STUPID IN LOVE (Chapter 3)

dong990375_n

 

STUPID IN LOVE

Author  : @Me_cahyaa aka JinHae

Genre   : Sad, Romance, Married Life.

Lenght  : Chapter

Rating   : 15+

Cast       : Ah Ya Kim, Lee Dong Hae, Park Hye Jin, Cho Kyuhyun,  And Others.

Disclaimer : THIS FF IS MINE! NO COPAS Tanpa Izin! And sorry kalo FF ini masih banyak mengandung kekurangan dan jalan cerita yang masih sangat monoton .-. tapi ini pure ASLI kaga pake kopi, ini buatan Author 100% dan hasil imajinasi author sendiri. Just for fun! Okey^^ Lets Read!

*CHAP THREE*

[AUTHOR SIDE]

“Donghae ah, nanti sore ada undangan pernikahan Hyesoo dan Yesung. Bisakah kita pergi bersama?” Ahya menyembulkan kepalanya didepan pintu kamar Donghae, sementara Donghae masih asik bergulat dengan dasi kantornya.

“Aku akan pergi bersama Hyejin, kau pergi sendiri saja” DEG! Hati Ahya bagaikan tersambar petir saat mendengarnya, begitu sakit saat mendengar suaminya sendiri lebih memilih pergi dengan gadis lain ketimbang dirinya yang notabenenya adalah istrinya sendiri.

“Oh, begitu ya. Yasudah, hati-hati dijalan ya” Donghae melewati tubuh istrinya begitu saja yang masih terdiam mematung didepan pintu kamarnya, namja itu tergesa menuruni anak tangga dan berangkat kekantor. Sementara Ahya memilih mengurung diri dikamar, airmatanya tumpah ruah begitu saja.

“Donghae ya, aku tau kau tak menyukaiku dan kau mencintainya hiks. Tapi tak bisakah kau anggap aku istrimu? Walau hanya berakting sebentar saja? Hiks” Ahya menangisi nasibnya, memeluk bantal gulingnya dan menangis sekeras mungkin.

Ponselnya berdering, dengan gelagat malas Ahya meraih ponselnya itu.

“Kyuhyun?” Ahya menghapus airmatanya dan mencoba menetralkan nafasnya agar isak tangisnya tak terdengar sampai ketelinga Kyuhyun.

“Yeo—Yeobseo?”

“Yeobseo, Ahya ah. Kau datang keresepsi pernikahan Yesung dan Hyesoo?” tanya Kyuhyun dari seberang sana.

“Molla” balas Ahya dengan sangat singkat. Entah mengapa airmatanya turun lagi, Ahya memang seorang gadis yang cengeng.

“Kau menangis? Jinja? Ada apa?” Kyuhyun memburu Ahya dengan seribu pertanyaan saat mendengar isak tangis Ahya, Ahya hanya tersenyum dibalik tangisannya.

“Ania, Kyu kau pergi bersama siapa nanti?”

“Sendiri, apa kau ingin pergi bersamaku? Ya itu juga jika suamimu tak marah”

“Baiklah, kita berangkat bersama nanti”

“Oke, sepulang dari kantor aku akan menghubungimu lagi”

“Ne”

“Eum, yasudah selamat pagi Ahya ah. Sampai jumpa nanti sore”

“Ne, kau juga berkerjalah yang benar! Hehehe”

“Hehe, tentu saja”

Setelah sambungan telepon terputus, Ahya kembali termenung. Ahya menolehkan kepalanya kearah samping, menatap foto pernikahannya yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu. Difoto itu, mereka terlihat sangat bahagia, tersenyum dengan tulus. Berbeda dengan keadaan rumah tangganya saat ini, saling bertukar senyumpun  tidak! Sungguh memprihatinkan.

==oOo==

Sore harinya, Ahya menatap dirinya didepan cermin. Tatapannya datar, sangat datar. Gadis itu menghela nafasnya, menunggu Kyuhyun yang sejak tadi tak kunjung datang. Sebenarnya, bukanlah Kyu yang dia tunggu tetapi suaminya yang mungkin saja datang menjemputnya. 30 menit yang lalu, gadis itu sudah selesai berdandan. Entah mengapa, hari ini hasrat ingin bersolek sangat ditunjukkan oleh gadis itu. Terlihat dari setelan dress merah mini-nya yang imut dan juga rambutnya yang ia gulung keatas, dengan make-up yang tidak terlalu mencolok namun dapat membuat pria manapun yang melihatnya ingin sekali mencium gadis itu. Setelah menikah, Ahya tak pernah berdandan secantik ini, karna memang gadis itu hanya bisa berdiam diri dirumah, atau sekedar pergi ke supermarket. Tidak ada kunjungan formal seperti ini.

Tin..Tin..Tin

Suara Klakson membuyarkan lamunan Ahya, gadis itu segera turun menghampiri mobil hitam metalic yang sudah terparkir didepan rumahnya.

“Kyu..” Panggil Ahya pada Kyu yang tengah menunduk sambil menatapi layar ponselnya. Namja itu mengangkat wajahnya, menatap dengan seksama gadis yang ada dihadapannya ini, Kyu terlihat tidak ingin mengedip sedikitpun. Kyuhyun terpana oleh istri orang.

“Ahya..? neomu yeoppo” Kyuhyun tak berpaling sedikitpun dari wajah Ahya, yang membuat gadis dihadapannya itu sungguh salah tingkah dibuatnya.

“Jangan berlebihan seperti itu Kyu” Ahya dengan segera menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memerah, dengan segera gadis itu masuk kedalam mobil meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam terpaku ditempatnya.

“Kyu ya! Palliwa!” panggil Ahya lagi, saat melihat Kyu masih terdiam menatapnya dari luar mobil. Kyuhyun yang tersadar langsung berlari memasukki mobilnya.

Perlahan, mobil Kyu melaju menuju tempat resepsi pernikahan Yesung dan Hyesoo. Sepanjang perjalanan, wajah Ahya terlihat begitu murung. Kyuhyun, namja itu tak berani menanyakan hal tersebut karna menurutnya itu adalah privacy seseorang yang harus dijaga. Hingga tiba-tiba Ahya membuka suaranya.

“Kyu?”

“Eum, nde?”

“Siapa kekasihmu?” tanya Ahya sambil tersenyum menatap Kyuhyun. Namja itu menoleh sekilas lalu tersenyum kecut.

“Aku tak punya kekasih”

“Jangan berbohong Tuan Cho! Kau itu tampan, mana mungkin tak memiliki kekasih. Cih!” cibir Ahya sambil tersenyum aneh mendengarnya, janggal memang. Seorang pria tampan dan kaya seperti Kyuhyun tak memiliki kekasih, sungguh tak mungkin.

“Aku tak berbohong nyonya Lee!” Ahya terdiam mendengar Kyu memanggilnya dengan sebutan ‘Nyonya Lee’ menurutnya, gadis itu belum pantas menggunakan marga suaminya itu.

“Wae?” tanya Ahya sambil berusaha menepis rasa sakit yang sedikit demi sedikit mulai menjalar kehatinya.

“Karna aku masih menunggumu” mata Ahya membulat, menatap namja yang masih menyetir dengan tampang seriusnya.

“Huh, kenapa kau menunggu gadis yang sudah bersuami eoh? Lelucon” Ahya menggelengkan kepalanya, pertanda tidak percaya dengan ucapan Kyu barusan. Sementara namja itu hanya bisa menghela nafasnya berat, sangat berat.

“Karna aku mencintaimu!”

“Tapi Kyu—“

“Aku tak peduli statusmu, yang jelas aku mencintaimu, dan aku tak pernah menuntutmu untuk membalas cintaku”

“Jika seperti itu, kapan kau akan menikah?”

“Haha, entahlah akupun tak tau”

“Aigoo”

Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai didepan gedung mewah. Ahya dan Kyuhyun langsung berjalan menuju altar tempat pengantin sedang bersading. Dengan wajah cerianya, Ahya memeluk Hyesoo teman kuliahnya dulu.

“Hyesoo ah, cukkaeyo. Semoga kalian bahagia sampai akhir hayat, dan cepatlah menimang baby” Ahya tertawa renyah, dan diikuti juga dengan Hyesoo, Kyu, dan juga Yesung.

“Ne, gomawo Ahya ah. Kau juga, cepatlah menimang anak ne? Hehe” balas Hyesoo, Ahya hanya bisa tersenyum miris. Bagaimana bisa menimang anak? Jika tidur saja dikamar yang berbeda.

“Oh, kau datang bersama Kyu? Dan Donghae juga tadi datang bersama Hyejin. Ada apa ini?” Tanya Yesung yang sedari tadi hanya tersenyum, lalu namja itu menunjuk kearah para tamu lebih tepatnya namja itu menunjuk kearah Donghae dan juga Hyejin yang sedang meminum soju bersama.

Ahya dan juga Kyuhyun menoleh mengikuti arah telunjuk Yesung, mereka hanya bisa terdiam mendapati Donghae tengah merangkul Hyejin dengan mesranya.

“Uh, kami minum dulu ne. Sepertinya sudah banyak tamu yang mengantri untuk menemui kalian” ujar Kyuhyun sambil tersenyum, dan segera menggeret Ahya turun dari altar.

“Ahya ah, aku  ketoilet sebentar ne? Kau disini saja” ucap Kyuhyun yang dibalas sebuah senyuman oleh Ahya, setelah itu Kyuhyun pergi beranjak mencari toilet.

Ahya meneguk dengan cepat segelas air, hanya air! Gadis itu tau resikonya jika harus menenggak soju, walaupun sedikit karna tubuhnya tak dapat mencerna soju dengan benar.

Puk!

Ahya menoleh saat merasakan pundaknya ditepuk seseorang. Gadis itu mematung melihat Donghae sudah berdiri dibelakangnya dengan raut wajah datar? Marah? Atau Kecewa? Ahya benar-benar sudah tak dapat mengartikan lagi ekspressi wajah Donghae yang selalu terlihat sama ketika sedang bersamanya.

“Donghae ya?”

“Kenapa kau pergi bersamanya?” Donghae menatap manik istrinya, tanpa peduli tatapan bingung dari wajah Ahya.

“Bersama Kyuhyun? Waeyo? Ada masalah denganmu?” balas Ahya dengan nada sama datarnya, hati gadis itu sudah terlanjur sakit dibuatnya.

“Jika seperti ini, mereka akan mengira kita berdu—“

“Wae? Bukankah kau juga pergi bersama gadis itu hah? Kenapa kau hanya menyalahkan aku?!” Ahya menaikkan sedikit, hanya sedikit nada suaranya. Gadis itu masih sadar jika ini adalah tempat umum.

“Cih! Lalu, pakaianmu? Kenapa kau berpenampilan seperti ini saat pergi dengan pria lain?” ujar Donghae lagi sambil memperhatikan Dress mini Ahya yang hanya menutupi punggungnya sampai sebatas paha bagian atasnya.

“Bukankah, ini pakaian yang normal huh? Ini hanya 5cm diatas lutut”

“Yak! Kau ini, kenapa kau selalu—“

“Kurasa kau yang membuatnya emosi terlebih dulu tuan Lee” seru seseorang yang membuat kedua insan itu menatap orang itu.

“Kyuhyun?” ucap Ahya. Donghae hanya tersenyum sinis melihat Kyu, yang tiba-tiba datang disaat mereka tengah berdebat.

“Kajja, kita pulang” Donghae dengan kasar menyeret Ahya keluar dari dalam gedung itu, sementara Ahya hanya dapat mengikuti kemana Donghae akan menariknya.

Saat mereka sudah sampai ditempat parkir, tiba-tiba tangan sebelah Ahya terasa ada yang menarik. Mereka berduapun berhenti.

“Aku yang membawanya kemari, dan itu tandanya aku juga yang harus membawanya pulang!” ucap Kyuhyun dengan semua penekanan disetiap kata-katanya.

“Dia istriku Tuan Cho” detak jantung Ahya berpacu dengan cepat, saat mendengar Donghae menyebutnya sebagai ‘istrinya’ untuk yang pertama kalinya.

“Haha, lalu bagaimana dengan kekasihmu itu huh? Kenapa kau tidak mengantar dia pulang?” ujar Kyuhyun enteng sambil mengangkat dagunya, seperti menantang Donghae.

“Omo! Aku lupa! Hyejin itukan Top Model Korea, jadi mana mungkin kau mengantarnya pulang, jika itu terjadi aku yakin wajahmu akan tersebar disegala media besok pagi” tangan Donghae mengepal keras, Ahya tau jika Donghae sudah sangat emosi saat ini.

“Uh, Kyu. Mian, aku pulang bersamanya saja” ucap Ahya ketakutan, ia takut jika mereka akan berkelahi ditempat umum seperti ini.

Sepenjang perjalanan, hanya suara mesin mobillah yang terdengar. Ahya dan juga Donghae hanya bisa menutup mulutnya rapat-rapat. Mereka masih sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah.

Dengan cepat, Ahya melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya. Tapi tiba-tiba Donghae menahan pergelangan tangan Ahya membuat langkah gadis itu terhenti.

“Jangan pergi lagi bersamanya” ucapnya, lalu Donghae dengan santai berjalan memasukki kamarnya. Ahya, gadis itu hanya terdiam dengan seribu pertanyaan yang menghinggapi kepalanya.

“Kenapa begitu?” Ahya menahan pintu kamar Donghae yang hendak tertutup, hatinya begitu kecewa bahkan sangat kecewa dengan sikap dan perbuatan Donghae yang sangat tidak adil padanya.

“Kau curang!” ujar Ahya sekali lagi, sementara Donghae hanya bisa terdiam dan menatap Ahya dengan sangat dalam dan sangat sulit diartikan.

“Aku ini suamimu! Jadi turuti saja mauku!” bentak Donghae dan perlahan, tangannya menarik tangan Ahya agar masuk sepenuhnya kedalam kamarnya. Gadis itu tersentak, detak jantungnya semakin tidak normal.

“Ma—mana bisa begitu hah?” Ahya melepaskan tangannya dengan kasar, tapi Donghae malah menariknya lagi lebih kasar sembari menutup pintu kamar dengan kaki kanannya.

“Memang harus begitu” dilepasnya tangan istrinya itu, tetapi Donghae masih menatap Ahya dengan intens membuat gadis itu semakin ketakutan. Perlahan Ahya terus memundurkan langkahnya saat Donghae berusaha mendekatinya.

“Kau EGOIS!” Ahya terjebak! Langkahnya sudah habis, gadis itu benar-benar salah melangkah. Kakinya terpojok disamping tempat tidur Donghae, sekali dorong gadis itu pasti jatuh keatas ranjang. Degup jantungnya semakin tak karuan, melihat Donghae menyunggingkan senyuman miringnya.

“Ma—mau apa kau?” tanya Ahya saat Donghae mulai menyentuh pundaknya yang tidak tertutupi bajunya. Namja itu tak menjawab, justru Donghae malah mendorong Ahya yang langsung terjatuh diatas ranjangnya.

“Do—Donghae ah! Kau mau apa?” Ahya berusaha bangkit, dan berhasil! Tapi sayangnya, Donghae justru menariknya kedalam dekapan namja itu. Mata mereka saling bertemu, dengan cepat Donghae menyambar bibir istrinya itu. Menciuminya dengan sangat kasar.

Ahya berusaha berontak dalam dekapan Donghae, tapi namja itu tidak meresponnya malah bahkan Donghae mendorong tubuh Ahya dan mereka berdua terjatuh diatas ranjang.

Ahya memukul-mukul dada Donghae, memberitahu namja itu agar melepaskan ciumannya karna gadis itu benar-benar sudah kehabisan nafas. Donghae pun melepaskan ciumannya, ditatapnya gadis dibawah tubuhnya itu yang sedang bernafas lega dan sangat cantik, sangat cantik.

‘Sreeeeeek’

Dengan kasar Donghae merobek dress Ahya yang kini sudah terbelah dua dan tanpa bentuk. Sementara Ahya hanya bisa berontak dengan gelagat 1000 persen ketakutan.

“Donghae ah! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!! Kau mabuk Donghae ah” Ahya terus  berontak, tapi apa daya tenaganya tak sekuat tenaga Donghae yang terus menghimpitnya.

“Sudah kubilang! Turuti saja aku” ujar Donghae dengan kasar dan kembali membungkam bibir Ahya dengan bibirnya, sebelum Ahya akan kembali mengeluarkan suaranya.

*Sorry, Author ga bisa menuliskan kejadian berikutnya. Soalnya takut ada kontroversi hati, beserta kelabilan ekonomi?😄 wkwkwk #apadeh :D*

Ahya meremas ujung selimut tebal yang sudah membalut tubuhnya sejak semalam. Donghae sudah merebutnya, meski itu adalah hal yang sangat wajar untuk sepasang suami istri. Masih dengan isak tangis yang menghiasi wajahnya saat bangun tidur beberapa menit yang lalu. Ditatapnya punggung Donghae yang sudah terbalut dengan setelan tuxedo-nya, tak jauh dari posisinya kini yang masih terdiam diatas ranjang. Tubuh Donghae memutar, namja itu menatap istrinya yang tengah menangis tanpa suara.

Donghae berjalan mendekati Ahya, tapi istrinya itu justru berbalik memunggunggi Donghae. Namja itu menghela nafasnya,

“Ahya ah, aku berangkat kekantor dulu ne” Donghae menyambar tas kerjanya, dan melenggang pergi dari kamarnya. Setelah pintu kamar benar-benar tertutup, Ahya tak lagi menahan suara tangisannya. Gadis itu menangis sekeras mungkin, merasakan hatinya yang sungguh terluka.

==oOo==

Setelah kejadian itu, tetap saja tak ada yang berubah dari sikap seorang Lee Donghae. Dingin, sangat dingin kepada istrinya sendiri. Sementara Ahya berusaha melupakan dan mengikhlaskan kejadian itu, ya bisa dibilang itu adalah sebagai tanda bakti seorang istri kepada suaminya.

Hari berganti hari dengan begitu cepat, tanpa terasa usia pernikahan Ahya dan juga Donghae sudah memasukki usia 3 bulan. 3 bulan bukanlah waktu yang sebentar, dan juga selama itu pula mereka saling terdiam satu sama lain. Bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka berkomunikasi satu sama lain. Tak ada tegur sapa, apalagi senda gurau seperti waktu dulu sebelum mereka berdua dijodohkan.

“Aku lelah dengan semua ini, tapi bercerai?” Ahya memutar tubuhnya diatas rajang tidurnya, sambil mengacak-acak rambutnya frustasi memikirkan keadaan rumah tangganya saat ini.

“Ini gila! Baru 3 bulan, mana mungkin bercerai! Memalukan keluarga saja jika begitu” dengusnya lagi, gadis itu bangkit dari tidurnya dan menatap jam didindingnya yang menunjukkan pukul 11 malam. Ahya menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.

“Sudah semalam ini, dia juga belum kembali dari kantor? Huh! Mencurigakan” Ahya berjalan keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan berjalan perlahan menuju dapur. Ahya mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas, setelah itu gadis yang kini menyandang marga Lee itu berjalan kembali menuju kamarnya, tapi saat mendengar suara mobil Donghae memasukki garasi rumah mereka, Ahya mengurungkan niatnya.

Ahya berjalan menuju ruang tengah dan menunggu Donghae masuk kedalam rumah. Tak berselang lama, namja tampan itu terlihat berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan Ahya yang tengah berdiri menunggunya.

“Donghae ah” panggil Ahya, sepertinya gadis itu harus menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik.

Donghae menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menatap seseorang yang tadi memanggilnya, dan tiba-tiba Ahya sudah berdiri tepat dibelakang Donghae.

Ahya terdiam, menghirup wangi parfum Donghae yang begitu menyengat. Itu memang hal biasa, namun yang tidak biasa adalah wangi parfumnya yang begitu menyerupai ah bahkan memang itu parfum milik seorang wanita.

“Mwoya?” ucap Donghae dengan nada datarnya, tanpa memperdulikan ekspressi wajah Ahya yang berubah menjadi raut wajah kecewa saat mencium wangi parfumnya.

“E—um. Ada yang ingin kukatakan padamu”

“Apa? Katakanlah” Donghae melonggarkan dasi yang sejak pagi melilit lehernya, sembari berjalan menuju sofa yang diikuti juga oleh Ahya.

“Donghae ya, apa aku pernah berbuat salah padamu?” tanya Ahya ragu-ragu, gadis itu berbicara dengan sangat hati-hati takut melukai perasaan Donghae. Sementara Donghae, hanya terdiam mendengarnya.

“Kenapa kau selalu menjauh dariku? Apa salahku? Apa karna perjodohan ini?” Donghae mendongakkan wajahnya, menatap Ahya yang masih berdiri dihadapannya sambil menahan tangisnya yang sebentar lagi mungkin akan membludak.

“Haruskah aku menjawabnya? Aku rasa kau sudah sangat tau jawabannya” jawabnya dingin. Sesak begitu menguasai dada Ahya saat ini, begitu sakit rasanya.

“Arraseo, tapi bukankah aku tak melarangmu untuk bertemu dengan Hyejin? Bahkan, aku rela kau berpacaran dengannya! Tapi, kenapa sikapmu begitu—“

“Lalu? Kau mau, aku seperti apa HUH?!” Donghae menaikkan sedikit nada suaranya, membuat airmata Ahya benar-benar keluar dari pelupuk matanya.

“Bisakah, kita seperti dulu? Yang saling bersahabat? Anggap saja kita tak pernah menikah!” isakkan Ahya benar-benar sudah tak terbendung lagi, gadis itu mengeluarkan semua isakkan hatinya.

“Kembalilah menjadi sahabatku, aku—aku sangat membutuhkanmu yang dulu” Ahya membalikkan tubuhnya, menghapus airmatanya dengan gusar dan perlahan kakinya melangkah menuju anak tangga hendak kembali kedalam kamarnya.

Tapi, tiba-tiba Donghae berlari menghampirinya memeluk tubuh Ahya dari belakang. Menenggelamkan kepalanya diantara leher dan pundak istrinya itu. Tangis Ahya semakin pecah.

“Mianheyo. Jeongmal” Donghae melingkarkan tangannya dipinggang Ahya, dan terus mendengarkan suara isakan yang keluar dari bibir istrinya itu. Pria itu seakan sadar akan setiap perlakuannya pada Ahya selama ini yang terkesan begitu berlebihan. Atau bahkan kejam?

TBC..

17 thoughts on “STUPID IN LOVE (Chapter 3)

  1. keren min….ampe bolak-balik nunggu ne ff….ikh….tambah benci ma donghe….egois bgt…cerai aja dech ruz ahya ma kyu…hehehe…dilanjut thor…

  2. benar, donghae terlalu kejam dan lebeh..ngapa dia benci ma ahya,salahin authornya kenapa bikin cerita perjodohan #maaf thor terlalu terbawa suasana

  3. ah si donghae masa baru sadar -_- yeh..tapi semoga setelah ini hubungan mereka ga langsung baik#eh biar ttp ada konflik ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s