Love Is Pain | FF Peserta Lomba

onew_minho

 

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

Author (FB & Twitter): Lifania R N (Lifa Nia & @lifaniaa)

Title : Love Is Pain

Genre : Hurt

Main Cast :     Eunji A-Pink

                        Minho SHINee

                        Onew SHINee

                        Krystal f(x)

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

Love Is Pain

Eunji duduk manis dikelas, kepalanya dibiarkan menunduk diatas meja. Matanya terpejam dalam, rambutnya yang terurai semakin menutupi wajahnya.

“Annyeong” sapa Minho yang baru datang sambil menyentuh pelan kepala Eunji dan berlalu, meletakkan tasnya di atas meja. Eunji yang terkejut langsung bangun dan melihat kebelakang.

“Aku pikir kamu tidak masuk hari ini” kata Eunji menghampiri bangku Minho.

“Jika aku tidak masuk apa yang akan aku lakukan? Keluarlah dia sudah didepan menunggumu” kata Minho membuat Eunji bingung.

“Siapa?” tanya Eunji penasaran.

“Pujaan hatimu” kata Minho sambil tersenyum kecut.

“Onew oppa?” kata Eunji dengan senyumnya yang lebar dan berlari ke arah pintu kelas. Minho hanya melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya yang kini sudah beranjak dewasa.

“Oppa” kata Eunji sesampainya di depan pintu.

“Eunji-ah, oppa baru saja akan menelfonmu” kata Onew sambil menyambut kedua tangan Eunji yang datang padanya. Sorot mata bahagia tak dapat disembunyikan oleh Eunji.

“Eunji-ah, kau mau menemaniku sarapan?” pinta Onew dengan manis.

“Tentu, kajja” kata Eunji bersemangat.

***

“Lagi-lagi aku harus melihat hal ini, tangan seseorang yang aku cintai menggenggam tangan orang lain” batin Minho di balik jendela kelas. Seiring kepergian Eunji dan Onew dari depan kelas Minho keluar dari kelas, ia berjalan pelan di koridor lantai dua,ia bersandar dan menghirup udara dalam-dalam, mungkin dia sudah merasakan akan melihat hal yang mungkin akan membuatnya berhenti bernafas.

“Ahh, lagi-lagi dia tersenyum, sudah lama aku tak pernah melihat senyum itu, sejak dia berkencan dengan hyung, senyum itu hanya ditunjukkan pada hyung. Tapi tak apalah setidaknya aku yang pertama kali melihat senyum itu” batin Minho.

Minho masih melihat Eunji dan Onew dari kejauhan, rasa sakit di dalam dadanya tak bisa hilang begitu saja.

“Oppa, apa yang sedang kau perhatikan?” tanya Krystal yang tiba-tiba berdiri disamping Minho.

“Ahh, kau mengejutkanku, aku tidak sedang memperhatikan apapun” kata Minho yang mulai melangkah pergi.

“Oppa..” panggil Krystal sambil mengejar Minho yang berjalan cepat.

***

Tepat pukul lima sore bel pulang sekolah berbunyi. Semua siswa terlihat sibuk membereskan barang-barangnya tak terkecuali Eunji, Minho dan Krystal yang berada di kelas yang sama.

“Aku akan pulang dengan hyungmu lagi” kata Eunji sambil tersenyum lebar didepan Minho.

“Kau akan pulang dengannya lagi?” tanya Minho menyakinkan. Anggukan Eunji yang meyakinkan Minho membuat Minho harus merelakan Eunji pulang dengan hyungnya. Eunji berlalu keluar kelas.

“Oppa” kata Krystal pelan melihat Minho yang masih terdiam di bangkunya.

“Wae?” tanya Minho dingin pada Krystal.

“Oppaa!! Apa oppa pernah melihatku, sedikit saja, apa oppa pernah memperhatikanku?” kata Krystal dengan nada tinggi yang mengejutkan Minho. Seketika mata Minho langsung menatap ke arah Krystal.

“Oppa tak pernah tahu kan, oppa enggak pernah melihat perjuanganku, aku belajar dengan keras supaya aku bisa masuk kelas axelerasi, agar aku bisa satu kelas dengan oppa. Aku bertahan di kelas ini walaupun tak ada satu yeojapun yang mau berteman denganku karena mereka menganggapku adik kelasnya, aku masih bertahan di sini karena disini di kelas ini aku masih bisa melihat wajah oppa yang tak pernah melihatku” kata Krystal lirih mengakhiri ucapannya, air mata mulai menetes di wajahnya. Minho masih diam mematung melihat Krystal mengucapkan semua itu. Air mata yang jatuh ke wajah Krystal mendorong Minho untuk memeluknya. Air mata Krystal bukannya berhenti malah tangisannya semankin kencang.

“Uljima” kata Minho pelan sembari menepuk pelan kepala Krystal.

***

Di sisi lain Onew sudah menunggu Eunji di depan sekolah dengan mobil sport putihnya. Senyuman Onew terlihat begitu Eunji tampak dari kejauhan.

“Oppa catatanku tertinggal di meja, aku akan mengambilnya sebentar” kata Eunji. Onew mengangguk pelan sambil tersenyum. Eunji berlari kecil ke dalam kelas tapi langkahnya terhenti ketika melihat Krystal dalam pelukan Minho. Tiba-tiba tubuh Eunji lemas ia menyandarkan tubuhnya di dinding.

“Apa yang mereka lakukan?” batin Eunji. Ia segera keluar meninggalkan sekolahnya.

“Mana catatanmu?” tanya Onew.

“Di kelas sudah tidak ada mungkin Minho telah membawanya, nanti akan kutanyakan padanya” jawab Eunji.

“Arasso, cepat masuklah aku akan mengantarkanmu pulang sepertinya sebentar lagi akan turun hujan” kata Onew sambil membuka pintu mobilnya.

***

Minho terlihat serius dengan buku-bukunya, ia terfokus pada buku yang disoroti lampu belajarnya. Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar, Onew langsung melenggang masuk dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur Minho.

“Apa yang hyung lakukan?” komentar Minho melihat tingkah kakak laki-lakinya. Onew yang tetap diam membuat Minho kembali beralih ke bukunya.

“Apa kau menyukai Eunji?” tanya Onew tiba-tiba.

“Apa yang hyung katakan?” Minho balik bertanya.

“Apa kau menyukai sahabatmu itu?” ulanh Onew.

“Kalau aku tak menyukainya, aku tak akan menjadikannya sahabatku” jawab Minho sambil menatap hyungnya.

“Lalu jika kau menyukainya apakah kau mencintainya?” Onew kembali bertanya. Minho terdiam mendengar pertanyaan hyungnya, ia takut akan salah jika menjawab, jika ia mengatakan iya maka hyungnya pasti akan sakit hati dan ikut bingung, tapi jika ia menjawab tidak ia akan membohongi dirinya sendiri. Akhirnya ia tetap diam.

“Tadi aku bertemu dengan Krystal, ia bercerita padaku bahwa hari ini dia sangat senang karena bisa dipeluk olehmu, orang yang tak pernah melihatnya, dan aku sadar saat itulah yang membuat Eunji berubah sejak keluar dari sekolah” kata Onew masih dengan terbaring di tempat tidur Minho.

“Apa maksud hyung?” Minho tak paham.

“Eunji melihatnya” jawab Onew.

“Eunji melihatku memeluk Krystal?” tanya Minho, Onew hanya mengangguk pelan sambil bangun dari tidurnya.

“Pergilah, temui Eunji” pinta Onew. Minho terkejut mendengar perkataan hyungnya.

“Hyung, kau tak marah?” tanya Minho.

“Tentu saja tidak, sejak kapan hyungmu ini suka dengan gadis lembut seperti Eunji? Bahkan jika aku marah satu-satunya alasan adalah karena kau tak mengerti sifatku” kata Onew. Begitu mendengar jawaban hyungnya Minho bergegas meninggalkan buku-bukunya di sambarnya kunci mobilnya lalu ia segera berlari ke luar rumah.

***

Eunji terdiam didepan pintu rumahnya, ditaruhlah kepalanya di atas kedua kaki yang merapat, rambutnya dibiarkan terurai, pandangannya jatuh pada kedua sepatu putihnya.

“Ahh aku harus mengendalikan perasaanku, mungkin ini hanya rasa cemburu sebagai seorang sahabat karena aku tak pernah melihat Minho bersama gadis lain selain aku, lagi pula aku tak bisa meninggalkan oppa begitu saja” batin Eunji.

“Apa yang kamu lakukan disini? Angin malam bisa membuatmu sakit” kata Minho sambil menutup bahu Eunji dengan jaketnya.

“Minho, sedang apa kau disini?” tanya Eunji terkejut.

“Mian” kata Minho.

“Maaf untuk apa?” Eunji semakin penasaran.

“Mian, aku tak pernah mengungkapkan perasaanku padamu” kata Minho lirih sambil memegang erat tangan Eunji.

***

Krystal yang sering membututi Minho menyaksikan peristiwa yang membuat hatinya sakit. Ia hanya duduk terdiam di dalam mobilnya. Matanya tak bisa lepas dari Minho dan Eunji. Lalu ia tertunduk.

“Akankah aku melepaskannya, atau aku harus memisahkan mereka. Di dunia ini aku hanya hidup sekali, dan aku tidak akan mau menjadi antagonis, ahh apa salahnya jika aku melepaskan oppa, lagi pula jika oppa bersamaku dia tidak akan sebahagia saat oppa bersama eonni, tapi jika aku rela oppa bersama eonni setidaknya oppa akan bahagia walaupun aku sakit, tapi aku yakin rasa sakit ini tak akan lama, waktu akan menyembuhkan luka ini, dan waktu juga yang akan membawaku pada oppa yang benar-benar mencintaiku” batin Krystal. Suara ketukan di jendela mobilnya membuat kepalanya terangkat. Dilihatnya sosok namja yang membuat hatinya terluka berdiri di luar mobilnya.

“Oppa” kata Krystal lirih sambil keluar dari mobilnya.

“Mianhae” kata Minho sambil memegang kedua bahu Krystal.

“Maaf karena oppa sering membuatmu sakit hati, tapi bisakah oppa minta sesuatu padamu?” kata Minho.

“Jangan bilang oppa akan memintaku untuk membiarkan oppa bersama gadis itu” Krystal mencoba menebak.

“Aino” kata Minho sambil menggelengkan kepalanya.

“Oppa minta kamu maumenjadi adik perempuan oppa” pinta Minho, Krystal tak dapat berkata-kata.

“Baiklah karena kamu diam saja, oppa akan menganggap kamu sebagai adik perempuanku” kata Minho.

“Aku akan mempertimbangkannya” kata Krystal sambil melepaskan kedua tangan Minho dari bahunya. Minho hanya tersenyum. Krystal kembali masuk kedalam mobilnya, lampu mobilnya sudah menyala ketika ia menginjak pedal gas. Mobil itu baru maju dua meter dari tempat sebelumnya tapi tiba-tiba mobil itu berhenti.

“Oppa, jangan pulang larut malam. Ini permintaan seorang adik yang baik” kata Krystal.

“Arraso” jawab Minho singkat, mobil itu kembali bergerak dalam kecepatan tinggi. Eunji menghampiri Minho yang masih berdiri di pinggir jalan.

“Apa dia akan baik-baik saja? Aku merasa tidak enak padanya” kata Eunji.

“Dia pasti akan baik-baik saja” kata Minho sambil meletakkan lengannya di bahu Eunji.

“Saranghae” kata Minho sambil tersenyum.

“Minho, bagaimana dengan Onew oppa?” tanya Eunji bingung.

“Kau tak usah khawatir bahkan dia yang menyuruhku kesini, mulai saat ini panggil aku dengan sebutan oppa juga” pinta Minho.

“Nde?” Eunji terkejut, langsung memeluk erat namja di depannya. Malam itu mereka nampak bahagia.

“Nado saranghae” kata Eunji lirih di dalam pelukan Minho. Malam itu keduanya nampak bahagia.

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s