Heart Attack | FF Peserta Lomba

 

heartattack

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

Author (FB & Twitter): Shin Ri Sung

Title : Heart Attack

Genre : Love, Hurt, Sad, Family, Life.

Cast :

  • Park Hyo Jin (OC)
  • Xiu Luhan EXO M
  • Oh Sehun EXO K
  • Other

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

WARNING : Typo Bertebaran, LEAVE A COMMENT

 

~Happy Reading ~

 

Author POV

Seorang namja paruh baya tengah terpaku diruang kerja dirumahnya, kepalanya terasa ingin pecah melihat semua berkas didepannya, menyatakan perusahaannya mengalami kerugian cukup besar dan mungkin akan membuatnya bangkrut dalam waktu dekat. ahjussi itu mengaca-acak rambutnya putus asa, dia bingung harus berbuat apa untuk menyelamatkan perusahaannya.

 

Tok Tok

 

Terdengar suara mengetuk pintu, yang mengalihkan perhatian ahjussi itu.

 

“masuklah” perintah ahjussi itu. Nampak seorang yeoja memasuki ruangan dimana ia berada

 

“ada apa hyo jin ?” Tanya ahjussi itu, yang bukan lain adalah appa hyo jin

 

“mmm, appa. Bisakah aku tetap tinggal dikorea “ ucap hyo jin namun appanya hanya diam mendengarkan

 

“aku berjanji aku merubah sikapku, aku akan menjadi lebih dewasa. Dan takkan bersikap kekanak-kanakan lagi seperti waktu itu “ sambung hyo jin

 

#Flashback

 

Hyo Jin POV

Aku dan appaku memasuki restoran mewah didaerah gangnam, aku tidak tau mengapa appaku memintaku ikut bersamanya hari ini. Aku rasa ada sesuatu yang tak beres dan perasaanku mulai tidak enak. Aku dan Appaku memasuki ruangan PPIV restoran tersebut dan mendapati beberapa orang didalamnya, aku rasa dia teman kerja appaku.

 

“ annyeong “ sapa appku dan sedikit menyikutku untuk melakukan hal yang sama dengannya

 

“annyeong, park hyo jin imnida “ ucapku memperkenalkan diri seraya menunduk.

 

Seorang yeoja paruh baya bangun dari duduknya dan menghampiriku dan menuntunku untuk duduk disampingnya.

 

“luhan, perkenalkan didirimu padanya “ perintah ahjumma itu

 

“ne, eomma. Annyeong Xiu luhan imnida “ ucap namja yang bernama xiu luhan itu ramah dan aku hanya membalasnya dengan senyum

 

“kau bahkan lebih cantik dari eommamu “ ucap ahjumma itu seraya mengelus lembut rambutku. aku diam  memikirkan maksud dari semua ini.

 

“pertemuan secara tertutup,appaku tampak akrab dengan mereka,  memperkenalkanku dengan seorang namja dan eommanya bersikap sangat baik padaku, bukankah jika seperti ini artinya…. Aku akan dijohkan dengannya “ tebakku  dalam hati

 

“ani. Itu tidak boleh terjadi. Waeyo appa melakukan hal itu.  padahalkan dia tau kalau aku sudah mempunyai namjachingu, yaitu sehun dan appa juga tak pernah terlihat membenci sehun ditambah lagi appaku dan appa sehun juga sangat dekat dan mereka pendiri perusahaan SungHan Company bersama.apa sebenarnya arti semua ini “ batinku menerka-nerka

 

“hyo jin-ah, neo gwenchana ?” Tanya eomma luhan

 

“nae gwenchana, ahjumma “ balasku seraya tersenyum

 

“kau jangan panggil ahjumma, panggil saja eomma, ne ?” pinta eomma luhan. Mau tak mau aku mengangguk

 

Tak lama beberapa pelayan memasuki ruangan kami dan menghidangkan makanan yang sangat banyak. Eomma luhanpun menyuruhku makan dan akupun menurut begitu saja.

 

“hyo jin, luhan “ ucap appa luhan seraya memandangi kami bergantian, sontak membuatku mengalihkan pandanganku kearahnya. Namun appa luhan tidak langsung bicara membuat kerongkonganku terasa kering. Jadi kuputuskan untuk minum

 

“kami berencana ingin menikahkan kalian setelah hyo jin lulus diakademy Senior high School “ tutur appanya luhan yang membuatku kaget dan langsung menyeburkan air yang aku minum tepat diwajah luhan

 

Luhan dengan segera mengambil tisu untuk mengeringkan wajahnya. Aku aneh melihatnya, kenapa dia tidak kaget mendengarnya dan malah terlihat biasa-biasa saja.

 

“mian naeyo “ ucapku pada luhan

 

“gwenchana “ balasnya tersenyum

 

“hyo jin-ah, waeyo ?” Tanya eomma luhan padaku

 

“aku tidak mau menikah dengannya, lagi pula aku sudah mempunyai namjachingu dan appa tau sendirikan “ ungkapku marah lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka semua

 

Aku melangkahkan kakiku tak tau arah. aku benar-benar tidak mau menikah dengan luhan, walaupun aku merasa dia bukanlah namja yang jahat tapi aku sudah memiliki sehun dan sehun satu-satunya orang yang aku cintai.

 

Kudengar suara langkah kaki mendekat kearahku dengan ragu aku memalingkan tubuhku dan siap menonjok orang itu.

 

“siapa kau ?” ucapku seraya berbalik dan melayangkan tinjuku

 

“luhan “ gumamku ketika mendapati sosok luhan tengah memegangi tanganku yang ingin menonjoknya

 

“wah, aku harus hati-hati dekat denganmu “ ucapnya seraya terkekeh yang membuatku mendengus kesal

 

“waeyo kau mengikutiku ?” tanyaku dingin

 

“mmm, hanya khawatir membiarkan yeoja pergi seorang diri selarut ini “ balasnya lalu tersenyum lagi

 

Aku benar-benar tidak dapat bersikap jahat padanya saat melihatnya tersenyum begitu tulus padaku, aishh aku rasa aku akan gila sekarang juga.

 

“waeyo kau malah diam ?” tanyanya padaku

 

“gwenchana “ balasku lalu melangkah meninggalkanya

 

“kau mau kemana ?” tanyanya namun aku tak memperdulikannya dan terus berjalan

 

Aku berhenti tepat didepan sebuah toko permen kapas. Aku jadi mengingat sosok sehun, dia sering membelikan itu untukku. luhan mengikuti arah pandanganku.

 

“kau mau itu ?” Tanya luhan membuyarkan lamunanku

 

“ani. Waeyo kau terus mengikutiku ?” tanyaku kasar

 

“aku sudah bilang, aku mengkahawatirkanmu “ balasnya yang membuatku membeku mendengar penuturannya

 

“neo gwenchana ?” tanyanya sambil mengibas-kibaskan telapak tangannya didepan wajahku

 

“nae gwenchana “ jawabku lalu meninggalkan luhan lagi. Beberapa saat aku tidak mendengar suara langkah kakinya. Mungkin dia sudah pergi dan aku memutuskan untuk terus berjalan dan membuang jauh-jauh pikiranku tentang luhan. Tak lama berselang aku mendengar suara langkah kaki berlari kearahku

 

“jangan seperti ini, jangan membenciku. Aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku” ucap luhan seraya memberiku permen kapas

 

“benarkah ?” tanyaku memastikan dan luhanpun mengangguk.

 

“gomawo oppa kau sudah mau mengerti “ ucapku lembut seraya tersenyum tulus padanya dan luhanpun ikut tersenyum

 

“ini “ ucapnya dan memberikan permen kapas itu padaku dan sekarang aku menerimanya dengan senang hati

 

“ku antar kau pulang ya, anggap saja sebagai pertemuan terakhir kita “ ucapnya

 

“terakhir kita ?” ulangku seraya mengerutkan kening heran

 

“aku akan mengelola perusahaan appaku dijepang dan mungkin tak akan kembali kekorea dalam waktu dekat “ jelasnya dan aku hanya mengangguk mengerti

 

“baiklah “ balasku

 

Akupun pulang sambil memakan permen kapas pemberian luhan dan disampingku luhan terus saja memadangiku sambil tersenyum. Apa maksud dari senyumannya itupun aku tak mengerti.

 

Akupun berhenti tepat didepan pagar rumahku lalu berbalik kearah luhan yang masih saja memandangiku.

 

“kau mau mampir oppa ?” tanyaku

 

“ani. Sudah sangat malam “

 

“baiklah. hati-hati ya oppa dan gomawo untuk permen kapasnya “ ucapku seraya tersenyum lalu memasuki halaman rumah

 

Nampak luhan masih berdiri didepan pagar memadangi kepergianku dan dia beranjak pergi ketika aku sudah berada didepan pintu rumah dan melambaikan tangan padanya. Akupun memasuki rumah, kudapati appaku sedang menungguku dengan wajah marah. Appaku menoleh dan langsung datang menghampiriku.

 

“hyo jin-ah, apa-apaan tadi itu. apakah appa pernah mengajarimu seperti itu“ bentak appaku yang terlihat begitu marah

 

“waeyo appa malah menyalahkanku, appa sendiri yang seenaknya ingin menikahkanku dengan luhan“ balasku tak mau kalah

 

“baiklah itu memang salah appa karna tak meberitahumu terlebih dahulu. Tapi sikapmu tadi benar-benar membuat appa malu dan appa sudah memutuskan akan menyekolahkanmu diinggris “ ucap appaku tegas

 

“mwoya ? inggris. Shireo appa. Aku hanya mau disini “ balasku

 

“itu sudah keputusan appa “ ucap appaku lalu pergi meninggalku dan aku hanya dapat menatap nanar kearah appaku

 

#Flashback End

 

Author POV

Appa hyo jin tampak diam sejenak sambil memandangi putrinya yang sedang tertunduk. Matanya berubah menjadi sayu melihat putrinya itu

 

“baiklah, apa tidak akan memindahkanmu keinggris “ balas appa hyo jin yang sontak membuat hyo jin mendongakkan kepalanya dengan raut wajah gembira

 

“saranghaeyo, appa “ ucap hyo jin seraya memeluk appanya

 

“ne. sekarang kau keluar ya, appa banyak kerjaan “ pinta appa hyo jin

 

“ne “ ucap hyo jin semangat lalu berjalan keluar dari ruangan appanya

 

~HEART ATTACK~

 

Author POV

Hari ini hyo jin dan sehun ingin menghabiskan waktu bersama. Mereka memang sudah lama tak jalan bersama karna disibukkan dengan kegiatan ujian. Dan rute pertama yang mereka pilih adalah ketaman bermain dan itu adalah pertama kalinya untuk mereka jalan bersama sebagai sepasang kekasih bukannya sahabat.

 

“chagi, kau mau main apa ?” Tanya sehun

 

“terserah oppa saja “ balas hyo jin

 

“mmmm, itu ! Kau maukan chagi ?” tunjuk sehun kearah roller coaster dan hyo jinpun mengangguk

 

Dengan cepat sehun menggandeng tangan hyo jin dan membawanya kearah wahana roller coester. Mereka berduapun menaiki wahana roller coaster, jujur saja hyo jin tak pernah naik wahana seperti itu, jadi dia hanya terus membenamkan wajahnya ditubuh sehun. Sehun hanya tersenyum senang melihat tingkah yeojachingunya itu. Tak lama roller coaster itupun berhenti. Dengan langkah sempoyongan hyo jin turun dari wahana itu, untung saja sehun menuntunnya untuk berjalan. Kalau tidak, mungkin hyo jin sudah terjatuh.

 

“aku tidak mau naik itu lagi “ ucap hyo jin seraya memonyongkan bibirnya, sehun hanya terkekeh melihat tingkah hyo jin

 

“baiklah, kau begitu kita naik itu saja ya ?” tunjuk sehun kewahana komedi putar dan hyo jin kembali mengangguk mengiayakan

 

>SKIP<

 

“wahh indah sekali “ ucap hyo jin terpukau ketika  tepat berada diputaran tertinggi dan dapat melihat semuanya dari atas sana.

 

“benarkah, kalau kau suka. Aku akan mengajakmu sering-sering kemari chagi “ ucap sehun seraya tersenyum tulus membuat rona merah dipipi hyo jin muncul. Sehun bangun dari duduknya yang semula didepan hyo jin berpindah duduk disamping hyo jin.

 

“chagi ?” panggil sehun lembut

 

“ne oppa” balas hyo jin namun sehun tak bicara dan malah mendekatkan dirinya kearah hyo jin, hyo jin mengerti maksud sehun dan repleks memejamkan matanya ketika wajah sehun semakin dekat dengan wajahnya

 

~CHU

 

>SKIP<

 

Setelah puas bermain, mereka memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri jalan myeongdong yang hampir setiap hari ramai. Mereka berhenti sejenak untuk membeli bubble tea dan kembali melanjutkan langkah mereka hingga sampai dimenara namsan tower.tanpa ba bi bu lagi mereka langsung masuk kesana untuk menikamati indahnya pemandangan dimenara namsan tower pada malam hari.

 

“aku rasa tempat ini jauh lebih indah sekarang “ ucap sehun saat mereka telah berada diatas

 

“waeyo ? aku rasa tempat ini sama seperti terakhir kali kita kemari”

 

“mmm, karna sekarang aku pergi kemari bersamamu sebagai sepasang kekasih “ balas sehun seraya tersenyum

 

“oppa bisa saja “ uca hyo jin malu seraya menyikut pelan sehun

 

“apa kau masih ingat ? waktu kita kecil kita berjanji untuk mengabadikan nama kita disini “ tutur sehun

 

“ne. aku ingat “

 

“bagaimana kalau kita lakukan sekarang ?” Tanya sehun dan hyo jin mengangguk mengiayakan

 

Merekapun berjalan kearah stan yang menyediakan gembok untuk sepasang kekasih yang ingin mengabadikan nama mereka dinamsan tower.

 

Sehun dan  hyo jin sudah memegang gembok masing-masing dan menuliskan nama mereka dengan senyum yang terus mengembang diwajah keduanya.

 

“sudah ?” Tanya sehun dan hyojinpun mengangguk dan memberikan gemboknya kepada sehun untuk mereka gembok menjadi satu.

 

Sehun dan hyo jin berjalan mendekat ketepi namsan tower tempat menggantungkan gembok. Sehun menggembokkan gembok mereka menjadi satu, lalu sehun meleparkan jauh-jauh kuncinya.

 

>SKIP<

 

Setelah seharian bersama mereka memutuskan untuk pulang, karna jam memang sudah menunjukkan jam 9 malam. Mobil sehunpun berhenti didepan sebuah rumah  mewah yang bukan lain adalah  rumah hyo jin. Sehun dengan cepat keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk hyo jin

 

“gomawo oppa “ ucap hyo jin yang hanya dibalas senyuman oleh sehun

 

“oppa mau mampir dulu ?”

 

“ani. Aku langsung pulang saja “ balas sehun lalu mendekat kearah hyo jin dan mencium keningnya

 

“good night, nice have a dream “ ucap sehun

 

“na-do oppa, hati-hati “ balas hyo jin. Sehunpun masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya untuk pulang.

 

>SKIP<

 

Diperjalanan pulang sehun selalu saja tersenyum dengan sesekali bersenandung kecil. Karna tak focus menyetir, sehun tak menyadari kalau  seekor kucing berlari tepat didepan mobilnya yang melintas. Sehun yang kaget langsung membanting setir yang mengakibatkan ia menabrak pembatas jalan.

 

Sehun sempat meringis kesakitan karna kaki terjepit didalam mobil dan lama-kelamaan sehun merasa penglihatannya mengabur dan ia kehilangan kesadarannya. Orang-orang sekitar mulai berlarian untuk membantunya. Tak lama sebuah ambulance datang dan membawa sehun kerumah sakit.

 

Betapa kagetnya hyo jin mendengar sehun mengalami kecelakaan, dia dan appanya dengan segera menuju rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit hyo jin melihat eomma dan appa sehun sedang duduk menunggu didepan ruang UGD

 

Hyo jin pucat, dia benar-benar khawatir dan eomma sehun hanya dapat memeluk hyo jin menenangkan hyo jin dan sekaligus menenangkan dirinya sendiri. Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan dimana sehun dirawat. Dengan cepat orang tua sehun, hyojin dan appanya hyo jin mendekat arah dokter itu

 

“bagaimana keadaan sehun dok ?” Tanya eomma sehun

 

“dia baik, mungkin besok sudah sadar, tapi… ?” ucap dokter tampak ragu untuk melanjutkan perkataannya

 

“tapi apa dok ?” Tanya hyo jin

 

“kemungkinan kakinya lumpuh “ ungkap dokter

 

“lumpuh ?” ulang eomma sehun dan hyo jin bersamaan

 

“ne. mungkin masih bisa disembuhkan, jika dia menjalani terapi. Walaupun kemungkinan sembuhnya juga hanya 20 % tapi itu patut dicoba “ jelas dokter

 

Hyo jin membeku dengan air mata mengalir deras, baru dia merasakan kesenangan yang amat sangat menghabiskan waktu bersama orang ia cintai. Tapi kenapa harus tertimpa hal seperti ini

 

~HEART ATTACK~

 

 

Sehun mengerjab-ngerjab matanya pelan dan memegangi kepalanya yang terasa berat.

 

“chagi “ gumamnya saat mendapati hyo jin tertidur dipinggiran tempat tidurnya. Mendengar suara sehun, hyo jin mulai mengerjab-ngerjab matanya dan bangun

 

“sehun kau sudah sadar “ ucap hyo jin seraya tersenyum bahagia

 

“wae aku disini ?” tanya sehun

 

“tapi malam kau mengalami kecelakaan oppa “ jelas hyo jin

 

Sehun mencoba mengingat kejadian tadi malam saat ia mengalami kecelakaan, sehun merasa ada sesuatu yang aneh menimpanya. Ia tak bisa menggerakan kakinya, Nampak wajahnya mulai cemas

 

“waeyo aku tidak bisa menggerakkan kakiku chagi ?” Tanya sehun cemas, hyo jin menangis ia tidak bisa menahan air matanya

 

“chagi, jawab aku “ teriak sehun seraya mengguncang tubuh hyo jin

 

“kata dokter kau lumpuh “ ungkap hyo jin

 

“lumpuh ?” ulang sehun

 

“ne. tapi kau tenang saja, kau masih bisa sembuh jika menjalani terapi dan aku akan selalu menemanimu ne “ tutur hyo jin mencoba menenangkan sehun

 

Sehun kembali merebahkan tubuhnya ketempat tidur dengan lemah, air matanya terus saja mengalir.

 

“gwenchana oppa, semua akan baik-baik saja “ ucap hyo jin. dalam hatinya, dia sendiri tidak yakin dengan itu semua

 

~HEART ATTACK~

 

 

Seorang namja paruh baya dan seorang yeoja yang terlihat sesusia dengannya sedang berada disebuah restoran. Mereka sepertinya akan membicarakan sesuatu yang cukup penting

 

“aku tau keadaan perusahaanmu sedang buruk sekarang “ ucap ahjumma itu membuka pembicaraan

 

“dan aku bisa membantumu ?” sambungnya

 

“benarkah ? aku sungguh berterima kasih jika kau mau membantu “ balas ahjussi itu dengan wajah sumbringah

 

“ne. tapi dengan syarat. kita lanjutkan rencana kita untuk menikahkan hyo jin dan luhan “ ucap ahjumma itu yang ternyata adalah eomma luhan

 

“kenapa kau sangat ingin menikahkan mereka ? kau taukan anakku hyo jin tak menginginkannya “

 

“karna aku dan alm istrimu sudah berjanji aku menikahkan mereka kelak dan aku ingin menepati janji itu. jadi kau maukan ? “ Tanya eomma luhan

 

Appa hyo jin tampak berpikir, haruskah ia mengorbankan putrinya demi perusahaannya. Namun jika dia menolak maka sama saja dia membuat 2 juta orang lebih menjadi pengangguran disaat bersamaan

 

“baiklah “ balas appa hyo jin yang membuat eomma luhan tersenyum puas

 

~HEART ATTACK~

 

Hyo jin melangkah kakinya kedalam rumah dengan gontai setelah mengantar sehun pulang dari rumah sakit. Hyo jin tampak pucat dengan mata yang sembab

 

“bagaimana jika sehun tak pernah bisa berjalan lagi “ batin hyo jin lirih dan bahkan tak kuasa menahan tangisnya.

 

“hyo jin ?” panggil appa hyo jin yang membuat hyo jin berbalik kesumber suara

 

“kemarilah, appa ingin bicara denganmu “ perintah appa hyo jin, hyo jinpun langsung melangkah mendekat kearah appanya dan duduk didepan appanya

 

“appa ingin bicara apa ?” Tanya hyo jin lemah

 

“minggu depan kau akan menikah dengan luhan “ ucap appa hyo jin

 

“mwoya ? shireo appa “ protes hyo jin lalu berdiri ingin pergi

 

“hyo jin kau harus melakukannya, jika tidak appa bangkrut dan satu-satunya yang bisa membantu adalah keluarga luhan “ ungkap appa hyo jin

 

“tapi aku tidak mencintainya appa, aku mencintai sehun. Aku tidak keberatan jika aku hidup miskin tapi bersama sehun “ tutur hyo jin

 

“kalau appa bangkrut begitu juga dengan appa sehun. jika appa sehun bangkrut, sehun tidak akan bisa diterapi. Apa kau mau sehun lumpuh total ?” ungkap appa hyo jin

 

Hyo jin membeku, ini benar-benar berat untuknya. Menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Tapi jika tidak, sehun akan lumpuh total dan hyo jin tak ingin itu terjadi.

 

“hyo jin “ panggil appanya

 

“baiklah appa “ ucap hyo jin dengan air mata yang terus saja mengalir

 

“uljima, hyo jin. Ini adalah pilihan yang paling tepat yang kau lakukan “ ucap appa hyo jin seraya mengusap air mata putrinya lalu meninggalkan putrinya yang masih menunduk dengan tangis yang tak henti.

 

 

~HEART ATTACK~

 

Sudah 5 hari sehun harus duduk diatas kursi roda, wajahnya yang dulu selalu tersenyum apalagi jika bersama hyo jin seakan hilang digantikan raut wajah cemas membayangkan jika ia tidak bisa berdiri lagi dan berjalan dengan kakinya. Hyo jin hanya bisa menyemangati sehun walaupun itu semua tak merubah apapun.

 

Hari ini Hyo jin dan sehun berjalan-jalan ditaman dan berhenti ditepi danau. Hyo jin tampak membeku dengan mata yang berkaca-kaca.

 

“oppa ?” panggil hyo jin lembut namun sehun tak meresponnya

 

“jangan cemas oppa ? pasti kau bisa berjalan lagi. Aku jamin itu “ ucap hyo jin seraya berjongkok didepan kursi roda sehun

 

“berjanji padaku. Kalau kau akan terus disampingku chagi “ ucap sehun yang membuat hyo jin membeku, bagaimana ia bisa berjanji kepada sehun sedangkan nanti ia berencana untuk memutuskan sehun dan akan menikah dengan luhan besok untuk kebaikan semua orang.

 

“chagi ?” panggil sehun karna tak ada jawaban dari hyo jin

 

“kita pulang ya oppa, udara disini mulai terasa dingin. Tidak baik untukmu “ ajak hyo rin mengalihkan dan sehun hanya mengangguk mengiayakan

 

>SKIP<

 

Hyo jin dan sehunpun sampai dikediaman keluarga oh. Hyo jin menatap intens sehun, ia benar-benar tak kuasa meninggalkan sehun dengan keadaan begini dan malah menikah dengan orang lain. Hyo jin benar-benar merasa buruk. Tapi jika dia tak melakukannnya sehun akan terus duduk dikursi roda ini selama sisa hidupnya dan pasti itu takkan mudah dijalani sehun.

 

“oppa “ panggil hyo jin

 

“ne “balas sehun

 

“aku….” Ucap hyo jin terpotong membuat sehun mengerutkan kening penasaran

 

“aku ingin putus darimu oppa “ sambung hyo jin

 

“waeyo kau ingin putus denganku, apa karna sekarang aku lumpuh ?” Tanya sehun dengan mata mulai merah

 

“ne. Oppa. Aku lelah jika setiap hari harus mendorong kursi roda bodohmu ini dan aku tidak yakin kalau kau bisa kembali berjalan. Aku tidak mau terus- terusan mendorong kursi roda ini sampai sisa hidupku. Kau pikir siapa yeoja yang tahan memiliki namjachingu yang lumpuh “tutur hyo jin kasar yang membuat hati sehun terasa tersayat mendengarnya. Namun hyo jin lebih sakit lagi harus melakukannya kepada orang yang sangat ia cintai. Lalu memutuskan untuk pergi karna tak bisa menahan air matanya lagi

 

“mian naeyo oppa, ini semua kulakukan untukmu “ gumam hyo jin setelah jaraknya mulai jauh dengan sehun.

 

“ternyata hanya sampai sini rasa cintamu padaku “ gumam sehun dengan air mata mengalir

 

“aaaaggggkkhh. Ini semua karnamu bodoh, andai saja kau tidak lumpuh dia takkkan meninggalkanku “ rutuk sehun seraya memukul-mukul kuat kakinya.

 

Mendengarkan suara gaduh dari luar eomma sehun langsung berlari keluar dan mendapati sehun tengah memukul-mukul keras kakinya.

 

“sehun-ah, apa yang kau lakukan ?” ucap eommanya seraya memeluk sehun erat

 

“eomma waeyo aku harus lumpuh. Apa salahku ?” ucap sehun serak karna ia tengah menangis sekarang

 

~HEART ATTACK~

 

 

Seorang yeoja terus aja menangis melihat dirinya dicermin dengan gaun pengantin putih yang seharusnya seorang pengantin sepertinya tersenyum bahagia saat hari pernikahanya namun dia berbeda, dia Nampak buruk dan menderita.

 

“hyo jin-ssi, jangan menangis terus. Lihat make up mu luntur semua “ ucap penata rias hyo jin seraya mengoleskan make up lagi kewajah hyo jin, entah sudah berapa kali ia lakukan

 

Seorang namja paruh baya memasuki ruangan dimana hyo jin berada dan menatap sayu putrinya itu. Appa mana yang tak sedih melihat putrinya malah bersedih dihari pernikahannya dan hal tersebut tak pernah terlintas sedikitpun dibenakknya, tapi apalah dayanya, ini semua untuk kebaikan semua orang.

 

“sekarang saatnya “ ucap appa hyo jin seraya meraih tangan putrinya dan membawanya keluar

 

Hyo jin berjalan dengan menggandeng appanya menuju namja yang berdiri menungunya dialtar yang terus menatap kearahnya. Appa hyo jin menyerahkan tangan putrinya kenamja itu yang tidak lain adalah luhan. Hyo jin terus saja menangis dibalik tudung pengantinnya. impiannya sirna sudah, kalau yang menyambutnya dialtar adalah sosok oh sehun, orang yang sudah dicintainya selama 5 tahun.

 

Hyo jin dan luhan berdiri tepat didepan pastur, luhan terlihat beberapa kali mengalihkan pandangannya kearah hyo jin, memastikan yeoja itu tak apa-apa.

 

“kalian siap ?” Tanya pastur itu ingin segera memulai acara sacral itu dan luhanpun mengangguk

 

Xiu luhan. Apakah kau bersedia dihadapan tuhan dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai dikala sehat maupun sakit, suka maupun duka ? dan berjanji akan selalu menjaga dan menjadi suami yang baik & beriman menjadi tempat bersandar untuk dia. Untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan.“ Tanya pastur kepada luhan

 

Aku bersedia “ balas luhan tegas

 

“ park Hyojin, Apakah anda bersedia dihadapan tuhan dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai dikala sehat maupun sakit, suka maupun duka ?dan berjanji akan selalu menjaga dan menjadi istri yang baik & beriman menjadi tempat bersandar untuk dia. Untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan “ Tanya pastur itu lagi namun pertanyaan itu ditujukan pada hyo jin

 

Hyo jin diam,entah mengapa 2 kata itu rasanya sangat berat untuk ia ucapkan. semua tamu disana merasa heran. luhan memandanginya, menunggu hyo jin mengucapkan hal yang sama seperti ia katakan. Namun hyo jin tak kunjung mengucapkannya . pasturpun kembali mengulang apa ia katakan.

 

park Hyojin, Apakah anda bersedia dihadapan tuhan dan disaksikan oleh seluruh tamu undangan ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai dikala sehat maupun sakit, suka maupun duka ? dan berjanji akan selalu menjaga dan menjadi istri yang baik & beriman menjadi tempat bersandar untuk dia. Untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan “ ulang pastur

 

Aku bersedia “ balas hyo jin serak karna ia sedang menangis didalam tudung itu

 

“Kalau begitu kau boleh mencium mempelai wanitamu sekarang” ucap pastur itu kepada luhan

 

Luhan perlahan-lahan membuka tudung pengantin hyo jin dan mendapati wajah hyo jin basah penuh air mata. Luhan benar-benar merasa bersalah. Gara-gara keinginan eommanya yang tidak bisa ditentang, ia membuat seorang yeoja menderita

 

Luhan mendekatkan wajahnya seakan ingin mencium hyo jin, namun ia tak kuasa untuk melakuaknnya. Tapi jika dia tak melakukannya, orang-orang akan curiga. Jadi luhan hanya mendekatkan wajahnya dan menutupinya dengan tudung yang tengah digunakan hyo jin sekarang.

 

“mian naeyo, hyo jin “ bisik luhan tepat didepan wajah hyo jin

 

Semua orang bersorak ramai, mengira luhan sedang mencium hyo jin. Eomma dan appa luhan tampak bahagia, sedangkan appa sera hanya tersenyum yang dipaksakan. Dia tahu bahwa putrinya sekarang benar-benar merasa menderita.

 

~HEART ATTACK~

 

Sehun mengerjap-ngerjab matanya saat cahaya matahari menyentuh kulit wajahnya. Ia ingin bangun dari tempat tidurnya, namun kursi rodanya berada jauh dari tempat tidurnya. Sehunpun memutuskan untuk menonton tv untuk menghabiskan waktunya dan mendapatkan tanyangan yang sontak membuat matanya memebelalak. Ia melihat acara tv tersebut sedang menyiarkan pernikahan hyo jin dan luhan yang memang notabenenya adalah dua peusahaan besar seasia, jadi sangat pantas untuk dibagikan kepada halayak banyak.

 

“ternyata karna ini kau meninggalkan aku “ gumam sehun geram, hatinya hancur

 

”Aku benar-benar menyesal pernah mencinta yeoja sepertimu dan menganggapmu sebagai yeoja yang paling berharga untukku “

 

“aku benci padamu hyo jin “teriak sehun seraya melempar remot tv itu tepat kelayar tv LCD kamarnya yang menyebabkan layar tersebut retak

 

Eomma sehun kembali medengar suara gaduh yang ditimbulkan oleh sehun dan cepat berlari menuju kamar sehun.

 

“sehun-ah kau kenapa ?” Tanya eommanya khawatir

 

“apakah semua orang seperti itu eomma, mereka dengan mudahnya meninggalkan seseorang dan menikah dengan orang lain yang lebih baik “ Tanya sehun lirih, eommanya tau kalau yang dimaksud sehun adalah hyo jin. Eomma sehun tak ingin sehun membenci hyo jin. Namun eommanya juga tak bisa mengatakan kalau hyo jin melakukan itu semua untuk sehun yang mungkin akan membuat sehun lebih terluka lagi.

 

~HEART ATTACK~

 

Hyojin POV

Aku terbangun dari tidurku dan mendapati diriku tengah berbaring ditangan seorang namja yang kutau bukanlah sehun. Semalam aku terus saja menangis dan luhan mencoba menengakanku sehingga aku tertidur dipelukannya. Kualihkan pandanganku keatas sebuah meja yang dekat dengan tempat tidurku karna Kurasakan ponselku bergetar dan membuatku bangun untuk mengambilnya. Luhan yang tadinya tertidur ikut terbangun merasakan aku bergerak.

 

“eomma sehun ?” gumamku saat melihat nama yang tertera diponselku

 

“yeoboseo eomma “ ucapku setelah mengangkat telpon

 

“hyo jin, sehunn…” ucap eomma sehun dengan tangis

 

“waeyo sehun eomma ?” Tanyaku khawatir

 

“kau datanglah kerumah sakit seoul sekarang “ perintah eomma sehun

 

“ne , eomma “ balasku lalu beranjak mengambil mantelku dan ingin keluar dari kamar

 

“kau mau kemana ?” Tanya luhan kepadaku

 

“kerumah sakit “ balasku tanpa memandangnya dan melanjutkan langkahku keluar kamar

 

“biar aku antar “ ucap luhan dan akupun mengangguk

 

Author POV

Dengan cepat luhan memacu mobilnya menuju rumah sakit seoul, ia tahu bahwa sesuatu tengah meninpa sehun dan ia tak ingin hyo jin terlambat untuk berada disamping sehun. Tak lama kemudian mobil mewah luhan berhenti diparkiran rumah sakit. Tanpa menunggu luhan, hyo jin langsung berlari memasuki rumah sakit. langkah hyo jin yang awalnya cepat lambat laun melemah ketika melihat eomma sehun menangis histeris dipelukan suaminya.

 

“eomma “ panggil hyo jin yang sontak membuat eomma sehun berbalik kearah hyo jin dan memeluknya

 

“ada apa eomma ?” Tanya hyo jin bergetar

 

“sehun…. sehun meninggal “ balas eomma sehun lalu kembali menangis

 

Hyo jin membelalakan matanya karna kaget, dia seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya, hatinya terasa tersayat dan  hancur. Ia merasa kepalanya berat dan pandangannya mengabur, saat itu juga hyo jin tumbang. Luhan dengan cepat langsung menyambut tubuh hyo jin.

 

~HEART ATTACK~

 

Beberapa orang tampak datang bergantian dengan menggunakan pakaian serba hitam, sebagai penghormatan terakhir untuk oh sehun. Banyak yang tak menyangka namja yang dikenal sebagai orang yang baik, pintar dan popular itu akan sangat cepat meninggalkan dunia ini.

 

Hyo jin terus saja menangis sambil memegangi figura foto sehun, wajahnya pucat. sudah tak terhitung lagi, berapa kali ia kehilangan kesadarannya. Luhan hanya bisa memegangi tubuh hyo jin yang lemah dan ikut meneteskan air mata, sakit rasanya melihat hyo jin begitu terpukul dan semua itu karnanya.

 

Jasad sehunpun dikuburkan dalam keadaan hujan deras, hyo jin tampak tak rela meninggalkan makam itu. luhan Nampak setia memayungi tubuh hyo jin agar tak kehujanan, walaupun tubuhnya sendiri sekarang basah kuyub terkena air hujan.

 

“waeyo kau lakukan ini padaku ?” ucap hyo jin seraya mengelus figura foto sehun

 

“waeyo kau tak bisa menghargai pengorbananku dengan cara hidup dengan baik. Semua kulakuan untukmu sehun, waeyo kau malah menyiksaku seperti ini. Apakah ini balasanmu untukku karna meninggalkanmu. Mian naeyo sehun “ tutur hyo jin seraya menangis histeris diatas makam sehun

 

Luhan hanya dapat menatap iba, sesekali ia menarik lembut  tubuh hyo jin untuk memintanya pulang, namun hyo jin terus saja menepisnya kasar.

 

#Flashback

Sehun POV

Aku benar-benar muak sekarang, mataku tak bisa aku pejamkan sampai matahari kembali menyapa. aku benar-benar tak habis pikir. Waeyo hyo jin bisa meninggalkanku semudah itu, apakah semua yang telah kami alami bersama tak ada artinya untuknya.Sebenarnya inilah yang selalu aku cemaskan setiap hari. Aku takut jika suatu saat kau meninggalkanku karna aku lumpuh dan itu benar-benar terjadi. Aku akan membuatnya menyesal telah meninggalkanku

 

Aku mendorong kursi roda bodoh ini menuju kamar kedua orang tuaku, aku ingin mereka menambah jadwalku untuk terapi. Agar aku bisa sembuh secepatnya dan membalas semua yang telah hyo jin lakukan padaku.

 

Aku mengurungkan niatku untuk masuk kekamar mereka dan mencoba mendengarkan percakapan mereka yang terdengar serius

 

“ sampai kapan kita harus menyembunyikannya ? Aku tidak ingin dia membenci hyo jin atas apa yang hyo jin lakukan untuknya“ ucap eommaku sambil menangis

 

“aku juga tidak ingin seperti ini, tapi ini permintaan hyo jin “ balas appaku

 

“ hyo jin benar-benar yeoja yang baik, andai saja semua ini tak terjadi. Mungkin dia akan menjadi menantu keluarga oh “

 

“aku benar-benar merasa gagal sekarang,  hyo jin mengorbankan dirinya untuk kita, untuk sehun “ ucap appaku seraya menundkkan kepalanya

 

“setidaknya kita harus mengucapkan terima kasih padanya, karna dia menikah dengan luhan. Membuat perusahaan tetap bisa berjalan dan kita bisa mengobati kaki sehun “

 

“ne “balas appaku lemah

 

Aku diam membeku, mencoba mencerna semua pembicaraan kedua orang tuaku. Mereka bilang hyo jin menikah dengan luhan karna ingin menyelamatkan perusahaan dan untukku. Air mataku mengalir begitu saja, aku merasa seperti pecundang, yeojachinguku sendiri mengorbankan dirinya untukku tapi aku malah membencinya. Manusia macam apa aku ini. Aku rasa aku tidak pantas untuk hidup.

 

Akupun mulai menjalankan kursi rodaku menuju tangga, mungkin inilah yang terbaik. Aku tidak ingin menjadi beban siapapun lagi, dan aku merasa sudah tak pantas lagi untuk hidup. Lalu kujatuhkan diriku ketangga dan kurasakan tubuhku menggelinding ditangga, membuatku merasakan sakit yang amat sangat.

 

“saranghaeyo hyo jin, dan maafkan aku “ ucapku sebelum menghembuskan nafasku yang terakhir.

 

#Flashback End

 

~HEART ATTACK~

 

 

Sudah beberapa hari berlalu setelah sehun meninggal. Hyo jin benar-benar tampak kacau. Bahkan dia tak pernah bicara dan bergerak lagi, ia tampak seperti mayat hidup.  membuat suaminya xiu luhan benar-benar cemas bahkan sekarang sebuah selang infuse bertengger ditangannya karna dia tak pernah memakan apapun selama berhari-hari.

 

Seorang pembantu tampak pamit keluar dari kamar luhan setelah membersihkan tubuh hyo jin yang terus saja terbaring lemah diatas tempat tidur dan menatap kosong kearah langit-langit kamar.

 

“apa yang bisa aku lakukan untukmu, agar aku bisa kembali melihat wajahmu yang ceria seperti pertama kali kita bertemu, chagi “ gumam luhan seraya membelai lembut rambut hyo jin

 

“bagaimana jika aku membawamu jalan-jalan, hari ini aku mengambil cuti “ ucap luhan seraya tersenyum. Namun itu malah membuatnya terlihat bodoh, karna berapa kalipun luhan bicara, hyo jin tak pernah merespon sedikitpun maka saat itu juga luhan akan meneteskan air mata seraya terus mencoba tersenyum didepan hyo jin

 

“apa kau suka ?” Tanya luhan saat mereka ditaman seraya terus mendorong kursi roda dimana sosok hyo jin duduk seperti mayat hidup

 

Luhan berjongkok tepat didepan kursi roda hyo jin dan melepaskan jaket yang ia kenakan untuk menutupi tubuh hyo jin saat ia rasa udara ditaman itu cukup dingin

 

“chagi. aku berjanji, aku akan selalu disampingmu dan menjagamu. Walaupun aku tau aku takkan pernah menggantikan sehun, tapi setidaknya aku bisa membuatmu bahagia bersamaku “ ucap luhan seraya membelai lembut pipi hyo jin yang terasa begitu dingin

 

“sebaiknya kita pulang ya, sepertinya kau sudah sangat kedinginan “ ucap luhan seraya terkekeh dipaksakan lalu bangun dan kembali mendorong kursi roda hyo jin dan membawanya pulang

 

Beberapa mata yang melihat mereka. Menatap iba kepada luhan, mereka benar-benar kasian melihat luhan yang terus mencoba tegar didepan hyo jin dan selalu menghiburnya. namun sosok hyo jin bahkan tak merespon sekitpun dan terus saja menatap kosong kearah depan. Padahal menurut mereka, luhan dan hyo jin tampak serasi.

 

~HEART ATTACK~

 

“chagi aku berangkat kerja dulu. Jaga dirimu “ ucap luhan lembut seraya mengecup kening hyo jin lembut yang terbaring diatas tempat tidur

 

“kau jaga dia ya dan coba buat dia mau memakan sesuatu. Tapi jika dia tak mau jangan kau paksakan , takutnya dia malah kesakitan “ pesan luhan kepada pembantunya

 

“ne.luhan-ssi “ balas pembantunya

 

“apa yang bisa aku lakukan untukmu “ gumam luhan lirih seraya berjalan kearah mobilnya

 

>SKIP<

 

Luhan kembali meginjakkaa kakinya kerumah setelah hampir seharian bekerja, dia langsung berjalan menuju kamar untuk melihat keadaan hyo jin.

 

“mian, luhan-ssi. Hyo jin-ssi tak mau membuka mulutnya walaupun sudah kucoba beberapa kali “ ucap pembantu itu tertunduk

 

“gwenchana, kau boleh pulang sekarang “ balas luhan dan pembantu itupun beranjak pergi

 

“chagi, waeyo kau tak mau makan ? apa kau ingin aku yang memasakannya untukmu “ ucap luhan setelah ia berada ditepi tempat tidur hyo jin

 

Seperti biasanya hyo jin tak merespon apapun yang dikatakan luhan padanya. Luhanpun tak putus asa dan langsung menggendong hyo jin menuju meja makan. Luhan mengambil celemek dan mulai memasakkan sesuatu untuk istrinya itu. rasa lelah luhan seharian bekerja ia abaikan. Dia benar-benar ingin melihat hyo jin kembali ceria seperti dulu. Seperti  pertama kali ia bertemu dengan hyo jin dan melihatnya menikmati permen kapas seperti seorang anak kecil. Itulah wajah hyo jin yang ingin dilihat luhan. wajah yang membuatnya jatuh cinta bahkan hanya sekedar melihatnya.

 

Luhan meletakkan semangkuk bubur lalu menyedoknya dan meniup pelan bubur yang masih panas itu agar sedikit mendingin, supaya hyo jin bisa memakannya

 

“makanlah “ ucap luhan, hyo jin menggerakkan bola matanya menatap luhan lemah dan mendapati luhan tersenyum tulus kearahnya dan iapun membuka mulutnya sedikit dan memakan bubur buatan luhan

 

Luhan tampak senang melihat hyo jin mulai mau makan, sebelumnya ia tak mau merespon apapun yang dilakukan luhan untuknya

 

“wahh, kau makan lumayan banyak, chagi. Kalau begini kau bisa sehat lebih cepat “ ucap luhan semangat. Luhan kembali menggedong tubuh hyo jin menuju kamar setelah hyo jin selesai makan dan membaringkann tubuh hyo jin diatas tempat tidur

 

“istirahatlah “ ucap luhan seraya mengecup lembut kening istrinya itu dan kembali kedapur untuk makan karna memang dia belum makan semenjak tadi

 

~HEART ATTACK~

 

 

Hyo jin berjalan disebuah tempat yang asing baginya. Matanya memicing ketika melihat sesosok namja yang tak asing baginya duduk disebuah kursi dan terus saja menangis

 

“oh sehun “ gumam hyo jin memastikan dan namja itu berbalik

 

“ternyata benar kau “ ucap hyo jin lagi lalu mengahambur memeluk sehun, namun sehun hanya diam dan terus menangis

 

“waeyo oppa ?” Tanya hyo jin cemas

 

“mian naeyo hyo jin, aku membuatmu menderita seperti ini “ ucap sehun tersengal karna tangis

 

“kau tidak melakukan apapun, kau tidak sama sekali membuatku menderita oppa “ balas hyo jin yang sekarang ikut menangis

 

“kumohon hiduplah dengan baik. Sehingga aku bisa tenang disini. Kau tau, jika kau terus hidup seperti itu bukan hanya kau yang menderita tapi aku juga. Bahkan aku lebih sakit dan menderita disini. Kumohon hyo jin. jika kau mencintaiku hiduplah dengan baik dan jangan sia-siakan orang yang mencintaimu tulus “ tutur sehun dan lambat laun sosok sehun menghilang dari pandangan hyo jin

 

“sehunn “ panggil hyo jin cemas, ia tak ingin berpisah dengan sehun

 

“sehunnnn” teriak hyo jin seraya bangun dari tidurnya, luhan yang baru saja masuk kekamar langsung menghampiri hyo jin dan langsung memeluknya

 

“kau minpi buruk chagi, tenanglah aku disini “ ucap luhan lembut seraya membelai rambut hyo jin

 

“mian naeyo oppa “ ucap sera lemah membuat luhan sedikit kaget karna ini petama kalinya hyo jin bicara setelah kepergian sehun

 

“kau tak berbuat salah apapun “ balas luhan lembut

 

“aku salah, telah menyakitimu selama ini. Membuatmu juga harus menderita karna aku “

 

“sudahlah . aku tak keberatan dengan semua yang kulakukan untukmu. Tidurlah “ ucap luhan lalu merebahkan tubuh hyo jin untuk kembali tidur

 

Hyo jin merasa benar-benar beruntung memiliki suami seperti luhan yang selalu menjaganya. Walaupun pernikahan mereka adalah sesuatu yang dipaksakan. Tapi hyo jin berjanji pada dirinya sediri untuk tak hidup menderita agar sehun bisa tenang

 

~HEART ATTACK~

 

Luhan meraba-raba tempat tidur disampingnya dan sedikit terkejut ketika tak merasakan sosok hyo jin disampingnya. Membuat luhan langsung bergegas bangun mencari hyo jin. Luhan menerutkan kening penasaran ketika mendengar suara gaduh dari dapur.

 

“hah, apa-apaan ini, waeyo bisa gosong. Kau paboo sekali hyo jin. Padahal kau hanya memasak telur. Bagaimana kau bisa memberi makan suamimu dengan ini “ gerutu hyo jin pada dirinya sendiri. Luhan terkekeh pelan melihat tingkah hyo jin yang sangat lucu. Sekaligus ia bahagia bisa melihat wajah hyo jin yang kembali seperti dulu. Luhan sedikit kaget mendapati hyo jin melangkah kearah bak sampah dan ingin membuang omlette yang ia buat

 

“waeyo kau ingin membuangnya. Inikan untukku ?” Tanya luhan seraya menahan piring omlette itu

 

“ini gosong oppa, mana mungkin bisa dimakan “ ucap hyo jin sedih

 

“berikan padaku, aku akan memakannya “ ucap luhan seraya merebut piring omlette itu dari hyo jin

 

“aigoo oppa, jangan dimakan. Nanti kau malah sakit “ ucap hyo jin memperingati, namun terlambat. Luhan sudah terlebih dahulu memasukkan omlette itu kedalam mulutnya dan memakannya.

 

“aku rasa ini enak “ puji luhan yang malah membuat hyo jin medengus kesal karna ia tau luhan mengatakan hal seperti itu hanya untuk membuatnya senang.

 

“baiklah, ini agak sedikit pahit. chagi, Kau duduklah, biar aku yang memasak “ ucap luhan yang membuat hyo jin tersenyum

 

“mmm, kau mau aku masakan appa chagi ?” Tanya luhan

 

“kalau dim sum aku rasa enak, aku sudah lama tidak memakannya oppa “ balas hyo jin

 

“baiklah. Kau tunggu ne “ ucap luhan lalu berbalik dan mulai memasak

 

Setelah beberapa saat menunggu, luhan akhirnya menghidangkan dim sum untuk mereka. Tanpa menunggu lagi, hyo jin langsung memakan dim sum itu dengan lahap

 

“mmmm, ini sangat enak oppa, waeyo kau sangat pandai memasak “ Tanya hyo jin disela makannya

 

“aku pernah ikut kelas memasak “ jawab luhan

 

“waeyo kau ikut kelas memasak, bukankah pria biasanya tidak suka memasak” Tanya hyo jin penasaran

 

“aku ingin bisa memasak, agar tiap hari aku bisa memasakkannya untukmu , chagi “ balas luhan yang membuat hyo jin tersipu malu. Hyo jin kembali melanjutkan makannya, luhan tampak tak menyentuh makanannya sedikitpun dan malah menatap hyo jin makan seraya terus tersenyum

 

“kau tidak makan oppa ?” Tanya hyo jin

 

“mmm, aku sudah kenyang melihatmu makan selahap itu “ balas luhan

 

“aishh, kalau oppa tidak makan, aku akan berhenti makan sekarang “ ancam hyo jin sambil meletakkan sumpitnya

 

“ne. aku akan makan sekarang “ balas luhan lalu mulai memakan makanannya yang membuat hyo jin tersenyum senang

 

 

~HEART ATTACK~

 

Hari-hari mulai dijalani hyo jin dengan baik, sekarang ia dan luhan tampak seperti sepasang suami istri sesungguhnya. Setiap pagi hyo jin selalu bangun lebih awal dan memasak untuk luhan namun pada akhirnya luhan juga harus memasak karna masakan hyo jin selalu berakhir gatot (gagal total) Namun masakan hyo jin juga tak pernah terbuang karna pasti luhan akan memakannya dan mengatakan kalau masakan itu enak.

 

Luhan memutuskan hari ini untuk tidak pergi bekerja, dia ingin menghabiskan waktunya hari ini untuk jalan-jalan bersama hyo jin karna hal itu memang jarang mereka lakukan karna kesibukan luhan.

 

“ini “ ucap luhan seraya memberika 1 cup capucino kepada hyo jin yang duduk dikursi ditepi danau. Luhanpun duduk disamping hyo jin dan terus memandangi wajah istrinya yang menurutnya sangat cantik.

 

“oppa, apakah boleh aku mencintainya ?” batin hyo jin seraya menatap kosong langit berharap sehun mendengarnya

 

“neo gwenchana ?” Tanya luhan

 

“nae gwenchana “ balas hyo jin lalu meminum cappuccino yang diberikan luhan tadi

 

Luhan memerhatikan sepasang suami istri yang sedang berjalan sambil mendorong kereta bayi. hyo jin mengkuti arah tatapan luhan dan sedikit mengerutkan kening heran kenapa luhan melihatnya seraya tersenyum. Luhan memalingkan wajahnya kearah hyo jin.

 

“chagi ? “ panggilnya manja

 

“ne. oppa “ balas hyo jin

 

“aku juga ingin seperti mereka. Kajja kita juga melakukannya “ ucap luhan mesum seraya menggelayut dipundak hyo jin. Hyo jin merasa bulu kuduknya berdiri mendengar penuturan namja disampingnya ini

 

“kau mau kan ?” Tanya luhan lagi seraya tersenyum mesum, hyo jin hanya dapat mengerjap-mengerjab matanya tak tau harus menjawab apa pertanyaan suaminya itu dan memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan

 

“oppa, kita kesana ya ?” tunjuk hyo jin kearah sekumpulan burung dara. Hyo jin berdiri bermaksud pergi kegerombolang burung dara itu, namun luhan menarik tangannya dan

 

~CHU

 

Luhan mendaratkan bibirnya tepat dibibir hyo jin, membuat hyo jin membelalakkan matanya saking kagetnya. Luhan menghentikannya ciumannya dan tersenyum kearah hyo jin yang masih membeku

 

“kajja kita lihat “ ucap luhan lalu menarik tangan hyo jin yang masih kaget dengan perlakuan suaminya itu

 

~END~      

 

Gomawo For Reading….

 

Nae benar-benar minta maaf ceritanya terlalu panjang dan mungkin membuat pembaca bosan, tapi nae udah mencoba mempersingkat dengan banyak skip diceritanya, tapi tetap aja panjang.

Dan nae juga minta maaf kalau ceritanya kurang bagus dan feelnya kurang dapet, karna nae memang kurang bisa mendramatisir cerita karna masih sangat baru dalam bidang tulis-menulis cerita. Tapi kalau tulis-menulis disekolah itu mah sering~kkk.

Sekali lagi nae minta TINGGALKAN COMMENT kalian, karna itu sangat berarti buat nae, supaya nae bisa membuat FF yang lebih baik lagi

 

Faaai Faaaii😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Heart Attack | FF Peserta Lomba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s