My Clumsy Boy | FF Peserta Lomba

DO Kyungso

Author : Rosi Eksalanti | @rosieksaa

Title : My Clumsy Boy

Genre : Romance, AU

Main Cast :
– Do Kyungsoo ( EXO )
– Kim Mi Ran ( OCs )

Disclaimer : This fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, don’t bash me!

“Tidakkah? Tidakkah cinta hanya ditunjukkan dengan berapa sering dia menemanimu? Menggenggam tanganmu? Menghiburmu setiap saat? Tidak. Cinta yang kugenggam saat ini, sudah tepat dengan semua perasaan yang muncul tiba-tiba dalam hatiku. Jadi, sebelum aku menggugat semua yang kuinginkan dalam cinta, hatiku sudah terbiasa nyaman dengan semua jawabannya…”

Busan 2013

“Kalau kau menyuruhku untuk tetap di sini. Aku tetap di sini.”
“Di sini”

Mi Ran kembali duduk. Duduk membelakangi lelaki yang terus saja diam sambil memeluk kedua lututnya. Sebenarnya Mi Ran sudah muak menanyakan apa yang terjadi pada lelaki yang sedari tadi hanya diam itu. Ketika Mi Ran hendak pergi, barulah lelaki itu bicara, meminta Mi Ran untuk tetap di sampingnya.
“Ceritakanlah Oppa..”
“Aku hanya ingin kau di sini”
Nada bicaranya datar, ekspresinya dingin, kaku dan..
Mi Ran menghela nafas dan tersenyum. Seolah sudah terbiasa dengan hal itu. Menyandarkan kepalanya ke punggung Kyungsoo. Melihat langit-langit kamar lelaki itu. Kelabu..
Sinar matahari yang redup masuk melalui dinding kaca kamar Kyungsoo menyorot tepat ke wajah Kyungsoo yang datar. Kepalanya sedikit menengadah agar bersentuhan dengan kepala Mi Ran. Mau tak mau, sinar redup itu menarik garis bibir Kyungsoo sedikit lebih lebar.. Ia pun memejamkan matanya, menikmati suasana itu. Berdua..

***

” Joheun achimieyo ” sapa Mi Ran cerah kepada dua pilar hidupnya, Eomma dan Kim Mi Na, adiknya. Mi Ran menuruni tangga sambil memasangkan jam tangannya.
“Cepat habiskan sarapanmu. Kau terlambat 10 menit. Gadis pemalas”
Mi Ran tersentak, matanya membulat, melongo beberapa saat, berhenti bermain-main dengan posisi jam tangannya.
“Ya!! Mi Na! Kapan kau akan memanggil eonni-mu dengan sebutan eonni!”
“Eomma.. Aku dan dia hanya terpaut satu tahun!”
“Panggil dia eonni dan minta maaf!”
“Ne, eomma.” Mi Na merengut, mengalihkan pandangannya pada Mi Ran yang masih terpaku.
“Eonni, mianhae ” Mi Na mendengus.
Mi Ran menelan ludahnya susah payah. Tersenyum ragu.
“Gwenchanayo..”

Hari ini seperti hari-hari biasanya Mi Ran melakukan rutinitas pekerjaannya sebagai pelayan toko kue. Mi Ran pergi ke tempat kerjanya memakai kereta, tidak seperti teman-temannya yang diantar sang kekasih.
Tapi Mi Ran tidak pernah cemburu, meski selalu disindir teman-temannya.
Mi Ran hanya tersenyum dan tetap ceria. Seperti biasanya..
Ia sangat menikmati pekerjaan yang baru digelutinya selama 1 tahun ini setelah lulus SMU. Biarpun teman-temannya tidak seramah yang diharapkannya..

Sepulang bekerja saat Mi Ran sendirian, tanpa teman-teman yang usil itu, Mi Ran selalu menguatkan hatinya dengan berkata :
“Aku juga punya kekasih..” begitu berulang-ulang terus sampai senyumnya kembali.

Sesampainya di tempat tujuan, Mi Ran benar-benar sudah menerima kembali semua keceriaannya yang sempat hilang, dengan menelusuri wajah seseorang yang kini ada di depannya meski terhalang pintu kaca.
Lelaki itu memakai earphone, dengan microphone tepat di depan mulutnya, membawa secarik kertas dan tidak menyadari kehadiran Mi Ran.
Lelaki itu adalah kekasih Mi Ran.
Kekasih yang mungkin tidak pernah menyadari bahwa Mi Ran ada. Untuknya..

Beberapa saat kemudian, Kyungsoo menoleh, melihat Mi Ran tersenyum lebar untuknya sambil melambaikan tangan dengan cepat seperti ekor anjing. Mi Ran tampak bersemangat. Lagi.

Kyungsoo menatapnya, senyumnya terlihat dipaksakan, melepas earphone dan beranjak dari tempatnya bekerja tadi. Mi Ran menghentikan gerakan tangannya perlahan, menggigit bibir bawahnya yang masih tersenyum, matanya melihat ke lantai gedung itu..

Terluka? Mungkin. Tapi Mi Ran ‘harusnya’ sudah terbiasa. 3 tahun bersama Kyungsoo. Merelakan hari-harinya dijalani di samping lelaki dingin itu karena satu alasan. Cinta..
Tapi bagaimana? Bagaimana mungkin lelaki dingin sepertinya bisa menjalin cinta? Mi Ran sempat ragu, bahwa Kyungsoo hanya mengasihaninya. Tapi, cinta kembali menguatkannya. Lagi.

***

Busan 2010

Di sebuah ruangan perpustakaan sekolah, seorang gadis terlihat sedang membetulkan sebuah benda.
Benda itu adalah sebuah gantungan ponsel. Ujungnya berbentuk lempengan oval sebesar koin dengan tulisan ITIHAFL.
Kim Mi Ran tidak tahu apa maksud huruf-huruf itu. Yang jelas, ia merasa bersalah setelah merebut paksa ponsel Do Kyungsoo untuk menyimpan nomernya sendiri meski Kyungsoo bersikeras tidak ingin Mi Ran mengambil ponselnya (terjadi tarik-menarik di sana) yang akhirnya membuat gantungan unik itu terpisah dari kekasihnya dan, putus..

Mi Ran menatap benda yang sudah selesai ia perbaiki, mengingat kejadian itu, Kyungsoo menatapnya penuh kebencian, meninggalkan Mi Ran yang sedang mengeluarkan suara untuk meminta maaf tapi tenggorokannya tercekat. Kyungsoo pergi tanpa sepatah katapun seperti biasanya sedari setahun lalu sejak Mi Ran mengenalnya atau lebih tepatnya mulai menyukainya.
Meninggalkan Mi Ran berdua dengan gantungan ponsel yang rusak itu.
Kyungsoo jarang berbicara padanya. Sekedar menyapa untuk mengobati hati Mi Ran yang rindu suara khasnya yang hanya didengar Mi Ran beberapa kali itupun tidak..
Mi Ran beranjak dari perpustakaan, menyusuri koridor sekolah, menggenggam gantungan itu erat-erat..

Mi Ran berhenti diujung balkon sekolah, melihat lapangan sepak bola dari lantai 3 gedung sekolahnya. Melihat Kyungsoo yang sepertinya terjatuh. Mi Ran memutuskan menyakui gantungan itu dan berlari ke arah UKS.

Kyungsoo terlihat kesakitan, selain kakinya yang terluka sepertinya kakinya terkilir juga karena ia tidak beranjak dari tempatnya.
“Biar kubantu Oppa”
ucap Mi Ran membongkar kotak P3K-nya.
Kyungsoo hanya diam.
Ketika Mi Ran ingin membersihkan lukanya, dengan cepat tangan Kyungsoo yang kuat itu mendorong kepala Mi Ran menjauh dari lukanya. Mi Ran terkejut, menatap Kyungsoo yang sepertinya masih menaruh amarah padanya. Mi Ran tidak menyerah dan mencobanya lagi, tapi tetap dengan kasarnya Kyungsoo mendorong kepala gadis itu menjauh.
Ketiga kalinya Mi Ran memutuskan dengan gesit memeluk lutut Kyungsoo dan mengunci kakai kanan Kyungsoo dengan kedua kakinya.
Kyungsoo kaget dan sempat menolak, tapi sakit kakinya berteriak untuk meminta Kyungsoo diam dan biarkan gadis ini mengobatinya..

***

Mi Ran masih tidak percaya apa yang baru saja dialaminya. Ia masih berkutat di buku hariannya, menumpahkan segala perasaannya yang campur aduk. Ingatanya melayang kembali ke..

Sore tadi, saat mengobati luka Kyungsoo, tiba-tiba Kyungsoo mengecup lembut keningnya yang tertutup poni itu.
Mi Ran mendongak untuk menatapnya lama, heran, meminta sebuah penjelasan mengapa jantungnya berdegup kencang secara mendadak.
Kyungsoo masih dengan ekspresi datarnya. Seolah baru saja tidak melakukan apapun dengan kening gadis di hadapannya.
“Op..Oppa apa yang kau lakukan?”
“Aku tahu, kau menyukaiku sejak lama, dan bukannya ini yang kau mau?”
“Oppa..Kau ini..”
“Jadilah kekasihku”
Ucap Kyungsoo tegas. Matanya redup, tidak menunjukan bahwa ia serius atau bercanda. Ekspresi wajahnya datar dan tetap, kaku..

Busan 2013

Di sinilah, sebuah kedai kecil yang hangat di pinggiran kota Busan. Tempat Kyungsoo dan Mi Ran biasa menghabiskan waktu kencannya yang hanya seminggu sekali itu.
Tidak ada tempat lain, tempat berbunga atau lilin-lilin kecil, tempat berlantunkan musik romantis, ataupun tempat yang paling banyak dikunjungi pasangan kekasih di Seoul.
Hanya tempat mungil ini..

3 tahun berlalu, tanpa kata “Saranghae” yang terlontar dari mulut keduanya. Mi Ran sendiri bingung bagaimana hubungan ini bisa terus berlanjut. Apalagi, tanpa komunikasi yang lancar begini..
Mi Ran juga merasa segan untuk mengucapkan kata itu terlebih dahulu.
Kyungsoo 3 tahun lalu tetap sama seperti saat ini, jarang berbicara pada Mi Ran, selalu bersikap dingin dan jarang peduli pada Mi Ran. Lantas apa yang membuat Mi Ran tetap bertahan? Lagi-lagi cinta..
Bagi Mi Ran, tidak ada valentine, hari ulangtahun, atau anniversarry dengan bunga atau hadiah.
Semua berjalan hambar tapi Mi Ran menikmatinya, secara tidak sadar.
Fikirnya, lagipula sekarang ia sudah bisa mengobati rasa rindunya pada suara Kyungsoo dengan menonton acara TV yang di-dubbing oleh Kyungsoo.

***

Sejak keluar dari tempat kerja Kyungsoo sampai di kedai kecil ini, Mi Ran dan Kyungsoo hanya berbicara seperlunya. Tentang, bagaimana harimu? Blabla atau yang lainnya.
Mi Ran mendadak tidak menjadi Mi Ran yang terbiasa akan sikap dingin Kyungsoo.. Ia merasakan amarah yang mulai menjalari setiap jengkal tubuhnya..

Malam ini begitu mengecewakan bagi Mi Ran. Tidak ada kejutan untuknya meski Mi Ran tahu Kyungsoo tidak pernah memberi satu kejutanpun sejak hari ini ditahun 2010 sampai sekarang dan Kyungsoo bukanlah tipe lelaki seperti itu, tapi apakah Mi Ran salah untuk terus berharap?

Mi Ran mentap Kyungsoo yang masih lahap menyantap tteoppoki-nya.
“Hari ini..” Mi Ran menelan ludah
“Oppa ingat sesuatu tentang hari ini?”
Tiba-tiba air muka Mi Ran berubah, menghentikan makannya, menelan ludahnya dengan susah payah, dan terlihat menahan bendungan air matanya agar tidak meluber..
Kyungsoo masih menatap datar pada Mi Ran. Seolah tidak ada yang berbeda dari ekspresi wajah Mi Ran.
“Oppa…..ingatkah hari ini??” nada bicara Mi Ran berubah manja tetapi tetap menahan air matanya, berusaha menunjukkan aegyo-nya pada Kyungsoo.

“Sebaiknya kita pulang. Sudah malam. Kajja!” ucap Kyungsoo dan beranjak dari tempat duduknya. Mendaluhui Mi Ran yang masih terduduk sembari matanya mengikuti arah punggung Kyungsoo pergi.
Inikah Kyungsoo?
Airmata Mi Ran menetes..
Perlahan..
Mi Ran masih bisa tersenyum.
Mi Ran ‘harus’ masih bisa tersenyum.

***

Sepanjang perjalanan pulang, Mi Ran yang dibonceng di motor oleh Kyungsoo akhirnya sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Semua meluncur dengan deras dibalik punggung Kyungsoo.
Kyungsoo sama sekali tidak menoleh atau berbicara sedikitpun.
Deru mesin motor ini, hembusan angin yang kencang menerpa wajah Mi Ran membuatnya tahu, tidak akan ada tangan Kyungsoo yang menenangkannya..

“Ya!! Kim Mi Ran. Ada apa denganmu?”
tidak pernah Mi Ran melihat wajah Kyungsoo sekhawatir saat ini. Mi Ran terpaku. Mungkin karena wajahnya sudah berantakan sehabis menangis, karena Mi Ran tidak pernah menangis seperti ini di hadapan Kyungsoo.

Mi Ran kemudian menggeleng.
“Ani, aku tidak apa-apa Oppa. Oppa pulang saja ini sudah malam.”
Mi Ran bermaksud berbalik masuk ke dalam rumahnya.
Namun Kyungsoo mencegahnya.
“Jelaskan padaku”
Kyungsoo mencengkram bahu Mi Ran dengan kedua tangannya.
Mendengar Kyungsoo masih menyebut dirinya sebagai ‘aku’ di depan Mi Ran bukannya ‘oppa’ membuat Mi Ran jengah..
Airmatanya meluncur lagi. Kali ini disertai suara tangisnya yang tidak lagi ditahan.

“Oppa…..”
Suara Mi Ran melemah, sambil menangis, ia meluapkan semua emosi yang ia pendam selama 3 tahun ini.
“Hari ini adalah hari jadi kita yang ke 3 dan ketiga kalinya juga Oppa melupakannya! Aku berharap ada bunga, cokelat, kado, musik, atau kata-kata romantis. Jujur kuakui sekarang, bahwa aku sebenarnya cemburu pada teman-temanku. Aku ingin diperlakukan istimewa seperti gadis-gadis lain!!” Mi Ran menghela nafasnya, sedetik kemudian ia kembali mengoceh

“Tidak, tidak akan pernah ada. Karena Oppa tidak tulus mencintaiku, Oppa selalu bersikap dingin dan tidak memperdulikanku. Tidak..tidak ada seorang gadispun yang mempunyai impian kisah cinta seperti ini. Asal Oppa tahu itu!”
Mi Ran begitu emosi, masih sesenggukan, airmatanya masih berluncuran..

Kyungsoo melemaskan cengkramannya di bahu Mi Ran.
Tertunduk.
Baru pertama kali sejak 3 tahun yang lalu Mi Ran terlihat penuh emosi seperti ini.

Kyungsoo terduduk di kaki Mi Ran, menahan air matanya. Mengacak-acak rambutnya.
“3 tahun Oppa.. Kita bersama dan aku tidak pernah mendengar kata cinta. Yang lebih sederhana lagi, kapan Oppa akan menyebut Oppa dengan sebutan ‘oppa’ terhadapku-pun aku tidak tahu..”
ucap Mi Ran masih terisak.

Langit malam milik Busan begitu indah, tapi Busan tidak membagi langit itu kepada Kim Mi Ran dan Do Kyungsoo. Setidaknya, saat ini.

“Kau tau, aku ini lelaki bodoh dan lemah. Aku tidak pernah bisa menyatakan apa yang kurasakan terhadap seseorang gadis. Gadis yang kucintai. Aku, lebih dulu mencintaimu sebelum kau mengenalku. Tapi, aku, aku selalu kikuk dan tidak bisa menunjukkan bahwa aku menyukaimu. Dan akhirnya, hanya ekspresi datar ini yang ditampilkan di wajahku. Aku selalu mencoba berubah, tapi tetap saja tidak bisa. Naega mianeyo. Jeongmal mianhae chagiya..”

Mi Ran berhenti menangis, kembali menelan ludahnya dengan susah payah. Matanya menatap lurus. Lidahnya kelu.
Angin malam membelai Mi Ran seolah ingin menyadarkannya..

Kyungsoo mengelap basah di sekitar area matanya, berdiri dan menggenggam tangan Mi Ran yang sedang mengepal,
“Oppa menyayangimu, dengan segenap jiwa dan raga oppa. Oppa akan melindungimu sampai oppa mati. Karena Kim Mi Ran adalah cinta sejati Do Kyungsoo. Oppa tidak akan pernah melepas Kim Mi Ran. Karena Mi Ran tidak akan pernah bisa lepas dari oppa..”

Mi Ran menahan tawanya dalam hati mendengar kata-kata norak tersebut. Tapi itulah Kyungsoo yang sebenarnya. Mengingat Kyungsoo adalah lelaki yang kikuk apabila berhadapan dengan gadis yang dicintainya. Melihat ketulusan cahaya matanya yang tidak lagi redup..
Mi Ran tahu mengapa ia mampu bertahan 3 tahun menghadapi sosok Kyungsoo yang dingin, ternyata Kyungsoo jauh lebih mencintai dirinya..
Mi Ran tahu, bahwa ocehan teman-temannya tentang kisah cinta aneh seperti yang dijalaninya itu nyata. Dan itu adalah kisah cinta paling luar biasa miliknya, milik Mi Ran. Miliknya dan lelaki kikuk-nya. Do Kyungsoo..

Tangan Mi Ran yang mengepal meremas erat ITIHAFL. Ia ingin sekali memeluk tubuh Kyungsoo erat..
“Itu.. Kalimat romantis atau sebuah ancaman Oppa?”
“Keduanya”

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s