Unperfect | Part 2

 

XIUMSEHUN

Title : Unperfect

Cast : IU

Xiumin (EXO)

Sehun (EXO)

Hyorin (Sistar)

Genre : Dramatic, Love story.

 

Episodes : 2/5

2 tahun berlalu setelah kematian Yuri aku mulai dekat dengan Xiumin. Entah apa yang terjadi, aku merasa sangat nyaman bersamanya.

Bahkan dia pernah berkata padaku kalau dia ingin menjadi mata dan kakiku serta tak boleh ada yang membantuku selain dia.

Entah aku merasa aneh, bingung dan jengkel karena Xiumin. Tapi, aku juga senang ada yang peduli kepadaku. Suatu saat, dia mengajakku pergi. “IU!” panggilnya menyadarkanku dari lamunanku. ”Eh Xiumin. Ada apa?” aku berusaha menyembunyikan keterkejutanku.

“Hmm, gak apa-apa. Kau lapar?” “Hmm, sedikit. Memang kau mau makan apa?” “Aku bawa bekal dari rumah. Seperti yang selalu kau lakukan.” Kalimat itu membuat aku kembali teringat dengan Yuri. Kami selalu makan bersama saat siang datang. Aku tak sadar kalau air mataku kembali mengalir. “Eh, ada apa? Kenapa kau menangis?” saat kudengar dia berbicara, kurasakan ada tangan yang mengelus pipiku. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat ditanya seperti itu. “Aku ambil makananku dulu ya.” Katanya sambil meninggalkanku saat itu. Aku hanya bisa mengusap kedua pipiku dari air mata yang terus mengalir ini. Aku langsung mengambil makananku, tapi ada tangan yang coba mengambil makananku. Aku coba pertahankan, tapi. “Biar aku yang ambilkan.” Suara Xiumin yang membuat aku tak menahan tanganku disana. Aku hanya kembali menunduk. Mungkin, aku sebenarnya ingin sendiri mengingat Yuri, tapi aku juga tak mau meninggalkan Xiumin dalam kesedihanku ini. Dalam lamunanku, Xiumin memanggilku lagi. “Buka mulutmu!” saat kubuka mulutku, aku merasakan daging yang dibuat dari rumah.

Entah siapa yang buat, namun aku bahagia karena ada yang memperhatikan aku. “Lagi?” tanyanya terus saat kurasa makanan dalam mulutku telah habis. Hingga kurang lebih sekitar 10 menit, kudengar suara lunch box-ku tertutup.

Aku tersenyum karena sudah lama tidak ada yang menyuapiku seperti itu. Aku bahagia. Libur hari ini, hanya kuhabiskan dirumah saja.

Namun, bosan pun menghinggapiku juga. Aku memutuskan untuk duduk-duduk saja di Taman depan rumahku. Saat aku sedang duduk-duduk diayunan tempat aku bersama ibuku dulu, kudengar ada seorang laki-laki datang.

Tapi, suara ini pernah kukenal dulu saat masih SMP. Apakah ini dia? “Lama tak jumpa IU. Kau makin cantik saja.” Suara yang tak berubah sejak 5 tahun yang lalu. Suara yang tak pernah ku lupa. “Sehun? Ini kamu?” “Iya. Ini aku.” Kurasakan dia duduk disampingku.

Kurasakan dia memegang tanganku dan memberikan sesuatu yang kurasa itu bunga. Dari harum dan aromanya, dia memakai minyak wangi mawar kesukaanku.

Membuatku merasa nyaman didekatnya. Kami membicarakan apa saja yang terjadi semenjak kami berpisah. Dari ceritanya kuyakin dia menjadi anak orang kaya yang sangat sukses saat kusentuh lengan bajunya. “Saat ini, aku tidak tinggal di Seoul. Tapi, aku datang kemari karena aku ingin bertemu denganmu lagi.” Kata Han yang tampak dari nadanya bicara, dia ingin aku tetap disisinya. “Kamu tidak tinggal di Korea? Lalu, kamu tinggal dimana?” “Aku tinggal di New York. Kebetulan, Sekolahku sedang libur. Aku memutuskan untuk mengunjungimu.” “Kamu tahu dari mana aku disini?” “Hmm, aku tahu dari teman-teman SMP kita. Mereka mengatakan kalau kondisi kamu tidak terlalu membaik. Jadi, aku ingin bertemu dengan kamu.” “Hmm, terima kasih sudah mengkhawatirkanku. Aku tidak apa-apa.” “Bisa aku mengajakmu pergi?” “Kemana?” Aku sempat teringat dengan Yuri mendengar kata-kata seperti itu. “New York. Setelah kamu lulus, aku akan langsung menguruskan kepergian kamu ke Amerika. Bagaimana?” Aku masih terus memikirkan apakah aku tinggal di Korea apa Amerika. Aku tak ingin pergi dari kampung halaman orang tuaku. Tapi, perkataan Sehun yang membuatku harus berfikir lagi.

(Flashback) “Kalau kamu tinggal bersamaku. Kamu tidak akan sendiri.

Kamu akan bahagia denganku. Apa kamu tidak merasakan bahwa kamu butuh seseorang untuk hidup sesudah ini? Walaupun ajudanmu banyak, pembantumu banyak, tapi apakah kamu selalu aman? Aku harap kamu memikirkan hal ini.” Kata Sehun mencoba meyakinkan diriku. (Comeback) Saatku sedang memikirkan hal ini, Xiumin datang membuyarkan lamunanku. “IU. Kamu baik-baik saja?” kata Xiumin sambil menepuk bahuku. “Eh, aku baik. Ada apa?” “Aku mau memberikan sesuatu. Aku tak tahu ini berguna atau tidak.” Xiumin menggenggam tanganku dan memberikanku sebuah buku.

“Buku? Hmm, kamu mau meledekku lagi?” aku agak bingung dan kesal karena belum tahu maksud Xiumin. “Kamu bisa membaca braile kan?” “Braile? Ini buku tentang apa?” aku langsung meraba buku ini. Walaupun masih banyak kata-kata yang belum aku hapal, tapi, aku semangat untuk mencari tahu buku ini. “Judulnya Love Star. Aku pikir kamu akan suka.” “Aku suka. Terima kasih ya Xiumin.” “Sama-sama. Baca ya.”

Aku bahagia dengan yang kuterima dari Xiumin.

Namun, aku bertambah pusing karena dengan kebaikan Xiumin, aku semakin ingin bertahan di Korea. Ajakan Sehun juga tak bisa aku sampingkan.

Memang aku akan menjadi sendiri setelah aku lulus, dan bersama Sehun akan membantuku untuk hidup. Tapi, aku juga ingin tetap berusaha bersama teman-temanku di Seoul, di Korea.

Apa yang harus kulakukan? Siang ini, aku berencana bertemu dengan teman lamaku bersama Sehun, Hyorin. Dia seangkatan denganku.

Dulu, dia selalu menjadi primadona di SMP. Bahkan dulu, Sehun sempat ingin berkenalan dengan Hyo.

Sekarang dia masih tinggal di Kota Gangnam. Ya, kuyakin saat ini dia juga menjadi anak orang yang semakin kaya seperti Sehun. Setelah 15 menit, kami sampai di sebuah Rumah yang kuyakin sangat mewah.

Karena kudengar suara Sehun yang seperti terkejut. “Kita sudah sampai?” “Iya. Beda sekali dengan dulu.” Kudengar suaranya seperti terkejut. “Apakah Rumahnya tetap seperti dulu?” “Kukira andai kau bisa melihat, kau akan sangat terkejut.” “Hmm, apakah tamannya luas?” “Iya, sangat luas. Ayo kita turun.” Sehun menggandeng tanganku turun dari mobil. Kami pun langsung menuju ke depan pintu Rumah Hyo.

Kudengar Sehun mengetuk daun pintu Rumahnya. “Halo. Apakah ada orang?” “Ya, tunggu!” Kudengar suara seorang wanita dari balik pintu. “Ya, siapa?” “Kau masih ingat aku? Hyorin ingat?” “Kau Sehun? Benarkah? Kau terlihat berbeda sekali.” “Ah. Oh iya, Hyo. Kamu ingat IU?” “IU?” “Ini IU. Kamu ingat kan?” Sehun memperkenalkanku pada Hyorin.

Namun, aku tak mendengar komentar dia saat aku menyapanya. “Apa kabar Hyo? Aku” “Silahkan masuk!” Kata-kataku terpotong saat dia mengajakku masuk. “Apa kabar Sehun? Kudengar orang tuamu sukses besar tahun lalu ya?” Hyorin memulai obrolan kami. Namun, aku merasa ada sesuatu yang sepertinya menyudutkanku. “Aku baik. Itu tidak terlalu luar biasa.

Ini hanya kesuksesan ayahku berbisnis. Kau masih ingat IU kan?” “Iya. Aku tak pernah lupa. Dulu dia pernah menarik perhatian Kai oppa. Bahkan lebih dari yang aku lakukan dahulu. Setelah dia datang, aku menjadi terpinggirkan olehnya.” “Maafkan aku. Aku tak tahu kalau kamu itu pacarnya Kai oppa.

Maafkan aku.” Aku ingat, memang dulu aku sempat sering dekat dengan Kai oppa untuk menjadi teman mengobrolnya.

Yang aku tidak tahu, kalau Hyo menyukai Kai oppa. “Sudahlah. Itu tak penting. Sudah berapa lama kalian jadian?” “Jadian? Siapa?” “Kamu dengan kak Sehun.” Aku baru sadar kalau aku terus memegang tangan Sehun sejak masuk rumah Hyo. “Eh, tidak-tidak. Aku hanya meminta bantuan dia menuntunku sampai kesini.” “Sejak kapan kamu buta?” “Eh, kamu kok kasar sekali?” Sehun mencoba melerai kami. “Sudah sejak masuk SMA.” “Aku kira, kau berhasil mendapatkan Sehun seperti yang kau katakan dulu. Kau bilang kau menyukai Sehun oppa sejak awal kalian bertemu.” “Eh, hyung.” Aku terkejut mendengar ucapannya.

Tak tahu harus berbuat apa setelah Sehun tahu. “Haha. Benarkah itu?” Kudengar tawa kecil Sehun yang membuatku semakin malu saja. “Sudah aku mau mengambil minum dulu ya.” Hyo pun pergi kedapur saat aku semakin malu dibuatnya. Akhirnya setelah sejam lebih berbincang.

Aku dan Sehun memutuskan untuk pulang. Namun saatku akan pergi, Hyo menarikku dan berbisik padaku. “Aku tak akan melepaskan Sehun oppa kali ini. Jadi, jangan berharap kamu bisa mendapatkan dia.” Kata Hyo mengejutkanku.

Aku langsung masuk ke mobil. Kudengar ucapan ”Bye” dari Sehun saat akan masuk ke mobil. Akhirnya, kami pun pergi dari Rumah Hyo setelah itu.

Di mobil aku hanya diam, sampai kurasakan kalau mobilnya menyingkir ke bahu jalan. “Ada apa?” Aku bingung saat tiba-tiba mobil berhenti berjalan. “Aku mau jujur sama kamu IU. Sebenarnya, dulu aku ingin mengatakan ini tapi selalu tidak bisa.” “Ada apa oppa? A… a… apa yang mau kau katakan?”

 

“IU. Aku menyukaimu?”

One thought on “Unperfect | Part 2

  1. hmmm trimakasih buat ffx tu hyo knapa gak sama kai aja mau rebut sehun dri iu awlx kupikir matax yuri bakal dikash buat iu ternyata ceritax gak kya hebat bwanget bisa bikin yg luar biasa
    fightiiiiiiiiiiiiiiing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s