Good Girl, Saranghae.. | FF Peserta Lomba

 

KRISSJESS

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & PenerbitQanita )

Author (FB & Twitter): Dina as Choi Rae Won
FB : Afdhina Ijolumut YgclalueMhrapkan’nya
Twitter : @yeojaELF

Title : Good Girl, Saranghae..

Genre : Sad, Hurt, Romance.

Main Cast : Jessica (SNSD)
Kris (EXO)

Other Cast : Sulli F(X), Sehun (EXO)

Disclaimer : This Fan fiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. So, Don’t bash me !

Happy Read

Jessica terbangun dari tidurnya, mengerjapkan matanya dan membiasakan dengan cahaya matahari yang masuk di balik jendela.
Sesekali ia meringis kesakitan dan memegangi pipinya yang merah dan tangan yang memar akibat perlakuan suaminya.

Jessica hanya wanita biasa, Ia menikah dua tahun yg lalu dengan seorang laki-laki yang sangat ia cintai.
Tapi tidak dengan Kris_ suaminya, ia tidak pernah mencintai Jessica. Kris hanya memanfaatkan kekayaan keluarga Jessica. Jessica sudah mengetahuinya sejak mereka kuliah, tapi Jessica tetap berusaha membuat Kriss juga mencintainya.

FLASHBACK

“Sekarang kau semakin mesra dengannya.” ucap namja berlesung pipi kepada namja jangkung yang sedang asik meminum jus yang ia beli.

“Mesra. Aku, dengan siapa ?” Namja jangkung itu balik bertanya.

“Jangan bodoh. Siapa lagi kalau bukan yeoja chingumu.”

“Oh.. Jessica maksudmu” Namja berlesung pipi itu segera mengangguk.
“Apa kau gila, aku tidak mencintai nya. Dan tidak akan pernah, aku hanya memanfaatkannya saja..!!”

“Ck.. Nappeun namja.”

Tanpa mereka
sadari bahwa ada seorang yeoja yang mendengar
perkataan mereka dengan hati yang berdenyut
sakit. Yeoja yang sekarang ini mereka tertawai
sedang berdiri di belakang mereka__mendengar
dengan jelas semua perkataan mereka.

Jessica yg semula ingin menemui namja chingunya. Kini mengurungkan niatnya, ia lebih memilih untuk pergi secepatnya sebelum dua orang itu mendengar tangisannya dan mengetahui keberadaannya.

FLASHBACK END

Awal nya Kris bersikap layaknya seperti suami, walaupun terpaksa. Tapi beberapa bulan belakangan Kris selalu bersikap kasar kepada Jessica. Entah karena apa, tapi Jessica selalu bersikap lapang dada menerima perlakuan Kris.
.
.
.

Jessica keluar dari kamarnya, memulai aktifitas hari ini dan mengawalinya dengan memasak untuk sang suami. Sekarang Kris menjabat sebagai seorang Direktur di perusahaan milik Ayah Jessica.

“Kris. Kapan kau akan menceraikannya ?”
Jessica berjalan menuju kamar Kris. Mencoba membangunkannya, Ya. Mereka tidak pernah satu kamar apalagi satu ranjang, dihitung sejak sebulan pertama pernikahan mereka. Alasannya karena Kriss tidak mau memiliki anak karena mereka masih sangat muda.

“Sabar chagi.. Aku tidak bisa menceraikannya begitu saja.” percakapan mereka sedikit terdengar di telinga Jessica. Jessica yang penasaran kemudian membuka pintu kamar itu perlahan. Melihat apa yang sedang terjadi di dalam.

CKLEK..

Pintu berhasil terbuka, betapa terkejutnya Jessica melihat sang suami sedang berduaan dengan seorang perempuan. Tanpa pakaian dan hanya menggunakan selimut sebagai penutup badan mereka.

Kris terperanjat melihat sesosok yeoja yang tengah berdiri di depan pintu dengan mata yang berkaca-kaca.

“Kris..” Bibirnya bergetar menyebut sebuah nama yang kini benar-benar membuat luka hatinya.

“Jes-Jessica..” kris langsung melepas pelukan kepada Yeoja di samping nya. Kris tidak mau Jessica mengetahui semuanya, tapi apa boleh buat. Jessica sudah terlanjur mengetahuinya. Kris sangat tau bahwa Jessica sangat mencintainya, dan Jessica tidak mungkin berani meminta cerai darinya.

“Siapa yg menyuruhmu masuk kekamarku ?” Ucap Kriss ketus pada Jessica yang masih berdiri di depan pintu.

“Kris.. Ap-apa yang__” Jessica tak sanggup lagi untuk bicara. Ia sangat kecewa dengan perlakuan sang suami yang membawa yeoja lain. Airmata nya jatuh seketika tak mampu membendung rasa sakit hatinya.

“Keluar.. AKU BILANG KELUAR JESSICA JUNG..!!” Bentak Kris dan Jessica pun segera berlari keluar sambil mengusap-usap matanya yang banjir dengan air mata.
.
.
.

Jessica melanjutkan aktifitasnya untuk memasak tentunya dengan mata yang sembab akibat tangisannya tadi.

“Hey.. Nyonya Wu, tolong buatkan kami nasi goreng.” ucap seorang yeoja yang kini tengah berada di belakang Jessica. Jessica kaget dan langsung memalingkan wajahnya melihat siapa yang berbicara.

“Kau.. ??”

“Dan jangan lupa taruh didepan televisi.” yeoja itu tersenyum kecut dan langsung pergi meninggalkan Jessica.
Jessica hanya terdiam menerima perlakuan yeoja tersebut.
.
.
.
.

“Kris.. Ayo cepat turun” teriak seorang yeoja dari ruang tamu.

Kriss berjalan gontai keluar kamar untuk mendatangi arah suara tersebut.

“WOW.. Sulli, apa kau yang memasaknya. Aku tidak pernah tahu kau bisa memasak.” Kris segera duduk di samping yeoja bernama Sulli dan segera memakan nasi goreng yang aslinya dibuat oleh Jessica.

“Tentu saja. Kau pikir siapa ? Tidak mungkin kan istrimu yang pemalas itu yang memasaknya.”

“Pemalas. ?” Kris mengerutkan keningnya.

“Tadi aku lihat dia menangis di kamarnya dan aku minta dia membantuku tapi dia malah memarahiku”

DEG !!

Jessica yang mendengar pembicaraan mereka merasa hati nya sedang tercabik-cabik. Ingin sekali ia mendatangi mereka dan mengatakan bahwa itu tidak benar, tapi ia tahu Kris pasti akan membela yeoja itu. Jessica hanya bisa menangis mendengar semua tuduhan yang tidak benar atas dirinya.

“Sudah selesai. Biar aku yang mencuci piringnya.” seru yeoja bernama Sulli itu.

“Ne.. Biarkan Jessica yang mencucinya, aku tidak mau mengotori tangan yeoja chinguku.” Kris mengecup punggung tangan Sulli dan itu semakin membuat sakit hati Jessica yang masih memperhatikan mereka dari dapur.

Sulli berjalan kedapur membawa piring bekas ia dan Kris makan. Melihat Jessica sedang memasak sesuatu Sulli langsung menghampiri dan menjatuhkan piring itu ke lantai.

PRANG PRANG !!!

Jessica yang kaget langsung menunduk dan berusaha mengambil serpihan piring itu di lantai. Namun Sulli mendorong Jessica kebelakang, mengetahui suara pecahan piring itu pasti terdengar sampai ketelinga Kris, Sulli pun segera berjongkok dan berpura-pura mengambil pecahan piring tersebut hingga jari telunjuk nya berdarah.

“Chagi~ apa yang terjadi ?
Ada apa ini.” Kris langsung mengambil tangan Sulli yang berdarah dan segera mengecupnya mesra. Hati Jessica semakin sakit melihat adegan yang sedang di lihatnya sekarang. Suaminya, yang selama ini dingin terhadapnya ternyata sangat mesra dengan yeoja lain.

“Tadi. Aku ingin mencuci piring, dan Jessica tak sengaja menyenggolku hingga piring ini jatuh.”

DEG !!

Lagi.. Jantung Jessica berdetak sangat cepat, ia berusaha keras menahan air matanya karena ia tidak mau terlihat lemah di depan Kris dan yeoja bernama Sulli itu.

“Yaaak… Jessica, bisakah kau tidak ceroboh untuk sehari saja hah.. !! Kau sudah melukai yeoja yang aku cintai..”

“A-aku.. Aku tidak__”

Kris berjalan menghampiri Jessica, dan PLAKK !!
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Jessica. Sulli tersenyum puas melihat Jessica menangis karena tamparan Kris. Bukan, Jessica menangis bukan karena tamparan Kris, tapi ia menangis karena merasa sangat bodoh di hadapan kedua orang itu. Terlebih yeoja itu, yeoja yang memfitnahnya.

“Aku akan segera menikahi Sulli.. Dan kau jangan sekali-kali mencoba untuk menyakitinya.!!” Kris langsung pergi menggandeng tangan Sulli dan meninggalkan pecahan piring yang masih berserakan. Sulli menoleh kebelakang dan tersenyum ketus kearah Jessica.
.
.
.
.
.

Jessica tak henti-hentinya memandang kearah jam dinding. Ia begitu resah melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, tidak itu sudah pagi. Pukul 2 pagi dan ia masih belum memejamkan mata sedetikpun hanya untuk menunggu kepulangan Kris.

Kris sering marah kalau ia mengetuk pintu tapi tak ada yang membukanya, dan Jessica tidak mau itu terjadi lagi sehingga Jessica menunggu dan terus menunggu sampai Kris pulang.

TOK TOK TOK TOK

Akhirnya suara ketukan pintu itu terdengar juga. Jessica segera membuka pintu.

Brukk..!!

Sesosok namja jangkung kini telah jatuh dan hampir menindih tubuh mungil Jessica. Kris pingsan, dengan bau alkohol di sekujur badannya. Kris mabuk, dan Sulli lah yang mengantar Kris pulang tapi hanya sampai di depan gerbang.

Jessica dengan susah payah menggotong tubuh Kris ke kamar dan segera membaringkannya. Mengganti kan pakaian Kris yang bau alkohol dengan pakaian yang baru. Jessica pun tanpa sengaja tertidur disamping ranjang Kris karena ia tak sanggup menahan rasa ngantuknya.

“Eungh..” Kris terbangun dari tidurnya, sesekali ia memegangi kepalanya yang masih terasa berat. Melihat Jessica tertidur pulas di sampingnya, ia ingat kejadian semalam. Jessica lah yg mengganti semua pakaian, dan membersihkan badannya.

Kris terus memandangi wajah Jessica yang masih tertidur. Wajahnya begitu damai, seakan ia tidak pernah di hinggapi masalah. Walaupun Kris tahu hari-hari Jessica penuh dengan luka.

Perlahan Kris mengangkat tangannya untuk mengusap kepala Jessica, tapi terlambat karena Jessica sudah bangun dari alam tidurnya.

“K-kau sudah bangun.. Mi-mianhae, a-aku tidak sengaja ti-tidur disini.” ucap Jessica sedikit gugup takut Kris akan marah karena ia tidur dikamarnya. Kris hanya diam dan memalingkan wajahnya.

“Aku akan memasak sup rumput laut
Untukmu..” Kris masih diam sampai Jessica benar-benar pergi dari kamarnya.
.
.
.
.

“Wajahmu pucat, apa kau sakit ?” seru Jessica sembari meletakkan sup rumput laut di atas meja.

“Bukan urusanmu.”

“Tapi aku istrimu Kris, aku berhak tahu kondisi suamiku..”

“Dengan apa yang telah aku lakukan, kau masih menganggapku suamimu.” Jessica segera mengangguk dan tersenyum.

“Kau adalah suamiku. Sekarang makanlah..” Jessica mengangkat sendok berisi sup dan berniat menyuapi Kris. Dengan cepat Kris menangkis tangan Jessica.

“Kau pikir aku anak kecil, makan sendiri aku juga bisa.”
Jessica hanya tersenyum melihat kelakuan Kriss.
“Untuk apa lagi kau disini, keluarlah.!!”

“Ne.”

“Malam ini jangan tunggu aku pulang, aku akan menginap di tempat Sulli.”

Sulli.. Hati Jessica mendadak kembali berdenyut sakit mendengar nama Sulli, yeoja yang di cintai suaminya. Jessica memandang Kris dan tersenyum sebelum keluar dari kamar itu. Sebuah senyum palsu yang terlihat begitu tulus, senyum yang ia keluarkan karena terpaksa hanya untuk Kris__ suaminya.
.
.
.
.
.

Kris berjalan menuju lorong-lorong Apartement. Menuju kamar tempat ia akan menginap malam ini, kamar Sulli.

Kris sudah di depan pintu Apartement Sulli, namun ia mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu itu karena ia mendengar sebuah percakapan.

“Apa sekarang kau sudah benar-benar mencintainya.” terdengar suara seorang namja di kamar tersebut.

“Apa kau gila ?
Aku mencintai Kris, namja bodoh itu. Haha, dia terlalu gampang untuk dibodohi.” Kris yang menguping kenal betul suara yeoja itu.

“Bagus lah. Aku takut kau melupakan janji mu” ucap namja itu lagi.

“Apa kau berchanda ?
Setiap Kris memberiku uang aku selalu memberikannya kepadamu. Karena aku hanya mencintaimu.”

Kris yang mulai geram langsung membuka pintu itu. Dan mendapati Sulli bersama namja lain. Sulli terperanjat melihat kedatangan Kris dengan wajah penuh amarah.

“K-Kris.. Aku, Aku.. Ini tidak seper.. ti yang___” ucap Sulli begitu gugup.

“Aku sudah mendengar semuanya. dasar wanita murahan..!”

Mendengar Kris memaki Sulli seketika namja di sampingnya berdiri dan menghampiri Kris.

BUKK..

Sebuah tonjokan berhasil mendarat dipipi Kris, Oh tidak. Bibir Kris berdarah akibat kerasnya tonjokan tersebut. Kris tak tinggal diam dan langsung menedang perut namja itu. Perkelahian pun tak dapat terelakkan.

“HENTIKAAANNNN !!!” Seru Sulli namun dua namja itu sama sekali tak mendengarnya.

BUKK..!!

Kris hampir tersungkur karena Sulli memukul punggungnya dengan vas bunga. Punggungnya berdarah, dan Kris pun segera di seret keluar oleh Sulli dan namjanya.

“Apakah.. Uhukk ini karma bagiku uhukk..” Kris meringis kesatikan akibat luka yang hampir di seluruh wajahnya, terlebih punggungnya yang berdarah akibat pukulan Sulli dengan vas bunga. Dengan lemah ia berusaha mengendarai mobilnya untuk kembali ke rumah.
.
.
.
.
.

Jessica masih terjaga dari tidurnya, perasaannya tidak enak dan ia memutuskan untuk tetap menunggu Kris.

TOK TOK

Suara ketukan pintu dan Jessica segera membuka pintu tersebut.

Brukk..

Tepat seperti dugaannya ada yang tidak beres dengan Kris.

Kris jatuh tersungkur ke lantai dan tak sadarkan diri. Jessica yang melihat Kris penuh dengan darah langsung membawanya ke kamar dan mengobatinya. Karena Jessica tahu Kris selalu marah kalau di bawa ke rumah sakit.

Susah payah Jessica membawa Kris yang tak sadarkan diri ke kamarnya. Jessica sangat telaten mulai dari membaringkan, mengganti pakaian dan membersihkan tubuh suaminya dari darah yang menghiasi wajah dan punggungnya.

Kris masih tak sadarkan diri saat Jessica membersihkan lukanya, membabatnya lembut dengan kapas dan diolesi sedikit obat merah. Kris meringis sakit namun matanya terlalu berat untuk di buka.

Sudah 1 jam berlalu dan wajah Kris pun sudah bersih dari luka dan darah, kini hanya ada sedikit lebam di pipinya. Dan itu hasil tonjokan dari namja yang berada di Apartement Sulli.

Jessica terus memandangi wajah Kris, wajah yang terlihat tanpa dosa saat ia sedang tertidur. Wajahnya yang tetap terlihat tampan walaupun terdapat bekas luka dan lebam.

“Kris.. Kau ingat kapan terakhir kita tidur bersama ?” Jessica mulai mengarahkan tangannya menuju wajah suaminya.
“Itu sekitar 1 tahun 11 bulan yang lalu sejak pernikahan kita.”

“Apa aku bukan istri yang baik bagi mu ?
Aku memang hanya menjadi benalu antara kau dan Sulli. Aku hanya bisa membuatmu marah, dan aku..” Matanya mulai berkaca-kaca, dan kini tangannya sudah mulai menyentuh wajah Kris. Mengusapnya pelan dan penuh perasaan.

“Aku mencitaimu Kris. Sangat mencintaimu, namun rasa cintaku belum cukup besar untuk sampai di dasar hatimu. Bahkan untuk membuatmu membalas perasaanku.”

Hiks

Satu isakan berhasil lolos dan dengan cepat ia menutup mulutnya. Pundaknya berguncang hebat akibat isakannya kini.

“Kris. Apa kau tau, aku sangat cemburu dengan yeoja itu. Kenapa bukan aku Kris, kenapa ? Kenapa bukan aku yang kau perlakukan seperti dia.”

Jessica terus bicara di iringi isakan tangisannya. Walaupun ia tau semuanya hanya sia-sia karena Kriss sedang tak sadarkan diri.

“Dua tahun sudah cukup membuatku sadar bahwa kau memang tidak pernah mencintaiku.” Jessica tersenyum sambil mengusap wajah Kris.
“Berbahagialah dengan Sulli. Aku akan melepasmu suamiku, aku melepasmu karena aku sangat mencintaimu. Dan aku tak mau kau tersiksa karena harus selalu bersamaku dalam satu atap.”

Jessica mengusap mata nya yang berderai airmata kemudian beranjak pergi dari kamar sang suami. Setelah Jessica benar-benar pergi Kris membuka matanya perlahan_ mata yang berkca-kaca. Rupanya hati Kris mulai terenyuh dengan semua luapan isi hati Jessica.

Tanpa Jessica sadari sedari tadi Kris tidak pingsan, hanya memejamkan mata. Dan ia mendengar semua perkataan Jessica.

“Mianhae..”

Tes Tes

Untuk pertama kalinya Kris menangis, menangisi
seseorang yang tidak penting dalam hidupnya.
Orang yang hanya ia manfaatkan. Orang yang dengan tulus mencintainya namun
ia sia-sia kan begitu saja.

“Mianhae..” ucap Kris dengan suara yang serak dan dengan airmata yang terus menetes membasahi pipinya.
.
.
.
.

Kris mendengus mencium wangi makanan yang tidak asing lagi bagi hidungnya, wangi yang membuat Kris terbangun dari tidurnya. Ia melirik meja di samping ranjangnya, dan ternyata benar Soondubu di tambah Jiggae telah tertata rapih di meja tersebut.

Jessica tau betul kalau itu adalah makanan favorit Kris_ suaminya. Kris beranjak dari tidurnya, duduk dan mencoba meraih makanan itu tanpa ia sadari tedapat sebuah kertas kecil di bawahnya.

Kris mengusap-usap matanya dan mulai membaca kertas kecil itu.

To : Kris

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada di Korea, maafkan aku. Terimakasih atas waktumu selama ini, aku bukan yeoja yang baik seperti yang kau harapkan. Aku akan kembali ke New York dan memulai kehidupan baruku disana.

Berbahagialah Kris, bahagialah dengan yeoja yang kau cintai. Jangan kecewakan dia yang mencintaimu.

From : Jessica

DEG

Seketika jantung Kris berdetak sangat cepat, dadanya terasa sangat sesak. Dan seketika itu pula cairan bening mulai berhamburan keluar dari matanya. Lagi, ia menangis. Menangisi kebodohannya yang telah menyia-nyia yeoja yang dengan tulus mencintainya. Dan malah memilih yeoja yang telah menghianatinya.

@Incheon Airport

Jessica telihat sangat gelisah, sesekali ia menoleh kebelakang. Berharap Kris datang dan melepas kepergiannya. Namun nihil sejauh matanya memandang Kris pun tidak terlihat sama sekali.

“Harusnya aku sudah mengetahuinya. Kau benar-benar tidak mencintai ku Kris” Jessica tersenyum kecut kemudian pergi menuju pintu ke berangkatannya ke New York.
.
.
.
.

“Jessicaaaaa.. Hosh Hosh”

Seorang namja terlihat sedang berlari-lari dengan nafas yang terengah dan sambil meneriakan sebuah nama_ Jessica.

“Jessicaaaaa…” teriakan itu terdengar lagi dan kini semakin nyaring. Susah payah ia berlari dengan kondisinya yang sangat tidak memungkinkan.

“Permisi. Apa pesawat menuju New York sudah berangkat ?” tanyanya kepada security setempat.

“Kau terlambat, pesawat nya sudah berangkat 5 menit yang lalu”

DEG

Jantungnya seakan berhenti berdetak saat mendengar jawaban security tersebut. Ia berusaha sampai di Incheon dengan kondisi yang sangat lemah, berharap bisa mencegah kepergian Jessica. Pundaknya bergetar hebat, tubuhnya lemas seketika ia jatuh tersungkur di lantai putih Incheon. Ia menangis tersedu tanpa memperdulikan semua orang yang menatapnya bingung.

“Kris..”

Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang tidak asing lagi. Kris mendongak dan menatap asal suara tersebut. Terlihat sesosok yeoja beramput blonde sedang berdiri dan menatapnya bingung.

“K-kau.. Bukan kah pe-pesawat mu__”

“Aku mengurungkan niatku karena tanpa sengaja aku melihatmu tengah berlari dengan susah payah” yeoja itu tersenyum simpul sebelum ia berjongkok dan mendekatkan dirinya kepada namja itu_ Kris_ suaminya.

Tanpa menunggu lama Kris langsung memeluk tubuh mungil Jessica, untuk pertama kali dalam hidupnya ia memeluk yeoja itu. Merasakan sebuah kehangatan di tubuh Jessica, kehangatan yang selama ini ia sia-siakan.

Jessica membalas pelukan Kris, saling menangis di pelukan masing-masing. Menangisi kebodohan mereka selama ini.

“Good Girl.. Saranghae” Kris melepas pelukannya dan mengecup kening Jessica dengan lembut. Kecupan pertama setelah mereka menikah dua tahun lalu.

“Nado.. Nado Saranghae..”

Jessica kembali memeluk Kris, masih dalam keadaan menangis dan terisak.

Mereka pun memulai kehidupan baru, dan kembali menikah. Dengan cinta, cinta yang membuat Kris sadar atas kebodohannya selama ini.
.
.
.
.

“Umma Appa kajja kita jalan-jalan” ucap seorang anak laki-laki yang kini terlihat sangat rapi.

Tak terasa sudah enam tahun sejak kejadian di Airport dulu dan sekarang mereka_ Kriss dan Jessica sudah mempunyai satu aegy namja yang sangat tampan. Bahkan melebihi ketampanan sang Appa.

Sehun.. Anak itu diberi nama Sehun.

END

13 thoughts on “Good Girl, Saranghae.. | FF Peserta Lomba

  1. Wah. . .daebak aku suka sm jalan critanya. . . Sediih bget walau pada akhirnya happy ending jg. . . . Bwt auth0r fighting. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s