Yesterday’s Memory | FF Peserta Lomba

 

myungsoo_204

Lomba Menulis Fanfiction (@Page_KPDK & @PenerbitQanita)

Author (FB & Twitter) : Vierda Dewi Rahmawati & @VierdaDR

Title : Yesterday’s Memory

Genre : Romance,Hurt.

Main cast : Lee Ha Yi

Yesterday’s Memory

    Sejak saat itu,sudah tiga minggu Myungsoo tak pernah muncul.Aku begitu merindukanya.Yang aku tahu Myungsoo sakit,tapi ini sudah tiga minggu.Mungkinkah dia menghilang karena ingin menghindar dariku? Aku begitu merasa bersalah setelah mengungkapkan segalanya padanya.Rasanya aku seperti menghancurkan rasa damai yang sudah lama ini aku sendiri yang memperjuangkanya.Seandainya aku tak terlalu mudah jatuh.Sepertinya aku begitu lemah.Seandainya saat itu aku tak pernah mengenalnya.Seandainya tiga tahun yang lalu aku tak mengenalnya.

 

    Sempurna sekali tempat ini,matahari sore begitu terasa hangat.Jingga langit terlihat begitu jelas ditemani pemandangan anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan sekolah.Begitu indah pemandangan dari bukit belakang sekolah ini.Aku lebih merasa nyaman disini daripada bermain bersama teman-teman sekelasku.Mereka tak membuatkuu nyaman.Mereka bilang aku terlalu dingin.Padahal aku hanya tak begitu suka keramaian.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki menuju arahku.Aku menoleh untuk memastikan.Ternyata,seorang anak laki-laki dengan keadaan yang sudah agak lusuh menghampiriku.Ia duduk di sampingku sambil tersenyum.Aku merasakan senyumnya sehangat matahari sore ini,begitu manis.

“Kau duduk sendirian disini ketika teman-teman yang lain sibuk membicarakan tentang boyband itu” Tiba-tiba dia memulai pembicaraan.

“Aku tak suka itu” Balasku.

“Kau aneh dan dingin” Ungkapnya.

“Kau tau tetapi tetap berbicara padaku”

“Kereka berteman hanya untuk memamerkan apa yang mereka miliki.Susah menemukan yang tulus saat ini” Aku tersentak dengan kata-katanya.Seakan dia bisa membaca fikiranku,perkataanya sejalan denganku.

“Maksudmu?”

“Aku suka duduk disini,langitnya begitu indah” Orang ini begitu sama denganku.Apaha ini hanya kebetulan?

“Aku suka mataharinya” Ujarku.

“Namaku Kim Myungsoo.Kita sekelas,tetapi aku tak yakin kau mengenalku”

“Kalau begitu kau seharusnya sudah tahu namaku.Aku tahu kita sekelas,tapi tak mengenalmu karena kau pendiam”

“Sama denganmu,Lee Ha Yi”

Akhirnya kami mengobrol di tempat ini.Aku rasa dia seorang namja yang baik,dia sefaham denganku.Tak suka kepura-puraan,lebih menyukai menyendiri dari pada berteman dengan mereka yang sesungguhnya bukanlah teman.

 

 

 

Aku berjalan di koridor sekolah,matahari pagi menemaniku.Kulihat seseorang yang tak asing bagiku ketika aku melawati ruangan kepala sekolah.Itu ayah Myungsoo,jika aku tak salah lihat.Sedang apa dia disini? Dimana Myungsoo? Apa yang terjadi dengan Myungsoo? Pertanyaan-pertanyaan itu seketika menghampiri benaku.Aku merasa takut,aku takut kehilangan.Aku begitu merindukanya.Aku ingin melihatnya walau hanya untuk beberapa detik saja.Yang kuharapkan adalah kedatangan Myungsoo,kembali disini.

Aku berlari menuju bukit belakang sekolah.Tetapi,tak ada yang kutemukan.Yang kulihat hanyalah sebuah kenangan.Disinilah pertamakalinya aku mengenal Myungsoo.Karena tempat inilah aku begitu bahagia.Tetapi,ditempat ini pula air mataku tumpah.Disinilah terakhir kali aku melihat Myungsoo,tiga minggu yang lalu.Myungsoo sebenarnya kau dimana? Aku merindukanmu.

 

 

Karena pertemuan kami di bukit belakang sekolah hari itu aku mengenal Myungsoo.Sejak itu kami menjadi dekat.Di kelas aku jadi memiliki seorang teman untuk diajak bicara ataupun mendiskusikan tugas.Setiap sore kami duduk bersama disana.Kadang kami hanya terdiam menatap langit,menikmati langit jingga kesukaanya dan hangatnya matahari sore kesukaanku.Lebih seringnya kami membicarakan tentang diri masing masing,apa yang kami sukai dan apa yang kami benci.Aku juga tahu bahwa ternyata dia tak se-dingin aku.Setidaknya dia masih memiliki teman.Terkadang,dia menceritakan beberapa hal lucu hingga aku tertawa terpingkal-pingka.Dia satu-satunya teman yang aku miliki dan membuatku begitu nyaman.

Tak terasa,sudah hampir setahun sejak pertama kali aku tahu namanya.Sudah banyak sekali yang kami bicarakan disini.Sudah banyak pula perubahan pada hubungan pertemanan kami.Kini kami tak lagi canggung.Kini kami saling terbuka satu sama lain.Ada beberapa hal yang berubah juga dari diriku.Aku selalu ingin bertemu denganya.Semakin hari semakin aku inin mengetahui hal-hal tentangnya.Aku sudah mengetahui tentang keluarganya,teman-temanya sampai hobi menonton anime-nya.Sampai saat ini hanya satu hal yang tak pernah aku dengar darinya,cinta pertamanya.Padahal,aku sangat penasaran tentang cinta pertamanya.

“Tak terasa sudah sangat lama sejak pertama kali aku melihatmu duduk di bukit ini” Tiba-tiba Myungsoo datang menghampiriku sambil menempelkan sekaleng minuman dingin di jidatku.

“Yaaa!Ini dingin dan basah,make up-ku bisa luntur” Teriak-ku sambil memukul kaki Myungsoo yang berdiri di sampingku.Menggangguku yang sedang duduk santai menikmati pemandangan sore.

“Apa? Sejak kapan kau memakai make up?” Myungsoo menertawaiku sambil menggodaku dengan mencubit pipiku sambil menatap wajahku.

“Yaaa!Memangnya salah? Yang lain juga menggunakan make up!” Tukasku sambil menghapus make up di wajahku,aku merasa malu gara-gara Myungsoo menggodaku.

“Yaa Lee Ha Yi,apa kau sedang jatuh cinta? Mengapa tak kau ceritakan padaku?” Tanyanya sambil menepuk pundakku.

“Tidak!Siapa bilang!” Ujarku sambil terus menghapus make up ku.

“Mmmm..Aku jadi penasaran,bolehkah aku tahu tentang cinta pertamamu?” Ah! Pertanyaan yang selama ini ingin aku tanyakan pada Myungsoo,malah ia tanyakan padaku.

“Aku tak punya…sepertinya.Kau?” Jawabku.Sebenarnya aku bingung menjawabnya.Aku memang tak pernah merasakanya.Tetapi,entah mengapa saat dekat dengan Myungsoo jantungku selalu berdebar lebih cepat,tapi aku tak ingin pergi.Aku suka bersama dengan Myungsoo,dan menginginkanya ketika ia tak disini.Sepertinya cinta pertamaku itu kau,Myungsoo.

“Aku….tak ada” Jawabnya singkat.

“Kau bohong,aku tak percaya!”

“Jangan percaya padaku atau kau akan jatuh cinta!Mmm,kau lebih cantik tanpa make up.Jangan pake make up lagi,aku tak suka” Jawabnya sambil menatap pekat wajahku,lalu tersenyum.Aku begitu terenyuh ketika mendengarnya.Aku bingung,lantas meninggalkanya begitu saja.Kudengar dia memanggilku untuk kembali.Tapi aku tak peduli.Aku terlalu malu untuk kembali,entah mengapa aku merasa malu.

            Aku berdiri di bukit ini,menaratapi segala yang telah terjadi.Kau tahu aku mencintaimu.Yang kuharapkan selama ini adalah kau mengatakan hal yang sama lalu kau memelukku agar aku tak pergi.Tapi,yang kau lakukan malah melepasku begitu saja.Kini kau menghilang.Tak terasa air mata ini telah membasahai pipiku.Myungsoo,begitu kupanggil namanya.Aku mohon kembalilah,walau kau tak berubah.

 

            Hari itu,aku melihat Myungsoo duduk di bukit tempat kesukaan kami.Tapi,dia tak sendiri.Ada seorang yeoja menemaninya disana.Dari belakang ku tatapi mereka.Begitu serasi,aku sangat iri.Rambut panjang tergerainya sungguh sangat indah tertiup angin.Kulit putihnya secerah pagi ini.Hidungnya terlihat begitu indah saat ia menoleh dan tersenyum dengan manis kepada Myungsoo yang duduk di sampingnya.Siapa dia? Siapa yeoja cantik itu? Bagai mana ia bisa mengenal Myungsoo? Aku penasaran.Sepertinya kini bukan hanya aku yang menyadari keberadaan namja tampan ini.Aku tak ingin bersaing.

Ku tinggalkan bukit belakang sekolah itu.Aku tak suka melihat mereka.Sepertinya aku tak rela melihat tempat favorit aku dan Myungsoo di isi oleh yeoja lain.It used to be me who always sit there,now there’s someone else.Begitu berat kulangkahkan kakiku,menahan perasaan yang sudah di pelupuk mata.Myungsoo,hanya miliku.Gumamku dalah hati,hanya dalam hati.

Sejak saat itu,Myungsoo jadi lebih banyak mengahabiskan waktunya dengan yeoja itu.Entah siapa itu,aku tak ingin tahu.Yang jelas dia adalah tetangga kelas kami.Terkadang mungkin Myungsoo merasa bersalah.Dia mengajaku duduk bersama di bukit seperti biasa,mengajaku pergi ke bioskop,bahkan ia mengajaku untuk pergi berlibur ke pantai bersama.Aku tolak semuanya.Bukan karena aku tak ingin pergi bersama Myungsoo,tapi yeoja cantik itu selalu pergi bersama Myungsoo.Sakit rasanya untuk menyaksikan Myungsoo bersama denganya.Aku lebih memilih pergi.

Rasa cemburu semakin hari semakin tak tertahan.Persahabatan kamu-pun sudah berubah terlalu banyak.Aku merasa kesal pada Myungsoo,juga pada yeoja itu.Myungsoo juga terlihat kesal.Mungkin dia bingung mengapa aku bisa berubah seperti ini.Tapi bukankah seharusnya ia tahu alasanku berubah.Aku berubah karena ia yang mulai pergi menjauh dariku.Dia sudah telalu jauh,dia tak bisa lagi melihatku.Dimatanya hanya ada yeoja cantik itu.Aku sudah tak tahan lagi.Begitupun Myungsoo,dugaanku.Sampai akhirnya semuanya tumpah,pertengkaran pertama kami.

“Kau berubah!Kau tak punya waktu bersamaku lagi,aku hanya merindukan waktu-waktu bersamamu.Banyak sekali cerita yang ingin ku ceritakan padamu” Itulah pertama kalinya Myungsoo bicara dengan nada tinggi padaku.

“Tidakkah kau sadar sejak ada yeoja itu kaulah yang berubah.Bagaimana aku bisa menghabiskan waktu bersamamu jika ada dia.Aku tak suka itu.Aku ingin kau dan aku,seperti dulu” Jawabku dengan lesu.

“Memangnya kenapa jika ada Yooyoung? Dia yeoja yang baik”

“Bukan itu maksudku.Tetap saja kita butuh waktu berdua.Baik,kalau begitu pergi saja denganYooyoung.Jangan panggil aku lagi” Ujarku sambil pergi meninggalkan Myungsoo.Aku tak bisa menahan lagi air mata.Aku tak mau dia melihatku menangis.Aku tak tahan dengan pertengkaran ini.Lebih baik aku yang mengalah pergi.

Sayup-sayup ku dengar Myungsoo terus memanggilku.Aku hanya tak ingin memperparah keadaan.Untuk itulah aku pergi.Tapi,sejak saat itu kami tak pernah berkomunikasi lagi.Ketika kami bertemu,tak ada senyum.Hanya sepasang mata yang saling menatap merasa bersalah.Tak ada satu patah kata pun terucap.Mungkinkah persahabatan kami berakhir disini? Di tahun terakhir kami berada di sekolah ini.Kenangan manis yang kita buat,seharusnya.Bukan akhir seperti ini.

Sampai hari upacara kelulusan kami,semuanya masih sama.Tak pernah ada sepatah katapun terucap.Bahkan tak ada perpisahan sama sekali.Myungsoo,teman pertama dan satu-satunya.Cinta pertama tapi mungkinkah ia juga cinta satu-satunya? Aku tak tau.Tentang hungunganya dengan Yooyoung,yang aku dengar tak ada apa-apa antara mereka.Mereka hanya berteman,tapi berperilaku seperti pasangan kekasih.Entah itu salah Myungsoo ataupun Yooyoung,aku tak peduli.

 

            Cukup lama aku berdiri disini.Mencari seorang namja yang entah berada dimana.15 menit lagi kelas akan dimulai.Aku bergegas kembali ke kelasku.Hari ini aku duduk di Bangku Myungsoo.Terasa begitu dingin dan kosong.Sudah tiga minggu aku yang mengisi bangku ini.Mengisi kekosongan yang ada sambil berharap Myungsoo akan kembali.

Bel tanda pelajaran dimulai sudah dibunyikan.Pintu kelas kami terbuka.Namun,Haruka sensei guru Bahasa Jepang yang merupakan wali kelas kami tak datang sendirian.Seseorang yang baru saja kulihat berbicara dengan kepala sekolah pagi ini datang bersama Haruka sensei.Itu ayah Myungsoo.Hatiku berdebar,entah apa yang akan ia kaatakan.Wajahnya terlihat pucat pasi namun memaksakan untuk tersenyum.Perasaanku semakin tak enak,ada apa dengan Myungsoo?

            Di upacara penerimaan siswa baru, Kirin Senior High School.Aku melihat lagi Myungsoo.Dia tetap melanjutkan di sekolah ini.Lebih terkejutnya lagi aku ketika ia sekelas lagi denganku.Akan sangat canggung berada di ruang yang sama dengan Myungsoo,walau aku merindukanya.

Myungsoo duduk si sebelahku.Membuatku tak nyaman.Perlahan-lahan dia mulai menyapaku,menanyakan kabarku.Dinginya hubungan antara aku dan Myungsoo mulai mencair.Setidaknya fikiran kami kini sudah lebih dewasa sehingga bisa saling memaafkan satu sama lain.Hubungan persahabatan ini mulai terkendali lagi,walau tak sedekat dulu.Seperti dulu,kami kembali ke bukit ini.Kami saling bertukar cerita tentang apa yang kami lakukan sejak kami bertengkar.Mencurahkan segala kekosongn,mengisinya kembali dengan keceriaan seperti dulu.Dari Myungsoo juga kudengar bahwa hubunganya bersama Yooyoung hanyalah pertemanan biasa karena Yooyoung yang hanya ingin berteman.Dan kini,beruntunglah aku dengan perginya Yooyoung.Yooyoung melanjutkan sekolahnya di luar negeri karena dia ingin menjadi seorang model Internasional.

Persahabatan kami mulai mambaik.Keadaan ini membuatku lega.Aku tak harus membuang muka lagi saat bertemu dengan Myungsoo.Tapi,rasa itu mulai muncul lagi.Rasa yang menghancurkan persahabatanku dengan Myungsoo.Sebenarnya,selama ini perasaan itu memang tak pernah hilang.Hanya saja dengan Myungsoo jauh dariku aku tak begitu merasa seperti memilikinya.Kini,Myungsoo di sampingku.Rasanya dia miliku,hanya miliku.Bahkan,akhir-akhir ini muncul keinginan untuk memberitahunya secara langsung.Aku tak seberani itu,tapi aku tak bisa menahanya lagi.

Sore itu aku meminta Myungsoo untuk datang ke bukit belakang sekolah tepat saat matahari terbenam.Saat itu ku lihat Myungsoo duduk sendiri disana.Mulai ku petik gitarku,lalu bernyanyi.

Nae mam mollado dwae geujeo nune boineun gose
Neul geuraetdeut maeryeokjeogin nunbit momjit malturo
Jonjaehamyeon dwae nan geugeomyeon dwae

 

Gadeukchangibunnigamolgo on
Ganjilgeorineunbarameseon
Joheunnaemsaeganaidaerojoha
Naemisoreulgeuryeonaeneunsaram

 

Modunaleungwonhaeyongginae
Ijendagagalcharyeramyeonaltteomine
Geureongominbodanjigeumeuljeulgigosipeunde
Sumgyeodungobaegeultagonanjeohaneulwiro woo

 

Nae mam molladodwaenae nun ape
(Geujeonuneboineungoseneulgeuraetdeutmaeryeokjeogin)
Nunbitmomjitmalturo
Jonjaehamyeondwae nan chungbunhae

 

Geujeonuneboineungose
Neulgeuraetdeutmaeryeokjeoginnunbitmomjitmalturo
Jonjaehamyeondwaenangeugeomyeondwae

 

(Lee Ha Yi – One Sided Love)

 

“Myungsooyaa,nanneoljohahae,saranghae.Selamainiakubelajarbermaingitaruntukmu,hanyauntukmu.Laguinikutulissendiriuntukmu.Sudah lama sekaliakumenyukaimu.Tapikausahabatku,akutakinginpersahabatankitaterlukakarenaperasaanku.MelihatmusajacukupbagikuUcapkusambilmenahan air mataku.

“Ha Yi-yaa,aku……”WajahMyungsooterlihatkebingungan.

“Jangankatakan!Akutakpernahbertanyatentangperasaanmu”

“Sejakkapan?”Myungsoobertanyapadaku.

“Sejakkitabertemu di bukitiniduatahun yang lalu.Akusukamelihatsenyummanismu” Ujarku.

Akumalu.AkutakbisamenatapMyungsoolebihlama.Akupergimeninggalakanya yang berusahauntukmemanggilkukembalitapitakkuhiraukan

“Ha Yi!Lee Ha Yi!Dengarkanaku!Kautakbisaterusberlarisepertiini!Iniharus di selesaikan,akutakbisa……”Suaranyatakterdengarlagi.Akuberlarimeninggalkansekolah.Untuksementarawaktuakuhanyainginsendiri.

            Myungsoo,dimana Myungsoo? Ada apa dengan Myungsoo.Aku takut dengan apa yang ayah Myungsoo akan katakan.Mungkinkah dia pergi dari sekolah ini? Atau dia pergi dari hidupku? Ah!Tidak mungkin!Hal negatif tentanya terus menghampiri benaku.Pertemuan terakhir di bukit sekolah,setelah aku menyatakan perasaanku padanya mengacaukan keadaan.Aku ingin bicara padanya,meminta maaf padanya,memperjelas semuanya.Tapi,ada apa dengan Myungsoo?

“Selamat pagi semuanya.Saya ayah dari teman-teman kalian Myungsoo.Saya datang untuk memberitahukan sesuatu tentang Myungsoo.Kuharap kalian dapat mengerti” Lamunanku terpecah ketika ayah Myungsoo mulai berbicara.Kata-katanya membuatku terenyuh.Aku semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan Myungsoo.

“Myungsoo mengalami kecelakaan.Kepalanya terluka begitu parah.Myungsoo….” Kalimat itu seakan menelanku.Myungsoo kecelakaan? Bagaimana denganya? Apa dia baik-baik saja? Dia harus baik-baik saja.Tapi ekspresi ayah Myungsoo sedikit membuatku takut.Ia menahan kalimatnya,lalu tersenyum dan melanjutkanya.

“Myungsoo kecelakaan,dan kini dia tak bisa mengingat orang-orang di sekitarnya.Untungnya proses penyembuhan Myungsoo berjalan dengan cepat sehingga kini ia bisa kembali ke sekolah” Begitu ucapan ayah Myungsoo yang begitu menyakitiku.Myungsoo melupakan segalanya,dia melupakanku.

“Sebenarnya ada kemungkinan untuknya bisa mengingat kembali masa lalunya.Tapi,itu akan membebani Myungsoo.Aku mohon kerjasama kalian untuk menganggap Myungsoo sebagai murid baru disini.Saya mengatakan padanya bahwa dulu dia tidak tinggal disini.Dia hanya murid pindahan disini.Memaksanya mengingat masa lalu hanya akan menyakitinya.Biarkan dia memulainya dari awal.Saya mohon demi kebaikan Myungsoo” Ayah Myungsoo membungkuk pada kami semua.Berharap agarentah kemaana. kami dapat memakluminya.

Perkataan ayah Myungsoo seakan menghanyutkanku entah kemana.Aku bahkan belum tahu perasaanya padaku,tapi tuhan sudah mengambil memorinya.Rasanya separuh dari jiwaku melayang entah kemana.Kini,aku hanyalah orang asing bagi Myungsoo.Setelah sekian lama kami bersahabat,setelah semua kenangan ini,setelah kami melewati sulitnya mempertahankan hubungan kami,iya melupakannya.Bahkan kejadian kemarin,dimana aku menyatakan perasaanku pada Myungsoo dia juga tak mengingatnya.Dia tak tahu betapa sulitnya menahan perasaan ini.Dia tak tahu bagaimana sakitnya ketika aku melihatnya bersama dengan yeoja lain.Bukit itu,bukit kenangan dimana kami memulai segalanya bersama.Dia melupakan hari pertama diamana aku berkenalan denganya.Pertama kali dia menggodaku,membicarakan tentang cinta pertama,memulai pertengkaran pertama kami sampa kemarin aku menyatakan perasaanku dia melupakanya.

Kecewa,sakit,sedih,bingung semuanya bercampur jadi satu.Tak ingin membuat kegaduhan,aku berlari menuju rest room dan menangis sejadi-jadinya disana.Jahat sekali Myungsoo melakukan ini semua.Kini aku harus berpura-pura tak mengenalnya.Kenangan itu harus ku simpan sendiri.Semuanya ku simpan sendiri.Biarkan hanya aku yang terluka.

Saat aku kembali menuju kelas,seseorang berjalan di koridor.Sosoknya tak lagi asing bagiku.Selama ini dia yang ku tunggu.Selama ini dia yang aku rindukn akhirnya muncul lagi di depan mataku.Itu merupakan sebuah kebahagian bagiku.

Kami berpapasan.Dia tersenyum padaku.Senyumnya sangat hangat,masih seperti dulu.Mata itu,senyum itu,wajah itu sungguh tak asing bagiku.Dengan banyaknya hal yang telah kita lewati aku berharap bahwa dia akan mengingatku.

“Hai,kau bagian dari kelas ini?” Sambil tersenyum.Dia bertanya padaku sambil menunjuk pada kelas kami.

“Iya” Aku mejaawabnya.Suaraku bergetar.

“Namaku Kim Myung Soo,aku murid baru disini” Dia mengulukan tanganya lalu tersenyum padaku.

“Lee Ha Yi” Jawabku sambil menyambut hangat tanganya.Lalu mengikuti langkahnya masuk ke kelas kami.Dia duduk tepat di sebelahku.

Akhirnya aku bisa berbicara padanya lagi.Tangan lembut itu bisa ku sentuh lagi.Sayang,Myungsoo yang dulu telah pergi.Myungsoo yang ku kenal telah pergi.Kupandangi Myungsoo,seakan mencoba mencari sosok Myungsoo yang dulu.Tidak,Myungsoo kini tak ada lagi.Myungsoo yang dihadapanku hanyalah orang yang tak ku kenal.Tapi setidaknya,dia kini menjadi lebih ceri dan bersahaja.Myungsoo yang baru tak sedingin dulu.

Masalalu biarlah berlalu.Kenangan indah tentang kita biar aku saja yang menyimpanya.Rasa ini,rasa rindu akan seorang sahabat lama juga cinta pertmaku biar aku yang rasa.Kenangan tentang hari kemarin biarkan hanya aku yang memilikinya.Myungsoo ku tutup kenangan cinta dan persahabatan kita sampai  disini.Biarkan aku bersama masa lalu,bersama Myungsoo yang ku kenal.Biarlah aku tak mengenal Myungsoo yang baru.Memori kemarin,hanyalah miliku.

 

 

The End

One thought on “Yesterday’s Memory | FF Peserta Lomba

  1. hiks.. ff keren gini q comment firstnya sih?? Q sedih bgt endingnya..!!thor bqin sequel please.. ini sesek bgt klo smpe myungsoo ga inget msa lalunya mpe kapanpun.. please sequel yia? ?? fighting thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s