GONE (Part 4)

 

GONE4

Author : Gesti Resita GR

judul : Gone

cast :

Ji Yong (bigbang)

Daesung (bigbang)

Jong Hyun (nu’est)

 Baekho (nu’est)

genre : horror

A/N : ribet mikirin endingnya, maka dari itu belom dikelarin dipart ini hahahaha

 

author pov

 

 

KREKKKK

Suara tulang retak dari leher Jong Hyun terdengar nyaring ditelinga Ji Yong saat Jong Hyun menendang bangkunya dengan kaki hingga kakinya tidak menapa lagi, Jong gantung diri…

“ANIYAAA!!!!”

“HYUNG!!!” panggil Jong Hyun sambil menggerakan badan Ji Yong dikasur yg terus meronta.

“Hyun!! Irreonna!!” pekik Jong Hyun lagi sambil menepuk pipi Ji Yong.

“Jong Hyun!!” panggil Ji Yong sambil membuka matanya.

“ne aku disini hyung” jawab Jong Hyun, Ji Yong mengedipkan matanya berkali-kali lalu langsung memeluk Jong Hyun.

“kau Jong Hyun kan, benar ini kau kan, kau tidak apa-apa kan?” tanya Ji Yong bertubi-tubi sambil meraba wajah Jong Hyun.

“tentu saja ini aku, hyung kenapa” tanya Jong Hyun masih bingung.

“untunglah Cuma mimpi, aku bermimpi sangat buruk tadi” ujar Ji Yong lalu memeluk Jong Hyun kembali.

“mulai besok aku akan mengatarmu kesekolah, kau tidak boleh jalan sendirian disekitar apartement ini lagi arra” ujar Ji Yong.

“aish aku bukan anak kecil, lagipula memangnya hyung mimpi apa” tanya Jong Hyun penasaran.

“bukan anak kecil kau bilang, lalu kenapa kau tidur denganku kalau bukan karna takut, pokoknya kau harus menurut” perintah Ji Yong sambil mengacak rambut Jong Hyun, Jong Hyun memanyunkan bibirnya protes.

“kajja, kau tidurlah” perintah Ji Yong lagi. Jong Hyun langsung tidur dan memunggungi Ji Yong, sementara Ji Yong, dia tidak mengantuk sedikitpun, takut jika mimpinya jadi kenyataan.

 

Besok paginya Ji Yong menepati ucapannya, dia mengawal Jong Hyun sampai kesekolah dan Jong Hyun hanya bisa menuruti kemauan hyungnya karna dia tau tau kalau hyungnya berkata harus, maka itu harus dilaksanakan.

“hyung bisa pergi sekarang” ujar Jong Hyun setelah menuruni mobil Ji yong.

“jika aku tidak sempat menjemputmu kau jangan pulang sendiri, aku sudah menyuruh Baekho menemanimu pulang” ujar Ji Yong lagi.

“ck yasudah aku masuk dulu” ujar Jong Hyun dan berjalan menuju gerbang sekolahnya.

Ji Yong masih merasa jika mimpinya pertanda sesuatu yang buruk, dan tidak bisa diacuhkan begitu saja. Ji Yong menancap gasnya menuju hotel tempat dia dan klientnya bertemu untuk bisnis.

***

“aku penasaran hyung mimpi apa sampai-sampai aku harus dikawal dia dan olehmu” tanya Jong Hyun pada Baekho dikelas ketika jam pelajaran kosong.

“pastinya sesuatu yg sangat buruk sampai-sampai dia sekhawatir ini padamu” jawab Baekho, Jong Hyun mengedarkan pandangannya keluar jendela melihat pepohonan rindang dihalaman sekolahnya, tiba-tiba dari atas ranting dedaunan pohon besar dan cukup lebat, Jong Hyun melihat sesuatu berwarna putih seperti kaki seseorang, Jong Hyun terus memperhatikan kearah pohon itu, kaki itu terus turun dari atas pohon hingga Jong Hyun dapat melihat jika kaki itu menggunakan celana putih, terus turun hingga badannya terlihat, lalu kepalanya yg terikat tali, jelas sudah jika itu adalah sosok namja berjas putih yg terlihat gantung diri menatap Jong Hyun tajam, dengan cepat Jong Hyun membuang pandangannya dari sana, jantungnya berdetak cepat, ketika Jong Hyun melirik kepohon itu, sosok namja itu sudah tidak ada.

“ada apa” tanya Baekho sambil menepuk pundak Jong Hyun, membuatnya sedikit kaget.

“a.. aniya” ujar Jong Hyun dan langsung berjalan kekamar mandi, Baekho hanya melihat dengan pandangan heran lalu memandang pohon tadi dengan tatapan heran.

 

Setelah pulang sekolah Baekho menemani Jong Hyun pulang ke apartement, kebetulan lift disana rusak lagi dan terpaksa mereka berdua menaiki tangga. Ketika dilantai dua Baekho merasa ada seseorang yg berada dilantai tiga, dia dapat mendengar bisikan-bisikan tidak jelas dari lantai tiga, Baekho menarik tangan Jong Hyun dan meletakan jari telunjuknya di depan bibir memberi isyarat untuk diam, perlahan kaki Baekho menaiki anak tangga dan di ikuti Jong Hyun dibelakangannya.

 

Begitu mereka sampai dilantai tiga, Baekho dan jong Hyun melihat Daesung yang berdiri di depan kamar 201, namun sepertinya Daesung menyadari kehadiran mereka berdua jadi Daesung menoleh kearah tangga tempat Baekho dan Jong Hyun berdiri.

“kalian sudah pulang” sapa Daesung sambil tersenyum.

“sedang apa hyung disini” tanya Jong Hyun.

“aku penasaran dengan kamar ini, dan aku baru sadar jika dilantai ini tidak ada penghuni sama sekali” ujar Daesung sambil melihat kamar-kamar lain dilantai tiga.

“tapi tidak baik disini sendirian” ujar Baekho.

“maka dari itu aku penasaran, tapi aku tidak mengalami hal aneh daritadi disini, sudahlah ayo kita naik” ajak Daesung, mereka  bertiga akhirnya naik tangga menuju lantai lima, tanpa mereka sadari dari tangga bawah hantu yeoja itu memperhatikan mereka dari belakang lalu menghilang lagi.

“kalian sudah makan?” tanya Daesung, Baekho dan Jong Hyun menggeleng kompak menjawab pertanyaan Daesung.

“baiklah kita masak ramen saja” ujar Daesung.

Krinngg krinngg

Telepon rumah itu berbunyi dan Jong Hyun beranjak menuju telepon itu, sementara Baekho dan Daesung sibuk memasak ramen didapur.

“yeobuseo” jawab Jong Hyun.

“yeobuseo, Jong Hyun tolong kebawah sebentar, aku membawa banyak barang, tolong bantu bawakan” ujar suara ditelepon tersebut.

“ck hyung ini merepotkan saja, baiklah tunggu aku” ujar Jong Hyun lalu menutup teleponnya.

“siapa?” tanya Baekho.

“Ji Yong hyung, aku disiruh kebawah untuk membantunya mengangkat barang, mungkin kain baru untuk baju-bajunya” ujar Jong Hyun lalu membuka pintu apartement nya dan menutupnya kembali petanda Jong Hyun sudah pergi, Baekho merasa aneh entah kenapa, Jadi Baekho mengecek telepon rumah Jong Hyun dan melihat panggilan yg masuk barusan, Baekho kaget karna tidak ada daftar panggilan masuk barusan, hanya ada panggilan masuk kemarin didaftar panggilan, dengan cepat Baekho berjalan menuju pintu, namun ketika pintu itu hendak dibuka malah pintunya terkunci dari luar.

“Daesung Hyung bantu aku, Jong Hyun dalam bahaya!” teriak Baekho, Daesung langsung mematikan kompor dan menghampiri Baekho.

 

Jong Hyun menuruni tangga cepat karna takut Ji Yong marah jika menunggu terlalu lama, namun dia justru terpeleset dan jatuh ditangga lalu pingsan ditempat Ji Yong pingsan waktu itu.

 

“ahh!! Bagaimana ini, kenapa pintunya tidak bisa didobrak” ujar Daesung, Baekho memukul pintu itu keras.

“Ji yong.. kau hubungi dia cepat!” perintah Daesung.

Karna panik pintu tidak bisa dibuka walaupun sudah didobrak oleh Baekho dan Daesung, Baekho menurut dan langsung menelpon Ji Yong, dua kali panggilan Baekho tidak diangkat ji Yong barulah panggilan ketiga Ji Yong mengangkat panggilan Baekho.

“yeobuseo” jawab Ji Yong.

“hyung!!! Kau dimana?” tanya Baekho panik.

“aku di kantor klientku, wae?” tanya Ji Yong balik.

“sial, Jong Hyun Hyung, dia dalam bahaya.. dia tadi pergi kebawah sendiri katanya mau menemui hyung yg minta dibantu mengangkat barang….”

“bagaimana bisa?! Kenapa kau biarkan dia pergi sendiri” potong Ji Yong.

“dia bilang hyung menelponnya, aku berniat mengejar tapi pintu apartement ini tidak mau terbuka…”

“aku pulang sekarang!” lagi-lagi Ji Yong memotong perkataan Baekho.

“wae?” tanya Taeyang, rekan kerjanya.

“aku harus pulang sekarang, adikku dalam bahaya” ujar Ji yong dan langsung pergi dari kantor itu, Ji Yong langsung mengebut menuju apartementnya, sialnya ada kecelakaan dijalan yang Ji Yong lewati sehingga terjadi macet.

“sial!!” umpat Ji Yong sambil memukul setirnya.

 

Ditempat lain, Jong Hyun tersadar dari pingsannya, dia memegang kepalanya yang terasa pening sambil bersender dipintu.

“akh” rintih Jong Hyun sambil memegang dahinya, Jong Hyun merasa tangannya yg digunakan untuk memegang dahinya basah, Jong Hyun menjauhkan tangannya dari dahi dan melihat telapak tangannya sendiri, kepalanya berdarah karna benturan keras ketika dia jatuh, penghilatannya sedikit lebih jelas dibanding tadi, dan Jong Hyun sadar dia bersender disebuah pintu, bukan dari luar melainkan dari dalam, Jong Hyun terjebak didalam kamar 201.

 

Begitu jalan yang dilewati Ji Yong mulai berjalan lancar Ji Yong menyalip mobil-mobil didepannya cepat, tidak perduli dengan suara klakson protes dari pengendara lainnya, bahkan Ji Yong hampir menabrak truk yg berhenti tiba-tiba didepannya karna ban truk itu bocor.

“ayolah!” umpat Ji Yong sambil melihat jam tangannya, ini sudah lebih dari setengah jam Jong Hyun terjebak didalam kamar itu.

 

Baekho dan Daesung berusaha mendobrak pintu itu, Daesung mengeluarkan ponselnya dan menelpon petugas dibawah, namun sial, ponselnya tidak mendapat sinyal sedikitpun sama seperti Baekho.

“eottokhae..” ujar Daesung lemas sambil bersandar ditembok.

Baekho mengepalkan tangannya kuat sambil terus mendobrak pintu itu sampai bahunya terasa sakit.

“aaargg!!” teriak Baekho frustasi.

 

CCIITT!!

 

Ji Yong mengerem mobilnya kencang ketika sampai didepan gedung apartementnya, dia berlari menuju lift namun lift itu rusak, akhirnya Ji Yong berlari menuju tangga, Ji Yong sempat beberapa kali tersandung ditangga karna langkahnya tidak hati-hati.

 

Sementara itu Jong Hyun masih memegang kepalanya yang sakit, ketika itu juga Jong Hyun seperti mendengar suara ribut dari arah salah satu kamar diruangan itu, Jong Hyun berusaha berdiri dan meminta pertolongan pada orang yg berada disekitar ruangan itu, dia masih tidak sadar dimana dia sekarang, semua yang ada didalam ruangan itu terlihat biasa, bersih bagus dan mewah, Jong Hyun berjalan gontai menuju salah satu kamar, tempat dimana suara ribut itu berasal.

Ketika sampai didepan kamar itu Jong Hyun melihat seorang namja sedang mencaci yeoja didepannya, namjanya memakai jas putih lengkap dan yeojanya mengenakan gaun putih.

 

“kau bohong!!” teriak namja itu.

“aniya, percaya padaku” jawab yeoja itu sambil menangis, Jong Hyun hanya diam melihat kejadian itu sambil memegang kepalanya. Seolah-olah kehadiran Jong Hyun tidak di anggap oleh pasangan tersebut.

“berani-beraninya kau berselingkuh dihari pernikahan kita!!” teriak namja itu lalu menampar pipi sang yeoja.

“dia Cuma mengucapkan selamat, berapa kali kubilang kalau kami tidak berhubungan lagi, dia menganggapku sahabat, begitu juga aku” jelas yeojanya.

“lalu kenapa kalian berpelukan!! Wanita jalang!” umpat namja itu lalu berjalan keluar dari kamar itu, tubuh namja itu menembus tubuh Jong Hyun yang memang sedang berdiri didepan pintu itu, Jong Hyun terheran-heran namun belum sempat dia mencerna kejadian yg baru dia alami, namja itu kembali melewati Jong Hyun dan masuk kekamar itu.

“kumohon percaya padaku, kami tidak ada hubungan apa-apa.. aku Cuma mencintaimu” ujar yeoja itu sambil menangis.

Namun namja itu tidak mau mendengar, dia menjambak rambut yeoja itu keras sampai yeoja itu memekik sakit dan memohon ampun.

“aku tidak sudi hidup dengan wanita sepertimu! Ternyata aku salah besar dengan meninggalkan istri dan anakku demi yeoja sepertimu!”

“tapi aku tidak berbohong!” yeoja itu berteriak frustasi karna terus disalahkan.

“ucapkan itu dineraka” uajr namja itu, dan mendekatkan pisau yg tadi dia bawa kearah leher yeoja itu, mata yeoja itu melebar melihat pisau itu didepan wajahnya.

“aniya! Ampun..” yeoja itu memberontak sejadinya tapi tenaga namja itu lebih kuat menahan tubuhnya agar tidak bisa kabur.

“hei jangan!” teriak Jong Hyun, namun Jong Hyun tidak bisa melangkah kearah mereka, karna beberapa kalipun kakinya melangkah, tubuhnya tetap berada ditempat, tidak berubah selangkahpun.

 

Jong Hyun membelalakan matanya ketika dengan kejam namja itu menusuk leher yeoja itu dari samping hingga darahnya bercucuran kebawah.

“AAAA!!” yeoja itu berteriak sakit, namun teriakannya hilang ketika pita suaranya putus saat pisau itu merobek lehernya lebih lebar, namja itu tersenyum melihat pisau yang ditorehkan ke yeoja yang menjadi istri sahnya belum sampai setengah hari itu merobek lehernya.

Namja itu terus merobek leher yeojanya kedepan lalu kesamping sebelahnya hingga kebelakang leher yeoja itu, tubuh yeoja itu bergerak tidak beraturan, tepatnya tubuh yeoja itu mengejang berkali-kali ketika seluruh urat nadi lehernya putus. Sampai akhirnya hanya mata yeoja itu yang terbuka lebar ketika yeoja itu sudah tak bernyawa, lantai putih dikamar itu juga sudah menjadi lautan darah.

Seolah sadar akan perbuatannya barusan, namja itu terlihat shok dan membuang pisaunya kelantai, tubuh wanita itu juga sudah tertelungkup dilantai, tubuh namja itu bergetar hebat, dia meremas rambutnya sambil menjerit-jerit shok.

“ini salahmu.. bukan salahku..” gumam namja itu pada yeojanya sambil menangis, dia berdiri kaku disana dan bergumam seperti orang gila.

 

DORR DOORR DOORR

 

Tiba-tiba pintu apartement itu digedor kuat dari luar membuat namja itu dan Jong Hyun kaget.

“DAE HI!!! BUKA PINTUNYA!! ADA KERIBUTAN APA DIDALAM!!” panggil suara dari luar, suara-suara itu semakin banyak karna namja yg dipanggil Dae itu tak kunjung membuka pintu, namja itu justru meringkuk takut disamping mayat istrinya.

Pintu kembali digedor berkali-kali, karna takut akhirnya namja yg dipanggil Dae Hi itu keluar dari kamar dan mengambil bangku dan tali dari arah dapur, sambil menangis namja itu memasang tali tambang itu dikipas besar diatapnya dengan berdiri dibangku yg cukup tinggi.

 

Jong Hyun berlari kearah pintu dan mencoba membukanya, tapi hasilnya nihil pintu itu tidak mau terbuka.

“DAE!!! BUKA PINTUNYA!!” teriak suara-suara itu lagi dari luar.

Namja itu menangis sambil menatap tali tambang didepannya, lalu memasukan kepalanya disana.

“ini salahnya bukan salahku..” gumam namja itu sebelum menjatuhkan bangkunya.

Jong Hyun menundukan kepalanya ketika namja itu gantung diri didepannya, kaki namja itu bergerak tak karuan sebelum akhirnya dia benar-benar berhenti bergerak dan membelalakan matanya kearah Jong Hyun.

“tolong! Tolong aku!” Jong Hyun menggedor pintu dan akhirnya pintu itu terbuka lebar.

“Jong Hyun!!” saat itu juga Ji Yong berhasil membuka pintu kamar itu dengan susah payah karna sudah mendobraknya belasan kali dan akhirnya pintu itu terbuka, Ji Yong langsung menopang tubuh Jong Hyun yang lemas, Jong Hyun terlihat Shok dan menatap kamar itu yg sudah tidak tampak seperti tadi, namun sudah tampak berantakan dan kotor.

“tolong..” gumam Jong Hyun sambil memeluk kakaknya.

“tenang..tenang… aku disini” Ji Yong mengelus puncak kepala Jong Hyun agar Jong Hyun tenang.

“dia membunuhnya.. dia membunuhnya lalu bunuh diri…” ujar Jong Hyun tidak jelas sambil menangis, Jong Hyun begitu shok dengan kejadian yg dia alami, didepan kepalanya dia menyaksikan pembunuhan sadis dan tindakan bunuh diri.

“aku takut..” tubuh Jong Hyun bergetar hebat, Ji Yong mmeluknya erat, dan detik berikutnya Jong Hyun pingsan.

 

***

 

Sejak kejadian itu, Jong Hyun jadi pendiam, dia juga tidak mau keluar dari kamar selama seminggu, tidak mau makan dan minum, Jong Hyun hanya berbaring dikasurnya sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong, kondisi tubuhnya juga lemah karna tidak ada asupan, dia hanya mendapat vitamin dari suntikan dokter, Ji Yong sudah berkali-kali mencoba untuk bicara dengan Jong Hyun namun Jong Hyun tidak mau merespon.

“Jong Hyun..” panggil Ji Yong pelan, Ji Yong sungguh merasa prihatin dengan keadaan adiknya, ditatapnya lekat wajah adiknya yg pucat, kantung matanya menghitam, bibtnya terkatup rapat.

“apa yg harus aku lakukan agar kau bisa kembali seperti dulu” Ji Yong menunduk memegang kepalanya sedih. Lalu tidak lama bel pintunya berbunyi, Ji Yong berjalan membuka pintu, sudah bebrapa hari ini dokter datang kerumahnya untuk melihat kondisi Jong Hyun.

“apa dia sudah istirahat?” tanya Dokter itu.

“aniya, dia tidak tidur semalaman dok” jawab Ji Yong, dokter itu mengangguk mengerti dan masuk kekamar Jong Hyun bersama Ji Yong. Jong Hyun tidak bergeming sedikitpun, bahkan disaat dokter itu menyuntik obat bius jong Hyun hanya diam sampai akhirnya dia tertidur.

“aku pamit dulu, jangan lupa berikan laporan tentang perkembangannya” ujar dokter itu dan diangguki Ji Yong.

Setelah dokter itu pergi Ji Yong kembali kekamar Jong Hyun. Ji Yong memang memutuskan untuk tidak bekerja sementara waktu dan mengurus jong Hyun, Baekho juga hampir setiap hari datang kerumah mereka, walau tidak dipungkiri jika semakin banyak gangguan dari makhluk halus itu. Pernah beberapa kali Ji Yong ditampakan wujud hantu mengerikan itu ketika berada sendiri diruang tengah atau dapur.

Ji Yong tertidur disamping Jong Hyun dengan posisi duduk. Dia tidak membiarkan Jong Hyun tidur sendirian setiap malamnya, dan malam ini Baekho menginap diapartement mereka, Baekho bilang akan terjadi sesuatu dalam waktu dekat ini, sesuatu yg akan teruangkap tapi Baekho sendiri belum mengerti dengan maksud instingnya sendiri.

 

Prankk

 

Ji Yong terbangun ketika mendengar suara pecahan beling, dan ketika membuka mata Ji Yong langsung melihat kearah kasur Jong Hyun yang sudah kosong.

“kemana lagi dia” ujar Ji Yong langsung keluar kamar.

“apa itu” tanya Baekho yg leuar dari kamar tamu, dan menghampiri Ji Yong.

“Jong Hyun tidak ada dikamar” ujar Ji Yong. Akhirnya mereka berdua sama-sma pergi keruang depan, dan Ji Yong kaget begitu melihat Jong Hyun berdiri didepan jendela.

“Jong Hyun kau mau apa!” teriak Ji Yong.

“menarik bukan” ujar suara berat dari arah sofa disamping Ji Yong dan Baekho berdiri.

“Daesung!” panggil Ji Yong.

“pertama orang tuamu, sebentar lagi adikmu, setelah itu baru kau” ujar Daesung sambil tersenyum.

“apa maksudmu” tanya Ji Yong.

 

TBC

kalo mau nih part berlanjut lagi dengan cepat harap RCLnya buakakakaka *ngancem

13 thoughts on “GONE (Part 4)

  1. Woooww,,critnyngeri,, kshansi jong hyun,, knapa dae seung jdi jahat?? Ap dia ad hubngnny sma dae hi, ato jgn2 dae sung ka2kny dae hi,,ato sbaliknya… Jd pnasaran baca part slanjutny, boleh minta pwnya min??pliiis y,,tanggung bgt,,masak gak tau end ny,, thanks min..moga makin sukses dgn ff yg lain,,🙂

  2. Min,,minTa pw ny ya,,pliisss,,pnasaran bgt 5 klnjutan ny,,,knapa si dae sungjd jahat g2,, ap ad hubnganny sama dae hi?? Atow si dae sung ka2k dae hi,,atow g mana?? Trus si jong hyun jga kshan bgt tuch,,😦 pliisss y??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s