Baby Don’t Cry

 

BabydontCry

THE ADVENTURE OF HUANG TAOHUN

Tittle : Baby Don’t Cry

Author : Cho yongie a.k.a Kang Yong Bin

Cast : Huang Sehun Huang ZiTao

Genre : Unknown

Length : Oneshot

Warning : typo, gaje, abal-abal, dan silahkan tambahkan sendiri.

 

Happy reading

“hiks,,hiks,,,Tao hyung,!!! Thehun takut, hiks,,,hiks,,,” “adik kecil jangan menangis ne? kami tidak akan menyakitimu kalau kau mau ikut dengan kami” “huwaa,,,!! Tidak mau,!!!! Thehun mau Tao hyung. Tao hyung,,,, huwaa,,Thehun takut,,,” “adik manis, kau akan dapatkan hyungmu kalau kau menuruti kata-kata kami, otte?” “hiks,,hiks,jinjja?” “nde” “yakthok?” “m-mwoo,,? Ah ne, yak-thok” Dengan cepat dua orang namja berbadan besar disana menggandeng seorang bocah 5 tahun itu masuk ke dalam mobil kodok kuning yang tua. Seorang lagi mengawasi keadaan sekitar sambil membenahi jas hitamnya dan kemudian pergi menyusul rekannya. Meninggalkan gank sempit dekat taman kanak-kanak itu dengan cepat.

Seorang namja tampan dengan postur tubuh yang menjulang tinggi terlihat celingukan di sekitar taman kanak-kanak. Orang-orang yang melihatnya hanya berpikir heran, melihat seorang anak muda yang masih menggunakan seragam SMU lengkap mondar-mandir di sekitar sekolah tersebut. Sesekali terlihat mengacak-acak rambutnya sendiri dan menghentak-hentakkan kakinya kesal. “maaf ada yang bisa aku bantu?” Tanya seorang ahjumma padanya “ahh, agashi, aku hanya ingin menjemput adikku” “ouch,,, kau pasti kakaknya Huang sehun, nde? Tapi sepertinya Sehun tadi sudah pulang” “Mwo!???? Pulang? Dengan siapa?” “tadi ada seorang ahjushi yang membawanya. Katanya dia adalah ahjushi kalian” “m-mwo??kkumkkae!! mati aku” “mwoya?” “ah, gwaenchana. Gamsahamnida agashi” “nde” Dunia serasa kiamat dalam hidup Huang ZiTao atau biasa di panggil Tao ini. Bagaimana bisa sehun dijemput oleh ahjushinya, sedangkan semua kerabatnya baru saja meninggalkan Korea untuk liburan ke Chilli. Gara-gara dihalangi temannya, Kris, dia jadi terlambat menjemput adiknya. Jangan tanyakan kenapa seorang siswa SMU bisa menjemput adiknya yang masih duduk di taman kanak-kanak sedangkan seharusnya mereka pulang di sore hari atau menjelang malam. Itu harena hari ini mereka baru saja menyelesaikan satu mata pelajaran ujian kenaikan kelas. Huang ZiTao, kakak dari Huang Sehun, seorang siswa tingkat dua di sebuah sekolah Technical di Seoul.

“ahjuthi, dimana hyungku?” Tanya Sehun polos dengan mata bulatnya yang membulat sempurna dan terlihat sangat imut “baiklah, kau duduk disini dulu nde? Kau ingat nomor telepon rumahmu?” “uhm,,,,,aku tidak ingat, tapi aku tau nomor hyungku” “geurae. Berikan pada ahjushi, ahjushi akan menghubungi hyungmu agar dia cepat kemari” “oia ahjuthi, tathku dimana?” “nde, iini dia” “ahjuthi pinjam ponthelnya” “aigo,,,,,,anak ini” Ahjushi tersebut dengan jengkel memberikan ponselnya pada Sehun. Belum berhenti disitu, Sehun sepertinya semakin menambah kadar kejengkelan ahjushi tersebut yang 100% dia lakukan tanpa sengaja. Tidak bisa membuka kunci ponsel, memencet sembarang tombol hingga menjelajah kemana-mana. Kemudian membolak-balikan ponsel tersebut. ‘ini bukan ponthel. Ini tidak sama dengan milik Tao hyung’ begitulah kiranya yang ada di pikiran Sehun “yak,! Adik kecil apa yang kau lakukan pada ponselku!??kenapa kau membongkarnya? Aish,,,” teriak si pemilik ponsel menatap naas pada hasil karya bocah kecil itu “ahjuthi berithik, aku bitha koq memathangkannya kembali” sahut sehun sambil memasang kembali ponsel tersebut “apa kau bilang!? Aku itik!? Dan apa, kau mau membuat ponselku matang!? Andwae,,,, berikan padaku!!” “nich,!! Itu bukan ponthel” ucap Sehun dengan gaya ngambeknya yang imut. Menaruh kedua tangan mungilnya di depan dada dan sedikit mengerucutkan bibir tipisnya(?) “hyaa,,,,,!!!! Apa lagi yang kau lakukan pada ponselku eoh!??? Dia tidak mau menyala!” “abithnya ahjuthi bohong kalau hyungku mau dating kethini” “aish,,,,, awas saja kau anak kecil, setelah aku mendapatkan uangnya kau tidak akan lolos. Hei kim, awasi dia!” “aish,,,, nde” “Kim-thii temannya ahjuthi itu ya?” “nde, waeyo?” “aku lapar ahjuthi,,,” “baiklah aku akan membelikan sesuatu untukmu. Kau tunggu disini dan jangan kemana-mana, arra?” “tapi,” “apa lagi?” Sehun dengan tampang melasnya mendaftar satu-satu makanan yang seringkali dia dan Hyungnya beli usai pulang sekolah. Ahjushi yang berada di depannya hanya menatap tak percaya pada bocah polos atau lebih mengarah pada bocah menjengkelkan tersebut. “apa tadi? Air mineral, susu coklat, humberger, sossis, bakso ikan, mi ramen, jjangmyeon,,,,,aishhh,,, banyak sekali makanmu!!” “aku kan lapar ahjuthi” ucap Sehun memperlihatkan tampang siap meledaknya “Arraseo!!! Aku akan membelikannya” “tapi ahjuthi,,,,” “apalagi!!???” “ahjuthi, humbergernya tidak uthah pakai roti ne, dagingnya thaja?” “kalau seperti itu namanya bukan humberger tapi steak,, huwaa,,!!!!!!!!” “baiklah” “huhuhuuuuu,,,,” Sementara menunggu makanannya siap, ahjushi tersebut memberikan dua lollipop pada Sehun. Dan gara-gara Sehun juga tugas utama para penculik tersebut terlupakan, Meminta Tebusan -_-“.

Langkahnya gontai dan wajahnya pun terlihat begitu mengenaskan. Berjalan luglai dari trotoar ke trotoar demi mencari adiknya yang hilang. Sesekali menendang kaleng bekas minuman yang tergeletak di pinggir jalan. Ia takut penculik tersebut berbuat jahat pada Sehun. Tak mengetahui bahwa adiknya malah keasyikan dengan dua lollipopnya dan makanan yang siap menyambutnya. Ddertttttt,,, dddrttttt,, Wajahnya seketika menegang setelah dirasa ponselnya bergetar dalam saku celananya. Tao, pemuda yang tampak kusut tersebut hanya diam tak bergerak. Takut jika eomma atau appanya yang menghubunginya. Dengan ragu di rogohnya ponsel miliknya. “ hm,,,,?? Private number?” “yeobo,,,,,” “hyung,!!!!!” “Sehun!? Dimana kau? kenapa kau tidak ada di sekolah!?ahjushi siapa yang membawamu? Kau baik-baik saja kan?” berondong Tao “Ah,,, hyung berithik” “hehe,,, mian ne. kau sekarang dimana?” “dia sekarang bersamaku” “ka-kau siapa?” “siapkan saja uang 50jt won kalau ingin adikmu selamat” “m-mwo!?” “”letakkan uannya di jembatan dekat sungai Han pukul 11 malam nanti. Aku sarankan jangan pernah melapor ke polisi atau adikmu tidak akan pernah kembali” Ttttuuuuttt tttttuuuttt “jamkkanman! Hei,,,!!!! Aish,,, apa yang harus aku lakukan!?” Tao terlihat begitu fristasi. Marah-marah tidak jelas dan menendang sisa kaleng yang ada. “woeey,! mau mati kau!?” “huwaa,,!!! Miangae ahjushi aku tidak sengaja!!!!!” teriak Tao dan melesat dengan cepat. “ oia,, baiklah aku pakai cara itu saja”

@ 23.00 KST

“ ahjuthi, mana hyungku? Thehun mengantuk, thehun mau tidur dulu ya” “hmmm,,,,” “Nanti kalau hyungku sudah dating bangunkan aku ya ahjuthi,,” “hmmm,,,,” “ ahjuthi punya selimut tidak?” “tidak” “ada lotion anti nyamuk tidak?” “sssssh,,,,,tidak!” “ baiklah nanti kalau hyung ku sudah,,,,,,” “aishh,,,, kau ini mau tidur saja menyusahkan sekali” “Baiklah Thehun tidur dulu ya????” “ NDE!!!! Cepat tidur!! Tidak usah bangun sekalian!” Sepertinya ahjushi ini sedang terkena PMS, atau Sehun yang terlalu tenang?(?). Tapi detik kemudian terlihat seorang namja muda tengah berlarian mengelilingi jembatan yang di tunjuk oleh penculik adiknya tersebut. Dia bahkan sudah tujuh kali mengellilingi jembatan tersebut. Tiga orang namja paruh baya yang sedang duduk menghadap jembatan itu menatap bingung tingkah si namja muda. akhirnya salah satu dari ketiga namja paruh baya tersebut menghampiri Tao si namja muda yang tampak kelelahan dan sedikit berantakan tersebut. “nak,,,, apa yang sedang kau lakukan eoh?” “hosh,,,hosh,,, a-aku hanya mencari adikku yang diculik ahjushi” “Ouchhh,,,,, kau hyungnya ne?” “n-nde,,, hhhh,,” “kajja, ikut aku kesana” Tao yang bingung dengan perkataan sekaligus ajakan ahjushi tadi hanya menurut saja, mengikuti langkah ahjushi tersebut. Saat matanya menatap sosok tersebut betapa senang dan bodohnya dia. Senang karena bisa menemukan adiknya, dan bodoh karena beberapa kali berlarian mengelilingi jembatan di depannya untuk menemukan sehun yang dengan jelas ada di dekatnya. “ aish,, kenapa tidak bilang kalau kalian disini!?” “hey, kami juga tidak tau kalau kau itu hyungn ya” jawab seorang diantaranya dengan memamerkan senjata api yang sedang di elapnya. “ a-ah,,, nde. Ini uangnya” “geurae. Letakkan tas ini di ujung jembatan sana. Disana sudah ada yang menunggumu” “m-mwo? Kau mau aku berlari kesana lalu kembali lagi kesini seperti orang bodoh begitu? YANG BENAR SAJA!!!!!” Brakkkk,,,, “ba-baiklah akan kulakukan. Tapi, bangunkan dulu dia” “gampang, cepat bergerak” Tao pun kembali berlarian seperti sebelumnya. Meletakkan atau lebih tepatnya memberikan tas yang ia bawa ke seberang jembatan. Tao dengan sekuat tenaga kuda berlari kembali menuju adiknya yang telah membuka matanya dan bersiap menyambutnya. “Tao hyung,,,!!!!!!!!” “Sehuun,,,,,,,,!!!!!!!!” Mereka berdua langsung berhamburan——emm,,,, maksudnya langsung berpelukan. setelah memastikan keadaan Sehun baik-baik saja,tanpa banyak bicara Tao dengan cepat menggendong Sehun di punggungnya dan melesat pergi dengan cepat pula. Tak menghiraukan para ahjushi di belakangnya yang menatapnya heran. “lucu sekali mereka. Kenapa terburu buru begitu?” “ kuat sekali tenaga anak muda itu, tapi tidak sekuat diriku” “haah,,,,,,,,, lihat, kulitmu saja sudah lentur seperti itu” “mwo!!!!?????” “sudahlah, kita pergi kesana” Saat ketiga ahjushi tersebut hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja rekan mereka yang berada di seberang jembatan sudah berdiri di depan mereka dengan nafas yang tersengal-sengal. “gwaenchanayo?” “uangnya,,,,,”

Kriiiiiiiiik kriikkkk

“Mwoya!??”

“ hahahah,,,,,, dasaar bodoh” “Tao hyung, itu uang palsu ya?” “bagaimana kau tau?” “biasanya kan di TV seperti itu, lagi pula hyung kan tidak pernah punya uang” “ya,,!!! Aku punya!” “kalau begitu beliin Thehun eth krim, Thehun hauth” “aish, besok saja, lagi pula mana ada toko yang buka di jam ini?” “uuh,,,,pelit” “diam kau” “appa dan eomma bagaimana?” “ aku tadi bilang kita ada di rumahnya shindong hyung” “kenapa haruth ke rumah Thindong hyung thih? Dia kan pelit” “haish, kau itu cerewet sekali. Oia, apa itu yang kau pegang?” “ooohhh,,,,aku diberi 2 lollipop oleh ahjushi itu” “apa kau juga diberi makan?” “hu’im, themuanya” “great, anak pintar. Hahaahaha,,,,,,”

THE END

Huwaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,, Setelah di cek ulang kalau begini sich bukan tulisan namanya, tapi coretan. Tapi udah dibenerin dan bias dibaca manusia normal kok

 

5 thoughts on “Baby Don’t Cry

  1. bwahahahaaa ini mah kocak abis thor.. sumpah kagak kebayang kalo ini jadi kenyataan!!😀 LOL
    great thooor.. greaaat!! gud job *eeaaa ~😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s