SARANGHAE | Oneshoot

 

yoongi

Title “SARANGHAE”

Cast

-lee seung gi

-Yoona (SNSD)

-min hyuk(CNBLUE)

GENRE

,,,,romance..sad..

Inspired : song hyorin crazy of you (master sun)

Cerita ini terinspirasi setelah aku mendengar lagu hyorin “crazy of u”. Walaupun agak jauh hubungannya tapi setelah aku denger timbul ide cerita ini. Dan castnya yang lagi hangat-hangatnya lee seung gi oppa ama yoona oenni. Ga usah banyak omong lagi deh, tar chingudeul malah muntah denger saya ngoceh terus…
Let’s cekidot!

Warning! No copy! No plagiat! Yes to RCL please…

Mian untuk typo karena saya miss typo, dan juga eyd yang acak acakan serta cara penulisan yang masih labil maklum ini ff pertama author.

»Happy Reading«

…………………..

“asshh,,,seharusnya tadi aku naik motor aja kesini. Jalanan disini sunyi sekali.”dia menghentikan langkah nya sejenak,”bahkan tak terdengar kicauan seekor burungpun.”keluh namja yang punya lesung pipi, hidung mancung dan bibir yang sexy. jelas tampang namja ini tak kalah dari aktor-aktor korea. Setidaknya itulah yang selalu diakuinya saat para yoenja berlomba-lomba mendekatinya ditambah lagi gelar dokter yang sebentar lagi ia dapatkan tidak diherankan lagi akan lebih banyak para yoenja yang akan mendekatinya.

“apa mungkin yang tinggal disini bukan manusia, atau setengah manusia??gumiho. aigoo…!”.

“yaaakkkkkk”

Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakangnya, seketika itu juga tubuhnya gemetar. Dengan perlahan ia memutar badannya namun pandangannya kini belum berani melihat ke arah suara. Sepertinya  halusinasinya tadi telah berhasil menakuti dirinya sendiri.

“hyung..akhirnya ketemu juga”

”Suara ini tidak asing lagi ditelingaku” batinnya.perlahan-lahan ia mengangkat wajahnya. tepat didepan nya seorang namja yang selalu membuatnya kesal tiap hari karena kelakuannya yang kekanakan sedang berdiri dengan tas ransel yang menggantung di pundaknya. Tapi ada satu hal Yang membuat ia betah berada disisinya. sifat kesetiakawanan nya yang patut diacungkan jempol.

“asssshh,,,jinjja..minhyuk. kamu tau tidak suara mu itu sudah membuatku sesaat merasa telah berada didunia yang tidak berputar”.

“owh,,.” Pembicaran mereka terhenti oleh suara nada dering  telepon genggam minhyuk Yang dari tadi berada dalam genggamannya.

“yeobseo..ne . Ahjussi tenang saja aku sudah bersama hyung sekarang. qwenchana,, Aresseo..aresseo” menutup telepon

“siapa,,appa?.”

“ne. Tadi malam ahjussi meneleponku katanya hyung ditugaskan disini selama 5 hari dan  tampaknya ahjussi sangat khawatir karena hyung kesini sendirian. Walaupun tidak bilang secara langsung. Namun aku tau maksud ahjussi meleponku”

“ sudah 30 tahun aku menghirup udara bumi ini tapi appa masih mengganggapku seperti anak kecil yang tidak bisa menjaga diri sendiri. Hufhh…”

“hyung, kajja”

 

@@@@@@@

Di depan wajah daerah yang dinamai shuncheon ini. yang berada di timur seoul dan merupakan daerah yang terpencil, Tempatnya juga menjorok kedalam terlebih lagi harus melewati jalan kecil yang ditepi-tepinya adalah pepohonan yang tinggi-tinggi yang melukiskan pemandangan hutan, Terdapat sebuah gereja tua dengan dindingnya yang sudah ditumbuhi lumut hampir seluruh bagian dinding luar. Sementara atap gereja di tutupi tumpukan es.  Pintunya terlihat terkunci, kelihatan dari gembok yang menggantung di bawah engsel pintu gereja tersebut. Namun didepan pintu gereja tampak bersih dari tumpukan es. Mungkin ada seseorang yang membersihkannya Pikir namja tersebut.

Agak  jauh dari sana terdapat beberapa rumah yang jaraknya berjauhan dari rumah yang satu dengan yang lainnya. Suasana nya lengang tak terdengar suara manusia dan juga tak terlihat orang yang lalu lalang. Jauh dari tempat mereka berdiri, diujung pemandangan tampak seperti sebuah reruntuhan bangunan namun tak terlalu jelas, karena berada di persimpangan jalan dan ditutupi dengan pepohonan yang tinggi-tinggi jadi hanya tampak sebagiannya saja.

“hyung…apa benar ini tempatnya?”tanya minhyuk

Namun namja tersebut Tanpa menghiraukan pertanyaan minhyuk. Namja itu merapikan jaket yang dipakainya, menyeka butiran salju yang menempel dan terus berjalan, sehingga membuat minhyuk mau tidak mau mengikutinya dari belakang dengan wajah yang setengah tak rela.

“apa ada orang disini” teriaknya beberapa kali sambil terus melanjutkan langkah kakinya kedepan. sudah 8 rumah terlewati tak ada satu orangpun yang menjawab. tetapi ia tak menyerah sampai disitu saja. Mereka terus berjalan bahkan mempercepat langkah kakinya. Hingga akhirnya mereka bertemu seorang lelaki paruh baya sedang duduk memberikan makan pada ternaknya.

“ahjussi” sapa minhyuk. Tapi tak ada jawaban dari laki-laki itu. ia pun mengulangi ucapannya tadi mungkin suaranya tidak kedengaran karena kebetulan pada saat itu suara angin juga sangat kencang. Namun ternyata Untuk yang kedua kalinya masih tidak ada respon. Sehingga Untuk yang ketiga kalinya minyukpun menambahkan volume suaranya”ahjussiiiiiiiiii……..’.

“ommo…kalian mengagetkan ku saja.”meletakkan tangan di dadanya sambil berdiri” kalian siapa?”.tanya nya

“saya minhyuk dan ini lee seung gi hyung. Hyung saya ditugaskan kesini untuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan” jawab minhyuk sambil menurunkan kepalanya sedikit dan diikuti juga oleh seung gi.

Annyeong haseyo ahjussi” sambung seung gi

@Hari 1

Tak seperti pagi sebelumnya, pagi ini lee seung gi merasakan bahwa inilah yang disebut pagi. Hening tak terdengar suara kendaraan, yang terdengar hanya suara desahan angin. Hal seperti ini tak akan pernah ia  dapatkan di kota seoul. kota yang tak ada tidur sedetikpun. Timbul keinginannya untuk merasakan langsung hembusan  angin pagi itu, sementara itu minhyuk masih bersembunyi disebalik selimut. Begitu juga ahjussi yang mereka jumpai kemaren. Dan mereka diijinkan tinggal bersamanya selama tugas seung gi disana.

“luar biasa” ujarnya dengan posisi kedua tangan yang terbentang dan asap yang keluar dari bibirnya. tubuhnya yang dibungkus dengan jaket tebal berlapis-lapis beserta sarung tangan dan syal hijau yang terlilit di lehernya. Cukup menghangatkan disaat musim dingin. suhu pagi itu yang minus tak menyurut kan langkah seung gi untuk menikmati keheningan pagi itu walaupun tanpa ditemani minhyuk.

ini adalah kali pertama seung gi mengunjungi tempat ini namun entah kenapa batinnya merasa bahwa tempat ini tak asing lagi baginya. Ada sesuatu yang mendorong hatinya sehingga menuntun langkahnya menyusuri jalan. karena masih terlalu pagi, belum ada satupun orang yang mulai beraktivitas… setelah berjalan cukup jauh  ia berhenti sejenak di persimpangan jalan. timbul keraguan dalam hatinya untuk melanjutkan perjalannya ke arah kiri atau kanan. Seung gi menggigit bibir bawahnya dan memainkan salah satu sudut baju dengan jarinya. Hal yang selalu ia lakukan saat sedang berfikir. Setelah itu Iapun memutuskan untuk belok ke arah kiri. Namun Baru saja beberapa langkah tiba-tiba ia berbalik arah. Ia pun tak tahu mengapa namun ia Cuma merasa ada keinginan dalam hatinya yang memberi pesan kepadanya untuk melakukan hal tersebut. Tanpa arah yang pasti, ia hanya mampu menikmati cuaca dingin pagi itu sambil bersiul.

Saat sedang memperhatikan sekitar, matanya menangkap sesuatu yang sedang berdiri disudut ujung reruntuhan bangunan tua yang ia lihat dari kejauhan kemaren. Sayup-sayup tampak karena jaraknya yang masih lumayan jauh darinya. Semakin dekat seung gi semakin jelas pemandangan yang ada didepannya saat itu. Ternyata seoarang yoenja dengan rambut hitam panjang terurai. Dan terlihat ia sesekali menyeka rambutnya yang menutupi wajahnya karena tiupan angin pagi itu dengan jemarinya yang ditutupi sarung tangan berwarna hijau. Kali ini jarak seung gi dengan yoenja tersebut berdiri Cuma 1 bentangan tangan, namun kelihatannya yoeja itu tidak menyadari bahwa ada orang dibelakangnya. Seung gi berniat untuk menyapa tapi ia tak tahu mau berkata apa dengan orang asing yang ada didepannya. Seung gi tersenyum nampaknya ia memiliki ide. Ternyata ia akan menyapa yoenja tersebut dengan tangannya yang ia arahkan ke punggung yoeja itu. belum sempat tangan sooha menyentuh punggung yoenja tersebut, yoenja itu keburu melangkah meninggalkan tempat dimana ia berdiri. Hal itu membuat wajah seung gi tampak kesal. Senyum yang tadi terukir di bibir sexynya menghilang. Yoenja tersebut terus berjalan sedangkan seung gi masih diposisi dimana ia berdiri.

“Aww…….”teriak kecil seung gi. Ternyata seekor semut menggigit jari tengah tangan kananya.”semut sialan ku bunuh kau” ujar seung gi sambil menindih semut tersebut dengan jari tangan kirinya.

“Oo….dimana dia tadi”

Tiba-tiba yoenja tersebut menghilang saat seung gi melengah sedikit karena sengatan semut yang cukup membuatnya kesakitan. Wajah kesalnya kini berubah ketakutan.

“apa mungkin firasatku benar. ditempat ini ada gumiho pemakan manusia”ujarnya dalam hati dan lanjutan halusinasinya. tanpa pikir panjang lagi ia bergegas menininggalkan tempat itu.

 

@rumah

“hyung….kamu dari mana saja?”teriak minhyuk yang rupanya sedari tadi telah menunggu seung gi di depan rumah.

“Owh kamu sudah bangun. Aku Cuma pergi melihat-lihat sekitar”

“sendirian..??kenapa hyung tidak membangunkanku”

“aigoo…kamu pikir kalau kamu tidur kamu itu manusia.kamu pantas dibilang mayat hidup kalau sedang tidur” mengacungkan jari telunjuknya tepat ke kening minhyuk

“yaakk hyunggg……”teriak minhyuk kesal “tapi kenapa wajah hyung kelihatan seperti sudah melihat sesuatu yang menakutkan”tanyanya melihat wajah seung gi yang pucat.

“jheongmal…?”menyentuh wajahnya.”ah sudahlah, ayo kita makan”

Memang tiada hari tanpa pertengkaran kecil untuk mereka berdua, tapi meskipun demikian seung gi sangat menyayangi minhyuk seperti adiknya sendiri. Usia mereka hanya terpaut 5 tahun. keluarga seung gi sudah menganggap minhyuk seperti keluarga sendiri sejak orangtua minhyuk meninggal dalam kecelakaan pesawat saat minhyuk berumur 16 tahun. Iapun setelah itu diasuh oleh orangtua seung gi.

”hyung”

“hmmmm”

“kenapa hingga sampai saat ini hyung belum pernah menceritakan kalau hyung sedang mencintai seseorang walaupun kenyataanya hyung hampir tiap bulan gonta ganti pasangan”

“ashh jinjja…! kamu bertanya atau mengejekku”tukas seung gi agak kesal. Memang ini anak kadang-kadang pinter juga tapi tulalitnya lebih banyak dari kepinterannya pikir seung gi.

“o ya minhyuk. Tadi siang hmm,,bukan tadi pagi saat aku pergi keluar aku bertemu seseorang yoenja di persimpangan jalan, ia berdiri di sudut reruntuhan bangunan tua yang ada diujung jalan tepatnya dipesimpangan jalan. dari sini kelihatan juga tapi tak terlalu jelas”

“hmmm..pasti cantik. Hahaha hyung jatuh cinta pada pandangan pertama kayaknya”gurau minhyuk

“mwo? Kamu seperti orang yang baru kenal sama aku saja. Kamu kan tau bagaimana seleraku.terus aku mencoba mendekatinya tapi ia keburu pergi. anehnya saat aku melengah hanya sebentar tiba-tiba ia menghilang begitu saja”

“Hyung…….! disaat kita mau tidur seperti ini kamu malah bicara yang tidak-tidak” minhyuk menjadi sedikit takut dengan cerita minho. sehingga iapun langsung menutupi tubuh beserta wajahnya dengan selimut seolah tak mau lagi mendengar kelanjutan cerita minho. Sedangkan seung gi hanya melihat ke langit rumah dan yoenja tadi masih berada dalam lamunanya.

@Hari ke 2

Minhyuk merapikan barisan antrian warga shuncheon yang akan diperiksa oleh seung gi.sementara seung gi sibuk mengotak atik tas yang berisi obat-obatan lalu disusunnya di atas sebuah meja. Ada sekitar 30an pasien yang ia tangani pagi itu

“ahjumma barisan paling depan silahkan maju” dengan nada suara yang lemah lambut  mempersilahkan pasiennya duduk dikursi yang berseberangan dengan kursi tempat duduknya. Hal tersebut  membuat para pasiennya tampak begitu menikmati apa yang seung gi lakukan pagi itu. Sebagian ahjumma memuji ketampanan yang seung gi miliki dan ada juga ahjussi yang ingin memperkenalkan anaknya pada seung gi. Suasana pagi itu menjadi rame tak seperti pagi sebelumnya. Waktu berjalan dan Tak terasa tinggal satu pasien lagi.

“Berikutnya” ujar seung gi tanpa melihat ke arah pasiennya, karena sibuk menulis laporan yang harus diserahkannya sepulangnya nanti.

“silahkan duduk”tawarnya sambil mengulurkan tangan kanannya kearah kursi tanpa melihat orang yang berdiri didepannya. Anehnya orang tersebut malah lari.sontak seung gi yang sedari tadi belum sempat melihat pasiennya yang terakhir itu menjadi terkejut, untung ia masih bisa melihat sekilas rupa pasien tersebut dan ternyata adalah yoenja yang ia lihat kemaren. Minhyuk mencoba mengejar tapi ia telah terlampau jauh berlari. Seung gi tampak bingung dan begitu penasaran mengapa tiba-tiba yoenja itu kabur. Apa karena aku yang tidak memperhatikannya, atau apa karena takut sama obat-obatan dan jarum suntik.pikirnya.”ah molla,, yang penting laporanku sudah selesai”.

 

@Hari ke 3

“ahjussi…apa ahjussi kenal dengan yoenja yang melarikan diri kemaren?”

“ne..wae?”

“nuguya” seung gi memasang wajah sedikit memelas

“dia hanya seorang gadis yatim piatu yang tinggal sendirian. Walaupun Banyak yang mau mengadopsinya dan membawanya ke seoul namun ia menolaknya. Ia seorang anak yang pekerja keras,ia mengurus kebun bunga peninggalan orangtuanya.`walaupun ia selalu tersenyum namun ia tampak kesepian. Sungguh kasihan, namun sesulit apapun kehidupannya ia tetap tersenyum dan suka menolong orang lain.”

Seung gi tampak terharu mendengar cerita mengenai yoenja tersebut, hingga membuatnya tak lagi meneruskan pertanyaannya. Minhyuk keluar dari pintu kamar. Lalu dengan sigapnya menarik tangan seung gi

Kajja hyung..mumpung hari ini tidak ada jadwal pemeriksaan, mending hari ini kita habiskan buat  melihat-lihat sekitar. Mana tahu ada yang menarik”ajak minhyuk agak memaksa

“yaakk…sakit tau..”jawab seung gi sambil melepaskan tanganya dari genggaman minhyuk

Cuaca semakin hari semakin dingin.  Dan tumpukan saljupun semakin lama semakin menggunung. Namun justru pemandangan seperti itulah yang sangat menarik. Di perjalanan Minhyuk asyik berbicara dengan seung gi tanpa peduli apakah seung gi memperhatikannya atau tidak. Dan ternyata jawabannya adalah tidak. Seung gi hanya menggigit bibirnya sambil memainkan sudut bawah bajunya dengan tangannya, sesekali dahinya mengernyit. Lalu tiba-tiba saja seung gi merasa ada seseorang yang sedang mengikuti mereka. Ia menghentikan langkahnya, melihat-melihat disekelilingnya namun tak nampak ada apa-apa. Minhyuk tampak bingung dengan kelakuan hyung nya tersebut. seung gi kembali melihat kedepan dan meneruskan langkahnya. Hingga saat telah sampai di persimpangan jalan seung gi kembali merasa ada sesuatu yang aneh. Ssssiiiiiiattttt…..seung gi menangkap sebuah bayangan  dibalik pohon tinggi dan besar,tepat berada disamping jalan. perlahan-lahan seung gi mendekati bayangan tersebut. Minhyuk yang sedari tadi tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan hyungnya tersebut hanya mampu diam dan mengikuti  apa yang dilakukan minho.

“permisi”sapa seung gi kepada orang yang berada dibalik pohon tersebut. Dan  ternyata adalah yoenja yang kemaren melarikan diri.

Tanpa menjawab sapaan seung gi, yoenja tersebut hanya terpaku memandang wajah seung gi. Lama dengan  kondisi tersebut hingga membuat seung gi melambaikan tangannya didepan wajah yoenja itu.

“Aaa,,annyeong haseyo”jawab yoenja tadi agak gemetar

“kamu siapa”tanya seung gi

“namaku yoona”jawab yoenja tersebut singkat

“owh,,bukannya kamu yang kemaren lari sewaktu pemeriksaan?”sambung minhyuk yang muncul dari belakang seung gi.

Yonna hanya menganggukkan kepalanya seakan menyembunyikan wajahnya yang sedikit malu..

“perkenalkan aku lee seung gi dan ini minhyuk. Kami disini lagi ada tugas yang diamanahkan. Otomatis kami orang asing disini”tuturnya sedikit tertawa kecil

“oennie…maukah kau menemani kami melihat-lihat disini. ?”tawaran minhyuk kepada yoona

 

@*hari ke 4

“hyung..palli…..!!”teriak minhyuk yang terlihat sudah bosan menungu seung gi sejak tadi Setelah pemeriksaan kesehatan berakhir. hari itu adalah hari terakhir mereka disana. Dari dalam rumah, seung gi berlari kecil mendekati minhyuk yang ternyata juga sudah ada yoona yang menemaninya

“Oo..yoona ssi” sapa seung gi yang dibalas sebuah anggukan dari yoona

Dengan pakaian musim dingin yang lengkap. mereka bertiga hari itu akan pergi kesuatu tempat. Dipimpin oleh yoona sepanjang perjalanan seung gi dan yoona tak berbicara sepatah katapun. Mereka berdua sangat jelas kelihatan layaknya orang asing yang baru bertemu, sedangkan minhyuk asyik melihat-lihat dan memotret sesuatu yang mungkin dianggapnya menarik. Hingga tiba di persimpangan jalan, Yoona yang berada di barisan depan berhenti di samping reruntuhan bangunan tua.

“kita sudah sampai”mengacungkan telunjuknya tepat di belakang bangunan tua itu. merekapun bergegas menuju kesana

“waahhh…indahnya”puji minhyuk melihat taman bunga yang dihiasi beragam bunga warna warni di bawah atap pelindungnya.

Minhyuk yang orangnya sedikit enerjik. Langsung berlari mendekat ke bunga-bunga tadi. Sementara seung gi hanya terdiam ditempat ia berdiri. Yang ia lakukan hanya melakukan kebiasaannya saat lagi berfikir. lagi-lagi seung gi merasakan hal yang sama saat pertama kali ke tempat itu. Ia merasa pernah melihat pemandangan yang ada didepannya saat itu. Yoona memperhatikan tingkah seung gi .

“wae? Kamu tidak suka ya?.”tanya yoona pada seung gi

“anni”. Aku suka tapi tiba-tiba aku merasa pernah melihat dan juga bukan sekedar melihat saja namun juga pernah berada di tengah-tengah bunga-bunga itu. mungkin dalam mimpiku”jelasnya tak yakin

“hyung..oennie palli”teriak minhyuk ditengah-tengah bunga

Di sana yoona menjelaskan nama bunga-bunga yang ada kepada seung gi. Sedangkan minhyuk sibuk mengabadikan tiap sudut. Karena terlalu asyik menikmati keindahan tempat tersebut.tanpa terasa matahari telah beralih posisi. Cahaya kemerah-merahan mengisi jagat raya. Krggggggghhhggg….terdengar bunyi sesuatu yang berasal dari dalam perut minhyuk. Meski minhyuk memiliki tubuh yang kurus tapi selera makannya luar biasa.

“hyung”

“arreseo aresseo..”

Tanpa berkata apapun seung gi tau apa yang akan disampaikan minhyuk. yoenja yang mempunyai bibir tipis dan mata indah yang bernama yoona tersebut juga dapat menangkap maksud minhyuk

“oh ya, sebaiknya kita kerumah ku saja. Rumah ku dekat dari sini. Kalau kalian pulang, aku rasa kalian akan kemalaman. Kalian bisa nginap dirumahku malam ini”

 

@rumah yoona

“oennie tinggal sendirian disini”tanya minhyuk

“ne..orangtua ku sudah tidak ada lagi selama hampir 15 tahun”jawab yoona

“mianhae onnie”

“qwhenchanayo”

Saat berada didepan rumah yoona, Lagi-lagi saat pertama kali pintu terbuka dan melangkah kedalam rumah yoona, seung gi tampak berfikir keras.

“silahkan duduk”ajak yoona sambil mengukir senyuman dibibirnya.

Yoona  membiarkan mereka berdua istirahat sedangkan dirinya menuju ke dapur  dan mempersiapkan  yang akan ia masak untuk makan malam mereka.sementara itu minhyuk yang kelelahan menyandarkan tubuhnya ke dinding. Seung gi memperhatikan seluruh pojok rumah yang lumayan besar itu, tapi tampak tetap bersih. Tanpa ada sekat-sekat yang membatasi sehingga ruang utama dan dapur hanya dibedakan oleh tinggi lantainya saja. Melihat apa yang dilakukan seung gi,minhyuk membisikkan sesuatu ketelinga hyungnya tersebut.

“hyung..aku tau yang ada dipikiranmu. Tapi setidaknya kita punya tempat untuk beristirahat untuk saat ini. Aku gak mau berjalan malam-malam seperti ini ditambah lagi di tempat yang kelihatan menyeramkan”

Seung gi tak merespon pernyataan minhyuk.matanya masih melata kesudut demi sudut seisi rumah yoona.

“caahhh…ayo makan” hanya butuh beberapa menit hidangan yang terlihat lezat siap dimasak oleh yoona lalu dihidangkan di atas meja tepat didepan mereka duduk. Minhyuk yang tampak tak sabar lagi menyantap hidangan yang ada didepannya segera mengambil mangkok yang berisi nasi beserta sumpit dan sendoknya.

“wah enak sekali”ujar minhyuk

“ makanan apa yang gak enak buat kamu”sambung seung gi membuat minhyuk berhenti mengunyah

“hyungg….!”terik minhyuk memasang wajah kesal

Yoona hanya tersenyum melihat tingkah kedua orang yang baru dikenalnya itu.

“kamu tidak makan?”tanya seung gi melihat mangkok nasi Cuma ada 2

“aku belum lapar, kalian makanlah.  kalian  pasti lelah karena tidak biasa berjalan kaki terlalu jauh.”jawabnya

Minhyuk dan seung gi terlihat menikmati makanannya malam itu. sedangkan yoona dengan matanya yang sayu hanya menatap wajah seung gi dalam-dalam sepanjang mereka makan.

“owh kenyangnya”minhyuk menyandarkan kembali tubuhnya ke dinding rumah. Kali ini disambut dengan rasa ngantuknya. Melihat minhyuk yang terus-terusan menguap. yoona berdiri lalu masuk ke kamar dan keluar membawakan alas tidur dan selimut tebal.

“istirahatlah” memberikan alas tidur dan selimut ke pada minhyuk. Minhyuk menyambutnya sambil tersenyum dan langsung memakainya. Seung gi yang berada disebelah minhyuk melihat saja kelakuan minhyuk. Sebentar saja telah terdengar dengkuran minhyuk.

“aisshh cincha cheongmal”keluh sooha menatap minhyuk yang telah tertidur “yoona ssi…!Oh,,dimana dia” sooha berniat menanyakan sesuatu kepada yoona tapi ternyata yonna sudah tidak berdiri disampingnya.”aiii ini orang cepat sekali menghilangya”

Di bawah sinar rembulan malam itu yang tidak begitu sempurna. Yoona duduk dikursi depan rumahnya. Ia menatap ke langit. Kedua tangannya saling bergenggaman erat sambil bernyanyi. Hal yang selalu ia lakukan menjelang tidur.

detgo inayo naenahemmeul

Bogo innayo nae nunmureul

Isesangehana oroji dan hana

Nan neoyoeyaman haneunde

Wae jakku naegeseo domangchinyao

Wae jakku naegeseo meoreojinayo

Naegeote issseojwoyo nae soneul jabajwoyo

Nal saranghandamyeom”

 

Tiba-tiba seung gi muncul dihadapannya. Membuat yoona menghentikan nyanyiannya.

“lagu itu?”ujar seung gi yang ternyata sedari tadi mendengar yoona bernyanyi

“ne?”

“lagu itu..?”seung gi tampak kebingungan dengan apa yang dia pikirkan setelah mendengar lagu itu dan tak tahu apa yang akan dikatakannya. Yoona menunggu apa yang akan diutarakan minho dengan wajah penuh harap

“lagunya bagus”sambung seung gi

“mwo?”

“lagunya bagus dan suara mu juga merdu”tambahnya lagi

“owh gomawoyo”sambut yoona. Kelihatan tak puas dengan apa yang diutarakan minhyuk.

“duduklah” ujar yoona

Kursi yang memang diperuntukkan untuk dua orang tersebut kini terisi penuh.

“yoona ssi..?”

“hmmm”

“saat bencana badai yang menerjang daerah ini 15 tahun yang lalu. Dan aku dengar juga banyak menelen korban jiwa. Termasuk orang tuamu. Dan juga kini banyak yang telah pindah dari tempat ini. Kalau boleh tahu apa yang membuat mu masih bertahan ditempat ini?”

“setelah kejadian itu. sebagian orang mencari keluarga nya yang masih bisa diselamatkan ke rumah sakit di seoul. Dan mereka juga memutuskan menetap disana karena rumah mereka disini juga telah hancur. Dan ada juga yang keluarganya telah meninggal juga memilih pergi meninggalkan tempat ini karena mereka mengganggap bahwa jika mereka tetap berada disini. Kenangan bersama orang tercintanya akan  terus mengusik mereka sehingga membuat mereka sedih.” Yoona berhenti sejenak.menghela nafas panjang. seung gi mendengarkan baik-baik penjelasan yoona.

“omma dan appa ku juga menjadi korban. Mereka tewas tinggal aku dan kakekku. 2 tahun setelah kejadian itu kakekku menyusul mereka. Lalu mengapa aku bisa bertahan ditempat ini hingga sampai saat ini adalah karena aku mempunyai janji dengan seseorang dan akan bertemu di bangunan yang kita kunjungi tadi yang dulunya adalah tempat pembibitan bunga”.sambung yoona

“lalu apa kalian  sudah bertemu”tanya seung gi penasaran akan kelanjutan ceritanya

“aku percaya jika bukan hari ini mungkin besok.dan jika besok juga bukan mungkin besoknya lagi. Dan itulah yang menguatkanku dan mampu bertahan hingga sampai saat ini. Karena aku tahu dia adalah orang yang mengagungkan sebuah janji. Dan jika aku telah bertemu denganya maka mungkin aku akan pergi dari tempat ini dan takkan melihat tempat ini lagi”ujar yoona panjang lebar

Seung gi tampak terharu mendengar cerita yoona. Dan tiba-tiba saja tangan seunggi memegang tangan yoona. Saat itu ada getaran yang sangat kuat yang ia rasakan begitu pula yoona. Yoona menatap wajah seung gi dalam-dalam. Yoona yang telah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan menangis walau bagaimanapun sulitnya hidup yang ia jalani. Kini meneteskan airmatanya untuk yang pertama kali setelah bencana itu dihadapan orang asing yang baru ia kenal.

“mianhe yoona ssi. Aku telah membuat luka mu berdarah lagi”

“qwenchanayo”

@@@@@@@@

Hari ke 5

Cahaya matahari pagi itu menyusup melalui celah-celah jendela. Mengenai wajah minhyuk. Tubuhnya  gelisah dan menggeliat. Hingga akhirnya membuat matanya terbuka, ia mencoba melemaskan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Sesaat ia tampak kebingungan dan merasa kalau dia sedang bermimpi melihat rumah yang sangat jauh beda dengan rumahnya tepatnya rumah seung gi. ia baru sadar setelah yoona menghampirinya.

“kamu sudah bangun?”

“ne. hyung dimana?”

“ia sedang dikamar mandi”jelas yoona

Lalu muncul seung gi Keluar dari kamar mandi.

“huuhhh…kenapa gak bangun-bangun aja sekalian. Jam segini baru bangun” ujar seung gi sambil melemparkan handuk diwajah minhyuk.

Setelah membersihkan diri dan sarapan, pagi itu seung gi dan minhyuk harus pergi meninggalkan tempat itu. yoona menghantar seung gi dan minhyuk ke depan rumahnya.

“yoona ssi..gomawo. suatu saat nanti kami akan kesini lagi atau mungkin yonna ssi berminat ke seoul hubungi saja kami. Ini kartu nama saya.”seung gi dan minhyuk berpamitan dengan yoona

“seung gi ssi..sebelum kamu pergi bolehkah saya meminta sebuah permintaan”

“ne..katakan saja.”

“bolehkah aku menatap wajahmu sebentar dan menyentuh wajahmu”

Seung gi dan minhyuk terkejut mendengar permintaan yoona. Namun ia tak bisa menolak permintaan yoona yang telah berjasa pada mereka

“ne?”jawab seung gi yang masih tak yakin dengan jawabanya tersebut

Untuk beberapa menit yoona, seung gi, dan minhyuk terdiam saja. Yoona mendekati seung gi dan menatapnya dengan tajam. Lalu tangan yoona  menyentuh wajah seung gi. Meski hatinya tak ingin kelihatan lemah didepan orang lain namun ternyata pagi itu untuk yang kedua kalinya airmata yoona kembali mengalir. Kali ini keluar dengan derasnya. sementara itu seung gi merasakan hatinya sangat pilu. Dan tanpa ia sadari ia pun meneteskan airmata. Tangan yoona yang masih berada di wajahnya menyapu airmata seung gi. Minhyuk benar-benar merasa gila dengan apa yang ia lihat didepannya. Dan kelihatananya tak ada isyarat dari yoona dan  seung gi untuk berhenti dengan keadaan tersebut. Mereka masih bertatapan, hingga minhyuk tak tahan lagi dengan hal itu. ia Menarik tangan seung gi

“palli hyung. Kita harus pergi sekarang. Ahjussi pasti sudah menunggu di jalan besar” teriak minhyuk menghentikan peristiwa aneh didepan matanya

Yoona dan seung gi tersadar dari tatapan mereka masing-masing. Yoona melepaskan tangannya dari wajah seung gi dan menghapus airmata diwajahnya sendiri begitu pula seung gi. Mereka sama-sama terdiam. Tanpa sepatah kata lagi Seung gi dan minhyukpun berjalan meninggalkan rumah yoona

“tunggu…”teriak yoona menghentikan langkah mereka. Minhyuk dan seunggi menoleh kebelakang. Yoona pergi kedalam rumahnya mengambil sesuatu terus keluar lagi dan menghampiri seung gi.

“terima lah ini sebagai tanda bahwa kalian pernah menjadi temanku disini walaupun hanya sesaat” sambil memberikan sebuah kotak berwarna hijau kepada seunggi

“gomawo yoona ssi”

 

 

@rumah seunggi

Setibanya dirumah seungi membersihkan badannya. Setelah itu merebahkan tubuhnya ke atas sofa yang telah lama ia tinggalkan. Lalu memejamkan matanya. Keesokan harinya. Saat ia bangun  Pikirannya langsung tertuju dengan yoona. Ia heran dengan apa yang terjadi pada dirinya.bahkan ia merasa hatinya terasa sakit sekali saat meninggalkannya dan masih terasa pilunya pagi itu. Di tengah lamunanya ia baru sadar kalau ada sesuatu yang diberikan yoona padanya. Ia pun mencari-cari di dalam tasnya dan akhirnya menemukan sebuah kotak hijau yang diberikan yoona kemaren. Ia mulai membukanya dan ternyata kotak tersebut hanya berisikan beberapa lembaran buku. Disebelahnya ada bunga yang tak jelas lagi bunga apa karena bunga tersebut telah kering, kelihatanya telam lama berada dalam kotak tersebut. Setelah melihat isinya sooha tampak tak puas hingga  Sooha melempar kotak tersebut disebelahnya. Dan tampaknya ia tak tertarik dengan apa yang diberikan yoona tersebut. Beberapa saat ia terdiam, lalu bangun dan duduk sebentar. Ia melihat kembali kotak yang ia lempar tadi. Dan akhirnya mengambil lagi kotak hijau tersebut. ia keluarkan lembaran kertas yang ada di dalamnya dan mulai membaca lembaran pertama. Isinya Cuma seperempat dari kertas tersebut

“aku tahu kamu marah padaku karena aku tak menjawab perasaanmu dan aku juga tidak datang ke kebun bunga sore itu. tapi aku kan telah membayarnya dengan mengajakmu ketemuan lagi disana.”kata-kata dalam lembaran pertama buku tersebut yang masih belum jelas maksudnya membuat seung gi berfikir sejenak. namun tak ada yang ia hasilkan dari berfikirnya itu. hingga ia melanjutkan membaca lembaran yang kedua.

“aku sangat merindukanmu,kamu dimana sekarang. Mengapa kamu tidak menemuiku. Apa kamu masih suka warna hijau yang bagi mu warna itu menyejukkan matamu. O ya apa kebiasaan menggigit bibirmu dan memainkan sudut bajumu masih kamu lakukan. Kamu tau tidak kebun bunga yang dulu kecil kini sudah besar.tiap hari aku selalu kesana. Merasakan angin yang berhembus dan aku mencoba mengingat kembali saat bersamamu disana. Hal itu membuat ku senang dan tertawa. Tapi rumah pembibitan ini sudah hancur diterjang peristiwa badai besar waktu itu. bunga nya juga habis tapi aku sama kakek menanamnya kembali”

Untuk beberapa saat seung gi memejamkan matanya, menundukkan kepalanya, kedua tangannya membentuk kepalan. lalu kepalan tangannya di lepaskan ke dadanya. Ia memukul-mukul dadanya sendiri beberapakali. Ia seperti kesal terhadap dirinya sendiri setelah membaca lembaran kedua kertas itu. masih tinggal satu lembaran lagi. Seung gi kembali memperhatikan lembaran kertas tadi. Ia seperti susah untuk bernafas. Namun iaberusaha melanjutkan untuk membacanya.

“akhirnya kamu datang menemuiku. Tapi tampaknya kamu masih marah padaku. Kamu pura-pura tidak mengenaliku. Ternyata luka yang cukup dalam di telapak tanganmu waktu itu, saat kamu menolongku dari kejaran anjing gila juga tidak hilang dan bekasnya masih utuh seperti bekas gigitan. Dan kamu juga masih suka warna hijau. Sarung tanganmu, syal yang kamu pakai berwarna hijau. Tapi aku sangat kecewa sama kamu. Walaupun kamu marah padaku dan tidak ingin mengenaliku lagi setidaknya kamu tidak boleh lupa dengan kebun bunga itu. itu kan temanmu tiap hari.ya,,,meskipun begitu aku merasa senang bisa melihatmu lagi. Kamu masih tampan seperti dulu. Dan bunga pemberianmu yang kamu suruh untuk mengembalikan lagi padamu. Kamu bilang jika aku mengembalikannya berarti aku menerima perasaanmu padaku. walaupun bunganya telah kering, aku kembalikan lagi padamu. Hmmmm,,,Walaupun kini sudah terlambat, tapi aku tetap ingin menyampaikannya  “SARANGHAE”.

Seketika itu airmata seung gi tak mampu ia tahan lagi yang sejak dari tadi telah menghuni matanya. Iapun  berlari keluar dari kamarnya. Diluar appa seung gi sedang duduk didepan televisi dengan segelas kopi di tangannya. Seung gi menghampirinya dan berdiri tepat didepan appanya. Melihat seung gi yang menangis dan ditangannya ada beberapa lembar kertas. Appanya pun berdiri

“apa yang terjadi”

“appa…kenapa aku jadi seperti ini. Kenapa orang yang sangat aku sayangi dulu kini tak kukenali. Wae appa?”suaranya terputus-putus namun cukup keras karena isak tangisnya. Appanya masih bingung dengan apa yang diucapkannya. Sejenak appanya terdiam, Lalu akhirnya appanya sadar bahwa tempat yang seung gu kunjungi dulunya adalah tempat tinggalnya. Karena peristiwa badai besar 15 tahun yang lalu seung gi mengalami luka parah di bagian kepalanya dan harus dirujuk ke rumah sakit di luar negeri. Walaupun ia telah sembuh namun ia kehilang memorinya. Dan ternyata keluarga seung gi semua nya tewas pada kejadian itu. ia yang sebagai dokter yang menangani seung gi waktu itu akhirnya mengambil seung gi menjadi anaknya. ia menghela nafas panjang. Sedangkan seung gi masih berkutik dengan tangisannya. Badannya terasa lemah hingga jatuh tertunduk kelantai. Appanya mengambil tangan seung gi dan membawanya duduk diatas kursi.

“mianhae..appa tidak memberitahukan padamu. appa menganggap sudah tidak perlu lagi menceritakan padamu karena keluraga mu  juga sudah tidak ada. Dan kamu juga tidak ingat apa-apa mengenai kejadian tersebut. Appa tidak tahu kalau masih ada orang yang kamu sayangi disana.appa pikir seiring waktu kamu akan ingat dengan sendirinya. Mianhae ”

Setelah mendengar penjelasan appanya. Seung gi yang tadinya lemah tiba-tiba berdiri dengan lincahnya dan menghapus airmatanya

“aku harus kembali kesana appa” tanpa mengharapkan jawaban dari appanya, ia bergegas masuk kekamarnya dan keluar dengan tas ransel dipunggungnya. Appanya mencoba mengehentikannya namun seunggi berlari keluar sekencang-kencangnya menuju bagasi. Sebuah motor gede berwarna hijau terparkir disana, lalu melaju dengan kecepatan tinggi.

@shuncheon

Tak seperti hari biasanya dimana warga shuncheon di siang hari hampir semuanya berada dikebun dan peternakan. Namun hari itu semua warga berkumpul di depan gereja  yang berada di bibir desa. Semuanya memakai baju hitam dan pintu gereja yang biasanya terkunci kini terbuka lebar. Ternyata isi nya masih utuh dan bersih. Tempat duduk gereja hanya terisi seperempatnya saja. Diluar gereja Seung gi menghentikan laju motornya. Ia tampak heran melihat kedalam gereja. Seung gi akhirnya masuk kesana hingga salah seorang warga menoleh kebelakang. Lalu berdiri menghampiri seung gi

“o..dokter!. kenapa anda kembali lagi. Apa ada yang tertinggal”tanya warga tersebut

“siapa..siapa yang meninggal” jawab seung gi melihat peti mati yang ada didepan

“yoona”

Tubuh seung gi kembali lemas namun kali ini terkulai layu tak berdaya dan jatuh ke lantai. Airmata yang tadi sempat jatuh kini jatuh lagi dengan derasnya.  Warga yang tadi bicara padanya tampak heran melihatnya.

“ia memang sudah lama menanggung sakitnya. Tak jelas apa penyakitnya. Namun tabib disini pernah bilang bahwa ada sesuatu yang menyumbat pembuluh darahnya. Kami sudah menyarankan untuk berobat ke seoul. Tapi ia tidak mau. Katanya ia sedang menunggu seseorang. Kalau ia pergi mana tau nanti orang yang ia tunggu itu datang. Dan ia tidak bisa menemuinya” jelas warga itu

Seung gi berusaha meluruskan lututnya dan berjalan menghampiri peti mati yang terbuka itu. sekujur tubuh tampak terlelap didalamnya. ia menatap dan menyentuh wajah orang yang sangat ia sayangi dulu yang kini telah berada didalam peti mati. Orang-orang yang ada disana hanya menonton apa yang terjadi saat itu. meskipun tak tahu dengan pasti apa yang sedang mereka lihat. seung gi mengambil tangan yoona dan mengenggamnya erat-erat seakan tak ingin melepasnya. Sebuah ciuman ia daratkan di kening yoona hingga airmatanyapun jatuh ke pipi yoona.

“mianhae..mianhae ..mianhae..mianhae. yoona. Nado SARANGHAE”

 

THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 thoughts on “SARANGHAE | Oneshoot

  1. bagus ceritanya, cm agak bingung sih krn ada nama soohe dan minho nongol di situ. pdhl kan mrk ga ada di daftar castnya. Next koreksi lagi ya biar para reader ga pd bingung, mian komentnya kepanjangan….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s