WHO ARE YOU? | Part 7

 

whoareyou

Author : nuninuno407
Title : WHO ARE YOU? (Part 7)
Genre : Romance, Family, etc.
Length : Series
Rated : PG 15+
Main Casts :
Cho Kyuhyun
Kim Nae Ri (OC)
Support Casts :
Kim Soo Ro as Nae Ri’s Appa
Kim Heechul as Nae Ri’s Oppa
Lee Sungmin as Kyuhyun’s BF
Song Hye Mi (OC) as Nae Ri’s BF
Park Sehyun (OC)
and other casts will be mentioned in the following story.
Disclaimer :
This Fanfic is mine, all the casts belong to themselves. NO BASH! ^^ COPAST is not allowed without permit. Ah, I wanna say something to all readers that this FF inspired by “50 first date” movie, but the story line quite different. Setelah nonton itu film jadi terinspirasi bikin FF yang ceritanya hampir mirip film itu chingudeul, Happy Reading ^^
Summary :

Cho Kyuhyun, seorang namja dengan kelebihan dibandingkan namja yang lain. Tinggi yang memenuhi rata-rata serta paras tampannya membuat para yeoja takluk dihadapannya, pun juga suara malaikatnya yang membuat hati siapapun luluh mendengar setiap nada yang dinyanyikan namja itu. Dia terkenal dengan sebutan “evil player”, selain sangat tergila-gila dengan stick PS nya, bermain game dia juga terkenal suka mempermainkan hati perempuan. Namun semuanya berubah saat dia menemukan yeoja lain yang sangat berbeda dengan yeoja pada umumnya. Yeoja aneh yang memiliki sifat berbeda daripada yang lainnya, membuat seorang namja seperti Kyuhyun ingin sekali membantu yeoja aneh itu. Apakah dia juga akan takluk kepada seorang Cho Kyuhyun?.

Part 7
Cho Kyuhyun’s POV
“Jadi….kalian sudah berpacaran?” Hye Mi melotot kearahku lalu saling berpandangan dengan Sungmin Hyung.
“Jjinja?” Sahut Sungmin saat Nae Ri tersenyum .
“Dan kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?” Godaku.
“Mworago?” Hye Mi tersedak saat meminum orange juicenya lalu menatapku tajam, Sungmin Hyung hanya tersipu malu.
“Neo…!!” Hye Mi akan menyerangku namun Nae Ri menggagalkannya .
“Ya Hye Mi-ah, meskipun ingatanku lemah tapi aku bisa merasakan kau mempunyai perasaan terhadap Sungmin oppa” Nae Ri ikut menggoda Hye Mi.
“YYA! Kalian berdua benar-benar pasangan yang cocok.” Sahut Sungmin.
“Aigoo…lihatlah sekarang setelah kau berhasil mendekati uri Nae Ri bahkan kau mencuci otak sahabatku ini.” Hye Mi memandangi kami sambil melipat kedua tangannya.
“Kau benar-benar namja yang romantis, bahkan kau terus berusaha mendekatinya ketika dia terus menolak untuk kau dekati, bahkan membuatnya jatuh cinta kepadamu setiap hari.” Tammbahnya.
“Aish….kau terus saja membuatku malu. Lagipula meskipun dia menolak sebenarnya dia menyesal dan ingin sekali berkenalan denganku.” Sahutku
“Yya! Cho Kyuhyun! Neo…”
“Mwo? Kau menyebut namaku? Ah….haha rasanya senang sekali sekarang setidaknya kau bisa mengingat namaku setiap hari meskipun harus diawali dengan mata sembab karena setiap pagi kau selalu disuguhi video konyol buatan kami itu lalu menangis setidaknya 2 jam sebelum akhirnya kau bisa mulai menerima keberadaanku.” Aku menatap kearah Hye Mi dan Sungmin Hyung yang juga tertawa.
“Jjinja?” Respon yang selalu sama keluar dari mulut Nae Ri.
“Hya…Hya…Hya bahkan kau selalu berkata, JJINJA? AH JJINJA? JEONGMAL? Aigo…kau memang mempunyai penyakit yang benar-benar daebak!” Celetuk Sungmin lalu Hye Mi segera menyumpal mulutnya dengan tangan kanannya.
“Ah Jjin…..” Nae Ri tak melanjutkan kata-katanya karena dia sendiri akhirnya tersadar bahwa memang penyakitnya tak akan pernah bisa disembuhkan.
“Kkeunde, gwencana Nae Ri ah, ada Kyuhyun yang sudah berjanji akan terus bersamamu dan menjagamu.” Sahut Hye Mi diikuti senyuman hangat dari Nae Ri.
Aku hanya bisa ikut tersenyum, benarkah? Apa aku akan selalu bisa menjaganya?. Entahlah.
—————-
“Gwencana?” Tanyaku pada Nae Ri yang masih terdiam.
Kami berada di taman belakang rumahnya, tepat duduk disebuah ayunan milik Nae Ri yang masih kuat untuk dinaiki 2 orang. Nae Ri hanya tersenyum, lalu dia mengeluarkan smartphone miliknya dan membukan aplikasi video dan bersiap untuk merekam. Dia beranjak dan berdiri lalu sedikit berjalan-jalan untuk melihat view yang tepat. Kami pun berdua mengitari taman itu.
“Aku akan merekam sesuatu tentangmu, agar disaat bangun tidur akan lebih mengetahui semua hal tentangmu, bukan bagaimana awal kita bertemu tapi apa saja yang sudah kita lewati.”
“Baiklah” Jawabku lalu bersiap untuk direkam.
“Siap?”
“Eoh…”
“Cho Kyuhyun-ssi”
“Ye…”
“Ah…chagi, bagaimana kabarmu hari ini?”
“Neo…aishh dasar, aku sangat bahagia.” Aku lalu tertawa.
“Wae?”
“Karena uri Nae Ri sudah menjadi millikku.”
“Kau bahagia?”
“Eoh…”
“Bahagia? Bahkan harus bersabar untuk menungguku melihat video tentangmu, menemuimu, mencoba mengenalimu, sebelum akhirnya benar-benar yakin kau memang namjachinguku?” Pertanyaan itu membuatku sedikit terdiam.
“Eoh…aku bahagia” Jawabku sambil tersenyum kearah kamera ponselnya.
“Coba ceritakan sesuatu tentangmu?”
“Hmm…aku pernah mengalami kecelakaan bahkan hingga hampir kehilangan kesempatan untuk bisa bernyanyi lagi, aku juga sangat menggilai stick PS, games, semuanya”
“Lalu…” Nae Ri tertawa sambil mengarahkan ponselnya kearahku.
“Aku juga bermimpi bisa menjadi penyanyi terkenal, apalagi? Apa yang ingin kau ketahui?”
“Kau mencintaiku? Apa kau bisa mencintaiku setiap hari seperti aku melakukannya untukmu? Apa kau tak akan bosan menghadapi yeoja pelupa sepertiku?” Nae Ri dengan mantap menatapku seolah berharap dia akan mendapatkan jawaban pasti bahwa aku sangat mencintainya.
“Ah…aku tak ingin memojokkanmu tapi aku hanya ingin mengumpulan semua informasi….ngg, dan agar rekaman ini selalu baru setiap harinya….kalau kau tak bisa menjawab…” Nae Ri terlihat gugup.
“Tentu”
“Huh?”
“Cinta adalah sesuatu yang sulit diartikan dengan mudah, bisa aku coba artikan dengan setiap sore aku pergi ke kafe waffelova, melihatmu membuat sesuatu yang selalu berbeda dengan waffel milikmu…” Nae Ri mendengarkan dengan baik setiap kata-kataku.
“Dan mengalami hal yang berbeda setiap harinya, atau lebih tepatnya sebuah penolakan meskipun tak pernah ada kata jera untukku.”
“Membuatku seperti namja gila untuk bisa mendekatimu, ya tentu saja aku sangat mencintaimu.”
“Bahkan melebihi orang lain, Kim Nae Ri.” Nae Ri tersenyum
“Ya, setelah mendengar itu aku rasa kau memang benar-benar mencintaiku. Lalu bagaimana perasaanku padamu? Apakah aku juga mencintaimu?” Nae Ri menghentikan untuk merekam lagi, dia lebih terfokus dengan percakapan kami.
“Ya…kau sangat mencintaiku, dan kau selalu tergila-gila padaku setiap harinya” Aku mendekatinya, membuat langkah kakinya mundur, lalu evil smirk pun muncul dari ujung bibirku.
“Dan sejak lama kau selalu ingin bemersaan denganku, menggilaiku.” Aku terus melangkah dan membuatnya terduduk tepat diayunan dan aku berada tepat didepannya, sedikit menunduk melihat kearahnya.
Aku terus mendekat hingga jarak diantara kami hanya beberapa inchi, aku terus mendekat, dan bisa merasakan hembusan nafasnya yang mulai tak beraturan. Aku tersenyum lalu dengan perlahan melayangkan sebuah ciuman pada bibir Nae Ri. Dia mengalungkan kedua tangannya dileherku dan menyambut ciuman hangatku.
“Merasa lebih baik sekarang?” Tanyaku yang masih berada tepat di wajahnya, melihat dengan jelas wajahnya yang terlihat cantik itu dan dia masih mengalungkan kedua tangannya dileherku.
“Tak ada yang bisa mengalahkan ciuman pertama” Nae Ri tersenyum.
Segera aku melayangkan sebuah ciuman untuknya lagi, malam itu sangat indah. Ini adalah ciuman pertama baginya, ciuman pertama kami. Dia sangat menikmati itu semua, ciuman pertamanya dengan orang yang selalu dia coba ingat setiap harinya.
———–
“Tak ada yang bisa mengalahkan ciuman pertama” Nae Ri tersenyum.
Ini adalah ciuman kami yang kesekian kalinya, ditempat yang berbeda. Kali ini aku dan Nae Ri berada di pulau Nami menikmati suasana romantis disana. Tak lupa aku menyamarkan diri agar tak ada satu orangpun yang tahu. Ya, Nae Ri memang tak pernah tahu siapa sebenarnya Cho Kyuhyun itu. Aku hanya tak ingin dia terbebani nantinya dengan mengetahui bahwa aku adalah seorang publik figur meskipun dia akan melupakan itu keesokan harinya namun aku memilih untuk tidak mengatakan itu, dan aku serta orang terdekat Nae Ri sepakat untuk menyembunyikan hal itu darinya.
“Tak ada yang bisa mengalahkan ciuman pertama” Nae Ri tersenyum.
“Aku pernah mendengar itu” Jawabku lalu kembali menciumnya.
Kami berada di taman rumah Nae Ri, tepat dimana dulu ciuman pertamanya denganku. Sudah hampir 1 bulan aku menjalani hubungan dengannya, tak ada masalah sejauh ini. Hanya saja aku harus menunda beberapa proyek album milikku.
Menjalani hari-hari bersamanya sebagai orang biasa membuatku sangat bersemangat, ya meskipun Sungmin Hyung telah menyetujui kami namun dia selalu saja memintaku untuk lebih fokus terhadap pekerjaanku. Dia dan Hye Mi sudah resmi berpacaran dan bahkan memutuskan untuk segera menikah, entahlah mungkin memang mereka sudah merasa sangat cocok. Membuatku sedikit iri.
“Appa dan Oppa pulang malam, apakah kau mau menemaniku sampai mereka pulang?”
“Eoh…tentu saja”
“Baiklah akan kubuatkan kopi untuku, kajja” Ajaknya.
Aku melangkah menuju kearahnya dan memeluknya dari belakang. Nae Ri membuatkan kopi untukku dan aku meletakkan daguku tepat di bahunya.
“Nae Ri-ah..”
“Wae?”
“Apa kau akan membuatkan kopi setiap hari untukku? Kau bersedia?”
“Tentu saja, aku akan membuatkan kopi yang enak untukmu setiap hari chagi-ya…”
“Dan selalu menjadi orang pertama saat aku membuka mata dipagi hari?”
“Mwo?”
“Menjadi orang pertama saat aku membuka mata di pagi hari”
Nae Ri hanya terdiam, entahlah mungkin dia juga berfikir apakah mungkin kami bisa bersama sampai menikah? Apakah aku masih akan bertahan untuk menghadapinya? Tapi dia membutuhkanku.
“Ini minumlah…” Nae Ri tersenyum, menyerahkan secangkir kopi itu lalu mengusap pelan rambutku karena keringat yang sedikit keluar di dahiku, dia mengusap keringatku lalu mencium pipi kiriku dan mengusap pipi kananku.
“Semoga saja…” Dia mengucapkan itu sambil tersenyum.
Aku menemaninya karena Oppa serta Appanya sedang keluar kota sebentar untuk keperluan pekerjaan. Hujan deras turun, membuatku terjebak dan menemani Nae Ri lebih lama lagi, ini menyenangkan.
“Kita pertama kali bertemu di Waffelova, kita langsung saling menyukai, tapi kau tak ingat aku keesokan harinya” Aku menceritakan hal itu kembali kepadanya sambil memeluknya.
“Kim Nae Ri seorang pelupa, bahkan aku sering menipumu agar kita bisa bicara, tapi yang terbaik saat kau menghajar Sungmin Hyung dengan jurus taekwondomu itu” Nae Ri tertawa bahkan dia sendiri juga tak mengingat hal selucu itu.
“Kim Nae Ri seorang pelupa, otaknya retak seperti fortune cookies”
“Tapi aku akan selalu mencintainya dan tak akan pernah melepaskannya….”
Saat aku sedang menjelaskan itu semua, tiba-tiba saja kepala Nae Ri sudah berada di bahuku. Dia tertidur.
“Aigo…dasar” Aku tersenyum lalu menggendongnya untuk menuju ke kamarnya.
Aku meletakkan tubuhnya dengan hati-hati lalu menyelimutinya. Aku masih enggan untuk beranjak dan memilih untuk mengamati setiap garis wajahnya. Dia sangat cantik. Aku mendekatinya dan tepat berhadapan dengannya.
“Sekarang saatnya ciuman pertama….” “Cupp!!” Aku memberikan ciuman kebibir tipis mungilnya itu.
“Jalja…” Lalu mengusap poninya pelan.
“Hajima…” Tiba-tiba saja langkahku terhenti saat Nae Ri menggenggam tangan kiriku.
“Neo…”
“Aku hanya berpura-pura” Dia terkekeh.
“Aish…jjinja, kau tahu berapa beratmu itu? Aku kesulitan membawamu kemari.”
“YYA! Aku tak segendut itu.”
“Arra…arra, sekarang tidurlah” Kataku, namun Nae Ri mengerucutkan kedua bibirnya, seperti masih kesal.
“Ah….arra” Aku langsung membukan selimutnya dan masuk kesana, menemaninya untuk bisa tertidur lelap.
“Begini?”
“Eoh….chua…” Dia tersenyum
“Aih…jjinja”
Aku memeluk tubuhnya dan menjaganya untuk tertidur lelap malam ini. Lagipula mungkin oppa serta appanya tak akan pulang malam ini karena hujan deras serta petir, angin kencang dan pesawat mereka pasti delay.
“Aku tak ingin tertidur”
“Biarkan seperti ini, aku ingin berada didekatmu”
“Aku takut kau menghilang disaat aku membuka mata besok pagi” Nae Ri terus menggumam
“Yya, paboya…bahkan kau akan melupakanku saat kau membuka mata besok pagi”
“Ani…aku tak akan tidur kalau begitu”
“jjinja? Kau bisa?” Aku merapatkan pelukanku, dan sedikit memejamkan mata.
“Hajima…” Nae Ri menenggelamkan dirinya didadaku.
“Arra…arra”
“Kau akan tidur?” Tanyaku
“Ani…aku akan terus terjaga sampai pagi, supaya aku tidak melupakanmu” Aku sedikit melirik kearahnya, dia memejamkan mata
“Aigo…” Aku terkekeh
“Apa kita bisa melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius?” Dia memejamkan matanya, seolah membaca dengan keras isi hatinya.
“Yya…Kim Nae Ri….” Kataku lirih.
“Ak…aku…akan terus berusaha untuk sembuh…sa…saranghae Cho Kyu…Kyuhyun” Gumamnya.
Kami berdua pun tertidur lelap.
—————
“Argh….Hyung appo” Erangku saat Sungmin Hyung mengompres jidatku dengan batu es.
“Aish….cerewet”
“Ini gara-gara salahmu menginap dirumahnya” Tambah Sungmin Hyung.
“Lagipula aku tidak tahu akan terjadi hal seperti ini.”
“Haha…otte? Kau masih ingin melanjutkannya?”
“Tentu saja” Jawabku mantap
“Aigoo….Kyuhyun sedang jatuh cinta berat”
“Aish…this ahjussi” Aku langsung mengambil kompresan dari tangannya dan berjalan menuju kamar.
“Yya Kyuhyun-ah, malam ini kau ada acara di MBS tv jadi bersiaplah dan jangan kemana-mana”
“Ah…hyung lagipula ini kan masih pagi jadi aku bisa keluar untuk menemui Nae Ri”
“Aish…molla”
“Hyung…bagaimana perkembangan project album versi jepangku?”
“Ah…soal itu, pihak manajemen masih mempersiapkannya dan akan segera meluncurkan albummu jika kau tak berbuat onar dan memenuhi kontrak-kontrakmu itu”
“Aish!!! Jjinja?”.
“Eoh…” Sahut Sungmin Hyung seenaknya sambil memakan sandwich yang ada ditangannya.
“Kkeunde, apa mereka benar-benar akan meluncurkannya?”
“Eoh…tergantung perbuatanmu dan balas budimu kepada mereka haha” Sahut Sungmin Hyung sambil terkekeh.
“Aish…” Aku kembali meneruskan langkahku untuk masuk kedalam kamar.
Aku memandangi dahiku yang lebam karena kesalahanku kemarin menemani Nae Ri. Saat aku hendak mengompres luka itu lagi, aku teringat akan kejadian konyol di pagi hari kemarin. Aku terkekeh namun juga sedikit merasa bodoh karena kecerobohanku.
[Flashback]
AUTHOR’S POV
“Good Morning….” Kyuhyun mengecup kening Nae Ri dan perlahan membuka matanya
Sinar matahari pagi menyilaukan penglihatan mereka, Nae Ri tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, lalu perlahan dia membuka matanya.
“ARRRRRGGGGHHHH!!!!” Nae Ri berteriak sekencang-kencangnya begitu juga dengan Kyuhyun yang lebih tepatnya terkaget dengan teriakan Nae Ri.
Nae Ri terkaget dengan seorang namja yang berada di ranjangnya bersama dengannya dengan satu selimut dan mengucapkan selamat pagi serta mengecup keningnya.
Kyuhyun yang bingung dan setengah sadar karena baru terbangun pun akhirnya mencoba menenangkan Nae Ri yang sudah bersiap mengeluarkan jurus andalan seorang pemegang sabuk hitam taekwondo.
Kyuhyun menelan ludah dan bersiap untuk melarikan diri namun gagal karena Nae Ri menangkapnya dna mengunci tubuhnya.
“YYA!! YYA!! Kim Nae Ri, naeun Cho Kyuhyun”
“Mwo? Dasar mesum!!!”
“YYA!! Aku namjachingumu, aku mengenalmu, kau suka waffels, kau suka coklat, kau suka sekali mendengarku bernyanyi”
“MWORAGO?”
“YYAA!!”
“NEO!!!!!”
BRUK!!!!!!! Tubuh Kyuhyun tergeletak dilantai setelah dahinya terbentur tembok dengan keras mengakibatkan lebam di dahi kanannya itu. Akhirnya dokter keluarga Kim pun datang dan memeriksa Kyuhyun. Beruntung saat itu tepat Appa dan Oppa nya keluar dari taksi dan berjalan menuju rumah, mendengar teriakan Nae Ri refleks mereka pun segera menghampiri sumber suara itu. Nae Ri masih berada didalam kamar melihat video yang biasa ia tonton setiap paginya.
“Dimana Nae Ri?” Tanya Kyuhyun.
“Seperti biasa, dia masih melihat video itu” Sahut Heechul.
“Bagaimana keadaan otak depanku, dok?” Kyuhyun memegangi dahinya
“Tenang saja, ini hanya masalah sepele kau tak akan mengalami goldfield syndrome seperti Nae Ri.” Dr.Lee tertawa
“YYA! Lagipula ini salahmu sendiri karena berani menemaninya, untung saja dongsaengku itu bisa menghajarmu, jadi aku tak perlu repot-repot” Sahut Heechul kesal
“Dia bahkan jauh lebih baik darimu dalam berkelahi” Kyuhyun terkekeh.
“Lihatlah, itu efek karena dia tak kunjung menikah” Ejek Dr.Lee
“Bukan, aku bahkan bahagia dengan hidupku sekarang” Elak Heechul.
Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba saja Nae Ri sudah berada di depan pintu kamarnya, mendengar dengan samar-samar suara orang-orang yang ada di ruang keluarga. Dia memilih untuk tetap berdiri disana dan mendengar setiap perbincangan mereka.
“Aku dengar di berita bahwa kau akan segera mengeluarkan album versi jepangmu dengan segera?” Dr.Lee tiba-tiba saja memberikan pertanyaan yang membuat Kyuhyun sedikit teringat akan mimpinya itu.
“Kapan rencana itu dimulai? Bahkan sepertinya di Korea saja sudah banyak penggemarmu.” Lanjut Dr.Lee, dan tatapan tajam keluar dari mata Heechul.
“Sekitar 2 tahun yang lalu” Jawab Kyuhyun mantap.
“Saat itu aku bahkan masih baru debut dan agensiku meminta agar aku lebih fokus untuk album versi jepangku yang mungkin segera dirilis setelah album ke 2 ku dirilis.” Kyuhyun memikirkan mimpinya itu.
“Ya, yang aku tahu memang penyanyi dari agensimu itu memiliki suara yang bagus-bagus” Sahut Nae Ri appa.
“Ya, tolong hitung aku juga” Celetuk Kyuhyun membuat semua tertawa.
“Kau sudah bilang Nae Ri akan rencanamu itu?” Sahut Kyuhyun membuat semua terdiam.
“Sebenarnya tak ada yang perlu aku katakan, karena sepertinya album itu hanya trik manajemenku untuk membuatku tetap ada di agensi mereka. Lagipula Nae Ri membutuhkanku” Jawab Kyuhyun tenang.
Nae Ri mendengar itu semua, hatinya seperti sakit karena orang yang bahkan tak bisa ia ingat pun sangat begitu peduli. Ia terdiam, meletakkan kepalanya di bagian pintu, memikirkan semua, mencoba mengingat, namun gagal.
“Aku khawatir kalau saja aku fokus dan mulai promosi album itu ke Jepang dan pergi hampir satu tahun nanti aku bisa merusak kemajuan yang ia buat.”
“Kalian mungkin berfikir aku gila, entahlah tapi aku rasa dia mulai bisa mengingat siapa aku” Jawab Kyuhyun pasti.
Kim Sooro hanya menunduk, Dr.Lee menepuk bahu Kyuhyun mencoba menguatkan, dan saat itu pula Heechul pun yang sedikit membenci Khyuhyun perlahan yakin bahwa namja itu memang benar-benar mencintai dongsaengnya.
“Itu yang kau yakini, tapi kita semua tahu dia tak akan pernah bisa sembuh, Cho Kyuhyun.” Sahut Kim Sooro.
“Kita semua juga ingin begitu, tapi itu takkan pernah terjadi” Lanjut Kim Sooro.
“Baiklah aku pergi dulu, katakan padanya aku akan menjemputnya sore ini karena besok sepertinya aku sibuk” Kyuhyun berpamitan.
“Ia bisa pergi ke bulan atau planet lain, dan Nae Ri tak akan pernah tahu itu” Sahut Heechul.
Kim Nae Ri menutup kembali pintu kamarnya, dia berlutut dan merasa sangat bersalah dengan keadaannya yang menyulitkan banyak orang. Dia hanya merenung dan mencoba memikirkan jalan terbaik untuk hubungannya dengan Kyuhyun yang ternyata adalah seorang penyanyi terkenal.
————-
“Hyung aku mau pergi dulu sebentar”
“YYA! Kau mau kemana? Jangan lupa nanti sore kau ada jadwal menyanyi”
“Arra…”
“Aku pergi dulu chagi….” Tambah Kyuhyun, membuat ahjumma yang sedang memasak mendadak membeku.
“Aish….jjinja” Sungmin melirik ahjumma yang membeku itu lalu tersenyum, dan menjelaskan untuk kesekian kalinya karena dia sudah memiliki Hye Mi dan akan segera menikah.
Kyuhyun bersiap untuk menemui Nae Ri hari ini, karena kemarin dia tak berhasil menemui Nae Ri. Dia sangat merindukan yeoja itu, dan sebelum menjemput Nae Ri dia menyempatkan mampir ke kafe waffelova.
“Kau mau pesan apa Kyuhyun-ah?” Tanya Hye Mi kepadanya.
“Chocolate waffels dan orange juice” Jawab Kyuhyun lalu Hye Mi beranjak pergi.
“Cho Kyuhyun?…”
Nae Ri berjalan perlahan mendekati Kyuhyun.
“Ah…Nae Ri-ah” Kyuhyun tersenyum.
“Bagaimana dengan dahimu? Gwencana? Mianhe…”
“Gwencana….jangan khawatir dan aku masih ingin menjemputmu tapi kau sudah kemari?” Kyuhyun tersenyum hangat.
“Aku baru saja melihat video itu dan Hye Mi menelponku kalau kau akan datang kemari, jadi aku putuskan untuk kemari.”
“Apa itu?” Kyuhyun melihat Nae Ri membawa sebuah buku yang lebih tepatnya sebuah diary berukuran cukup besar berwarna hitam.
“Buku harianku, aku menulisnya tiap malam sebelum tertidur.” Nae Ri tersenyum dan membukan bukunya itu lalu menunjukkannya kepada Kyuhyun.
“Wae? Kau tak suka video buatanku?”
“Ani…hanya saja itu terlihat seperti orang-orang sedang bercerita kepadaku tentang kehidupanku, maka dari itu aku membuat ini agar aku bisa membaca, mengingat dari sudut pandangku yang sedang bercerita tentang semua perasaanku kepada diriku sendiri.” Nae Ri tersenyum.
“Kapan kau mulai menulis ini?”
“Saat pertama kali kau memberikan video itu, aku menulis semuanya disini.”
“Jjinja?”
“Eoh…”
“Aku gugup untuk datang kemari karena harus menemui namja yang membuatku jatuh cinta setiap hari” Kyuhyun terdiam mendengar perkataan Nae Ri.
“Aku kira kau tak sanggup melakukan itu”
“Tidak, bukan karena menemuimu karena aku ingin bertemu denganmu, karena aku gugup menemui untuk bisa berkata bahwa…”
Waktu seakan berhenti, Nae Ri perlahan mengucapan dan meneruskan kalimatnya itu.
“Karena aku….”
“Karena aku datang untuk mengakhiri hubungan kita, Cho Kyuhyun”
Apakah semuanya akan berakhir begitu saja? Apa memang tak ada harapan untuk mereka berdua? Apakah Kyuhyun akan mencoba melakukan apa yang Nae Ri inginkan?
——–
PS.
Ini adalah chapter menjelang chapter terakhir, mian kalau FF ini nggak semaksimal FF pertama author, gomawo udah mau baca FF gak jelas author hehe. Kurang 1 lagi udah selesai dan author lagi rencana mau bikin FF fantasy lagi nih, ya sejenis ALLEGRO ALLEGORA tapi castsnya para member EXO ^^ jangan lupa mampir ke blog author : sweetlollipop2810.wordpress.com , twitter: @nurrypermana , FB: nurry permanaa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s