Protect Our Married ‘Part 10.B- End’

 

POM10

Title        : Protect Our Married ’10.B’ _FINAL_

Author    : ArVi

Fb        : arie devi

Twitter    : @ivedeira

Gendre/rate    : MIX/PG-17

Cast    :•    Kim Jong Woon•    Song EunSeo•    Jung Yunho•    Park Jihyeon (OC)•    Dain (OC)Additonal Cast    : •    Song Jong Ki•    Hwang HyunRi

 

Disclamer    : Humans, things, and ideals here belong to God. Excep this story is original from me. Full crediting me, and this page if you wanna take it out.  Apologize for typo. Please feel free to corret me. Hehehe

😀EUNSEO ‘HEARTS QUOTES :

“aku tidak menginginkan penjelasan.Aku sudah terlalu lelah dengan perasaan ini, bahkan tidak bisa lagi bermain-main dengan hatiku sendiri.Aku akui, ini semua sepenuhnya bukan salahmu. Tapi pernahkah kau berfikir bahwa Tuhan sudah bersusah payah memberikan kita prahara agar kita berpisah? Itu berarti kebersamaan ini hanya sebuah luka untuk orang lain.Cukup dan berhenti hidup dibayang-bayang sandiwara demi menjaga nama baik masing-masing, Tapi sayangnya saat ini aku akui diri ini cukup bodoh untuk menyangkal perasaanku yang serupa denganmu.Kita sama-sama terlambat.Aku pergi ke NewZaeland dan menjadi yeoja yang akan mencoba mengeluarkanmu dari hidupku. Mengemas kenangan yang hampir seratus persen pahit untuk ku simpan. Karena dengan bodohnya aku malah menyimpanmu dan semua kenangan pahit kita didasar hati. Mengunci dan menenggelamkannya disini, Dihatiku – Song EunSeo   

 

CHAPTER FINAL BEGIN >>>>>>>>>>

2 Years _kemudian    Di film-film klasik, mereka menunjukan waktu sudah berlalu dengan cara menampilkan halaman-halaman kalender yang lepas. Tanpa disadari, halaman yang menandai tahun-tahun itu menghilang. Jika mengingat kejadian demi kejadian menyakitkan  yang telah terlewati, tidakah itu hanya akan memunculkan semangat Bunuh diri?.    1 Januari 2015        Saat musim semi datang lagi dan lagi, lalu salju menghilang, banyak hal mulai bermunculan, menimbulkan mekaran bunga eksotis. Begitupun dengan Hodainko, sebuah area yang dulunya hanya hamparan padang rumput gersang yang membeku tanpa nafas ketika musim salju datang. Namun kini, tempat itu seolah bernyawa, meninggalkan jejak-jejak kaki manusia yang siang malam sempat mengabadikan kawasan yang ternyata menyimpan banyak keajaiban alam.    Lewati Hondainko, karena kita sedang tidak membahas perubahan Korea dalam kurun waktu 2 tahun terakhir bukan?.    Sebaiknya kita menatap seorang yeoja yang menembus kerumunan Inceon dengan koper besar dan kaca mata hitam, dibalik balutan jas UnSoft yang sangat jelas berbranded, ia bahkan menjadi pusat perhatian. Kadang kala yang membuat kita menjadi pusat perhatian bukan karena kecantikan dan kemegahan perhiasan yang kau gunakan, tapi bagaimana aura itu mampu menarik mata setiap orang.    Yeoja itu berjalan dengan senyum anteng seperti biasanya, mungkin panorama Korea dan NewZaeland tidak jauh berbeda, hanya atmosfir. Atmosfir hangat dan natural Korea tidak ada tandingannya.     “happy new year” yeoja itu  bergumam pelan pada Pin Superman yang berada disudut kanan dadanya. Ingatkah dari siapa Pin ini?Tidak perlu dibahas dan simpan jawaban dihati masing-masing.    “disini” ia memandang dengan senyuman , melempar pandangan dari kerumunan orang-orang yang memenuhi bandara. Seorang namja terlihat memegang papan nama dengan tangan kanan dan seorang bayi mungil ditangan kirinya.     Yeoja itu –Song EunSeo-Sebuah mitos pernah mengatakan :  pada sebuah revolusi bumi dalam satu bulan pasti diikuti rotasi bumi setiap harinya. Artinya sebelum melewati pergantian bulan kita harus melewati pergantian hari.Dan inilah yang membuat Eunseo berbeda.Rambut hitam yang dulu selalu tertekuk kedalam kini terbiarkan menggerai bahu dan terbawa angin. Sebuah sosok yang membuat dirinya lebih segar. Bentuk tubuh Yeoja itu benar-benar luar biasa. Tinggi dan jenjang.    “aku merindukanmu…” Eunseo mengecup pelan pipi yeoja mungil yang kini telah beralih pada gendongannya. “ohayo gozaimasu… kau semakin berat.. uhk uhk..”    Namja yang notabennya ayah dari bayi yeoja itu hanya menggeleng, sebelum meraih koper EunSeo.    “omo… omo.. dia cantik sepertiku Yunho yaa..”    Yunho mengulas senyumnya dan menyusul EunSeo sambil menarik koper Hitam Adidas yang tak pernah dirubah. Dari dulu yeoja yang 1 ini selalu memakai Tas Koper yang sama. “aniyoo.. kau tak lihat matanya mirib denganku?  Senyumnya, semuanya, cup cup anak appa yang manis”     “YA? mwonde? Kau dengar? Appamu menyombongkan diri lagi, heiss, ayo tinggalkan dia..” EunSeo ngacir dengan bayi mungil digendongannya.Beberapa orang kini menatap iri kearah keduanya, mereka melangkah dengan perdebatan perdebatan kecil sebelum memasuki mobil, “baiklah..baiklaaah.. aku mengalah.” Yunho pura-pura mengalah sambil terus fokus kearah depan.    “baguslah , kau dengar? Kita menang sayang.. kita menang..kita menang..” EunSeo terus saja mengajak Bayi itu bercanda. Kikikan kikikan kecil memenuhi mobil.     “bagaimana kabar perusahaan?” Yunho menaikan tempo kecepatan mobilnya.    “aigoo.. kau tidak bertanya kabarku?”    “aku tidak suka menarik perkataan. Aku bertanya kabar perusahaan” Eunseo memandang Yunho malas. Berapa umurnya sekarang? 28 tahun tapi masih bersikap seperti ini.    “tetap stabil. Aku bisa mengatasinya. Tenang saja” , “lalu bagaimana keadaan universitas?” lanjut Eunseo    “tetap baik. Bahkan jauh lebih baik. Tapi sayangnya murid murid yang tergabung dalam fans setiamu sedikit berontak.” Yunho tertawa renyah.    “baiklah tuan Jung. Kudengar ada guru baru yang menggantikanku”    Yunho mengangguk. “itulah sebabnya banyak mahasiswa yang menjadi Anti dosen baru itu. Selain karena dia menggantikanmu, mereka juga geram dengan tindakan otoriternya”“kau tidak merindukan fakultas?” Yunho bertanya dengan hati-hati. Ia tau dilema apa yang melanda Eunseo, ia harus merelakan rajutan mimpinya demi menggantikan Joong Ki diperusahaan. Ia harus belajar untuk management bisnis mulai sekarang.    “sangat.”    “lalu? Apa rencanamu selanjutnya?”    Eunseo tersenyum . “2 tahun , cukup”    “apa maksudmu?”    Eunseo hanya membalas dengan tersenyum menantang kearah depan. Ia siap menantang dunia lagi kali ini. Lelah bersembunyi dari kicauan dan hentakan Korea yang sempat mengucilkannya, kini ia kembali. Kembali ketempat dengan jutaan kenangan.    “hey,?” Eunseo memandang dengan penuh tanda tanya saat Yunho memberhentikan diri diloby Supermarket besar Hyundai.    “setelah menjemputmu, dia menyuruhku menganjakmu kemari . Katanya mengajakmu belanja bersama.” Mata Eunseo bergerak sebelum akhirnya yeoja itu tersenyum.    “HyunRi ssi!” Eunseo memekik kecil ditelinga seorang wanita yang terlihat memilih buah, kontan saja yang dikagetkan menoleh dengan kilatan cepat.    “OMO! Kau –“ mata Hyunri memandang EunSeo dari atas hingga bawah, benarkah ini EunSeo?    “ini aku, unnie..” ia akhirnya bergelayut manja dan memeluk wanita yang nyaris menjadi kakak iparnya.     Air mata Hyunri menggenang menerima pelukan yeoja itu, seolah berkata “selamat datang” ia juga membalas pelukan itu dengan hangat. Sekarang mereka bertemu kembali, yeoja kembar tapi tak sama. Lihatlah bahkan gaya mereka yang Workaholic dan intelek kembali kumat saat makan disalah 1 café.    “kau semakin gendut” perkataan Eunseo membuat Hyunri menyemprotkan saus tartar ke spagety Eunseo dengan kasar,     “YA! kau ingin membunuhku?” Eunseo menarik hidangannya dari tangan Hyunri,     “dasar anak kecil kurang attitude”    “mwo? Hey, kita hanya berbeda beberapa bulan”    “YA! aku tetap lebih tua!”    Yunho hanya menarik nafas melihat kelakuan keduanya, setelah lama tidak bertemu beginikah tabiat mereka? Padahal menurut Yunho mereka 11 /12    Namja itu meletakan bayi digendongannya kedalam kereta dorong sebelum akhirnya ikut bergabung dengan 2 yeoja itu.    “sudahlah, apa kalian tidak saling merindukan?”    Keduanya terdiam sebentar, namun kembali memasang raut menyebalkan. “untuk apa? Sama sekali tidak”    “hey, kau kira aku merindukanmu nenek lampir?”    “apa katamu? Dasar nenek sihir ingusan”    “YA! umurku sudah 26!”    “umur bukan sebuah nyaminan nonna..”    “aissshh.. sudahlah! Kalian terkesan memperebutkanku” Yunho berceloteh asal, saat melihat beberapa pengunjung menatap kearah mereka    “……………………” Hening, keduanya saling tatap , diam, kemudian memandang Yunho.    “dasar maniak!”    “YA! aku ini suamimu!” Yunho meradang kesal kearah Hyunri yang menodongkan garfu.    Sedangkan EunSeo, ia hanya menggeleng-geleng. Tidak ada yang bisa menebak takdir. Yunho sekarang menjadi pengganti kakaknya. Merawat yeoja dan anak JoongKi. Sebuah fenomena ketika ketika harus menyadari kebesaran Tuhan.Jangan pernah membenci seseorang karena kita tidak akan tau jalan apa yang Tuhan tunjukan.Kadangkala saat kalian jauh mengelana untuk mencari Cinta, sesungguhnya Pendamping Mutlak dan Cinta abadi ada disamping kalian. Sadari sebelum semuannya terlambat.    “apa hubungannya? YA! kau berani membentakku huh? Sekali lagi kau membuat emosiku naik dan menganggu pertengkaran seru kami, maka kupastikan kau tidur diluar tanpa memelukku dan Haneul!”    Mata Yunho melebar. “YA! mana bisa .. haiissshh… yeobooo… jangan seperti itu”    Hyunri langsung pura-pura marah dan melempar pandangannya kesamping.     “jangan emosi chagii… kau mau menganggu adik Haneul?” EunSeo tercengang. Bagaimana bisa Yunho bermetamorfosis secepat ini? Ditangan HyunRi?    “unnie, jad –jadi keponakanku akan memiliki dongsaeng?”    HyunRi menatap Eunseo sebentar, seolah ada arti dari tatapan itu,Tatapan yang berarti pembenaran dan maaf.Untuk beberapa saat  Hyunri akhirnya kembali bersikap dewasa, ia mengangguk lalu tersenyum. Ini lebih baik.Mungkin inilah yang disebut Happy always in Ending of the story. Well, I see, as well as.    Hyunri memeluk Eunseo, ia berbisik pelan ditelinga adik iparnya. “Maafkan aku , aku tetap mencintainya”    Eunseo menerawang, ia paham dan tau, jika Hyunri masih belum bisa merelakan oppanya, tapi Haneul, bayi mungil itu adalah titipan JoongKi untuk Yunho. Sekalipun perasaan mereka tidak jelas dan belum tepat, tapi percayalah akan makna WAKTU dan KEBERSAMAAN, 2 hal itu akan merubah segalanya, seperti hidupnya. Waktu yang mempertemukan mereka, waktu yang menyatukan hati mereka, dan waktu pula yang memisahkan mereka.     “aigooo.. aku jadi terharu.. hahahaha.” Eunseo langsung merubah Ekspresinya, ia menghormati Yunho sebagai suami dan ayah dari kekasih dan anak kakaknya”Kakak ipar? Boleh dikatakan kita harus lebih percaya takdir ketimbang harapan. Toh Dikenyataan siapa sangka jika sang mantan kekasih bisa menjadi suami dari kekasih kakakmu? Mungkin jika ini bukan sebuah cerita semuanya bisa tidak percaya. Namun sayangnya ini hanya Fiksi, bukan hal gamlang penulis akan melakukan apapun pada akhir sebuah cerita. Penulislah yang menentukan takdir tokohnya. Siapa bisa merubah?***    Hari ini lumayan sejuk, tapi anginnya menerbangkan sapuan kenangan kelam. Mungkin Eunseo boleh berfikir demikian ketika menatap situasi sebuah rumah dihadapannya.    Pertama yang dilakukan adalah mengusap pintu gerbang coklat kemerahan itu sambil memandang dari sebuah celah. Rumah ini masih berdiri kokoh, keadaannya masih sama, kursi disamping ayunan yang dulu sempat menjadi tempat ia  menyaksikan Yesung mencium Jihyeon.EunSeo tertawa lucu mengingat kebodohannya dulu, pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalah, hey.. wanita macam apa dia?    Sedikit mengingat memorial itu penting, apalagi mengingat memori aneh hidupnya, Kalian pasti berfikir macam-macam tentang akhir cerita ini, tapi Eunseo sarankan agar berhentilah salah paham pada author ataupun Yunho kkkkk #abaikan.“bagaimana kabarmu?” selalu seperti ini, saat Eunseo bergumam pada sebuah PIN yang ada dalam genggamannya, saat itulah ia merasa bertanya pada seseorang. “kuharap selalu begitu.” lanjutnyaEunseo ingat, dulu Yesung selalu membunyikan klakson lalu ia akan membukakan pintu, menyiapkan makanan dengan diam tanpa kehangatan. Lalu sekarang? Apa lelaki Workaholic itu makan dengan benar? Komedi buruk jika ternyata ia memasak roti gosong dan susu tawar.Belum 5 menit , tapi yeoja itu kini menjauh meninggalkan gerbang rumah. Ia tau sang pemilik sebentar lagi akan pulang, ini semacam penguntit yang beresiko.Eunseo melangkah menjauh dengan pelan namun pasti.***KANTOR KEJAKSAAN – DAEGU SOUTH KOREA“kurasa dia pasti pulang hari ini. Bagaimanapun ini 2 tahun memperingati kematian kakaknya” Kangta menaruh banyak berkas diatas meja seorang namja yang nampak terlalu terfokus pada tumpukan kasus dihadapannya.“kau tidak akan bodoh melewati kesempatan ini untuk yang kedua kalinya kan?”Kangta merampas lembar kerja Yesung dengan kilat.    “YA!” namja berwajah oriental dengan darah Korea kental itu bersungut sebentar, “itu materi sidang 3 jam nanti”    Kangta mendengus, ia meletakan kembali MAP hijau yang didalamnya berisi segala tuntutan, barang bukti dan hal lainnya. Meskipun Yesung menyebalkan jika sudah berhadapan dengan pekerjaan-pekerjaan ini, tapi Kangta bersyukur Ia masih bisa melihat sikap Workaholic rekan kerjanya lagi.    “ Kemungkinan kisahmu lumayan bagus jika didramatisir dan diangkat menjadi drama sadstory.” Kangta duduk dihadapan Yesung sambil menjentikan jarinya.     “dengarkan baik-baik” Yesung akhirnya mengangkat sedikit penglihatannya , yaa hanya sebentar sebelum akhirnya ia pura-pura tidak perduli. Tapi tidak dielakan juga jika ia memasang telinga kuat-kuat.“Kurasa kisah kalian merupakan sebuah hal pahit yang harus ditelan bulat-bulat,Seperti teori Survival for the Fittest – Darwin.Teori evolusi yang begitu populer yang telah merubah paradigma para ahli biologi seentero dunia tentang bagaimana mahkluk hidup mendapatkan eksistensinya. Dalam prinsip, hanya mahluk hidup kuatlah yang mampu bertahan, dan yang lemah akan musnah.  Lalu jika dihubungkan dengan kisah kalian. Apakah teori ini cukup relevan jika digabungkan dengan kisah kalian berdua?Apakah mereka cukup lemah sehingga layak untuk kalah? Tidakah mungkin untuk menang?.” Kangta memberhentikan ucapannya sejenak. Ia mendengus sedikit saat Yesung tetap tak bergeming dan tetap fokus.“Dalam kisah itu, mungkin kau dan Eunseo bukanlah David dalam kisah David versus Goliath. Bahwa David yang bertubuh kecil mampu mengalahkan Dain dalam bentuk Goliath si raksasa besar.  Tapi ini bukan kasus untuk kalianGempuran dunia bukan hanya dari sang Goliath, namun adanya paham bahwa Tuhan tidak menhendakinya merupakan sebuah Patahan kuat akan kisah kalian. Jadi, aku menyimpulkan, ini semua adalah takdir Tuhan yang sengaja kau buat. YA KIM JONG WOON! Perhatikan juga hidupmu!” Kangta akhirnya menarik semua berkas dihadapan Yesung,     “HYUNG!” namja itu bertriak frontal. Oh Tuhan, kenapa ia diberkahi  rekan kerja semenyebalkan ini? Perjaka tua yang lapuk dimakan usia. Setidaknya ia tidak suka merecoki kehidupan asmara orang jika dia saja tidak bisa mengatur asmaranya sendiri“kasus perceraian Menteri Seo ? benarkah kau mengurusi kehidupan pernikahan orang lain? Lalu rumah tanggamu?”“ini tidak ada kaitannya, profesionalah”“bagaimana kau bisa sebodoh ini? Oh baik, kali ini aku sangat mensyukuri Eunseo memilih jalan yang benar. Bagaimana bisa kau begitu bodoh? Kalian sudah berpisah selama 2 tahun! Dalam hukum kalian memang masih sah dan berstatus terikat. Oh baik lupakan Hukum kali ini.” Kangta menarik nafas sebelum berceloteh lagi. “tapi dalam agama? Kalian sudah dipisahkan! Pernikahan kalian tidak ada artinya lagi dimata agama!”“Hyung! Jaga ucapanmu”“baiklah ini sedikit keluar jalur. Tapi aku sangat muak pada permainan yang kalian mainkan. Terlalu mainstream dan membosankan. Disaat ada jalan untuk bersama kalian malah bermain api dan menyisakan penyesalah diakhir. Aku tidak mengerti jalan pikiran kalian. Jika aku jadi kau, maka aku akan sangat bertrimakasih pada Tuhan karena diberkati seorang wanita. Lihat aku. Aku jauh lebih tampan darimu, bahkan jauh lebih iklas jika Tuhan memberiku seorang pendamping. Tapi apa? Umurku bahkan mendekati kematian” Kangta menghembuskan nafas setelah peperangan urat leher kali ini.Yesung menghilangkan kejengkelannya, mungkin memang semua nasihat, celoteh, rujukan dari Kangta benar adanya. Tapi Yesung sudah kebal, bukan hanya Kangta, entah banyak dorongan dari segala Pihak menuntutnya untuk menemui Eunseo. Tapi apa? Ia sama sekali tidak bertindak.Ia tau, Eunseo berada di NewZaeland dan mengurusi perusahaan yang ada disana.  Bahkan ia tau , Eunseo tinggal di apartement South dikamar nomor 34 , jam 7 pagi alarm yeoja itu berdering, lalu ia berangkat kerja pukul 8 pagi, pulang kerja jam 7 sore, lalu pergi keperpustakaan lokal hingga malam, rapat klien, siapa saja yang yeoja itu temui, bahkan hingga siapa saja yang yeoja itu hubungi , Yesung tau. Lalu memangnya kenapa? Kalian hanya tidak tau saja , apa yang ada dipikirannya. Mungkin benar Yesung adalah namja dengan segudang pikiran runyam dan terbelit, tapi ia memiliki alasan untuk itu. Lebih baik seperti ini ketimbang saat bertemu yeoja itu akan meminta sebuah perpisahan dan cacian lainnya. Yesung tidak siap, jika sewaktu-waktu Eunseo datang dan meminta talak cerai karena rasa bencinya pada Yesung. Bagaimanapun semua ini karena dirinya, karena kebodohannya dulu. “Yesung ah… kumohon, sekali saja , temui dia. Aku tau kau tersiksa”“kau bahkan membuang setengah gajimu demi menyewa detektive penguntit untuknya kan? Astagaa.. aku tau kau kaya, tapi apagunanya menyewa mata-mata dan membuang uang ketimbang datang langsung dan menemuinya?” mata Yesung membesar seolah menuntut pertanyaan. Dari mana Kangta tau?“hahahaha, bahkan saking tidak ada yeoja yang kuperhatikan, aku malah memperhatikanmu. Aigooo…. Maka dari itu, cari lagi istrimu. Kau mau aku menjadi GAY dan malah menyukaimu karena kita sama-sama lajangkan? Kukira itu bukan hal buruk” Yesung bergidik sebelum akhirnya namja itu melempar kotak makan sisa makan siang.“YA! kau membuatku ingin muntah”“hakakakak” Kangta terpingkal setelah bisa merecoki dongsaengnya. Lihatlah? Namja itu pergi dengan sendirinya kan? Kkkkk~***Yesung berdiri didepan sebuah rumah bercat putih. Rumah mewah yang dulu selalu ia datangi. Langkah namja itu seperti diterbangkan angin. Keragu-raguan selalu memojokannya. Harapan bodoh jika sekarang Eunseo akan muncul dan membukakan gerbang lagi untuknya.Tapi mungkin sebelum Ia berhasil memasuki rumah, ia terlebih dahulu akan dihadang tuan Song seperti dulu. Bahkan kini Yesung tertawa sendiri melihat tingkahnya saat itu.FLASBACK“sekali lagi, tolong katakan dimana EunSeo pergi , Seung Hoon ssi” Yesung memandang tuan Song dengan tajam. Bukan lagi tatapan memohon dan memelas seperti sebelumnya, bukan lagi rasa hormat dan takut seperti diawal. Ia tak butuh itu, dia jengah saat menyadari semua orang seakan menjauhkan EunSeo dari hidupnya.    “Kenapa kau keras kepala sekali, huh? Aku sendiri sampai bosan mengatakan kalau aku tidak bisa mengatakannya. Jadi jangan buat aku melakukan tindakan fatal dan memintamu merelakan putriku. Aku masih menghormati keluargamu”  Tuan Song mencoba mengatur emosinya, ini demi kebaikan bersama. Awalnya tuan Song bahkan nyaris mematahkan leher Yesung, membunuhnya atau bahkan melakukan hal sial lainnya. Tapi apa?Ia hanya tak ingin kehilangan putrinya lagi.Membunuh Yesung hari ini, maka ia tak jamin jika putrinya masih hidup keesokan harinya.Yesung mendesah lelah, siasia ia membujuk Tuan Song, pendiriannya sangat kukuh. Jujur, Yesung lelah, ia sudah cukup lelah memarahi egonya , apalagi saat disusul penyesalan saat hari kebebasannya. Awalnya ia ingin minta maaf dan melakukan semuanya dari awal. Tapi apa?Semua orang lantas menyalahkannya, Appa ,eomma, bahkan seluruh keluarga EunSeo sepakat mengasingkannya seperti ini. Menyembunyikan istrinya seolah itu tindakan yang baik dan terpuji.    “kalian tau? aku bahkan bisa mencarinya sendiri tanpa bantuan kalian” Yesung memicing frontal kehadapan tuan Song, tentu saja Tuan Kim yang berada diruangan itu menyayangkan GEN keras kepala Yesung yang diturunkan darinya.    “Kukatakan jangan melakukannya, jangan sekali-kali mencoba membentur dinding atau kau akan terluka”Tuan Song masih mencegah Yesung mencari EunSeo. Ia murka melihat kisah anaknya yang seolah menerima karma dari perbuatannya dahulu. Tapi ia sendiri tidak memiliki pilihan, niat awal menghancurkan Yesung pupus saat menyadari betapa ia sangat menghormati tuan Kim sebagai seorang sahabat. Ia tidak mungkin mengecewakan sahabatnya, lagipula ia sudah memikirkan tindakan Pysco yang bahkan nyaris merusak ketenangan FF ini. #abaikan.    “jangan gegabah , Yesungie. Penyesalan memang selalu menunggu.” Tuan Kim turut merasa sedih melihat kisah cinta putranya. Tapi ia sendiri tidak punya pilihan, Nama baik perusahaan dan klan Kim ikut dipertaruhkan. Gosip gono gini menyerang tempur hingga menyebabkan anjloknya mutu dipasar saham. Sedangkan Yesung masih keukeh berdiri ditengah ruangan seolah meminta sedikit kebijakan dari 2 lelaki dihadapannya. Mengumpulkan asa yang walau sedikit demi menghilangkan rasa resahnya. Sudah 3 minggu ia tidak bertemu dengan Eunseo, tapi yang didapat adalah fakta bahwa yeoja itu telah pergi entah kemana. Raib begitu saja, dan hatinya tambah sengsara mengingat Dunia dan segala isinya tidak bisa diajak berkoalisi.     Tuan Song menarik nafasnya berat, masalah kembali terbit dan terbenam ditambah kenyataan kehamilan Hyunri. HAMIL?Satu kata dari keperkasaan anaknya. Baik, itu hanya sebuah berita bahagia yang harus tuan Song telan bulat-bulat ditambah goncangan bathin yeoja itu setelah ditinggalkan putranya. Sedikit runyam melihat aksi frontalisasi pihak Hwang yang menyerang dengan tuntutan gonogini. Bukan hal buruk jika ia mendapat cucu dan menantu dari klan Hwang, bahkan itu bonus khusus. Hanya saja yang menjadi masalah adalah ketiadaan putranya.STOOP! Dan jangann sekalipun membahas duka lagi.    “mengertilah Yesung… aku bahkan dengan senang hati mengatakan keberadaannya, bahkan jika perlu aku bisa mengantarkanmu kesana. Tapi sekarang kondisinya lain. Aku tidak bisa” Tuan Kim mengimbuh. “Setelah semua yang dilakukan menantu dan tekanan yang ia hadapi dikonferensi Pers, kami lebih baik melindunginya sebelum scandal itu terkuak kembali”    “tapi aku ingin menemuinya, menjelaskan semuanya, dan aku tidak bisa menahan lebih lama lagi. Aku tidak mau EunSeo pergi dengan kesalahpahaman yang membuatku terasa ingin mati”    “aku mengerti, tapi kurasa kau telah membuat takdir untuk dirimu sendiri, dan sayangnya takdir itu membuang EunSeo dari hidupmu”    “OMONG KOSONG!” Prang !!!    Yesung melempar vas bunga lili kuning dihadapan kedua namja paruh baya itu, ia tak tau sejak kapan berubah menjadi pribadi yang frontalisme. “ini bukan takdir, ini hanya scenario yang dibuat manusia. Aku bisa mengubahnya dan membuat semua ini berpihak padaku” Yesung marah . EunSeo istrinya. Atas dasar apa kalian menjauhkan mereka?Yesung mengepalkan tangannya, ia tidak bisa lagi menahan rasa frustasinya. Cukup setahun menjadi namja yang tidak peka dan pengecut. Tidak untuk sekarang. Tapi kenapa untuk menyadari Cinta itu begitu tajam dan terjal?    “dia pergi karena aku, ini membuat beban besar. Aku tidak bisa menanggungnya, apalagi melepasnya. Kurasa itu mustahil. Apa salah jika aku ingin memilikinya? Setiap orang memiliki kesalahan appa, dan aku berusaha memperbaikinya. Bahkan aku akan melakukan apapun termasuk mati dihadapan kalian jika itu memang keinginan ISTRIKU”    Keras kepala. 1 gambaran yang terblesit diotak tuan Song. Perlahan terlihat ada senyum kecil yang terkembang,     “Tidak ada yang salah dalam mencintai. Tetapi akan salah jika rasa itu mengorbankan orang-orang yang kau sayangi. Apa itu yang kau inginkan? Kurasa EunSeo akan menderita.  jika kau memaksa untuk mendekatinya. Ia mungkin akan menerimamu. Tapi bagaimana dengan harga diri karena seluruh Korea mencibirnya?”    “aku berani menanggung resikonya”    “tapi aku tidak akan membiarkan anakku menderita!”    “appanim!…” Yesung hampir melakukan hal yang tak sepantasnya. Benarkah ini yang disebut cinta mengaburkan pandangan dan membutakan hati?. Yesung seolah lupa bahwa orang dihadapannya ini adalah Appanya     “jika apa yang kau lakukan membuat EunSeo menderita, maka aku akan melakukan segala cara untuk mencegahmu”    “begitukah?” Yesung tersenyum miris, miris juga bagi tuan Kim. Namja paruh umur itu menggeleng geleng tidak percaya melihat fenomena dihadapannya, persis ia dulu.Memohon-mohon seperti ini, sampai melakukan tindakan bodoh ia lakukan. Kalau tidak begitu bagaimana ia bisa mendapatkan istrinya seperti sekarang?    “maaf, kali ini demi kebaikan bersama, aku dipihak mertuamu. Pikirkan matang-matang” sambut tuan Kim.Yesung terdiam, kini seisi dunia menyumbatnya, bahkan pernyataan mertuanya yang seolah penuh ancaman, lalu appa yang begitu ia hormati juga menentangnya.FLASBACK ‘END’Yesung tersadar dari lamunannya saat ponsel namja itu berbunyi. Alarmnya memekak telinga. Astagaaa.. ia hampir lupa memiliki sidang hari ini. Dengan cepat namja itu memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu. Tapi, mungkin memang Tuhan selalu membuat semuanya bertentangan , kini sebuah mobil AVG Sport putih datang dari arah balik, memasuki pekarang. Sungguh menyebalkan jika ternyata yang turun dari mobil itu adalah Eunseo!._______________o0o______________“kau cari apa?” tuan Song baru saja melepas kerinduan pada putri semata wayangnya. Tapi sekarang putrinya seperti kesetanan, ia mengobrak-abrik sofa, mencecari lantai, dan mengelilingi seisi rumah.     “PIN. Appa, coba dipakaianmu” Eunseo mendekati Tuan Song, bagaimanapun ia sempat memeluk appanya, mungkinkah tersangkut disana?    “tidak ada..” EunSeo mendengar ayahnya bergumam sembari memeriksa pakaian .        “Tidak mungkin!” detik berikutnya yeoja itu bertriak dan keluar dari rumah, sedangkan hari ini sudah pukul 8 malam.    “seo ya!” tuan Song mengejar putrinya, namun malang, mobil itu sudah berlalu dengan kecepatan tinggi,     “SIAL!” Eunseo kelimpungan, berkali-kali ia menghubungi orang yang ia temui termasuk Yunho dan Hyunri, bahkan mendatangi Supermarket dan bandara, tapi itu semua nihil. Pikirannya terkoneksi kalut, klakson mobil terdengar rumpang dari segala arah saat yeoja itu membelah jalan seenaknya. Entah apa yang ia lakukan, tapi hal ini membuat sebuah memory terblesit diingatannya. (    “Kau dengar! Berhent___”        BYUR        “Song EunSeo!” Yesung kontan memekik saat melihat tubuh EunSeo terseret ombak, dengan cepat namja itu menarik tangan kaku Istrinya. Kemampuan berenang EunSeo memang jauh dari kata layak.        “kau gila!!” Yesung menghempaskan tubuh basah EunSeo kepasir dengan sangat kasar, namun Yeoja itu terdiam, masih meresapi kejadian yang hampir saja membuat nyawanya melayang. (PART 6)    )        “aniyo…” Eunseo membuang ingatannya, tidak mungkin PIN itu bernasib sama dengan liontin itu. Ia cukup berharap ini hanya sebuah kecohan kecerobohan. Ia ceroboh dan lupa meletakannya, dan ah yaa… besok saat ia terbangun maka ia akan ingat kembali dan menemukannya.Tapi?Jika tidak?     CKIIIIIIIIIIT    Rem mobil Eunseo terdengar nyaring, diselingi nafasnya yang membabibuta. Didepannya, sekarang ada sebuah jurang! Gila! Apa yang ia pikirkan saat mengemudi?Yeoja itu turun dari mobil, menjatuhkan diri disisi jalan , sedikit lagi, ia nyaris kehilangan nyawa,, inikah kecerobohan EunSeo? Terlalu mudah menyimpan sebuah hal, dan mudah pula kehilangan.Kenapa?Kenapa hidupnya harus seperti ini?Tidak bisakah ia mendapat akhir yang indah? Ia lelah! Lelah!    JEDUAAAR! DAR!    Langit murka, kilatan petir menghujam gendrang telinga, hujan pun turun dan membasahi tubuh Eunseo yang limbung, ia terlalu bodoh, bahkan tidak tau cara untuk bangkit. Pin itu hadiah dari Yesung, baru saja, ia baru saja berbicara dengan Pin itu saat didepan pagar rumah mereka dulu. Tapi sekarang? Secepat itukah dunia mempermainkan hidupnya?    TUNGGU?, Pagar rumah Yesung!Yeah, dia terakhir kali ketempat itu, dan artinya…    Dengan cepat EunSeo masuk kedalam mobilnya, “sial!” Yeoja itu mendempak keras saat mesin mobilnya mati. Tidak perduli, kini yeoja itu malah meninggalkan mobilnya, menembus kota Daegu menuju kawasan Appegujong dengan berlari ditengah hujan. Sebuah kelalaian ini memberikan beribu pelajaran. Benda dan Hati memiliki sebuah kasus yang sama. Ketika kalian menyimpannya dengan mudah, maka ia akan mudah hilang.Tapi ketika kalian tidak hanya sekedar menyimpannya, tapi juga memberikannya kasih sayang, merawatnya dan melindunginya, niscaya benda itu akan selalu ada dalam peganganmu. ***Sudah hampir 2 jam Eunseo berlari, jalanan sepi, tak ada satupun mobil yang lewat, Hujan semakin membuat kepalanya pening, lelah, hancur dan sakit hati seolah diundang kembali akibat hal ini. Kerinduan dan dinginnya hari ini bercampur menjadi 1, langkah Eunseo melemah, ia memaksakan diri agar bisa bertahan sampai menemukan PIN itu. Kenapa Tuhan tidak membantunya? Ia perlu bantuan, sungguh..    Perlahan langkah kaki Eunseo berhenti, nafasnya putus, penampilannya kusut dan menyedihkan, mata yeoja itu seolah hampir menutup sebelum ia melihat sebuah benda bulat bermotif superman didepan gerbang.    Tuhan adil,Tuhan mencintainya, mungkin itulah yang membuat Eunseo tersenyum meski dengan langkah Sempoyongan. Terimakasih,   hanya kata itulah yang Eunseo patenkan . Tenaganya habis, tubuhnya lemah dan dingin..    Namun saat yeoja itu hendak meraih PIN , sebuah kaki berlutut dihadapannya, mata mereka bertemu,  HENINGMembayangkan sebuah syair romawi dengan lantunan lagu syahdu. Langit berhenti menghujat dengan menyelesaikan kilatan petir yang menyambar-nyambar, saat mata bertemu adalah hal terindah yang dibayangkan. Sosok yang menjadi obsesi kelamnya berada tepat diretina. Sosok yang menjadi tumpuan kebahagiaannya kini berada tepat dihadapannya.    Eunseo mengangkat kepalanya,     “EunSeo..” wanita itu tak membalas, rambutnya basah menutupi dahinya, semua indera yeoja itu tidak berfungsi dengan baik. Pandangan Eunseo kosong menatap suara kecil dan berat dihadapannya, tidak nampak terkejut ataupun bahagia, justru yeoja itu kini malah terlonjak kalut.    “kau, song eunseo?” YESUNG. Namja yang baru saja keluar dari mobil dan mendapati seseorang yang ia nantikan, seseorang yang hampir membuat hidupnya jera untuk menanti, seseorang yang hampir membuatnya kehilangan arah kini kembali dan terdiam dihadapannya. Yesung tidak bisa mendeskripsikan arti hadir Eunseo malam ini. Dulu, ia selalu menunggu dirumah , membuka pagar, berharap yeoja itu masuk dan meninggalkan sebuah masakah atau air panas, berharap yeoja itu datang dan membereskan rumah, berharap ia datang dan membukakan pagar. Tapi itu hanya angin kosong. Dan sekarang?Hingaran hati Yesung menjerit minta tolong. Kekonyolan apalagi yang Tuhan berikan? Jangan-jangan ini hanya mimpi yang akan membuahkan kecewa disaat ia bangun nanti.    Tangan Yesung terulur menyentuh pipi yeoja yang nampak sama terdiam kosong dihadapannya. NYATA! Kulit dihadapannya nyata, bukan ilusi dan halusinasi. Eunseo nyata!Ini istrinya! Ini Eunseonya!    Dengan cepat Yesung menarik Yeoja itu dalam pelukan diam mereka, hanya nafas dan irama jantung yang berbicara. Dalam pelukan Yesung,  Eunseo diam, merasakan kehangatan tubuh namja itu mengaliri tubuhnya. Hujan membasahi keduanya, sesaat terasa damai, namun berikutnya Eunseo tersadar, tersadar sebuah ketakutan yang tak mendasar    “lepaskan aku, menjauh dariku Yesung..” namja itu terkejut, benarkah Eunseo pergi karena menganggap semua kesialan ini buah dari kebersamaan mereka?        “seo ya.. apa maksudmu?” ia mencoba meraih tubuh yeoja itu namun dia menghindar,    “jangan mendekat,” Eunseo bernafas kaku, hatinya yang menghangat tiba-tiba berlaku sembarang, tidak tau apa yang ada dipikirannya, padahal didepannya kini berdiri lelaki yang bahkan selalu berkunjung dimimpinya siang dan malam.    “aku akan menjelaskan semuanya, kumohon mengertilah”    “TIDAK! Lepaskan aku!”    “tidak! tidak akan pernah!”Cukup! Yesung tidak bisa melihat Eunseo menangis dihadapannya, semakin ia menangis maka hati Yesung semakin perih. Sakit karena ditolak yeoja itu, sakit karena kerinduannya, sakit karena dirinyalah penyebab utama nasib buruk yang Eunseo alami.    Beberapa saat Yesung melawan rontaan Eunseo. Sampai akhirnya yeoja itu nampak kehabisan tenaga dan limbung dikedua pundak Yesung.    “Seo yaa… ireonna..” Yesung langsung mengangkat Eunseo masuk kedalam rumahnya.    ****Yesung tersenyum, senyum mengembang setulus hati yang pertama kali pernah ia sunggingkan setelah 2 tahun lalu. Yesung merapikan pakaiannya sebentar didepan kaca, tapi bayangan EunSeo yang tertidur mengalihkan perhatiannya, bagaimana pun ia masih merasa menahan degupan aneh saat mengganti pakaian Eunseo tadi. Sungguh Yesung malu sendiri. Ia kemudian menghampiri EunSeo yang terbaring dan tertidur dengan pulasnya. Dirapikannya beberapa helai rambut yang kini tidak disembunyikan seperti dulu. Rambut indah yang selalu membuat Yesung penasaran, kini tergerai tepat digenggamannya.    Namja itu memandang wajah EunSeo sambil duduk ditepi ranjang. Masa depan memang tidak bisa diprediksi, padahal kemarin Yesung sempat melupakan harga diri demi mengemis pada tuan Song. Rasanya hujatan, pukulan, tendangan hina dari tuan Song bukan apa-apalagi. Tapi yang paling membuat Yesung kecewa ketika semua orang menjauhkannya dengan EunSeo.     Dan sekarang?Taukah bagaimana perasaan Yesung?Dia bagai binatang buas yang sudah mematok area untuk menjaga pasangan betinanya. Begitulah yang dilakukan Yesung. Dengan memasukan EunSeo kekamarnya, ketempat pribadi yang dulu sempat menjadi tempat mereka berdua. Yesung sendiri merasakan sebuah kerinduan yang amat sangat pada yeoja ini.. Jika sudah seperti itu, bukankah itu berarti EunSeo sudah menjadi miliknya. Oh baik! Yesung bahkan tidak menyangka dirinya benar-benar dibumbui nafsu lelaki yang meledak setelah sekian lama hidup dalam egonya. Menanti dalam penantian yang bahkan nyaris membuat hidupnya dibunuh oleh keputus asaan. Tapi nafsu dan posesif ini diikuti setiap dorongan yang berbicara pada hatinya.    ‘EunSeo milikmu Yesung. Dari awal dia memang milikmu, tidak salah jika kau harus berjuang memilikinya,’Baiklah, sudah cukup ia berbohong dan menipu dirinya. Ia memang sangat menyukai EunSeo. Bahkan sangat mencintainya. Jangan kira Yesung sebodoh itu meski kadang ia menjadi lelaki menyebalkan yang tidak peka. Mungkin orang lain boleh mengira jalan hidup rumah tangga mereka terlalu dramatis dan berliku. Tapi itu bukan hal tabu jika mereka turut merasakannya sendiri. Mencobalah berdiri diposisi mereka. Dan mereka berdiri diposisi kalian sebagai penonton. Tidakah itu mengenakan melihat kesedihan dan kebahagiaan orang lain dari tempat duduk yang nyaman?    Yeoja dingin dan angkuh, kehidupan yang selalu dipaksakan realistis meski berakhir dramatis, Tapi itulah EunSeo,     ‘sadarkah kau? Semua yang ada dalam dirimu sangat mempesona. Dan aku tergoda. Aku tidak salah karena kau miliku. Tidak sekali dan seorang pun bisa mengambilmu dari sisiku jika ia masih mencintai nyawanya’Gumam Yesung sambil tersenyum.     ‘mianhae aku membawamu kesini, atau jika kau menganggapku memanfaatkan kesempatan ini demi keuntunganku. Tapi demi Tuhan, aku memang sangat ingin bersamamu, aku menginginkanmu sepenuhnya agar kau tidak bisa lari lagi dariku’    Yesung sudah kapok dan jera melepaskan yeoja ini, Sambil bersua dan tersenyum, Yesung mengelus-elus pipi EunSeo yang terlulurkan nafas yang tenang. Tiba-tiba suatu gairah membakar hatinya, spontan Yesung langsung menundukan wajahnya menggapai daun bibir EunSeo yang selalu menyentrum jantungnya ketika megecup bibir ranum itu, seolah ada medan magnet yang mendorong Yesung untuk melakukannya berulang kali.        Disibakannya rambut EunSeo yang menutupi wajah elegannya. FANTASTIC! Wajah EunSeo benar-benar membuatnya matikepayang.    Yesung membungkuk lagi, diciumnya lagi bibir Yeoja itu, ini PERTAMA ! Garis bawah! Semula hanya sebuah kecupan mungil, yang singkat. Tapi sekarang? Setelah mengenal rasa bibir EunSeo yang manis dan lembut seolah menjadi candu baginya. Baiklah, Yesung berjanji akan menciumnya sekali lagi. CUPTapi sia-sia, ia tak pernah merasa puas. Sekali mencium EunSeo, berarti ia ingin mencium selamanya. Kali ini Yesung menciumnya tidak ringan seperti kupu-kupu diawal tadi, tapi berat dalam dan panas!Membiarkan bibirnya menyapu hal yang membakar rongga dada hingga membuatnya menjadi lelaki normal yang sesungguhnya. Inilah batas pelampyasan yang tepat atas rindu dan penantiannya. Dihisapnya sari madu didalam bibir itu, entahlah apakah EunSeo merasa atau tidak, karena refleks tubuh dan bibirnya merespon. Yeoja itu mengerang dan mulutnya terbuka, sehingga membuat kontrol Yesung melemah karena EunSeo tiba-tiba saja berlaku sensual.    Tuhan…Bagaimana suara desahan tidur bisa seindah ini? Namja itu berdiri, mencoba mengontrol diri. Bagaimana pun EunSeo masih lelah dan dalam keadaan tidak sadar. Tapi mungkin berdiri adalah kesalahan yang fatal karena ia malah bisa melihat dengan jelas tubuh Proposional yang melengkung dan jenjang bagai sebuah sumbu simetris yang menawan. Jujur, Yesung tidak pernah melihat EunSeo dalam keadaan terlentang dan tertidur pasrah seperti ini. Kulit mulus dan bersinar dengan pinggang yang sempurna.EunSeo seolah menciptakan khayalan erotis yang tidak berkesudahan.DEG    Yesung sudah tidak bisa menahan diri lagi, gesture EunSeo walau tidur benar-benar mengundang gairahnya. Tanpa banyak berfikir, Yesung melompat keatas ranjang dan dibukanya t-shirt yang menutupi tubuhnya. Dengan bertelanjang dada, Yesung berbaring menyamping dipinggir ranjang. Menutupi sebagian tubuh EunSeo. Dipeluknya tubuh Eunseo dengan tungkai kaki yang sengaja ia kaitkan. Direguknya kembali sel di bibir EunSeo sambil membelai rambut dan lengan EunSeo. Kini beralih keleher!    Dan kini mungkinkah EunSeo bermimpi melakukan hal yang sama? Karena dalam tidurnya ia bisa menyambut semua yang dilakukan Yesung. Ketika Yesung menciumnya beberapa kali, Ia malah melenguh. Dan ketika bibir Yesung menyentuh sel leher dan tubuhnya, EunSeo bereaksi. Yeoja itu menggelengkan pelan kepalanya kekanan seolah membuka akses bagi Yesung lagi, dengan gairah yang terpendam Yesung menyentuh semua bagian tubuh EunSeo yang masih berbataskan kemeja putih dan celana jeans. Dan akibat semua sentuhannya, kini hampir pakaian EunSeo tersibak. Hingga kulit mereka saling mengenai. Semua hanya tinggal menunggu waktu hingga Yesung mendapatkan semuanya. TAPI    “ini sudah 1 tahun , jika suami dan istri tidak bersama dalam kurun 3 bulan, tidak memberikan kebutuhan jasmani rohani, maka mereka resmi bercerai dimata agama, sudahlah, jangan siksa dirimu”  Tiba tiba perkataan Kangta merasuki relung jiwanya, mereka sudah berpisah dimata Tuhan. Lalu jika Eunseo terbangun  nanti, Yesung harus berkata apa? Akhirnya sambil menahan diri, Yesung berlonjak dan melepaskan sentuhannya lalu menjauh.  Dengan sakartis, tangan yang biasanya digunakan menggetok palu persidangan kini malah meninju dinding kamarnya. Sial! Yesung benar-benar baru menyadari pesona indah EunSeo.    ‘Tuhan.. maafkan aku, bagaimana aku bisa melakukan tindakan barbar seperti ini?’Mata Yesung terpejam, ia tak mau menatap EunSeo lagi dengan kondisi seperti ini. Sekali ia membuka mata, Yesung tidak yakin bisa menahan diri lagi.Namun tiba-tiba mata yeoja itu terbuka cepat, yeoja itu langsung terperanjat, Beribu ampun , jika sekarang Yesung seperti kehilangan darahnya. PUCAT! 1 kata yang menggrubunginya saat ini, telebih ketika yeoja itu menyaksikan penampilannya, meneliti kesegala ruangan sebelum akhirnya mata tegas itu menatap 1 titik yakni kearah Yesung.“Seo ya.. aku –“ Yesung benar-benar tidak tau harus berkata apa, kondisi situasi seolah akan mematahkan semua pembelaan dirinya, lalu bayangkan sekarang saat yeoja itu menghampirinya.PLAK    Sebuah tamparan sukses mengenai wajah Yesung, membuatnya menoleh dengan kilat, dipandangnya Eunseo yang kini telah berdiri dihadapannya dengan wajah dingin.        “tunggu, aku jelaskan. Aku tidak melakukan apapun sungguh!”    “……………………” diam, Eunseo terlihat tetap kekeh dengan pandangannya    “aku minta maaf, pukul aku, tapi jangan pergi. karena Ak – aku —”     “aku –aku hanya menciummu, tidak lebih sungguh. Itupun kalau kau marah aku paham dan aku mengerti. Tapi aku minta maaf sungguh”    “bodoh!”    “nd –nde?” Yesung mencoba mendengar desisan dari bibir Yeoja itu,     “KAU JAHAT!” Eunseo memukul sekali dada namja itu.    “menyebalkan!” Yesung masih terbengong-bengong melihat kelakuan Eunseo yang sedikit aneh,     “maniak gila! Bagaimana kau bisa melakukan hal nista ini tanpa persetujuanku!?saat aku tidak sadar? Dimana otakmu huh?”    “M –mwo?”    “Nikahi aku! Mari kita menikah lagi!”    “MWWOOO !#!#@!$?!#!”

 

mungkin tidak ada yang salah jika Eunseo jengah akan perpisahan. Jengah akan takdir yang selalu mempermainkannya.****23 Februari-Ini adalah langkah kaki EunSeo yang kedua menapaki Gereja. Meskipun hanya dihadiri sanak saudara dekat, mengingat ini hanya pernikahan kesakralan yang menghapuskan perpisahan mereka duluGereja Kathedral yang didirikan pada masa Dinasti Joseon. Ia menatap menatap jam Gereja yang dibangun pendeta Coste telah menunjukan pukul 10.25. Itu artinya 5 menit menuju altar.    Balutan gaun putih berbahan sutra murni membalut dari atas ke bawah bagian tubuhnya, gaun rancangan Sandara Karl dengan replika bordir  berbentuk bunga ester yang melambangkan cinta, kehalusan , dan kerapihan ini. Eunseo menyibakan kain penutup wajahnya kebelakang dan tersembulah tiara bertabur batu kristal mungil yang berkilau. Rambut Eunseo terangkat hingga menunjukan kelepas senjangan leher dan keindahan pundaknya. Dengan riasan oriental sedikit membuat wajahnya lebih kalem.    “ayo,” Yunho mengulurkan tangan kanannya demi membimbing Eunseo. Inilah dirinya, bukan sebagai pendamping diatas altar dan mengucap janji suci dengan wanita ini. Tapi mengantarkan gadis ini saat mengucapkan janji suci dengan orang lain. Entahlah, tak ada yang mampu menebak alur waktu kehidupan. Terima dan resapilah takdir Tuhan, karena itu yang terbaik. Jangan menyangkal atau kau akan terguling.    “kau siap?” Yunho mengulur dan memposisikan telapak tangannya menyentuh perut, seolah memberi ruang sikunya untuk tangan EunSeo. Yeoja itu mengangguk dan meletakan tangannya sebagaimana mestinya.     “dengarkan baik-baik. Apa yang oppamu ini katakan mewakili Song Joong Ki yang seharusnya membawamu menuju altar, aku tak akan mengucapkannya 2 kali” EunSeo tertegun. Ini adalah pernikahan keduanya dengan namja yang sama. Mungkin memang Tidak ada perceraian, tapi inilah pernikahan yang sesungguhnya, dengan perasaan dan ketetapan Hati.     “………….” Hening, entah kenapa ada segumpal lara jika mengingat dulu ia pernah digiring oleh Joong Ki seperti ini, digiring sang kakak yang kini harus digantikan oleh Yunho. Mantan kekasih yang kini memposisikan diri menggantikan Joong Ki menjadi oppa sekaligus suami dan ayah dari keluarga kakaknya. Jung Yunho, Eunseo berjanji akan membalas semua ketulusanmu dikehidupan selanjutnya.    “tataplah kedepan, lihat yang ada dihadapanmu sekarang” EunSeo menurut, mengangkat wajahnya dengan penuh ketegasan, pancaran aneh menyusup dibilik hatinya. Kini ia akan memiliki dan dimiliki seorang Kim JongWoon sepenuhnya, dan selamanya.    Mata yeoja itu mendapati seorang pastur yang berdiri disatu garis lurus dengannya dikejauhan. Tapi bukan itu yang membuat jantungnya berdegup keras. Melainkan seorang namja bertuxedo putih yang membelakanginya. Kim Jong Woon . EunSeo menangkap sosoknya sebagai satu titik tujuan hidup. Meresapi semua pahitnya kehidupan dengan namja ini dalam hitungan detik sebelum mempersiapkan diri menghadapi semua yang akan Tuhan suratkan padanya. Sekarang Ia yakin, Tuhan memberikan prahara sulit dimasa pernikahannya dulu untuk menguji, menguji sebagaimana kuat dan kokohnya pilar cinta diantara mereka.    “Kau akan memulai dunia baru. Dunia yang seharusnya hanyalah kilauan dan keindahan yang bersinar” langkah kakinya terasa ringan menapaki setapak demi setapak pijakan altar, dengan alunan lembut suara Yunho.    “Buka matanya untuk melihat dunia yang mempesona itu sampai-sampai dia tidak berani menutupnya lagi. Mungkin tidak dalam waktu singkat. Tapi sakit yang kalian hadapi mampu memberikan sebuah tunjangan batu yang menguatkan kalian dari dasar pernikahan”  tangan EunSeo mendingin, ucapan Yunho menyesap hingga relung hatinya, hari ini adalah hari yang luar biasa, mengabaikan pandangan beberapa orang yang berada dalam gereja ini. Fokus retina EunSeo hanya ada pada orang didepannya. Telinga EunSeo hanya bertumpu pada ucapan-ucapan Yunho.    “kejarlah cakrawala kehidupan bersamanya , hingga kalian sama-sama tersesat dan tidak tau jalan kembali”    “oppa…” EunSeo menguatkan tangannya dilengan Yunho, Yunho kini telah berubah menjadi seorang oppa untuknya,  Song Joong Kinya.    “Sebuah sudut pandang yang fantastic untuk melihat seratus ribu bintang. Kejarlah tempat yang mempesona itu melalui langit berlian yang tak berujung” air mata EunSeo meleleh , mendengar ucapan-ucapan seorang Jung Yunho.    “Ini adalah mimpi diatas karpet merah yang sekarang kau injak, tapi percayalah kau bisa meraihnya bersama laki-laki yang memang kau cintai sekarang. Kau harus yakin”    “buat dia bertanya-tanya atas keindahan demi keindahan yang kau temukan. Ini adalah dunia baru kalian.”    “perasaan yang tak terlukiskan , langit yang seakan bertaburan berlian, dan hanya senyumam yang bisa kalian ulas bersama-sama didunia baru yang akan kalian jalani”    “buat dia menahan nafas layaknya bintang jatuh yang sengaja datang dari tempat yang jauh..”    “EunSeo yaa.. sesungguhnya apa yang kukatakan adalah kiasan. Adikku, sebelum kau menumpangkan tanganmu diatas injil, ulurkan tanganmu padaku terlebih dahulu. itu akan menjadi pesan terakhir seorang kakak yang menjadi saksi pernihakan adiknya karena setelah itu aku tidak akan punya tanggung jawab apapun atas dirimu.”    “aku mengerti” EunSeo menoleh sejenak, dan melepaskan tangan Yunho. Menaiki 1 undagan tangga. Sakral dan mengharukan, siapapun bisa merasakan bagaimana kecamuk perasaan EunSeo saat ini. EunSeo tidak berani menoleh kearah Yesung, hingga pernyataan pernikahan pun dimulai. Semua sanak saudara yang hadir membisu. Dan mengkonsentrasikan pandangannya pada pengantin.    “Tuan Kim Jong Woon, apakah saudara bersedia menerima Song EunSeo sebagai istri anda dengan tulus dan iklas hati?” tanya pastor itu.    “Ya saya bersedia”    “Bersediakan saudara mengasihi , menghormati dan dan selalu setia pada istri saudara seumur hidup sampai maut memisahkan?”“Ya saya bersedia”“Bersediakah anda menjadi ayah yang baik atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara dan mendidik mereka dalam iman kepada Tuhan?”“Ya saya bersedia”Kini Pastor mengarah pandangannya kearah EunSeo.“Nona Song EunSeo, apakah saudara bersedia menerima Kim Jong Woon sebagai suami dengan tulus dan iklas hati?”“Ya saya bersedia”“bersediakah anda mengasihi , menghormati dan selalu setia pada suami anda seumur hidup sampai maut memisahkan?”“Ya saya bersedia”“Bersediakah anda menjadi ibu yang baik atas anak-anak yang dititipkan Tuhan dan mendidiknya dalam iman dan taqwa Tuhan?”“Ya saya bersedia”Setelah pernyataan itu selesai, Yunho berbisik pada EunSeo.“Inilah duniamu, selalu menjadi dunia pertama dan diutamakan.”Eunseo masih belum menoleh, hingga Yunho meletakan tangan kedua orang itu diatas alkitab dan inilah  bisikan terakhirnya. “mewakili kakakmu, tugasku sudah selesai mengantarkanmu sampai disini” air mata EunSeo runtuh total, “Dihadapan Tuhan, bapak Pastor, appa, eomma, dan para saksi, serta umat beriman yang hadir disini. Saya Kim Jong Woon dengan setulus hati memilih Song EunSeo sebagai pendamping hidup dan mati saya. Berjanji akan selalu setia dalam suka maupu duka , dalam siang ataupun malam. Saya tetap mencintai istri saya seumur hidup hingga maut memisahkan. Janji saya terhadap kitab suci ini”Keriuhan haru dan bahagia mengakhiri semua ini, semua titik temu dari perjuangan MEMPERTAHANKAN SEBUAH PERNIKAHAN . Tuan Song hanya bisa menahan air mata dari atas kursi roda. Menyesalkan diri ketika tidak pernah bisa mengantarkan anak peremuannya menuju altar. Namun dilubuk hati seorang ayah, ia berterimakasih pada Tuhan yang menyisakan kasih sayang yang tiada kiranya.“atas nama gereja dan dihadapan saksi, orang tua, serta saudara sekalian, saya menyatakan bahwa dengan mengucapkan janji suci, pernikahan tuan Kim Jong Woon dan Song Eunseo telah sah dimana Tuhan dan Hukum,. Melalui sakramen ini mereka telah resmi menjadi suami istri dengan kekuatan dan kebahagiaan anugrah Tuhan kita. Apa yang telah dipersatukan Tuhan janganlah diceraikan manusia.” Pastor menghentikan glegaran sumpah sucinya , EunSeo masih belum berani menatap Yesung, bahkan tangan namja itu sama dinginnya dengan tangan Eunseo saat pertukaran cincin.“Tuhan, berkatilah kedua cincin pernikahan ini supaya menjadi lambang cinta dan kesetiaan bagi kedua suami istri ini, semoga cincin ini mengingatkan mereka akan cinta kasih dan kesetiaan yang mereka janjikan hari ini” kata Pastor untuk terakhir kalinya. Seperti bagaimana seharusnya, Yesung kini mendekati dan membuka selubung sutra yang sedari tadi menghalangi laju pandangan mereka. Bagai kebahagiaan dewa Ramos, mereka telah bertahan sejauh ini demi sebuah kekekalan kebersamaan, Yesung dengan cepat menatap EunSeo dengan penuh senyuman. Inilah istri sahnya dimata Tuhan dan Hukum. Ini bukan yang kedua, tapi yang pertama. Kim Jong Woon milik Song EunSeo.CUPRiuahan tepuk tangan bergema, menglegar disudut demi sudut gereja ini, sanak saudara menangis haru, bergelut dengan kesenjangan rasa bersyukur pada Tuhan. KARUNIA INDAH DALAM HIDUP ADALAH CINTA. DAN KETIKA KAU MELIHATNYA, TIDAK CUKUP HANYA MENDAPATKANNYA, TAPI JUGA MELINDUNGINYA.Yesung menatap istrinya dan menghapus air asin yang entah sejak kapan sulit  Eunseo komandoi agar tidak menetes. Setelah menafsirkan ciuman pertama mereka. ‘umma… oppa..Lihatlah aku dari atas sana. Aku menikah dengan orang yang benar-benar aku cintai . Jangan khawatir, aku berjanji akan hidup bahagia dengannya. Dan oppa.. sekalipun kau tidak ada disini lagi, aku menganggapmu ada melalui tangan Yunho oppa’KAMAR PENGANTIN Eunseo menyeret kakinya dengan peluh mentah. Sekarang mereka telah menjadi suami istri, memikirkan bahwa mereka telah menikah menyisakan kegugupan tersendiri ketika ia memasuki kamar pengantin. Sebenarnya kamar ini bukan asing lagi, bahkan mereka telah tidur disatu ranjang selama seperempat tahun. Namun entahlah, hari ini benar-benar membuat atmosfir panas.Entah apa dan bagaimana kini Eunseo menjadi pribadi yang cerewet dan tak hentinya mericau bagai burung cucakrawa. Sesungguhnya ia hanya ingin mengendalikan rasa malu dan gugup yang melanda. Dan anehnya, setelah pernikahan tadi, saling berpegangan tangan pun terasa ganjil. Mereka bagai orang asing yang baru bertemu.“ Sebenarnya aku ingin konsep resepsi kita memakai sedikit kebudayaan NewZaeland mengingat aku menyukai beberapa tradisi mereka yang kental dan ketimur tengahan. Padahal kau tau sendirikan kalau mereka negara barat. Ah tapi resepsi mungkin tidak diadakan lagi, mengingat kita sudah melakukannya dulu. Iyakan?” Yesung mengangguk, ia membuka Tuxedo putihnya. “oh ya… terkait undangan , mahasiswaku pasti memberontak akibat tidak mengundang hari ini. Hahahaha , ah yaa… aku jadi bingung” EunSeo tertawa hambar penuh kegugupan. Oh Tuhan.. atur nafas.. atur nafas. Yesung tau kalau istrinya mengoceh demi menutupi rasa gugupnya. Sementara Yesung kini sudah membuka kemeja dan dasinya.“nenekmu ternyata sudah menerimaku, menurut serial kartun dan komik, nenekmu selalu menjadi peran antagonis nomor satu dengan karakter menyeramkan. Hahahahah tapi sekarang dengan mudahnya aku bisa melumpuhkan dinding tebal nenekmu. Astagaa aku hebat kan?”Yesung hanya mengangguk, sejak kapan EunSeo tertarik dengan Komik dan kartun? Ah lupakan , sebaiknya kita lihat tubuh Yesung yang sudah setengah telanjang. “ah yaa.. terkait tetangga kecil disamping rumah, apa dia tetangga baru? Sejak kapan? Darimana? Dan –“ nafas dan suara EunSeo terputus saat kini Yesung sudah berada ditempat tidur dan memeluknya. Dan dari sini ia bisa melihat gurat wajah dan lekuk tubuh Yesung yang sunggu demi apa membuat EunSeo mati kutu untuk pertama kali dalam seumur hidup.“Yesung …”“kau tidak ingin memanggilku changi? Yeobo? Atau oppa? sebelum kau nanti harus memanggilku appa” Yesung tersenyum. Sekarang sosok KIM YESUNG bagai harimau yang ganas dan memasang perangkap agar betinanya tidak memiliki akses keluar sedikitpun. Dan kini Eunseo lah yang kelimpungan tanpa arah. Yesung sekarang dibawahnya, baru saja ia mengangkat tubuh Eunseo yang tidak pendek itu dengan mudah dan meletakannya diatas dadanya yang kosong. Yaa Tuhan, bayangkan diri kalian didalam posisi itu.“ah , heum… tidakah itu terlalu berlebihan. Aku tidak bisa memanggilmu dengan embel menyusahkan itu” Eunseo mencoba mempertahankan image angkuhnya, namun sayang runtuh! Runtuh!    Setelah berapa lama, kini Yesung mengelus pipi EunSeo, dan yeoja itu memainkan anak rambut suaminya. Sesaat mereka hanya bermain seputar pipi dan rambut tanpa ada suara sama sekali.    “Yesung…”    “hm..” Yesung tidak menjawab ia tengah menciumi aroma EunSeo yang sangat sensual dan memabukan.     “apa kita akan melakukannya?”    “tentu, jika kau menginginkannya”    EunSeo menelan ludahnya dalam bentuk bulat, namun sayang Ludah itu nampaknya bergumpal dan sekarang tersangkut ditenggorokannya.    “ndeh, tap –tapi aku belum siap” Yesung tiba-tiba melepaskan pelukannya.     “padahal aku sudah banyak berharap malam ini, tapi tidak usah khawatir, aku akan menunggumu sampai kau nyaman” sungguh demi Dewa Athur yang agung, kini Eunseo melihat sisi lain suaminya. mereka bahkan bukan sepadan lagi, tapi merasa kecil dan kehilangan kedewasaan hingga ingin selalu dimanjai suaminya. Mungkin itulah yang EunSeo rasakan mulai malam ini.    “mianhae Yesung..”    Yesung hanya tersenyum, diraihnya puncak kepala EunSeo dan membenamkannya disela pelukan mereka. “Jja tidurlah, kau pasti lelah”    Akhirnya mereka tertidur dengan posisi Yesung memeluknya, namun hasilnya? Sungguh diluar kendali. EunSeo bahkan susah memejamkan mata saat melihat pemandangan didepan kedua bola matanya. Tubuh Yesung benar-benar dihadapan wajahnya, kulit epidermis wajah Eunseo menyentuh permukaan dada suaminya. Hauaauuaaa.a…    Berkali-kali yeoja itu membalikan badannya, berkali itu juga ia berbalik lagi dan melihat tubuh Yesung.    “wae?” Yesung menangkap kegelisahan EunSeo    “hm…” ia tidak menjawab melainkan mengelus pipi Yesung.Sikap Eunseo sangat aneh malam ini . “kau tidak bisa tidur?”    EunSeo mengangguk,     “baiklah aku mengerti, kurasa perpisahan ini membuat kau sedikit kaku”     “eh, kau mau kemana?” EunSeo mendamplak bibirnya yang secara refleks mencegah Yesung.    “aku tidur disofa”    “jangan! Jangan tidur disofa.. ah maksudku…  -“ Eunseo melimbungi dirinya yang lepas koneksi seperti ini.    “lalu apa?”    “aku ingin melakukannya, aku siap” Yesung terjaga, meresapi bahwa ia tidak salah dengar. Namun tiba-tiba tangan Eunseo menariknya.     “lakukan sesukamu, karena aku milikmu” CUKUP! Yesung mengerti, Obsesinya siang itu pada Eunseo akan tersalurkan, membentengi siapapun yang berniat merebutnya. Dan inilah puncak saat ia tidak bisa lagi mengendalikan diri. Terlebih Yesung sangat menyukai cekukan di antara pundak dan bahu EunSeo yang memperlihatkan tulang belikatnya.     Akhirnya semua itu berakhir dengan ciuman. Sampai kemudian EunSeo mendorong dada Yesung “kenapa? Bukankah kau ingin aku melakukannya?”    Eunseo tersenyum kikuk. “hm… bisakah kau mematikan lampunya?atau mengurangi kadar lampunya? Aku –malu “     “segelap inikah?” hanya itu suara yang masih terdengar saat gelap sudah mendominasi ruangan ini. Selanjutnya hanya terdengar alunan melody klasik yang menghantarkan malam penuh kehangatan dikeduanya.END –😀EPOLOG6 tahun kemudianEunseo memasuki kamar tidur dengan gumpalan amarah,Begitupun dengan Yesung, ia membuka dasinya lalu melempar sembarang jas tuxedo yang ia kenakan.Panas! musim panas kali ini mengacaukan hidupnya. Gerah dan panas karena musim dan juga kedekatan Eunseo dengan Mantan mahasiswanya, apa dia tidak menyadari umurnya?Selalu saja seperti ini,     “aku dulu.” Eunseo merebut kamar mandinya sebelum langkah Yesung masuk kedalam    “hey, aku duluan”    “mana bisa? Lady first”    “apakau tidak letih bertengkar terus denganku? Begini saja, kau masuk aku juga, jadi kita mandi bersama”    “MWO? Sireeo!”    “YA! kalau begitu aku duluan!”    “tidak bisa, rencananya aku marah padamu hari ini , kekanakan sekali” Eunseo masih berebut pintu kamar mandi dengan Yesung,    “ mana ada marah yang direncanakan!?!”    “itu terserahku, jadi –“    “aboeji,… umma.. kalian tidak memiliki attitude toleransi dan tenggang rasa? Kamar mandi merupakan fasilitas umum yang berhak digunakan siapa saja. Jadi apakah kalian cukup dewasa dan menusiawi jika bertingkah konyol seperti itu?”      tiba-tiba muncul sesosok anak laki-laki dari pintu dengan membawa Tabs.    “YA! Kim Yong Gun!”    FINE!!!!NO SEQUEL #maruk banget udah ampe sini minta sequel😀Terimakasih… beribu kasih untuk kalian yang sudah mau membaca FF ku, memberiku semangat, namun aku minta maaf jika tidak sesuai yang diharapkan. Ini hasil bersemedi dalam 1 minggu. Kuharap meski Chapter FF ini sebentar dan pendek, semoga berbekas dihati kalian semua, Yang ga bisa baca via PONSEL karena kepanjangan bisa WALL atau INBOK biar aku bisa TAG, kapanpun eonnie OL PC bisa baca. Aku mengerti perasaan Eonnie yang udah jauh-jauh nunggu tapi tidak bisa membaca, aku mengerti kekesalan itu, jadi bilang aja Ke ArVi ya,,,Disini keluarkan semuanya, ketidak puasan, kemarahan, kekesalan akibat tindakan yang tertulis di FF ini, marahlah, jika menyinggung. Tanyakan jika ada kesamaan ide, tunjukan kritikan terpedas yang eonnie kesalkan pada ArVi, gapapa..DAN BERJUTA GOMAWO untuk 2 eonnieku, @hyeahKim dan eon YUNI, @unieispower yang sudah kasih referensi Pernikahan dan malam pertama😀, kalau ga ada kalian mungkin mereka ga nikah nikah😀 kakakakaakakaPAI!Rindukan ArVi yaa,,😀 SARANGHAE SEMUA..SARANGHAE EONNIEDEULSARANGHAE CHINGUDEULSARANGHAE LEESUNGMIN #eeh

20 thoughts on “Protect Our Married ‘Part 10.B- End’

  1. pertama sangkain saya eunSeo menikah dengan YunHo tapi malah HyunRi
    kedua yesung kasihan banget ya pas waktu meminta keberadaan EunSeo ke tuan Song dan appa nya.
    ketiga haru banget pas ketemu di dpn pagar rumah yg dulu pernah di tempatin ber2
    keempat yesung terlalu ke bawa emosionalnya
    kelima pas di altar nya kata-kata Yunho nya benar-benar bagus
    #mian kasih pesannya kepanjangan

    ff ini yang saya tunggu dari kemarin..

    DAEBAKKK BANGGEEET… 🙂 🙂 🙂

  2. Huuahhh End (˘ε˘ƪ)
    Daebakkkk FF
    Akhirnya Happy ending walupun banyak rintangan antara cinta segi4 yg wajib di apresiasi

  3. arghhh.. new reader ni saeng.. hm q cm bc part 1,2,9&10 tp feelx kersa bgt.. sori loncat2 alx q ga sk bc konflik skanya bag anti klimaksnya doank.. n kata2 yunho wktu nganter seo k altar bener2 dahsyat bgt dah… ngalir ini air mata… oy saeng blh tw jdul ff yg lain yg main castx yesung ga??

  4. congratz ya sist, ff nya keren abis ^^
    tapi kalo boleh ak komen, disini resolusi dr konflik nya belum trgambar jelas yg bagian kasus hukum yesung, tiba2 cuma loncat aj ke 2 thn kemudian pdhl kita penasaran gmana kelanjutan perkaranya🙂
    eh btw mian ya kalo ak sok tau hehe ini just comment dr reader🙂
    but so far aku suka bgt ceritanya. thanks ya sist udh bkin cerita daebak ini ^^

  5. kkyyaaaaaaaa….. Aneee bru bca epep ni masaaaaa huuuueee daebak saeng ..ommmooo bela2in kgak tdur ampe jam 2 mlam cman gegara bca ni epep dri awl ampe akhir …. Maap kgak komen di part2 awal hehehe trllu srius ane menghyati stiap kta trtlis #hajiaahh lebeh mode on ..😀
    Pkoknya keeeeerrrrrrrreeeeeeeeeennnnn

  6. sebenarnya aku terbiasa baca ff genre y*oi. iseng pengen baca yang straight, nemu ff ini. Daebak !! meski di chapter terakhir format penulisannya bikin sakit mata (mian *,~V ), tapi ide ceritanya beda banget. aku seperti membaca sinopsis drama. gregetnya kerasa, apalagi chapter 10. Benar2 menggambarkan realitas. suka chingu. Keep Writing ! mian tidak bisa komentar di setiap chapter. komentarnya aku rangkum dalam chapter ini saja. hehehehe.
    oke sekian, mau baca yang lainnya. yosh !

    https://www.facebook.com/Santi.Aprilliani?ref=tn_tnmn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s