Bromance | FF Peserta Lomba

 

Bromance

 

Author (FB & Twitter): Nur Azizah (@CA5ECLOSED)

Title : Bromance

Genre : Friendship, Romance.

Main Cast : Song Joong Ki, Kim Soo Hyun, Joo Won.

Disclaimer  : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

***

Didalam ruangan yang hanya seluas tiga kali tiga meter persegi itu, terlihat tiga orang pemuda tengah berbaring berjejalan diatas selembar kasur tipis dilantai. Joo Won pemuda dengan postur tubuh paling besar terlihat sedikit gusar karena terdesak diantara dua pemuda lain, yaitu Joong Ki dan Soo Hyun yang mendekap tubuhnya dari berbagai sisi. Bahkan telapak kaki Joong Ki hampir mendarat tepat diwajah Joo Won. Dengan lampu yang redup kekuningan mereka telelap polos layaknya anak-anak berusia lima tahun. Dan dimalam-malam berikutnya kita akan menjumpai keadaan yang sama.

***

Pukul tujuh dipagi hari, Soo Hyun terlihat tengah berdiri menggosok gigi ,menghadap cermin wastafel dengan mata yang masih terkantuk. Aroma kopi yang khas tiba-tiba menyeruak ke seisi ruangan apartement kecil itu, terlihat Joo Won duduk tenang disebuah kursi disamping lemari es meneguk secangkir kopi kesukaannya. Joo Won nampak sangat menikmati kopinya hingga tak menyadari kemunculan Joong Ki dibelakang Soo Hyun yang masih belum selesai menyikat giginya.

“Hei, kudengar kau berkencan dengan si cantik Amanda Song?” Joong Ki menyeringai menggoda Soo Hyun. Wajah Soo Hyun memerah padam seraya menghentikan aktifitas menyikat giginya lalu menatap Joong Ki yang berdiri dibelakangnya melalui cermin dihadapannya.

“Ti..tidak.” Ucap Soo Hyun singkat seraya bergegas pergi meninggalkan Joong Ki yang masih hendak menggodanya.

“Ayolah mengaku saja, kau hebat sekali kawan!” Joongki terus mengikuti langkah Soo Hyun yang tak menghiraukannya. Dengan tingkah manjanya Joong Ki sesekali menari-narik lengan Soo Hyun yang mempercepat langkahnya menghindari Joong Ki. Tiba-tiba Soo Hyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Joong Ki yang setengah kaget karena hampir terjatuh.

“Apa kau pikir ini akan terus berjalan dengan baik?” Ucap Soo Hyun sembari menekuk senyumnya malu.

“Ini? Hahahaha berarti benarkan dugaanku?! Hahahahahaaa. Tenang saja aku akan selalu membantumu kawan!” Joong Ki mengait leher Soo Hyun dengan lengannya yang membuat Soo Hyun meringis kesakitan. Gelak tawa Jonng Ki dan suara pekikan Soo Hyun di seakan membelah keheningan pagi hari di apartement yang sederhana itu.

PLAKKK

“IBU!” Pekik Joong Ki dan Soo Hyun besamaan. Joo Won yang baru saja muncul dari dapur melayangkan pukulan tepat dikepala Joong Ki dan Soo Hyun.

“Ya ampun, sudahlah jangan bercanda terus, nanti kita terlambat.” Joo Won melemparkan tatapan sinisnya kepada Joong Kid an Soo Hyun yang masih meringis memegangi kepala mereka masing-masing.

 

Ketiga pemuda itu kini telah siap dan rapi berdiri diambang pintu apartement kecil mereka. Sementara semua pintu apartement semua tetangga terlihat tertutup, mungkin sebagian sudah ada yang keluar beraktifitas dan sebagian ada yang masih terlelap didalam apartementnya masing-masing.

Song Joong Ki, Kim Soo Hyun dan Moon Joo Won merupakan tiga sekawan yang telah bersahabat sejak duduk dibangku SMA hingga kini mereka mencapai semester akhir di SungKyunKwan University. Dengan kepribadian yang sangat tidak seimbang, mereka mampu mempertahankan kekompakan mereka. Walaupun pertikaian kecil mungkin sering terjadi, namun biasanya mereka dengan mudah dapat menyelesaikannya kembali.

Sejak lulus SMA mereka memutuskan untuk tetap bersama dan menyewa apartement kecil dipusat kota Seoul. Walaupun tak bermodalkan lamborgini atau saldo jutaan won di rekening, ketiga sahabat ini terus berupaya mencapai kebahagiaan masing-masing dengan tetap saling merangkul satu sama lain.

 

***

Pukul delapan tepat, Setelah sebelumnya mereka berpeluh kejar-kejaran satu sama lain karena takut ketinggalan bus yang berhenti dihalte yang dekat dengan apartement mereka. Joong Ki, Soo Hyun dan Joo Won telah sampai menapakkan kaki di areal SungKyunKwan University.

Dan hal yang lumrah terjadi seketika ketiga sekawan ini muncul, semua mata terutama para gadis-gadis nampak enggan mengalihkan pandangan mata mereka, dari tiga pemuda yang memang dianugrahi paras yang ‘lebih bagus’ dari kebanyakan pemuda lainnya.

 

“Good Morning, Beautiful~” Song Joong Ki yang berpakaian berwarna merah cerah ala Boyband masa kini melenggang menuju kelas kursus bahasa inggris, dengan menebar senyum kepada setiap gadis yang ia jumpai. Dan semua gadis itu pun tak kuasa dibuat tak berdaya oleh senyum nakal Joong Ki.

Pemuda berwajahnya yang seputih susu dan imut cenderung cantik ini, terkenal dengan julukan Pretty Playboy oleh orang-orang dikampus. Ya, karena bisa dipastikan ia mampu mengencani semua gadis yang ia inginkan. Ia mengklaim bahwa dirinya adalah titisan Don Juan yang memiliki seribu satu cara untuk menaklukan hati wanita. Tapi, namanya juga Playboy Joong Ki tidak akan mempertahankan hubungannya dengan seorang wanita lebih dari satu bulan. Maka tak jarang banyak wanita yang patah hati dibuatnya.

***

Amanda Song terlihat tengah berjalan menuju halaman belakang kampus dengan menenteng sebuah lunch box berwarna kuning. Rambut hitam panjang dan ikal yang tersibak karena teritup angin memperlihatkan sebuah senyuman manis terpancar diwajah cantiknya.

 

“Oppa.” Amanda yang telah tiba dihalaman belakang kampus berlari kecil lalu duduk tepat disebelah Soo Hyun yang tengah duduk termenung disebuah bangku taman yang terbuat dari kayu dibawah sebuah pohon sakura yang sebagian mulai berguguran.

Soo Hyun menyambut kehadiran Amanda dengan senyum tipis diwajah tampannya.

“Lihat, hari ini aku buat Kimbab ayam kesukaan oppa.” Amanda mengeluarkan satu persatu kotak makan yang ia bawa dan meletakkannya diatas bangku diantara dirinya dan Soo Hyun.

“Amanda.”

“Ya?”

“Kita hentikan saja.”

“Hentikan? Maksudnya?” Mimik wajah Amanda berubah menjadi gusar dan menatap lekat Soo Hyun yang tertunduk tak menatapnya.

“Ini bukan karena kau, tapi karena aku..” Soo Hyun beranjak dari posisi duduknya.

Sementara Amanda menghela nafas panjang lalu berdiri tepat dihadapan Soo Hyun yang masih tertunduk. Amanda tersenyum tipis seraya mendekapkan tubuh Soo Hyun ketubuhnya.

“Jangan, jangan bilang jika kau akan menyerah dan meninggalkanku.” Amanda sedikit terisak sembari mengeratkan pelukannya terhadap Soo Hyun. Mereka saling mengeratkan pelukan satu sama lain dengan hembusan angin lembut yang menerpa tubuh mereka disiang hari yang tak sepenuhnya cerah karena berawan.

Kim Soo Hyun bisa dibilang merupakan kebalikan dari Song Joong Ki. Soo Hyun cenderung kalem dan paling tidak percaya diri walau memiliki wajah yang tampan. Dengan otak yang cerdas dan sifat lembutnya membuat banyak wanita yang terpikat padanya.

Hingga akhirnya ia menjalin hubungan dengan Amanda Song, salah seorang mahasiswi yang paling diidamkan para pria karena parasnya yang cantik dan keluarganya yang sangat kaya. Kini hubungan mereka sudah mencapai satu bulan lamanya. Berbagai rintangan harus Soo Hyun hadapi mulai dari ulah jail para fans Amanda yang merasa cemburu terhadapnya.

***

Matahari senja yang sinarnya yang berwarna jingga kemerahan, menembus sela-sela ventilasi jendela apartement kecil itu, hingga akhirnya menyinari sebagian wajah Joong Ki yang tengah berbaring dilantai sembari masih mendekap ransel hitamnya.

Joong Ki tampak terlelap kelelahan sehabis pulang dari kampus. Kedua kawannya Joo Won dan Soo Hyun selalu begitu merasa heran dengan kebiasaan Joong Ki yang sleepy head, padahal kalau dikampus ia memiliki tenaga hampir seratus ribu joule untuk menggoda para gadis.

 

“Ini dia Ramyun ala Chef Joo Won.” Joo Won meletakan semangkuk besar ramyun yang cukup untuk tiga orang, diatas sebuah meja berkaki pendek yang tepat berada disebelah Joong Ki yang tengah berbaring. Joo Won terlihat kesal dan berkacak pinggang melihat Joong Ki yang belum juga terbangung.

“Hei, bodoh! Bangun kau!” Joo Won berkali-kali menendang kaki Joong Ki namun belum berhasil membangunkannya. Hanya terlihat sedikit pergerakan Joong Ki yang mengubah posisi tidurnya.

“Baiklah….” Joo Won semakin kesal, namun kemudian ia berjongkok dan tersenyum tipis memperhatikan mimik wajah Joong Ki yang lucu dengan mulut yang sedikit terbuka ketika tertidur.

BLUGGG

Joo Won menggulingkan tubuh Joong Ki hingga keposisi tengkurap membuat wajah Joong Ki terbentur lantai dengan lumayan keras.

“Aishh Apa yang kau lakukan terhadap asetku.” Joong Ki meringis seraya berguling membetulkan posisinya kembali, sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Aset, asset apa?! Aset untuk menggoda para gadis?! Ppali ireona! (cepat bangun!)”

Joo Won, pemuda tangguh dengan tinggi badan 185 sentimeter itu membuatnya nampak seperti pria yang sangat ideal. Terlebih dengan wajahnya yang tampan dengan tatapan misteriusnya ia mampu membuat banyak gadis terpesona padanya.

Namun sayang sekali, Joo Won merupakan pribadi yang sama sekali tidak tertarik dengan dunia percintaan. Belum jelas apa alasannya, Joo Won sangat tidak menghiraukan para wanita yang berusaha mendekatinya.

Pemuda yang jarang sekali tersenyum ini, cenderung bersikap dingin danagak kasar kepada seseorang disekitarnya. Bahkan kedua sahabat baiknya Joong Ki dan Soo Hyun sering menjadi sasaran sifat kerasnya.

 

“Kau hudah hahu kan kalau Soo Hyun berpacaran hengan Amanda.” Ucap Joong Ki dengan artikulasi yang tidak jelas karena mulutnya penuh dengan ramyun yang sedang dilumatnya.

“Iya.” Jawab Joo Won Singkat tanpa menatap Joong Ki yang duduk disebrangnya seraya melilit helaian ramyun disumpitnya.

“Hebat sekali dia, jujur saja Amanda adalah satu-satunya gadis yang belum ku kencani. Hihihi” Joong Ki tertawa geli.

“Berhentilah mempermainkan gadis-gadis itu, cintailah seseorang dengan tulus.” Ucap Joo Won namun tetap fokus dengan ramyunnya.

“Jadi kau pikir selama ini aku tidak tulus?” Cetus Joong Ki seraya memanyunkan bibirnya yang merah akibat kuah ramyun.

“Tidak, kurasa kau tidak tahu cara mencintai dengan benar.”

“Tahu! Aku tahu! Baiklah.. karena kau yang minta. Hehehe” Joong Ki menyeringai dengan senyum manjanya kearah Joo Won.

“Menjijikan.” Joo Won bergidik jijik melihat tingkah Joong Ki yang menurutnya terlalu kekanak-kanakan. Bukannya marah tingkah manja Joong Ki malah semakin menjadi. Ia merangkul Joo Won yang duduk dihadapannya dengan ramyunnya yang belum habis.

“HEI, APA YANG KAU LAKUKAN!” Joo Won terperanjat dan berusahan melepaskan tubuhnya dari rangkulan Joong Ki. Hampir saja tubuh Joong Ki terjatuh keatas meja tempat ia dan Joo Won tengah menyantap Ramyun. Joo Won bergegas pergi meninggalkan meja makan, namun Joong Ki juga segera beranjak mengejar Joo Won yang meninggalkannya menuju dapur.

Petang itu mereka hanya makan berdua dibawah sinar lampu yang belum juga menjadi lebih terang. Hari itu Soo Hyun bilang ia akan menghadiri kelas tambahan, namun Joong Ki berkilah bahwa sebenarnya Soo Hyun tengah pergi berkencan dengan Amanda.

 

***

“Sudahlah jangan menangis!” Ucap Shim Ryu Jin salah satu anggota Taekwondo di Sungkyunkwan university. Ryu Jin yang masih mengenakan seragam Taekwondo berlutut menatap lirih seorang gadis berambut hitam panjang yang tengah duduk tersedu dibangku yang tepat berada didepan kelas Taekwondo. Mata gadis itu terlihat sembab seperti habis menangis selama tujuh hari tujuh malam, membuat Ryu Jin nampak iba kepadanya.

Eonni!! (Kak) ” pekik gadis itu.

“Tenang saja, Eonni akan membalas perbuatan Joong Ki kepadamu.” Ryu Jin menepuk pundak gadis itu perlahan seraya tersenyum memberikan semangat kepadanya.

Gadis yang tengah menagis itu bernama Choi Eun Ri, gadis ke 30 yang dikencani Joong Ki. Ia meras apatah hati karena ditinggalkan Joong Ki secara sepihak.

“Huh, apa hebatnya seorang Song Joong Ki, mengapa gadis-gadis itu bodoh sekali bisa terpikat padanya.” Gerutu Ryu Jin disepanjang lorong Sungkyunkwan University.

 

***

Pagi itu dihari minggu cuaca dipusat kota Seoul sangat dingin kira-kira mencapai sepuluh derajat celcius karena sedang masa peralihan dari musim gugur ke musim dingin. Amanda Song terlihat tengah berkeliling disekitar bangunan lama Sungkyunkwan University. Saat itu sangat sepi dan tak banyak orang terlihat. Dengan sebuah kamera DSLR ditangannya, sesekali ia memotret bangunan asrama yang aslinya lebih kecil dari yang ditampilkan sinema ‘Sungkyunkwan scandal’.

Amanda terus berkeliling dengan sesekali membidikkan kameranya kearah bangunan-bangunan lama tersebut. Melalui lensa kameranya Amanda melihat Joo Won tengah duduk sedirian di taman Sungkyunkwan. Tak lama Joo Won nampaknya menyadari kehadiran Amanda dengan melambaikan tangan kearahnya.

Amanda berbalik badan dan mengeratkan pegangan kameranya karena begitu canggung melihat Joo Won. Amanda ragu apakah ia harus menghampiri Joo Won atau tidak.

“Sedang apa disini.” Tanya Joo Won yang tiba-tiba sudah berada tepat dibelakang Amanda.

Amanda tetap membelakangi Joo Won tak menjawab, ia menggigit bibirnya yang pucat akibat cuaca yang lumayan dingin.

“Hei, kenapa pakai baju setipis itu, kau bisa terkena flu.” Joo Won melepas mantel coklatnya dan memasangkannya ketubuh Amanda yang hanya terbalut mini dress musim panas berwarna pastel.

Kedua tangan Amanda yang tengah memegang kamera SLR-nya gemetar.

BRAKK

Dan kamera itupun terjatuh ketanah, salah satu lensanya telepas dan terpental lumayan jauh. Mata Joo Won terbelalak mendapati Amanda mendekap tubuhnya sangat erat. Joo Won dapat merasakan butiran halus air mata yang jatuh dari mata cokalat Amanda membasahi dadanya.

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.” Amanda terisak dan mengeratkan pelukannya. Tubuh Joo Won terasa kaku dan tenggorokanya terasa tercekat tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun, hanya setetes air mata yang mengalir cepat dari mata kirinya.

 

KRITT

Suara dari kamera sebuah smartphone terdengar berdecit dari balik bangunan lama Sungkyunkwan University. Seorang pemuda terlihat tersenyum puas melihat hasil bidikannya.

 

Kesokan harinya,

 

“HEI, SONG JOONG KI!” Ryu  Jin berlari menghampri Joong Ki yang terlihat bersiap meninggalkan kampus.

Joong Ki mengentikan langkahnya dan berbalik menelisik daribalik kacamata hitam yang dikenakannya, ia melihat seorang wanita bertubuh jangkung yang mengenakan seragam Tekwondo bersabuk hitam dengan berambut ikal panjang coklat yang diikat ponytail, berjalan kearahnya dengan wajah masam.

“HEI , SONG JOONG KI. KAU TAK SEHARUSNYA MEMPERMAINKAN GADIS-GADIS ITU! KAU PIKIR KAU SIAPA?! CEPAT MINTA MAAF PADA MEREKA!” Cetus Ryu Jin tepat didepan wajah Joong Ki.

Joong Ki melepas kaca mata hitamnya yang mana membuat Ryu Jin terperanjat melihat kedua bola mata indah Joong Ki yang berbinar bagai bintang dikegelapan malam. Joong Ki melekatkan pandangannya kearah wajah Ryu Jin yang berpeluh dan memerah. Ryu Jin perlahan berjalan mundur menghindari tatapan mata Joong Ki yang begitu mematikan yang belum pernah ia duga sebelumnya.

“Kau…..” Desah Joong Ki.

“A…apa?” Peluh Ryu Jin semakin berjatuhan dan jantungnya berdebar semakin cepat.

Joong Ki menyeringai menelisik setiap sudut wajah Ryu Jin yang gugup dan semakin memerah.

“Kau……..3 tahun lebih tua dariku, kau bukan tipeku. Rambutmu, mengapa selalu diikat seperti kuda begitu?! Dan apa ini yang kau pakai? Mengapa kau sering sekali tidak mengganti seragam Taekwondo-mu ini.” Joong Ki berceloteh panjang seraya melepaskan pandangannya Dari Ryu Jin.

Ryu Jin mengerjap-ngerjapkan matanya dan sedikit kesal dengan wajah yang ditekuk.

“Apa maksudmu? Apa selama ini kau selalu memata-mataiku?!” Cetus Ryu Jin dengan nada tinggi.

“Ti…tidak! Apa yang kau bicarakan!” Pekik Joong Ki salah tingkah.

Ting……

Isyarat pesan dari ponsel Joong Ki berbunyi. Dengan segera Joong Ki meraba kantung jaket baseball merah-hitamnya untuk mengambil ponselnya.

Joong Ki terperanjat seketika melihat isi pesan yang mana adalah sebuah foto yang dikirimkan kepadanya.

Tanpa mempedulikan Ryu Jin yang masih menggerutu dihadapannya, Joong Ki bergegas meninggalkan kelas dan berlarian kesana kemari, menelisik setiap ruangan yang ternyata sudah kosong. Wajahnya nampak berpeluh gelisah, sesekali ia mencoba menghubungi seseorang dengan ponselnya sambil tetap berlari meninggalkan kampus.

Sementara itu, Soo Hyun tengah berjalan pulang menuju apartementnya. Ia membawa sebuah bungkusan berisi sebuah kue ulang tahun di tangan kanannya. Senyum lebar terkembang diwajah tampannya disenja hari itu.

Ting…..

Soo Hyun menerima sebuah pesan yang mana berisikan hal yang sama layaknya pesan yang diterima Joong Ki. Tiba-tiba bungkusan yang berisi kue yang sedari tadi digenggamnya terjatuh. Ia menghentikan langkahnya, wajahnya terlihat tanpa ekspresi dikala hari menjelang senja itu.

 

***

Dengan tak sabaran Joong Ki menekan kode pintu apartement kecilnya. Sesampainya didalam ia menemukan Joo Won tengah duduk dilantai dan bersandar pada dinding tepat disebelah jendela dengan tirai yang masih terbuka memperlihatkan gelapnya malam, terlihat secangkir kopi yang sudah mendingin dan sebuag amplop putih besar disampingnya.

“Kenapa baru pulang?” Joo Won menatap Joong Ki yang berdiri menatapnya dengan nafas yang terengah-engah

“Aku mencari kalian.” Jawab Joong Ki lirih.

Krieettt

Pintu apatement kecil itu terbuka. Terlihat Soo Hyun baru pulang dengan menenteng sebuah bungkusan. Ia tersenyum melihat kedua sehabatnya telah berada diruangan yang sama. Joong Ki menatap Soo Hyun cemas. Didalam ruangan tiga kali tiga meter persegi itu, nampaknya hanya Joong Ki yang berpeluh gelisah.

“Joo Won-ah….” Ucap Soo Hyun yang mana membuat Joong Ki semakin panik.

“Selamat ulang tahun.” Soo Hyun meletakan sebuah bungkusan yang sudah setengah rusak disamping Joo Won yang masih terduduk, seraya berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.

“Mianhae…. (Maafkan aku)” Pekik Joo Won.

Soo Hyun menghentikan langkahnya nampaknya ia tak bisa terus memendam perasaan kesalnya.

“Kenapa? Kenapa melakukannya?” Cetus Soo Hyun dengan mata yang memerah.

Joo Won beranjak dari duduknya dan hendak menghampiri Soo Hyun. Joong Ki mencoba menenagkan Soo Hyun yang nampaknya tengah berapi-api.

“Kenapa kau menyembunyikannya? Kau anggap apa persahabatan kita selama tujuh tahun ini.”

“Itu.. adalah hal yang sudah lama kulupakan. Aku tidak pernah membohongi kalian.” Ucap Joo Won dengan suara yang sedikit serak. Joong Ki hanya tertunduk sembari merangkul Soo Hyun untuk menenangkannya.

“Hei, kawan ayo kita makan ramyun dulu. Hehehe.” Ujar Joong Ki mencoba menyegarkan suasana yang begitu mencekam diruangan kecil itu. Namun usaha Joong Ki tak dipedulikan kedua sahabatnya yang sedang bersitegang.

“Oh, bagus sekali. Sekarang aku benar-benar tidak tahu apakah selama ini Amanda benar-benar menyukaiku atau tidak.” Soo Hyun tersenyum sinis dengan tatapan tajamnya kepada Joo Won.

“Dia..Benar-benar tulus menyukaimu.”

“Apa maksudmu?.” Pekik Soo Hyun dengan  nada yang meninggi dan tatapan bingung.

“Karena kalian menanyakan hal yang sama padaku.” Senyum tipis terkembang diwajah manis Joo Won.

 

Flashback

“Aku merindukanmu…Oppa.” Lirih Amanda yang tengah mendekap erat Joo Won ditaman dekat bangunan lama Sungkyunkwan Umiversity.

Joo Won masih memaku dipelukan Amanda. Perlahan Joo Won merenggangkan jarak tubuhnya dengan amanda. Amanda masih tersedu dengan airmata yang berlinang deras dimata bulatnya.

“Kau kan bisa melihatku setiap hari dikampus.” Ucap Joo Won dengan sedikit membungkukan tubuhnya untuk menatap Amanda.

“A..aku bukan hanya merindukan dirimu, tapi juga merindukan perhatianmu seperti ini. Kau tahu betapa patah hatinya aku, ketika kau pergi dari rumah dan lebih memilih teman-temanmu daripada aku?” Amanda memanyunkan bibirnya kearah Joo Won. Joo Won terkekeh geli seraya mencium lembut kening Amanda.

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?”

“Tentu saja.”

“Mengapa kau menyukai Soo Hyun?”

Amanda menatap Joo Won yang menatapnya teduh.

“Hmmm.. Aku tidak tahu, aku hanya…..menyukai segala sesuatu tentang dirinya. Apakah aku harus memiliki alasan mengapa aku menyukainya?.” Ucap Amanda polos.

Joo Won menatap wajah Amanda yang pucat.

“Tapi..aku tak tahu apakah selama ini Soo Hyun benar-benar tulus menyukaiku atau tidak.”

Joo Won tersenyum lega seraya mengacak-acak rambut hitam Amanda.

“Hei! Apa yang Kau lakukan!” Gerutu Amanda.

“Jangan coba-coba kau sakiti Soo Hyun, dia pria lembut yang akan seterusnya menjagamu.”

“Baiklah, Aku tahu!” Cetus Amanda tepat didepan wajah Joo Won. Mereka berdua kembali berpelukan tepat disaat semilir angin menerbangkan beberapa dedaunan yang telah menguning.

“Baguslah, Cinta memang tak seharusnya memiliki alasan.” Gumam Joo Won dalam hati.

Flashback End.

 

Soo Hyun menatap Joo Won lirih yang masih berdiri dihadapannya.

“Kami dibesarkan oleh seorang ayah yang sama. Ayahku menikahi ibunya ketika usiaku 5 tahun. Aku sangat menyukainya ketika ia dan ibunya pindah kerumahku, ia nampak seperti adik kecil manis yang tak ku daptakan dari ibuku. Aku sangat menyayanginya, jadi jangan kau coba-coba menyakitinya. Disisi lain Aku telah mendapatkan kebahagiaan dari kalian yang tak kudapatkan dari keluargaku, aku telah memilih kalian, jadi aku tak akan mungkin mengkhianati kalian sekalipun.” Jelas Joo Won dengan pipi yang terlihat lembab akibat deraian airmata yang terus mengalir.

Joong Ki dan dan Soo Hyun tertunduk lemas karena mereka tak pernah melihat Joo Won menangis sedikitpun, bahkan ketika dipukuli ayahnya. Mereka teringat kembali akan kejadian kekerasan yang diterima Joo Won ketika masih SMA yang dilakukan ayahnya sendiri. Ayah Joo Won sangat kecewa terhadap ibunya Joo Won yang berselingkuh namun melimpahkan semua kekesalannya kepada Joo Won.

“Mianhae.” Lirih Joo Won.

Soo Hyun dan Joong Ki pun segera memeluk Joo Won bersamaan. Mereka tak sadar jika hari semakin gelap dan mereka belum menyalakan lampu yang akan menyinari ruangan itu menjadi kekuningan.

***

“SELAMAT TAHUN BARU.” Joo Won meletakan berbagai makanan dimeja. Terlihat Soo Hyun yang tengah menyuapkan sepotong kue kepada Amanda. Dan Joong Ki yang tengah sedikit gelisah mengaduk-aduk ramyunnya.

“Permisi, maaf terlambat.” Seorang gadis mengenakan dress merah selutut yang mana memperlihatkan kaki jenjangnya memsuki ruangan, Semua yang ada diruangan itu nampak terkesima dengan gadis manis yang rambut ikalnya terurai panjang.

“Ah.. tidak apa-apa silahkan duduk, Ryu Jin.” Pinta Soo Hyun ramah.

“Ehmmhmm..” Joo Won, Soo Hyun dan Amanda terbatuk bersamaan.

“Aigoo… kalian tidak sopan batuk seperti itu didepan makanan.” Ucap Joong Ki ketus seraya melirik manja gadis berbaju merah yang duduk disebelahnya yang mana adalah Shim Ryu Jin.

Riuh diruangan yang kecil itu terasa hangat, terlebih dengan lampu yang tak lagi redup. Semua yang berada didalam ruangan itu kini tersenyum dan tertawa bahagia.

Setiap orang layak mendapatkan kebahgiaannya masing-masing, karena setiap orang memiliki pesonanya masing-masing.

 

END

2 thoughts on “Bromance | FF Peserta Lomba

  1. bgus, tapi sayng kurng pnjangn dkit..
    jd nggk tau kok bisa ryu jin yg niat bls dndam, mlah bsa jd sma joong ki..
    akan lebih baik, bila bisa membca cerita ksah mreka jg..

  2. manusia bisa mati , dunia bisa hancur tapi persahabata tetap kekal abadi …..
    keren…. karakternya pas tapi kenapa so hyun ga sama suzy ( pecinta hyunzy )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s