“Lovely Sunbae” ‘twoshooot’ (Part 2B – End)

 

LOVELYSUNBAE

[Yeseo Couple]  “Lovely Sunbae” ‘Twoshoot’ part 2 B FINAL

Author    : ArVi

Cast    :
·    Kim Jong Woon
·    Song Eunseo

Gendre    : School Life

Additional Cast    :
·    Song Jong Ki
·    Cho Min-Ji
·    Other

Cameo efek The Heirs😀     :
·    Kim Woo Bin
·    Kang Min Hyuk ‘CNBlue’

    HAPPY READING

-Sebelumnya di Lovely Sunbae-

“bukankah itu Min –“ perkataan Joong Ki seketika berhenti.
Tak berbeda dengan EunSeo. Mata mereka bertemu pandang dengan seorang gadis yang kini berjalan kearah parkiran dengan mendorong kursi roda dengan sCheonsang Hospital]

   

    “kita terlalu jauh ikut campur dalam masalahnya” EunSeo turun dari motor, ia merasa mereka tidak perlu melakukan hal lebih dari ini.

    “bukankah kau yang memulainya? Aku bahkan mengira kau sudah mulai memanusiawikan diri” Joong Ki terkikik melihat perubahan ekspresi EunSeo yang ditekuk sedemikian dalamnya,

    “bicara denganmu tidak ada gunanya” EunSeo berjalan terlebih dahulu dengan sedikit tertatih, bagaimanapun  memar tadi pagi masih terasa ngilu dikakieorang pria paruh baya.
Wajah Min Ji memucat,

    Tubuhnya merespon dengan menghentikan langkahnya.
Derai angin membawa ketiganya pada memori masa lalu yang suram-suram kasat mata kini terlihat jelas dimata mereka. Lelaki paruh baya dikursi roda itu adalah —

Kuncinya.

    “Cho kyuhyun”
   

    *********

CHAPTER FINAL BEGIN >>
   

    HONDAM High School

SMA Hondam terlihat ramai hari ini, bagaimana tidak, kurang dari 1 jam lagi, Turnamen basket dalam rangka penutupan musim panas akan segera dilakukan. Pertandingan yang dilakukan setiap tahunnya adalah agenda rutin. Apalagi kali ini akan diselenggarakan babak FINAL penentu kemenangan antara 2 TIM yang sudah menjadi musuh bebuyutan sejak dulu. Hondam High School danYondae High School. SMA YONDAE adalah Sebuah sekolah yang secara kualitas dan mutu pendidikan memang jauh dibawah Hondam, namun jika menyangkut masalah olahraga, SMA Yondae memiliki lebih banyak bibit-bibit unggul. Hal ini pun yang membuat HONDAM sangat tidak bisa berkutik dari posisi kedua. Kedudukan Yondae sangat mustahil untuk dilengserkan, dibawah bimbingan Coach Danniele yang terkenal dikancah ASIA, Yondae High School seolah menunjukan potensi dan powernya hingga keajang Internasional. Mereka secara mengkhusus mendiktekan diri sebagai SMA yang memiliki bidang olahraga terkuat seKOrea Selatan.
Maka dari itu,  hari ini, dan detik ini, semua orang berbondong-bondong memenuhi stadium Hondam High School selaku tuan rumah, dan ini untuk yang pertama kalinya semenjak vakum karena kekalahan telak 2 tahun silam. HONDAM kembali menunjukan eksistensinya hingga berhadapan kembali dengan ENTERNAL ENEMY yang telah melegenda. Yondae High School dengan kapten Tim yang andalannya Kim Woo Bin.

“Yondae! Yondae! Yondae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae! Uri Yondae! Haaaaaaaaaa….. Woo Bin oppa!!!!”
Itu salah 1 contohnya, ketika seluruh pemain turun dari mobil, semua yeoja yang tergabung dalam supporter Yondae High School histeria,dan juga tidak kalah huporia dukungan dari siswa siswi yang memesan tiket dan memenuhi stadium olahraga basket HONDAM yang sangat luas.

“KYAAAAAA ~ Min Hyuk oppa!!!” semuanya kembali bertriak sangat keras tepat ketika Min Hyuk, salah 1 pemain andalan di Yondae tersenyum ramah dan melambai kearah bangku penonton. Ia berjalan dibelakang Woo Bin yang memang memiliki ciri khas wajah dingin dan beku. TIM Yondae kini sudah memasuki aula Stadium dan menuju ruang ganti.

“Yondae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae!” begitulah, supporter pihak Yondae sudah berkoar-koar dari sheet kanan. Memakai slayer Merah lambang Yondae , sedangkan di Sheet kiri, pihak HONDAM yang sedari tadi terlihat sedikit sinis memandang beberapa yeoja centil yang menari berlebihan tak tau malu di seberang mereka.

“aku bahkan terasa ingin tuli” Cheon Se bergumam senewen. Bayangkan, mentang-mentang idola mereka lewat, huporia mereka seolah olah ingin merobohkan gedung ini.

“mereka akan kutuntut atas kerusakan stadium kita” Balasan tak kalah sebal dari SaeJin, ia membenarkan barner biru yang dipegangganya, kepala yeoja itu diikat oleh kain berwarna biru juga, sama seperti penonton lain, sambil sedikit clingukan mencari para pemain HONDAM yang tak kunjung menampakan batang hidungnya. Bukankah mereka tuan rumah?

Sementara itu, diruang ganti, para pemain Hondam High School terlihat melakukan pemanasan.

“jika boleh jujur, kepalaku terasa panas membayangkan akan seperti apa pembantai Yondae pada kita” Sungmin melakukan pemanasan guna menghilangkan rasa gugupnya, sama seperti pemain lainnya.

Hyuk Jae yang sedari tadi terlihat mengembung ngempiskan bibirnya kini mulai bersuara,
“meski malu mengakuinya, tapi melihat senyum srigala Woo Bin, aku langsung bermetamorfose menjadi burung unta yang terlunta-lunta berlari agar tidak diterkamnya. Astagaa.. kenapa wajahnya sangat mendukung gaya bermainnya yang menggerikan?”

“CEPAT! CEPAT! Pertandingan akan segera dimulai, COME ONE GUYS!” Qory datang dari balik pintu dengan seragam panitia. Ya.. karena sang ketua dan Wakilnya mengikuti pertandingan, maka dengan terpaksa ia mengambil alih kepanitiaan kali ini.

“aish yeoja kepiting ini”

“YAKH!” seperti biasa, Qory dan Hyuk Jae selalu menyempatkan diri melakukan sedikit pertengkaran.

***

[HONDAM STADIUM]

“berikan tepuk tangan, inilah, SMA Yondae!” pemandu acara langsung memanggil para pemain Yondae, semua pemain melangkahkan kakinya menuju lapangan Basket. Tepat ketika Woo Bin dan Min Hyuk masuk dan menampakan batang hidung mereka. Suasana stadium kembali histeris dengan Huporiannya.

“HAAAAAAAA… Uri Yondae Yondae! Yondae! Yondae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae! Uri Yondae! Haaaaaaaaaa….. Woo Bin oppa!!!!, Min Hyuk Oppa!! KYAA~”

“KIM WOO BIN!”

“KIM WOO BIN”

“KANG MIN HYUK!”

“KANG MIN HYUK!”

“Yondae! Yondae! Yondae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae! Uri Yondae! Haaaaaaaaaa!”

“Baiklah, dan dari pihak tuan rumah, inilah, Hondam High School!!!”

“WAAAAAAAAAAAAAA” Huporia tak kalah hebat menghantam dari sheet kiri, dimana semua pendukung HONDAM menunjukan eksistensinya, berniat melawan huporia over pihak Yondae.

“WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!
We Are Hondam! Hondam Is Number One! Uri Hondam ! Uri Hondam! Uri Hondam is number One! KYAAAAAAAAA~ Yesung oppa!!!”

“KIM JONG WOON!”

“KIM JONG WOON!”

Huporia besar-besaran memenuhi stadium tepat ketika sang ketua TIM memasuki lapangan, dan diikuti seluruh tim HONDAM, dan ketika semuanya keluar, gembrakan supporter HONDAM Semakin menggila.

“WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! SARANGHAEEE!! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!”

“KYAA~ SONG JOONG KI!”

“SONG JOONG KI!”

“SONG JOONG KI!”

Kini 2 kubu telah berhadapan satu sama lain.

“kreeeeek, mati kau!” Sungmin bergidik melihat seorang pemain Hondam yang berdiri dihadapannya memperagakan gerakan memotong leher, dan jujur, membuat Sungmin si wakil ketua OSIS yang berhati selembut sutera hanya membalasnya dengan senyum masam.

“kau takan selamat” GLEK
Sama seperti Sungmin, Hyuk Jae  menatap dengan keragu-raguan kearah seorang pemain HONDAM yang lumayan menyeramkan menurutnya.

Sementara itu kini terjadi ketegangan panas antara YesungJoongKi-WooBinMinHyuk. Min Hyuk si charming yang murah senyum memandang Joong Ki dengan ramah, namun tiba-tiba senyum namja itu menghilang tepat ketika melihat tatapan dingin tidak bersahabat dari Joong Ki. Bagaimanapun perasaan namja itu kini tengah tak menentu. Masalahnya dengan Eunseo  kemarin belum terselesaikan sama sekali.

Dan Yesung? Rupanya sikap maskulin keduanya benar-benar terlihat. Wajah ambisius Woo Bin dibarengi tatapan stay tune Yesung yang mematikan membuat atmosfir panas, membius keseluruh ruangan, hingga seluruh stadium dipenuhi ketegangan.

“aigo… aku merasakan udara disini sangat panas” Cheon Sa menyikut Sae Jin yang juga terlihat gundah.

“So Hot..” jawab yeoja itu.

Lalu kenapa Author merasa ada yang kurang?

“dimana mereka?” Sae Jin seolah mematahkan pertanyaan author. #eeh?
“siapa?” Cheon Sae celingukan mengikuti arah pandang Sae Jin.

“Min Ji dan EunSeo!”

“MWO?” bibir Cheon Sa membentuk hurup ‘O’. tak jauh berbeda ditengah lapangan, mata Joong Ki dan Yesung tak henti-hentinya bersembrawut membelah setiap celah penonton. Mencari sosok orang yang mereka cari. EunSeo! Dimana dia?

Ternyata yang dicari sedang menyendiri diperpustakaan. Yaa.. dimana lagi. Tempat paling efisien menemukan sang ratu ular adalah Perpustakaan.
Ia nampak membaca buku arkeolog dengan heansheet putih ditelinga kanannya.
Keriuhan Stadium sangat jelas terdengar dari sana, tapi ia mencoba untuk tidak memperdulikanya. Semenjak kejadian kemarin, ia dan Joong Ki mengalami kerenggangan yang teramat sangat. Berangkat kesekolahpun EunSeo sengaja lebih awal dan meninggalkan sang kakak. Setelah menyiapkan sarapan, gadis itu berlalu begitu saja. Karena ia tau, karakter Joong Ki seperti apa.

Kembali kelapangan, semua TIM kini sudah menyebar kearea pertahanan. Yesung kini tengah bersiap pada pelemparan pertama dengan wasit. Woo Bin dan Yesung kembali bertatapan, seolah ada jurang besar yang membelah ambisi mereka berdua.

PRIIIIIIIIIIIIT

Peluit dibunyikan, dalih pertama diambil alih oleh Woo Bin dengan gesitnya, namun bukan apa-apa ketika Sungmin berhasil merebut bola dengan cara Menyelinap andalannya, selanjutnya mengoper kearah Hyuk Jae, dengan cepat namja blode kuning itu menggiring, namun tiba-tiba Min Hyuk tersenyum elegan dan merebut bola dengan mudah, hingga seluruh pendukung Yondae bersorak

“KANG MIN HYUK!”

“KANG MIN HYUK!”

Mungkin ini yang menjadi daya tarik seorang Kang Min Hyuk, kelenturan dan kehebatannya menghindar bisa diperhitungkan, ketenangannya dalam bermain sangat spekta. Namun tiba-tiba,

HAP

“Yeaaah!”

“KYAAA~ SONG JOONG KI!

“SONG JOONG KI!”

Rupanya Joong Ki dengan mudah melumpuhkan mental Min Hyuk siperiang dengan tatapan bekunya.

“Hyeong!” Joong Ki bertriak dan

HAP

Berhasil!

Yesung menangkapnya hingga,

“SHOOOT!”

PRIIIIIIIIIIIT

Triakan Wasit membuat seluruh penonton huporia, terutama pendukung Hondam.

“HAAAAA.. WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! Kim Joong Woon! Song Joong Ki! Lee Sungmin! Lee Hyuk Jae! Kim Lee Han! Han Kang Ha! Jung Daek Kwon!”

Semua pemain Hondam disebutkan satu persatu membakar semangat pada point pertama.

“shiiit!” Min Hyuk menggigit bibir,

“sial!”  situasi semakin panas ketika take bola kedua, kini diambil alih Joong Ki, namja itu menambah powernya namun, sayang, Woo Bin menyenggol tubuh namja itu hingga terhempas, membuat semua penonton menjerit.

“Joong Ki! Uri Joong Ki! YA! KAU MAU MATI HAH!” Cheon Sa memekik panas melihat tubuh Joong Ki limbung dan terjatuh akibat dorongan Woo Bin.

“YA! kau kira ini ring tinju hah?! Neo jinjja!” Sae Jin ikut-ikut histeris seperti penonton lain.

“Gwencana yo?” Yesung membangkitkan tubuh juniornya,

“bukan masalah” balasan Joong Ki membuat Yesung mematung. Ia persis  seperti EunSeo. Tapi Dimana yeoja itu?
Ditengah situasi genting, Yesung sempat celingukan mencari EunSeo yang ternyata tengah melempar Headsheetnya diperpustakaan..
“sial!” yeoja itu bangkit dengan kasar dan mendorong kursi perpustakaan, apa yang ia dengar?
Triakan supporter yang memekik menyebut nama kembarannya. Maka dengan hati dongkol EunSeo memasuki stadium.
Tubuh yeoja itu berhenti didepan pintu ruang olahraga penghubung stadium, sedikit malas namun apa mau dikata, lelaki itu pasti terjatuh kan?
Haass! Sulit sekali berpura-pura mereka bukan kembar! Haaiisiii!

“WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!  KIM JONG WOON! SONG JOONG KI!” baru 2 langkah ia memasuki stadium suasana gempar langsung memenuhi telinga. Gadis itu berjalan lurus membuat beberapa kerumunan membelah saat melihat siapa yang datang. Ratu ular tanpa perasaan. Si angkuh yang tidak perduli meski kembarannya bermain. Manusia macam apa dia?

Eunseo berhenti dipojok sheet penonton. Berdiri dengan wajah dingin memperhatikan Joong Ki yang meliuk-liukan badannya ,

“SHOOOT!” Terdengar suara pemandu pertandingan bersuara lantang membuat penonton Yondae kembali bertriak penuh kemenangan. 12 : 14 dipihak Yondae.
Entah kenapa tim Yondae sudah menunjukan performanya.

“Uri Yondae Yondae! Yondae! Yondae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae Yogeum Nanshingdae! Uri Yondae! Uri Yondae! Haaaaaaaaaa….. Woo Bin oppa!!!!, Min Hyuk Oppa!! KYAA~”

“aashh!” Sungmin menggigit bibir, namja itu melihat Yesung terlihat terenggah-enggah. Jika seperti ini, mereka akan kalah telak.

Joong Ki mengusap keringat yang seperti pancuran dikeningnya. Benar-benar teknik yang terlatih dari pihak Yondae.

“HAAAAA.. WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! Kim Joong Woon! Song Joong Ki! Lee Sungmin! Lee Hyuk Jae! Kim Lee Han! Han Kang Ha! Jung Daek Kwon!”
Mendengar semangat yang membakar, membuat Joong Ki mengarahkan pandangannya ke Sheet penonton. Namun seketika jantung namja itu berhenti, melihat seseorang tengah berdiri disudut ruangan. EunSeo. Kembarannya disana. Entah kenapa tiba-tiba pandangan mereka bertemu, bertemu dengan sorot berbeda.

Berlanjut pada take terakhir, ini adalah penentuan, skor seri, dan peluang didetik-detik terakhir. Dan kini bola ada dipihak Yesung. Namja itu menggiring kearah lawan dengan percaya diri, operan maksimal ditangkap oleh Joong Ki. Mereka benar-benar bintang lapangan hari ini.

“Hyeong” Ia bertriak pada Lee Han dan diterima dengan baik, namja itu menggiring dengan sangat cepat, dan kini memberi kode pada Yesung yang sudah stay dibawah NET.

HAP!

Lempara yang pas,
Kini Yesung mengambil dalih kendali.

““HAAAAA.. WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! Kim Joong Woon!  KIM JONG WOON! KIM JONG WOON!

Baru saja Yesung berniat melakukan shooting, tapi sebuah tubuh mendorong tubuh Yesung dengan sangat keras hingga akhirnya,

DUGH

Bola menggelinding keluar lapangan. Seluruh penonton HENING tak menyangka, saat melihat tubuh Yesung terplanting bebas kelapangan.

“Arghh..”

“YESUNG ah!”

“Ketua!”

“Jong Woon ah!”

Para pemain Hondam langsung menghampiri tubuh Yesung yang tergeletak dengan merintih kesakitan sembari memegangi lututnya, tidak dipungkiri tubuhnya terlempar sangat keras oleh tubuh kekar Woo Bin.

“hyeong!” Joong Ki mendekati tubuh Yesung yang kini dikerubungi tim P3K,

“Yesung, kumohonn.. bertahanlah.. “ Sungmin panik melihat Yesung merintih kesakitan dengan mata terpejam.

“arrghh..” Namja itu mengerang tidak karuan.

Keriuahan bertambah saat Woo Bin mendapat kartu kuning, sebagian pendukung Yondae tidak terima, namun pendukung Hondam masih tidak terima dan merasa itu kurang, bagaimanapun HONDAM tanpa Yesung, apa yang akan terjadi?

Situasi masih panik, selain Hondam tidak memiliki pemain dibangku cadangan, pemain Yondae masih bersitegang dengan wasit, ah intinya author bingung ngegambarinnya! Hahaha😀

Namun tiba-tiba, semuanya hening, tepat ketika seorang yeoja masuk kedalam arena pertandingan , semuanya Hening, melihat cara berjalan yeoja itu. terlebih  mereka semua tidak menyangka , bahkan ada yang mengumpat. Apaapaan dia?

“BUKAN SEPERTI ITU!”

Tik Tok

Tik Tok

HENING

EunSeo,! Baiklah dengan sangat menyesal yeoja itu kembali mengacaukan. Membentak TIM P3K yang kebingungan mengatasi rasa sakit yang Yesung rasakan.

“Menyingkir” EunSeo membelah kerumunan tim P3K dan bersimpuh disisi Yesung. Keduanya bahkan sama-sama tidak menyangka jika menjadi pusat perhatian 100% dari semua orang. Situasi hening bercampur dengan tegang merambahi aula stadion.

Yesung rupanya masih mengerang kesakitan dan tidak menyadari kehadiran EunSeo, yeoja itu bergerak dengan tenang, namun Joong Ki bisa melihatnya, ada aura berbeda dari sikap tenangnya. Hati EunSeo tengah panik ketar-ketir.

Diraihnya salep, tapi bukan pada kaki. Yeoja itu menarik dengan sedikit keras kaki Yesung yang menekuk, “arrrgh,,” namja itu mengerang kesakitan

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA YESUNG OPPA!” Sae Jin bertriak dari bangku penonton,

Ditengah kepanikannya, EunSeo mengambil kompres ES dan meletakannya pada lutut Yesung. Dan seketika, namja itu berhenti merintih, nafasnya yang memburu berangsur-angur menenang.
Dan ketika Yesung membuka mata, namja itu menahan nafasnya saat melihat siapa yang tengah berlutut disampingnya , wajah wanita itu berpeluh membiaskan kepanikan diwajahnya.

‘EunSeo ya’

Sangat pelan, bahkan Yesung masih tidak percaya atas apa yang ia lihat, ia masih tak bisa mengucapkan apapun, sampai akhirnya EunSeo bangkit, meninggalkan semua kerjapan janggal dan keheningan yang menyelimuti stadium, namun ketika yeoja itu berbalik, matanya beradu pandang dengan sang oppa. tapi EunSeo seolah beku, ia melewati Joong Ki begitu saja.

“apa aku sedang bermimpi?” Suara SaeJin terdengar sangat syok

    ***

    [HONDAM High School]
Beberapa jam kemudian ~

“YIPHIIE! HAAAAA.. WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE!! WE ARE HONDAM! HONDAM IS NUMBER ONE! Yeaaah!” Hyuk Jae keluar dari ruang latihan dengan gembira. Bayangkan apa yang terjadi? Keajaiban apa yang ia rasakan? Wahahaha, Mereka the winner! Caah! Ini kah yang disebut mimpi?

“Oppa.. cukkae, cukkae oppa, sarangheyo..” wajah Hyuk Jae yang tadinya sumbringah  langsung menekuk sama seperti author, bayangkan apa yang terjadi?
Sungmin dengan parahnya kini menerima banyak kado dan hadiah-hadiah dari beberapa yeoja sekolahnya, ia terlihat sangat senang -_-

“sangat puas tuan Lee?” mendengar suara Temannya,  Sungmin menghentikan aksi senyam-senyum tidak karuannya,

“eoh, ah.. tentu saja..” namja itu menggaruk kepala bagian belakangnya.

“caaah.. aku bahkan belum menerima kado 1 pun”

Mendengar ocehan Hyuk Jae membuat Sungmin tertawa, “salahkan wajahmu! Jangan salahkan aku!”

“MWO? YA!”

“hey, ngomong-ngomong aku tak melihatnya sejak tadi?”

“siapa?”

“Yesung” jawab Sungmin sambil membuka kado 1 persatu. “omo.. kaos kaki yang manis”

“mungkin menemui ratu angkuh” jawab Hyuk Jae sambil merampas salah 1 kado milik Sungmin.

“YA! Monyet! Perampasan adalah tindakan kriminalitas!”

Mendengar ucapan temannya, Hyuk beringsut, “kau pelit sekali”

“baiklah.. baiklaah.. untukmu”

“jeongmal!?”

Sungmin mengangguk, “apa kau tak merasa ada yang aneh?”

“Mwonde?” balas Hyuk Jae sambil membuka bagiannya.

“Yesung dan gadis itu, ah. . . maksudku begini, pertama adalah pemilihan oddete di drama musikal, lalu kejadian hari ini, yaa.. meskipun tidak ada yang aneh , tapi –“

“kau terlalu mendramatisir, kurasa lebih baik mereka bersama, setidaknya aku bisa mematahkan opini pribadi mengenai kalian”

“MWO?” Sungmin sudah menangkap gelagat tak beres dari Hyuk Jae,

“Kalian, ya. . kau dan Yesung.. terlihat sedikit mesra?”

“YA! MONYET!”

***

Kabar geger antara EunSeo dan Yesung menyebar bagai kereta api listrik dalam hitungan detik. Bahkan sebelum EunSeo sampai kedalam kelasnya, semua siswa sudah grasak grusuk dan panik setengah mati. Terutama Saejin dan Cheon Sa.
2 yeoja yang sudah mendiklatkan diri sebagai ANTIFANZ Song EunSeo seolah memiliki opini-opini  buruk tentang tindakan EunSeo pagi tadi ketika turnamen basket.

“ternyata dia mencuri start secara diam-diam!” Sae Jin mendeplak mejanya, membalas keterkejutan Cheon Sa.

“ini tidak bisa dibiarkan.! MinJi ya, bukankah kita harus melakukan sesuatu? Kita harus menyingkirkannya dari sekolah ini!” Kali ini Sae Jin melempar opini buruknya pada MinJi yang terdiam sedari tadi. Entahlah, ia tak bisa berfikir dengan benar. Otaknya dipenuhi kemelut antara dirinya dan keluarga Song.
Bahkan yeoja itu tak berani menampakan batang hidungnya selama pertandingan, ia lebih memilih meringkuk didalam kelas, dan hingga saat ini, ia tak tau bagaimana caranya menampakan batang hidungnya kehadapan EunSeo.

“aku ketoilet sebentar” ucap Min Ji lemah,

“hey, kau tidak mau mendengarkan ceritaku, Cho Min –“ ucapan Sae Jin terhenti saat melihat tubuh Min Ji menegang didepan pintu. Suasana hening menyelimuti keadaan didalam kelas itu. peluh dingin merambahi tubuh Min Ji. Beribu-ribu volt listrik menyerbu hati yeoja itu tepat saat EunSeo sudah berdiri dihadapannya.

Tak jauh beda dengan EunSeo, langkahnya saat memasuki kelas tertahan saat melihat sosok dihadapannya. Padahal nyaris saja EunSeo melupakan kejadian kemarin, tapi sekarang amarah itu perlahan merambahi pikirannya.

Mata elang milik EunSeo menatap telak tepat kearah mata Min Ji yang diam-diam ketakutan. Tak kuat berlama-lama membuat MinJi hendak pergi, namun ucapan EunSeo mematikan langkahnya.

“jangan merasa menang dengan mudah hanya karena kau berhasil merebut simpatinya”

HENING

Seisi kelas tidak ada yang berani bersuara. Sae Jin dan Cheon Sa yang mendaulatkan diri sebagai mahkluk ternekat yang berani menentang EunSeo pun terlihat mati kutu melihat kilatan-kilatan amarah ditatapan yeoja itu.

“………………..”

“aku sudah siap menunggu kejutanmu berikutnya, Cho MinJi” ucapan itu adalah sebuah pengakhiran, membuat MinJi tergagu dengan rasa bersalah yang luar biasa. Bukan hanya rasa bersalah sang ayah. Namun juga rasa bersalah karena telah membuat EunSeo sendiri.
Kenapa ia dan EunSeo harus dipisahkan dengan hal sekonyol ini?  ia tau, bahkan sangat tau jika EunSeo sebenarnya hampir menerimanya sebagai teman, tapi kenapa mereka tidak bisa bersama hanya karena masalah yang rumit ini? kenapa?

“EunSeo ssi, tunggu”

MATILAH KAU!
Mungkin itu adalah jeritan hati semua siswa dikelasnya yang mendengar MinJi seolah memancing amarah EunSeo lagi. Nafas mereka semakin ingin putus melihat MinJi yang notabenanya sangat lemah dan menyedihkan harus melawan EunSeo?
Beruang kutub betina yang sangat mematikan walau hanya lewat tatapan. Oh siapapun.. tolong kirimkan relawan untuk MinJi.

MinJi dengan segenap keberanian yang ia miliki mendekati EunSeo, wajahnya tidak menunduk lagi seperti tadi, tapi mendongak, seolah menantang amarah EunSeo. Menunjukan bahwa dirinya juga memiliki amarah yang serupa. Bukan hanya EunSeo pihak yang tersakiti, dirinya bahkan lebih sakit menanggung rasa bersalah yang bukan perbuatannya.

“aku melakukan semua ini karena aku takut. Kau akan membenciku karena hal ini. Aku tau Itu hakmu! Tapi jangan biarkan appa mati dengan rasa bersalah yang justru tak pernah ingin ia lakukan.”

MinJi meremas pakaiannya, ucapan itu keluar dengan lancar, membuat semua teman-temannya seolah kehilangan sosok MinJi yang lugu. Ia terlihat sangat berbeda saat menatap EunSeo seperti ini, hingga membuat banyak pertanyaan muncul, apa yang terjadi diantara keduanya?

“tak pernah INGIN ia lakukan?” EunSeo menghunuskan tatapan boomerangnya hingga seisi kelas bertriak tepat ketika tangan yeoja itu juga menjambak keras rambut MinJi
“perhatikan ucapanku,”
Dalam sekali tarikan ikatan rambut MinJi terlepas , membuat yeoja itu hanya bisa menangis ,
“lahar sakit hatiku telah meluap untuk meluluh lantahkan duniamu yang sangat munafik, Cho MinJi”

PLAAK

Sebuah layangan tangan langsung menghempaskan wajah EunSeo kesamping, matanya memanas melihat siapa yang menamparnya untuk pertamakali dalam seumur hidupnya.

“akan kupastikan penyesalan itu lebih dari ini, jika kau berani melakukan tindakan sebar-bar seperti ini lagi Song EunSeo”

Semua siswi terlihat memekik terlebih melihat siapa yang melakukan hal itu, namun sayang, yang ditampar bukannya menyerah atau luluh, ia malah menunjukan senyuman miris yang sangat mengerikan. Joong Ki menamparnya?
Kenyataan bodoh apa lagi ini?

Tapi bukannya berhenti, EunSeo malah semakin menghunuskan tatapan penuh amarahnya pada Min Ji yang terlihat khawatir. Jangan ditanya lagi, EunSeo bukan gadis rapuh seperti yang kalian pikirkan.
Ia bahkan mengingat bagaimana kakaknya dulu melindungi kedua telinga saat sang ayah menampar eommanya, ia ingat, tapi sekarang justru Joong Ki mengajarkannya tentang sakitnya ditampar.

“sudah semakin puas?”

“cukup Song EunSeo! Kau tidak tau apapun!” Joong Ki semakin menarik MinJi kebelakang tubuhnya, menyembunyikan dari amarah EunSeo.

“ah.. benar, kalian memang berhasil membuatku seperti orang bodoh, bahkan lebih menyedihkan dari appa,
dan kau nona Cho, kau berhasil melakukan hal yang sama seperti ayahmu, dan sekarang padaku dan dia?” EunSeo menatap Joong Ki sebentar, “kau hampir berhasil”

“ikut aku!” dengan sekali tarik Joong ki membawa tubuh kembarannya, menembus kerumunan yang entah sejak kapan terjadi.

Kini Joong Ki menarik tubuh kembarannya menuju halaman belakang, menghempaskan raut dingin itu begitu saja.
“semua ini cukup sampai disini, aku tak ingin kau menyakiti diri ataupun menyakiti orang lain lagi” dengan cepat Joong Ki menyerahkan sebuah kertas pada sang adik,

Dalam hal ini hanya dia kuncinya. Merelakan diri meski harus dibenci oleh sang ibu, ia tidak memikirkannya lagi, ia sangat siap jika disana sang ibu membencinya lebih dari ini.

Dengan ragu EunSeo membuka sebuah surat yang bertandakan April 2003.
Sebuah vonis dokter yang merubah segalanya.

“radang usus stadium lanjut,” suara Joong Ki membuat EunSeo terkejut, MinJi yang mengikuti keduanya dari jauh menutup bibirnya dan menatap Joong Ki tidak percaya, bukankah itu penyakit yang merenggut nyawa ibunya juga?

“appa akan kembali. Aku sudah menghubunginya, dia sudah tau segalanya.”
Ucapan Joong Ki membuat tubuh EunSeo membeku, mata yeoja itu memerah, sebuah pukulan mengenai hati dan kenyataannya.

“bukan ini yang eomma inginkan. Merelakan diri dibenci semua orang agar kau tidak menyalahkan siapun atas kepergiannya. Ia ingin pergi tanpa meninggalkan rasa sakit untukmu, dan untuk appa,”

Dan kini tubuh EunSeo melemas,
Terlepas dari ribuan rasa bersalah dan keterjutan, ia tak bisa mengkolaborasikannya. Lutut EunSeo luruh menyentuh rumput dengan tangan yang bergetar. Ia belum menangis. Karena kesedihannya masih berkumpul dihatinya dan terus ia tekan.

Mata EunSeo memandang kosong kedepan, mendengarkan ucapan demi ucapan yang keluar dari bibir kakaknya.

Joong Ki berjongkok, ia menatap sendu kearah kembarannya. Tidak dipungkiri tubuh EunSeo berwarna putih dan pucat. Sangat pucat.
“kau ingin aku percaya?”

Sungguh, rahang Joong Ki mengeras, ia menatap tidak percaya pada kembarannya yang kini bangkit dengan ringkih sambil terlihat menahan tangisnya.
“kau ingin aku percaya setelah semua ini? kau pikir aku bodoh?” ucapnya lagi, seolah menekankan.

“aku mengira kau adalah orang yang bisa membuatku tenang dari seribu ketakutanku akan kebohongan, tempat dimana aku merasa pantas untuk mendapat kejujuran, dan merasakan indahnya hidup dengan kenyataan yang sebenarnya. Tapi hari ini aku mencabut itu semua. Kau adalah orang pertama yang mengajariku kebohongan”
Mata Joong Ki memanas melihat reaksi EunSeo saat ini. Mungkin inilah ledakan atas BOM yang selalu ia tekan selama ini.

“Selamat Song Joong Ki, scenario kalian telah berhasil membuatku terlihat sangat menyedihkan. Kalian Sangat berhasil”

Joong Ki mematung, namja itu tidak bergerak seinci pun,
Desiran angin menghantarkan gerak tubuh EunSeo yang menjauh. Apa yang ia dengar ini? kebohongan apa lagi ini?
Kenapa sangat menyakitkan jika mendengar kebohongan dari Joong ki? Kenapa sangat menyakitkan?

Raut wajah EunSeo tidak bisa berbohong, matanya kini sudah menerawang sampai akhirnya langkah yeoja itu kembali berhadapan dengan Min Ji yang sudah berdiri dengan mata yang memerah, beberapa kerumunan menatap tidak percaya pada EunSeo, ada segelintir rasa kasihan yang tiba-tiba merasuki hati Cheon Sa dan Sae Jin saat mendengar itu semua. Semua fakta yang mungkin saja jika mereka yang berada diposisi EunSeo, entah mereka masih sanggup hidup sekarang.

“kumohon dengarkan aku..” Min Ji tidak henti-hentinya meminta maaf, entah apa yang membuatnya sebersalah ini, kesalah pahaman yang sejujurnya menyakiti semua orang.

“kumohon..” Min Ji menarik sekali lagi tangan EunSeo yang berniat mengacuhkannya.

“appa tidak bersalah,”

“Appa tidak bersalah EunSeo ya!” Min Ji memekik jengah saat EunSeo mengacuhkannya, pergi dengan pelan, matanya dingin dan lurus, ia hanya tak siap mendengar apapun lagi. Tak bisa, ini sangat membebankan , ini sangat menusuk relung hatinya, fakta ini seolah membunuhnya dengan perasaan bersalah yang berkecamuk.

“KUMOHON DENGARKAN AKU! apa kau ingin aku mati karena rasa bersalah ini!” Min Ji sudah kehabisan akal, hingga yeoja itu akhirnya menangis dengan keras, membuat EunSoe memberhentikan langkahnya.

Situasi hening seketika.

“Kalau begitu , matilah”

DEG

***

Hari sudah sangat gelap. Gemerlap malam dengan kepadatan lalu lintas membuat jalan-jalan diDaegu terlihat sangat glamour. Bunyi klakson dan suara kendaraan berpacu dengan sinaran lampu mobil-mobil yang berlalu lalang, seolah sibuk dengan urusan mereka sendiri.

EunSeo,
Wanita itu berjalan dengan masih berpakaian SMA. Tubuhnya yang lurus tinggi membuat ia seperti mayat hidup malam ini. Entah kemana kaki ini akan membawa tubuhnya. Ia tak tau. Pikirannya melayang kemana-mana. Tubuhnya sangat terasa kosong. Hampa dan sepi.
Luka itu kembali terbuka, dan semakin menganga dengan penghianatan kakaknya. Satu-satunya orang yang ia percaya didunia ini.
Dendam , amarah dan kerasnya perasaan wanita itu membuat egoismenya tersulut begitu saja. Ia ingin bertriak sekeras mungkin. Namun sesuatu membuat bibirnya terkatup sempurna. Tak mampu bersuara sedikitpun. Rambutnya yang tergelung rapi kini sudah terlepas oleh permainan angin malam. Bibirnya yang keunguan kini putih pucat. Mata elang itu bahkan sangat layu. Tubuhnya memucat dan hampir menggigil, ditengah semua pejalan kaki yang berlalu lalang, hanya dirinya yang memakai pakaian lengan pendek.

“apa kau ingin bunuh diri dengan cara seperti ini?”
DAAAAAR
Sebuah kembang api meletus dikepala author saat melihat siapa yang kini berdiri dihadapan EunSeo. #eeh?

“berkeliaran dimalam hari dengan memakai identitas sekolah, kau pikir ini bukan sebuah pelanggaran?”

Mata EunSeo menatap Wajah Yesung yang seolah mengintrogasinya, apa lelaki ini mengikutinya?
“…………..” EunSeo tidak menjawab, yeoja itu menjawab dengan tatapan, yakni kearah Yesung yang ternyata juga masih mengenakan pakaian sekolah. Dan tentu saja itu membuat Yesung seperti maling yang tertangkap basah.

“A a-ku ba –baru saja menghadiri pertemuan sekolah dan pulang sedikit larut, dan –dan, aku tak menyangka sebuah kesialan bertemu denganmu , dan –“ Yesung sudah kelimpungan mencari alasan yang tepat. Apalagi melihat tatapan EunSeo yang sangat tidak bersahabat, membuat sang ketua OSIS merasa mati berdiri.
“wae? Kau ingin menghakimiku lalu lepas dari hukuman? Caah”

“lalu apa?” jawab EunSeo dingin,
“kau ingin aku melepas pakaian ini? baiklah”

Mata Yesung hampir melompat mendengarnya. “YA! kau akan taruh dimana wajahmu setelah menggoda seorang ketua OSIS dengan tubuh rata dan telanjang itu hah?”

Ash jinjja! Lelaki ini sangat merusak mood author #ngeksis lagi ah :P#

Mendengar hal yang tidak penting membuat EunSeo langsung berlalu, ia melewati tubuh Yesung yang seolah olah memaksakan sikap sok otoriternya meski sekarang bukan jam sekolah.
“YA! kau ingin lari dari hukuman?!”

Tangan EunSeo tertarik dengan sedikit keras, tentu saja hatinya yang luluh lantah semakin tidak menentu dengan kehadiran lelaki ini.

“apa yang kau inginkan.”

DEG

Wajah Yesung memucat melihat aura wajah EunSeo yang sedikit berbeda. Ia seperti ingin menangis.

“apa lagi yang kau inginkan Kim Jong Woon?!”

Pekikan itu sangat keras, membuat mata dan sekujur tubuh Yesung menegang. Tak jauh beda dengan EunSeo. Nampaknya yeoja itu sudah tidak tahan lagi. Entah mengapa ia bisa serapuh ini, yang jelas ia hanya ingin membuang semua bebannya. Beban yang sudah 11 tahun lamanya. Tak ada tempat untuk menumpahkan seluruh air matanya selama ini, dan sekarang?
Tempat itu tengah terpampang jelas dihadapannya. Bahkan lebih kokoh dan lebar. Dada itu, … EunSeo menginginkannya. Walau hanya semenit, 30 detik, EunSeo merindukan tempat itu.. sangat merindukannya.

Tubuh Yesung tergagu, saat melihat tubuh EunSeo bergetar dan menunduk, yeoja itu terlihat sangat rapuh, hingga tiba-tiba dengan perlahan Yesung menarik tubuh EunSeo. Yesung kira yeoja itu akan berontak. Tapi ia malah menurut, dengan pelan mendekaat.. mendekaat.. hingga akhirnya tubuh itu sampai direngkuhan dada Yesung.

“jangan ditahan lagi, aku sudah disini”

DEG

Secara tidak sadar keduanya tengah dilema akan kenangan masalalu. Ini diluar rencana ego mereka. Bahkan saat  ini mereka tengah tidak sadar bahwa sudah membuka kedok masing-masing.

“HaaaaaaaaAAAA” triakan EunSeo berpacu dengan suara klakson dan sirine ambulance yang lewat didepan mereka. Membuat kesedihan gadis kecilnya sangat menulikan untuk Yesung.
Ini sama persis dengan kejadian 11 tahun silam. Saat dimana EunSeo selalu bertriak dan menangis didadanya.

‘jangan sakiti dirimu lebih dari ini, EunSeo ya..”

    ***

    [Appgeujong – South Korea]
-06.30- Pagi
Kediaman Keluarga Kim

Yesung keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya yang basah ditambah lagi dengan bersenandung bahagia. Bahagia? Of Course! Hahahaha . Jika orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan adalah teman dari setan dedemit, tak apalah, Yesung tidak keberatan menjadi teman setan dedemit yang penting ia sangaaaaat bahaagiaa…

Roman bingar wajah Yesung semakin semarak saat mata lelaki itu melihat wajah damai seorang gadis tengah terlelap dibawah selimutnya. Ia terlihat sangat nyaman dan lelah. Matanya bahkan terlihat sedamai itu, padahal jika saat terbangun, Harimau , singa, dan seluruh mamalia buas lainnya akan kalah.

Entah kenapa jika mengingat sikap angkuh gadis ini membuat Yesung ingin melakukan sedikit hal untuk mengacaukan pagi indah EunSeo.

Dengan pelan Yesung membuka gorden biru gelapnya, hingga segempul cahaya masuk dengan serempak, menerpa wajah EunSeo yang terlelap dengan teduh. Tentu saja cahaya itu berhasil membuat sang empunya mata langsung membuka mata.

Benar-benar mempesona.
Yesung tanpa kedip saat melihat EunSeo terbangun dengan sangat lentur. Astaga.. ia benar-benar menggodai seorang namja SMA di masa puber dengan adegan rehat bangun pagi yang sensual. Oh Neptunuss.. tolong bantu Yesung untuk menyadarkan diri bahwa itu adalah ranjang nya! Oh Tuhan..

Mata EunSeo nampaknya masih menyesuaikan sesuatu. Langit-langit kamar!
Sejak kapan ia memiliki langit-langit kamar coklat muda, lalu tumpukan sepatu basket, sebuah bola basket dan gorden biru tua lengkap dengan seorang namja yang berdiri dengan handuk dan baju put-

“YAAAAAAAAA!!!” benar-benar spot jantung. Suara EunSeo yang melengking sampai diruang makan. Nyonya Kim yang sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya, lalu tuan Kim yang sedang mencuci mobil, dan terakhir Kai yang sedang mencari Pensil yang jatuh dibawah meja langsung merasakan seisi rumah bergetar plus sebuah gelombang keterkejutan magnetik.

JEDUG

“Aww,,.” Ringisan Kai terdengar prihatin, baru saja meja belajarnya terguncang gempa hebat, dengan kesal,  namja kecil itu langsung ngacir kekamar sebelah yang ia sinyalir menjadi biang keonaran pagi ini.

“keledai gila! Apa yang kau lakukan hah?!”

“Cacing menjijikan yang terkena busung lapar,! Apa yang kau lakukan padaku!”

“Sungguh demi Neptunus kau haruss matiii!!!!”

Kai sekeluarga terlihat melongo didepan pintu saat melihat kekacauan dikamar putranya, terlebih saat melihat EunSeo dengan kemeja kebesaran milik Yesung tengah berlarian membawa bantal untuk mengejar Yesung yang tunggang langgang menghindar dari amukan ratu iblis seperti EunSeo. Bahkan kemarahan EunSeo lebih menakutkan dari tukang sihir voldermoth di HarryPotter.

“Kau pikir apa lagi? Yeoja dan namja dalam masa puber didalam sebuah kamar hanya berdua. Kau pikir apa yang terjadi.” Kembali jawaban Yesung membuat EunSeo beringas. Apa maksudnya!

“HAAHH!!! Tutup mulutmu!!! Aku akan membunuhmuuuu Kim Jong Woon!!!!”

“apa yang terjadi?” tiba-tiba tuan Kim datang dengan kebingungan, membuat EunSeo malu setengah mati,

“tenanglah EunSeo ya.. jangan dengarkan anak bodoh ini” Nyonya Kim langsung menenangkan EunSeo,

“kemari kau, kemari”

“appa, ak –aku minta maaf, ap-appa.. yaa.. mimimianhae.. appo..appo appa.. appa… appo” Yesung langsung meradang saat ayahnya menarik paksa telinganya. Apa yang lelaki ini pikirkan tentang tata krama pada seorang wanita?

“dasar pembuat onar! Berapa umurmu Jong Woon! Memalukan!”

“kkkk~ rasakan, uwee” Kai menjulurkan lidah saat melihat kakaknya ditarik paksa. Ahahaha, akhirnya lelaki tak laku itu kehilangan image didepan appa. Sebentar lagi ia bukan lagi anak yang dibanggakan. Kkkkk~

bibir EunSeo terasa kelu melihat Nyonya Kim mendekat dengan penuh kelembutan. Wanita paruh baya itu mengelus rambut EunSeo dengan pelan.

“kau semakin cantik EunSeo ya…”

“nde?” wajah EunSeo membeku untuk beberapa saat.

“jangan salah paham padanya, kau tau sendirikan jika sifat jahilnya kembali, maka akan sangat mengacaukan.”  Nyonya Kim tersenyum lembut,
“semalam kau tertidur. Hahaha, aku bahkan ingin tertawa mengingat kejadian 11 tahun lalu. Saat kau selalu dibawa dalam keadaan tertidur. Entah kenapa ikatan Bathin kalian sangat kuat. Aku bahkan tidak percaya jika kalian akan bertemu kembali”

“ajjumha..” EunSeo tersenyum, ia mendekat dan memeluk nyonya Kim. Orang yang dahulu selalu memberikannya kasih sayang seorang ibu ketika perubahan drastis terjadi pada eommanya.

“jangan khawatir, semalam aku yang menggantikan pakaianmu.”

“dan semalam ia mengacau dikamarku” sahut Kai dengan wajah masam yang ditekuk.

“ah , kau ingat bayi yang selalu aku gendong dulu?, dia Jong In, aigoo.. dari dulu aku bahkan menginginkan seorang putri yang cantik, tapi entah kenapa aku bisa memiliki 2 anak yang sama sekali tak mewarisi kelembutanku. Dan malangnya, semua Gen yang tersangkut dalam tubuh mereka , adalah Gen dari lelaki itu. Haash!”

EunSeo sebenarnya ingin tertawa, tapi melihat ekspresi Kai yang terlihat sangat masam membuat gadis itu menyimpulkan jika ia benar-benar mewarisi sikap otoriter kakaknya.
“aku harus menyiapkan meja makan. Kau mandilah dan setelah itu bersiap-siap berangkat kesekolah dengan Jong Woon”

“aj –ajjumha ya..” suara EunSeo yang serak membuat langkah nyonya Kim berhenti. Ia dengan kelembutannya kembali duduk dihadapan EunSeo.

“apa yang harus aku lakukan..” bibir EunSeo hanya mengeluarkan suara kecil, ia tak tau apa yang ada didalam benaknya, tapi entah mengapa ia ingin sekali mengetahui sesuatu dari Nyonya Kim.

“jika terjadi sesuatu padamu, apa kau akan menyembunyikan semuannya dari anak dan suamimu? Kenapa? Bukankah itu hanya akan membuat mereka bagai orang bodoh? Benar? Kau tak mungkin melakukan hal sebodoh itu, ya.. itu adalah hal terbodoh yang pernah kudengar, bodoh..” Nyonya Kim menatap EunSeo dengan penuh tanya, ekspresi dan gesture gadis itu terlihat berbeda, seperti memendam banyak hal.

“tidak, akupun akan melakukan hal yang sama” Senyuman nyonya Kim membuat darah EunSeo berhenti mengalir. Ia mengelus pelan rambut gadis itu dengan sayang, sebelum akhirnya mengeluarkan ucapan yang sangat menohok tepat dihati gadis itu.

“setelah dewasa mungkin kau baru akan menyadari betapa gilanya cinta dan kasih sayang itu. Kau bahkan akan merasakan nyawamu tidak ada artinya jika tanpa mereka, tanpa kehadiran mereka yang menjadi bagian hidupmu”

“pikirkan ucapanmu, EunSeo ya”

Sepeninggal Nyonya Kim, EunSeo masih memandang Kai yang tetap keukeh didepan pintu sambil memandanginya dari atas hingga bawah.

“apa kau benar seorang yeoja, nunna?”

“Mwo?”

Namja SMP itu terlihat berfikir keras. “ini sangat mustahil! Hyung tertarik pada yeoja? Ini benar-benar sebuah keajaiban”

EunSeo menatap Jong In dengan semakin linglung, “aku tidak berniat menghancurkan pesona hyung yang entah apa itu hingga kau bisa tertarik padanya, tapi begini..” Kai mendekati EunSeo , kini anak SMP itu terlihat menekan keningnya dengan keras,

“nunna, aku harap kau tidak terlalu dikelabui oleh keadaan fisiknya yang kukira hampir menyamai ketampananku, tapi –tapi kurasa ada yang salah disini, Hyung,… ah… dia tak mungkin memiliki yeoja yang lebih cantik dari koleksi-koleksiku!!! Hueeee eommaaaa……”

BRAAAAAAAK

Pintu tertutup dengan cepat , tepat saat Kai keluar dengan raut kefrustasian yang teramat sangat.

    ***

    HONDAM High School

Seperti biasa di SMA Hondam setiap paginya para OSIS akan merazia dan menahan beberapa pelanggaran yang dilakukan beberapa siswa saat memasuki gerbang sekolah. Mereka yang melanggar akan dikenakan hukuman, tentu saja setelah sang ketua hadir. Namun nampaknya kali ini ada sebuah kejadian aneh. Tidak biasanya Yesung yang terkenal paling konsisten waktu belum datang disaat beberapa siswa sudah dikumpulkan bagai tahanan.

“YA! Lee Hyuk Jae, bisakah percepat hukumanku? Kau ingin aku mendapat hukuman tambahan dari Kang Songsaengnim? Tau sendiri aku belum menyalin PR dari Hyun Sik”

Mendengar protesan dari teman sekelasnya yang terlihat sok akrab membuat Hyuk Jae kesal. Mungkin didalam kelas mereka adalah teman senasib sepenanggungan, tapi diluar, ia tetap penegak hukum.
“hey, itu bukan urusanku”

Mendengar ucapan Hyuk, dengan terpaksa membuat Tae Young diam. Dasar monyet sok otoriter,

“hey, dia kemana?!” Hyuk Jae berdesis pada Sungmin yang terlihat marah-marah pada beberapa siswa yang tidak memasukan baju.

“ancamanku berlaku 5 detik setelahnya! Ingat diri kalian hanya siswa kelas X. belum apa-apa sudah berani mengacau disekolahku!”

Setelah memarahi habis-habisan, Sungmin langsung merubah wajahnya yang sangar menjadi panik kearah Hyuk Jae. “entahlah, aku sungguh tidak bisa berakting sangar lagi, aku bahkan heran kenapa si kepala besar itu tahan memasang wajah sangar selama seharian nonstop.”

“kita harus bagaimana? Disini ada 29 siswi , 23 siswa yang terlantar menunggu hukuman. Tidak mungkin kita membebaskannya, setelah semua OSIS bersusah payah berazia dari pagi buta”

TIN

TIN

Klakson mobil membelah kerumunan para siswa yang menunggu hukuman,  pucuk dicinta Yesung pun tiba bagi Hyuk Jae dan Sungmin.
“akhirnya dia datang,”

Belum habis nafas Hyuk Jae lolos karena kelegaannya melihat Yesung datang, setengah dari nafasnya kembali masuk dan mengendap ditenggorokan, tepat saat seorang yeoja dengan raut tidak bersahabat turun dari jok samping, dan itu adalah –

“Ke –ketua” Qory menganga dengan mata yang membesar, lengkap dengan respon serupa dari semua siswa, tak terkecuali Hyuk Jae dan Sungmin.

“aku sedang dalam ilusi?” Sungmin menatap HyukJae, begitupun sebaliknya, semua hening sesaat, bahkan ketika Yesung juga keluar dari mobil dan menghampiri EunSeo, mereka terlihat berbicara sebentar, dan itu membuat otak semuanya berfikiran yang tidak-tidak.

“kau tak perlu menungguku nanti siang” EunSeo berbicara dingin tepat ketika Yesung keluar dari mobil.

“baiklah” keduanya berjalan berlawanan arah, baru saja Yesung selesai mengunci mobilnya, dan berbalik, ia langsung disambut wajah-wajah mati rasa semua anggota OSIS dan para siswa digerbang.

“KETUA!!!!!”

Berbeda dengan EunSeo, yeoja itu kini tengah berhadapan dengan sang kakak yang tengah berdiri diatas motornya, ia baru saja melompat dari atas motor saat melihat adik yang ia cari semalam suntuk kini hadir disekolah.
“kau ingin menjelaskan apa untuk kejadian pagi ini” Joong ki mendikte seolah membiarkan EunSeo memberikan penjelasan atas tindakannya yang keluar dari mobil Yesung.

“ini sangat sulit” ungkap EunSeo pelan, dilepaskannya tangan Joong Ki lalu menatap sendu kembarannya, ini untuk pertama kalinya ia melihat EunSeo bersikap semenyedihkan ini.

“berikan aku waktu, aku mohon, oppa”

    ***

    [MALAM FROM NIGHT , Festival Akhir Musim Panas, -HONDAM High School-]

[DRAMUS]

Alur danau angsa berputar sekitar seorang pangeran yang bernama Philip Siegfried yang jatuh cinta pada seekor angsa cantik. Ia tak tau bahwa angsa itu sebenarnya adalah seorang putri cantik jelita yang bernama auddete, Penjahat dalam cerita ini adalah Von Rothbart, yang sekali waktu menculit auddete , pertarungan antara kebajikan dan kejahatan diakhir cerita yang dibentuk dengan peran ganda antara oddete / odille, angsa putih / hitam.

Alunan lagu sendu mewarnai liak liuk gemulai para ballerina yang memerankan karakter tersendiri dari karakter yang mereka perankan. Terlebih ketika musik menyeramkan diputar saat Von Rothbart diperankan oleh Hyuk Jae yang menarikan sebuah tarian kutukan hingga mengubah seorang putri jelita menjadi seekor angsa. Tubuh EunSeo menarikan karakter Auddete dengan indah, menunjukan sisi cantik dan lembut seorang auddete pada penonton secara tidak langsung membuat mereka menatap tanpa kedip. Pesona dan  karakter tersembunyi EunSeo secara tidak langsung keluar seketika, membius seluruh pusat perhatian mengarah padanya.

Ketika lampu dimatikan dan menciptakan suasana gelap, dimana melambangkan matahari tenggelam secara tidak langsung menarikan sebuah pertemuan pertamanya dengan sesosok pangeran tampan Philip Siegfried yang dimainkan Yesung. Alunan musik pertemuan yang penuh kemistri diciptakan ketika mata mereka saling bertatapan, dansa yang sempurna.

Selama pertunjukan tidak terasa 3 jam berlalu, semuanya masih tercengang melihat aksi yang sangat diluar dugaan. Bagai pasangan yang memang terlahirkan bersama. Hingga tiba-tiba lampu panggung mati seketika, dan terdengar suara konsleting.

“Akkh!” para penonton menjerit, apalagi kini seluruh pemain drama musikal terlihat kebingungan, EunSeo dan Yesung yang tengah menari ditengah panggung terhenti, hingga tiba-tiba  sebuah jeritan terdengar dari arah samping.

“AUDDETE!”

JEDDUGH!

BRAAAAAK

HENING

Semuanya terpacu dengan nafas yang tertahan, dan semakin tertahan ketika lampu menyala dan terlihatlah kekacauan yang terjadi diatas panggung.

“oppa!!!!!!!” triakan histeris menggema disekitar tempat pertunjukan ,
Sebuah lampu banner besar jatuh ditengah-tengah areal pertunjukan,
Tubuh EunSeo menegang, sebelum detik berikutnya ia sudah berhambur kearah dimana namja itu tergeletak tak sadarkan diri.

“Jong Woon a..” suara EunSeo menggema diseisi panggung, SaeJin dan Cheon Sa menutup mulut mereka menahan tangis saat dilayar besar kini terpampang jelas wajah EunSeo yang memerah dan panik, ia membawa tubuh Yesung kepangkuannya, kepala namja itu mengluarkan darah segar.

“Jong Woon a..”
Masih tidak ada respon, keheningan entah mengapa mendominasi, padahal Yesung tengah tergeletak tak sadarkan diri, mereka hanya terbius karakter EunSeo yang sesungguhnya, ketika sebulir air mata jatuh begitu saja.

“aku mencintaimu, bangunlah.. sangat mencintaimu..”“ suara itu bergetar dan menggema seisi tempat pertunjukan. “Kim Jong Woon bangun! Kumohon…..”

“Kim Jong Woon”

“Kim Jong Two..” suasana menegang, apalagi melihat wajah EunSeo yang terclous up besar di layar LCD itu, menampakan rona keterpukulan yang sangat keras, dipangkuannya Yesung terlihat tergeletak bersimbah darah.

“Kim Jong Three”

    BLET

 

 

Lampu panggung tiba-tiba mati kembali, membuat nafas para penonton terhenti, namun detik berikutnya lampu menyala dan memperlihatkan seluruh pemain berdiri dan berjejer menghadap penonton,

“KHAMSAHAMIDAAAAAAAAAAA”

“OPPA!!!” triakan begitu nyaring terdengar ketika semuanya membungkuk memberi hormat pada penonton. Oh astaga! Yesung yang hampir membuat mereka mati berdiri dibangku penonton terlihat ikut membungkuk hormat,
Jadi –jadi itu semua adalah bagian skrip!?!

OMO!
Pembawaan EunSeo sangat menyakinkan!

Riuh tepuk tangan dan keributan menghantarkan tirai panggung tertutup. Dan selanjutnya para penonton disuguhi dansa FROM NIGHT untuk acara bebas. Mereka diberikan kebebasan berdansa memenuhi panggung.

“sial! Shit!” Sae Jin memekik geram. Akting?! Bagian skrip?! Apa mereka tak tau itu rasanya sangat mematikan.

“Mereka hampir membuatku mati sungguhan. Arghhh” Cheon Sa melepaskan topengnya dengan geram, mungkin respon yang sama juga seperti penonton lain yang menghayati lalu terhempas dijurang SKRIP?! OMO OH MY GOD!

“hey , maukah kalian berdansa dengan kami?” tiba-tiba kemarahan SaeJin dan Cheon Sa terhenti, 2 orang pemuda bertopeng mengulurkan tangan mereka kearah Cheon Sa dan Sae Jin yang terdiam kaget.

“tentu saja!”

Sementara itu diantara pasangan bertopeng lainnya, dibagian tengah panggung kini terlihat pasangan yang tengah berdansa dengan alunan musik. Mereka menghayati musik dalam keheningan, seolah dunia hanya milik mereka.

“aku tak merasa dia begitu cantik” ucapan sang yeoja langsung dibalas senyuman oleh pria bertopeng itu.

“itulah sebabnya aku juga sangat tampan”

“nde, kau sangat tampan,” ucapan yeoja itu membuat lelaki bertopeng itu semakin sumbringah, inikah akhir untuk dirinya?
Permainan job yang setimpal, dan pada akhirnya, ia bisa mendapatkan akhir dengan porsinya.

“apa kau akan menungguku?” lirih namja itu pada sang yeoja.

Yeoja itu tersenyum, “tentu. Ribuan tahun kemudian, aku akan terus bertahan untuk menunggumu,”

Kebahagiaan menghiasi bagian depan panggung.
Yang terhanyut pada sisa-sisa chemistry antara Auddete dan pangeran Philip.

 

***

 

 

Sementara itu dibelakang panggung sorak sorai para crue dan penari terdengar, mereka saling merangkul bahagia, sukseess!!
Sangat sukseeees!

Hyuk Jae bahkan tidak menyangka jika pertunjukan kali ini akan lebih sukses dari pembukaan musim panas lalu.

“Amazing! Amazing! Kau sangat keren!” Hyuk Jae memeluk Yesung dengan haru

“Aku tak menyangka tipuan skripmu sangat menakjubkan Lee Hyuk Jae, tak salah aku memberimu suara ganda saat pemilihan ketua Club tari” Sungmin menyenggol bahu Hyuk Jae , membuat suasana semakin  bahagia,

“SKRIP?” semuanya yang diselimuti kebahagiaan tiba – tiba terdiam mendengar suara seorang yeoja yang terlihat berdiri dihadapan mereka semua..

“kau tak suka acara kita berakhir sesukses ini?” Hyuk Jae bertanya pada EunSeo yang terdiam, seolah tak menikmati kesuksesan ini. Gaun putih angsa yang Ia gunakan mampu membuat Hyuk Jae terkena tipuan cinta sesaat. OH NO!

“sukses?” Yeoja itu tersenyum miris membuat semua orang menatapnya aneh,

“nde! Bahkan aku sangat kaget pada kemampuan improvisasimu yang sangat spekta nona Song!” Hyuk rupanya belum menyadari raut wajah EunSeo yang benar-benar terasa terhempas. SKRIP KATANYA?
JADI ADEGAN YESUNG TADI HANYA SKRIP?!

“Kim Jong Woon, Kim Jong Two, Kim Jong Three.. OMO! Kau sangat piawai EunSeo ya! dimana kau bisa mengatasinya?ini benar-benar diluar kendaliku! WHOAAAAH! Jeongmal daebak!!!”

PRAAAAAANG

Tiba-tiba suasana hening, ketika EunSeo membuang mahkotanya begitu saja. Wajahnya sangat memanas dan memerah, membuat semua crue langsung panik. Ada apa lagi ini?

Kita kembali ke EunSeo, yeoja itu berlari dengan geram, kaki-kakinya berjalan dengan cepat seolah  memancarkan rona kemarahan, kekecewaan, malu,  menyesal, lega, panik! Sial! Jadi dirinya tertipu skrip?!

EunSeo membuang asal properti yang menyangkut ditubuhnya. Ia ingin pergi! Dalam bentuk apapun, EunSeo benci kebohongan, ia merasa dipermainkan saat ini. Kenapa mereka tidak berkata ini hanya scenario? Kenapa?
EunSeo merasa dirinya benar-benar dipermainkan disini,

“Cakkaman,” tiba-tiba sebuah tangan menarik EunSeo , hingga membuat mata mereka bertemu. Siapapun akan jatuh hati kepelukan lelaki dengan pakaian gagah ini, Salah 1 nya EunSeo. Kalian harus tau bagaimana kepanikan yang Ia rasakan barusan? Dan dengan entengnya mereka berkata ini hanya scenario Improve?

“kalian pikir ini lelucon?” Yesung memandang penuh arti tepat kemata EunSeo yang terlihat menahan amarahnya.

“apa mempermainkan ku adalah hiburan yang menyenangkan?!”

EunSeo kini meronta namun tangannya terus digenggam erat oleh Yesung.
“Kalian berhasil! Kau berhasil KIM JONG WOON! Kau berhasil membuatku seperti orang bodoh!” Tangis EunSeo pecah seolah melambangkan keterkejutannya, kepanikannya saat melihat Yesung terkapar bersimbah darah,

“kau berhasil Yesung.. berhasil..” tubuh EunSeo berangsur-angsur menenang didekapan Yesung, keduanya hanyut akan perasaan mereka. Perasaan rindu dan bahagia. Terutama Yesung. Akhirnya Tuhan menunjukan bahwa , INI GADIS KECILNYA. Ini memang EunSeonya.

“Gomawo,”
Yesung bersuara ditengah pelukan mereka. Meresapi rasa bahagia tiada kira yang ia rasakan.

EunSeo mengangkat wajahnya, ia menatap manik mata Yesung, rahang tegas, alis teduh, semuannya, semua bagian wajah namja ini.
Begitupun dengan Yesung, ia seolah memuaskan diri menatap manik mata EunSeo. Mata elang, rahang tirus tegas, dan sorot mata menawan. Semua ini membuat Yesung lupa daratan,

“Kau milikku selamanya”

CUP

Sebuah kecupan kening mengakhiri malam yang sangat panjang ini.

END

PROLOG

   
    “ini yang kau maksud?” seorang namja berkaca mengarahkan IPADnya kearah sungai HAN.

    “YA!, lebih dekat, ini juga salahmu tidak pernah mengajakku ketempat itu, hash! Tugas ini memberatkan” sang namja berkaca terkikik melihat aksi yeojanya yang diseberang negeri sana tengah mempoutkan bibirnya kesal. Rambutnya terlihat acakadul dan frustasi.
Bagaimana tidak?.
Tahun ini adalah tahun pertama ia memasuki universitas di AMERIKA. Yaa… tugas Masa orientasi yang payah menurutnya. Karena harus memperkenalkan kebudayaan tempat kelahiran beserta tempat-tempat wisatanya yang terkenal. Hufft..

    “dimana adik ipar?” –Yesung- duduk dikursi taman sambil masih berkomunikasi didepan IPAD yang menayangkan wajah EunSeo. Gadis yang sudah 3 tahun tak dilihatnya. Memang semenjak malam FROM NIGHT, ayah EunSeo kembali untuk menjemput kedua anaknya dan hidup di Amerika. Menebus rasa bersalah, dan agar kesedihan mereka tidak bertumpuk mengingat kematian eommanya. Jadi ini sudah terhitung 3 tahun lamanya.

    Mendengar ucapan Yesung, EunSeo menuding kasar dengan pensil kearah Yesung, “kau tak tau biaya menghubungimu setara dengan bekalku seharian penuh?”

    Yesung tertawa lepas kali ini, ia juga membalas dengan mengarahkan jarinya tepat dilayar hidung EunSeo. “hey pesek, aku bertanya dimana adik ipar”

    Dengan malas EunSeo bangkit dan mengarahkan layarnya pada seorang namja yang tengah melakukan hal serupa dikamarnya, “dia menghubungi Minji”

    “jeongmal?” Yesung mengedipkan matanya menggoda,

    “MWO?” EunSeo menatap jengkel kearah Yesung. Dia kira dirinya cukup tampan dengan kedipan itu? malah kepalanya semakin besar.

    Mendengar respon EunSeo, Yesung mengarahkan telunjuknya ke Pipi,
“POPO Jauh”

    “YA!”

    FINALLY, I SAY THANKS ^^
#siapsiap diamuk masa#
#NO KISS SCANE# Waks
#ga berpengalaman#
#no edit/maless/temukan typo :p

12 thoughts on ““Lovely Sunbae” ‘twoshooot’ (Part 2B – End)

  1. Annyeong…
    Mian sblumnya bru smpat komen di part ini..🙂
    1 kata thor,, deebakkk..
    Ak snyum2 baca.y.. Hehehe..

    Dtunggu ff slanjutnya.. #Hwaiting

  2. Annyeong,,
    mian sblum.y bru smpat komen di part nie..🙂
    1 kata,,, Kereeeeenn..
    Ak jd snyum2 baca.y..🙂

    Next FF thor… #Hwaiting

  3. Kai gak bisa atasim kelakuan eunseo

    Benar-benar cuman yesung yg menenangkan eunseo…

    Cerita nya benar-benar DAEBAK…

  4. crta nya daebak..
    tapi kyak nya kurng cocok utk two shoot..
    cz bnyk crta yg kptong, nggk tau bgaimna bsa eunseo mau ikt di acra from night tba2 ja udh pntas…
    akan lbih baik kalau di panjngin dkit…
    skedar saran ya..

  5. daebak thor ff ini udah bikin aku nangis bombay ga berhenti -_-
    tapi bagus thor ceritanya aku suka banget keren2.#cium yesung oppa😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s