Mianhanda Hajiman Saranghanda… (Part 4)

 

MHS4

Tittle : Mianhanda Hajiman Saranghanda..

Rate : 14+

Genre : Romance,Married Life,familly ( Happy Ending )

Length : 5 Part-end.

Cast :

  • Kim Ji Kyung (HSD )
  • Lee Sung Min
  • Eomma Lee Sung Min
  • Appa Kim Ji Kyung
  • Other Cast. ( you can find it!)

Writer : HTS

NOTE!!! FF ini murni buatan aku sendiri,tidak ada unsur plagiat di dalamnya..

Typo?? Maaf! Genrenya Married Life! Okay? Tapi bukan NC atau FF Yadong yaa…

Dan jika cerita ini mempengeruhi kalian untuk berfikir sangat  jauh setelah membaca FF ini,tidak usah di teruskan okay..???!!!!

Tapi ini bukan FF NC atau Yadong ne!!only Romance ! Gamsahamnidaa ~

 

PART 4

 

Hal pertama yang ia lihat adalah lee sung min yang sedang tertidur di sampingnya..

Di lihat mata dan bibirnya,ia sepertinya sedang tertidur pulas.ji kyung sebenarnya juga tidak ingin mengganggunya tapi apa lagi yang bisa ia lakukan..??

Perlahan tangannya mengoyangkan pundak kiri lee sung min beberapa kali..

Namun sungmin belum memberikan respon sedikitpun.

Apa yang harus ia lakukan lagi selain membangunkannya..

Ia membuka mulutnya sedikit “sung min-ssi.. irreona..” ucapnya beberapa kali

Sungmin yang mendengar masih setengah tidur dengan mata tertutup hanya membalas dengan “hmmm..??”

“igeo… tanganmu..

Bisakah kau,,menarik,,tanganmu…?” ucapnya perlahan

DEEGGG..!!!

“ya!!” teriak ji kyung dengan tidak keras

Dengan matanya yang masih tertutup sungmin bukannya melepaskan tangannya dari tubuh ji kyung malah memeluk ji kyung dengan erat yang membuat ji kyung berteriak.

“hanya sekali..” ucap sungmin dengan lembut dan mata masih menutup

“hanya,,sekali..?

Maksudmu?”

“hanya sekali..

Besok,kita akan pulang dan berpisah kamar lagi bukan ?

Hanya sekali…

Aku tidak akan melakukan apa-apa.

Hanya sekali,, aku ingin memelukmu seperti ini sampai esok hari..

Sejak kita menikah.kita belum melakukan apa-apa. Tapi,aku tidak akan melakukan hal itu..

Hanya ini. Hanya pelukan seperti ini.. biarkan aku memelukmu seperti ini..” ucapnya yang terucap dengan perasaan sepenuh hati serta lembut

“ya! Sungmin-ssi.. apa kau mabuk ?
kau minum berapa botol ?”

“ssstttt..!!

jika kau terus berbicara,,

aku.. akan terus memelukmu lebih erat..!

aku bilang,aku tidak akan melakukan apa-apa.. percayalah! Hanya seperti ini..” ucapnya lagi

ji kyung menurut dan tidak berbicara sepatah katapun lagi.

Apa yang di katakan sungmin memang benar. Sejak menikah,mereka belum melakukan apa-apa..

Jadi,mungkin hanya pelukan seperti ini saja yang ji kyung berikan..

Tak lama ji kyungpun tertidur dalam pelukannya sampai keesokan harinya …

—————————

 

Pagi hari menjelang ~

Sungmin dan Ji Kyung sudah bersiap-siap untuk pulang..

Pakaian dan koper mereka pun sudah siap.

DEEGG..!!!

Sungmin dan ji kyung berpaprasan muka yang masih di dalam kamar mereka..

Ji kyung menunduk malu. ia saat ini tidak ingin bertemu dengan sungmin..

Ji Kyung mengalah. Ia ingin ke meja belajarnya mengambil buku-bukunya melangkah satu langkah ke kiri, tapi sungmin ikut melangkah satu langkah ke kiri.

Ji kyung pasrah dan melangkah lagi ke kanan,sungmin ikut melangkah ke kanan.

Ji kyung semakin kesal ia melangkah satu langkah ke kiri lagi dengan menghentakan kakinya,sungmin ikut melangkah ke kiri.

Ji kyung mengangkat kepalanya dan memberikan tatapan mata sinis.

Ji kyung menatap mata sungmin,tentunya dengan perasaan sedang kesal melihatnya. Tapi tatapan yang sungmin berikan membuat ji kyung malu yang membuat pipinya memerah seperti tomat.

“Ya! Wajahmu memerah!!” ucap sungmin

Ji kyung segera menutupi pipinya dengan kedua tangannya “ Jinjjayo ?”

“Ne! kenapa kau menghindar dariku ? kau tidak seperti biasanya..!

Hmmmm,, atau…

Jangan-jangan,kau malu atas kejadian tadi malam kan..?” tanya rayu goda sungmin

“aniya!” ucapnya berbohong

Sungmin melangkah satu langkah ke depan mendekat kepada ji kyung semakin membuat ji kyung malu dan wajahnya semakin memerah saat sungmin bertanya “jinjjayo?” tanyanya dengan nada menggoda

“YAA!!” Teriaknya yang ia luapkan karena kekesalannya

“ya! Kenapa kau berteriak di depanku nyonya lee ?” goda sungmin terus menerus

“kau..!!” ucapnya yang terpotong

“aigoo! Tenang saja ,,

Kamarin aku tidak melakukan apa-apa padamu! Kau tidak perlu takut..” ucap sungmin yang membawa kopernya yang akan keluar

Ketegangan Ji kyung merendah saat sungmin pergi tapi,,

“aku sangat menikmati malam pertamaku dengan mu nona Lee! Meski aku tidak melakukan apa-apa” ucap sungmin sesaat sebelum keluar. Setelah mengatakan godaannya dan pergi menutup pintu meninggalkan ji kyung sendiri.

“YAAAA….!!!” Teriak Ji kyung semakin kesal atas apa yang suaminya ucapkan.

Ji kyung berjalan ke arah meja tempat buku-buku itu dan menemukan sebuah buku.

Ia membuka halaman pertamanya dan bertuliskan

“ pelajarilah buku ini! Aku menulisnya sampai tanganku pegal!!

Jadi kau harus menggantinya dengan belajar dengan rajin..!!

Jika kau berhasil lulus dengan nilai yang cukup baik. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu..

Promise me! … – Lee Sung Min “

Ji kyung lalu menutup buku itu.

“ne! aku akan lulus dan mendapat nilai yang baik dan setelah itu kau harus mengabulkan satu permintaanku!!” ucapnya lalu menutup buku itu dan menaruhnya di kopernya ..

Ia lalu keluar dan menutup pintunya..

——————–

Di depannya terlihat mobil serta kedua orang tuanya di dalam mobil itu yang akan segera pulang.

Sungmin sejak tadi masih menunggu dan kini berada di samping ji kyung.

Sungmin melihat ji kyung masih kesusahan seperti sebelumnya yang membawa koper berat itu

“biar kubawakan..” tawaran sungmin yang ingin membawakan koper ji kyung

Ji kyung menatap matanya yang membuat ia memerahkan wajahnya lagi “ani!! Aku bisa sendiri!!”

“ya! Wajahmu memerah lagi ji kyung-ah!”

“aishhhh..!!!” ji kyung mendelik kesal dan segera pergi membawa koper beratnya sendiri namun membuat jalannya lambat seperti siput

Sungmin berjalan juga “ kau tidak ingin ku bantu kan ..??” ucap sungmin dan pergi membawa kopernya

Ji Kyung menjadi kesal. Ia membawa koper itu sendiri sampai ke mobil dan bersiap untuk pulang..

————————–

Di dalam mobil ..

Mereka sedang dalam perjalanan untuk pulang..

Seperti kemarin..

Eomma dan appa sungmin berada di bagian paling depan,dimana appa sungmin yang mengemudikan mobil itu..

Di posisi tengah adalah kedua orang tua ji kyung dan yang terkahir,

Ji kyung dan sungmin berada di bagian belakang lalu bagian bagasi,tempat mereka menaruh koper-koper mereka.

Ji kyung yang duduk di sebelah sungmin terus menampakan wajah malunya sepanjang perjalanan.

Sungmin yang juga berada di samping ji kyung ikut mulai terganggu oleh tingkahnya dan mukanya yang menunjukan wajah merahnya itu..

 

Keadaan menjadi mendung seperti ini,awan hitam terlihat di atas kepala..

Padahal ini sudah musim panas,apa karena akan berganti musim atau musim dingin yang belum selesai membuat keadaan seperti ini..

Appa sungmin kemudian menyalakan radio yang ada di depannya.

Awalnya suara gemuruh dari radio itu tapi sekarang ia sudah mendapatkan sinyal sehingga suara sang penyiar radio terdengar..

 

Perhatian.kepada seluruh warga korea yang akan berwisata atau akan pulang menuju arah seoul. Harap berhati-hati,karena di perkirakan akan terjadi hujan dengan identisas sedang di sekitarnya.. beberapa saat lagi,kita akan mengetahui apa penyebab terjadinya hujan di musim panas seperti ini,terima kasih~

“aneh sekali..

Ini musim panas,,kenapa bisa akan terjadi hujan..?” tanya heran appa sungmin

“mungkin karena matahari yang menyebabkann kondensasi pada air laut” sahut appa ji kyung

Tiiikk…..tiikkk….tikkk..

Bunyi Air hujan mulai berjatuhan dari atas lagit,airnya turun tidak terkira (?)

Keadaan di dalam mobil menjadi dingin,walaupun penghangat ruangan sudah di nyalakan tetap saja tidak cukup untuk menghangatkan seluruh penjuru sudut di mobil ini..

Keadaan seperti ini membuat ji kyung merasa kedinginan karena iayang menggunakan pakaian pendek tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini.

Sungmin mengambil jaketnya dari belakang tempat kopernya di simpan..

Ia tak membuka mulutnya hanya memberikan dengan satu tangan jaketnya kepada ji kyung. Kim ji kyung menolehkan sedikit kepalanya dan melihat jaket itu tidak menggunakannya dan kembali ia menatap hujan dari dalam kaca mobil..

Sungmin mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan

 

From : Lee Sung Min

Kau tidak ingin menggunakannya..?? kau yakin tidak kedinginan..??

Jika kau sakit aku tidak ingin mengobatimu kecuali itu parah.. dan aku juga tidak menjamin kau bisa mengikuti ulangan lusa..

 

Ddrrrrtttt…..dddrrrtttt…

Ponsel ji kyung bergetar dan membuka pesan dari sungmin..

Ia tidak membalasnya, ia kemudian ingin mengambil jaket itu untuk ia pakai tapi

DEEGGG!!

Pada saat yang sama sungmin sedang menoleh ke arahnya yang membuat mereka saling berbalas tatapan,mereka berdua menjadi membeku..

Pipi ji kyung kembali menampakan ke merahannya, ji kyung yang tadi ingin mengambil jaket itu tidak jadi setelah mereka saling tatap menatap..

Sungmin tersenyum singkat dan mengirimnya lagi sebuah pesan

 

From :  Lee Sung Min

Why..??!!

Kali ini ia menggunakan pelafalan bahasa inggris.

Tapi ji kyung tetap tidak membalasnya,ia menulis sebuah tulisan menggunakan jari tangannya sendiri yang bertuliskan “ Aku membencimu..” dalam pelafalan bahasa korea di dinding kaca mobilnya

Sungmin menyadarinya dan menuliskan lagi “Waeyo..??” di dinding kaca mobilnya juga

“aku tidak ingin mengatakannya disini..!” tulisnya lagi

“sebentar lagi kita akan sampai!” balasnya

“benarkah ?”

Tak lama appa sungmin memberhentikan mobilnya di depan rumah sungmin.mereka tidak sempat berdiam diri,masuk mengunjungi dan berbincang disana di karenakan hujan..

——————

Rambut sungmin setengah basah terkena air hujan. Sementara ji kyung dari ujung kaki sampai ujung rambutnya basah terkena air hujan.

Ia tak langsung mandi dengan air hangat,tapi ji kyung hanya menggunakan handuk tebalnya yang melindunginya dari dinginnya suhu di ruangan ini dan menyerap air hujan yang masih menempel di pakaiannya..

Sungmin menarik salah satu tangannya sampai punggung jikyung menempel pada dinding perantara kamar mereka..

Salah satu tangannya menempel pada dinding dan tangan yang satunya lagi menggenggam salah satu tangan ji kyung yang membuat ji kyung tidak bisa berbuat apa-apa dengan handuk yang masih menempel di tubuhnya

“kau ,, membenciku ?” tanya sungmin dengan rambut yang setengah basah membuatnya menjadi namja dingin

Ji kyung tidak menjawabnya dan membuang mukanya

Sungmin bertanya lagi “waeyo..??”

Ji kyung masih tidak menjawab. Sungmin tak punya cari lain,selain memancingnya..

Sungmin mengeluarkan jurus andalannya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah ji kyung,,

Ji kyung tak tahu lagi apa yang harus ia perbuat

“ya,,ya,,!!” ujar ji kyung sebagai peringatan pertamanya. Sungmin mengabaikannya dan mendekatkan wajahnya lagi..

Tapi,,

Kejadian ini justru tidak di sengaja yang di buat olehnya..

Huaacchiimmm..!!’ ‘ji kyung bersin karena udaranya sangat dingin belum di tambah lagi karena ia kehujanan karena masuk rumah,orangtuanya tidak mengantarkan sampai depan pintu persis yang membuat ji kyung harus berlari kehujanan untuk sampai di dalamnya.belum lagi karena kopernya berat yang membuat ia berjalan lambat.

Kejadian ini membuat sungmin mundur dengan sendirinya.. jarak mereka cukup jauh sekarang, hal ini di ambil ji kyung sebagai kesempatannya,ia beranjak pergi dengan perlahan sambil tangannya menutupi mulut dan hidungnya..

“Ya!!! Apa ini caramu untuk kabur ?” teriak sungmin yang kesal sendirian

Huaaaaccchiiiimmmm…!!!!!” ji kyung bersin sekali lagi.tapi tampaknya kali ini ia sengajakan agar menghindar dari sungmin.

Ji kyung beranjak masuk ke kamarnya dengan terus menerus bersin tanpa di sengajakan olehnya..

—————————

Ji kyung mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur panjang dan bersiap untuk tidur ..

Sepanjang malamnya ia terus menerus bersin yang membuat sungmin yang berada di samping kamarnya mendengar bersinnya.

Keadaan seperti ini sebenarnya sulit bagi ji kyung untuk tidur,karena ia terus bersin tanpa di sengaja..

Kepalanya juga menjadi pusing automatis membuat wajah putihnya terlihat semakin putih pucat sayu sekarang. Ia juga kedinginan karena suhu ruangan menjadi dingin dan hujan yang terus turun tidak berhenti. Tubuh ji kyung menjadi panas sekarang yang membuatnya tidak nyaman untuk sekedar tidur saja

Huuuaaaaccchhhhiiiiimmmmm’ bersin ji kyung terus menerus terdengar di telinga sungmin.

Sungmin pun terbangun dari tidur indahnya dan segera pergi ke dapur..

 

Ia mengambil segelas air putih dan sapu tangan yang tadinya masih di simpan,

Tak lupa ia mencari kotak P3K dan mengambil tiga macam obat untuk penyakit flu,panas dan kepala pusing..

Ia membawa semuanya dengan kedua tangannya yang kemudian masuk ke dalam kamar ji kyung. Sebelumnya tak lupa ia mengetuk pintu yang membuat ji kyung terbangun dan duduk di kasurnya..

“mwoya..??” tanya ji kyung dengan lemas menampakan wajah pucat di seluruhnya

“ya!! Kau terus menerus bersin yang membuat aku terganggu saat tidur!!” seru sungmin yang masih berdiri disana

“mianhae, sungmin-ssi”
“minumlah obat ini” perintah sungmin

“shireo!! Nan gwenchana sungmin-ssi”

“gwenchana ? kau terus menerus bersin! Kau sakit ?”

Ji kyung menggelengkan kepalanya. Sungmin mengecek suhu dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi ji kyung,dan seperti dugaan! Suhu tubuhnya panas.

“aigoo!! Ji kyung-ah! tubuhmu panas!!

Kau masih kuat berjalankan ? kajja! Kita pergi ke rumah sakit!”

“gwenchana”
“kau tidak mau? atau aku harus menghubungi kedua orangtuamu ?”

“tidak usah sungmin-ssi! Ini sudah terlalu malam, aku tidak ingin mengganggu tidur mereka..

Mereka mungkin sedang tidur sekarang”

“cah~ kalau kau tidak mau, minum obat ini dulu..” ucap sungmin memberikan obat kepada jikyung

“ne” jikyung menurut. Dan meminum obat untuk menghilangkan flunya dan meredakan turun panas

“kepalamu pusing?”

“ne. sedikit,,”  ucapnya. Sungmin memberikan obat untuk pusing kepala yang segera di minum jikyung. Lalu sungmin meletakan gelas dan sisa obat yang telah ji kyung minum di meja samping tempat tidur jikyung.

Ji kyung menganggkat kedua kakinya dan bersiap untuk tidur.

Sungmin mengambil sapu tangan dan mengangkat kakinya tidur di samping jikyung.

“sungmin-ssi! Apa yang kau lakukan ?” tanyanya yang masih duduk sementara sungmin sudah dengan posisi siap untuk tidur dengan mata tertutup tidak sepenuhnya tertidur

“sudah tidurlah!! Aku tidak melakukan apa-apa!! Kau sedang sakit! Mana bisa suamimu ini santai tidur sementara kau sakit.. ini,,” ucapnya memberika sapu tangan kepada ji kyung.

Ji kyung pasrah dan badannya yang sudah terlalu lelah,percuma jika ia marah. Toh, akhirnya sungmin tidak akan mendengarkan..

“kau kedinginan?” tanya sungmin peduli

“tentu saja bodoh!” ucapnya yang tidur dengan membelakangi sungmin

“tidurlah…

Jika besok kau tidak sembuh. Aku akan membawamu ke rumah sakit..

Jika kau tidak mau itu terserahmu! Mungkin kau bisa mengikuti ujian di rumah sakit.

Untuk itu tidur dan cepatlah sembuh” ucapnya peduli dan memeluk ji kyung dengan kedua tangannya serta memberikan selimut lebih untuknya agar tidak kedinginan.. ji kyung juga tidak bisa berbuat apa lagi sampai pagi menjelang

————————-

Dengan selimut masih menyelimuti tubuhnya ji kyung terbangun dan menyari sungmin tidak ada di sampingnya..

“sungmin-ssi..” panggilnya masih dengan suara lemas karena suhu tubuhnya sudah mereda.tapi wajahnya masih pucat

 

TBC

 

Yang mau lanjut Komennya di tunggu ya🙂

7 thoughts on “Mianhanda Hajiman Saranghanda… (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s