Twins (Part 5- End) // Series

 

Twins5A

 

“Twins ? ” Part 5

Author : nellykyu
Fb : nelly oniel Sshisparkyuhyunbin
Genre : romance,family ,gaje

Cast :

– park jiyeon
– lee donghae
– park jiyeong (OC)

annyeong readersdeul lama tak jumpa *lambai2 tangan
ane bawa epep ternew yg lebih gaje dari epep terdahulu , . . .
epep ini asli dari jebolan pikiran ane sendiri , sudahlah ane bukanlah author yang pandai berceloteh panjang lebar.
jadi langsung aje . . .

Kejedoooottt >>>>>>>

Happy reading^^

 

“Aku merasa seperti orang yang paling jahat di dunia karena tak mengetahui hal yang sebenarnya”

Author POV

Mereka sudah sampai di depan rumah jiyeon . Jiyeon mulai turun dari motor donghae ,sebenarnya jiyeon masih ingin berlama-lama dengan donghae hanya saja sekarang sudah sangat malam .

“Gomawo untuk hari ini donghae~ya ,good night !” pamit jiyeon melangkah meninggalkan donghae.

“Jiyeon” panggil donghae menyusul jiyeon . “Waeyo?”

“Eemm. . .a a. . .” donghae bingung harus bicara apa. Jiyeon masih menunggu apa yang akan donghae katakan . Donghae malah menatap mata jiyeon dan mulai menggenggam tangannya.

“Jiyeon~ah”

“Nde”

Donghae nampak menarik nafas .

“Saranghae . . . Saranghae jiyeon~ah” akhirnya donghae mengungkapkan isi hatinya . Kali ini perasaan donghae tak seperti biasanya , jika biasanya dia dengan mudah mengatakan cinta pada gadis2 tapi saat dengan jiyeon hatinya benar2 berdebar .

“Kau yakin ,kau benar2 mencintaiku?”

“Tentu saja , memang mungkin ini terlalu cepat aku mengatakan cinta . Apalagi kita baru dekat 3 hari ini , tapi . . . aku benar2 mencintamu . Sungguh!” ujar donghae meyakinkan . Tiba2 jiyeon memeluk donghae , donghae terkejut sekaligus senang dan dia berpikir cintanya tak bertepuk sebelah tangan karena jiyeon memeluknya sebagai jawaban .

“Nado , nado saranghae donghae~ya”ujar jiyeon membuat donghae tersenyum senang dan membalas pelukan jiyeon.

“Aku sangat mencintamu , aku mencintaimu sebelum kau mengenalku,aku tetap mencintaimu saat kau menjadi pacar saudaraku , aku semakin mencintaimu saat kau mendekatiku . Cintailah aku dengan tulus donghae~ya , jangan permainkan hatiku seperti ini ” senyum donghae seketika lenyap,dia terpaku mendengar pengakuan mengejutkan dari jiyeon.

“Jadi dia tau segalanya dan terlebih dia bilang dia mencintaiku sejak dulu”batin donghae.

Jiyeon melepaskan pelukannya , dia menatap donghae dengan senyuman tipis walaupun terlihat jelas matanya berkaca-kaca.

“Aku tak bermaksud untuk mempermainkanmu. Mianhae . . . Ak-”

“Gwenchana . . . gwenchana , aku sudah cukup bahagia karenamu” potong jiyeon sebelum donghae menyelesaikan kalimatnya.

Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam .

“. . . .” Hening lebih mendominasi keadaan sekarang. Tampak jelas mereka sibuk dengan pikiran masing2 . Donghae terlalu bingung dengan perasaannya sekarang ,dia selalu merasa berdebar jika berdekatan dengan jiyeon ,selalu nyaman saat bersama jiyeon dan hanya jiyeon wanita pertama yang mampu membuat seorang ‘Lee donghae’ menjadi gugup tak karuan .

Jiyeon dengan lembut menyentuh kedua pipi donghae secara tiba2 setelah sekian lama mereka saling terdiam. Jiyeon menatap pas kemanik mata pria yang sangat dicintainya itu . Donghae malu dengan dirinya sendiri dan dia tak berani membalas tatapan jiyeon .

“Hae~ya . . .” lirih jiyeon .

“. . .” Donghae hanya diam seribu bahasa.

“Aku akan menunggumu , menunggumu untuk menyatakan cinta tulusmu ‘Lee donghae’ kau malu padaku karena ketahuan mempermainkanku? kenapa kau hanya diam? bicaralah donghae~ya , kau bahkan tak berani menatapku . Pengecut , playboy pengecut ! ” jiyeon berbicara panjang lebar . Tapi lagi-lagi donghae tak mengeluarkan barang sedikit suara merdunya. Yah ,dia hanya terdiam .

“Heum,sepertinya sifat kita terbalik . Kenapa kau menjadi pediam seperti ini . Hey , itu sifatku . Kau jangan menirunya,kau benar2 tak pantas menjadi pendiam . Arrasho! ” ujar jiyeon berusaha melucu . Tapi usahanya sepertinya gagal .

Donghae tetap tak bergeming .

“Akh kau sepertinya butuh istirahat , ini juga sudah malam . Heum good night , Jalljayo “pamit jiyeon sambil mengelus pipi donghae sebelum dia masuk ke pagar rumahnya.

Jiyeon mulai melangkahkan kakinya pelan . Donghae seperti tersadar dari pikiran2nya . Ia memantapkan hatinya . Dia berjalan mendekati jiyeon , menarik tangannya untuk berbalik badan dan . . .

CHU~

Donghae mengecup jiyeon lembut . Ini bagaikan sebuah jawaban bahwa donghae akhirnya menyadari perasaannya yang benar2 telah jatuh hati pada seorang ‘Park jiyeon’ . Jiyeon yang awalnya kaget akan ciuman donghae perlahan mulai membalas setiap lumatan dan kecupan yang diberikan donghae. Bahagia yang membuncah dirasakan kedua mahluk yang sedang dilanda cinta ini .

1 menit 2 menit 3 menit

perlahan mereka melepaskan ciuman itu karena oksigen mereka yang semakin menipis. Mereka saling memandang kemudian tersenyum malu secara bersamaan .

“Jiyeon , kau tak perlu menungguku lagi nanti ataupun besok karena mulai sekarang dan selamanya hati ini sudah ada kamu yang menempatinya , sekeras apapun aku menampik perasaan ini pada akhirnya aku kalah pada logika” donghae menaruh tangan jiyeon didadanya .

“Nde,jadi . . . ?” ujar jiyeon menggantung . “Jadi . . .kau . . .resmi menjadi yeojachinguku dan jangan coba-coba kau melirik namja lain selain aku ,arra!”

“Nde arrasho arrasho” donghae mengacak pelan rambut jiyeon .

Tanpa mereka sadari jiyeong melihat semuanya dari balkon atas kamarnya. Kemarahan benar2 memuncak sekarang . Melihat jiyeon masuk rumah ,buru2 jiyeong turun ke bawah untuk menyusulnya.

“Cklekk” jiyeon masuk dan jiyeong segera menghampirinya .

“PLAKKK”

Author Pov end

Jiyeon POV

Kurasakan pipiku memanas . Yah,jiyeong dengan seenaknya menampar pipiku . Aku hanya tertawa sinis melihatnya , apa dia sekarang sedang patah hati? iri padaku atau hatinya terluka ? mungkin semua itu yang sekarang ia rasakan . Aku membiarkannya ,aku tak berminat menamparnya balik karena aku terlalu lelah dan tak berniat bertengkar dengannya tengah malam begini .

Baru beberapa langkah aku menapaki tangga jiyeong menahanku untuk tidak naik , terlebih dia menyeretku untuk kelantai bawah kembali . Dan tiba2 dia merampas “Dongji” ku dan melemparnya ke lantai . “Pyarrrr” plastik yang membungkus dongjiku pecah .

“Yakk Jiyeong !” geramku marah. Aku panik dan segera mengambil dongji sebelum dia mati kehabisan air karena ulah jiyeong. Jiyeong tertawa puas melihatku yang begitu panik .

Aku segera berlari ke dapur dan menaruh dongji didalam gelas besar yang sudah kuisi air.

“Apa maumu ? kenapa kau tak pernah membiarkanku bahagia, walaupun sedikit saja”ujarku tak mengerti jalan pikiran jiyeong. “Kau bertanya apa yang aku mau ha? Kau masih bertanya , tentu saja yang kumau kau jauh2 dari DONGHAE karena dia ‘MILIKKU , MILIKKU’ dan lagi kau memang tak pantas bahagia” egois sekali dia berkata seperti itu . Kali ini aku takkan diam karena ini masalah donghae.

“Andwe! aku tidak akan menjauh sedikitpun dari donghae , kalau dulu aku selalu diam itu karena aku masih bisa bersabar dengan ke egoisanmu , tapi sekarang jangan harap aku mau mengalah lagi denganmu ,Karena aku benar2 mencintai donghae dan aku tidak mau kehilangannya”

“Hey jiyeon ! Sadarlah dia hanya mempermainkanmu dan aku yakin dia berbuat seperti itu hanya ingin membuatku cemburu ”

Tsk, dasar over confident . Memuakkan !

“Aku tau donghae memang awalnya mempermainkanku ,tapi aku tidak yakin alasanya hanya untuk membuatmu cemburu . Dulu itu tidak penting ,yang penting itu sekarang dan sekarang aku yakin donghae benar2 mencintaiku ”

“Itu tidak mungkin , TIDAK MUNGKIN ! KAU TIDAK BOLEH BAHAGIA” teriaknya dan kemudian mendorongku hingga terjatuh. “Akh. . .”pekik ku kesakitan karena kepalaku membentur meja makan. “Stop! Ada apa ini?” aku menoleh kesumber suara , kulihat ada eoma dan appa . Aku tau . Kali ini pasti ,aku kena marah lagi . Eoma menghampiriku dan kemudian memelukku. “Gwenchana jiyeon~ah” tanyanya khawatir sambil mengelus rambutku ,ini seperti antara mimpi dan nyata , eoma . . . dia ‘Memelukku’ , pelukan pertama setelah sepuluh tahun lalu. “Eoma “rengek jiyeong marah . Tiba2 appa juga menghampiri . “Mianhae~” ujar mereka bersamaan dan kembali memelukku erat sambil menangis . Aku juga menangis ,bukan tangis kesedihan lagi tapi tangis bahagia.

“Yak eoma appa , apa yang kalian lakukan ? apa kalian lupa dengan janji kalian !” gertak jiyeong semakin marah dan menarik appa dan eoma menjauh dariku. ‘Janji’ janji apa yang dimaksud jiyeong ,aku benar2 bingung dengan semua ini. “Cukup jiyeong , cukup. . .jangan kau pertahankan ke egoisan mu chagi , bagaimanapun juga jiyeon harus tau hal yang sebenarnya . Kau akan menyesal jiyeong ,eoma mohon jangan begini terus kalian itu sadaura chagi” ujar eoma membuatku berfikir keras ,hal apa yang mereka rahasiakan dariku ? Kenapa semua ini membuatku semakin tak mengerti . “Akh, jadi eoma mau aku mati sekarang , baiklah aku tidak akan menunggu malaikat maut menjemputku tapi aku yang menjemputnya” ujar jiyeong yang kemudian berlari ke meja dan mengambil sebuah pisau . Dia mengarahkan pisau itu ke arah tangannya . “Eoma ,aku benar2 tidak mengerti ” ujarku menatap eoma yang bertambah menangis melihat jiyeong.

“Jiyeong. . . jiyeong. . .”ucap eoma menggantung menahan tangis . Appa mendekati jiyeong untuk mengambil pisau dari jiyeong. “Jangan mendekat , bukankah ini yang kalian inginkan , sudah ku bilang turuti semua mauku “rancau jiyeong sambil menangis . “Akh. . .akh akh ,appo “tiba2 jiyeong meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya,wajahnya memucat dan keluar darah dari hidungnya . “Jiyeong !”pekik eoma dan appa khawatir . Kenapa ini ? apa jiyeong sakit parah? dan aku tidak tau apapun . Aku hanya terpaku melihat jiyeong mengaduh kesakitan seperti itu ,pisau yang di genggamnya bahkan sudah jatuh ke lantai ,tangannya lebih sibuk memegangi kepalanya. Aku terduduk dan tak kuasa menangis terisak melihat jiyeong . Appa segera menggendong jiyeong untuk di bawa ke rumah sakit tak lupa eoma menuntunku untuk ikut bersama mereka.

@Rumah sakit

Sekarang jiyeong sedang di tangani oleh dokter , sedangkan aku dan eoma menunggu di kursi koridor rumah sakit , appa mengurus administrasi dan sampai saat ini aku masih tidak tau apa penyakit jiyeong. Tiba2 eoma menggenggam tanganku . “Jiyeon~ah jangan benci adikmu ne , maafkan dia” ucap eoma sambil menangis.

“Nde ,aku tidak pernah membencinya eoma . . . Tapi aku masih tidak mengerti ,apa yang terjadi eoma? kumohon jelaskan padaku.”

Jiyeon POV end

Author POV

Ny.park menatap jiyeon sendu , perlahan ingatannya menelisik jauh pada kejadian 10 tahun yang lalu .

“Sebenarnya jiyeong sakit?????”

TBC^^

Mau tau apa penyakit jiyeong sebenarnya dan rahasia apa yang orang tua mereka sembunyikan dari jiyeon ,tetap nantikan part selanjutnya hohoho ^o^ RCL sangat di anjurkan , , , hehe tbc dulu yah ,sebenernya ini mau dibuat end tpi kayaknya kepanjangan jadi ntar ada part 5 End B yah . . .

 

20 thoughts on “Twins (Part 5- End) // Series

  1. oh………. ternyata jiyeong sakit toh… jgn2 sakit kanker??? hahaha… nerka….

    pasti jiyoen nantinya memaksa donghae tuk jd namjachingu nya jiyeong…. ato, jiyeong yg tiba2 merestui hubungan mereka??????????

    next part nya jangan lama2 thor… penasaran banget ni….

  2. Hwaaaaa lagi seru2 nya itu >< kirain ini part end ternyataa masih TBC…
    Palli palli palliii lanjutkannn yaaa
    Penasarannn berat nihhh😀

  3. hahahaha.. finally donghae menyatakan perasaannya yg sesungguhnya.. akhh pabo, make mikir sgala.. hahaha
    owh jiyong sakit.. arghh tapi ia tetap saja keterlaluan… huftt

  4. Huwaaaaa….hikz…
    Knp sich jiyeong egois bgt..
    Kn kcian jiyeon na…
    Gg blh gtu jiyeong ah…
    Udh lh relain dong hae…

    Btw ..eonni ko part 5 B end ko d protectsi.. pdhl q skaaa bgt ma ff eonni..
    Sdiih..bg pasword na donk oenni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s