal yang tidak mungkin dan tidak akan pernah didapatkan gadis manapun selain kau Lee Aiko. Jadi berhenti cemburu karena aku hanya mencintaimu.”

“Jung Shin-ah, aku….”

“Sssssttt… jangan katakan apapun” Jung Shin memejamkan matanya ketika aroma Aiko semakin menusuk ke dalam hidungnya. “Aku mencintaimu Lee Aiko. Aku sangat mencintaimu dan terimakasih karena sudah memasak untukku malam ini walaupun semuanya kau habiskan sendiri.”

“Itu karena aku tidak pulang juga jadi aku makan saja sendiri.”

“Mianhae,” Jung Shin kembali menghela napas panjang, memenuhi rongga paru-parunya dengan aroma tubuh gadis yang sangat dicintainya itu. “Aku benar-benr tidak bisa menolak ajakan mereka untuk makan bersama.”

“Gwenchana. Setidaknya kau tidak makan makanan tidak enak buatkanku itu.”

“Apapun yang kau buat aku pasti akan memakannya karena semua itu buatanmu. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan apapun yang dibuatkan olehmu karena aku tahu kau membuatnya dengan penuh cinta.”

“Kau merayuku?” lirih Aik, tepat di depan bibir Jung Shin.

“Ani. Aku mengatakan yang sebenarnya. Ini semua karena aku mencintaimu, dan aku akan melakukan apapun untukmu. Kau tidak perlu melakukan apapun, cukup tetap berada di sisiku dan mencintaiku seperti aku mencintaimu saat ini,” ucap Jung Shin pelan. matanya terpejam saat merasakan hembusan napas Aiko yang menerpa wajahnya. “Saranghae Lee Aiko”

“Nado saranghae Lee Jung…” Aiko menghentikan ucapannya ketika bibir basah Jung Shin sudah menutup bibirnya. Melahap seperti kelaparan. Jung Shin menarik tengkuk Aiko, dan merapatkan tubuh gadis itu dengannya. Mencium bibir Aiko dengan cepat dan penuh tuntutan. Lumatan-lumatan Jung Shin di atas bibirnya membuat Aiko otomatis membalas ciuman pria yang berstatus suaminya itu dengan bergairah sama seperti yang dilakukan Jung Shin.

Jung Shin berhasil memasukkan lidahnya, memainkannya dengan lincah di rongga mulut Aiko. Menghisap, mengulum, dan merasakan nikmat bibir dan lidah Aiko yang penuh candu dan tidak akan pernah habis manisnya. Jung Shin langsung mengangkat tubuh Aiko dalam bopongannya, membawanya ke kamar mereka tanpa melepaskan ciuman panas penuh gairah dari keduanya.

“Yya!! Apa yang mau kau lakukan?” pekik Aiko ketika pria itu menghempaskannya di atas tempat tidur mereka dan menindihnya tubuhnya.

“Melakukan tugasku merekrut anggota grup Lee yang baru.” ujar Jung Shin dengan kerlingan nakal khasnya.

“Yya!!” teriak Aiko sebelum pria itu lagi-lagi menutup bibirnya dengan cepat.

END

ini fotonya

Sedih… L seharusnya ajung gak boleh masuk kamar malam ini tapi aku benar-benar tidak bisa menolak pesonanya..hee😀
Makasih buat Yoza dan anggrek yang sudah ngirim foto ke wallku
L
dan karena aku cemburu lahirlah ff ini… makasih ya😀

Ritual tetep hanya milik JungKo..heee

Buat Yuki makasih ya, seneng deh…😀
Hati-hati cctv yee…kkkk..
Saranghae Lee Yuki :*

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s