One Hundred For You | FF Peserta Lomba

KRISTAElarge

 

            Author                        : Ismia Nur Barokah (@Issmyauul)

            Title                : One Hundred For You

Genre             : Romance

Main Cast      : 1. Kim Taeyeon

                            2. Wu Yi Fan

                            3. Kim Jong Woo (OC)

                            4. Huang Zi Tao

Disclaimer      : FF hasil pemikiran saya sendiri. Berharap dengan FF ini saya bisa memenangkan kompetisi ini.

 

Baru saja Kris ingin membaringkan tubuhnya di tempat tidur tiba-tiba bel berbunyi. Kris membiarkannya karena ia fikir tamu tidak akan berkunjung tengah malam. Ketika Kris ingin membaringkan tubuhnya kembali bel berbunyi lagi. Kris kesal dan tidak peduli karena itu orang iseng yang ingin menggangu tidurnya. Suara bel itu kembali berbunyi ketiga kalinya. Kris geram dengan orang iseng yang sudah menggangunya. Ia berjalan kea rah pintu dan bel itu berbunyi lagi. Kris sangat kesal dengan perbuatan orang iseng itu. Ia segera melihat ke layar siapa yang sudah menggangu waktu istirahatnya. Seorang yeoja telah membuatnya kesal tengah malam.

“ Kris” Sapa Yeoja itu melihat layar.Kris menatap kesal kearah layar itu.

“ Aku boleh masuk?” Tanya yeoja itu lirih. Kris segera menekan tombol agar pintu terbuka. Yeoja itu pun masuk dan leeteuk langsung kembali ke kamarnya. Yeoja itu mengikuti langkah kaki kris, kris merasa jika dirinya diikuti, ia berbalik arah dan menegur yeoja itu.

“ Aku sudah membukakan pintu untukmu, lalu kau ingin apa? Ingin tidur bersamaku?” Tegur Kris .

 Yeoja itu hanya mengangguk pelan dan duduk di sofa “ aku ingin tidur disini.”

            Lalu Kris berjalan kembali ke kamarnya. Sekembalinya di kamar Kris tidak merasa ngantuk. Ia mencoba matanya untuk terpejam tetapi tidak bias juga. Apa karena yeoja itu rasa kantuk itu hilang?

            (Kris POV)

            Ada apa taeyeon tengah malam datang ke apartemen? Bukankah harusnya ia bekerja? Apa ia salah jalan hingga akhirnya sampai disini? Aku sangat curiga padanya, apa yang terjadi pada dirinya.

            Aku kembali berjalan menemui taeyeon yang sudah terlelap tidur di sofa. Ku perhatikan dirinya tidak ada sesuatu yang terjadi padanya. Taeyeon mengubah posisi tidurnya. Wajah taeyeon sangat cantik ketika ia sedang terlelap tidur. Tetapi ada yang aneh pada wajah taeyon. Mata taeyeon sembab dan terdapat segores luka di pipinya.

            Apa yang terjadi pada taeyeon? Siapa yang berani melukainya? Aku iba melihat kondisi taeyeon. Lalu kuangkat tubuh mungil nya ke kamarku. Aku baringkan tubuhnya di tempat tidur.

            Dalam beberapa menit aku mengamati taeyeon ketika ia sedang menikmati alam mimpinya. Sempat terlintas di benakku untuk melakukan yang lebih padanya . ku buang jauh-jauh fikiran kotorku ini. Taeyeon adalah temanku sekaligus adikku tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu padanya.

            Aku mencoba membaringkan tubuhku disebelah taeyeon. Jantungku berdetak sangat cepat, peluhku pun keluar aku keringat dingin tidur disampingnya. Aku tidak ingin keegoisan ku ini akan melukainya. Akhirnya aku gelar kasur lantai dan aku berusaha tidur disini.

            Sinar mentari pagi mengusik tidurku. Aku berusaha memerjapkan mataku. Aku sedikit menguap karena masih ada rasa kantuk. Aku bangun dan segera membangunkan taeyeon yang masih ku fikirkan kondisinya.

“ Hey! Yeoja pabo! Bangun!” aku teriak ditelingannya agar ia bangun.

Taeyeon membuka kedua bola matanya, memandangi sekitar dan terlihat aneh ada padaku yang berada di sampingnya.

“ Kenapa aku ada disini?” Tanya taeyeon panic.

Aku tertawa melihat ekspresi wajah taeyeon panic, ia sangat lucu. Beda sekali ketika ia tidur sangat manis.

            “ Kau berbuat aneh padaku? Dasar Namja mesum!” taeyeon curiga kepadaku. Aku tidak berhenti-henti nya melihat taeyeon yang takut aku melakukan dengannya.

            “ Cepat kau mandi lalu kau pulang!” candaku pada taeyeon.

(Taeyeon POV)

            Ketika aku bangun tidur aku aneh melihat Kris yang terus mentertawai diriku.

Aku langsung lari menuju kamar mandi untuk memastikan aku tidak habis berhubungan dengannya. sesuatu  yang aneh tidak terjadi padaku. Aku pun tidak seperti habis melakukan hubungan. Tetapi kenapa Kris mentertawaiku. Pasti dia mengerjaiku. Dasar namja mesum.

(Author POV)

Kris segera menyiapkan sarapan untuk taeyeon, Tamu yang paling menyebalkan menggangu istirahatnya. Kris menyediakan segelas susu hangat dan beberapa potong roti di meja makan.

            “ makanlah aku sudah menyediakan untukmu, pasti kau lapar.” Ujar Baekhun yang melihat taeyeon sudah selesai mandi. Taeyeon langsung duduk dan mengambil sepotong roti lalu melahapnya dengan cepat. Melahap sepotong roti berikutnya hingga sepotong roti terakhir ia lahap dengan cepat. Lalu segera ia menuntaskannya dengan meminum segelas susu dengan sekali tegukan. Baekhyun heran melihat sikap nya.

            “ Apa kau habis berpetualang hingga sarapan menghabiskan semua potong roti?” Tanya Baekhyun curiga.

            Taeyeon segera membersihkan wajahnya menggunakan tissue.

“ semalaman aku lapar.” Jawab taeyeon.

“ Tadi malam kau bisa memasak mie instant sendiri.” Jawab Baekhyun.

“ Ayo ku antar kau pulang sekalian aku berangkat ke kantor.” Ajak Baekhyun. Taeyeon hanya diam.

“ Kau tidak mau pulang? Tidak mau bekerja?” Tanya Baekhyun penasaran.

           

 

 

( Taeyeon POV)

            Aku tidak ingin pulang, aku takut jika pemilik rumah datang lagi nanti malam dan meminta uang sewa rumah. Aku ingin sekali meminjam uang pada Kris, tetapi aku tidak enak padanya karena ia baik sekali padaku.

            “ Kau tidak bisa menjawab?” Tanya Kris kembali. Aku bingung harus menjawa apa jika aku menjawab takut untuk pulang pasti ia akan bertanya kenapa dan apa yang terjadi? Jika aku pergi aku bingung aku harus pergi kemana.

            “ Ayo ku antar kau sampai rumah.” Kris menarik tanganku memaksa ku untuk pulang. Jiwa ku tidak ingin pergi dari kediamannya karena takut.

            Selama perjalanan kami di dalam mobil aku dan Kris tidak berbicara sepatah kata pun. Ketika mobil sampai di sebuah taman, aku memerintahkan Baekhyun  untuk berhenti. Segera aku melepas selt beat dan membuka pintu tapi tanganku ditarik.

            “ Ini masih jauh dari rumahmu.” Ucap Kris ketus. Aku diam memikirkan apa yang harus ku katakan padanya.

            “ Aku akan datang menemui temanku dirumahnya karena aku ingin meminjam sesuatu darinya.” Jawabku gugup karena aku berbohong padanya. Kris melepaskan tanganku, segera aku membuka pintu dan mengucapkan salam perpisahan padanya.

(Author POV)

Mobil kris melaju sangat cepat karena ia akan pergi menemui orang.

Taeyeon bingung ia harus pergi kemana, jika ia pulang ke rumah pasti ia akan dapat omelan dari ibu penyewa rumah. Tapi ia harus pergi kemana lagi.

Sudah seharian taeyeon berjalan ia tidak memikirkan dirinya yang pasti lelah dan haus Karena disuruh bekerja dan tidak ingin istirahat. Ia segera mengambil dompetnya dari saku nya tersisa 10.000 won. Ia hanya dapat membeli minuman tanpa dapat makanan untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia berjalan menuju warung kecil dan membeli satu minuman dan makanan ringan. Ia duduk melahap makanan itu. Lalu ia melanjutkan kembali perjalanannya. Ia duduk bersama beberapa orang. Ia duduk disamping bapak-bapak yang sedang membaca Koran. Taeyeon membaca muka depan Koran menyatakan bahwa terdapat lowongan pekerjaan di kedai coffee sebagai pelayan. Taeyeon segera meminjam Koran itu dan mencatat alamat kedai kopi tersebut.

Taeyeon segera menuju kedai kopi dan bersedia menjadi pelayan. Taeyeon sangat senang sekali ia mendapatkan pekerjaan. Mulai besok ia akan di training selama seminggu lalu bekerja disini dari pagi hingga sore.

Dengan perasaan gembira Taeyeon melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Ketika hampir sampai ia dijegat oleh dua orang laki-laki bertubuh besar. Taeyeon langsung lari menjauh dari laki-laki bertubuh besar itu. Mereka terus mengejar taeyeon dengan sangat cepat. Dengan sigap taeyeon bersembunyi dibalik pohon untuk melindungi dirinya dari dua orang laki-laki itu.

“ Gadis itu lari dengan sangat cepat sekali, kita kehilangan dia.” Ujar salah satu laki-laki berbadan besar itu memuji taeyeon. Mereka hampir bingung mencari jejak taeyeon. Taeyeon tidak berhasil ditemukan oleh mereka. Akhirnya mereka kembali pulang dan berjaga dirumah taeyeon.

(Taeyeon POV)

              “aaaaaaaahhh” aku mengelah nafas panjang. Akhirnya laki-laki raksasa itu sudah pergi dan tidak dapat mengejarku kembali. Mereka itu pasti suruhan Choi Ahjumma untuk membunuhku karena aku belum melunasi iuran sewa rumah selama dua bulan. Kenapa choi ahjumma begitu kejam padaku? Tidak mengerti sekali kondisi ku seperti apa?

              Sekarang aku harus menginap dimana? Aku semakin takut pulang karena dirumahku dijagai laki-laki raksasa. Tidur dijalan atau di trotoar? Ah tidak mungkin meski aku tidak punya cukup uang, aku malu tidur ditempat seperti itu.

              Lalu aku harus pergi kemana? Aku  harus kembali ke rumah Kris dan menginap untuk beberapa hari disana. Pasti ia sangat senang jika aku bermalam di apartemennya kembali.

              Sekarang sudah hamper jam 12 malam, tempat yang hanya bisa untuk dijadikan tempat bermalam ku hanyalah Apartemen Kris. Apartemen Kris tidak jauh dari rumahku dan hanya dia seorang yang mampu menolongku.

              Ku beranikan diri untuk memencet bel rumah di tengah malam yang sunyi. Ku harap Kris tidak marah atas kehadiranku. Berulangkali aku memencet bel rumahnya tetapi tidak ada tanggapan dari pemilik rumah.

              Aku pun mulai sedih dan bingung. Aku duduk diluar menunggu baekhyun menerimaku. Ku dekapkan kedua kaki sambil menenggelamkan wajahku di sana. Aku merasa lelah, mataku memaksakan untuk beristirahat tetapi pikiran ku tidak. Aku mulai memejamkan mataku dan terpaksa menunggu diluar.

              Ketika mataku ingin terpejam tiba-tiba aku merasakan ada yang menepuk bahuku.

              “ Hey pergi kau! Jangan mengemis di depan apartemenku. Aku tidak menerima sumbangan darimu.” Ucap orang itu yang suaranya sangat sekali ku kenal. Itu suara Kris, ia sudah pulang. Tetapi kenapa ucapannya itu sangat tajam? Aku kan bukan pengemis yang meminta-minta aku hanya ingin menumpang bermalam dikediamannya.

              Aku berusaha untuk membuka mataku dan memastikan apakah ia kris atau tidak? Dan ternyata dia Kris, tetapi kenapa penampilannya berantakan? Pasti ia sedang mabuk. Kenapa ia sulit sekali untuk menghilangkan kebiasaan jeleknya?

              Aku mencoba menyadarkan Kris dengan cara menampar pipinya memastikan apa ia sedang mabuk atau tidak?

              “ Kau ini apa-apaan beraninya menampar pipi kuuu.” Ucap Kris tak jelas.

              Aku semakin yakin bahwa ia sedang tidak sadar karena dipengaruhi alcohol. Aku menampar pipinya kembali agar ia semakin sadar. Tetapi respon yang ia berikan hanya berucap yang tak jelas. Aku pun tak mengerti apa yang ia ucapkan.

              “ Bukakan Pintunya aku ingin aaaaaaaaaaaa.” Ujar Kris menyuruhku untuk membuka pintunya.

              Aku mengikuti perintahnya, ku pencet tombol password rumahnya dan otomatis pintu itu terbuka dengan sendirinya. Kris langsung masuk begitu saja dan langsung terjatuh di bangku sofa yang tak jauh dari jangkauannya.

              Aku duduk di meja makan untuk menunggu dirinya sadar. Aku cukup menjaga jarak dengan nya karena aku takut jika seseorang sedang dipengaruhi alcohol hal gila pun dapat mereka lakukan.

              Mataku sudah sangat berat sekali, ia memaksaku untuk mengistirahatkannya sebentar saja. Tetapi aku tak bisa melakukannya untuk nya. Aku takut jika aku terlelap tidur lalu kris bangun dan ia masih terpengaruhi alcohol pasti ia akan bertindak aneh padaku.

              Ku kuatkan mataku agar tidak terpejam. Ku tahan rasa kantuk yang sudah memengaruhiku. Tetapi aku tak bisa melakukannya. Aku tahu pasti mataku dan jasmani ku sangat lelah setelah melakukan aktivitas sehari penuh kemarin. Lalu aku meletakkan pelan kepala ku dimeja makan dengan ku tindihkan kedua tanganku. Aku memejamkan mataku dan mengistirahatkan jasmani ku agar esok pagi jiwa ragaku kembali bugar.

(Author POV)

              Sinar mentari pagi yang indah dan suara burung berkicau berhasil membangunkan seseorang dari tidur lelapnya semalam. Namja itu adalah Kris, semalam Kris mabuk dan tidak sadarkan diri hingga ia bisa tidur di sofa.

              Kris membangungkan tubuhnya dan langsung bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya karena ia harus langsung pergi ke kantor.

              Pancuran air shower yang mampu membuat dirinya segar kembali. Lalu ia dengan cepat berganti baju karena ia harus sudah sampai dikantor pagi ini. Tidak lupa ia menyisir rambutnya lalu menyemprotkan body cologne di beberapa titik tubuhnya.

              Ketika ia ingin pergi meninggalkan rumahnya, ia melihat seseorang tidur di meja makan. Kemudian ia memperhatikan orang itu dan menghampirinya.

              Kris sudah mengenal sosok orang yang sedang terlelap itu ia Taeyeon. Tapi kenapa ia bisa tidur disini lagi? Pikir kris. Kris tidak begitu memperdulikan kehadiran taeyeon. Biarkan saja ia menjaga tidurnya. Lalu kris menulis catatan kecil untuk taeyeon ditempelkan dikulkas. Agar ketika taeyeon terbangun ia mudah membacanya. Kris pergi meninggalkan taeyeon dan apartemennya lalu pergi dengan cepat.

             

 

(Taeyeon POV)

              Aku terbangun dari tidur ku yang nyenyak. Aku sedikit membuka lebar kedua tanganku dan menguap panjang. Aku memandang disekelilingku. Aku merasaa haus karena dari semalam aku belum minum seteguk air. Ku langkahkan kaki ku dengan lesu mendekati kulkas. Ketika aku ingin membuka pintu kulkas, terlihat selembar kertas tertempel disana. Kertas yang sudah ada goresan tulisan pesan.

              “ Eh Kau yeoja penggangu! Setelah kau bangun lalu buatkan sarapan untukku lalu pulanglah kerumah. Tertanda Kris pemilik apartemen ini.”

              Setelah membaca kertas itu lalu mataku tertuju kearah sofa. Disana tak kudapati Kris, ia sudah menghilang. Aku mengecek ke kamar tidurnya alhasil aku tak mendapati dirinya disana. Kemana kris? Apa ia pergi ke kantor?

              Ku lihat jam dinding yang menunjukkan pukul 5 pagi. Tapi kenapa kris berangkat pagi-pagi sekali ke kantor? Aku tidak berhak mengatur hidupnya karena aku hanya lah temannya yang tak pantas mencampuri urusan pribadinya.

              Aku pergi untuk membersihkan diriku setelah itu aku akan memasak untuk sarapanku dan untuk makan siang kris nanti. Pasti ia sangat senang sekali jika aku memasak untuknya.

              Aku ingin memasak Ramyeon untuknya karena itu adalah Makanan kesukaannya. Aku siapkan semua bahan-bahan untuk membuat Ramyeon. Untung saja kris menyimpan cukup banyak bahan makanan dikulkasnya. Jadi aku hanya membuatnya tanpa mencarinya terlebih dahulu.

              Setelah selasai memasak Ramyeon. Segera aku hidangkan semangkuk ramyeon besar di ata meja makan untuk Kris makan siang. Tidak lupa aku menulis sedikit catatan untuk kris lalu ditempelkan dikulkas. Lalu aku pergi untuk bekerja.

(Author POV)

              Kris sedang menyantap sarapan pagi nya di sebuah kafe yang tak jauh dari rumahnya. Sebelum melakukan aktivitasnya biasanya Kris menyempakan untuk sarapan di kafe ini. Kris tidak sempat membuat sarapan diapartemen karena ia harus bekerja pagi hari. Sementara itu kris selalu menyiapkan stok bahan makanan di lemari pendingin. Tetapi bahan makanan itu dipernah dipergunakannya.

              Tiba-tiba ponsel Kris berdering lalu segara ia menjawab panggilannya.

              “ Yoboseo?” ucap kris memulai percakapan.

              “ Hyung, uang ku habis lagi karena aku kalah main.” Ujar penelpon itu.

              Kris mengetahui siapa yang menghubunginya yaitu Tao adik kelasnya waktu mereka menimba ilmu di bangku perguruan tinggi.

 “ Kau sangat ceroboh!” Ucap Kris menyalahi tao.

“ Ia sangat cerdik, aku mudah sekali tertipu olehnya.” Jawab Tao.

“ Buatkan Kompetisi besar antara aku dan dia, kau mengerti?” Tutur Kris.

“ Baiklah hyung.” Ucap tao takut

“ Aku akan menemui mu nanti.” Ujar Kris langsung mengakhiri pembicaraan mereka.

( Kris POV)

            Kenapa tao begitu bodoh sekali? Sampai ia kalah berjuta-juta won darinya. Sungguh tidak bisa diandalkan. Aku harus mengatasinya sendiri dengan kemampuanku.

 Ada panggilan masuk lagi di ponselku tetapi nomornya tidak dikenal. Aku jawab panggilan itu lalu penelpon itu langsung berbicara.

“Dua Minggu lagi Kita akan bertarung, aku tunggu kau di Klub itu.” Ucap penelpon itu langsung memutuskan pembicaraan mereka.

Ku simpan ponsel ku disaku jasku. Ku rasa orang yang menelpon ku itu adalah Kim Jong Woo. Orang yang telah membodohi Tao dengan cara liciknya. Aku tidak bisa tinggal diam melihat temanku sendiri kalah darinya.

(Author POV)

            Hari ini Taeyeon menjadi Training di Night Cafe yang tak jauh dari apartemen Kris. Sebelum di training taeyeon harus bertemu dengan CEO cafe tersebut.

            “ Annyeong Haseyo, Kim Taeyeon Imnida” Ucap Taeyeon memperkenalkan diri pada bos barunya.

            “ Marga kita serupa, aku Kim Jong Woo pemilik kafe ini. Kau bisa memanggilku Bos Jong.” Ujar Bos Jong memberikan senyum. Taeyeon hanya menundukan kepala.

            “ Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.” Papar Bos Jong memberikan salam selamat datang pada taeyeon lalu taeyeon membalasnya.

            Setelah taeyeon menemui bosnya lalu ia langsung bekerja menjaga kasir. Hari pertama training taeyeon masih kaku dan belum bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya.

            Hari sudah malam dan pengunjung kafe pun sudah tidak ada yang datang. Taeyeon langsung bergegas pulang. Ketika ia sedang menunggu bis di pinggir jalan tiba-tiba ada mobil yang menghampirinya. Kaca mobil itu pun dibuka kan oelh pemiliknya.

            “ Kris.” Sapa taeyeon kepada pemilik mobil tersebut.

            “ cepat masuk, nanti ku antar pulang.” Kris membukan pintu samping mobilnya mempersilahkan taeyeon masuk.

            “ Kris, aku tidak ingin pulang kerumah.” Ucap taeyeon takut.

            “  Kenapa? Ada yang menggangu mu?” jawab kris sambil mengemudikan mobilnya.

            “ Aku takut, aku ingin kembali menginap di apartemenmu.” Papar Taeyeon menundukkan kepalanya.

            “ Baiklah, mungkin saat ini kau tidak mau menceritakan masalah mu kepada ku.” Ujar kris mengerti sekali jika taeyeon sedang mendapat masalah.

 Kris melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju apartemennya.

            “ Aku sudah menyiapkan Ramyeon untuk mu.” Ucap taeyeon ketika sudah tiba di apartemen Kris.

            “ Kapan kau membuatnya?” tanya kris bingung

            “  Tadi pagi, masih enak. Sudahlah aku ingin mandi.” Taeyeon bergegas masuk ke kamar mandi.

            Kris langsung mencicipi ramyeon tersebut dan rasanya pun sangat lezat. Taeyeon sudah selesai mandi lalu duduk disamping kris sambil membenarkan gulungan rambutnya yang tergulung handuk.

            “ Apa besok pagi ingin aku buatkan Ramyeon lagi? Ucap Taeyeon melihat kondisi mangkok ramyeon yang sudah habis.

            “ Jika aku makan Ramyeon setiap hari rambutku bisa keriting.” Ledek kris.

            “ Kris?” Panggil taeyeon lirih.

            “ Ada apa?” tanya Kris. Taeyeon diam dan memikirkan sesuatu.

            “ Aku ingin meminjam uang.” Taeyeon memberanikan diri.

            “ Berapa?” Tanya Kris lagi.

            “ seratus ribu won.”Ucap Taeyeon.

Kris kaget mendengar nya untuk apa taeyeon meminjam uang sebanyak itu?

            “ Untuk apa?” Tanya kris penasaran. Taeyeon diam dan semakin menunduk.

            “ Nanti jika aku sudah punya uang akan ku kasih untukmu.” Ujar kris yang perkataannya menyinggung taeyeon. Taeyeon tersenyum lalu memeluk kris.

            Hari sudah semakin larut malam diluar suasana sudah sepi dan hening. Taeyeon sudah tertidur pulas di kamar Kris. Kris pun tidur di sofa, tetapi ia tidak bisa tidur karena masih memikirkan pertarungannya dengan Kim Jong Woo dan meminjamkan uang seratus ribu won untuk taeyeon.

            Setelah melewati masa training akhirnya taeyeon hari ini resmi bekerja di Night Cafe. Setelah bekerja nanti ia mendapat penghasilan dan dapat melunasi utangnya pada Choi Ahjumma.

            Pengunjung Night Cafe hari ini sangat ramai mungkin karena hari ini weekend jadi pasangan muda-mudi menghabiskan waktu bersama di kafe ini.

            “ Kim Taeyeon?” Sapa Bos Jong menghampiri taeyeon yang sedang menunggu pengunjung datang.

            “ Bos memanggil saya? Ada Apa?” Tanya taeyeon berucap dengan hati-hati.

            Bos Jong memerhatikan penampilan taeyeon yang sangat menarik.

            “ Nanti mau pulang bersama?” Bos Jong menawarkan taeyeon.

            “ Terimakasih bos, aku bisa pulang sendiri.” Jawab taeyeon lalu melayani pengunjung kembali.

            Sejak saat pertama Taeyeon bertemu dengannya, bos jong sangat tertarik dengan pegawainya itu. Ia sangat cantik dan sopan santun. Di sela-sela tidak pengunjung datang Bos Jong selalu berusaha mendekati taeyeon dan selalu mengajaknya untuk pergi bersama sekedar makan siang selalu ditolak Lembut oleh taeyeon. Ia sadar bahwa ia hanya seorang pegawai dan bos Jong ada Bos nya yang memberinya uang Gaji.

            Masa jam kerjanya sudah habis taeyeon berpamitan pulang kepada Bos Jong dengan berat hati bos jong membiarkan taeyeon pulang sendiri.

( Kris POV)

            Malam ini aku tidak pulang ke apartemen karena malam ini aku masih menjalankan permainanku dengan lawanku. Ku pasang semua uang ku berharap aku mendapatkan berlipat-lipat ganda. Harapan ku benar malam ini aku menang mengalahkan 5 orang penjudi yang memasang semua uang mereka juga. Kini disekelilingku dipenuhi oleh banyak uang.

            Aku jadi teringat Taeyeon, tadi pagi ia mengatakan bahwa ingin meminjam seratus ribu won padaku. Dengan sangat mudah aku mendapatkan lebih dari seratus ribu won. Sementara itu taeyeon harus bekerja dan uang gaji pun tak cukup sampai ia meminjam uang.

            Kulihat jam tangan ku ternyata sudah jam 4 pagi, seharian aku bermain hingga mendapatkan uang yang banyak. Aku melajukan mobil ku menuju apartemen. Setiba di apartemen aku langsung masuk dan kulihat taeyeon tertidur disofa karena menungguku.

            Ku masuk ke kamar, Ku sisihkan uang seratus ribu won pada kotak amplop putih. Uang itu adalah uang sisa gaji ku setahun yang lalu. Uang yang tidak terkontaminasi oleh uang haram hasil permainan judiku yang telah ku geluti selama 6 bulan terakhir setelah aku dipecat dari kantor tempat kerja ku dulu.

 

 

(  Author POV)

            “ Kris, semalam aku menunggu mu. Kau pulang jam berapa?” Tanya taeyeon sambil menyiapkan sarapan.

            “ Hampir pagi, pekerjaan kantorku sangat banyak.” Jawab Kris berbohong.

            “ Kau sangat pekerja keras.” Ujar taeyeon memuji Kris.

Kris hanya terdiam menyadari bahwa yang ia katakan pada taeyeon berbanding terbalik dengan kenyatannya.

“ Ini sarapannya sudah matang, aku harus pergi sekarang ke kafe karena pengunjungnya sedang ramai.” Taeyeon meletakkan nasi goreng di meja makan lalu pergi meninggalkan Kris.

Akhir-akhir ini kris sangat khawatir dengan taeyeon. Dengan cepat ia mengikuti Taeyeon dari belakang. Taeyeon menumpang bus kota dan Kris mengikuti bus tersebut dengan mobilnya.

Bus berhenti disebrang Night Cafe lalu taeyeon langsung menyebrang dan masuk ke cafe itu untuk memulai bekerja.

Kris yang mengintai Taeyeon dari sebrang jalan mengetahui betul siapa pemilik Night Cafe. Kim Jong Woo pemilik Night Cafe. Orang yang sangat angkuh dan bangga sekali pada dirinya.

Kris dan Kim Jong Woo memiliki hubungan yang tidak akur sejak mereka duduk dibangku sekolah menengah keatas. Kim Jong Woo yang selalu Iri melihat ketampanan Kris yang selalu membuat wanita histeris jika melihatnya. Kris berusaha berteman dengannya tetapi selalu mendapatkan ucapan tajam yang keluar dari mulut Kim Jong Woo.

Hari sudah malam taeyeon bergegas untuk pulang. Bos jong memberanikan diri untuk mengajak taeyeon pulang bersama. Taeyeon pun tetap menolak pada ajakan bos jong lalu berpamitan pulang dan menunggu bus yang lewat di pinggir jalan.

Lampu mobil yang menyala sangat tajam hingga menyilaukan taeyeon berhenti didepan taeyeon. Pemilik mobil itu pun langsung menyeret taeyeon untuk masuk ke mobil. Taeyeon berteriak sekencang-kencangnya. Pemilik mobil itu pun melaju cepat.

Kris yang melihat kejadian itu langsung mengejar mobil yang tak asing baginya pemiliknya yaitu Kim Jong Woo. Ia bertingkah lagi, kris semakin geram melihat tingkahnya.

Di dalam mobil taeyeon hanya dapat berteriak sekencang-kencangnya tetapi tangan bos jong menjamahi tubuh taeyeon.

Jong woo membawa taeyeon ke hotel pribadinya. Ia sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam berdua dengan taeyeon. Taeyeon berteriak dengan sisa tenaga yang ia punya. Jong woo membuka pintu mobil lalu menyeret taeyeon untuk mengikuti keinginannya.

            Tonjokkan keras mengenai kepala Jong woo hingga ia tersungkur jatuh ke tanah. Kris segera menarik tangan taeyeon dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobilnya.

            Kris memukuli Jong woo berkali-kali hingga ia babak belur dan tidak dapat membalas pukulan Kris. Berkali-kali Jong Woo Jatuh bangun ke tanah akibat pukulan Kris.

            “ Bos macam apa kau ini tega melakukan hal hina pada pegawaimu sendiri.” Ucap Kris menonjok wajah Jong Woo.

Wajah Jong woo penuh luka darah kris pun tetap menonjokinya hingga ia pingsan. Kris pun menghampiri Taeyeon. Taeyeon masih trauma dengan kejadian tadi. Kris mendekati taeyeon. Taeyeon pun ketakutan jika kris akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Bos Jong.

“ Aku tidak akan melakukan hal itu.” Kris menyakinkan Taeyeon.

( Taeyeon POV)

            Aku sangat berterimakasih karena Kris sudah menyelamatkanku. Jika tidak mungkin aku akan melakukan hal hina dengan Bos Jong. Sejak dari awal aku bertemu dengan bos jong ada hal aneh yang menjanggal, ia selalu memperhatikan ku dengan berlebihan. Selalu mengajak pulang bersama atau pergi bersama. Aku menolaknya karena dalam hati kecil ku berkata bahwa Bos Jong orang yang tidak baik dan ternyata benar.

            Aku memeluk Kris, aku menangis didekapannya. Bersamanya hatiku merasa tenang dan tidak takut. Terima kasih Kris telah banyak membantuku.

(Author POV)

            Kris melihat taeyeon yang sedang terlelap tidur. Lalu kris mencium pipi taeyeon dan langsung pergi meninggalkannya. Kris pergi untuk menemui Tao membahas strategi apa yang bisa mengalahkan Kim Jong Woo.

            Di kediaman Tao Mereka berdiskusi dan menyusun rencana untuk mengalahkan Jong Woo.

            “ Hyung. Jong Woo adalah orang yang licik meskipun ia kalah pasti ia akan menjatuhkan kita.” Ucap tao memberi nasihat agar berhati-hati pada Jong Woo.

            “ Aku tahu betul orang itu seperti apa.” Ujar Kris Memanah foto Jong woo dari jauh.

            “ Kita pasti menang.” Ucap tao semakin mantap.

            “ Aku tidak akan kalah dari pengecut itu.” Papar Kris memantapkan tekadnya untuk mengalahkan Jung Woo.

(Taeyeon POV)

            Aku membuka kedua mataku dari tidur lelapku. Aku mengecek ke kamar kris memastikan ia masih dirumah tetapi ia tidak ada mungkin ia sedang sibuk dengan urusan kantornya.

            Taeyeon membaca tulisan dari selembar kertas yang di tempelakan dikulkas.

            “ Jangan Khawatirkan aku, aku pasti pulang menemuimu –Kris”

            Ada apa dengan kris? Setelah membaca pesannya mengapa aku jadi mengkhawatir kannya aku takut hal buruk menimpanya. Kris pulanglah aku sangat mengkhawatirkanmu.

            Aku duduk disofa sambil menunggu kris pulang. Sudah jam 10 malam Kris pun tidak pulang. Apa yang sebenarnya terjadi?

(Author POV)

            Malam ini adalah malam pesta perjudian terbesar diseoul banyak para penjudi besar datang dari penjuru negeri korea. Jung woo sudah mempersiapkan segalanya untuk melawan Kris, ia sudah membawa banyak pasukan untuk melindunginya.

            Kris datang dengan menggunakan jas Merah ia datang bersama Tao. Kris berjalan dengan pasti menghadapi Jung Woo. Banyak para wanita tergoda oleh penampilan Kris yang sangat Tampan.

            Kris dan Jung Woo berjabat tangan. Jung woo memberikan senyum sinis pada Kris. Kris hanya tertawa kecil. Kris didampingi oleh 2 yeoja seksi disebelahnya sementara itu Jung Woo Dikelilingi banyak yeoja seksi. Kris dan jung Woo bersaing dengan penjudi besar lainnya

            Permainan dibuka oleh Tao, Tao membacakan peraturan permainan. Setelah peraturan selesai dibacakan maka permainan pun dimulai.

            Setelah permainan berjalan selama dua jam, penjudi yang masih tersisa hanya Kris, Jung Woo, dan MR.Cho. Jalannya permainan sangat sengit dan ketat hingga akhirnya permainan dimenangkan oleh KRIS. Kris tersenyum puas dan jung Woo menerima kemenangan kris. Lalu Jung woo dan penjudi lainnya meninggalkan area Perjudian itu.

            “ Hyung Ku memang hebat.” Puji Tao bangga pada Kris.

            Tiba-tiba ada polisi yang siap menerjang area perjudian itu.

            “ Jangan bergerak atau kalian ketembak.” Teriak polisi itu.

            Kris dan Tao mengangkat kedua tangan mereka dan pasrah. Lalu Kris dan Tao dan beberapa penjudi yang masih berada disana dibawa ke kantor polisi untuk menjelaskan.

            Jung Woo mentertawai Kris dan Tao digiring polisi.

            “ Aku yang menang.” Teriak Jung woo puas terhadap Kris.

( Jung Woo POV)

            Aku boleh tidak dapat Taeyeon saat itu lalu aku dipukuli olehmu sampai babak belur. Aku pun menerima kekalahan ku atas permainan mu. Karena kau hebat dalam perjudian tidak dapat terkalahkan. Tapi sekarang kau Kalah kau harus mendekam di dalam jeruji besi dan aku bisa memiliki taeyeon dan bisa jadi bandar judi yang lebih hebat darimu HAHAHA.

 

 

( Taeyeon POV)

            Sudah dua hari Kris tidak pulang? Tidak ada kabar? Kemana dia? Apa yang terjadi? Aku sangat mengkhawatirkannya.

            Tiba-tiba ponselku berdering aku tahu itu pasti dari kris ternayata tidak jung Woo mengirimkan aku pesan yang mengatakan bahwa kris sedang berada di kantor polisi.

            Aku tidak percaya dengan sms Jung Woo karena ia akan mengerjaiku saja. Tetapi mungkin yang ia sms benar.

            Aku langsung bergegas pergi ke kantor polisi menemui Kris. Aku bertanya pada polisi menyatakan bahwa Tersangka Kris dan Tersangka Tao adalah penjudi besar di korea.

Aku tidak percaya atas apa yang polisi itu katakan. Tidak mungkin Kris bisa berani melakukan judi dan menjadi penjudi besar korea

 Aku lihat kris dan tao sedang duduk terlamun dibalik jeruji besi. Aku mendekati mereka.

            “ Kris” Panggilku lirih.

            Kris kaget dengan kehadiranku yang menemuinya disini.

            “ Kenapa kau bisa datang?” Tanya Kris

            “ Bos Jong yang memberitahuku, jaga dirimu baik-baik disini. Aku akan sering mengunjungimu.” Ucap ku menahan tangis ketika aku melihat Kris.

            Kris mengeluarkan amplop dari saku celananya lalu memberinya kepada taeyeon.

“ Ambillah uang ini, ini uang yang aku sisishkan untukmu. Tenang ini bukan uang hasil judi.” Taeyeon mengambil amplop itu.

“ Taeyeon aku mencintaimu, tunggulah aku kembali.” Ucap Kris berjanji pada ku bahwa setelah melewati masa hukuman ia akan kembali padaku.

            “ Aku tidak akan menunggumu kembali tetapi kita akan melewatinya bersama.” Ujarku berusaha menyemangati Kris.

( Author POV)

            Taeyeon membayar semua uang sewa pada Choi Ahjumma dan ia sekarang tinggal di apartemen Kris sambil menunggu masa hukuman Kris selesai.Setelah Kris melewati masa hukumannya. Akhirnya ia kembali dan menikah dengan Taeyeon. Kini kris bekerja sebagai pengusaha dan menjauhi perjudian. Taeyeon bekerja dikantor. Dan akhirnya jong woo mendekap dibalik jeruji besi akibat kasus penipuan uang dollar. Kris dan Taeyeon Hidup Bahagia.

            Jika kita ingin menolong seseorang dalam kesulitan janganlah lihat siapa orang itu tetapi fikirkan bagaimana kita dapat menolong mereka.

 

 

-End-

                                                           

 

           

 

 

             

             

             

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “One Hundred For You | FF Peserta Lomba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s