WHEN SOMEONE YOU HATE, WILL ALWAYS TAKE CARE YOU | FF Peserta Lomba

KYUWOOK8

 

Author (FB & Twitter): Mela Rahma & @melarahma1

Title :WHEN SOMEONE YOU HATE, WILL ALWAYS TAKE CARE YOU

Genre : (tentukan sendiri)

Main Cast : Hyemi , Ryeowook, Kyuhyun

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me ! .

 

 

Pagi ini lagi-lagi Hyemi harus berlari kesekolah agar tidak terlambat, hari sudah nunjukkan pukul 06.45. Itu berarti hanya ada sisa waktu 15 menit untuk sampai kesekolah, tapi bagaimana bisa yeoja itu dapat datang kesekolah dengan tepat waktu, sedangkan jarak rumah dari sekolahnya itu cukup jauh.

Biasanya yeoja ini selalu menggunakan sepeda ayahnya untuk pergi kesekolah tapi tidak untuk hari ini dan kedepannya, karena ayah nya telah menggadaikan sepedanya. Untuk melunasi utang-utang yang setiap hari selalu menagihnya.

“Ahjushii! Chankaman.. Ahjushi.. !” Hyemi mencoba menahan gerbang sekolah yang akan ditutup oleh penjaga gerbang itu.
“Aish,, kau. Kenapa kau terlambat? Kemana sepedamu?” kata Ahjushi itu yang biasa melihat Hyemi berangkat menggunakan sepeda.

“Ahjushi, ini bukan urusan mu, sudah cepatlah biarkan aku masuk”. Ucap Hyemi sedikit menekan nada suaranya.

“Aish, kau ini benar-benar tidak sopan, kau tahu aku ini lebih tua darimu.”

“Ahh, terserah kau saja Pria tua.” Hyemi mengulurkan lidahnya keluar mengejek pria tua itu dan melarikan diri.

“YA!. YA! , Awass kau nanti. Dasar anak muda jaman sekarang , tidak bisa menghargai orang dewasa” dengus pria tua itu.

 

***

In Class

BRUUKKK.

Hyemi jatuh  tersungkur dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun memang sengaja menaikan sebelah kakinya ketika Hyemi berjalan dihadapannya agar Hyemi jatuh tersungkur. Kyuhyun tersenyum evil ketika melihat kejahilannya berhasil. Alhasil semua murid dikelas menertawakan Hyemi. Hyemi tidak bisa berbuat banyak ia hanya mendengus kesal dan kembali menuju mejanya.

“Dasar namja SETANN!” batin Hyemi melirik tajam Kyuhyun.

“Anak-anak, hari ini sekolah kita kehadiran siswa baru, silahkan masuk” Nana Seonsaengnim mengajak siswa baru itu untuk masuk. “Silahkan perkenalkan dirimu dihadapan teman-teman barumu” lanjut Nana Seonsaengnim.

“A.. an…nyeong~ jhoneun Kim Ryeowook imnida”

“Ok, Ryeowook silahkan duduk disebelah Hyemi.”

“ne, Gamsahamnida seonsaengnim” *bow

Ryeowook mendekati meja Hyemi, ia melirik sedikit kearah Hyemi yang tersenyum tipis padanya, ia membalas kembali senyuman itu dengan senyumnya yang terbilang sedikit imut.

“Baiklah sekarang kita mulai pembelajaran kita hari ini. Silahkan keluarkan tugas yang sudah ibu perintahkan kemarin. Dan yang tidak mengerjakan silahkan keluar. ” Ucap Nana Seonsaengnim.

“Hyemi kemana bukumu?” tanya seonsaengnim.

“Mianhae , aku belum mengerjakannya” ucap Hyemi datar.

“Mwo? Kau benar-benar sudah tidak bisa dimaafkan lagi Hyemi, kau sudah terlalu sering tidak mengerjakan tugasmu, dengan alasan yang sama. Hari ini kau sama sekali tidak boleh mengikuti semua pelajaran untuk hari, dan sebagai hukuman kau harus membersihkan halaman belakang sekolah.”

Ryeowook hanya diam menatap Hyemi. “Benarkah dia tidak pernah mengerjakan tugasnya?” batin Ryeowook. Hyemi yang merasa Ryewook menatapnya sedari tadi ia membalas melirik kecil Ryeowook dan bergegas pergi meninggalkan kelas untuk kehalaman belakang sekolah.

***

Keringat Hyemi bercucuran dikeningnya, Hyemi mencoba menyela keringatnya menggunakan lengannya. Ia merasa lelah , dan duduk dibawah pohon yang cukup besar. “Halaman ini cukup luas dan indah. Tapi, kenapa sekolah bodoh ini tidak pernah mau membersihkannya? Kenapa selalu siswa yang terkena hukuman yang diberi tugas untuk membersihkan halaman ini?” ucap Hyemi pada dirinya sendiri yang sedang memandang suasana dihalaman belakang sekolahnya.

“Kau lelah?” suara seorang namja mengagetkan lamunan Hyemi. Hyemi mencoba menengok ke belakang siapa yang sedang berada dibelakangnya.

“Kau,?” Hyemi mengerutkan keningnya heran melihat Ryeowook berdiri dibelakangnya yang memegang dua botol minuman, Kini Ryeowook merubah posisi duduk berada tepat disamping Hyemi. “Emm.. apa minuman yang satu itu untuk ku?” Hyemi menunjuk botol minuman yang dipegangi Ryeowook.

“Oh, ne, ini kubelikan untuk mu.” Ryeowook mengulurkan minuman itu pada Hyemi. Tanpa berpikir panjang Hyemi langsung mengambil minuman itu dan meneguknya. Sepertinya Hyemi benar-benar sangat kehausan sampai –sampi ia tersedak. “Ohokk.. ohokk”

“Apa sehaus itu kah? Pelan-pelan saja” ucap Ryeowook menepuk punggung Hyemi dengan gerakan kaku,agar ia tak lagi tersedak.
“Ne, Gomawo, bukankah kau murid baru itu?” ucap Hyemi Tersenyum tipis.

“nde :)  emmm.. aku dengar kau selalu dihukum, apa itu benar?” tanya ryeowook,  Hyemi hanya tersenyum.

“Apa kau tidak merasa bosan selalu dihukum? Apa kau tidak lelah?” tanya Ryeowook kembali.

“Ani, aku tidak lelah. Aku senang bisa membersihkan halaman ini setiap hari, dibandingkan harus mendengarkan celotehan guru didalam kelas yang membuat ku benar-benar sangat bosan.” Jelas Hyemi pada Ryeowook.

Teeengg Tengg

“jam  istirahat sudah habis. Cepatlah kau harus segera kembali kekelasmu”

“hemm. Baiklah. Jaga dirimu baik-baik .” Ryeowook berdiri dan membungkukkan tubuhnya pada Hyemi lalu meninggalkannya.

***

“Hufttt.. hari ini begitu melelahkan” bisik Hyemi pada dirinya menuju kedalam kelas untuk mengambil tasnya, langkahnya terhenti ketika ia melihat papan tulis penuh dengan gambar yang sangat mengerikan dan terpampang tulisan  HYEMI , KIM HYEMI, GADIS KAYA NAMUN JATUH MISKIN, YANG DITINGGALKAN OLEH IBUNYA KARENA BUNUH DIRI AKIBAT DEPRESI KARENA AYAHYANG SELINGKUH DAN MELAKUKAN PENYUAPAN. DAN AKHIRNYA BANGKRUT. HAHAHA. “Siapa yang melakukan ini semua ?” Hyemi segera menghapus gambar dan tulisan itu, ia tidak mau siapa pun yang melihat tulisan ini, ini adalah aib bagi Hyemi. Hati Hyemi sangat sakit membaca tulisan ini,  ia sudah tidak mau lagi mengingat kejadian mengenai kematian ibunya yang sangat tragis. Hyemi sudah tidak bisa lagi menahan air matanya ia pun menangis sambil menghapus tulisan –tulisan itu.

“Kenapa kau menghapusnya? Bukankah gambar itu sangat bagus?” sosok Kyuhyun berdiri didepan pintu. Hyemi masih membersihkan sisa-sisa tulisan yang ada dipapan tulis.

“Jadi kau yang menulis ini semua? Kenapa kau benar-benar jahat Kyu?”

“Jahat? Bukankah aku ini namja yang berbaik hati, aku hanya ingin mereka tahu siapa dirimu sebenarnya. Tidak ada salahnya kan?” Kyuhyun berjalan mendekati Hyemi.

PETTTAAKKK

Tamparan turun dipipi kiri Kyuhyun, sepertinya tamparan itu sangat keras hingga menimbulkan bekas telapak tangan Hyemi. Kyuhyun merasakan perih dipipi kirinya dan memegangi pipinya.

“Kau boleh  mencaci menghina ku tapi tidak seperti ini caranya Kyu, ini sangat keterlaluan. Ini aib keluarga ku, ini masalah keluargaku yang tidak boleh siapapun tahu mengenai soal ini.” Hyemi meninggikan suaranya yang diiringi dengan isakan tangis.

Kyuhyun memegangi kedua kerah baju Hyemi kasar sampai yeoja itu sedikit terangkat. “Kau lupa? Kau juga pernah melakukan hal yang sama padaku ! ini adalah sebuah pembalasan untuk mu Kim Hyemi.!” Kyuhyun tak kalah keras meninggikan suaranya diwajah Hyemi, ia melemparkan dan menjatuhkan tubuh Hyemi  ke bawah hingga punggung Hyemi mengenai meja yang berada dibelakangnya. Hyemi melanjutkan tangisnya , ia memegangi punggungnya yang sakit akibat benturan tadi..

***

Hari sudah semakin malam, tapi Hyemi belum juga pulang. Hyemi masih enggan pulang kerumahnya, jika ia pulang ayahnya hanya akan memarahi dan menyakitinya. Hyemi sering kali ingin pergi dari rumahnya. Tapi itu hanyalah sebuah rencana yang tidak akan pernah dilakukan Hyemi.

Hyemi berjalan menusuri setiap sudut kota kecil Gumi, langkahnya begitu pelan, tatapannya sayu, matanya sembab akibat tangisnya tadi. Langkahnya terhenti melihat Dua orang dewasa bersama seorang gadis kecil, mungkin orang dewasa itu adalah orang tua dari gadis tersebut.

Hyemi melihat betapa bahagianya keluarga itu, hidup yang sederhana pun dapat membuat orang merasa bahagia, tapi kenapa hidup dengan bergelimang harta tidak menjamin seseorang dapat merasakan kebahagiaan. Ia masih ingat jelas ketika kecil, ia sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Mereka memang sangat sibuk tapi, tidak bisakah sedetik saja mereka memberikan pelukan hangat dan kebahagiaan untuk anak mereka?

2Tahun lalu di Seoul perusahaan ayah Hyemi bangkrut atas penyuapan yang dilakukan ayah Hyemi  dan ini berimbas kepada Hyemi dan ibunya, bukannya bertanggung jawab ayah Hyemi malah melarikan diri entah kemana. Karena tidak kuat mengahadapi cobaan yang sangat berat,, ibu Hyemi depresi karena ditinggal suaminya dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ketika itu Hyemi masih duduk dikelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Hyemi sering diolok-olok kan teman-temannya saat itu Kyuhyun adalah teman sekolahnya Hyemi juga, jadi Kyuhyun tahu bagaimna kondisi keluarga Hyemi.

Karena telah ditinggal ibunya Hyemi mencoba hidup tidak bergantung pada siapa pun, walau pun bibinya pernah ingin membantunya tapi ia menolak, ia pun pindah sekolah dari sekolah yang cukup ternama diseoul kini ia pindah ke sekolah biasa di Gumi yang fasilitasnya tidak seberapa dengan sekolahnya dulu. Bagi Hyemi ini lebih baik, disini tidak ada yang mengenali dirinya tidak ada yang tau mengenai keluarganya, ia bisa hidup tenang dikota kecil ini.

Tapi sial, mungkin keinginan hidup dengan lebih baik tidak berlaku untuk dirinya. Ayahnya berhasil menemukan Hyemi dan tinggal bersama Hyemi setelah keluar dari Penjara. Ayahnya sudah tidak bekerja mungkin sulit untuknya, mencari kerja dengan status mantan napi, karena orang-orang sulit untuk memercayainya.

***

PEEETTTTAAAKKK..

Tamparan mendarat dipipi Hyemi, sepertinya penderitaan Hyemi hari ini belum juga berakhir, lagi-lagi dia harus menerima sikap kasar dari ayahnya .

“Kau ini kenapa selalu pulang malam! Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan mu!”

“Memangnya kenapa jika terjadi padaku? Bukankah Ayah tidak pernah peduli dengan ku?” Hyemi meninggikan suaranya mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Ayahnya benar-benar marah dan nyaris ingin menampar anak perempuanya lagi. Tapi rencananya ayah nya tidak jadi dilakukannya, Hyemi hanya menutup matanya bersiap untuk menerima tamparan dari ayahnya.

“Istirahatlah..” ayah nya menjatuhkan tangan yang tadi tepat berada diatas telinganya. Hyemi membuka matanya perlahan ia melihat wajah ayahnya dan meninggalkan ayahnya didepan rumah.

Hyemi dengan langkah cepat menuju kamarnya yang berukuran kecil itu. Hyemi benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan derai air matanya. Ia pun menangis sejadi-jadinya.

***

Tidak hanya Hyemi yang merasakan sakit dihatinya, tapi ayahnya pun juga  merasakan hal yang sama. Ayahnya sangat menyesal karena telah gagal menjadi seorang ayah yang baik. Seandainya dulu ia tidak menerima uang suap mungkin kehidupannya tidak akan menjadi seburuk ini. “Maaf, maafkan ayah Hyemi, maaf ayah tidak bisa merawat mu dengan baik, ayah menyesal.. hhiks hiks ..” tangis ayah Hyemi.

***

“Ahh, kau sudah bangun, cepat makan ayah sudah buatkanmu kimchi” ajak ayah Hyemi untuk makan bersmanya, Hyemi duduk berhadapan dengan ayahnya. Ia mengambil sumpit disisi mangkuknya. Perlahan Hyemi mulai melahap kimchi buatan ayahnya. Selama ini tidak pernah tau jika ayahnya dapat memasak. Masakan ayahnya cukup enak, Hyemi sangat menikmati kimchi buatan ayahnya.

“Bagaimana? Kimchi buatan ayah enak? eumm?” tanya ayahnya. Hyemi membalas dengan anggukan kecil dan masih menundukan wajahnya.

“Hyemi, maafkan perbuatan ayah kemarin malam, maaf ayah sudah menampar mu sangat keras,maaf kan ayah Hyemi ayah menyesal, maaf ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik bagimu ..” ayah Hyemi mencoba membungkamkan mulutnya sendiri untuk menahan tangisnya. Hyemi tidak lagi menunduk, kini ia menatap ayahnya, ia melihat ayahnya benar-benar tulis meminta maaf padanya. Bagaimana bisa jika dia tidak memaafkan ayahnya.

“Ayah..” panggil Hyemi pelan.

“Sudalah, ayah tidak salah, aku yang salah wajar saja jika orang tua menampar anaknya karena anaknya tidak menghormati orang tuanya sendiri.” Lanjut Hyemi.

“Hyemi kau memang anak yang baik, mulai hari ini ayah akan mecari kerja. Jadi kau tidak perlu lagi bekerja, tugasmu sekarang adalah belajar Hyemi.”

“Tidak ayah, bagaimana pun juga aku tidak bisa membiarkan ayah bekerja,  ayah tidak ingat , jika ayah tidak boleh terlalu lelah. Jadi biarkan aku saja yang bekerja.”

“Tapi Hyemi..”

“Sudahlah ayah. Aku pergi kesekolah lagi.” Hyemi berdiri dari tempat makannya. Iya mebungkukkan badannya dan meninggalkan ayahnya.

 

***

Hyemi memasuki kelasnya dan langsung menuju bangku yang di tempatinya, ia melihat Ryeowook sudah duduk manis disana. Ryeowook tersenyum tipis melihat Hyemi yang duduk disebelahnya. Ryeowook mengulurkan bukunya. “Ini..” ucap Ryeowook.

“Apa ini?” tanya Hyemi

“Ini buku tugasku, kupikir kau tidak akan tahu jika sekarang ada tugas jadi kubiarkan kau melihat buku tugasku.” Lanjut Ryeowook kembali mengembangkan senyumnya.

“Tidak, kau tidak perlu melakukan ini padaku, aku tidak mau merepotkanmu”

“Aniyo, kau tidak merepotkan ku sama sekali, aku hanya tidak ingin kau terus-terusan dihukum karena tidak mengerjakan tugas, jadi kumohon terimalah ini”

Hyemi hanya melirik Ryeowook, sebenarnya ia tidak ingin menerima ini ia lebih senang jika dihukum, tapi ia juga tidak ingin Ryeowook teman barunya kecewa, jadi apa salahnya jika ia untuk sekali ini saja berada didalam kelas tanpa ada hukuman.

“Hemm, baiklah Gomawo” ucap Hyemi tersenyum. Ryeowook balas tersenyum.

 

***

“Eung..? Hyemi ? tumben sekali kau mengerjakan tugas mu?” ejek Kang Seok seonsaengnim pada Hyemi.

“Kenapa seonsaengnim? Apa aku tidak boleh sekali saja jadi anak yang baik, yang mengerjakan tugasnya dengan benar?”

“Hahaha, Aniyo, bagus Hyemi mulai sekarang kau harus mulai berubah menjadi anak yang rajin .” Pinta Kang Seok Seonsaengnim pada Hyemi dengan tertawa.

Hyemi tidak membalas ucapan gurunya itu, Ryeowook melirik Hyemi dan tersenyum, Hyemi pun ikut melirik Ryeowook dan membalas senyuman Ryeowook.

“Gomawo.”

“Aniyo, ini memang adalah kewajibanmu sebagai seorang pelajar. Jadi, untuk apa kau berterimakasih pada ku.” Balas Ryeowook melepaskan pandangannya dari Hyemi dan menundukan kepalanya kebawah. Hyemi menepuk pelan bahu Ryeowook dan tersenyum tipis.

***

TENGGG TENGG~

“Ryeowok-sii kau tidak pergi ke kantin?”

“tidak”  balas Ryeowook tersenyum.

“Ayolah pergi kekantin bersama ku” ajak  Hyemi

“Hemm, baiklah” *tersenyumlagi ^^

Setibanya di kantin Ryeowook dan Hyemi memesan segelas kopi hangat. Ryeowook benar-benar tidak mengetahui jika ada seseorang dibelakangnya, ketika Ryeowook membalikkan badannya dan…

BYURRR

Kopi hangat yang tadi dipegang Ryeowook tumpah mengenai seragam Kyuhyun. Ryeowook, Hyemi dan Yesung, Kangin teman Kyuhyun. Kaget dan membulatkan mata mereka, Ryeowook dengan cepat langsung mengeluarkan sapu tangannya dan mencoba membersihkan seragam Kyuhyun.

“Mianhae , aku tidak sengaja, aku tidak tahu jika ada seseorang dibelakangku, Jeongmal Mianhae” ucap Ryeowook yang masih mencoba membersihkan seragam Kyuhyun. Kyuhyun dengan kesal mengambil sapu tangan itu dari tangan Ryeowook dan melemparkannya ke wajah Ryeowook.

“Apa kau tidak punya mata, BODOH?! Mata mu kau letakkan dimana?!!” ucap Kyuhyun dengan nada tinggi yang terdengar sangat kesal. Dengan sigap Kyuhyun langsung mengambil kopi yang dipegang oleh kangin dan menumpahkannya ke tubuh Ryeowook dari kepala hingga badannya. Kini tubuh Ryeowook benar-benar basah karena tumpahan kopi dari Kyuhyun.

Hyemi tidak bisa tinggal diam melihat Ryeowook di perlakukan seperti itu.  Dan ia mencoba memaki Kyuhyun “YAA ! Kyuhyun-ssi apa kau tuli, HAH? Dia sudah bilang dia tidak sengaja.!” Jelas Hyemi pada Kyuhyun.

“Hah.. lalu apa yang akan kau lakukan Yeoja miskin?” tanya Kyuhyun pada Hyemi sambil tersenyum evil. Hyemi melirik gelas plastik yang digenggamnya yangberisikan kopi tanpa berpikir panjang ia langsung menumpahkan kopi itu ke wajah Kyuhyun. “Kau pantas untuk menerima ini EvilKyu!” ucap Hyemi setelah menumpahkan kopi di muka Kyuhyun.

“Kajja kita pergi dari sini” ajak Hyemi menggenggam tangan Ryeowook, mencoba meninggalkan kyuhyun dan teman-temanya. Kyuhyun menahan tangan Hyemi dengan sangat keras, Kyuhyun melepas genggaman Hyemi dari Ryeowook dan menyeret Hyemi keluar kantin.

“YA!! Lepaskan Kyu!” Hyemi mencoba melepaskan genggaman Kyuhyun darinya tapi sial tenaga kyuhyun lebih kuat darinya. “YA!! KYUHYUN-SSI LEPASKAN!” teriak Hyemi.

Kyuhyun membawa Hyemi kegudang sekolah ia melemparkan tubuh Hyemi begitu saja kelantai, dan ia menyuruh Yesung dan Kangin untuk mengikat kedua tangan dan kaki Hyemi. Ikatan Yesung dan Kangin sangat kencang sampai Hyemi benar-benar tidak bisa bergerak dan melepas ikatan tersebut.

Setelah mengikat kedua tangan dan kaki Hyemi, Kyuhyuntidak lupa menyumpal mulut Hyemi menggunakan dasi yang dikenakan Hyemi dan meninggalkan Hyemi sendirian di gudang yang gelap itu. Hyemi sangat takut pada kegelapan , tak banyak yang bisa dilakukan Hyemi dengan keadaan seperti ini ia hannya bisa menagis  dan mencoba berteriak denga harapan semoga ada seseorang diluar yang dapat mendengar teriakannya.

“Hiks .. hiks Eomma bantu aku, hiks eomma ..” Hyemi terus menangis karena ketakutan. Hyemi menggoyang-goyang kan tubuhnya agar ikatannya dapat terlepas tapi sial dia malah terjatuh dengan posisi kedua tangan dan kaki yang masih terikat pada bangku . Hyemi terus menjerit dan menangis ketakutan.

“Hyemi-ssi apa kau  didalam?” tanya seorang namja dariluar.

Hyemi mendengar suara seseorang yang sedang memanggilnya, suara itu seperti suara Ryeowook. Hyemi berteriak dan mencoba menggoyangkan kursi yang mengikat tubuhnya agar terdengar suara dari dalam.  Hyemi terus saja berteriak. Ryeowook melihat Hyemi dalam posisi tidur yang mengarah kesamping dengan kedua tangan dan kaki Hyemi terikat pada bangku.

“Hyemi aku melihatmu didalam,chankaman Hyemi aku akan segera menolongmu” ucap Ryeowook, segera mencoba mencari kunci gudang itu. Ryeowook sudah lelah mencari tapi ia masih belum juga bisa menemukan kunci itu, ia melihat ada kapak besar yang disimpan disamping gudang, Ryeowook mengambilnya dan mencoba membuka gembok gudang itu dengan kapak tersebut.

Dengan sekuat tenaga Ryeowook memukul-mukul gembok itu dengan kapak yang dipegangnya. Alhasil, gembok itu mulai terbuka, Ryeowook pun mengeluarkan semua tenaganya dan memukul gembok itu dengan sangat kuat dan gembok itu pun terbuka.

Ryeowook segera masuk kedalam gudang, ia melihat Hyemi menangis dan menjerit ketakutan. Ryeowook segera menghampiri Hyemi dan melepaskan ikatan di kaki dan tangan Hyemi tapi, ikatan itu sangat kuat Ryeowook pergi mencari barang-barang didalam gudang yang dapat membuka ikatan pada Hyemi, Ia menemukan silet yang sudah berkarat tidak ada lagi barang yang dapat ditemukannya untuk membuka ikatan itu, ia pun membawa silet itu dan menemui Hyemi. Ryeowook mencoba membuka ikatan pada Kaki Hyemi.

“Kita harus segera keluar dari sini sebelum bel pulang sekolah” kata Ryeowook yang masih mencoba membuka ikatan pada kaki Hyemi.

“Bagaimana kau bisa keluar dari kelas”

“Aku beralasan pergi ke toilet, dan guru mengijinkannya,” Ryeowook masih mencoba membuka tali itu dikaki Hyemi. Silet itu memang sudah sangat tumpul jadi butuh waktu yang cukup lama untuk membuka tali itu.

Ikatan dikaki Hyemi akhirnya terlepas, Ryeowook mencoba membuka ikatan pada tangan Hyemi, dengan cepat tangan Ryeowook menggoyangkan silet itu agar cepat dapat memutuskan tali ikatan. Ikatan itu sudah mengendor tapi tetap saja tangan Hyemi tidak bisa keluar dari ikatannya.

Teenggg Tenggg

Tengg Tenggg

Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Semua siswa mulai keluar dari kelasnya, Kyuhyun menatap bangku Ryeowook, “anak itu dari tadi belum juga kembali, apa dia mencoba menolong Hyemi?” Batin Kyuhyun. Kyuhyun segera keluar darikelasnya dan berjalan menuju gudang tanpa Yesung dan Kangin.

“Bagaimana ini , Kyuhyun akan segera kemari ,” ucap Hyemi ketakutan.

“Tenanglah, sedikit lagi ikatan ini akan terbuka” Ryeowook mencoba menenangkan Hyemi.

 

BRAKKKKK

Kyuhyun membuka pintu gudang dengan kedua tangannya secara kasar, Hyemi dan Ryeowook terkejut melihat pintu gudang terbuka dan melihat Kyuhyun disana. Kyuhyun berjalan menghampiri Hyemi dan Ryeowook.

“Jadi, ada seorang Pahlawan disini rupanya..”  Kyuhyun menatap Ryeowook dan Hyemi tajam sambil tersenyum evil.

“Apa dia YeojaChingu mu, Ryeowook-ssi?..” lanjut Kyuhyun menatap Ryeowook tajam.

“Oh tidak, mana mungkin Hyemi mau berpacaran dengan namja jelek seperti mu, Apa kau menyukainya?..” Kyuhyun masih melanjutkan ucapannya pada Ryeowook. Ryeowook tidak menjawab satu pun pertanyaan yag dilontar kan Kyuhyun pada nya.

Kyuhyun maraih kerah baju Ryeowook dan kembali melontarkan pertanyaan nya “Apa kau menyukai Hyemi.. ?!” tanya Kyuhyun mengeraskan suaranya. Hyemi hanya bisa diam melihat kedua namja yang berada didepannya saat ini.

“Ryeowook-ssi sekali lagi aku ingin bertanya pada mu.. APA KAU MENYUKAI HYEMI?! Inikah alasan mu meninggalkan kelas dengan alasan pergi ketoilet dan pada kenyataannya kau menolong Yeoja yang kau sukai?” lanjut Kyuhyun,  Ryeowook masih enggan membuka mulutnya. Lagi- lagi Kyuhyun membuka mulutnya. “Kau masih terlalu kecil untuk menyukai seseorang!”

BUUKKKK!!

Tonjokan keras  Kyuhyun mendarat di muka Ryeowook, Ryeowook mencoba membalasnya tapi ia tidak bisa melakukannya, Ryeowook juga mencoba memukul wajah Kyuhyun dengan keras “Jadi kau sudah belajar bagaimana cara menonjok, bocah bodoh” ucap Kyuhyun kembali memukul wajah Ryeowook tanpa henti, Ryeowook tidak bisa lagi membalas pukulan Kyuhyun, ia sudah lelah.

“HENTIKANAAN!! TOLONG HENTIIKKAAAN !” Hyemi menjerit melihat ketika Kyuhyun terus saja memukul Ryeowook. Hyemi mencoba meraih silet yang berada di dekat kakinya. Hyemi harus bertindak cepat jika ia ingin menolong Ryeowook. Hyemi berhasil meraih silet dan ia segera mencoba membuka ikatan pada tangannya itu, ikatan pun terlepas dari tangan Hyemi. Hyemi menghampiri Kyuhyun mencoba menghentika Kyuhyun agar tidak lagi memukul Ryeowook, tapi Kyuhyun malah memukulnya hingga Hyemi terjatuh dan mengeluarkan luka segar dibibirnya.

“Hyemi pergilah… pergi Hyemii!!” pinta Ryeowook pada Hyemi untuk segera keluar dari tempat ini.

Hyemi menggelengkan kepalanya “Tidak.. aku harus menolong mu Ryewook-ssi” kata Hyemi pelan Hyemi segera mencari sesuatu dimeja-meja dan lemari tua yang berada di dalam gudang itu. Hyemi menemukan sebuah pistol yang masih berisikan peluru didalamnya, karena saat ini Hyemi sangat panik tanpa pikir panjang ia meraih pistol itu dan mengacungkan pistol dibelakang  Kyuhyun dengan jarang tidak terlalu dekat, Kyuhyn tidak mengetahui hal itu.

Ryeowook yang melihat Hyemi membawa pistol Ryeowook mencoba untuk mencegah Hyemi agar tidak menggunakan pistol itu. “Andwae Hyemi Andwae Hyemi jangan lakukan itu” teriak Ryeowook pada Hyemi disaat Kyuhyun masih saja memukulnya.

“GEMANHAE!!!” jerit Hyemi.  Mencoba menghentika Kyuhyun tapi Kyuhyun masih saja memukul Ryeowook dan..

“GEUMANHAEEE….”

DOOOORRR

Hyemi menekan pistol yang dipegangnya, Kyuhyun menghentikan  pukulannya, ia menatap Ryeowook dengan tatapan kosong. Hyemi  menjatuhkan pistol yang dipegannya tadi . Kyuhyun membalikkan badannya dan menatap Hyemi yang berdiri dengan tatapan sayu.

Ryeowook  memegang dada kirinya yang tiba-tiba saja mengeluarkan darah, Ryeowook merasakan sakit yang teramat  pada dadanya , Kyuhyun kembali menatap Ryeowook ia membulatkan matanya ketika ia melihat  tangan Ryeowook yang sudah penuh dengan darah segar yang keluar dari dada kirinya.

Ryeowook mencoba untuk menggenggam bahu Kyuhyun untuk menahan rasa sakit didadanya, Kyuhyun masih menatap Ryeowook. Hyemi yang berniat akan menembak Kyuhyun tapi sekarang ia telah salah menembak. Ia bahkan menembak temannya sendiri teman yang sudah susah membantunya.

Butiran air mata mengalir dipipi Hyemi ia benar-benar tidak percaya kalau ia akan melakukan ini pada Ryeowook. “Andwae.. andwae.. heuhh” lirih Hyemi sedikit menggelengkan kepalanya menahan tangis.

Ryeowook sudah tidak lagi kuat untuk berdiri ia menjatuhkan tubuhnya didepan Kyuhyun masih dengan memegang kepalanya. Kyuhyun masih saja diam tanpa ada gerakan sedikit pun darinya.

Hyemi menghampiri Ryeowook yang terjatuh, kini posisi Hyemi merada didepan Ryeowook dan Kyuhyun berada disamping Hyemi. Hyemi menatap mata Ryeowook sayu masih dengan tangisnya ia melihat tangan Ryeowook yang sudah berwarna merah akibat darah yang mengalir dari dada Ryeowook.

Hyemi  mencobaa menggenggam tangan kanan Ryeowook yang menahan dadanya. “Mianhae Ryeowook, aku tidak bermaksud untuk melukai mu… hiks.. . hiks mianhae ..” lirih Hyemi pada Ryeowook, air mata Hyemi jatuh di pipi kanan Ryeowook yang juga berdarah akibat tonjokan kasar dari Kyuhyun.  Ryeowook menatap Hyemi dan mencoba meraih wajah Hyemi dengan tangan kanannya, Ryeowook melepaskan dadanya yang sedari tadi dipegangnya untuk menahan sakit.

“ Aniyo, kau tidak salah .. Hyemi..” ucap Ryeowook memegangi pipi Hyemi dengan tangan kanannya dan menghapus air mata Hyemi.

“Goo.. ma..wo.. Kau telah memberi ku.. kesem.. patan u..ntuk bersama. Mu .. Hyemi.., kau ingat ..? A’..heugghhh” Ryeowook mencoba melanjutkann ucapannya dan menahan rasa sakitnya. “Kau ingat .. ketika .. kecil kau sama sekali tidak pernah mau berteman denganku .. kau selalu bilanng.. jika aku tidak pantas menjadi temanmu.. karena aku miskin …” lanjut Ryeowook sambil tersenyum tipis menahan sakit di dadanya.

 

#FALSHBACK

            “Hyemi ..” panggil anak kecil laki-laki pada Hyemi.

            “Heum? Apa?” Hyemi kecil membalas sapaan dan menatap anak laki-laki itu dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, penampilan anak itu begitu kumuh.

            “Ini aku bawakan bunga untuk mu.. hemmm” *tersenyum manis. Sambil mengulurkan bunga yang baru saja dipetiknya di taman sekolah.

            Hyemi belum mengambil bunga itu. “Apa kau tidak suka dengan bunga ini” tanya anak laki-laki dengan malu-malu. Hyemi mengambil bunga ditangan anak itu.

            “Apa kau menganggap ku gelandangan, yang tidak bisa membeli bunga. Dan kau malah memulungnya di taman. Kau pikir aku miskin?! Aku punya banyak uang dan orang tuaku pasti bisa membelikan bunga yang lebih mahal dan bagus dari ini.!” Bentak Hyemi, melemparkan bunga itu pada anak laki-laki yang ada dihadapannya.

            “Hiks .. hikss.. Mianhae, aku tidak bisa membelikan mu bunga yang lebih mahal dan bagus.. hiks. Hiks” tangi anak laki-laki itu.

            “Ck, dasar miskin !..” Hyemi pergi meninggalkan anak laki-laki itu sendirian yang masih menangis.

***

“Hiks .. Hiks .. Eomma..” tangis Hyemi ketika  teman-teman sekelasnya menertawainya dan mengejeknya.

“Hehh, hentikan apa yang kalian lakukan padanya” anak laki-lakiberkaca mata bulat mencoba menolong Hyemi lagi dan membubarkan teman-temannya yang mengolok-olokan Hyemi.  “Sudah kau , jangan menangis lagi” Hyemi menatap anak laki—laki yang pernah ditemuiya di taman sekolah,bocah kecil itu tersenyum pada Hyemi.

            Hyemi mendorong tubuh Anak laki-laki itu hingga anak laki-laki itu  terjatuh.

“Kau kenapa selalu menolong ku, kau miskin kau tidak pantas menolong ku! Kau pergilah dari ku jangan dekat-dekat dengan ku lagi” sentak Hyemi dan berdiri meninggalkan bocah laki-laki itu.

            ***

            KELAS 2 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Ketika kondisi keluarga Hyemi mulai kacau teman-teman Hyemi mulai menjauhinya, dan Hyemi seorang putri yang  kaya raya harus jatuh miskin secara tiba-tiba , semua temannya dulu, meninggalkannya tidak ada satu pun lagi  yang mau menemani Hyemi, tapi hanya ada bocah kecil yang sekarang sudah menjadi seorang remaja  imut masih dengan kaca mata bulatnya yang selalu menolong Hyemi ketika kecil dan hingga sekarang ia masih setia untuk membantu Hyemi.

Namja itu selalu meletakkan coklat dan bunga mawar yang harganya cukup mahal di kolong meja Hyemi. Ia sangat senang ketika Hyemi selalu mengambil bunga dan memakan coklat yang ia berikan untuk Hyemi. Terkadang ia juga menulis sesuatu untuk menyemangati Hyemi. Sampai sekarang Hyemi bahkan tidak pernah mengetahui siapa orang yang selalu memberikan coklat, bunga mawar, dan tulisan-tulisan yang menyemangatinya.

Namun ketika Hyemi, mengambil keputusan untuk pindah dari sekolahnya, Namja itu tidak bisa berbuat banyak, tak banyak hal yang bisa dibuat namja itu untuk mencegah Hyemi agar tidak keluar dari sekolah itu.

                        ***

2 tahun berlalu, Namja berkaca mata bulat ini juga mengambil keputusan untuk pindah dari sekolahnya, ia tidak tahan akan Bully an yang dilakukan teman-teman padanya. Setelah keluar dari sekolah lamanya Namja imut ini merubah penampilannya ia melepaskan kaca mata bulatnya dan menggantinya dengan softlens.

Ia benar-benar tidak percaya jika ia akan bertemu lagi dengan Hyemi disekolah barunya itu, tapi ia melihat kini Hyemi lebih kurus dibandingkan 2 tahun lalu , warna kulit Hyemi lebih gelap dari sebelumnya, Hyemi yang dulu adalah gadis anggun tapi sekarang semuanya berubah Hyemi sekarang sangat agresif ia akan menghajar siapa saja yang berani menganggunya. Hyemi yang dulu selalu membiarkan rambut indahnya tergerai, tapi sekarang tidak pernah sama sekali membiarkan rambutnya tergerai ia selalu mengikatnya.

Hanya satu yang sama dari Hyemi ia masih saja memiliki sifat yang dingin, bahkan lebih dingin dari sebelumnya, tapi sikap sombongnya sudah tidak terlalu nampak didiri Hyemi.  Sejak 2 tahun yang lalu Hyemi masih saja senang menyendiri.

            ***

            #NOW

“Aku bahkan sangat senang… ketika kau mau mengambil .. coklat dan bunga yang ku letakkan di.. kolong mejamu..” lanjut Ryeowook.

“Aku tidak .. percaya jika aku akan bertemu denganmu lagi Hyemi.. Aku sangat senang ketika kau sudah mau menerima kehadiranku .. sebelumnya kau sangat menolak ku ,, Hyemi… Gomawo.. “ lanjut Ryeowook terbata-bata.

Hyemi benar-benar tidak percaya jadi orang yang selama ini ia caci dan ia hina dan  Namja yang selalu menolongnya adalah Ryeowook, Kim Ryeowook. Hyemi masih tidak bisa percaya ia pun menangis sejadi-jadinya dihadapan Ryeowook.

            “Mianhae.. mianhae .. hiks .. hiks..  Mianhae Kim Ryeowook.” Hyemi terus menangis.

            “Tidak , kau tidak salah Hyemi .. terimakasih Hyemi kau telah memberikanku kesempatan untuk bisa bersama mu … Gomawo Hyemi … A’ Hggg” tiba-tiba saja Ryeowook kembali menahan dadanya yang sakitnya lebih bertambah.

            “Hggg.. A’ ..Gomawo.. Saa.. rangghh.. hae.. yo .. Hyemihhh” Ryeowook memejamkan matanya dan melonggarkan genggaman tagannya pada Hyemi dan mejatuhkan tangannya. Hyemi menggelengkan kepala ketika Ryeowok menjatuhkan tangannya di paha Hyemi, Hyemi kembali meraih tangan Ryeowook. “Ireona.. Ireona Ryeowook!! Bangunlah !” jerit Hyemi pada Ryeowook diingiri isakan tangis.  Hyemi mendekatkan wajahnya pada dada bidang Ryeowook dan menggoyang-goyangkan tubuh Ryeowook.

            Kyuhyun yang sedari diam kini mencoba meraih pergelangan Ryeowook, dirabanya denyut nadi pada pergelangan tangan Ryeowook Kyuhyun tidak dapat merasakan adanya detakan denyut nadi pergelangan tangan Ryeowook. Kyuhyun kembali mengulurkan dua jarinya pada hidung Ryeowook ia  sama sekali tidak merasakan adanya hembusan nafas dari Ryeowook.

            “Dia sudah pergi” lirih Kyuhyun

            “Apa maksudmu ?” Hyemi menatap Kyuhyun yang berada disampingnya.

            “Dia sudah mati”

            “tidak .. tidak.. ini tidak mungkin ,, Ryeowook .. bangunlah.. bangun Ryeowook!” Panggil Hyemi mengoyang-goyangkan tubuh Ryeowook agar Ryeowook dapat bangun tapi semua sia-sia. Ryeowook telah pergi. Ryeowook telah pergi untuk selama-lamanya.

            “Kita harus pergi dari sini” ucap kyuhyun mengggandeng pergelangan Hyemi.

            “apa kau gila, aku tidak mungkin membiarkan  Ryeowook sendirian disini. Aku harus bertanggung jawab atas ini semua..” ucap Hyemi yang menolak.

            “Kita harus pergi dari sini Hyemi, apa kau tidak tahu hukum dikorea sangat keras, jika polisi tahu bahwa kau yang telah membunuh Ryeowook, kau akan mati dipenjara ! apa kau mau itu terjadi padamu?”. Hyemi terdiam tidak membalas perkataan Kyuhyun, ia masih enggan meninnggalkan Ryeowook disini sendirian, Kyuhyun membalikkan badannya mengambil pistol yang berada cukup dekat darinya. Ia mengambil piistol itu dan meletakkannya pada tangan Ryeowook.

            “Kita harus melakukan ini, agar tidak ada yang tahu bahwa kau yang sudah membunuhnya, dengan cara seperti ini polisi akan berpikir kalau dia menggakhiri dirinya sendiri.”

            “Maafkan aku Ryeowook, Maafkan kami” lanjut Kyuhyun.

            “Ayo kita pergi Hyemi” Hyemi masih menolak ia tidak mau pergi dari tempat ini.  Kyuhyun memegang bahu Hyemi dan menghadapkan tubuh Hyemi pada nya. “Percayalah Hyemi, aku akan menjaga mu,” lirih Kyuhyun dan mencoba mengangkat tubuh Hyemi untuk berdiri , entah kenapa Hyemi percaya akan perkataan Kyuhyun yang akan menjaganya.

            Kyuhyun dan Hyemi keluar dari gudang meninggalkan Ryeowook, Hyemi masih menatap tubuh Ryeowook yang terbaring sudah tak bernyawa lagi. Hyemi masih menangis. Hujan turun dimalam ini membasahi  Kyuhyun dan Hyemi  dan kota kecil Gumi .

            “Minhae  mianhae Ryeowook, maaf aku harus pergi meninggalkan mu. Maaf aku tidak bisa menjaga mu, bukan menjaga mu aku bahkan membunuh mu  dengan tangan ku sendiri . Membunuh seseorang yang sudah sering sekali menolongku.. Maafkan aku.. Ketika aku selalu menolak dan  tidak penah menginginkan kehadiannya, ia selalu hadir dalam hidupku membantu  melewati dunia yang kejam ini.”

GOMAWO KIM RYEOWOOK NADO SARANGHAEYO.

 

                      TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s