Memories Of You | FF Peserta Lomba

 

memoriesOfYou

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

 

Author (FB & Twitter): G’zaa Are’nando | @Giza_Arnando

Title : Memories Of You

Genre : MellowFanfic

Main Cast :
-Byun Baekhyun (EXO)
-Kim Namjoo (A-Pink)
-Park Chanyeol (EXO)

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

Seperti biasa dipagi hari, Kim Namjoo dijemput Kekasihnya yang sangat dicintainya Park Chanyeol pergi kesekolah. Walau hanya menggunakan sepeda kayuh, mereka berdua sangat bahagia mnyusuri jalanan dengan sepeda Chanyeol.
“Oppa .. pelan pelan ..” teriak Namjoo

Mendengar itu Chanyeol hanya terdiam mengayuh sepedanya. Namjoo terus saja berteriak meminta Chanyeol untuk memelankan kayuhannya. Dihati Namjoo terbisik bahwa ada yg aneh dengan Chanyeol. Tiba tiba ..
“Cyyyytttttt … cyyyyyyytttttt ..”
“Braaakkk .. Braaakkk”
Sebuah mobil menghantam tubuh Chanyeol, Mobil itu hanya menghantam tubuh Chanyeol saja, sementara Namjoo tergeletak dengan luka yang ada di kaki dan tangannya. Dengan terbata bata untuk berdiri menghampiri Chanyeol

“Oppa!! .. oppa!! .. Oppa!! ..”
“Oppa ireona!! ppali ireona! oppa!!
. oppa!!” Namjoo menangis sembari mengoyak oyak badan Chanyeol. Melihat Chanyeol yang terlunglai lemah tak berdaya, Darah yang berlumuran di badan Chanyeol.
Tiba-tiba terbesit dalam Memori Namjoo saat pertama Chanyeol menyatakan perasaannya pada Namjoo.
***
“Tarraa .. Ini Mawar putih untukmu ..”
“Oppa .. mawar putih? apa maksudnya? ..”
“Itu mawar putih sangat banyak artinya, Warna putih dari mawar ini berarti melambangkan Kesucian,Kesetiaan, dan kasih sayang.
“Aku masih belum mengerti..”
“Aisshh .. kau ini. Dengan mawar ini aku berjanji. Menjaga Kesucian cinta kita, Akan setia denganmu, Dan aku akan memberi kasih sayangku sampai aku mati..”
“Saranghaeyo oppa!”
Kontan Namjoo mencium bibir Chanyeol dengan sekejapnya.
***
Tangisan Namjoo Semakin pecah kala mengingat memori itu.
“Oppa ireona! jebalyo~ jangan tinggalkan aku! jebalyo~ ..”

“Namjoo-ah .. apa yg terjadi dengan Chanyeol?” Baekhyun panik.
“Baekhyun-ssi … tolong panggilkan Ambulance ..”
Mendengar kata Namjoo,Baekhyun menelpon Ambulance. Tak lama Ambulance datang. Petugas rumah sakit dengan cepat membawa Chanyeol masuk ke Ambulance dan segera pergi kerumahsakit. Sementara Namjoo hanya terdiam dengan tatapan kosong. Tak percaya apa yg sebenarnya terjadi terhadap Chanyeol. Dia sangat takut hal buruk yang dipikirnya akan terjadi.
“Kau yang sabar ya .. Chanyeol pasti akan baik baik saja..” hibur Baekhyun
“Omo! kau terluka .. sebaiknya kita kerumah sakit juga.. lukanmu sepertinya parah..” Lanjut Baekhyun.

Sesampainya dirumah sakit, Namjoo tidak memeriksa lukanya tetapi bergegas ke ICU. sebelum menuju ICU, terlihat dokter membawa chanyeol dengan ranjang yg ddidorongnya. Muka chanyeol pucat,tubuhnya diselimuti dengan kain putih. Pikiran Namjoo semakin tak karuan. Apakah benar yang dipikirnya akan menjadi kenyataan. Benar saja salah satu dokter menghampiri Namjoo. Dokter mengatakan jika Chanyeol sudah meninggal. Mendengar sebenarnya yg terjadi dengan Kesasih yang sangat dicintainya Namjo seperti mendengar gemuruh petir yang luar biasa kencangnya. Namjoo pingsan,Baekhyun dengan sigap menadahnya.
***

Sesampainya dirumah, namjoo melihat sesuatu dibawah karpet lantainya. Namjoo mengambil sesuatu tersebut. Ternyata fotonya bersama Chanyeol saat ulangtahun namjoo. Terlihat di foto itu muka keduanya sangat bahagia.

Tiba tiba terbesit memori saat ulangtahunnya.
***
“Saengil cukkhae hamnida.. saengil chukkae hamnida .. Saranghaneun Kim Namjoo .. Sangil chukkae hamnida!” Chanyeol memberikan kue ulangtahun. Dan Namjoo meniup lilinnya. Namjoo sangat bahagia sekali karena mendapat kado cincin yg sama dengan Chanyeol.
***
Terlepas dari memori itu, Namjoo melihat cincin yang ada di kelingkingnya. Namjoo terisak dengan tangisannya. Tangisannya semakin pecah disaat namjoo sesekali melihat foto tersebut.
“Chanyeol-ah .. a-aku akan m-menemanimu ke s-surga..” ucapnya terbata bata.

Namjoo bergegas pergi kegudang. Disana ia mengobrak abrik seluruh benda yang ada didepannya. Tak tahu apa yang dia perlukan. setelah meluat kerdus yang berisi tali langsung saja dia bawa keruang tengah. Sebuah tali diikatkan ke balok yang panjang. Sebuah kursi diambilnya dan naik. Melingkarkan tali dan memasukkan lehernya.
“Yak! Namjo-ah..” Baekhyun langsung menghampiri Namjoo. meraih tubuhnya, menendang kursi dan keduanya terjatuh.
“Neo! .. kenapa kau lakukan ini! kenapa kau menggangguku! kenapa kau menggagalkan rencana ku untuk bertemu dengan Canyeol disurga!!!” Teriaknya sembari menangis.
“Karena aku mdncintaimu..” “Aku tak ingin melihatmu begini .. aku menyayangimu .. jangan buat begini .. janganlah menyianyiakan hidupmu. Aku tahu kau sangat mencitainya. Aku sakit slama ini melihatmu bahagia dengannya .. Hatiku seperti daging giling saat aku melihatmu tertawa bersama. Jangan kau buat aku sakit hati dengan kau mencoba bunuh diri..”
Namjoo hanya menatap aneh Baekhyun. Namjo keluar dari rumahnya dengan sisa dayanya. Tak jauh dari rumahnya terdapat taman kecil yang ada kursi di bawah pohon sakura.

Terbesit lagi memori Namjoo saat melihat kursi itu. Chanyeol memainkan gitarnya sembari menyanyi untukku.
***
“Sallangsallangsallang deullyeo-oneun bissori..”
“Dugeun dugeundugeundugeun tteollyeo-oneun nae-gaseum..”
“Sallangsallangsallangdugeundugeundugeun..”
“Usansori.. Bissori.. Nae-gaseum sori..”
“Sarangbi-ga naeryeo-oneyo..”
“I love rain,I love you..”

“Kau tak ingat saat kita pulang sekolah kehujanan. Mulai dari situlah aku menyukaimu..”
“Gomawoppa .. Lagu yang sangat bagus..”
***
Sembari Bayangan itu hilang. Namjoo Berjalan menuju kursi tersebut dengan tatapan mata kosongnya. Dia tahu jika jalan raya itu sangat ramai. Tapi dia bersikeras untuk menyebrang.
“Tiiiiiiin…tiiiiiiiin..”
Baekhyun dengan sigap menarik tubuh Namjoo dan badan keduanya terpental ke sisi jalan.

“Aku heran denganmu. Sebenarnya kau ini tuli atau pura pura tak mendengar! aku sudah bilang Aku mencintaimu! Lihatlah aku! Aku selalu sakit memendam rasa ini! Jangan kau sakiti aku lagi dengan percobaan bunuh dirimu!..”
Mendengar itu Namjoo berdiri dan melanjutkan jalan kakinya. Baekhyun mencoba menahannya dengan menarik lengannya.

“Lepaskan aku!”
“Kau mau kemana? mencoba bunuh diri lagi?”
“Aku bilang lepaskan aku!”

Namjoo berjalan dengan sisa dayanya..Dengan sempoyongan Namjoo menuju tempat karaoke yg tak jauh dari situ. Namjoo menuju tempat favorit saat karaoke.

Ia mumbuka pintu, Sebelum memasuki ruangan itu lagi lagi terbesit memori mereka berdua saat karaoke. Pada bayangan itu keduanya terlihat sangat bahagia saat menyanyi mengikuti lantunan lagu.
***
“Yak! Namjoo-ah .. istirahat dulu .. aku lelah, minum saja dulu..” Ucap Chanyeol
“Nde oppa .. aku juga ..”
“Bersulam…”
Keduanya bersulam minum wein. siapa yang memngahbiskan minuman duluan dia yang pertama mencium pasangannya. Chanyeol lah yang habis duluan. Langsung saja mencium pipi Namjoo.
***
Bayangan itu hilang namjoo berjalan menuju sofa. Sudah tersedia Sebotol wein. Najoo tidak meminumnya tapi memecahkannya. Satu pecahan diambilnya. Diletakkan di pergelangan tangannya tepat diatas urat nadinya. Baekhyun yang datang tiba tiba langsung mengambil pecahan kaca tersebut dan membuangnya.
“Berhentilah menyelakai dirimu sendiri!” bentak Baekhyun.
“Kau kenapa selalu menggagalkan niatku! jika kau tidak disin! pasti aku sudah disurga bersama Chanyeol! kenapa kau ini!
“apa kau kurang jelas kalau aku mencintaimu!”

Namjoo menatap tajam Baekhyun. Lagi lagi Namjoo keluar dan berlalu dari Baekhyun. Tapi Baekhyun tetap bersikeras melindungi namjoo agar tidak bunuh diri lagi. Baekhyun tetap mengikuti Namjoo.
“Gwenchanayo?” tanya baekhyun
“Kau! kenapa menggangguku lagi?” Jawab Namjooo datar.
Dia pergi ke sungai han. Tepat didepan matanya ada sebuah jembatan kecil. Lagi lagi memorinya muncul saat melihat jembatan itu.
***
Chanyeol memeluknya dari belakang. Sembari menikmati udara yg berhembus dam langit yg indah nan cerah.
“Kau tak tahu seberapa aku mencintaimu?” tanya chanyeol
“Seperti apa?”
“Bagaikan tempat ini .. Hatiku dan hatimu sebening air sungai ini .. air yang terus menerus mengalir mengibaratkan kasih sayangku akan terus mengalir untukmu seperti air ini .. Langit yang cerah menandai hati kita sangat cerah dan indah saat bertemu .. Bunga bunga di tepi sungai menandai hatiku berbunga bunga saat melihatmu, walaupun dari kejauhan. Dan yang terakhir jembatan yang menyambungkan dua tepi sungai ini mengibaratakan, dua hati yang bertemu tepat kita berdiri ini adalah satu cinta dan satu tujuan yaitu tujuan untuk saling mencintai. Kau tak tahu itu Namjo-ah?”
“Arraseyo~”
***
Bayangan itu hilang, Namjoo berlari ke jembatan itu dan berdiri di sisi jembatan. Dengan cepatnya namjoo terjun dan tenggelam disungai. Kepalanya sesekali terlihat. Baekhyun yang melihat itu tak tinggal diam. Baekhyun terjun dan berenaang menyelamatkan Namjoo. Meraihnya dan berenang ke sisi sungai.
“Neo!..” ucap namjoo datar
“Waeyo? kau ingin bertanya kenapa aku melakukan ini?” “jawabannya sama seperti biasanya, apa harus kuulangi lagi?” lanjut Baekhyun.
“Turunkan aku..”

“Shirreo..”
“Aku bilang turunkan aku!” bentak Namjoo

Baekhyun menuruti saja apa yg dikatakannya. Namjoo tetap pergi berlalu meninggalkan Baekhyun. Sementara Baekhyun, hanya terdiam melihatnya dari kejauhan. Seakan masih tak mengrti apa yang ia ingin lakukan lagi. Ya..mungkin akan mencoba bunuh diri lagi. Setelah beberapa percobaan gagal dikarenakan Baekhyun.

Waktu berlalu menjadi senja. Hujan turun dengan begitu deransnya. Begitu pula dengan Namjoo yang sempoyongan berjalan menuju rumahnya.

Tepat didepan rumahnya, lagi lagi bayangan memorinya muncul lagi.
***
“Hujannya sangat deras..” Ucap Chanyeol
“Hmm.. sayang sekali kita harus berpisah. sesungguhnya aku tak ingin moment inibterjadi. apa kau tahu? malam sendirian dirumah pasti aku merasakan waktu yang lama sekali..”
“Aku juga berpikir begitu. bolekah aku bermalam dirumahmu? hujan sangat lebat”
“Woaaahh .. jinjja?” ucap namjoo senang
“Nde .. kau tahu drama favoritku?”
“Eummm.. Love rain!” ucap namjoo semangat
“Cha! bagaimana kalau kita memparodikan saat In ha mengejar Younghee pulang dari universitas. Bukankah itu bagus saat moment hujan begini” jelas Chanyeol
“Woaaahhh .. daebak ..” “eum.. okey..” Namjoo tersenyum
“Ige .. peganglah payung ini dan aku akan berlari dari sana..” Chanyeol mundur beberapa langkah.
“Hana .. dul .. set .. Action!” ucap mereka serentak

Chanyeol memulai aksinya. Dengan mulai berlari menghampiri Namjoo.
“Namjoo-ah ..”
“emm..” Namjoo menoleh kebelakang dan berbagi payung dengan chanyeol agar tidak kehujanan. layaknya benat benar seperti di drama love rain. sementara Chanyeol melanjutkan aksinya.

“Namjoo-ah .. ” ucapan chanyeol mendadak berhenti.
“Aishhh .. kenapa aku bisa lupa dialog itu..” lanjut chanyeol tertawa terbahak bahak.
“Aish.. kau ini!” Namjoo memalingkan wajahnya.
“Aku hanya ingat ini..”
“Namjoo-ah .. saranghaeyo!” lanjut Chanyeol sambari mencium bibir Namjoo

Namjo kaget, Dia hanya tersipu malu sambip memegangi bibirnya. Wajahnya memerah. chanyeol juga tersipu malu.
***
Bayangan itu hilang saat Baekhyun memanggilnya.
“Namjoo-ah ..” Baekhyun berbagi payung dengan Namjoo agar tidak kehujanan. Namjoo tidak menoleh sesekalipun. Namjoo hanya Menatap disisi depan rumahnya dengan tatapan kosong. Baekhyun semakin bingun dengan apa yang dilakukan Namjoo.
“Kau .. bolehkah aku meminta tolong padamu?” Ucap Namjoo
“Apa itu?” pendek Baekhyun
“Bunuhlah aku!”
“W..w..wae?”
“Jika kau benar benar menyayangiku. lakukanlah. ini permintaanku padamu. Kau bilang kau mencintaku..”
“Cinta yg kutau, tidak akan tega membiarkan orang yg dicintainya tenggelam dlm penderitaan. Aku tak menginginkan kau pergi dari kehidupanku. Janganlah begini..” Jelas baekhyun meyakinkan Namjoo.
“Jadi kau tidak mau melakukannya?”
“Apakah kau gila? orang yg kau cintai pergi, kau akan mengalhiri hidupmu?” Lanjut Baekhyun tetap meyakinkan Namjoo.
“Apa aku peduli itu?” “Bagaimana jika kau ada di posisiku. pasti kau akan melakukan hal yang sama”
“Kau salah..” “Untuk apa aku mengakhiri hidupku jika ada yang masih peduli padaku?” Baekhyun Bersikeras untuk meyakinkan Namjoo

Tiba tiba Namjoo Berlari ketengah jalan, tepat mobil melaju dan menghantamnya. Baekhyun terhentak kaget saat melihatnya. Baekhyun Melepaskan payungnya. Banyak orang yang berdatangan mengerumuni Namjoo yang tergeletak dijalanan dengan darah yang berlumur dimana mana.

“Aku tak percaya semua ini!”
“Waeeeeeyyyyoooooo!!!” Baekhyun berteriak sekencang kencangnya.

END~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s