Mianhanda Hajiman Saranghanda… (Part 2)

 

MHS2

Mianhanda Hajiman Saranghanda…

Tittle : Mianhanda Hajiman Saranghanda..

Rate : 14+

Genre : Romance,Married Life,familly ( Happy Ending )

Length : 5 Part-end.

Cast :

  • Kim Ji Kyung (HSD )
  • Lee Sung Min
  • Eomma Lee Sung Min
  • Appa Kim Ji Kyung
  • Other Cast. ( you can find it!)

Writer : HTS

NOTE!!! FF ini murni buatan aku sendiri,tidak ada unsur plagiat di dalamnya..

Typo?? Maaf! Genrenya Married Life! Okay? Tapi bukan NC atau FF Yadong yaa…

Dan jika cerita ini mempengeruhi kalian untuk berfikir sangat  jauh setelah membaca FF ini,tidak usah di teruskan okay..???!!!!

Tapi ini bukan FF NC atau Yadong ne!!only Romance ! Gamsahamnidaa ~

 

 

PART 2

 

“oh! Eomma,Appa,Ahjussi,Eommonim..

Annyeong hasseyo” ucapnya sambil menundukan kepalanya

“apa rumahnya terlalu kecil ji kyung-ah?” tanya eomma sungmin langsung kepadanya

“ah! Ani.

Silahkan masuk..” ucapnya

Dan mereka semua masuk dan duduk di sofa empuk itu..

Sementara appanya membawa koper besar dan kotak besar masuk kedalam dan menaruhnya di dekat pintu sebelum duduk.

sementara sungmin di dapur hanya memperhatikan mereka semua sambil sibuk minum segelas air dengan santainya disana..

“appa! Untuk apa koper dan kotak besar itu?” tanya ji kyung kepada ayahnya

“itu?

Koper itu baju sekolah dan baju sehari-harimu..

Dan pasti kalian belum berbelanja makanan bukan? jadi kami membelikan beberapa..” jawab appanya dengan santai

“ji kyung-ah! Aku tahu bagaimana perasaanmu soal kejadian kemarin..” sahut eomma sungmin
“kemarin?” tanya kecil dan mengingat kejadian lalu

“kejadian itu..

Bagaimana itu bisa terjadi ? semua orang yang heran melihat kalian..

Ada apa dengan sungmin dan kau?” lanjut eomma sungmin

“ahh..oh.. eung.. itu…

Ituu.. ka..karena…” ucapnya tak tahu harus menjawab apa lagi. Mana mungkin ji kyung menjawab pertanyaan itu dengan jujur,ia tidak tahu harus menjawab dan berbohong apa..

Sung min memperhatikan dan pasti ia tahu kalau ji kyung tidak bisa menjelaskan semuanya dengan jujur..

Ia menaruh gelas itu dan langsung berjalan cepat kea rah ji kyung dan melingkarkan tangannya ke punduk ji kyung..

“eomma.. kenapa kau tanyakan ini padanya ?

Berciuman di hadapan orang banyak ? mana mungkin itu bisa terjadi ?

Kami juga malu harus mengumbar ciuman kita di hadapan orang banyak..

Bukankah begitu ji kyung-ah?” jawab tanya sung min dengan ‘Bukankah begitu ji kyung-ah..’ yang sedikit ia keraskan lalu melirik sedikit ke arah ji kyung dengan tatapan sangat member isyarat.

Ji kyung mengerti kenapa ia melakukan ini.ia hanya tersenyum dan berkta “ye,eommonim..”

“oh! Begitu..

Ji kyung-ah! Bukankah sekarang liburan musim panas ?

Kaliankan belum berbulan madu..

Bagaimanapun kalian ini adalah pasangan baru..”

“ah,itu..

Tapi setelah ujian akan menyelesaikan kuliah setelah liburan musim panas…

Jadi aku harus,memantapkan pelajaranku saat ini agar bisa lulus..” ucapnya dengan raut muka sedikit menyesal

“itu benar!

Aku baru menanyakan kepada eommamu tempat apa yang paling kau sukai..

Dan eommamu menjawab pantai dan tempat lainnya yang menunjukan keindahan alam lainnya. apa itu benar?

Bagaimana jika kalian berbulan madu di pulau Jeju?

Sekalian kita semua berlibur?” ajak sang eommonimnya

“hah? Pulau jeju? “ ucapnya dengan penuh kegembiraan sesat dan kini cemberut yang tertangkap oleh mata lee sung min

“ne. pulau jeju! Bukankah sekarang liburan musim panas?

Bagaimana jika kita semua berlibur kesana?” ajaknya lagi
“aku sangat ingin eommonim..

Hanya saja aku mungkin harus menyita waktu musim panasku untuk ujian kelulusan nanti..

Dan aku juga harus membeli keperluan dan membersihkan rumah besar ini..” ucapnya dengan sedikit merendahkan diri.. tentu saja ji kyung ingin pergi! Hanya saja ia tidak ingin berbulan madu dengan sungmin! Jika hanya berlibur dengan keluarganya dan keluaga lee mungkin ia bisa menerima itu..

Terlihat lagi raut muka ji kyung dengan tatapan seakan ia ingin ke pulau jeju namun tidak bisa karena ia sebentar lagi harus memfokuskan dirinya untuk ujian.

Sebagai seorang pria,teman lama dan suami ji kyung saat ini.ia juga tidak ingin melihatnya bersedih
“kau bisa merimanya ji kyung-ah.

Kau bisa membeli keperluan dan membereskan rumah setelah pulang dari jeju.

Jika kau ingin belajar kau bisa membawa beberapa bukumu untuk di baca..

Bukankah begitu eomma?” ajak tanya sungmin kepada eommanya.

Sungmin juga tidak berfikir ingin berbulan madu dengannya.sebenarnya ia juga mempunyai jadwal yang lebih penting dari ji kyung..

Perusahaan appanya kini ada di tangan dia.. ia harus mengurusi perusahaannya..

Tapi fikir positif nya ia juga harus berlibur untuk menyegarkan fikiran dan bebannya yang jenuh..

Lain dengan fikiran ji kyung. Ia berfikir kalau sungmin hanya baik kepadanya jika di lihat orang lain.. sementara jika tidak ada ia terus bersikap dingin padanya.

“itu benar! Sung min juga bisa membantumu belajar,

Ia cukup pintar ketika ia masih sekolah lalu…” ujar appa sungmin sekarang

“ah,geuraeyo?

Eung..baiklah,aku bisa ikut eommonim..”

“bagus! Kalau begitu yeorobun!!

Besok kita akan liburan ke pulau jeju!” ucap eomma sungmin dengan semangat ’45 (?)

“besokk?” tanya kaget suaminya sendiri

“ne! besok kita akan berlibur!! Aku sudah lelah…

Kajja! Kita harus pulang meninggalkan mereka berdua..” ucapnya eomma sungmin dan menarik tangan suaminya. Eomma ji kyung juga hanya menurut kepadanya..

Saat mereka keluar dari pintu..

“aku tidak menyangka secepat ini mereka akan saling mencintai..” tanya kecil appa ji kyung yang terdengar eomma sung min
“tentu saja! Sungmin pria yang tampan!

Bagaimana bisa ji kyung tidak menyukainya..” jawabnya lalu mereka pergi

————–

Sungmin keluar dari kamar mandi yang tadinya ia mencuci tangannya melihat ji kyung yang sendiri sedang melamun menghembuskan nafas dengan kedua tangan di lipat di atas meja tamunya dan kepala di atas punggung tangannya..

Hhhhuuuuuhhhhhhh…

Ji kyung menghembuskan nafas berkali-kali..

Sungmin mendekat padanya “ kau kenapa ? kau ada masalah? atau Karena ajakan berlibur eomma yang terlalu mendadak?” tanya sungmin sedikit perhatian dengan berdiri di dekatnya

“tidak! Aku tidak mempunyai masalah!” bohongnya

“mana mungkin tidak ada!!

Orang yang biasa menghembuskan nafas dengan melamun membayangkan suatu hal atau dengan tatapan yang berbeda dia pasti sedang menghadapi masalah..”

“kau benar! Tapi jika aku bercerita itu juga percuma karena kau tidak mungkin memberiku jawaban atau setidaknya mendengarkan masalahku..”keluhnya

“itu benar! Jika kau tidak ingin,aku tidak akan memaksakan!

Aku lelah… jaljayo..” ucapnya lalu perlahan berjalan kea rah kamarnya

Huhhhhhh…

Ia menghembuskan nafas lagi!

“bagaimana bisa aku menikah dengan orang sedinginmu lee sung min!!

Apa? apa yang harus aku lakukan untuk keluar dari masalah ini!!” keluhnya dengan sedikit keras sampai mengeluarkan air mata karena masalahnya kini terlalu sulit untuk ia terima

“kau… menangis ?

meski aku tidak tahu apa permasalahanmu itu,aku berharap kemudian hari kau bisa menyelesaikannya sendiri..

sebenarnya aku juga ingin mendengar dan membantu masalahmu sama seperti aku membantu sang byung” gumam hati sungmin setelah ia mendengar tangisan ji kyung lalu masuk ke kamarnya.

Jikyung menghapus air matanya dengan tangan dan membawa kotak kardus besar itu dan membukanya..

Ia menaruh makanan dan sayuran serta menatanya rapih di dalam kulkas..

Ia juga tak lupa membawa koper berat itu masuk ke kamarnya dan memisahkan baju mana yang ingin ia bawa besok

——————

Hari berlalu dan sekarang di pagi cerah seperti ini ji kyung sibuk dengan koper berat yang ia bawa dengan kesusahan..

Di dalam mobil orang tua mereka sudah siap ingin berangkat pergi hanya tinggal menunggu mereka..

Sungmin mengunci pintu rumahnya dan membawa kopernya melihatji kyung kesusahan dengan koper yang ia bawa menyebabkan ji kyung berjalan lambat seperti siput,

Sungmin mengambil alih koper ji kyung membawanya dan meninggalkan ji kyung yang kini heran melihatnya

“Ya! Kau begitu lambat hanya membawa koper seperti ini!

Sekarang ketika aku membawakannya.kau masih lambat!!

Jalanlah dengan cepat ji kyung-ah!! Palli! Palli! Palli!!” perintahnya yang langsung ia laksanakan..

 

Mobil di jalankan dan sudah berangkat..

Sepanjang perjalanan ji kyung hanya menampakan muka sedihnya ..

Memang tak biasa karena biasanya setiap ia berlibur ke pantai jeju atau tempat lainnya dia adalah orang yang paling bersemangat di antara lainnya tapi tidak kali ini itu membuat sungmin yang duduk di sampingnya sedikit terganggu..

Ia kemudian mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan singkat..

Ddrrrrtttt… dddrrrrtttt…

Ponsel ji kyung bergetar dan segera ia membukanya

 

From : Lee Sung Min

Ya! Berhentilah menampilkan raut muka seperti itu!

Bagaimana jika orang tuamu curiga ..??

Apa kau bisa berbohong atau membuat alasan lagi..??

 

Ji kyung tertawa singkat.

Bukan karena isi pesannya yang ia baca,

Tapi karena sungmin yang mengirim pesan itu..

Yang membuat ji kyung kini berfikir keras.apakah ia sudah benar-benar berubah tidak menjadi namja dingin lagi ?

Kini ia membalas pesan yang di tujukan padanya itu..

 

Ddrrrtttt….. dddrrrtttt……

Sungmin menekan layar ponselnya dan membaca balasan pesan itu..

 

From : Kim Ji Kyung

Ne! arraseo!!

 

berjam lamanya perjalanan sampai waktu malam tiba kini terbalaskan setelah mereka semua menginjakan kaki di pulau seindah jeju ini …

keluarga lee sendiri juga mempunyai beberapa villa di jeju jadi mereka tidak perlu repot harus menyewa villa lagi…

“ini kunci kamar kalian berdua…” sahut eomma sungmin seraya memberikan sebuah kunci

“NDEEE..?????” respon kaget ji kyung mendengar eommonimnya berkata seperti itu..

“Aishhh! Pabo-yya! Kenapa aku berteriak?” marah ji kyung kepada dirinya sendiri dalam hati
“ah! Ani..!

Maksudku ‘ne’ eommonim ..

Jeongmal gamsahamnida” ucapnya …

————–

Sungmin sudah bersiap ingin tidur karena kelelahan selama di perjalanan tadi..

Sementara ji kyung masih sibuk dengan buku yang ia pelajari..

“  …

…” ucap ji kyung yang kini menghafal rumus matematika nya dengan bersuara membuat sungmin terganggu dan tidak bisa tidur…

Ia tidak mungkin memarahi orang yang sedang belajar jadi ia memikirkan cara lainnya yaitu menutup telinganya dengan bantal di dekatnya yang membuat ia menutup mata setengah tertidur ..

Kim ji kyung menutup bukunya dan beranjak ingin tidur..

Tapi,

“YA!” teriak kim ji kyung dengan cukup keras membangunkan sungmin setelah melihat salah satu bantal di taruh di lantai..

“mwoya?” tanya lee sung min dengan sama-sama kesal

“ige mwoya??!!”

“mwoya?”

“kau meletakan bantal di lantai!”

“kau tidak ingin menggunakan bantal?
kalau begitu akan aku ambil!” ucapnya sambil mencoba meraih bantal itu tapi,,

“YA!! Mana bisa kau memperlakukan wanita seperti itu!

Seharusnya kau berkata ‘kau tidurlah di atas.. dan aku akan tidur di bawah’

Seharusnya kau mengatakan itu!! dimana sopan santunmu!! Apa kau tidak mengerti?”

“arraseo!! Aku tahu!!

Hanya saja untuk apa aku berkata seperti itu kepadamu?

Ini vilaku,ini kamarku,dan itu juga termasuk bantalku..

Jika kau tidak mau tidur di bawah kau bisa tidur di luar!”

“Aishh!! Napeun!!” balasnya yang kemudian pasrah dan tidur di lantai..

 

Jam dinding menunjukan pukul 12 malam .

Walaupun sekarang musim panas,vila mereka berdekatan dengan pantai yang menyebabkan angin laut malam masuk membuat ruangan ini semakin dingin ..

Terkecuali tidak untuk sung min karena ia menggunakan selimut yang tebal.

Ji kyung mengambil jaket dari kopernya dan melanjutkan tidur walaupun masih kedinginan.

Satu jam berlalu membuat ji kyung membeku disana dan menggigil kedinginan..

Sung min melihat itu dan memberikan selimutnya kepada ji kyung dan menyelimutinya sementara ia mengambil jaketnya dan melaanjutkan tidur.. setidaknya jaketnya 2 kali lebih tebal dari pada milik ji kyung ..

———————

“ Annyeong Hasseyo eomma,appa,ahjussi dan eommonim..” salam Kim ji kyung dengan T-shirt lengan pendek berwarna cerah dan shortpants putih yang panjangnya tidak melewati lutut dan topi pantai dengan pita kuning cerah yang menempel menghiasi kepalanya itu menyambut eommonimnya di kursi taman tak jauh dari villa tempatnya berada. Tak lupa ia membawa note pelajarannya yang akan ia baca nanti..

Tak luput kedua orang tua nya dan appa sungmin berada di sana menikmati angin pantai dengan menyantap beberapa makanan disana..

“ji kyung-ah! Kemarilah makan bersama dengan kami” sahut eommonimnya sambil menawarkan beberapa makanan

“jeosonghamnida.

Tapi aku harus membaca beberapa bab lagi..” ucapnya seraya menunjukan buku yang ia bawa

“kau bisa membacanya nanti jikyung-ah!

Makanlah dulu selesai itu baru kau belajar lagi” sahut eommanya

“mianhae…

Tapi saat ini aku sedang tidak lapar eomma..” tolaknya dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan eomma dan eommonimnya

“kalau begitu bawalah ini..

Dan belajarlah di dekat pesisir pantai utara ini.

Sung min juga berada disana. Kau pasti haus jika membaca buku terus menerus..” ucap eommonimnya seraya memberikan segelas plastik air minum yang tutupnya tidak terlalu kencang tak lupa dengan sedotan di atasnya

“ye. Gamsahamnida eommonim” terima kasih ji kyung kepada eommanya seraya menerima segelas minuman itu lalu pergi meninggalkkan mereka..

———–

Kim Ji kyung membaca bukunya sambil berjalan dengan salah satu tangannya membawa segelas minuman yang di berikan eommonimnya…

Ia duduk di bawah pohon yang rindang dekat dengan pesisir pantai utara.

Jika ia melihat ke depan,pandangan mata yang terlihat adalah keindahan laut jeju disini,

Betapa jenrnihnya air dan lainnya..

 

Sungmin melirik sedikit kearah kanan bahunya.

Di lihat seorang gadis yang sedang membaca buku di bawah pohon terlihat sangat mirip dengan kim ji kyung..

Tapi sungmin tak lantas menemuinya ia hanya memperhatikannya apa yang ia kerjakan saat ini dari tempat ia berdiri..

Ji kyung melihat jam pada lengannya menunjukan pukul 5 sore.

Sudah saatnya ia untuk kembali pulang..

Tapi sebenarnya masih sekitar kurang lebih 10-12 halaman lagi yang ia akan baca. Tapi waktu sudah sore,ia memutuskan untuk membacanya sambil berjalan..

Sungmin dari sana melihat kim ji kyung yang sepertinya akan pergi pulang karena sudah sore hari.ia memutuskan mengikutinya dari belakang dengan jarang cukup jauh sekitar 18-20 meter dari tempat ji kyung sekarang..

Tangannya yang kanan memegang segelas minuman yang masih penuh baru ia minum sedikit dan satu tangannya lagi memegang buku yang ia baca.

Ia berhenti untuk beberapa menit dengan posisi tetap namun,,

BBRRRRRRUUUUUKKKKKKKKK………

 

 

 

 

 TBC

4 thoughts on “Mianhanda Hajiman Saranghanda… (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s