GONE (Part 3)

GONE3

Author : Gesti Resita GR

judul : Gone

cast :

Ji Yong (bigbang)

Daesung (bigbang)

Jong Hyun (nu’est)

 Baekho (nu’est)

genre : horror

A/N : yg ini gatau dah lebih serem atau engga hahaha

author pov

Tiba-tiba leher Ji Yong terasa perih dari samping kanan, rasa perih itu semakin nyata hingga terasa sakit, terus merembet kebagian depan lehernya, seakan sedang disobek dengan pisau dengan amat pelan, Ji Yong tidak mampu bergerak, seluruh tubuhnya kaku, mata ji Yong memerah menahan sakit, dan sekarang kulit lehernya benar-benar terasa lepas……

“tolong..” batin ji Yong.

Ting

Pintu lift terbuka, Nampak Baekho sedang berdiri didepan pintu itu melihat Ji Yong dengan tatapan serius lalu menarik Ji Yong dari lift itu, keringat dingin bercucuran didahi Ji Yong.

Nafasnya terrengah-engah, Ji Yong melihat sekelilingnya sambil memegang lehernya, tidak ada bekas luka maupun rasa sakit lagi dilehernya.

“apa yang baru saja terjadi” Tanya Ji Yong.

“hyung terduduk di lift, hyung boleh aku bertanya” Tanya Baekho, Ji yong mengangguk lemah.

“sejak kapan hyung merasakan hal-hal yang aneh seperti tadi?” Tanya Baekho to the point, Ji Yong mencoba berpikir lalu dia teringat ketika dia jatuh ditangga dan pingsan dilantai tiga, didepan kamar 201.

“sejak aku terjatuh dari tangga, tepatnya tiga hari yang lalu” ujar Ji Yong.

“apa alasannya mengganggu hyung” gumam Baekho.

“maksudmu siapa?” Tanya ji Yong balik.

“aku harus berangkat sekolah sekarang, nanti pulang sekolah aku akan kerumah hyung” ujar Baekho sambil berpamitan dan meninggalkan Ji Yong yang masih bingung, Ji Yong menoleh kearah lift yg tertutup sambil menyentuh setiap sudut lehernya, dengan perasaan campur aduk Ji Yong akhirnya pergi dari apartementnya menemui Seung Ri.

***

Daesung bangun dari tidurnya pukul t iga sore, dia mengambil cuti kerja dua hari untuk istirahat dirumah, karna lapar akhirnya Daesung memutusan untuk memasak ramen.

“hoamm.. sudah jam tiga? cepat sekali” gumamnya lalu membuka pintu kulkas, saat hendak menutupnya Daesung terdiam, dia seperti melihat sesuatu yang aneh, Daesung kembali membuka kulkas dengan pelan dan membungkuk melihat isi kulkas memastikan tidak ada yang aneh disana.

Sreett

Daesung menegakan badannya cepat dan menoleh kebelakang, dia merasa seperti ada sesuatu yang berlari dibelakangnya, Daesung mengelus leher belakangnya dan berjalan kearah kompor, dia membuka bungkus ramen dan memasaknya sebentar, Daesung kembali membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral.

Saat Daesung tengah meneguk airnya, tiba-tiba warna air itu berubah menjadi merah pekat seperti darah, Daesung membelalakan matanya dan membuang botol itu hingga airnya tumpah dilantai, aneh ketika minuman itu Daesung buang warnanya kembali normal, air dari panic berisi ramen sedikit tumpah sehingga bunyi airnya yg terbakar sedikit mengagetkan Daesung, Daesung langsung memindahkan ramennya dimangkuk dan membawanya ke ruang tv.

“mungkin aku terlalu lelah” gumamnya lalu menyalakan tv.

***

“pulang sekolah ini aku kerumahmu lagi, ada yang ganjil dirumahmu” ujar Baekho ketika jam pelajaran terakhir segera habis.

“hm maksudmu ganjil bagaimana?” Tanya Jong Hyun.

“kau juga mengalami beberapa hal aneh dari kemarin kan” tandas Baekho. Jong Hyun mengerutkan keningnya heran.

“darimana kau tau” Tanya Jong Hyun.

“nanti aku jelaskan” ujar Baekho

Kringgg kringg

Bel tanda jam pelajaran telah usai berbunyi, Baekho menarik tangan Jong Hyun cepat.

“hey sabar..” hardik Jong Hyun yang belum selesai memakai tasnya.

“Jam berapa Hyungmu pulang” Tanya Baekho ditengah jalan.

“entah, jam pulangnya selalu tidak sama, kadang jam 8, 9, 10, bahkan lewat tengah malam” jawab Jong Hyun.

Etika sudah sampai digedung apartement Jong Hyun, Baekho melihat kearah tangga dan lift.

“keduanya tidak aman” ujar Baekho, Jong Hyun masih tidak mengerti dengan ucapan Baekho.

“maksdumu apa sih” Tanya Jong Hyun.

“dilantai tiga, kamar 201, disana biang masalahnya” ujar Baekho.

“kamar pengantin itu? Kenapa?” Tanya Jong Hyun lagi.

“pengantin? Jadi kau melihat mereka?” Tanya Baekho balik.

“ne, tadi pagi aku melihat pasangan pengantin masuk kekamar itu, wae?” ujar jong Hyun.

“aniya, ayo kekamarmu” ujar Baekho lalu masuk ke lift dengan Jong Hyun.

Baekho merasa ada hawa dingin dari samping kirinya, dan benar saja disamping kiri Baekho ada hantu wanita itu sedang berdiri dengan rupa seramnya, sementara Jong Hyun yg berada disamping kanan Baekho merasakan bulu kuduknya merinding.

“kau merasakan sesuatu eoh” Tanya Baekho, Jong Hyun yang memang agak risih hanya diam tidak menjawab, ketika mereka sampai dilantai lima, jong Hyun dan Baekho langsung masuk ke apartement Jong Hyun.

“oh Jong Hyun kau sudah pulang” sapa Daesung.

“annyeong hyung” sapa jong Hyun dan Baekho balik.

“Baekho, tumben kau main kesini” ujar Daesung sambil tersenyum.

Baekho mengangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan Daesung, namun matanya terfukos pada sosok yang duduk disebelah Daesung, pria berjas putih itu lagi.

“bagaimana kalau kita tanding game” usul Jong Hyun.

“boleh juga, menunggu hyungmu pulang” jawab Baekoh.

“kalian pasti kalah” ucap Daesung antusias.

“yang kalah harus mentraktir makan direstaurant, otte?” Tanya Jong Hyun.

“setuju” jawab Daesung dan Baekho bersamaan, akhirnya mereka bermain bersama sampai malam, Baekho mendapat telepon dari eommanya karna sudah jam 8 dia belum pulang.

“ne, eomma, sepertinya aku pulang larut, ada tugas yg harus aku selesaikan” kilah Baekho dan menutup teleponnya.

“anak muda tidak pernah berubah” sindir Daesung, jong Hyun menahan tawanya mendengar penuturan Daesung.

“annyeong.. wah ramai sekali” sapa Ji yong yang baru pulang dari pekerjaannya.

“hyung tidak bawa makanan?” Tanya Jong Hyun.

“ck kau ini makan saja yg dipikirkan” sindir Ji Yong.

“aku lapar” ujar Jong Hyun lagi sambil cemberut.

“masak sendiri” ujar Ji Yong sambil ikut duduk bersama mereka.

“siapa yg menang” Tanya Ji Yong, Daesung menunjuk dirinya bangga, sementara kedua namja yg lebih muda itu hanya mendelik kecewa atas kekalahan mereka.

“begini saja, karna ini sudah malam bagaimana kalau kalian pesankan makanan, kebetulan kita belum makan malam” ujar Daseung, Jong Hyun dan Baekho saling tatap lalu mengeluarkan dompet mereka.

“sepertinya aku tidak jadi beli mp3 baru” ujar Baekho, Jong Hyun mengangguk lemah, dan akhirnya Jong Hyun menelpon restorant cepat saji yang bias mengantar makanan.

Mereka berempat berbincang seru hingga akhirnya pintu bel apartement mereka berbunyi.

“biar aku yang buka” ujar jong Hyun semangat, karna perutnya sudah lapar.

“kenapa lama…” ucapan Jong Hyun terputus karna setelah membuka pintu tidak ada siapapun disana, jong Hyun mengeluarkan badannya sedikit untuk melihat kesekitar lorong apartementnya.

“tidak ada siapapun.” Ujar jogHyun.

“kenapa lama sekali??? Teriak Ji yong, Jong Hyun menutup pintunya dan kembali berjalan menuju ruang tengah.

“tidaka ada siapapun.” Ujar jong Hyun, tak lama belnya kembali berbunyi, Jong Hyun mendekat kearah pintu dan mengecek kelubang kaca kecil di pintunya, Jong Hyun kembali terheran karna dia tidak melihat sipapun.

Saat itu juga bel kembali berbunyi, tiba-tiba didepan lubang itu muncul kepala hantu wanita itu, dia melihat Jong Hyun sambil berteriak.

“aaa!!” Jong Hyun tersentak mudur hingga jatuh dilantai.

“ada apa?” Tanya Ji Yong langsung berdiri dan menghampiri Jong Hyun.

“hyung..” Jong Hyun memegang tangan Ji Yong, tubuh jong Hyun gemetar antara kagt dan takut, Baekho langsung membuka pintu itu, namun tidak ada siapapun.

“inilah yang ingin aku bicarakan” ujar Baekho sambil menatap Ji Yong dan jong Hyun, ji Yong membantu Jong Hyun berdiri.

Sekarang keempat namja itu sudah berada diruang tengah dalam keheningan.

“sebenarnya ada apa?” Tanya Daesung bingung.

“aku juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi” jawab Ji Yong. Jong Hyun masih diam seribu kata.

“aku rasa dia arwah penasaran, tapi tujuan dia mengganggu kalian masih belum jelas apakah untuk meminta pertolongan atau punya maksud buruk” ujar Baekho.

“arwah penasaran? Pertolongan? Dengan cara mencelakaiku” Tanya Ji Yong, dia merasa geram dan bosan dengan semua gangguan ini.

“tunggu, apa yang kalian bicarakan” Tanya Daesung.

“tiga hari yang lalu, saat Ji Yong Hyun terjatuh ditangga, dan pingsan dilantai tiga didepan pintu kamar nomor 201, semua berawal dari situ bukan?” Tanya Baekho.

“ne, sejak saat itu mengalami hal yg aneh” jawan Ji Yong.

“aku juga” sambar Jong Hyun. Semua melihat kearahnya.

“saat itu sewaktu ingin pergi sekolah menggunakan lift, aku merasakan ada seseorang yg berada dilift bersamaku, padahal sebelumnya tidak ada siapapun selainku, dan ketika aku keluar lift aku melihat didalam lift ada namja yg tersenyum padaku rupanya menakutkan.” Ujar Jong Hyun.

“kalau itu aku tau, aku melihatnya” ujar Baekho. Dan semua kembali menatap Baekho.

“kalian jangan heran, aku memang bisa melihat hal-hal seperti itu, namun aku piker mereka tidak menggangu.. tapi nampaknya kausalah” ujar Baekho. Semua hanya mengangguk mengerti.

“tadi malam aku juga merasa diganggu maka dari itu aku ingin tidur dikamar hyung” ujar jong Hyun.

“aku juga, beberapa kali aku diganggu secara terang-terangan, bahkan kalau Baekho tidak dating tadi pagi aku tidak tau bagaimana jadinya sekarang” ujar Ji Yong serius.

“jadi tadi aku juga diganggu?” Tanya Daesung, Ji Yong menatapnya bingung.

“tadi aku mengalami hal aneh juga” ujar Daesung.

“yang jadi pertanyaan adalah bagaiaman caranya kita bias lepas dari gangguan mereka.” Ujar Ji yong.

“mereka tidak akan berhenti sebelum mendapatkan hal mereka mau, aku tidak tau kenapa kalian yg jadi sasaran, kita harus mencari tau ini” ujar Baekho.

“caranya?” Tanya Jong Hyun.

“cari tau tentang kamar itu” ujar Baekho serius, Ji Yong, jong Hyun dan Daesung saling menatap.

“pemilik apartement ini pasti tau” ucap Baekho.

“aku pernah mendengar jika apartement ini pernah ditutup untuk waktu yang lama, lalu apartement ini diperbaharui lagi dan kembali dibuka, tapi itu sudah lama sekali sejak apartement ini dibuka sepuluh tahun yang lalu” ujar Daesung.

“dan pemilik dari apartement ini juga tidak jelas siapa. Waktu kita menyewanya kita hanya dikirim surat untuk membayar sewa lewat bank” ujar Jong Hyun.

“bank itu, atas nama siapa kalian mentrasfer uangnya?” Tanya BAekho.

“tidak jelas, hanya bertulis Mr. Lee” jawab Ji Yong.

Tiba-tiba bel rumah mereka kembali berbunyi, semua menoleh kearah pintu.

“hyung kau saja yg cek” ujar Jong Hyun.

“Daesung coba kau cek” lempar Ji Yong.

“kenapa aku” ujar Daesung tidak terima.

“ck sudah biar aku yg cek” tawar Baekho, Baekho berjalan menuju pintu dan mengecek lewat lubang kaca kecil itu, tak lama Baekho emmbuka pintu, dia terdengar berbincang sebentar lalu menutup pintu itu.

“siapa yg lapar?” Tanya Baekho sambil mengangkat kantung makanan ditangannya.

***

Setelah Baekho pulang, Jong Hyun memutuskan kembali tidur dikamar hyungnya, sementara Daesung tetap tidur dikamarnya.

“hyung aku takut” ujar Jong Hyun.

“aku takut mereka manyakiti kita” tambah Jong Hyun lagi, Jong Hyun berbaring diranjang, disamping Ji Yong dan bersandar dikepala Ranjang sambil membaca majalah fashion.

“mereka makhluk halus, mereka tidak nyata, jadi mana bisa mereka menyakiti kita” ujar ji Yong sambil mencubit hidung adiknya, Jong Hyun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

“tapi kejadian yg menimpa hyung tadi pagi di lift?” Tanya jong Hyun.

“itu juga tidak nyata, buktinya aku tidak apa-apa, sudah kau tenang saja, kita pasti bias mencari jalan keluarnya” ujar ji Yong.

“tapi kenapa kita” gumam Jong Hyun, ji Yong mengacak poni adiknya gemas.

“tidurlah sudah malam” perintah Ji Yong, Jong Hyun langsung menutup matanya saat itu juga, Ji Yong tersenyum dan kembali membaca majalahnya.

Mata Ji Yong mulai terasa berat, dia menaruh majalahnya dan tidur disamping Jonng Hyun, tidak lupa dia mematikan lampu kecil dimeja ranjangnya.

“jangan khawatir” gumam Ji Yong sambil menatap wajah adiknya, lalu ikut tertidur.

Malam itu suara detak jam terdengar sedikit keras ditelinga Ji Yong, membuatnya terbangun.

“Jong Hyun..” panggil Ji Yong karna disampingnya tidak ada siapa-siapa, ji Yong melirik ke jam yg menujukan jam 12 malam.

“Jong Hyun” panggil Ji Yong lagi sambil turun dari ranjang dan menyalakan pintu kamarnya, begitu seluruh kamarnya terkena sinar lampau, pandangan Ji Yong tertuju pada bercak-bercak darah dilantai yg berbentuk jejak kaki, Ji Yong mengikuti jejak itu sampai keluar kamar, ke ruang tengah sampai kedepan pintu apartementnya, pintu apartementnya terbuka lebar, ji yong mengrutkan keningnya Bingung.

“Jong Hyun!” Ji Yong memanggil sedikit keras, entah kenapa hatinya tergerak untuk mengikuti jejak itu.

Ji yong menyilangkan tangannya didada karna cuacanya sangat dingin. Jejak itu berlanjut hingga kearah tangga, dan semakin turun lantai bawah. Ji yong merasakan firasat buruk, dia mengikuti jejak darah itu hingga kelantai tiga, tanpa sadar Ji Yong sudah berdiri didepan pintu kamar 201.

“aaarrgg!!!” Ji Yong mendengar suara Jong Hyun yg mengerang sakit dari dalam kamar itu.

“Jong Hyun!!” Ji yong memekik lalu berusaha membuka pintu itu, berkali-kali dia mendobrak pintu itu tapi pintu itu tetap tidak terbuka, rintihan sakit Jong Hyun semakin terdengar.

“Aniya! Jong Hyun!!” Ji Yong panic, dia mengambil langkah mundur cukup jauh, mengambil ancang2 dan berlari kearah pintu itu, disaat tubuh Ji Yong hendak mendobrak pintu itu, pintu itu justru terbuka lebar hingga Ji Yong terpelanting kedalam kamar itu, dan pintunya kembali tertutup keras, Ji Yong berusaha bangun, bahu kanannya terasa sakit karna terbentur keras ke lantai.

“Jong Hyun!” panggil Ji Yong.

“Hyung..” jawab Jong hyun dari arah belakang Ji yong, Ji Yong berbalik dan kaget melihat tubuh Jong Hyun yang dipenuhi darah.

“tolong..” ujar Jong Hyun lemah.

“Jong Hyun..” Ji Yong tidak bisa menggerakan kakinya, tubuhnya berdiri kaku dari jarak tiga meter dari Jong Hyun.

Jong Hyun naik keatas bangku didepannya.

Jong Hyun! Apa yg kau lakukan!” pekik Ji Yong, Jong menatap Ji Yong nanar.

“tolong Hyung..” ujar Jong Hyun, tubuhnya bergerak sendiri namun pandangannya masih memlas dan bibirnya masih bicara minta pertolongan kakaknya.

Jong Hyun sudah berdiri tegak dibangku tersebut. Tangannya menggapai tali tambang yg tergantung didepan kepalanya, lalu memasukan kepalanya sendiri kesana..

“JONG HYUN BERHENTI!!” teriak Ji Yong, Jong Hyun menatapnya sambil menangis, tangannya terulur kedepan lemah seolah meminta Ji Yong menarik tangannya dan menolongnya.

Tanpa terasa air mata Ji Yong mulai turun, dia sama sekali tidak bisa bergerak, dia hanya bisa memanggil Jong Hyun.

KREKKKK

Suara tulang retak dari leher Jong Hyun terdengar nyaring ditelinga Ji Yong saat Jong Hyun menendang bangkunya dengan kaki hingga kakinya tidak menapa lagi, Jong Hyun  gantung diri…

“ANIYAAA!!!!”

TBC-

DIHARAP TIDAK ADA PROTES KARNA BACAAN ‘TBC’ HAHAHAHA *author jail

2 thoughts on “GONE (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s