STUPID IN LOVE (Chapter 13)

KYUHYUNV

 

STUPID IN LOVE

Author                  : @Me_cahyaa aka JinHae

Genre                   : Sad, Complicated, Married Life.

Lenght                  : Chapter

Rating                   : 16+

Main Cast            : Ah Ya Kim, Lee Dong Hae.

Other Cast          : Park Hyejin, Cho Kyuhyun, Xiu Luhan.

Disclaimer           : THIS FF IS MINE! NO COPAS Tanpa Izin! Chapternya semakin panjang nih. Author Cuma berharap kalo readers ga bosen ya bacanya😀 hehe. Oke, Let’s read!

*CHAP 13*

[AUTHOR SIDE]

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, tapi gadis bermarga Kim itu masih belum terjaga dari tidurnya. Gadis itu menangis sepanjang malam. Menghiraukan panggilan Kwon Ahjumma yang merayunya untuk tak bersedih. Tapi, hati wanita mana yang tidak sakit saat menghadapi situasi sepertinya? Mungkin, seorang yang membenci suaminya sekalipun pasti akhirnya juga akan menangis walau hanya setetes.

Ahya terjaga begitu saja saat merasakan hal yang luar biasa terjadi pada perutnya. Dengan langkah cepat, gadis itu pergi menuju kamar mandi. Mual, gadis itu merasakan mual yang tiba-tiba saja datang menyerangnya. Sudah cukup lama gadis itu menundukkan kepalanya diatas wastafel tapi hanya air dan air yang keluar.

“Ada apa ini? Apa ini efek menangis semalaman? Atau—“ mata gadis itu mengerjab, tenggorokkannya naik turun. Begitu juga dengan debaran jantungnya. Dengan segera gadis itu berjalan menuju kamarnya, mencari ponselnya.

“Mwo?” Gadis itu terduduk lemas dipinggir tempat tidur saat mengetahui kapan terakhir kali gadis itu membuat memo siklus bulanannya. Dan itu terjadi satu bulan yang lalu. Bahkan tanda merah dikalendar ponselnya itu sudah melewati lebih dari 2 minggu.

Gadis itu membekap bibirnya sendiri, menyembunyikan keterkejutannya. Apalagi yang akan terjadi setelah ini? akh, kepala gadis itu benar-benar ingin meledak sekarang. Bagaimana ini? jika gadis itu benar-benar hamil, maka bisa dipastikan hakim tak mau menceraikan mereka.

“Aku harus memastikannya”

Setelah dirinya rapih, gadis itu berjalan hendak keluar dari rumahnya. Tapi, baru saja langkahnya sampai diruang tengah tiba-tiba Kwon Ahjumma menghentikan langkahnya.

“Nona, banyak sekali wartawan didepan rumah kita. Mereka menunggu nona sejak tadi” lagi-lagi gadis itu terkejut. Rasanya, begitu banyak kejutan yang akan diterimanya hari ini.

“Apa nona ingin menemuinya?”

“Ah, tidak Ahjumma. Aku tidak siap untuk bertemu mereka, lebih baik aku lewat pintu belakang saja” kenapa Donghae harus terlibat skandal dengan seorang super model yang karirnya tengah menanjak? Ah, pasti selagi berita ini belum selesai, maka dirinya harus siap menjadi incaran semua wartawan.

“Oh ya, kau tidak mengatakan apapunkan?” mata gadis itu menyipit, takut-takut Kwon Ahjumma mengatakan yang seharusnya tidak ia katakan. Ahjumma itu menggeleng, untunglah.

“Baiklah, aku mohon jangan katakan apapun pada mereka”

“Tapi non, tadi pagi Tuan dan Nyonya menelpon. Mereka menanyakan keadaan nona” gadis itu terdiam. Betapa hebatnya media komunikasi saat ini, bahkan dengan begitu cepatnya berita itu meluas hingga keluar negri.

“Jadi, Eomma dan Appa sudah mengetahuinya? Ah, bilang saja. Aku tidak apa-apa” Ahya tersenyum sendu pada pembantunya itu. Kwon Ahjumma mengangguk patuh. Gadis itu pun pergi melalui pintu belakang rumahnya. Tapi sebelum itu Ahya tidak lupa untuk membawa kacamata dan juga masker untuk penyamarannya.

“Ahya ssi” jantungnya berdebar cepat saat merasakan punggungnya terasa ada yang menepuk. Apa penyamaranku tak berhasil? Gumamnya dalam hati.

“Hei, ini aku Kyuhyun” setelah beberapa menahan nafas, akhirnya gadis itu dapat menghela nafasnya dengan lega. Ahya menoleh, mendapati yang sedang tersenyum dihadapannya. Ahya mencopot maskernya, tapi tidak dengan kacamatanya. Gadis itu tak mau orang lain melihat mata pandanya.

==oOo==

“Aku sudah melihat beritanya semalam” Kyuhyun membuka suara terlebih dulu saat mereka baru saja masuk kedalam mobilnya. Ahya menerima tawaran Kyuhyun yang mengajaknya untuk pergi bersama, karna itu lebih aman yang pasti.

“Mereka begitu memburuku”

“Lebih baik tundukkan kepalamu. Cepat” Ahya menurut dan segera menundukkan kepalanya saat mobil Kyuhyun melewati depan rumahnya. Kebetulan, rumah Kyuhyun berada persis dibelakang rumahnya jadi itu sungguh sangat membantunya.

“Haaah” Ahya kembali membenarkan letak tubuhnya, matanya melirik pada kaca spion mobil Kyuhyun. Kira-kira belasan wartawan sedang bersiap menunggunya keluar. Ahya menatap Kyuhyun yang masih sibuk dengan jalan raya dihadapannya.

“Gomawo Kyuhyun ah” Kyuhyun tak menjawab, hanya senyuman yang terhias dibibirnya. Pikirannya melayang jauh.

“Aku pernah membayangkan jika skandal ini terjadi, tapi aku tak menyangka jika ini lebih buruk dari yang aku bayangkan”  mata gadis itu kembali berair saat mendengar kata-kata Kyuhyun. Gadis itu harus tegar menghadapai semuanya. Gadis itu harus bisa.

“Aku—harusnya aku tak pernah menyetujui pernikahan ini. Maka, ini semua tak akan terjadi” airmatanya kembali turun, Kyuhyun tak bisa menghapusnya karna ia sedang menyetir. Dengan menggenggam tangan gadis itu, Kyuhyun berharap agar Ahya dapat menjalankan semuanya dengan sabar.

“Semua akan berakhir indah. Tuhan pasti punya rencana dibalik semua ini” gadis itu menghapus airmatanya. Mencoba tersenyum dnegan semua ini. Tiba-tiba gadis itu merasa sangat rindu pada suaminya.

Donghae ah, sedang apa kau? Desisnya dalam hati. Rasa mual itu datang lagi disaat yang tidak tepat. Ahya membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Tapi sial, mual itu sudah tak dapat ditahan lagi hingga akhirnya gadis itu meminta Kyuhyun untuk memberhentikan mobilnya.

“Gwenchana?” Kyuhyun menghampiri Ahya yang sedang berusaha mengeluarkan isi perutnya padahal gadis itu belum memakan apapun hari ini. Ahya hanya mengangguk dan tersenyum, meyakinkan Kyuhyun bahwa dirinya baik-baik saja. Setelah dirasa cukup, Ahya dan Kyuhyun kembali masuk kedalam mobil.

“Kau benar baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sekali lagi memastikan jika gadis yang dicintainya itu sedang dalam keadaan baik-baik saja. Ahya kembali mengangguk, sudah gatal rasanya mulut gadis itu ingin bercerita tentang kegundahan hatinya saat ini. Aku hamil Kyu. Gundahnya dalam hati.

“Kau hamil?” Ahya mengerjab. Kyuhyun bisa membaca pikirannya? Ah, entahlah tapi yang jelas Ahya, gadis itu hanya bisa terdiam. Ahya tak bisa mengangguk ataupun menggeleng saat ini. Hatinya begitu gundah, sebenarnya gadis itu tak ingin ada satu orangpun yang mengetahui tentang hal ini sebelum dia dan Donghae benar-benar bercerai. Tapi, gadis itu tak bisa menyimpannya sendiri.

“Molla.. Tapi siklus bulananku belum datang dari 2 minggu yang lalu” kini gantian Kyuhyun yang terdiam. Pria itu bimbang, hatinya seperti tertohok timah panas mendengarnya. Ahya adalah gadis cinta pertamanya, mendengar semua ini Kyuhyun rasanya bagai sudah tak bertenaga. Tapi, bagaimanapun Kyuhyun harus melapangkan dadanya dan meratapi kenyataan jika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

“Jadi, kau ingin keapotek untuk membeli testpack?” ujarnya dengan nada datarnya, tapi anehnya pria itu justru tersenyum untuk menutupi lukanya. Gadis itu mengangguk.

==oOo==

Tangannya benar-benar gemetar saat ini. Dua garis merah itu benar-benar muncul dengan sangat terang dibenda yang sedang dipegangnya. Airmatanya kembali menetes, bisakah gadis itu merawat anaknya seorang diri? walaupun berat, tapi gadis itu sudah membulatkan tekadnya. Ahya akan tetap pergi dari hidup Donghae.

Gadis itu berjalan tertatih menuju mobil Kyuhyun. Ahya menggunakan toilet umum sekitar apotek dan memeriksakan keadaannya dan hasilnya pun positif. Gadis itu hamil.

“Oettokhe?” tanya Kyuhyun dengan tampang seriusnya saat Ahya baru saja sampai didalam mobilnya. Ahya mengangkat wajahnya, matanya menatap kedua bola mata Kyuhyun dan mengangguk lemah.

Entah reaksi apa yang harus ditunjukkan Kyuhyun saat ini. Tapi, pria itu tetap tersenyum. “Cukkaeyo” ucapnya memberi selamat. “Selamat, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua” tambahnya. Ahya hanya tersenyum kecut mendengarnya.

“Kyu, bolehkah aku meminta satu hal padamu?” Ahya kembali menatap Kyuhyun. Hingga kini, Ahya masih menutup rapat keinginannya untuk berpisah dengan Donghae. Kyuhyun pun mengangguk.

“Tolong, rahasiakan ini dari siapapun. Yang tau hanya kau, aku dan Tuhan” kelopak mata Kyuhyun melebar seketika. Pria itu takut salah dengar, jadi suaminya sendiri pun tak boleh tau soal ini. Tak ada jawaban yang keluar dari bibirnya, padahal niatnya setelah ini Kyuhyun hendak memberitahu hal ini pada Donghae.

“Kyu, jebal”

“Ba—baiklah” jawabnya saat mendapati ekspressi memohon dari Ahya. Jika sudah begitu, siapapun tak dapat menolaknya. “Gomawo” balas gadis itu.

Sedangkan, disisi lain Lee Donghae tengah memacukan mobilnya dengan kecepatan yang dibilang cukup cepat. Pria itu membelokkan arahnya, bukan menuju perusahaannya tapi pria itu memilih untuk pergi ke Cho Company terlebih dulu. Tujuannya hanya satu, menemui Kyuhyun dan meminta bantuannya.

Sepanjang perjalanan dari parkiran menuju Lobby Cho Company, Donghae dibuat tidak nyaman karna semua mata tertuju padanya. Setelah melihat Donghae, orang-orang itupun sibuk berbisik. Akh, sial! Umpat Donghae dalam hatinya. Pemberitaan itu sungguh membuatnya tersiksa.

Namun, Donghae berusaha tak memperdulikannya. “Permisi, saya ingin bertemu direktur Cho Kyuhyun. Apa dia ada?” tanya Donghae pada receptionis yang sedang berjaga di lobby. Gadis yang memakai name tag Bang Min Ah itu tak langsung menjawab, tapi gadis itu tertegun sejenak.

“Ah, kau pasti Vice President Lee Corp kan? Lee Donghae?” alis Donghae terangkat sebelah. Dari mana dia tau? Pikirnya. Ah, Donghae apa kau lupa? Saat ini kau menjadi incaran wartawan! Wajahmu sudah tersebar diseluruh media. Kau terkenal!

“Ah, mianhae. E—em, Cho sajangmin belum datang. Kau bisa menunggu diruangannya” lanjut Min Ah saat mendapati air wajah Donghae yang berubah bingung. Donghae pun mengangguk. Lalu, Min Ah menyuruh seorang satpam untuk mengantar Donghae keruangan Kyuhyun.

Setelah Donghae berlalu dari hadapannya, Min Ah tiba-tiba teringat sesuatu. “Babo! Min Ah!! Kau bahkan lupa meminta fotonya, akh bodoh” ujar gadis itu dengan mata yang masih mengikuti kemana arah Donghae pergi.

“Ah, tidak-tidak! Ada yang lebih penting! Kenapa kau tak bertanya, apa dia sudah membuat janji dengan Kyuhyun sajangnim atau tidak? Kyaa! Bodoh kau” gadis itu terus sibuk dengan pikiran-pikira konyolnya.

==oOo==

“Sajangnim, sudah ada tamu yang menunggu diruangan anda” ucap sekertarisnya saat Kyuhyun baru saja ingin mengatakan apa saja jadwalnya hari ini.

“Benarkah? Siapa?” kening Kyuhyun berkerut, rasanya pria itu tak memiliki janji dengan siapapun hari ini.

“Lee Donghae”

“Haa? Lee Donghae?” ulang Kyuhyun, dan sekertarisnya hanya mengangguk. Kyuhyun pun bergegas memasukki ruangannya, dan benar saja Donghae sudah menunggunya disana.

“Donghae ssi” panggil Kyuhyun, Donghae pun langsung beranjak dari lamunannya. Pria itu terlihat sangat tak bersemangat.

“Kau sudah datang”

“Ada apa kau kemari?” Kyuhyun mendudukkan tubuhnya tepat disamping Donghae. Donghae terdiam, semakin membuat Kyuhyun penasaran dengan maksud kedatangannya kemari. Sebelum mengeluarkan suaranya, Donghae menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.

“Kau pasti tau kan apa yang terjadi?” Kyuhyun mengangguk.

“Termasuk saat Ahya memilih kembali kerumah orang tuanya?” Kyuhyun kembali mengangguk.

“Jadi begini, aku kemari ingin meminta bantuanmu” Kyuhyun terlonjak kaget. Seorang Lee Donghae yang terlihat begitu tangguh dan tak takut pada siapapun, bahkan sempat hampir bertengkar dengannya kini meminta bantuan pada dirinya? Sulit dipercaya.

“Apa?”

“Bisakah, kau memberiku kabar tentang Ahya setiap hari?”

“Mworago?” Kyuhyun terbelalak.

“Kyuhyun ah, jebal. Sekarang gadis itu benar-benar tak ingin aku menganggunya. Aku hanya tak bisa tenang jika tak mendapat kabar darinya” Kyuhyun terdiam, pria itu dapat menyimpulkan jika Donghae sudah benar-benar mencintai Ahya.

“Baiklah, tapi apa kau tak takut jika Ahya lari kedalam pelukanku?” jawab Kyuhyun. Airwajah Donghae berubah seketika, memucat begitu saja. Padahal Kyuhyun mengatakannya tidak dengan sungguh-sungguh, pria itu hanya bergurau.

“Tak apa. Asal dia bahagia bersamamu” Kyuhyun tergelak seketika. Kyuhyun tau jika Donghae mengatakan itu dengan tidak sungguh-sungguh, terlihat dari matanya yang menyiratkan ketidak relaan.

“Haah, padahal aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya. Tapi, wajahmu langsung berubah seratus delapan puluh derajat” Kyuhyun mencibir. Donghae hanya terdiam dan tak berniat untuk membalasnya. Pria itu sedang tak ingin berdebat dengan siapapun saat ini. Pikirannya sedang tertuju pada istrinya. Dan sepertinya setelah ini Donghae akan mengangkat bendera pertemanan dengan Kyuhyun.

“Baiklah aku akan membantumu”

“Gomawo Kyuhyun ah”

==oOo==

“Luhan. Ini sudah lebih dari dua hari! Kapan kau mulai menjalankan misi ini hah?” pria bernama lengkap Xiu Luhan itu terdiam menatap nanar kertas koran dihadapannya. Tangannya mengepal kuat, giginya bergemeretuk hebat. Untuk saat ini pria itu masih terlihat tenang menghadapi semuanya. Meski jauh dilubuk hatinya, pria itu tak bisa melanjutkan semua ini.

“Jangan bilang, kau menggunakan hatimu saat bermain dengannya?” Luhan mengalihkan pandangannya, menatap pria yang berstatus kakaknya itu. Namanya Xiumin, pria gagah dengan kharisma yang terlihat lebih menyala dihadapan banyak gadis. Tapi, jauh dari penampilannya pria itu sebenarnya seorang mafia ah tidak! Bukan mafia, karna mereka termasuk Luhan hanya bekerja menyingkirkan orang-orang yang berusaha mengacaukan jalannya Xiu Corp menuju perusahaan terkuat Asia.

“Entah. Tapi, kurasa begitu”

“Apa?!” Xiumin terlonjak dari duduknya, pria itu tidak percaya dengan perkataan Luhan karna baru kali ini pria itu mengaku secara terang-terangan menyukai gadis yang seharusnya sudah dibekapnya sejak dua hari lalu.

“Aku tak bisa melakukannya. Maaf” Luhan bangkit dari duduknya, setelah membaca koran pagi ini dan melihat berita itu tiba-tiba Luhan berubah menjadi sosok yang pendiam. Pikirannya terbang melayang pada gadis yang bernama Ahya Kim.

“YA! Mana bisa begitu?! Jika seperti ini, bagaimana kita bisa menghancurkan Lee Corp, Hah?!” Luhan. Sebenarnya pria itu bukan dengan tidak sengaja bertemu Ahya siang itu. Semua pertemuan mereka sebenarnya sudah diatur terlebih dulu, Luhan juga sudah mengetahui segala seluk beluk gadis yang akan menjadi ‘incaran’ perusahaannya. Xiu Corp perusahaan terkuat China. Xiu Corp perusahaan yang gila akan kekuasaan. Luhan, tugas pria itu sebenarnya hanya mendekati Ahya dan saat tiba waktunya pria itu akan menculik gadis itu dan—ya kalian bisa menebak sendiri kelanjutannya.

Pria itu rela menjalankan tugas memalukan itu demi keluarganya. Luhan adalah anak yang sangat berbakti pada kedua orang tuanya. Anak itu tak pernah membantah apapun yang diperintahkan kedua orangtuanya padanya. Tapi, itu dulu sebelum Luhan bertemu dengan cinta pertamanya. Ahya Kim.

Cinta memang sudah membutakan segalanya, Luhan memilih untuk tak melanjutkan misi perusahaannya. Pria itu tak mungkin tega menyakiti gadis yang jelas-jelas cinta pertamanya, meski ia tau betul Ahya sudah tak sendiri. Alasannya untuk tak melanjutkan misinya bertambah saat ia melihat koran pagi tadi, tiba-tiba amarahnya memuncak. Emosinya meluap-luap pada Lee Donghae. Pria itu sudah menyakiti perasaan istrinya, atau yang tepat telah menyakiti hati gadis cinta pertamanya.

“Aku tak perduli. Aku tak mungkin menyakiti gadis yang jelas-jelas aku cintai”

“Haha, jangan melantur! Gadis itu sudah bersuami!” balas Xiumin.

“Aku tau, walau aku tak mungkin bisa bersamanya tapi aku tak ingin menyakitinya. Lagi pula, kau tak perlu susah-susah membuat Lee Corp jatuh terpuruk. Apa kau tak membaca koran itu? Hah?” Luhan menatap Xiumin yang masih betah duduk dikursinya sambil sesekali menyesap teh manisnya. Perlahan Xiumin tersenyum getir.

“Kau benar, tapi kurasa ini tak cukup” Luhan menghentikan langkahnya saat pria itu hendak pergi meninggalkan ruangan Xiumin. Luhan kembali menatap Xiumin dengan tatapan meminta penjelasannya atas kata-katanya.

“Jika kau tak mau melakukannya, aku yang akan melakukannya”

“Jangan sentuh gadis itu sedikitpun!” tangan Luhan kembali mengepal menahan semua emosinya, andai Xiumin bukan hyung-nya mungkin saat ini pria itu sudah tersungkur lemas dilantai.

“Aku tak bisa menjaminnya. Apa kau kini mulai membangkang pada Ayah dan juga Ibu?” Luhan terdiam, sungguh pria itu ingin sekali membunuh pria yang ada dihadapannya ini tapi Luhan tak punya keberanian sebanyak itu. Yang dapat dilakukannya hanyalah terdiam menahan emosinya seorang diri. Tanpa menjawab, Luhan kini benar-benar pergi dari ruangan itu. Pria itu ingin sekali menemui Ahya, tapi pria itu lagi-lagi harus memikirkannya ribuan kali untuk bertemu dengan Ahya. Terlebih dengan skandal yang baru saja muncul kepermukaan.

“Kumohon, jaga dirimu baik-baik Ahya ah”

==oOo==

Luhan menghentikan laju kendaraannya tiba-tiba, tidak memperdulikan suara klakson yang terus menyerangnya karna mobil pria itu berhenti tepat ditengah jalan raya. Matanya menelusuri sesosok wanita yang baru saja keluar dari gedung Kantor Urusan Agama (*Disana ada KUA ga sih? Ah, anggap aja ada yak :D). Luhan semakin menyipitkan matanya, dan perlahan mobilnya berjalan kepinggir dan berhenti tepat disisi gadis yang hendak menyebrang itu.

Meski menggunakan kaca mata dan juga masker, Luhan masih dapat mengenalinya dari tas yang digunakan gadis itu. Tas yang mungkin hanya Ahya yang memilikinya.

“Ahya ssi” gadis itu sedikit tertegun dengan pemandangan dihadapannya. Seorang pria tampan sedang duduk manis dijok mobilnya sambil tersenyum padanya.

“Luhan?” pria itu mengangguk.

“Apa yang kau lakukan disana?” setelah beberapa saat setelah Ahya masuk kedalam mobil Luhan akhirnya tercipta juga suara dari salah satu mereka. Luhan, pria itu memaksa Ahya untuk pulang bersamanya dengan alasan agar gadis itu lebih aman dibandingkan jika ia naik angkutan umum atau taxi sekalipun.

“Ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan” gadis itu menghela nafasnya, begitu terdegar menyakitkan bagi Luhan. Bagaimana pun pria itu mencintai Ahya, meski pada nyatanya tak pernah terbesit sedikitpun benak Ahya untuk menyukai Luhan.

“Kuatkan hatimu, aku yakin kau bisa menjalankan semua ini” Luhan mengenggam tangan Ahya yang sedang berada dipangkuan pahanya. Gadis itu tersenyum getir. Dalam kondisi lemah, sedang hamil seperti ini bisakah gadis itu melaluinya dengan senyuman? Sepertinya tidak.

“Wah, semua orang kini mengenalku. Semua orang kini tau masalah rumah tanggaku. Bahkan semua orang kini mencariku” Ahya meremas ujung mantelnya, berusaha meluapkan segala emosinya. Dan lagi-lagi gadis itu teringat pada Donghae, meski ia sakit hati pada semua ini tak berarti gadis itu bisa membenci Donghae. Kata-katanya tempo hari saat dia bilang kalau dia membenci Donghae itu bohong. Sampai saat ini, Ahya masih tak bisa membenci Donghae meski gadis itu berusaha untuk membencinya.

“Ahya, bisakah aku minta satu hal padamu?” Luhan menarik tangannya dan kembali pada jalanan dihadapannya. Wajahnya sungguh serius.

“Apa?”

“Kumohon, jaga dirimu baik-baik. Jangan pernah pergi keluar rumah seorang diri. Kau—dalam bahaya” ujar Luhan yang membuat Ahya ternganga sebentar. Luhan tak memperdulikan semuanya, bahkan setelah ini ia rela dibilang ‘Pengkhianat’ oleh keluarganya sendiri.

“Benarkah? Ada apa sebenarnya?” Ahya terdiam, kepalanya kembali ingin pecah mendengarnya. Kata-kata Luhan sama dengan kata-kata nenek tempo hari. Dia dalam bahaya. Tapi, bahaya apa? Bukankah sekarang dia juga sudah dalam bahaya? Apa ada lagi setelah ini? umpatnya dalam hati.

“Luhan ssi. Berhenti disini” dengan otomatis Luhan menginjak rem dengan mendadak, pria itu juga sempat kaget saat mendapati begitu banyak wartawan yang berada didepan rumah orang tua Ahya. Luhan menatap Ahya dengan khawatir.

“Apa tak ada jalan lain?” Ahya menggeleng, sebenar ada yaitu melalui pintu belakang tapi gadis itu ingin menemui para wartawan yang haus akan berita mereka. Ahya harus menemui pada pencari berita itu. Sebelumnya, gadis itu terdiam memejamkan matanya untuk meyakinkan diri jika ia bisa menjelaskan pada mereka. Jarak mobil Luhan dari rumahnya terbilang tak terlalu dekat, tapi kedatangan mereka tak terendus media karna mobil Luhan sedikit tertutupi dengan beberapa mobil milik para wartawan itu.

“Kau yakin?” Luhan menahan pergelangan tangan Ahya saat gadis itu mulai memegang pintu dan hendak membukanya. Ahya mentap Luhan dan tersenyum seakan mengatakan jika mereka baik-baik saja. Tiba-tiba suara gaduh terdengar dari para wartawan itu.

Seorang gadis dengan balutan mantel biru turun dari mobil dengan arah yang berlawanan. Ahya tercengang melihatnya, untuk apa gadis itu datang kerumahnya. Langkah gadis itu sedikit tersendat saat puluhan wartawan itu menghalau akses jalannya, dan untungnya gadis itu membawa para bodyguard-nya.

“Park Hyejin!!”

“Ada apa yang terjadi sebenarnya? Untuk apa kau mendatangi rumah Ahya?”

“Park Hyejin, katakan sedikit” gadis itu hanya dapat melayangkan senyumannya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ahya masih mematung didalam mobil. Apa yang dilakukan gadis itu? Untuk apa dia datang kerumahku? Pikiran itu terus melayang-layang dipikarannya.

“Luhan ssi, belok kiri sekarang. Kita lewat pintu belakang saja”

TBC..

 

Add/Follow Author Yuks..

FB : Nur Cahya Ilahi / Cahya IL

Twitter : @Me_Cahyaa

Gomawo^^

17 thoughts on “STUPID IN LOVE (Chapter 13)

  1. Hhhuuuuaaa sseeerrruuu banget nih ^^ wah ahya bener2 dalam bahaya tuh dan baru aja membaik hubungannya eh udah retak lagi aja😦 lanjut ya thor ;D seperti biasa aku tulis kata penyemangat “makin semangat bikin ceritanya dan jgn ampe keabisan ide buat kelanjutannya ya thor!” ^^9 oh iya thor akun aku masih belum bisa like ceritaya hehe mian… aku add sama follow author boleh?tapi di confrim sama di follback ya hehe😉

  2. Wah, mau ngapain tuh si hyejin, perasaan ane gk enak gini, apa jangan2 ahya nya akan dihujat habis2an atau apa, ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s