I’m back, honey! |FF Peserta Lomba

 

heechul

Author (FB & Twitter)            : @fikafka & Fika Aspia Ningrum

Title                             : I’m back, honey!

Genre                          : Fluffy Romance

Main Cast                   : Kim Heechul & Park Haera (OC)

Disclaimer                  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

 

 

 

 

 

 

 

 

Benarkah ia sudah kembali sejak semingguyang lalu? Apa benar  namja yang dilihat Minji eonni di stasiun kereta apa kemarin adalah dia? Sialan, namja menyebalkan dengan segala tingkah aneh yang menjijikkan itu… mengapa ia tak mengabariku sama sekali kalau ia sudah kembali kesini sejak seminggu yang lalu? Apa ia mulai lupa kalau aku masih berstatus sebagai kekasihnya sampai detik ini? Atau ia pura-pura lupa telah mengabaikan yeojanya dan pergi mengikuti wajib militer selama dua tahun lamanya bahkan lebih menurutku? Awas saja dia, sampai ia muncul di depan mataku, akan kujambak rambutnya, kutendang tulang keringnya, lalu kupukul punggungnya hingga membiru. Tidakkah dia berpikir kalau ada yang mati-matian menahan rasa rindu pada dirinya karena gengsi yang berlebih dan itu adalah aku? Park Haera… kekasihnya sejak empat tahun yang lalu. Aish jeongmal, kubunuh kau Kim Heechul! Batin Haera yang sedari tadi sibuk mengaduk-aduk salad yoghurt pesanannya hingga kini lebih pantas disebut muntahan hewan liar daripada sebuah salad yoghurt yang layak untuk dimakan manusia.

“Kau sudah melihat berita hari ini?” tanya Kim Minji yang tiba-tiba datang mengambil tempat duduk di sebelah Haera. “Omo… aish eonni-ya! Kau mengagetkanku!” , “Hehe, mianhae… aigo, lihatlah, salad ini sepertinya sudah tak layak untuk dimakan, Haera-ya.” Tutur Minji lalu menunjuk pada salad milik Haera disusul oleh cengiran khas milik Haera saat ia sedang salah tingkah.

“Apa yang terjadi padamu, huh? Apakah dia belum mengabarimu juga sampai detik ini?” tanya Minji yang hanya dibalas oleh gelengan pelan kepala Haera dengan ekspresi sedih. “Ya! Jangan sedih begitu, mungkin ia sibuk harus kesana kemari, apalagi kau tahu sendiri kan kalau dia itu seorang actor, pasti bukan hanya kau yang menanti kepulangannya dari wamil, ada fans, agensi, terutama keluarganya.” Ujar Minji bijak lalu mengelus pundak Haera.

“Ne, eonni… meski kesal aku juga memikirkan hal itu.” , “Nah, itu baru adik sepupuku yang manis, oh ya… mengapa kau tak mencoba menghubunginya terlebih dahulu?” , “Errr…” , “Aish, ne, ne… arraseo, kau gengsi, kan?” , “Hehe…” cengir Haera lagi disusul jitakan keras Minji di kepalanya, “Ya! Eonni-ya, appo…” , “Sudah empat tahun berpacaran kau masih saja tidak berubah, tetap menyebalkan dengan sejuta kegengsianmu itu. Pantas saja ia tak mau mengabarimu kalau ia sudah kembali, mungkin ia sengaja agar kau merindukannya setengah mati lalu kau yang akhirnya menyerah dan menghubunginya duluan.” Cecar Minji kemudian lalu memanggil waiter untuk memesan makanan yang tersedia di café tersebut.

***

Malam itu Haera membuka akun instagramnya, sudah hampir setengah tahun ia tak membuka akun tersebut karena ia hanya aktif saat merindukan kekasihnya saja, membuka akun IG milik namjanya dan melihat foto-foto yang pernah di-upload oleh namjanya sebelum kepergiannya melaksanakan wajib militer.

Dan malam ini, karena rindu yang terlalu membuncah dan gengsi untuk tidak menghubungi kekasihnya terlebih dahulu, akhirnya ia membuka akun IGnya untuk menge-stalk namjanya itu. Dan benar saja, namjanya yang terkenal narsis itu membanjiri beranda akunnya dengan foto-foto kenarsisannya, membuat Haera semakin kesal karena Nampak posenya sangat bahagia, tak menunjukkan tanda-tanda merindukan dirinya yang padahal merasakan rindu di setiap harinya pada namja narsisnya itu.

“Bukankah akun twitternya sudah ia tutup?” gumam Haera yang di saat bersamaan membuka akun twitternya dan menemukan seorang follower baru dan itu adalah namjanya. “Eh, tapi benarkah ini dirinya? Oh, omo…” gumaman Haera terhenti saat menemukan tweet namjanya yang berbunyi “Hanya satu yang kupikirkan saat keluar dari sini… heebum-ah, bagaimana kabarmu kawan kecilku yang manis?”.

“Cih, apa-apaan dia… lagi-lagi kucing hitam kurus itu, apakah ia benar-benar tak merindukan diriku? Aish jinjja, aku sudah benar-benar muak sekarang, awas saja dia…” gerutu Haera sambil menutup ipadnya kasar dan berjalan menuju ke balkon kamarnya untuk menjernihkan pikirannya sejenak dari kekesalannya pada namjanya itu.

Tiba-tiba saja, “Ya! Yeoja aneh! Sampai kapan kau akan berdiri di atas sana dan mengabaikan namja tampan yang ada di bawah sini?” pekik seseorang dari halaman depan rumah Haera. “Hee… Heenim-ah?” Haera masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang namja dengan setelan jas lengkap membaluti tubuhnya, dengan rambut yang sedikit teracak dan kancing kemeja yang terbuka di bagian atas sedang memicingkan matanya jelas untuk dirinya.

“YA! TURUNLAH SEBENTAR! PPALIWWA!” pekik suara itu lagi, Haera mengedipkan matanya beberapa kali kemudian mengendus sebal lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk memakai sweeter dan turun ke lantai bawah. “Untuk apa ia datang ke rumah malam-malam begini? Apa dia tidak berpikir kalau nanti ia diikuti oleh paparazzi kemudian digosipkan yang tidak-tidak mengunjungi rumah yeojanya di malam hari?” gerutu Haera sepanjang menuruni tangga rumahnya.

“HEY!” tiba-tiba saja Heechul sudah ada di hadapannya saat Haera baru membuka pintu dan membuat yeoja itu tersentak hingga nyaris limbung ke belakang kalau saja Heechul tak menangkap pinggangnya. “YA! NEO NAMJA…” , “Wae?” , “Bagaimana kalau aku terkena serangan jantung, huh?” , “Kupikir kau yeoja yang sehat di usiamu yang masih di bawah tiga puluhan.” Celetuk Heechul kemudian masuk ke rumahnya dan menutup pintu depan lalu berjalan menuju sofa tanpa menunggu ijin dari si empunya rumah.

“Untuk apa malam begini datang ke rumahku? Mencari makanan gratis?” tanya Haera dingin, berbeda dengan hatinya yang sedang melonjak kegirangan karena akhirnya namjanya duluan yang menghampirinya. “Kemana calon mertuaku?” , “MWO? -_- jawab dulu pertanyaanku Heenim-ah.” , “Aku ingin bertemu dengan mereka.” , “Begitukah? Lalu apa artinya aku di matamu?” , “Kau? Kau yaa manusia… apalagi?” Haera hanya bisa mengerucutkan bibirnya sambil meracau tidak jelas.

“Kau ini, mengapa sangat menyebalkan sih?” gerutu Haera lalu menuju ke dapur membuatkan Heechul minuman dingin, “Kapan terakhir kau pergi ke rumahku? Eomma sangat merindukanmu.” , “Jinjja? Kemarin aku berniat kesana, tapi aku dihubungi oleh dosen di kampusku, akhir-akhir ini aku sibuk mengurusi skripsiku.” Tutur Haera memasukkan beberapa balok es batu kecil ke gelas kemudian membawanya ke ruang tamu.

“Lalu, mengapa kau tak menghubungiku saat aku selesai dari wamilku?” tanya Heechul sebelum menegak segelas es moccachino buatan Haera, “Mana aku tahu kalau kau sudah selesai melaksanakan wamilmu? Harusnya kan kau yang mengabariku, pabbo!” , “Ya! Beraninya kau…” Heechul nyaris menjitak kepala Haera, “Apa kau… tak merindukanku?” tanya Haera pelan, nyaris tak terdengar mungkin.

“Mwo? Waeyo? Aish, suaramu terlalu kecil, aku tak bisa mendengarnya. Apa tenggorokanmu sedang bermasalah?” , Haera mendengus sebal lalu menggeleng kuat, membuat Heechul gemas dan mengacak rambut Haera, “Kau tak merindukanku, huh? Terakhir kita bertemu setengah tahun yang lalu, kau tahu?” tutur Heechul sedikit melunak, tidak dengan intonasi nada yang tinggi.

“Bagaimana dengan dirimu sendiri? Apakah kau merasakan perasaan itu? Rindu.” Tanya Haera balik, “Kau selalu begitu, membalikkan pertanyaanku padamu. Apa perlu aku menjawabnya?” , “Tentu saja! Setelah itu baru kujawab pertanyaanmu.” Tutur Haera kemudian, disusul tawa kecil Heechul. “Oh!” tiba-tiba saja Heechul menunjuk ke arah jendela yang kemudian disusul oleh tatapan Haera ke arah jendala…

CHU~

Dan kemudian wajah Haera memanas, ia kembali memalingkan tatapannya pada Heechul lalu menatap namjanya dengan tatapan “apa-yang-baru-saja-kau-lakukan” , “Apa aku masih perlu menjawabnya?” tanya Heechul sambil tersenyum manis pada Haera, “Ya! Heenim-ah! Kau benar-benar menyebalkan!” Haera kemudian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Hahaha, wae geurae? Kau benar-benar lucu Haera-ya. Neomu kyeopta… hahaha.” , “Ya! Diam kau!” Haera kemudian memukuli tubuh Heechul, namun bukannya merintih kesakitan ia malah terbahak lalu kemudian mendekap tubuh Haera dalam pelukannya. “Hee… Heenim-ah.” , “Hm?” Haera mendongak dan mendapati Heechul tengah memejamkan matanya, namun masih memeluk tubuh Haera, hangat… ia merindukan pelukan ini dan akhirnya membalas pelukan Heenim, hening beberapa saat. Haera menikmati pelukan yang ia rindukan sejak dua tahun yang lalu, begitu pula dengan Heechul.

“Aku hanya akan mengatakannya sekali, jadi dengarkan baik-baik…” tutur Heechul, masih dengan mata terpejam, “Mwoya?” , “Bogoshipo, saranghae…” tutur Heechul singkat lalu menyesap aroma wangi rambut Haera, pipi Haera semakin bersemu merah lalu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Heechul, mencoba menghirup aroma maskulin namjanya sebanyak yang ia bisa. “Nado…” .

 

^^FIN^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s