Suddenly | FF Oneshoot

 

Suddenly

* suddenly *

Cast :

  • kim jong in a.k.a Kai
  • Bae suzy
  • kim joong won a.k.a yesung
  • Lee ji eun -oh sehun

Author : giris

Genre : mix

length : One shoot

 

Happy reading..

()

***

Pagi hari yang sejuk nan cerah, di salah satu sekolah menengah di seoul, terlihat lalu lalang para murid sedang terburu-buru menuju kelasnya masing-masing, Begitu pula dengan seorang namja bernama kim jong in atau sering juga di kenal sebagai kai. Namun sesuatu mengejutkannya, membuat langkahnya terhenti.

-Kai pov- Ah.. Kenapa sepagi ini aku harus bertemu yeoja itu.

“yaak, kim jong in” Ahirnya yang ku hawatirkan terjadi juga, yeoja itu memanggilku.

“mwo?” ku pasang mimik muka sedingin mungkin, mencoba menyembunyikan perasaan ku yang gugupnya bukan main.

“kau dan aku, kita satu tim, dan kita harus menyelesaikan tugas nya minggu ini”

“lalu ?”

“ayo kita kerjakan di rumahmu”

“mwo? Andwe, shiro”

suzy-ah, ku mohon berhentilah melakukan usaha seperti ini untuk bertemu hyung-ku.

“kenapa? Rumah ku sedang di renovasi, jadi tidak mungkin kita me…”

“andwe, sekali tidak tetap tidak” Ku percepat langkahku, berharap terhindar dari nya.

“kenapa tidak?.. Aku tidak akan membakarnya percayalah !”

Aku tahu kau pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk mendekati hyungku. Dan aku tidak akan membiarkannya.

“kau memang tidak akan membakar rumahku, tapi kau akan membakar hatiku. Ara?” Omo.. Apa yang baru saja aku katakan? Aissh..

“m-mwo?”

“mianh, aku terburu-buru” Aku berlari sekuat tenaga. Aku tidak peduli dengan suzy yang terheran-heran.

Apa yang telah aku lakukan ? Apa aku baru saja telah menyatakan perasaanku? Hey kim jong in, kau benar-benar bodoh!!, dimana harga dirimu??

-oOo-

-suzy pov-

“kau memang tidak akan membakar rumahku, tapi kau akan membakar hatiku. ara?” Apa maksudnya itu? Apa yang dia maksud itu sesuatu seperti kata ‘cemburu?’ atau mungkin dia sedang mengumpat? Aish.. Entahlah.

“hufft ”

Brukk.. “ah, jhosonghamnida” Ku bungkukan tubuhku bersamaan dengan terhamburnya semua buku-buku yang ku bawa.

“gadis kecil, gwaenchana?” Di ambilnya satu persatu buku yang berserakan itu. “yesungie oppa, kenapa kau ada di sini ?”

“aku sedang menunggu jong in.”

“oh.. kelas kami sudah selesai, tidak lama lagi kai juga pasti akan keluar”

Oppa ramah itu tersenyum manis. Ah, oppa ini berbeda sekali dengan dongsaengnya yang selalu bersikap dingin padaku. Andai saja kai mempunyai sedikit sifat seperti oppa ini.

“kamsahamnida” Aku beranjak meninggalkannya.

“hyung..”

Kai, dengan setengah berlari menghampiri hyungnya, secara otomatis kami berpapasan. Tuhan, bagai mana bisa dia terlihat begitu tampan? Hatiku rasanya ingin melompat !!

ku paksakan bibirku untuk tersenyum. Mencoba menutupi rasa gugupku. Dan kai, dia hanya menatapku sekilas dengan dingin, seperti tak ada niat di wajahnya untuk membalas senyumku.. Ah.. Sudah ku duga.! Lagi-lagi aku terlihat bodoh di depannya. Ku percepat langkahku, berharap semua rasa malu ku terhambur tak tersisa. -oOo-

-kai pov-

Aku berjalan dengan gontai, masih menyesali apa yang aku katakan tadi pagi pada suzy. Tenanglah kai, bae suzy adalah yeoja yang bodoh. kecil kemungkinan dia mengerti ucapanmu, ok? Tenanglah, tenang.

Eoh.. rupanya hyung sudah datang.

Tapi tunggu.. Ada bae suzy di seberang sana. Ah.. dia terlihat sangat lucu saat mengembungkan pipinya seperti itu. Kelihatannya buku itu berat sekali.. kasihan dia.

kenapa dia berjalan sambil melamun? Yak jangan melamun, kau bisa menabrak hyungku.

‘Brukk.. ‘ Aishh, apa aku bilang. Apa dia sengaja melakukannya? Ccih, picik sekali dia..

hyung jangan hiraukan dia , Pergilah.. Ku mohon

Heyy kenapa kau malah membantunya . Aisshh.. Ini membuatku gila.

Apalagi ini? mereka saling melempar senyum.?? Kenapa kau mudah sekali tersenyum pada hyung ku?

Aargh.. Aku sudah tidak tahan lagi..

“hyung..”

Aku berjalan melewati suzy yang beranjak meninggalkan yesung hyung. sesaat ku lirik yeoja itu yang juga sedang melihat ke arahku sambil tersenyum tipis. ccih kau tersenyum manis pada hyung ku, tapi ada apa dengan senyummu padaku? Kenapa kau terlihat tidak rela melakukannya?

“gadis kecil, bukumu tertinggal” hyung melambaikan sebuah buku pada suzy, namun suzy malah mempercepat langkahnya.

“apa itu,?”

“ku rasa suzy-ssi meninggalkan ini, kau sekelas dengannya kan? Kembalikanlah.”

“arasseo” …. -oOo-

-suzy pov-

“eotteohke? Dimana buku hijau ku?” Sudah satu setengah jam aku mengobrak-abrik kamarku namun tak juga ku temukan buku pentingku itu. Jangan bilang kalau buku itu terjatuh saat aku menabrak yesung oppa tadi. Ayolah ku mohon.. Jangan sampai ada yang melihat isinya.

*

-kai pov- satu setengah jam aku memperhatikan buku itu, satu setengah jam pula aku bergelut dengan fikiranku untuk membacanya atau tidak. Baiklah, akan ku putuskan untuk membacanya sedikit saja. Aku berjanji, hanya sedikit, tidak lebih. tanganku bergeser perlahan ke arah buku itu.. Namun sisi hatiku yang lain menghalangiku.

“Andwe, tidak boleh, itu tidak baik”

Baiklah, Ku urungkan lagi niatku.

Tapi ,,aku penasaran sampai rasanya ingin mati, barangkali di dalamnya ada tulisan mengenai alasan mengapa dia menyukai hyung ku. Dan juga aku ingin tahu lebih banyak tentang nya.. Mianhe suzy-ah.

Kenapa banyak sekali foto di dalamnya? Aah, sepertinya dia bercita-cita jadi photografer.

~orang-orang yang menyayangiku dan ku sayangi~ Eomma, appa, eonni.

~teman terdekatku~ ji eun, ji yeon, na eun, eunjung, sehun, yesung oppa.

Cch sudah ku duga,, dia pasti menempatkan hyung di ‘teman terdekat’ nya. Seberapa dekat kalian sampai kau mempunyai photo nya hah ? Apa kalian sudah berhubungan sejauh itu? Aishh,.

Eoh, Ada satu lagi..

~orang yang tak ku mengerti~

Kim jong in..

Kim jong in? Aku? Kenapa aku ada di dalam ‘orang yang tak di mengerti’? Apa maksudnya?

Dan masih banyak lagi photo ku di sana.. Ku rasa dia mengambil gambar ku diam-diam.

Photo pertama, saat aku bersama yesung hyung yang mengantarkanku ke sekolah.

~ji eun bilang oppa ini sangat tampan dan juga baik hati. namanya kim joong won, dia hyungnya teman sekelas kami, kim jong in, mereka sama-sama tampan, ji eun bilang hyung nya satu tingkat lebih tampan di atas kai tapi entah kenapa aku merasa … Ah tidak, lupakan!~

Apa maksud mu kau merasa aku yang lebih tampan? Haha..

Gambar selanjutnya. Saat aku sedang bermain basket.

~dia namja yang sangat aneh, terkadang dia baik hati, tapi tidak jarang juga dia berubah menjadi angkuh. Dan yang paling menyebalkan adalah perasaan ku yang tak bisa terelakkan. Aku,, menyukainya. Kurasa aku benar-benar menyukainya, saat dia terdiam, saat dia tersenyum, saat dia tertawa, saat dia berkeringat, saat dia melihatku, entah kenapa aku tak dapat melupakannya, dan entah karena apa aku menyukainya, hanya, Yang aku tahu ini terjadi secara tiba-tiba~

Bae suzy.. Kau.. menyukaiku? Apa.. ini mimpi? “aww..” ku rasa bukan. jadi selama ini Aku mengira kau menyukai hyungku, itu salah? Ku kira selama ini kau selalu memperhatikan hyung ku, padahal…

“ahhhhh.. Aku benar-benar merasa bahagia”

-oOo-

-suzy pov-

Kemana lagi aku harus mencarinya..? Ahh melelahkan sekali.

“suzy-ah, kau kenapa? Sepagi ini sudah terlihat lesu, apa kau sakit?”

“ji eun-ah, buku hijau ku hilang”

“Buku rahasia kehidupanmu itu? Bagaimana bisa? Pantas saja matamu sembab, kau mencarinya semalaman ya?”

“kemarin aku bertabrakan dengan yesung oppa, kurasa itu terjatuh di sana, tapi saat aku mencarinya tadi sudah tidak ada.”

“jangan-jangan yesung oppa yang mengambilnya. Tenanglah, dia pasti akan mengembalikannya dengan utuh”

Ahh.. Perkataannya benar-benar tidak membantu.

“bae suzy.”

Kai menghampiri ku dengan sebuah buku di tangannya. BUKU? itu buku-ku.. Kenapa ada padanya?

“euh.. Ini..”

Ku sambar buku itu secepat kilat. “kenapa buku ini ada padamu? apa kau membacanya?”

Ku harap tidak..

“emh.. A-a-ni aku tidak membacanya”

Huwhh.. Syukurlah.

“hyung yang menemukannya, dan dia menitipkannya padaku untuk mengembalikannya padamu,” Dia tersenyum.

“emh. Terimakasih banyak”

Aish, aku mulai kaku lagi. Diamlah, jangan berdetak terlalu keras, nanti dia mendengarnya. Jantungku benar-benar tidak bersahabat .

“ne cheonma” Omo.. Dia tersenyum lagi.. Dan dia terlihat manis sekali.. ^^

“hey, kurasa dia menyukaimu.” lee ji eun menggodaku.

“apa maksudmu? mana mungkin”

“heyy, lihat wajahmu merona seperti itu,”

“Ah, benarkah?” Ji eun tertawa. “yak,, kau mengejekku ya? Awas kau”

-kai pov-

“apa kau yakin ini akan berhasil ?”

Aku meragukan ide sehun.

“pasti” Sehun meyakinkan.

“baiklah, ku serahkan semuanya padamu”

-oOo-

-suzy pov-

Syukurlah buku ini kembali, dengan selamat. tapi.. Apa benar dia tidak membacanya? bagaimana jika dia membacanya ? Dia bisa tahu perasaanku yang sebenarnya.. Lalu apa yang harus aku lakukan? Ahh aku benar-benar bisa gila.

“suzy-ah.. Seseorang menunggu mu di atap gedung sekolah” Sehun dengan terburu-buru mendatangiku.

“siapa?”

“aku tidak tahu”

-oOo-

-writer pov-

“mana dia? katanya ada orang yang sedang menungguku, apa sehun mengerjaiku?” Suzy celingukan mencari seseorang yang katanya sedang menunggunya.

“suzy-ah” Ternyata orang yang menunggunya adalah kai.

“kai? Kenapa kau memintaku kemari? Ada apa?”

“suzy-ah, sebelumnya aku minta maaf”

Suzy mengernyitkan keningnya heran. “untuk apa?”

“sebenarnyaa,, aku sudah membaca isi buku itu.. dan aku minta maaf karena…”

Degg.. Suzy terkejut bukan main. Seseorang telah lancang membuka rahasia kehidupannya. Dengan sekuat tenaga suzy menenangkan hatinya.

“kau.. Benar kah kau membacanya.? Itu berarti kau..”

“iya, aku tahu kau menyukaiku dan..”

“dan kau memanggilku ke mari hanya untuk mengatakan maaf? Maksudmu Maaf karena kau tidak bisa membalas perasaanku?” Matanya mulai berkaca-kaca saat mengatakan itu. Dadanya terasa sesak. “maaf tapi sepertinya kau salah paham, aku memang menyukaimu, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk memberitahukannya padamu apalagi meminta balasannya darimu. Dan Satu lagi ,maaf karena aku sudah lalai menjaga rahasia hidupku sendiri sehingga kau harus masuk ke dalamnya. Mulai sekarang, berpura-pura lah tidak mengetahui apapun. Perasaanku, biar aku yang mengurusnya”

Suzy benar-benar tidak dapat membendung air matanya lagi, dia hendak berlari dari sana sebelum air matanya mengalir lebih deras. Namun kai, dengan cepat menahannya.

“saranghae..” Suzy yang masih sibuk dengan emosinya, tidak mencerna dengan baik apa yang kai ucapkan. Dia hanya mematap kai tajam.

“saranghae, aku sudah mencintaimu dari dulu ,tapi aku menahannya, karena aku fikir kau menyukai hyungku, tapi setelah aku membacanya aku tahu bahwa kau juga mencintaiku, karena itu sekarang aku tidak akan menahannya lagi. Aku menyukaimu saat kau mengembungkan pipi seperti ini, saat kau tersenyum, saat kau berteriak, bahkan saat kau marah , aku menyukaimu, entah kenapa aku tidak bisa melupakanmu, dan entah karena apa aku mencintaimu, hanya, yang aku tahu, ini terjadi secara tiba-tiba..”

Suzy benar-benar terkejut sekarang, Mulutnya terkunci.

“would you like to be my girlfriend?” Kai berlutut di hadapannya.

“a-a-apa yang kau katakan?” Suzy tergagap-gagap, masih belum percaya dengan apa yang dia lihat. Kai bangkit, dan menghapus air mata suzy Dengan halus. “uljima.. Kau sangat jelek saat menangis ara?” Sesaat kemudian kai mendekatkan wajahnya pada suzy. “saranghe” bisiknya.

Kini suzy benar-benar sadar sepenuhnya apa yang di dengarnya adalah nyata, kai menyatakan perasaan padanya. Namun itu malah membuat tangisan suzy semakin menjadi.

“Kenapa kau malah menangis lebih keras? A-a-pa aku salah bicara?” Kai gelagapan, khawatir suzy menangis karenanya.

“kau jahat.. Napeun namja-ya.” suzy memukul-mukul kai. Sambil terus menangis.

“ah appo, waegeurae?”

“kau membuatku salah paham, kau membuatku malu, kau membuatku tak bisa berkata apa-apa..” Suzy semakin terisak.

Kai tersenyum mengerti. Dengan sigap dia menangkap tangan suzy supaya berhenti memukulnya. “jadi apa kau mau menjadi yeoja chingu-ku?”

“emh” Suzy mengangguk lembut. Senyum haru kini tersungging di bibirnya yang mungil.

Kai menariknya ke dalam pelukannya. “gomawo..”

Suzy membalas pelukannya. “saranghae..”

Mereka tersenyum bahagia.

“prok-prok-prok” Tiba-tiba banyak teman-teman yang mengelilingi mereka, Suzy reflek melepaskan pelukannya pada kai.

“kalian?? Sejak kapan kalian di sini?”

“cukup untuk melihat kalian yang saling berbagi kehangatan” celetuk sehun. Ji eun yang ada di sampingnya mengangguk membenarkan. “bagaimanapun juga.. Chukae,” Ujar ji eun tulus.

“”gomawo”” Ujar kai dan suzy bersamaan.. Mereka pun tertawa bersama.

 

END-

 

15 thoughts on “Suddenly | FF Oneshoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s