Defiance | Oneshoot

 

Defiance

Tittle : Defiance

Author : Tamara andhita putri a.k.a Raditri Park

Cast(s) :

  • Park Ni Ra (OC)
  • Cho Kyuhyun [Super Junior ]
  • Lee Hyuk Jae [Super Junior ]

 

Genre : Romance

Rating : PG 17+

Length : Oneshot (2363 words)

Desclaimer : The Original Cast (OC) just my imagination and that’s mine. And the other cast or artist name aren’t mine, theirs belong to theirself. I use them just for my material. If you find same from this plot, idea, and others, it just unplanned. This fanfic is originally of mine, pure of my imagination. And if you find this fanfic in other place with other author’s name, please tell me. Warning : Cerita berhubungan dengan dunia malam. Untuk penulisannya,,, maaf jika banyak typo dan cara penyampaiannya kurang jelas.

Notes : Yang merasa masih di bawah umur, dilarang keras untuk membaca. Jika sudah terlanjur membaca, dilarang keras untuk protes karna author sudah memperingatkan dari awal. Author juga tidak menanggung apapun yang terjadi pada reader setelah membaca FF ini. XP😄

Oke langsung saja yaa,,,

 

Enjoy reading ^^

00.15 A.M KST

‘Aku menantangmu lagi untuk malam ini’

Yeoja itu menyeringai pelan setelah membaca sebuah pesan teks di ponselnya. Kemudian ia menatap tajam sebuah gedung di seberang jalan dengan penerangan yang temaram. Lampu-lampu itu hanya menerangi sebuah papan nama di tembok bagian depan gedung itu. Pelan yeoja itu melepas seatbelt-nya. Lalu segera membuka pintu mobilnya dan beranjak keluar. Berjalan menuju gedung itu. Yeoja itu masih berjalan pelan dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari gedung atau club malam di Kawasan Dongdaemun, di pusat Kota Seoul itu. Tangannya bergerak, merapatkan mantel selututnya. Menghalau dinginnya malam. Langkah kakinya semakin mendekat ke pintu itu. Dengan tenang, yeoja yang bertubuh proporsional itu berjalan melewati pintu utama club.

Begitu kakinya melewati pintu itu, langkahnya terhenti sejenak. Ia bisa merasakan suasana itu, suasana kehidupan malam. Suara music yang keras dan berdentum itu langsung memenuhi pendengarannya. Penglihatan yeoja itu langsung disuguhi dengan para muda-mudi yang sedang bersenang-senang. Ia bias merasakan kebebasan dalam pikiran orang-orang itu.

Mata yeoja itu menyisir setiap sudut ruangan. Ia bisa melihat berpasang-pasang namja yeoja dan manja di sana. Namja-yeoja yang sedang berdiri itu, yang sedang duduk di sofa itu, ada yang berbincang, berminum ria bersama, berpelukan bahkan berciuman dengan tanpa rasa malu. Ia juga bisa melihat sekelompok namja dengan seorang yeoja di balik ruangan terpisah itu, seorang namja dan beberapa yeoja itu dan masih banyak lainnya dengan beberapa minuman di mejanya. Ia bisa melihat itu semua dengan jelas. Matanya berlari ke tengah-tengah ruangan itu. Suasana yang berbeda dari suasana-suasana yang ia amati sebelumnya. Lebih ramai dan lebih berwarna.

Dance floor.

Meskipun remang-remang, ia bisa melihat mereka. Mereka yang bergerak, menari mengikuti irama music yang dimainkan oleh DJ. Lalu matanya kembali bergerak, ia melihat sebuah bar di pojok tedalam di sebelah kanan dari posisinya berdiri saat ini. Ia menatap bartender-bartender tampan itu melayani pelanggannya. Dan para waitress dengan pakaian sexy-nya yang munyuguhkan minuman-minuman itu. Lalu ia melangkah pelan, melewati namja-yeoja yang sedang bergerak menari itu, menuju ke bar di sana. Ia melihat dua kursi kosong di depan meja bar panjang itu. Kemudian segera duduk di salah satunya. Setelah memposisikan duduknya dengan benar, yeoja itu segera membuka mantelnya. Untuk sejenak, yeoja itu merasa diperhatikan oleh seorang namja yang duduk di kursi kedua sebelah kirinya. Memang. Yeoja itu tampak mempesona di balik mantel tebalnya. Sebuah pakaian atasan mini berwarna hitam polos dengan model lengan menutup sebagian bahunya dipadukan dengan hot pants putih tampak pas di tubuhnya yang ramping. Make up natural dan rambut hitam panjangnya yang tergerai membuatnya tampak lebih dewasa dari umurnya yang masih di akhir belasan tahun. Sangat manis. Dan malam ini, yeoja manis itu tampak memukau. Yeoja itu menyilangkan kaki, memperlihatkan kakinya yang jenjang dengan higheels hitam berkilaunya. Lalu menumpukan sikunya pada meja bartender dan memperhatikan deretan botol minuman di seberangnya. Setelah beberapa saat, yeoja itu mengangkat tangannya pelan. Ia menjentikkan jarinya seraya manatap seorang bartender yang berdiri tak jauh darinya. Bartender tampan itu menoleh, lalu menghampirinya.

“Ambilkan sebotol wine untukku”

“Baik, nona”

Tak berapa lama kemudian, bartender tampan itu kembali dengan sebotol wine dan gelas di tangannya. Lalu segera diberikannya pada yeoja itu. Dengan santai, yeoja itu menuangkan minuman itu di gelasnya dengan tinggi tidak lebih dari setengah gelas itu. Meraihnya, lalu segera meneguknya perlahan. Selagi minuman itu mengalir di tenggorokannya, matanya menatap ke arah lain. Dari sudut mata kirinya, yeoja itu mendapatinya, seseorang yang menatapnya tajam, lalu menyeringai pelan seolah sebagai ungkapan penyambutan atas kedatangannya. Yeoja itu menghentikan minumnya. Lalu membalas tatapan orang itu, tatapan seorang namja di ujung bagian tengah ruangan dengan sebelah tangannya yang memegang headphone yang hanya ditempelkan di telinga sebelah kirinya dan sebelah tangannya lagi yang memutar-mutar mixer *alat music DJ* di depannya. Tampaknya namja itu yang menggerakkan music di ruangan ini. Ya,, namja itu seorang DJ. Yeoja itu masih balas menatapnya, manatap tajam namja yang berada jauh dari tempatnya terduduk. Mata yeoja itu terus memicing, menatap sinis tanpa berkedip. Sorot matanya sarat akan keinginan yang besar untuk melumpuhkan tatapan tajam namja itu. Entah kenapa, emosi yeoja itu tampak sangat jelas saat ini.

Namja di balik penguasaan pada alat music DJ-nya itu, masih menarik sudut bibir kanannya dengan sorot mata menajam, namun terkesan santai. Sesekali tubuhnya ikut bergerak, menari mengikuti dentuman musiknya. Mata kecil nan tajamnya masih terfokus pada yeoja itu. Namun, pergerakan tangannya yang lincah di atas mixer itu membuat musiknya berdentum lebih keras seolah ingin menghentakkan dinding alat pendengaran penghuni club malam itu. Seakan-akan ia sedang menyalurkan emosinya lewat permainan musiknya.

Dengan cepat, yeoja itu meminum kembali sisa minuman yang belum dihabiskannya tadi. Mencoba meredam emosinya. Yeoja itu menghela napas pelan. Mencoba untuk tenang. Pelan mata yeoja itu bergerak, melirik kembali namja tadi. Seketika matanya melebar terkejut dan tengkuknya terasa mengeras. Ia mendapati namja itu dengan seorang yeoja cantik yang berpakaian sexy di sana. Yeoja cantik itu menari dengan lincah di samping namja itu. Sepertinya yeoja cantik itu tertarik pada permainan musiknya tadi, sehingga menghampirinya lalu menari di sampingnya. Lincahnya tarian yeoja itu seakan menggoda DJ muda yang tampan itu.

Namja itu terdiam sesaat, memperhatikan yeoja yang menari di samping tubuhnya. Namun, ia segera meresponnya dengan memberikan music yang semakin mengobar tarian yeoja cantik itu. Seolah ingin balas menggodanya. Tarian yeoja itu semakin erotis dan namja itu, Cho Kyuhyun sangat menikmatinya. Bahkan, ia membiarkan tangan yeoja itu menyentuh bahu dan dadanya. Kyuhyun menari santai dengan menggerakkan sedikit kepalanya seraya menyeringai pelan. Dengan wajah sedikit menunduk, matanya bergerak cepat melirik yeoja di jauh sana, manatapnya tajam. Seolah ingin memperlihatkan sekaligus ingin tahu reaksi yeoja itu akan kegiatan panasnya dengan yeoja cantik di sampingnya.

Yeoja yang ditatap dengan tajam itu tampaknya sedang menahan napasnya yang memburu. Cepat-cepat yeoja itu menuangkan kembali minumannya di gelasnya yang kosong. Meraihnya dan segera meneguknya hingga habis dalam sekali tenggak. Matanya terpejam, menikmati minumannya. Setelah meletakkan kembali gelasnya ke atas meja, yeoja itu membuka matanya perlahan. Tubuhnya terhenyak ketika mendapati seorang namja asing yang tiba-tiba sudah duduk di samping nya sambil menatapnya.

Namja itu tersenyum tipis seraya manatapnya dalam “Aku suka caramu minum”

Yeoja itu balik tersenyum “Benarkah ??”

“Mmm” namja itu mengangguk pelan. Lalu dengan perlahan namja itu mengulurkan tangannya. “Kenalkan, aku Lee Hyuk Jae. Siapa namamu ??”

Yeoja itu segera menyambut tangan itu pelan “Park Ni Ra”

“Kau sendirian ???”

Sekilas Ni Ra tesenyum “seperti yang kau lihat”

Namja itu, Lee Hyuk Jae mengamati Ni Ra dari rambut lalu perlahan turun hingga ujung sepatu yeoja itu. Lalu kembali mendongak pelan menatap matanya.

“Kau memang sendirian. Tapi sekarang tidak” ucap Hyuk Jae dengan senyum penuh arti.

Sejenak Ni Ra menatapnya dalam diam, lalu tertawa lebar “Hahah,,, kau benar”

“Lalu kau, apa kau juga sendirian ??” lanjut Ni Ra.

“Kalau aku tak sendirian, tak akan mungkin aku kemari untuk menemanimu”

Lalu Hyuk Jae memanggil seorang bartender, meminta sebotol minuman dan gelas. Setibanya minuman itu, Hyuk Jae segera menuangkannya dalam gelas miliknya lalu menuangkan pula pada gelas Ni Ra.

“Mari bersulang !!” ajak Hyuk Jae sembari mengangkat gelasnya.

Ni Ra menyambutnya seraya tersenyum. Tinnggg….. Samar-samar terdengar suara gelas itu beradu dalam ramainya music DJ. Mereka berbincang hal-hal kecil dan tampaknya saling menikmati suasananya. “Kalau boleh ku tahu, apa alasanmu datang kemari ??” Ni Ra menatap Hyuk Jae sejenak, lalu bola matanya bergeser, memfokuskan penglihatannya pada seorang namja di belakang Hyuk Jae nan jauh di sana, Cho Kyuhyun. Ni Ra melihat tatapan namja itu acuh, seolah tak peduli.

“Tentu saja untuk bersenang-senang” jawab Ni Ra akhirnya.

“Benar. Tempat ini memang untuk bersenang-senang. Tapi, aku baru melihatmu malam ini. Apa kau baru pertama kali kemari ??”

“Ne, aku ingin mencoba suasana club yang berbeda. Kudengar tempat ini sangat menarik, itulah alasanku datang kemari”

“Hal menarik apa yang kau dengar ??”

Seketika Ni Ra menoleh, menatap bagian ‘Dance Floor’.

“Tarian mereka. Menurutku sangat berbeda . mungkin karna cara DJ disini untuk membawakan musiknya. Mereka tampak bersemangat,,,, dan….” Ni Ra menoleh pelan pada Hyuk Jae “sangat mengagumkan.”

Di dance floor itu, mereka sangat menikmati musiknya. Aliran-aliran musiknya seolah membangunkan saraf gerak tubuh dan mengajaknya untuk mengekspresikan dengan sebebasnya music yang terdengar. Yeoja-yeoja itu menari dengan erotis dan para namja itu menikmatinya dengan memberikan tarian yang sama menggodanya. Seolah tubuh mereka terbuai oleh music-musik yang diberikan DJ. Sementara itu, sang DJ yang masih ditemani yeoja cantik itu semakin menatap lekat yeoja yang saat ini ditemani seorang namja. Tangannya seolah mengobar, memutar mixer-nya dan membakar tarian para penikmat musiknya di dance floor. Selain tangannya, mata Kyuhyun seolah ikut mengobar menatap yeoja itu disana.

“Apa kau mau mencobanya ??”

Ni Ra menatap Hyuk Jae seraya berfikir sejenak, lalu segera tanggap dan tersenyum tipis padanya “Boleh”

Lalu mereka segera beranjak. Hyuk Jae menarik tubuh Ni Ra untuk berjalan ke area dance floor. Sekilas, Ni Ra sudah mulai bergerak , menari santai. Namun, Hyuk Jae masih terdiam.

“Aku sangat pandai menari, kau tau ??” ucap Hyuk Jae sedikit keras di depan wajah Ni Ra, karna tampaknya suara music di area itu lebih mendominasi.

“Benarkah ??” lalu Ni Ra berhenti menari “Kalau begitu tunjukkan padaku”

Sekilas bibir itu tersenyum tipis, dengan lihai dan lincah namja itu, Lee Hyuk Jae menari di depan Ni Ra. Gerak tubuhnya mengikuti dengan sempurna. Dentuman music itu seolah menyatu dengan gerakan tubuh Hyuk Jae. Gerakan-gerakannya, seolah ssshhh,,, menggoda. Sepertinya, Hyuk Jae adalah seorang clubbing. Ni Ra mulai mengikuti Hyuk Jae , manari dengan lihai. Tubuh mereka semakin berhimpit, karna harus sedikit berdesakkan dengan clubber lain. Namun mereka tetap menari. Dan mereka menikmati itu. Ni Ra mulai menari dengan sedikit erotis, karna ia sangat menikmati musiknya. Tiba-tiba wajah Hyuk Jae semakin mendekat ke wajah Ni Ra, lalu bibirnya ia arahkan ke samping wajah Ni Ra.

“Kau sangat sexy” bisik Hyuk Jae tepat di telinga Ni Ra.

Seketika Ni Ra tersenyum tipis. Lalu menyeringai pelan saat matanya menatap namja itu, Cho Kyuhyun. Tatapan Ni Ra sangat menantang dan angkuh. Kali ini, namja itu, Cho Kyuhyun terdiam. Hanya tangannya yang bergerak memutar mixer itu. Focus matanya masih sama. Dan kali ini juga, Kyuhyun sedikit mengabaikan yeoja cantik tadi yang masih menari di samping tubuhnya. Seringai dan tatapan Ni Ra semakin menajam. Kini, bibirnya ia arahkan ke samping wajah Hyuk Jae. Ke telinganya. Dan ia membisikkan sesuatu di sana.

“Kau juga sungguh sexy, Hyuk Jae-ssi” seraya kedua lengannya ia kalungkan ke pundak Hyuk Jae.

Hyuk Jae lalu sedikit menjauhkan wajahnya. Namun, tangannya segera menarik pinggang Ni Ra. Dan ia menatap mata Ni Ra.

“Kau benar-benar sexy,,, dan cantik” ucap Hyuk Jae tepat di depan wajah Ni Ra. Ni Ra tersenyum kecil.

Perlahan kepala Hyuk Jae bergerak ke wajah Ni Ra, dan sedikit ia miringkan. Sementara Ni Ra, ia hanya diam dan mengikuti arah gerak kepala Hyuk Jae, wajahnya ia miringkan ke arah sebaliknya. Seketika Ni Ra terdiam, tak bergerak sama sekali saat matanya menangkap sosok namja lain selain ‘namja itu’ disana. Hyuk Jae yang menyadari kejanggalan pada Ni Ra, segera menjauhkan wajahnya dan menatap Ni Ra heran.

“Wae ??”

“An-“

SREEET

Seseorang meraih tangan Ni Ra dengan cepat. Lalu segera menariknya dan membawanya keluar dari area ‘Dance Floor’ itu. Ni Ra sedikit terhenyak dan cepat-cepat memberontak, namun cengkraman itu terlalu kuat di tangannya.

“Lepas !! Kau mau apa ??” teriak Ni Ra pada orang itu.

Seolah tuli, orang itu terus menarik Ni Ra dengan kuat, membawanya untuk terus berjalan hingga keluar dari ruangan berisik itu dan masuk ke lorong yang tampak sepi. Tangan kuat itu menghempaskan tubuh Ni Ra ke tembok dan dengan cepat tangan kanannya menumpu pada tembok di samping kanan wajah Ni Ra. Tubuhnya mendekat, seolah menghimpit tubuh Ni Ra pada tembok. Napas namja itu memburu dan matanya menatap tajam mata Ni Ra.

“Hentikan” desah namja itu di depan wajah Ni Ra.

Tangan kiri namja itu bergerak mencengkram tangan kanan Ni Ra di samping tubuhnya. Namja itu, Cho Kyuhyun menatap Ni Ra geram. Namun, Ni Ra menatapnya dengan santai.

“Kau tak bisa melakukan itu”

“Chagia~,,,, kau sendiri yang menantangku. Kenapa sekarang kau marah padaku. Kau bisa melakukannya pada siapapun, kenapa aku tak bisa. Lalu kau tiba-tiba menantangku lagi, kau pikir aku akan cemburu begitu saja. Kau seolah mengetesku lewat pekerjaanmu itu. Tapi, sekarang aku tahu. Aku bisa melakukannya juga. Jadi, kurasa kita sama dan jika kau terus melakukan hal seperti ini, jangan salahkan aku jika ak-“

Suara yeoja itu seketika terhenti ketika bibir tebal itu menekan bibirnya cepat. Menekannya lalu melumatnya perlahan. Mata yeoja itu menutup pelan ketika dirasakannya bibir tebal itu semakin menekan bibirnya. Cengkraman tangan Kyuhyun pada Ni Ra melonggar seiring bibir tebalnya yang menyapu perlahan bibir Ni Ra. Untuk sesaat yeoja itu lupa bagaimana caranya bernafas. Sapuan lembut itu seketika membuatnya hilang akal, kedua tangannya terangkat, dan ia kalungkan di leher Kyuhyun. Bibir tebal itu terus mempermainkannya. Hingga akhirnya, ia menikmati ciuman itu dan membalasnya secara perlahan. Tangan Kyuhyun menggapai tengkuk yeoja itu pelan.

“Hhhh…” desah Ni Ra pelan saat bibir Kyuhyun menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian. Dan itu membuat Kyuhyun semakin menekannya ke dalam. Ni Ra memekik pelan saat Kyuhyun menggigit bibirnya dan dengan cepat Kyuhyun memasukkan lidahnya begitu mulut yeoja itu terbuka. Lalu segera menelusuri setiap rongga mulut yeoja itu. Rasanya begitu manis… Lama-kelamaan napas mereka semakin tersegal hingga akhirnya yeoja itu melepas bibir Kyuhyun dari bibirnya dengan paksa ketika ia mulai merasa kekurangan oksigen. Napas mereka sama-sama memburu. Kyuhyun belum menjauhkan wajahnya dari wajah Ni Ra, dengan cepat Kyuhyun mengusap bibir tebalnya dengan punggung tangannya. Dan ia melihat saliva itu disana. Lalu Kyuhyun mendongak seraya menyeringai. Napas hangat mereka bertubrukan, mereka saling menghirup aroma masing-masing. Aroma yang lembut.

“Memang aku mengetesmu. Namun, dbegitu aku semakin tahu kalau kita saling mencintai. Jangan lakukan itu lagi. Jangan bertindak bodoh lagi,,,”

“Ssttt..!!” Ni Ra menempelkan jari telunjuknya pada bibir Kyuhyun.

“Dengarkan aku, aku hanya mencintaimu. Aku memang berniat menantangmu. Tapi aku tidak tahan, karna justru kau yang seolah menantangku”

Bibir Ni Ra terangkat pelan membentuk senyuman dan seringaian secara bersamaan, namun menyimpan kebahagiaan di dalamnya.

“Hatimu hanya milikku. Dirimu hanya milikku. Bibirmu juga hanya milikku. Begitu juga denganku,,, hatiku hanya milikmu. Diriku hanya milikmu. Dan bibir ini,, bibr ini hany-“

Ucapan itu terhenti ketika Ni Ra mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat.

“Hanya milikku, kan ?!”

Seperdetik kemudian, tangan Ni Ra menekan tengkuk Kyuhyun pelan dan langsung mendaratkan bibir mungilnya pada bibir tebal itu. Menekannya pelan. Dan mereka kembali terhanyut dalam ciuman hangat mereka.

The End

Author mendapatkan ilham ini saat author mendengarkan music K-pop dengan volume keras dan author mendengarnya tepat di sound system-nya #apasih# dan muncullah sekelebat ide ini. Entah kenapa pikiran author jadi seperti ini Eemmhh,,, maaf jika ceritanya kurang berkenan di hati Sparkyu #bow #mesam-mesem Kritik dan saran sangat diharapkan :^)

Gomawo sudah membaca ^^

 

3 thoughts on “Defiance | Oneshoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s