Smile Again | FF Peserta Lomba

 

yjagi (221)

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

 

Author : Nafhiza Sinta

Title : Smile Again

Genre : sad romance

Main Cast : Kim Jongwoon ( Yesung ) Park Choeun (OC)

Disclaimer : This Fan fiction is original story of mine.

The cast belongs to themseles. So, Don’t bash me !

 

Seorang Gadis berlari dengan kecepatan tinggi disebuah rumah sakit .matanya terlihat lembab seperti baru saja menumpahkan air mata yg sangat banyak.

Sesekali ia berhenti untuk menetralisir nafasnya yg sudah tidak beraturan.namun ia tak memakan waktu lama ia kembali berlari untuk mencari sebuah kamar dimana ia mendapat kabar bahwa seseorang yg sangat berharga dalam hidupnya itu mengalami kecelakaan maut .

Kali ini langkahnya benar benar terhenti . Ia bahkan terlihat mematung menyaksikan seorang Yeoja paruh baya menangis begitu menyedihkan .

Hal itu sudah cukup menggambarkan bagaimana keadaan seseorang didalam ruangan mengerikan itu.

Yeoja itu memperlambat langkahnya , entah kenapa seakan ada sebuah tangan yg menahannya untuk tidak melihat kejadian yg sudah pasti membuat hatinya remuk . ” Ahjuma ! ” panggilnya pada yeoja paruh baya itu dengan suara paraunya. Tidak ada jawaban , yeoja paruh baya yg diketahui Eoma dari orang terpentingnya itu justru memeluknya erat. ” Choeun ! Youngjin dia….. ? ” perkataan Ahjuma itu terhenti seakan tidak tega jika harus mengatakan hal menyakitkan pada gadis yg sudah menjadi kekasih putranya selama hampir 3tahun itu . ” Apa yg terjadi ? Katakan apa yg terjadi pada Youngjin ! Apa yg terjadi padanya ? ” Yeoja bernama Choeun itu mulai mengeluarkan suaranya. Mendengar pertanyaan Choeun , hati sang bibi seakan menjerit .ia tau apa yg terjadi jika Choeun tau tentang keadaan putranya yg sebenarnya sudah tidak bisa ia lihat lagi .

” Dia …… , Dia sudah pergi Nak ! Dia sudah meninggalkan kita untuk selamanya ” Ungkap Bibi dengan air mata yg terus mengalir dari pelupuk matanya.

 

 

Deg~~~ Jantung Choeun seakan berhenti saat itu juga , ia mematung mendengar penjelasan sang bibi yg menurutnya jauh dari kata Nyata.

Ia mencoba mencerna kembali apa yg ia dengar barusan , rasanya sulit jika harus percaya begitu saja pada ucapan bibinya . Tapi secara logika tidak mungkin jika bibinya berbohongkan ? Terlebih yg dikatakan adalah Putranya sendiri. ” Tidak ! Tidak mungkin dia pergi ! Bibi pasti bercanda kan ? ” Choeun kembali bertanya , kali ini air matanya kembali jatuh begitu saja.

Pelukan sang bibi semakin erat ia rasakan , ia bisa merasakan getaran tubuh sang bibi menandakan kesedihan mendalam telah menguasai hatinya saat ini. ” Kenapa bibi malah menangis ? Jawab pertanyaanku ? Bibi bercanda kan ? ” Choeun semakin menekan .ia masih belum percaya dengan hal yg dianggapnya sebuah lelucon itu.

Pintu ruangan dimana Youngjin dirawat tiba tiba saja terbuka , dan dari dalam tampak dua orang suster yg mendorong tempat tidur dimana terdapat seseorang yg sudah tertutup kain putih .

Mata Choeun terbelalak , air matanya terus saja mengalir tanpa henti . Pikirannya mulai mengingat ucapan bibinya dan ia baru sadar bahwa itu adalah nyata ! Youngjin pria yg selama 3 tahun menemani hari harinya kini harus pergi untuk selamanya.

 

Perlahan Choeun mulai mendekati benda itu , ia memberanikan diri untuk membuka sedikit kain putih itu untuk memastikan bahwa semuanya bukanlah mimpi . Choeun histeris , ia tidak bisa menahan kesedihannya melihat sosok yg sangat dicintainya itu kini terbaring pucat tanpa bisa berbuat apa pun. Badannya lemas seketika ! Penglihatanyapun mulai gelap .terdengar Choeun menyebut kata ” Oppa ” sebelum akhirnya ia benar benar tak sadarkan diri.

Skip ***

Choeun membuka matanya pelan , ia memperhatikan sekelilingnya dan hanya menemukan eomanya yg sejak tadi menunggu akan kesadarannya. ” Yeobo kau sudah sadar nak ! ” ucap sang eoma tersenyum .

 

 

Choeun diam . sesekali ia memegangi kepalanya yg mungkin masih terasa sakit akibat pingsan . ” Dimana Oppa ? Kenapa aku disini ? Seharusnya aku bersamanya sekarang eoma .jebal antarkan aku ketempat oppa berada ! ” rengek Choeun seraya melepaskan satu persatu infus didalam tangannya . ” Choeun apa yg kau lakukan ? Kau masih lemah dan harus tetap disini ! ” jelas sang eoam melarang. Sebenarnya buka itu alasan sang eoma melarang , melainkan ia tidak mau putrinya kembali pingsan jika melihat Yoingjin sudah berubah menjadi gundukan tanah dan nama yg tertulis dibatu nisan. ” Eoma tidak bisa melarang aku untuk bertemu dengan oppa ! Aku harus menemuinya eoma ” paksa Choeun yg kini mulai menuruni tempat tidurnya meski masih terjatuh. Sang eoma merasa tidak tega dengan keadaan Putrinya , ia bahkan tidak bisa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya . namun keadaan yg memaksanya untuk tetap mengatakan kebenaran itu pada Choeun meski itu hanya akan membuat kondisi Putrinya semakin menurun.

Sementara ini Choeun sudah berhasil keluar dari kamarnya meski dengan langkah tertatih .matanya terus mencari cari berharap bisa menemukan sosok itu. ” Choeun berhenti nak , Youngjin sudah tidak ada dia sudah meninggal ! ” teriakan tepat ditelinganya itu sontak membuatnya menghentikan langkahnya .ia berbalik menatap sang eoma seolah mencari kebohongan disana , tapi Sial justru kebenaranlah yg ia tangkap dari mata eomanya itu. ” Kenapa semua orang mengatakan kau sudah meninggal oppa ? Apa yg terjadi padamu ? ” batin Choeun mulai terisak. Ia menjatuhkan dirinya dilantai dan menangis sejadi jadinya , walau bagaimanapun ia masih ingat betul dengan wajah yg ia temui berada di balik kain putih yg ia buka sebelum dirinya jatuh pingsan. ” Kenapa ? Kenapa kau pergi oppa ! Kenapa ?? ” isakan Choeun semakin kuat . ia sadar akan seberapa banyak air mata yg keluar itu tidak akan membuat Youngjin kembali padanya.

Skip *** 2Tahun kemudian~~~

Eoma Choeun terlihat tengah berbincang dengan seorang Dokter tampan mengenai kondisi Choeun yg masih saja seperti itu sejak meninggalnya Youngjin. Diam dan selalu tertutup ! Itulah Choeun sekarang sangat berbeda dengan Choeun yg dulu . Ceria , penuh senyum , semangat ! Rasanya semua itu seakan terkubur bersama bayangan Youngjin . ” Sudah 2tahun sejak kepergian Youngjin dia selalu mengurung diri dikamar . Bibi sudah sering membujuknya untuk pergi ke psikolog tapi dia selalu menolak ” ungkap sang eoma tentang putrinya semata wayangnya itu.

” sepertinya Choeun sangat mencintai kekasihnya itu , sampai dia jadi seperti ini karnanya ” timpal Dokter muda itu menerka. ” Bibi minta padamu , tolong sembuhkan dia . Sekalipun kau hanya adik sepupu Youngjin tapi wajahmu cukup mirip dengannya , bibi yakin kau bisa melepaskan ingatan Choeun dari Youngjin ” pinta sang bibi pada Dokter bernama Jong Woon itu.

 

// //

Jong woon dan bibi sudah berada didalam kamar Choeun dan selalu , mereka tentu mendapati Choeun tengah berdiri disamping jendela kamarnya sembari menyaksikan salju yg baru saja turun. ” Ada apa ? Eoma ingin memperkenalkan Dokter baru untuku ? ” tanya Choeun seakan tau maksud kedatangan sang eoma. Sang eoma mendekati putrinya , memegang bahunya dan mulai tersenyum meski terkesan memaksa. ” Dia Kim jong woon , dokter baru yg akan merawat serta membantumu melupakan masa lalu itu ” ucap sang eoma lirih. Choeun tentu kaget . Bagaimana mungkin ibunya sendiri menyuruhnya untuk melupakan masa lalu , itu artinya eoma juga menyuruhnya melupakan Youngjin.

 

” Shireo ! Aku tidak mungkin bisa melupakan masa lalu itu , itu sama saja aku harus melupakan Youngjin itu maksud eoma ? ” tolak Choeun dengan tegas. ” iya , kau memang harus melupakan Youngjin dan kembali menjadi Choeun yg dulu .kau bahkan tau Youngjin tidak akan kembali lagi bukan ? ” sang eoma mulai terbawa emosi dan meninggalkan Choeun yg kini menangis. Choeun menangis tanpa menatap siapa dokter yg sedari tadi berdiri dibelakangnya. Ia tidak menyangka eomanya akan bersikap begitu padanya. ” apa kau juga akan menyuruhku seperti itu ? Apa kau senang sekarang ? ” Choeoun berkata pada Jong woon tanpa melihat wajah Jong woon sedikitpun. ” masa lalu bukan untuk dilupakan , tapi kau juga tidak bisa berpaku pada masa lalu .kau masih punya masa depan cerah yg pantas kau dapat dari pada harus memikirkan masa lalu tidak akan ada habisnya ” Jelas Jong woon panjang lebar . Perlahan Choeun mulai membalikan badannya untuk melihat sosok yg sudah memberinya sedikit ketenangan dengan jawabannya itu. Matanya terbelalak , jantungnya berdetak tak wajar nyaris tak percaya dengan apa yg ia lihat sekarang . Seorang Namja yg bahkan sangat mirip dengan Youngjin berdiri tegap tepat didepan matanya. ” Kau ?….Tidak mungkin ! Kau ?….” Ucapan Choeun terputus karna tubuhnya sudah lebih dulu ambruk dipangkuan Jong woon yg saat itu lagsung menangkap Choeun.

Skip***

Choeun membuka sedikit matanya dan menemukan sosok itu masih terduduk disampingnya membuat nafasnya kembali tak beraturan. ” Siapa kau ? Apa maumu ? kau bukan oppaku ! Kau bukan Youngjin ku ! Pergi kau dari sini ! ” Choeun histeris , jauh dari perkiraan sang eoma bahwa kedatangan Jong woon bisa membuat Choeun sedikit tenang , tapi kini malah sebaliknya. ” Aku memang bukan Youngjin . Jika kau tidak suka kehadiranku disini aku akan pergi ” balas Jong woon dan hendak berlalu pergi. Tak disangka , sebuah tangan membuat langkagnya terhenti karna saat ini jemari lentik Choeun sudah menggenggam lengannya lembut. ” Kajima ! Kajima ! Jebal Kajima ” pinta Choeun dengan wajah datarnya . Ia bahkan tidak tau kenapa tangannya begitu saja menahan Namja yg bahkan baru saja ia kenal . Jong Woon kaget , ia tak menyangka Choeun akan menahannya .namun tak bisa dipungkiri sebuah senyuman manis terlihat menghiasi bibirnya saat ini. ” mungkin kau benar , tidak seharusnya aku terus terpaku pada masa lalu . Masih ada masa depan yg harus aku jelang dengan senyuman ” ucap Choeun tersenyum miris meratapi nasibnya sendiri. ” Bukalah hatimu untuk orang lain dan mulai lakukan pengobatan , cara itu akan membuatmu bisa kembali hidup normal layaknya orang lain ” ungkap Jong woon tersenyum manis . Semenjak kejadian itu Choeun mulai mempunyai semangat hidup lagi , ia bahkan mulai melakukan pengobatan seperti yg eomanya sarankan . Dan itu cukup membuat orang sekelilingnya tersenyum lega.

***

Pagi itu Choeun terlihat cantik dengan polesan makeup sederhananya .sudah lama ia tak melakukan hal layaknya seorang yeoja dan hal itu cukup membuat orang orang yg melihatnya dibuat kaget karna kecantikaannya. ” Kau mau kemana sayang ? Tidak biasanya kau dandan seperti ini ? ” tanya sang eoma bingung. Choeun memandang dirinya dicermin , memang ada yg berubah darinya . ia baru ingat hal ini ia lakukan pada saat Youngjin akan menembaknya .

” ada apa denganku ? Kenapa aku jadi genit seperti ini ? Bukankah aku hanya akan ketaman bersama jong woon ? ” pertanyaan itupun mendadak muncul dalam hatinya. ” Tidak mungkin aku menyukainya , dia hanya seorang dokter yg membantuku menyelesaikan masalahku , aku tidak mungkin menyukainya ” buru buru Choeun menepis ketakutannya akan perasaan aneh yg kini ada dalam hatinya. Ia mulai berpamitan dengan sang eoma dan berjalan menuju Halte bus. Suasana ramai didalam bus membuat Choeun takut namun juga senang , semenjak kematian Youngjin ia baru kali ini ia ada diantara keramaian banyak orang . Seorang pengamen jalanan menyanyikan lagu bertema jatuh cinta dan itu semakin membuat hatinya berbunga bunga mengingat saat ini ia juga tengah merasakan perasaan itu . Lama berjalan Choeunpun sampai ditaman tempatnya berjanji dengan Jong woon. Ramai~~itulah suasana taman yg kini ditempati Choeun , dan hampir semuanya pergi bersama pasangannya masing masing.

Choeun tersenyum miris , seakan ada kenangan pahit yg saat ini tengah menari dalam ingatannya.butiran bening itupun kembali membasahi pipi putihnya . Matanya terbelalak , ia seakan melihat bayangan Youngjin tengah mengajaknya pergi , namun baru saja Choeun beranjak bayangan itu lenyap entah kemana . ” Oppa Kajima ! Kajima ! Kajimaaaaaa!!!! ” teriakan Choeun sontak membuat pemgunjung taman itu kaget. Tak sesikit yg melihat Choeun , bahkan mereka berfikir Choeun adalah orang yg kejiwaannya tengah terganggu. ” Choeun~ah gwencanhayeo ? ” tanya Jong woon yg datang dan langsung membenamkan Choeun dalam pelukannya. Choeun menangis kencang didada bidang Jong woon , ia merasa bodoh karna masih diperbudak dengan pikiran gilanya tentang Youngjin.

” Oppa tolong jangan tinggalkan aku ! Jangan tinggalkan aku sendirian , aku takut ! ” tanpa sadar Choeun memanggil Jong woon dengan panggilan yg tidak biasa. Ada rasa senang dihati Jong woon ketika ia mendengar kata kata itu keluar dari mulut Choeun , entah sejak kapan Jong woon seperti memiliki perasaan lain pada yeoja yg berada dalam dekapannya sekarang. Tak berapa lama Choeun melepaskan pelukannya kasar , seakan tersadar bahwa pelukan hangat itu bukan dari Youngjin melainkan Namja yg baru beberapa bulan ia kenal . ” Mian ” Ucap Choeun gagap dan kembali terduduk.

Hening~~ Meski keadaan taman tampak ramai , tak membuat Choeun ikut merasa bahagia. Choeun justru terlihat sedih , sesekali ia menyeka air mata yg jatuh secara pelan. Ingin rasanya Jongwoon membuka suara , tapi niat itu ia urunkan mengingat kondisi pikiran Choeun masih stabil .hingga ia melihat pedagang permen kapas dan berniat membelikannya untuk Choeun. ” Cangkaman ! ” pamit Jongwoon seraya menyentuh pundak Choeun.

” Eodigayeo ? ” tanya Choeun heran. ” Aku akan segera kembali ” balas Jongwoon tersenyum manis. Sepersekian detik jongwoon kembali dengan 2 permen kapas ditangannya. ” Yeoja manis sepertimu akan semakin manis jika memakan ini , ige makanlah ” perintah Jongwoon seraya memberikan satu permen kapas pada Choeun. Choeun menerima pemberian Jongwoon , tapi ada yg aneh .hampir tidak ada expesi yg menggambarkan perasaan Choeun sekarang .bahkan sekedar menyenangkan hati jongwoonpun tidak bisa ia lakukan. ” Gomawo ” ucapnya datar.

Jongwoon mengerti bagaimana hati Choeun saat ini , walau bagaimanapun tidak mudah melupakan sesuatu yg sangat beraharga dalam hidupnya . ” Kau tidak menyukainya ? ” tanya Jongwoon pelan. Choeun tersentak , ia baru sadar bahwa permen kapasnya sama sekali tidak ia sentuh .masih sangat utuh ditangan kanannya. ” eoh ? Aku….aku belum mau memakanya ” jawab Choeun merasa bersalah. Jongwoon bangkit dari tempat duduknya dan meraih tangan Choeun membuat mata mereka bertemu . ” Kita mau kemana ? ” tanya Choeun bingung. ” ketempat dimana aku bisa melihatmu tersenyum ” jawab Jongwoon sangat yakin.

***

 

Tak lama mereka sampai ditempat yg jongwoon maksud . ” Sirkus ? Mian tapi aku tidak suka dengan sirkus ! ” ucap Choeun hendak berlalu.

Namun tangan kekar itu berhasil menahan dan menghentikan langkahnya. Dengan penuh senyum , jongwoon menarik Choeun naik keatas panggung sirkus itu. ” Yaaaaa , apa yg akan kau lakukan heoh ? ” kaget Choeun namun tetap mengikuti permainan Jongwoon. ” Permisi ? Apa kau akan menunjukan sebuah atraksi ? ” tanya pemain sirkus itu menapat Jongwoon. Jongwoon tersenyum , bahkan melihat expresi Choeun sekarang membuatnya yakin bahwa ia benar benar sudah jatuh cinta pada Choeun. ” aku tidak bisa melakukan atraksi seperti halnya pemain sirkus , aku naik ke panggung karna aku ingin melihat orang yg bersamaku ini bisa tersenyum ” ungkap Jongwoon tulus. ” Lalu apa yg akan kau lakukan ? Apa kau tau bagaimana cara membuatnya tersenyum ? ” pemain sirkus itu semakin penasaran dengan apa yg akan Jongwoon lakukan. ” Jongwoon~ah kau jangan gila ! Kau bahkan tidak bisa melakukan apapun ” kepanikan justru meliputi pikiran Choeun. Dan dengan sekali tepukan , setangkai bunga mawar muncul begitu saja ditangan Jongwoon .ada rasa kaget diwajah Choeun tapi ia juga senang karna Jongwoon memberikan bunga itu padanya meski masih dengan tanpa expresi. Tepukan tangan datang dari semua orang yg melihat pertunjukan itu. ” Tuan apa dia kekasihmu ? Kalian pasangan yg sangat serasi , kalian sangat cocok ” ucap salah seorang penonton tersenyum. Choeun tak mengerti dengan yg diucapakan orang itu , yg jelas saat ini perasaanya bercampur antara senang , sedih dan malu.dan tanpa banyak kata Choeun turun dari panggung dan berlari meninggalka Jongwoon yg lantas mengejarnya. ”

Choeun~ah Gwencamhayeo ? Mianhe jika cara ku begitu kampungan ” ucap Jongwoon mendapati Choeun terduduk di kursi taman. ” Tidak papa , akulah yg seharusnya meminta maaf . Aku tidak bisa menghargai usahamu untuk membuatku tersenyum ” Balas Choeun penuh penyesalan. ” Aku berjanji untuk tidak akan menyerah , walau bagaimanapun kau adalah pasienku dan aku harus berhasil menyembuhkanmu ” Jelas Jongwoon merangkul pundak Choeun.

Tampak rasa kecewa diwajah Choeun . Kata kata pasien seakan menegaskan statusnya yg tidak mungkin bisa bersama dengan Jongwoon. ” rasanya mustahil kau mengharapkan perasaan itu Choeun , tidak mungkin Namja sempurna sepertinya bisa menyukaimu ” batin Choeun miris.

~~

Hari demi hari berlalu begitu cepat , dan menurut pengamatan dokter spesialis jiwa Kesehatan Choeun sudah mulai membaik dan bisa melakukan kegiatan layaknya Yeoja normal pada umumnya dan itu artinya tugas Jongwoon sebagai Dokternyapun berakhir.

Tidak ada perjanjian yg resmi dengan eoma Choeun , tapi Jongwoon juga tidak bisa meninggalkan para pasiennya yg masih membutuhkan bantuannya.

 

@Rumah Sakit~~

Choeun baru saja keluar dari ruangan Dokter bersama sang eoma , wajahnya sudah mulai kembali segar seperti Choeun yg dulu meski terkadang ia masih memaksakan senyumannya untuk menutupi sesuatu yg menjanggal dihatinya.

Pandangannya mengarah pada seorang Dokter yg sedang membantu Pasiennya berdiri menggunakan tongkat . Ya , Jongwoon memang sudah tidak menjadi Dokter peibadi Choeun lagi semenjak keadaannya mulai pulih .tapi entah kenapa rasa rindu itu masih ada dalam hatinya .ia masih ingat bagaimana Jongwoon berusaha mati matian membuatnya tersenyum , Bagaimana cara Jongwoon mencairkan suasana hatinya yg mendadak dingin.

” Dokter Kim Jongwoon , setelah ini apa anda mempunyai waktu ? Ada hal yg ingin aku bicarakan ” pertanyaan Choeun membuat Jongwoon kaget namun juga senang . Jongwoon tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan tanda ia setuju.

 

// //

 

Saat ini Jongwoon dan Choeun sudah berada ditaman rumah sakit , udara dingin dan Langit yg gelap menandakan hujan akan segera turun mengguyur seluruh permukaan Kota Seoul , tapi hal itu sama sekali tidak berpengaruh pada 2 anak muda yg kini tengah saling pandang. ” Gomawo untuk hari ini , untuk hari hari sebelumnya dan hari dimana kau berusaha menghiburku . mianhe karna sudah membuatmu Frustasi karna tingkahku ” ucap Choeun membuka topik pembicaraan. Jongwoon tersenyum , hatinya berbunga bunga mendengar suara indah itu kembali terdengar. ” Apa kau tidak kedinginana ? anginnya semakin kencang” Jongwoon mengalihkan pembicaraan.

sepertinya ia ingin mengahbiskan hari itu bersama Choeun tanpa harus membahas hal hal yg membuat senyuman Choeun hilang. Jongwoon melepas seragam Dokternya dan memakaikannya kepundak Choeun .perlahan tangannya mulai menggemggam erat jemari Choeun dan memejamkan matanya. tidak ada penolakan , Choeun bahkan terlihat menyenderkan kepalanya kebahu Jongwoon dan ikut memejamkan mata. Hujan datang secara tiba tiba membuat Jongwoon langsung terbangun untuk segera berteduh .namun hal berbeda justru dilakukan Choeun.ia malah berdiri sambil merentangkan tangannya dan membiarkan guyuran hujan itu mengenai setiap lekuk tubuhnya.

” Choeun~ah apa yg kau lakukan ? kemarilah kau bisa sakit ! ” teriak Jongwoon yg sudah berada di bawah pohon lumayan besar diareal rumah sakit itu. ” Tenanglah aku tidak papa , sudah lama aku tidak merasakan tenang seperti ini ” jawab Choeun tetap pada posisinya. perlahan ia berlari kecil mendekati Jongwoon dan menyeternya untuk bermain hujan bersamanya .

 

” Aku bahagia !!!! Aku Berjanji akan selalu tersenyum apapun keadaanku !!! ” teriak Chpeun penuh semangat. Jongwoon ikut tersenyum menyaksikan senyuaman kecil muncul dari bibir Choeun , ia merasa beruntung menjadi orang pertama yg melihat senyuman itu kembali semenjak 2tahun lamanya lenyap. ” Saranghae Park Choeun !!!!! ” teriak Jongwoon sontak membuat Choeun memalingkan pandangannya menatap wajah Jongwoon. ” Mworago ? ” tanya Choeun bingung. Jongwoon Meraih kedua tangan Choeun dan meletakannya di dada bidangnya untuk bisa merasakan getaran hatinya yg tidak biasa itu.

” Semua kisah cinta pasti berakhir Bahagia , tapi jika tidak , maka cintamu belum berakhir .dan aku ingin Kisah cinta bahagiamu berakhir bersamaku ” Ucap Jongwoon seraya berlutut dihadapan Choeun. Mata Choeun berubah merah , meski samar terlihat karna sudah bercampur dengan air hujan .tampak ia tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. ”

 

Chuuuuu~~~~tanpa disangka Choeun mencium pipi Jongwoon lembut seakan menjadi jawaban atas permintaan Jongwoon padanya. ” Saranghae Kim Jongwoon ! ”

ucapnya lirih dan lantas menangis. Jongwoon Menjajarkan posisinya menghadap Choeun , ia menyeka lembut air mata serta air hujan yg membasahi wajah Choeun dan memeluknya erat.

Derasnya air hujan seakan menjadi saksi kembalinya Senyuman dan Cinta Choeun , Jongwoon berjanji tidak akan membiarkan Senyuman Yeoja dalam dekapannya itu hilang untuk kesekian kalinya.

 

END

 

#Setiap Kisah cinta pasti berakhir bahagia , tapi jika tidak , maka cintamu belum berakhir.jangan pernah takit terluka karna disetiap luka , pasti ada tawa didalamnya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s