Endless Love | FF Peserta Lomba

 

KAI-Baek-Hyun-photoshoot-for-Calvin-Klein-Jeans-exo-k-30857696-480-640

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

Author (FB & Twitter): Xi Zi Han (fb: Afishy Alfara J Twitter: @afishyalfara)

Title : Endless Love

Genre : Sad, Family life, angst

Main Cast : Kim Jong In EXO

 Byun Baekhyun EXO

 Lee Hyerin OC

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

 

 

~SUNDAY~ ^^flower day^^

 

“APPAAAA~” teriak baekhyun yang baru saja memasuki kamar appanya, ia membawa rangkaian bunga yang ia genggam dengan kedua tangan mungilnya. Di belakangnya, Hyerin juga membawa rangkaian bunga yang tak kalah cantiknya.

“Kami bawakan bunga untuk appa” baekhyun mencoba menaiki ranjang appanya dengan susah payah, badannya memang terlalu kecil untuk naik ke atas ranjang king size milik appanya itu.

“lihatlah sayang, cantik bukan?” kini Hyerin yang berucap lembut. Ia duduk di tepi ranjang Jongin sambil menyodorkan rangkaian bunga yang dibawanya tadi, begitu juga dengan baekhyun. Keduanya terlihat bahagia.

“kami memetiknya sendiri” baekhyun begitu riangnya, ia tersenyum lebar, menampilkan eye smilnya yang manis

“appa tidak suka?”

Tak ada respon

“hiks… appa cepatlah bangun, ayo kita berkebun bersama”

Jongin tetap diam

“appa~”

“sudahlah baekki, appa pasti sedang lelah, ayo kita taruh bunga ini di vas. Lalu kita bersihkan kamar appa” ucap Hyerin lembut, ia mengusap sayang kepala baekhyun

“eum” baekhyun mengangguk pasti. ia tersenyum lagi, meski tak selebar semenit yang lalu.

“baekki sayang appa” baekhyun mencium appanya sekilas lalu segera turun dari ranjang appanya

“aku mencintaimu, cepatlah bangun sayang” kini Hyerin yang mencium bibir Jongin lembut, ia lalu segera mengikuti langkah kecil putranya untuk meletakkan bunga mereka di vas.

 

~MONDAY~ it’s ice cream time!

 

“sayang, lihat apa yang eomma bawakan untukmu” Hyerin memamerkan sekotak besar ice cream rasa strowberry coklat pada baekhyun, yang langsung membuat mata sabit baekhyun berbinar.

“ICE CREAM! yeayyy” pekik baekhyun senang

“sekarang, naiklah ke ranjang appa” Baekhyun mengangguk, ia berlari dengan rianngnya menuju ranjang appanya, ia tampak kesusahan saat naik ke atas ranjang appanya, mengingat tubuhnya yang kecil. poor baekki -__-

“appa~ ayo kita makan es krim” girang baekhyun yang menggoyang goyangkan lengan appanya, namun tetap tak mendapatkan respon apapun

“mungkin appa ingin makan nanti baekki” ucap Hyerin lembut sembari menyendokkan es krim dan mengarahkannya kemulut mungil baekki. Baekhyun mengangguk dan segera memakan es krimnya dengan lahap

“huh~ appa cepat bangun ne biar kita bisa makan es krim bersama” ucap baekhyun. Ia lalu mencium jongin, membuat pipi jongin kotor karna bibir baekhyun yang sudah belepotan es krim. Ckckck

 

~TUESDAY~ “hear our voice, jongin!”

 

Terdengar lantunan musik yang indah dari kamar Kim Jong In, siapa lagi kalau bukan Hyerin dan Baekhyun. Hyerin dengan lihainya memainkan jemari lentiknya diatas not piano yang sengaja ia letakkan dikamar Jongin, sementara baekhyun bernyanyi dengan suara nyaringnya, mereka tampak begitu menghayati permainan mereka, dengan harapan penuh Jongin juga bisa mendengar mereka dan segera bangun, lalu menarikan tarian yang memukau. Harapan yang terasa hampa.

 

~WEDNESDAY~ look! It’s our family!

 

“Lihat ini jongin, baekki sangat manis kan?”

“Apa kau ingat? Ini saat ulangtahunmu beberapa bulan yang lalu. Kita menghabiskan waktu bersama disini”

“ohh~ lihat, malaikat kecil kita ini, dia sangat lucu saat mempoutkan bibir kecilnya”

“Ini saat baekki mencoba menulis namanya. Kim Baek Hyun. Ini nama yang kita buat bersama sebelum kau kecelakaan. Apa kau ingat?”

Hyerin terus mengoceh sambil membuka album foto keluarganya. Ia kini berbaring disebalah Jongin, mengangkat tinggi tinggi album itu agar Jongin juga bisa melihatnya. Sebagian besar adalah foto baekki, karna Hyerin ingin Jongin melihat bagaimana malaikat kecil mereka tumbuh saat Jongin sadar nanti. Meskipun Jongin tertidur, ia tetap harus tahu pertumbuhan anak mereka kan?

“dan ini saat kita…” Hyerin menghentikan ucapannya, ia menoleh dan menatap sendu wajah suaminya dari samping, setetes air matanya berhasil lolos membasahi pipi putihnya. Hyerin tersenyum getir, ia lalu bangkit dan mencium bibir jongin sekilas

“sebentar lagi baekki pulang, aku harus menyiapkan makan siang”

Hyerin turun dari ranjang dan keluar dari kamar Jongin. Ia menutup pintu kamar jongin lalu bersandar disana. Membiarkan air matanya keluar dengan derasnya,

 

~THURSDAY~ funny story!

 

“kau tahu Jongin? Kemarin baekki mengajak anak dokter Park kemari, namanya chanyeol”

“aisshh. eomma~ jangan ceritakan hal itu. Aku malu” rajuk baekhyun manja. Ia menutup wajahnya dengan bantal

“sstt, tidak apa apa baek, biar appa tertawa. Ini kan sangat lucu” Hyerin menarik bantal yang menutupi wajah baekhyun yang kini sedang pouting ria

“appa, jangan dengarkan eomma ne” rengek baekki tapi percuma saja, karna jongin tak memberi respon apapun

Hyerin terkekeh melihat tingkah lucu baekhyun itu, ia memang suka sekali membuat putra kesayangnnya itu sebal “kemarin baekki bermain dengan chanyeol disini, dan saat chanyeol haus, baekki membuatkannya segelas susu, tapi baekki tidak bisa membedakan mana garam dan mana gula, kau tahu sayang? Meskipun susunya asin, chanyeol tetap meminumnya sampai habis karna baek mengancam tidak mau bermain lagi dengannya. Hahaha…”

“aishh. Eomma jahat” dengus baekhyun, ia menatap tajam eommanya, tapi tak dipedulikan sama sekali. Ia lalu berpikir tentang satu lelucon juga, dan seketika itu senyum licik tersungging di wajah imutnya

“eomma bahkan lebih buruk, eomma tidak bisa membedakan mana baekki dan mana anak asing” Hyerin seketika terdiam, ia mengulurkan tangannya dan membekap mulut anaknya yang cerewet itu

“tidak baek! Jangan yang itu” pinta eommanya, namun baekki mengacuhkannya, ia bahkan mengigit tangan Hyerin yang menutupi mulutnya

“aww”

Baek tersenyum lebar “appa tahu, saat eomma menjemput baek 2 hari yang lalu, eomma menarik teman baekki. Eomma menggenggam anak itu sangat lama, eomma tidak sadar bahwa anak itu bukan baekki sampai anak itu menangis dan mengadu pada eommanya. Hahaha appa tahu? Anak itu benar benar ketakutan!”

baekki menatap appanya yang tetap diam itu  “appa tidak tertawa? Apa tidak lucu?”

“itu lucu baek, appa juga tertawa, tapi kita tidak bisa melihatnya, percayalah sayang, appa mendengarkan kita” ucap Hyerin halus, ia mengusap rambut baekki dengan sayang “percayalah”

            “Ne. Baek percaya. Baekki sayang appa. Appa juga sayang baek kan?” baekkie mencium pipi jongin lama dan Hyerin juga melakukan hal yang sama.

 

~FRIDAY~ GWS

 

“bagaimana keadaan suami saya dokter Park?” Hyerin meletakkan teh yang dibuatnya ke nakas dekat ranjang jongin, ia menatap sendu tubuh Jongin yang kini dipasangi beberapa alat medis yang ia tak tahu nama dan kegunaannya.

“masih tetap sama, tak ada respon yang berarti”

“apa ia tak akan bangun lagi?”

“entahlah, benturan 5 tahun yang lalu itu sebenarnya tak menyebabkan kerusakan berat pada otaknya, namun saraf otaknya tergannggu, kita tak bisa mengoperasinya sebelum ia sadar. Kita juga tak bisa memprediksi kapan ia akan sadar, mungkin besok ia akan sadar, atau mungkin minggu depan…” dokter Park menarik nafasnya pelan

“bulan depan”

“tahun depan”

“atau…”

“tidak sama sekali” ucap Hyerin dingin, ia sudah ribuan kali mendengar ucapan itu dari dokter Park selama 5 tahun belakangan ini.

“maafkan aku Nyonya Kim”

“tidak apa apa dokter Park, aku sungguh berterima kasih padamu karna sudah membantu kami selama 5 tahun ini, sungguh terima kasih.”

Hyerin mendekati ranjang Jongin. Ia duduk di tepi ranjang, tangannya berpaut erat dengan tangan Jongin yang tak sehangat dulu. Ia mencoba menyunggingkan senyum, namun justru tetesan demi tetesan air matanya lah yang justru keluar.

Dokter Park yang tak mau mengganggu momen mereka pun membungkuk lalu keluar dari kamar jongin.

            “hiks,,, cepatlah sadar Jongin. Aku mencintaimu. Sangat”

 

~SATURDAY~ Movie Time!

 

“Appa ayo lihat pororo”

“emm, spongebob dan patrik juga sepertinya bagus”

“ah, bagaimana dengan dora?”

Baekhyun memamerkan koleksi film kartunnya yang sudah puluhan kali mereka tonton, ia menunjukkan satu persatu kaset film itu  dengan antusias, namun tetap saja Jongin tak merespon

“bagaimana jika kita tonton yang ini saja Baek” tunjuk Hyerin pada salah satu kaset bergambar dua peri yang bergandengan tangan

“Tin..ker..bell dan Pe..ter..pan” eja baekhyun, ia sedikit bingung karna seingatnya ia tidak mempunyai kaset itu

“apa ini baru, eomma?”

“emm”

“woaaa~ gomaweo eomma. Kajja kita lihat” girang baekhyun sambil melompat lompat “appa~ ayo kita lihat bersama”

 

@

@

@

ENDLESS LOVE

 

“Lee Hyerin”

Tak ada sahutan

“SAJANGNIM”

Hyerin tersentak kaget, ia menoleh dan mendapati seorang namja tampan seputih susu tengah menatapnya dengan membawa dua cangkir bertuliskan BaekBy Cafe, brand cafe miliknya

“oh sehun, gomaweo” Hyerin berucap sambil meraih cangkir yang dibawa namja itu

“cheonma” sehun duduk didepan Hyerin, ia melihat bos sekaligus sahabatnya itu memegang sebuah kotak dengan gambar strowberry “apa yang kau bawa itu Jung?”

“ini? kotak musik untuk baekkie,  Seminggu lagi ulang tahunnya yang ke 5”

“Seminggu lagi? itu masih lama Rin” ucap Sehun “sini, aku mau lihat” belum sempat sehun menekan tombol PLAY, ia sudah mendengar lagu yang tak asing baginya. Dan itu membuatnya bingung

“itu suara ponselku, tuan Oh pabbo” canda Hyerin, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya

“yeobo-”

“eomma! Appa sudah sadar”

DEG

“eomma? Kau mendengarku? Cepat pulang” ucap baekki lagi karna eommanya tak kunjung menjawab

“eomma~”

“Tunggu sayang, eomma akan pulang sekarang” Hyerin segera sadar dari keterkejutannya “kau telfonlah dokter Park” titah Hyerin

“Ne”

Pip~ sambungan terputus.

“Jongin sudah sadar, aku harus segera pulang” Hyerin segera bangkit dari duduknya ,namun saat ia akan keluar, tangan sehun mencekal tangannya

“apa perlu kuantar?” Hyerin melihat sekitar, cafenya sedang ramai sekarang

“tidak perlu”

“tapi diluar hujan sangat deras, bagaimana kalau kupanggilkan taksi?”

Hyerin menggeleng “taksi akan lama, aku hanya perlu berlari 5 menit, lagipula aku bawa payung”

Sehun melepas cengkeramannya, percuma saja membujuk Eumi, pikirnya “baiklah, berhati hatilah”

Hyerin mengangguk, ia menyunggingkan senyum bahagianya, senyum yang sudah 5 tahun ini tak terlihat di bibir cherrynya “ne, jeongmal gomaweo Oh Se Hun” dan setelah itu Hyerin terlihat berlari dengan membawa payung

“ada yang aneh” Sehun melihat tempat duduk mereka tadi “kau bukan pelupa, Rin” gumam Sehun saat ia melihat kotak musik Hyerin yang tertinggal.

@

@

@

Hyerin berusaha lari dengan cepat, ia sangat bahagia sekarang. Penantiannya selama 5 tahun akan segera berakhir, pikirnya. Karna terlalu bahagiannya, ia tak sadar bahwa ia meninggalkan tas dan juga kotak musiknya, yang ia bawa sekarang hanyalah payung dan ponsel yang ia genggam dengan erat

Sebentar lagi ia akan sampai di rumah, hanya tinggal dua blok lagi. Hyerin mempercepat larinya, mengabaikan etika menyebrang jalan untuk menengok kanan dan kiri, hingga saat cahaya itu mendekat.

TIIIIINNNN TIIINNNNN

BRUK

 

@

@

@

Baekhyun menggenggam tangan appanya dengan erat sambil terus berdoa agar appanya segera sadar. Ia menunggu sendirian. Dokter Park maupun eommanya belum juga datang, sementara hujan begitu lebat di luar

Baekhyun merasa kebahagiaan yang besar saat bola mata ayahnya yang tertutup tampak bergerak tak nyaman dan perlahan namun pasti, mata kelam appanya terbuka. Ia ingin berteriak dan melompat lompat, namun ia mengurungkan niatnya itu saat ia melihat setetes air keluar dari mata appanya dengan bibir yang tampak susah payah melirihkan sebuah nama “Hye…Rin…”

DEG

Perasaan Baekhyun tak nyaman sekarang

Dadanya terasa berdenyut nyeri

“eom..ma”

Entah kenapa, air mata baekhyun menetes begitu saja

@

@

@

Hyerin membuka matanya perlahan, ia ingin bangkit dan kembali berlari, namun kepalanya terasa berat dan tubuhnya terasa hancur sekarang. Ia tak kuasa bergerak, ia hanya mampu menangis di bawah guyuran hujan. Samar samar ia melihat anak dan suaminya yang tersenyum padanya

DEG

DEG

DEG

“Baekkie,.. Jong In…mi..an..hae…sa..rang..hae” lirih Hyerin dengan susah payah, dan perlahan matanya tertutup rapat

@

@

@

10 tahun telah berlalu, kini Jongin berjalan beriringan dengan baekhyun yang sudah tumbuh menjadi remaja tampan dengan suara emas. Ini adalah hari minggu, mereka berdua berencana mengunjungi Hyerin di bukit yang tak jauh dari rumah mereka. Jongin membawa rangkaian bunga yang besar, sedangkan baekhyun membawa rangkaian bunga yang kecil dan juga sebuah kotak musik, hadiah ulang tahun terakhir dari eommanya 10 tahun yang lalu. Wajah bahagia terpampang jelas diwajah Baekhyun dan Jongin saat mereka sudah berdiri didepan gundukan tanah basah di bawah teduhnya pohon oak

            “Eomma~ Baekki datang”

“Hyerin~ Aku merindukanmu”

“SARANGHAE”

 

3 thoughts on “Endless Love | FF Peserta Lomba

  1. miris bnget crta nya..
    d saat mnntikn suami nya trsdar, mlah hyerin yg pergi
    crta nya bgus thor, tapi syang krna kpndekan jadi nya emosi kurang dpet,,
    mian cma pndpt aku aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s