Look At Me | One Shoot

 

lookatme

ittle         :     Look at me

Cast          :     Kim Jong In [Kai]

 

Son Naeun [Naeun]

 

Im Yoona [Yoona]

 

Genre      :     School, Friendship

 

Author     :   Tazla SA Putri [@IBGDTZL]

 

 

 

 

 

 

 

“Kai, sampai disini aku pergi…”

 

“Jangan, tolong jangan pergi…”

 

Ibu kai mengerutkan alisnya “Kai, eomma pergi ke minimarket dulu”

 

Kai memegang tangan ibunya “Tolong jangan tinggal aku sendiri, aku ikut dengan mu…”

 

Ada apa dengan anak ini berbicara dalam tidurnya.  Aku penasaran apa yang ada didalam mimpi nya sampai dia sangat berkeringat dingin seperti ini.

 

Ibu Kai memukul tangan Kai agar dia bangun. Kai terkejut dan langsung duduk sambil mengelap keringat nya.

 

“Eeomma kenapa disini?”

 

“Eomma ingin memberitahu mu kalo eomma mau pergi ke minimarket, tapi kau selalu saja berkata jangan pergi”

 

“Yasudah eomma pergi dulu, kamu cepat mandi dan pergi ke sekolah”

 

Ah mimpi ini selalu berulang-ulang setiap malam di bulan Desember.  Aku ingin sekali terlepas dari kenangan yang sangat suram ini tapi selalu saja gagal, perempuan ini selalu datang menghampiri mimpiku.

 

 

 

ooOoo

 

 

 

Butiran salju turun menyelimuti gedung-gedung di kota Seoul, salah satunya gedung sekolah Seoul High School (SHS). Siswa siswi disini merupakan murid unggulan, semua murid memiliki kepintaran di atas rata-rata itulah sebabnya sekolah ini menjadi sekolah nomer 1 di Korea Selatan.  Jauh dari keramaian murid-murid lain terlihat 2 orang siswa duduk di taman belakang sekolah.

 

“Naeun, aku ingin bertanya. Kenapa setiap orang beranggapan bahwa bulan Desember adalah bulan yang menyenangkan?”

“Hm aku tidak tahu Kai, mungkin karena Christmas”

 

Kai mengambil napas panjang. “Mungkin kau benar”

 

“Memangnya ada apa?” tanya Naeun penasaran

 

“Tidak apa-apa hanya ada kejadian kecil yang begitu menyakitkan di bulan Desember” Kai menjawab dengan tatapan kosong kedepan

 

“Apa itu, kita sudah berteman hampir 3 tahun dan kau mempunyai rahasia yang tidak ku ketahui”

 

Dan selama hampir 3 tahun pula aku menyimpan rasa ini.

 

“Itu terjadi 2 tahun lalu….”

 

 

 

Flashback

 

“Kai, sampai disini aku pergi jaga dirimu baik-baik”

 

“Jangan, tolong jangan pergi”

 

“Tapi aku harus per..”

 

Kai memegang tangan seorang gadis di hadapannya. “Tolong jangan tinggal aku sendiri, kemanapun kau pergi aku ikut dengan mu”

 

Flashback end

 

 

 

“Aku sudah mengatakan jangan pergi berulang-ulang  kali tapi dia tidak menghiraukan ku dan pergi menjauh sampai saat ini aku tidak pernah melihatnya lagi” Kai tersenyum miris

 

“Apa dia cinta pertamamu? Apa kau masih mencintai nya? Siapa namanya?”

 

“Kenapa kau jadi seperti ini. Ya, dia cinta pertamaku, aku masih sangat sangat sangat mencintai nya walaupun dia sudah meninggalkan ku hampir 3 tahun rasa ini masih ada dan namanya kurasa kau tidak perlu tahu”

 

Jadi itu alasannya kenapa kau tidak pernah peka terhadap perasaan ku, kau masih mencintai nya. Ayolah Kai lupakan masalalu mu dan lihat lah aku yang selalu disamping mu.

 

“Dan yang sangat mengangguku adalah dia selalu saja datang menghampiri mimpi ku setiap malam di bulan Desember”

 

Suasana menjadi hening, Naeun yang tadinya sangat bersemangat menjadi terdiam.

 

“Kenapa suasana jadi melow seperti ini, hahaha. Nanti setelah pulang sekolah temani aku ke toko buku ya”

 

“oke”

 

Mereka pun berpisah menuju kelasnya masing-masing.

 

 

 

ooOoo

 

Dalam perjalanan menuju toko buku gadis berambut hitam panjang ini selalu saja bertanya kepada Kai mengenai kekasih masalalu nya tapi Kai tidak terlalu menghiraukannya dan terus berjalan.

 

“Kai jawab aku. Beritahu aku marga nya saja aku mohon” Naeun mengedip-ngedipkan matanya kepada Kai agar dia menjawab pertanyaan yang sudah dia ulang hampir 100 kali

 

“Sudah lupakan saja. Seperti nya aku salah memberitahu mu mengenai ini” Kai berjalan mendahului Naeun

 

“Ya! Jangan tinggalkan aku”

 

 

 

@Toko Buku

 

“Kau mencari buku apa?”

 

“Aku juga tidak tahu”

 

Aish namja ini membuatku kesal kalau tidak ingin membeli buku kenapa harus kesini.

 

“Menurut mu buku apa yang cocok untuk ku?”

 

“Hmm mungkin buku cara cepat move on dan cari yang baru atau cara mengusir mimpi buruk”

 

Kai menengok ke arah Naeun “Memangnya ada buku seperti itu?”

 

“Kurasa ada” Naeun menjawab dengan nada pasti

 

Kai mulai mencari buku. Sudah 1 jam mereka di toko buku itu dan Kai belum saja mendapatkan buku yang dia cari. Naeun pun sudah mulai mengantuk dia hanya duduk di kursi sambil melihat Kai mencari buku.

 

“Kai…”

 

“Hemm”

 

“Sudah ketemu?”

 

“Belum..”

 

“Memangnya kau mencari buku apa?”

 

Kai melihat kearah Naeun

 

“Apa kau ngantuk? Tunggu sebentar lagi pasti ketemu bukunya”

 

“Memangnya kau mencari buku apa?”

 

“Buku yang kau bilang tadi”

 

Naeun terkejut dan berdiri sambil tertawa menghampiri Kai. Kai hanya bingung dan terus mencari buku.

 

“Jangan dicari, buku itu tidak ada aku hanya bergurau” Naeun memegang perutnya yang sakit karena tertawa

 

“Apa benar-benar tidak ada?” tanya Kai dengan wajah polos dan Naeun hanya mengangguk

 

 

 

Mereka berjalan keluar dari tako buku dan Naeun masih saja tertawa. Naeun tidak tahu bahwa Kai akan benar-benar percaya bahwa buku itu ada.

 

“Ya, berhenti tertawa. Orang- orang akan mengira kalau aku membawa seorang gadis gila”

 

Naeun memukul Kai berulang-ulang kali tapi kai malah tertawa

 

“Ya! Aku tidak gila!. Jangan tertawa, sekarang kau yang gila”

 

Kai mencoba menenangkan dirinya agar tidak tertawa lagi. Dan tiba-tiba ponsel Naeun berdering.

 

“Em hallo eomma ada apa?”

 

“Aku? Aku sedang bersama Kai” sambil melirik kai yang berdiri disebelah nya

 

“Jinjja? Kapan dia ke Seoul? Lusa? Baiklah eomma. Aku juga sedang dalam perjalanan pulang kerumah, ne sampai jumpa”

 

“Siapa yang datang?

 

“Teman ku yang tinggal di Amerika akan ke sini” jawab Naeun sambil tersenyum

 

“Perempuan? Dari mana kau kenal dia? Siapa namanya?”

 

“Kenapa kau meniruku. Iya, dia perempuan, dia dulunya tinggal di Seoul karena perkerjaan ayahnya yang mengharuska dia pindah ke Amerika sekitar 2 tahun lalu, kurasa kau tidak perlu tahu namanya?” jawab naeun

 

“Kau juga meniru ku. Sudah sampai dirumah mu, masuklah”

 

“Ne, hati-hati Kai”

 

Kai mengacungkan jempol nya dan berbalik berjalan pulang

 

 

 

ooOoo

 

 

 

Angin malam menerpa rambut hitam kai yang sedari tadi duduk dipinggir Sungai Han. Lelaki itu tidak melakukan apa-apa matanya menatap kosong ke sungai.  Dia memejamkan matanya seakan mengingat-ingat kembali apa yang pernah terjadi di Sungai Han ini. Di dalam pikirannya dia melihat seorang wanita berwajah polos, berambut coklat panjang dan menggunakan syal  yang menutupi mulutnya.

 

Im Yoona kapan aku bisa melihat mu lagi.  Aku merindukan mu.

 

Butir demi butir air bening jatuh membasahi pipi Kai.

 

“Kai?”

 

“Kaaaiiiii”

 

Teriakan suara perempuan membuat Kai tersadar akan kesedihannya dan mulai mencari sumber suara tersebut dan meihat Naeun dari kejauhan. Dengan segera Kai menghapus air matanya dia tidak ingin memperlihatkan kesedihan kepada sahabat nya itu.

 

“Hei, kau ku panggil kenapa tidak menjawab huh?” Naeun berdiri disamping Kai sambil melipatkan tangannya di depan dadanya

 

“Aku mendengarnya tapi aku tidak ingin menjawab sambil berteriak seperti orang gila” sambil melihat sekitar

 

“Aish. Sedang apa kau disini?”

 

“Hanya cari angin segar, kau sendiri?”

 

“Aku hanya sedang bosan dirumah, ingin minum kopi dengan ku?”

 

“boleh juga”

 

 

 

@Coffee Shop

 

“Apa kau punya masalah Kai? Ceritakan padaku”

 

“Tidak ada, aku tidak ada masalah” mencoba tersenyum

 

“Jangan bohong kepada ku” sambil meminum kopi

 

“Hanya saja aku sedang rindu seseorang” menatap Naeun

 

“Perempuan itu?”

 

“Hem, menurut mu jika suatu hari nanti aku bertemu dengan nya apa dia akan mengenali ku?”

 

“Kau bercanda? Tentu saja walaupun kalian sudah lama tidak bertemu pasti dia akan tetap ingat kepadamu”

 

“Ku harap juga begitu” meminum kopi nya

 

“Hei, kopi disini enak. Aku baru pertama kali kesini, apa kau sering kesini?”

 

“Em, ini tempat favorite ku di musim dingin. Jadi jika suatu hari kita tidak bertemu lagi dan kau rindu kepadakukau dapat menemuiku disini”

 

“Apa yang kau katakan kita akan selalu bertemu” Kai membulatkan matanya

 

“Aku kan hanya bilang jika”

 

“Hei Kai, kau percaya tidak?”

 

“Apa?”

 

“Eomma bilang kalau kita mencintai seseorang kita akan merasakan ada banyak kupu-kupu di perut kita”

 

“Benarkah? Kalau begitu apa kau pernah merasakannya?”

 

“tidak”

 

“Aku juga”

 

“Bagai mana dengan kekasih mu yang dulu”

 

“Aku tidak merasakan sesuatu yang aneh diperutku. Aish sudahlah ini sudah larut malam sebaiknya kau pulang”

 

“Kau sendiri tidak pulang?”

 

“Aku akan disini dulu untuk beberapa menit”

 

“Baiklah Kai, aku pulang dulu. Annyeong”

 

“Annyeong”

 

 

 

ooOoo

 

 

 

Tok…tok… tok…

 

“Naeun ada tamu” ibu Naeun berteriak dari dapur

 

“Ne eomma”

 

Aish siapa sih. Aku sedang asik smsan dengan tukang tidur itu.

 

Dengan malas Naeun keluar dari kamar nya dan mulai menuruni tangga kamarnya. Terlihat dari raut wajahnya dia sedang kesal. Saat dia membuka pintu rumah wajah kesalnya berubah drastis.

 

“Yooonnnaaaa…” teriaknya dan langsung memeluk temannya itu

 

“Bagaimana kabarmu?”

 

“Sangat sangat sangat baik, bagaimana dengan mu?”

 

“Lebih dari baik karena bisa melihat kota ini lagi, ganti bajumu kita pergi ketaman. Aku tidak punya banyak waktu karena lusa aku sudah harus pulang ke Amerika”

 

“Secepat itu?”

 

Yoona hanya menganggukan kepalanya dan mendorong Naeun kedalam agar cepat mengganti bajunya.

 

“Dimana eomma?”

 

“Di dapur” jawab Naeun sedikit berteriak karena dia berada di lantai 2

 

Dengan sedikit mengendap-endap Yoona pergi kedapur menemui ibu Naeun, Yoona juga memanggil ibu Naeun dengan sebutan eomma karena disaat ibu Yoona meninggal karena kecelakaan ibu Naeun lah yang merawatnya.

 

“Eomma..” Yoona memeluknya dari belakang

 

“Oh kau mengejutkan ku. Apa kau baru sampai?”

 

“Em”

 

“Kenapa tidak bilang, nanti eomma akan menjemput mu di bandara”

 

“Aku sudah besar eomma tidak akan tersesat lagi”

 

Ibu Naeun mengacak rambut Yoona dengan lembut

 

“Oh iya eomma aku membawakan eomma sesuatu”

 

“Ah coklat, gomawo ne kau tau kesukaan ku”

 

“Dan bagaimana kabar ayah mu apa dia baik-baik saja?”

 

“Ne, dia baik. Awalnya dia ingin pulang ke Korea bersamaku karena ada urusan mendadak dia harus pergi ke New York hari ini”

 

“Ah aku mengerti dia memang orang yang sibuk”

 

“Yoona ayo kita berangkat” panggil Naeun sambil menuruni tangga

 

“Eomma aku dan Naeun jalan-jalan dulu ya”

 

“Ne, hati-hati”

 

 

 

ooOoo

 

 

 

“Taman ini tidak berubah, masih sama seperti 2 tahun yang lalu”

 

“Yoona, hari ini kan hari minggu bagaimana kalau kita ke Sungai Han pasti seru”

 

“Aku tidak ingin kesana”

 

“Kenapa? Bukanya dulu kita sering kesana”

 

“Tempat itu terlalu menyakitkan” jawabnya sambil melihat langit

 

“Aku tidak mengerti”

 

“Kau tidak perlu tahu”

 

“Aish kau ini masih saja menyimpan rahasia dariku”

 

“Naeun, aku ingin membeli kopi untuk menghangatkan badanku kau mau?”

 

“Ne, beli 3 ya”

 

“1 untuk siapa?”

 

“Teman ku katanya ingin kemari”

 

“Oh baiklah”

 

Disaat Yoona akan menyeberang jalan untuk membeli kopi terdengar suara laki-laki berteriak memanggil namanya. Yoona sangat terkejut karena melihat Kai berlari ke arah nya, tanpa berfikir panjang Yoona berlari sekuat tenaga nya mencoba menghindar dari Kai. Mendengar keributan itu Naeun berdiri dan melihat Kai mengejar Yoona.

 

Selang beberapa menit, terjadi kecelakaan. Mobil sedan dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh seseorang sampai terpental cukup jauh. Darah keluar dari kepala dan mulutnya. Mendengar suara kecelakaan itu Kai berhenti dan berpaling ke arah kejadian itu. Kai berlari melihat korban itu wajahnya mulai cemas dia teringat dengan Naeun. Dan benar saja korban itu adalah Naeun, Kai memeluk Naeun yang penuh dengan darah.

 

“Kai…” panggilnya dengan suara serak

 

“Ne, Naeun” Kai tidak bisa membendung air mata nya karena melihat Naeun dengan keadaan seperti itu

 

“Jangan menangis” Naeun tersenyum getir

 

“Bertahanlah, sebentar lagi ambulan datang”

 

“Aku tidak yakin, aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu”

 

“Apa itu”

 

“Dari awal aku kenal dengan mu aku sudah merasakan bahwa ada beribu-ribu kupu-kupu diperut ku”

 

“Ne?”

 

“Aku mencintai mu Kai”

 

Kai menatap Naeun air matanya masih berjatuhan

 

“Aku titip Yoona dan eomma ya” Naeun dengan perlahan menutup matanya

 

“Ya! Sadarlah ambulan sudah datang jangan tinggalkan aku”

 

 

 

ooOoo

 

 

 

“Kai, bagaimana keadaan anak ku?”

 

“Aku juga belum tahu eomma, dokter masih didalam”

 

“Dan bajumu? Separah itukah”

 

Kai hanya diam dia tidak ingin membuat ibu Naeun terlalu cemas

 

“Dimana Yoona, Kai?”

 

“Yoona? Eomma kenal Yoona?”

 

“Tentu saja dia sudah ku anggap anak ku juga sama sepertimu”

 

“Aku tidak tahu eomma” Kai menunduk

 

“Aku kecewa dengan anak itu padahal tadi dia pergi bersama Naeun “

 

“Eomma jangan marah kepadanya. Ini semua salah ku”

 

“Maksud mu Kai?”

 

“Yoona adalah mantan kekasih ku, disaat aku ingin mendekatinya dia lari dan aku mengejarnya mungkin Naeun melihat kejadian itu dan mencoba mengejar kami dan terjadilah kecelakaan itu”

 

Ibu Naeun mengambil napas panjang “ Sudahlah Kai semua ini sudah terjadi”

 

“Eomma..”

 

“Yoona, kau dari mana saja?”

 

Kai langsung menengok kearah Yoona dan ibu Naeun. Kai ingin sekali memarahi Yoona karena seandainya Yoona tidak berlari maka semua ini tidak akan terjadi tapi Kai mencoba menenangkan dirinya. Rasa cinta Kai sekarang berubah menjadi datar seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa antara dia dan Yoona di fikiranya sekarang hanyalah Naeun.

 

Dokter pun keluar dari ruangan Naeun. Sambil melepas maskernya “Mohon maaf nyonya kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkata lain”

 

Mata Kai memerah, rahangnya mengeras. Kai berlari kedalam untuk melihat Naeun terakhir kali nya. Air matanya mengalir sangat deras. Ditatapnya wajah Naeun yang pucat itu.

 

“Secepat inikah kau pergi? Tidak bisakah kau bangun lagi walaupun hanya sebentar? Aku juga ingin mengatakan sesuatu, sejak awal aku melihat mu di gerbang sekolah aku merasakan sesuatu yang aneh diperut ku. Aku juga mencintai mu Naeun”

 

Ibu Naeun masuk ke dalam ruangan dan menangis hebat melihat putri nya yang pergi mendahuluinya. Kai memeluk ibu Naeun mencoba menenangkan nya.

 

“Kai. Mungkin ini memang jalannya”

 

“Ne, eomma”

 

“Tolong ikhlas kan dia, eomma juga akan mengikhlaskan nya”

 

“Ne, eomma”

 

Ibu Naeun pun menutupi wajah Naeun dengan kain putih.

 

 

 

ooOoo

 

 

 

5 months later

 

@Coffee Shop

 

Naeun kau bohong kepadaku. Kau bilang jika aku rindu kepada mu aku dapat menemui mu disini. Tapi nyatanya kau tidak ada.

 

Kai”

 

Kai mencari arah suara yang memanggil namanya

 

“Kai disini”

 

Kai melihat keluar dan melihat seorang perempuan dengan rambut hitam panjang berpakaian musim dingin sedang menyeberang.

 

“Bukanya sekarang musim panas? Apa itu…. Naeun?”

 

 

 

End

2 thoughts on “Look At Me | One Shoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s