Don’t Leave Me Alone

 

DontLeave

 

Don’t Leave Me Alone

Author            : Aiko
Type                : One Shoot
Genre              : Romance
Rating             : PG 16

Main Cast       : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye
OC                  : Kim So Eun, Jang Geun Suk, Lee Jong Hyun

Disclaimer      : Cerita ini hanya fiktif belaka. Sementara nama-nama yang digunakan hanya meminjam saja untuk keperluan cerita. Jika terdapat kesamaan itu bukan sesuatu yang di sengaja. Mohon kritik dan sarannya

Note                : ff ini di publish juga di aikochan2612. wordpress.com

Fb                   : https://www.facebook.com/ faqih.icueth

Jadilah Readers Yang Kritis!!

Happy Reading all..

******

Gadis itu masih mematung di tempatnya, melihat pemandangannya yang tertampang di hadapannya membuatnya tidak bisa menggerakkan tubuhnya, kaku…hal itulah yang saat ini di rasakannya, seluruh anggota badannya tidak bisa di gerakkannya. Air matanya bahkan mengalir di pipinya, air matanya yang sudah berusaha di tahannya beberapa saat yang lalu.

Flashback

“pagi!! Kau sudah bangun? Aku sudah menyiapkan sarapan jadi kamu bisa langsung sarapan. Mian tidak bisa menemanimu sarapan, aku ada rapat jadi harus berangkat lebih cepat” ujar Yong Hwa sambil memakai dasi di lehernya. Shin Hye masih duduk di pinggir ranjang tanpa berniat melakukan apa pun.

“aku pergi ya, jaga diri” ujar Yong Hwa kemudian mengecup pelan kening Shin Hye

Dengan malas Shin Hye melangkahkan kakinya ke kamar mandi, membersihkan badannya lalu turun ke bawah untuk sarapan. Hal yang selalu Yong Hwa lalukan untuknya, menyiapkannya sarapan bahkan terkadang membersihkan rumah. Yong Hwa bahkan selalu membawakannya bunga setiap dia pulang kerja. Shin Hye bukannya tidak sadar dengan apa yang selama ini Yong Hwa lalukan untuknya hanya saja dia memang tidak terbiasa melakukan hal-hal yang biasa di lakukan oleh istri kebanyakan. Suaminya terlalu baik, itulah yang di rasakannya dan saat ini dia benar-benar merasakan kejenuhan dalam hubungan rumah tangganya.

Jenuh!! Iya hanya kata itulah yag dapat menjelaskan dengan pasti apa yang dia rasakan saat ini. Mungkin tidak pernah terbersit sedikitpun dalam pikirannya menikah denga laki-laki yang bahkan tidak di cintainya sama sekali. Laki-laki yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan menghancurkan mimpi-mimpi yang telah di rangkainya. Dan sialnya lagi, laki-laki yang kini menjadi suaminya adalah laki-laki yang selalu memanjakannya, dia bahkan selalu menyempatkan diri menemani Shin Hye kemana pun dia pergi, saat Shin Hye memintanya datang dia akan datang walaupun dia sedang sangat sibuk, dia bahkan rela meninggalkan rapat penting hanya untuk menemani Shin Hye saat Shin Hye membutuhkannya.

Laki-laki macam apa itu? Laki-laki yang bahkan rela mati untuk yeoja yang sama sekali tidak mencintainya bukankah dia laki-laki bodoh?.

Shin Hye kembali menarik napas dalam, dua tahun sudah dia menikah dengan Yong Hwa tapi tidak pernah sedikitpun Yong Hwa menyakitinya. Sikap baik dan perhatian Yong Hwa yang bahkan rela meninggalkan apa saja untuknya membuatnya merasa sangat jenuh dengan rumah tangganya saat ini. Mungkin dia bodoh!! Ya setidaknya mungkin itu yang akan di katakan kebanyakan orang saat dia mengatakan jenuh dengan rumah tangganya, tapi setidaknya hal itulah yang di rasakannya saat ini. Di raihnya ponsel yang berada di sampingnya dan menghubungi seseorang.

“yoboseo? Kamu dimana? Kamu jadi kan menemaniku hari ini?”

“…………”

“ne baiklah..kita bertemu di tempat biasa ya” Shin Hye mematikan ponselnya dan kembali ke kamarnya untuk mengganti baju, kemudian menyalakan mobilnya dan melajukannya ke tengah kota Seoul.

“kamu sudah datang? Lama sekali, aku sudah menunggumu dari tadi”

“mianhae, kamu kan tahu rumahku jauh dari sini. Sudah cepat masuk” yeoja itu segera masuk ke dalam mobil. Shin Hye kembali melajukan mobilnya.

“kita mau kemana?”

“ke daerah Gangnam, hari ini aku ingin bersenang-senang di sana” ujar Shin Hye

“kamu sudah memberi tahu suamimu? Kamu setiap hari pergi, apa suamimu tidak keberatan?”

“sudahlah jangan bahas dia, aku bosan. Tidak seharusnya aku menikah dalam usia muda seperti ini dan sekarang aku menyesali itu semua”

“menyesal? Kamu bilang kamu menyesal menikah dengan laki-laki baik seperti Yong Hwa? Laki-laki yang bahkan rela melakukan apa pun untukmu ckckckck..aku tidak percaya ini”

“sudah lah So Eun, kamu diam saja, cukup menemaniku saja dan jangan banyak bicara”

“terserah kamu sajalah” ujar So Eun, Shin Hye tersenyum kecut melihat sahabatnya itu.

Shin Hye memarkirkan mobilnya di sebuah klub mewah yang ada di daerah Gangnam, kemudian turun dari mobilnya.

“kamu yakin kita masuk ke dalam”

“aku yakin seyakin-yakinnya” sahut Shin Hye dan melangkahkan kakinya ke dalam klub itu, So Eun yang berada di belakangnya mengikutinya dengan ragu. Mereka memilih duduk di pojok klub dan memesan minuman.

“kamu yakin meminum itu?”

“wae? Kamu meragukanku?” sahut Shin Hye dan meneguk minuman yang di pesannya, So Eun yang melihatnya menatapnya tidak percaya

“aku tidak menyangka kamu berubah sedrastis ini Hye. Memangnya suamimu kurang perhatian ya padamu sampai kamu merasa bosan dengan pernikahanmu itu?”

“dia perhatian..bahkan sangat perhatian. Dia bahkan tidak pernah menyakitiku sekalipun setidaknya selama dua ahun pernikahan kami dia selalu melakukan yang terbaik untukku”

“lalu apa masalahnya?  Seharusnya kamu bersyukur memiliki suami seperti dia”

“justru itulah masalahnya. Aku bosan karena dia selalu bersikap baik padaku, aku bosan karena dia tidak pernah bersikap tidak sopan padaku, dia tidak pernah memaksakan kehendaknya padaku dia bahkan tidak pernah marah saat aku melakukan kesalahan. Aku bosan dengan semua itu” ujar Shin Hye dan kembali meneguk minumannya. So Eun menatapnya tidak percaya, bagaimana mungkin ada orang yang merasa bosan dengan suami seperti itu? Batinya.

Tanpa mereka sadari seorang namja tengah memperhatikan mereka sejak mereka masuk ke dalam klub itu.

“siapa yeoja itu?” ujar seorang namja yang melihat ke arah Shin Hye

“nugu? Oh itu..itu Shin Hye, dia anak dari professor Park dosen kita dulu, wae?” ujar namja yang lainnya dan kembali menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan music di tempat itu

“jangan bilang kamu mau merayunya” tambahnya

“waeyo? Dia yeoja yang cantik”

“dia itu sudah menikah, dia istri Jung Yong Hwa”

Namja itu terdiam mendengar apa yang temannya katakan, tidak lama kemudian sebuah senyum penuh misteri terlukis dari wajah tampannya.

“kamu mau kemana?” Tanya namja itu ketika melihat temannya berdiri dari duduknya. Tapi namja itu tidak menjawab dan tetap berjalan ke arah Shin Hye dan So Eun berada. “terserah kau sajalah, aku tidak menanggung akibatnya” tambahnya

“permisi..bolehkan aku ikut bergabung di sini” ujar namja itu dengan sopan, Shin Hye memandangnya sebentar kemudian mempersilahkan namja itu duduk

“kenalkan namaku Geun Suk, namamu siapa” ujarnya sambil menjulurkan tangannya ke arah Shin Hye

“aku Shin Hye dan ini temanku So Eun” ujar Shin Hye acuh sedangkan So Eun terlihat risih dengan kedatangan Geun Suk

“kamu sering ke sini ya?”

“ani..hanya sesekali untuk menghilangkan kejenuhan saja”

“jinja? Aku sering ke sini, setidaknya di tempat ini aku bisa melakukan apa pun yang aku suka”

Shin Hye menoleh ke arahnya, menatapnya dengan tatapan tajam

“melakukan apa yang di sukai?”

“ne tentu saja..semua yang kamu sukai bisa kamu lakukan disini tanpa harus memikirkan hal-hal lainnya”

So Eun menatap Geun Suk dengan tatapan tidak suka. “Hye-ah ayo kita pulang saja. Aku merasa tidak nyaman di sini” ujar So Eun. Di tariknya tangan Shin Hye keluar dari klub dan membawa Shin Hye pulang

“apa yang kamu lakukan eoh? Aku baru saja bicara dengannya. Aku bahkan belum sempat memberikan nomorku padanya” ujar Shin Hye dengan tampang kesalnya begitu mereka berada di dalam mobil

“apa maksudmu dengan memberikan nomormu? Ingat Hye kamu sudah menikah dan punya suami, tidak sepantasnya berada di tempat seperti itu” ujar So Eun dan tetap focus pada jalanan di depannya

“suami? Hah..tapi namja itu menawarkan hal yang lain So Eun dan aku merasa tertarik. Tapi gara-gara kamu aku bahkan tidak mendapatkan nomornya”

“sudahlah Shin Hye jangan menyia-yiakan apa yang kamu miliki saat ini untuk sesuatu yang belum tentu lebih baik. Jangan sampai kamu menyesal nantinya” Shin Hye tidak menggubris apa yang dikatakan So Eun, dia memilih untuk diam. Mereka akhirnya tiba di rumah Shin Hye, So Eun membantu Shin Hye turun dan menidurkannya di kasur.

“sepertinya suamimu belum pulang. Istirahatlah nanti aku akan menelpon suamimu” tapi Shin Hye sudah tertidur di bawah selimutnya, So Eun hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu. “jangan sia-siakan apa yang kamu miliki saat ini Hye karena kamu akan menyesalinya saat semuanya pergi”

So Eun lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, kemudian meninggalkan rumah Shin Hye dengan taksi.

*

Shin Hye terbangun dengan kepalanya yang masih terasa pusing, di pegangnya kepalanya tapi masih terasa sakit. Yong Hwa masuk ke dalam dengan membawa nampan di tangannya.

“kamu sudah bangun? Aku membawakanmu teh hangat dan sarapan pagi” ujar Yong Hwa dan meletakkan nampan yang di bawanya di atas buffet di samping ranjang. “apa masih sakit?” tanyanya saat Shin Hye memegang kepalanya. “minumlah supaya kepalamu bisa lebih ringan” Yong Hwa memberikan teh pada Shin Hye. Shin Hye segera meminumnya dengan bantuan Yong Hwa

“So Eun menelponku dan mengatakan kamu mabuk. Apa ada masalah? Kenapa kamu bisa minum sampai mabuk begitu? Seharusnya kamu bilang kalau mau ke tempat itu aku kan bisa menemanimu”

“memangnya kamu tahu tempat-tempat seperti itu? Aku rasa kamu hanya tahu tempat yang baik-baik saja” ujar Shin Hye sengit, Yong Hwa yang mendengarnya menatap Shin Hye tidak mengerti

“lain kali kalau kamu pergi beritahu aku, aku tidak ingin kamu dalam bahaya. Apa sebaiknya hari ini aku tidak masuk kerja dan menemanimu dirumah saja?”

“tidak perlu, kamu pergi saja. Aku baik-baik saja kok” ujar Shin Hye, Yong Hwa terlihat kecewa dengan penolakan yang di berikan Shin Hye padanya

“baiklah aku akan pergi, tapi nanti kalau ada apa-apa hubungi aku, arraseo” Shin Hye mengangguk dan kembali membungkus tubuhnya dengan selimut sebelum Yong Hwa mencium keningnya. Yong menatapnya dengan tatapan sedih kemudian berjalan meninggalkan Shin Hye.

Tidak lama setelah kepergian Yong Hwa ponsel Shin Hye berbunyi, Shin Hye meraih ponselnya dan melihat sederet nomor yang tidak di kenalnya, dengan malas Shin Hye menjawab panggilan di ponselnya.

“yeboseo, siapa ini?”

“ini aku Geun Suk. Bisakah kita bertemu?”

“darimana kamu tahu nomorku?”

“untuk yeoja secantik kamu, mendapatkan nomormu tidaklah sulit” Shin Hye tersenyum mendengar apa yang Geun Suk katakan. “jadi apakah kita bisa bertemu?” ulangnya

“hhhhmmm baiklah”

“Aku akan menunggumu di restoran di dekat taman kota saat makan siang nanti” ujar Geun Suk dan memutuskan sambungan telponnya

*

“apa kamu sudah lama menunggu?” Tanya Shin Hye saat Geun Suk menarik kursi untuk di duduki Shin Hye

“ani..aku memang sengaja datang lebih awal agar aku bisa menunggumu” ujarnya sambil tersenyum ke arah Shin Hye. “aku sudah memesankan makanan kesukaanmu, aku harap kamu suka” tambahnya saat pelayan datang mengantarkan mereka makanan. Shin Hye menatap tidak percaya pada makanan yang terhidang di hadapannya saat ini.

“dari mana kamu tahu makanan kesukaanku?”

“aku sudah bilang kan untuk yeoja secantik kamu mencari tahu tentangmu tidaklah sulit” di raihnya tangan Shin Hye dan di ciumnya. Shin Hye bersemu merah mendapat perlakuan seperti itu dari Geun Suk

*

“hyung bukankah itu istrimu?” ujar Jong Hyun saat mereka akan pergi dari restoran itu. Hari itu Yong Hwa memang berjanji bertemu klien di restoran itu dan saat mereka akan keluar Yong Hwa tidak sengaja melihat pemandangan yang membuat matanya memerah menahan amarah, tangannya mengepal kuat. Ingin rasanya dia berjalan ke arah namja itu dan mendaratkan pukulan di pipi namja yang telah berani mencium tangan istrinya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat wajah Shin Hye yang bersemu merah mendapat perlakuan itu.

Yong Hwa mematung di tempatnya, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Istrinya tengah bersama namja yang bahkan sangat di kenalnya. Istrinya bahkan begitu menikmati kebersamannya dengan namja itu, sesekali terlihat wajah Shin Hye yang memerah saat mendengar ucapan namja itu.

Dengan langkah berat dan perasaan tidak karuan Yong Hwa meninggalkan restoran itu dan berjalan menuju mobilnya. Jong Hyun menatapnya heran dan berlari mengejarnya.

“hyung..gwenchana?” Tanya Jong Hyun. Yong Hwa hanya diam, tatapannya masih focus ke depan dengan tangan yang masih terkepal. ‘buuuuggg’ Yong Hwa memukul dashboard mobilnya dengan keras yang membuat Jong Hyun terlonjak kaget. Selama dia bekerja dengan Yong Hwa dia bahkan tidak pernah mendengar namja itu berteriak padanya, apa lagi berbuat kasar. Tapi sekarang? Yong Hwa bahkan memukulkan tangannya ke dashboard mobilnya dan membuat dashboard mobil mewah itu rusak.

Yong Hwa menarik napas berat, masih dengan matanya yang memerah menahan amarah, Yong Hwa melirik Jong Hyun sekilas kemudian kembali mengalikan pandangannya ke tempat lain. “antarkan aku pulang”

“ah ne..ne hyung” Jong Hyun segera melajukan mobilnya ke kediaman Yong Hwa. Yong Hwa masuk ke rumahnya dan meninggalkan Jong Hyun yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.

*

Shin Hye masuk ke dalam rumahnya dengan mengendap-endap, karena memang sudah tengah malam. Iya seharian dia bersama Geun Suk dan begitu menikmati kebersamaan mereka sampai dia tidak sadar kalau sudah tengah malam.

“kamu sudah pulang?” Tanya Yong Hwa saat Shin Hye akan masuk ke kamar. Shin Hye membalikkan badannya dan menatap Yong Hwa tidak percaya. “aku menunggumu, kenapa tidak mengangkat telponmu? Aku sudah menghubungimu dari tadi”

“ah i..itu..aku tidak tahu” ujar Shin Hye gugup

“kamu sudah makan? Aku menunggumu dari tadi jadi aku tidak makan. Mau menemaniku makan?”

“ah..ta..tapi aku sudah lelah, ingin istirahat” ujar Shin Hye, Yong Hwa mengangguk dan berjalan menuju meja makan. Shin Hye yang merasa tidak enak mengikuti Yong Hwa dan duduk di depannya. “aku juga lapar, mari makan bersama” ujar Shin Hye

Mereka makan bersama dalam keheningan yang panjang sampai akhirnya Shin Hye membuka suaranya. “kenapa belum makan dari tadi? Seharusnya kamu tidak perlu menungguku, kalau kamu sakit bagaimana?”

“gwenchana aku tidak akan sakit kalau hanya tidak makan sekali. Aku hanya ingin makan bersamamu karena itu aku menunggumu” ujar Yong Hwa tersenyum, Shin hye yang melihat senyum di wajah Yong Hwa merasa tidak enak dan merasa bersalah.

“kamu kemana saja seharian? Apa kepalamu sudah tidak sakit? Aku mengkhawatirkanmu karena itu aku menghubungi terus”

Shin Hye tersedak mendengar apa yang Yong Hwa katakan, Yong Hwa segera memberikan Shin Hye air

“gwenchana?” Tanya Yong Hwa khawatir. “mianhae.. kalau kata-kataku membuatmu tidak suka”

“gwenchana” ujar Shin Hye “tadi aku..ah aku pergi dengan So Eun seharian, biasalah kalau yeoja sudah bertemu mereka tidak akan menyadari waktu”

“oh dengan So Eun..” Yong Hwa menghembuskan napasnya. “aku sudah selesai. Kalau sudah selesai kamu letakkan saja piringnya di meja biar aku yang membereskannya besok, kamu pasti capek kan istirahatlah. Aku tidur duluan” ujar Yong Hwa beranjak ke kamarnya. Shin Hye mematung tidak percaya dengan sikap Yong Hwa. Selama menjadi istrinya tidak pernah sekalipun Yong Hwa bersikap seperti itu padanya, tapi kali ini..kali ini Yong Hwa bahkan tidak menatapnya dan berlalu pergi meninggalkannya begitu saja.

Dengan langkah berat Shin Hye melangkahkan kakinya menuju kamarnya menyusul Yong Hwa. Dilihatnya Yong Hwa sudah tidur dengan memunggunginya. Shin Hye meletakkan tasnya dan berjalan ke kamar mandi mengganti bajunya.

Saat Shin Hye masih di kamar mandi ponselnya berbunyi, Yong Hwa yang memang belum tidur meraih ponsel Shin Hye yang terletak di atas meja dan membaca pesan yang masuk, matanya langsung memerah membaca isi pesan yang dia yakini pasti dari pria yang dilihatnya tadi siang

From : xxxx

‘selamat tidur putri cantik, aku menantikanmu datang dalam mimpiku’

Yong Hwa segera meletakkan ponsel Shin Hye saat pintu kamar mandi di buka, dia segera pura-pura tidur kembali. Shin Hye naik ke atas kasur, menarik selimut menutupi tubuhnya dan tidur.

*

Shin Hye berusaha membuka matanya saat sinar matahari masuk ke kamarnya. Di rabanya samping tempat tidurnya tapi kosong..Yong Hwa sudah tidak ada. Tidak biasa-biasanya Yong Hwa pergi tanpa menunggunya bangun lebih dulu. Dilihatnya buffet di samping ranjangnya sudah ada sarapan yang pastinya itu dari suaminya. Shin Hye menarik selimut dan berjalan menuju kamar mandi. Ponselnya berbunyi bersamaan dengannya yang keluar dari kamar mandi, dilihatnya nomor yang tertera kemudian tersenyum, diangkatnya telpon itu dengan senyum terkembang dari bibirnya.

“apa kita bisa bertemu lagi hari? Aku sangat merindukanmu” ujar namja di seberang, Shin Hye tersenyum mendengarnya

“tentu saja..kita bertemu di tempat kemarin” ujar Shin Hye dan menutup sambungan telponnya. Dia segera memakan sarapan yang telah di siapkan Yong Hwa dan berjalan ke arah lemari untuk mengganti bajunya. Diraihnya kunci mobil di atas meja dan menjalankan mobilnya ke arah yang di sepakatinya. Dia bahkan tidak menyadari kalau sebuah mobil sedari tadi mengikutinya. Namja pengendara mobil itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang “Jong Hyun hari ini aku tidak masuk, tolong kamu tangani semua urusan kantor” ujarnya dan kembali mengikuti Shin Hye

*

Di sebuah kafe di tengah kota Seoul terlihat seorang namja yang tengah tersenyum, wajahnya menggambarkan betapa bahagianya dia, sesekali tangannya memainkan gelas yang ada di depannya, dengan senyum yang sulit di artikan.

“apa yang kamu lakukan? Kamu sudah gila eoh? Shin Hye itu sudah menikah dan kamu tahu sendiri kan siapa suaminya”

“aku tahu, kebetulan sekali kan aku tertarik pada istrinya. Jadi aku bisa sekaligus membalas dendam” ujar Geun Suk

“membalas dendam katamu? Yong Hwa hanya menyelamatkan temannya yang hampir saja kamu tiduri saat itu. Lalu dendam apa yang ingin kamu balas?”

Geun Suk menyunggingkan senyum di ujung bibirnya “dulu dia membuat yeoja itu meninggalkanku dan sekarang akan ku buat dia meninggalkan istrinya sendiri”

“apa yang akan kamu lakukan? Jangan bilang kamu akan..” pria itu tidak melanjutkan kata-katanya, dia menggelengkan kepalanya tidak percaya, tapi Geun Suk hanya tersenyum kemudian beranjak dari duduknya.

“baiklah aku pergi, aku sedang ada janji dengan istrinya” ujarnya dan meninggalkan temannya sendirian

“kamu gila” ujar namja itu

So Eun yang kebetulan berada di kafe itu tidak sengaja mendengar pembicaraan Geun Suk dan temannya. Dia segera meraih ponselnya dan menghubungi Yong Hwa.

*

Shin Hye menghampiri Geun Suk yang tengah menunggunya di sudut klub itu “apa sudah lama?” Tanya Shin Hye.

Geun Suk menggelengkan kepalanya “untuk yeoja secantikmu menunggu lama sekalipun aku tidak keberatan”

“aish selalu saja merayuku” ujar Shin Hye dan duduk di samping Geun Suk

“apa yang akan kita lakukan hari ini untuk bersenang-senang?” Tanya Shin Hye

Geun Suk tersenyum mendengar pertanyaan Shin Hye, kemudian di dekatkan wajahnya ke arah Shin Hye dan berbisik tepat di telinga Shin Hye. “aku akan membuatmu merasakan hal yang tidak pernah kamu rasakan seumur hidupmu”

“mwo? Apa itu?”

“sesuatu yang akan kamu ingat seumur hidupmu” ujar Geun Suk

“terserah kamu saja, aku ke kamar mandi dulu” ujar Shin Hye dan pergi meninggalkan Geun Suk. Geun Suk menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti. Di rogohnya saku celana yang di gunakannya dan mengeluarkan pil, sebuah pil yang di masukkannya ke dalam minuman Shin Hye.

“hari ini kamu milikku” ujarnya dan mengaduk minuman Shin Hye. Shin Hye berjalan ke meja Geun Suk dan kembali duduk di sampingnya

“minumlah” ujar Geun Suk menyodorkan gelas kepada Shin Hye

“gumawo” ujar Shin Hye dan meminumnya. “lalu apa yang akan kita lakukan? Apa yang kamu maksud dengan melakukan sesuatu yang tidak akan aku lupakan?”

“nanti juga kamu akan tahu”

Shin Hye kembali meminum minumannya, tapi tiba-tiba di rasakan kepalanya sangat berat tidak lama kemudian dia sudah tidak sadarkan diri. Geun Suk tersenyum, diangkatnya tubuh Shin Hye dan memasukkannya ke dalam mobil. Geun suk menjalankan mobilnya ke sebuah hotel yang tidak jauh dari klub itu.

Geun Suk merebahkan tubuh Shin Hye di atas ranjang dan duduk di sampingnya. Di tatapnya wajah Shin Hye yang terlihat begitu cantik, tangannya kini meraba wajah Shin Hye.

“cantik, kamu sangat cantik. Tapi sayang sekali kamu istri dari namja itu” ujarnya sambil mengamati wajah Shin Hye. “mulai sekarang kamu dan suamimu akan menderita” tambahnya. Di dekatkan wajahnya ke arah Shin Hye.

Saat bibirnya hampir menempel di bibir shin Hye tiba-tiba ‘Braaaakkkk’ pintu kamar terbuka paksa, Geun Suk segera berdiri dengan kaget melihat namja yang kini tengah berjalan ke arahnya dengan matanya yang memerah menahan amarah. ‘buuuggg’ Yong Hwa mendaratkan sebuah pukulan ke pipi Geun Suk yang menyebabkan darah segar keluar dari sudut bibir namja itu. Di raihnya kerah baju Geun Suk dan di tatapnya tajam

“jangan pernah main-main denganku jika kamu masih ingin hidupmu selamat” ujarnya mendorong tubuh Geun Suk hingga terjatuh kemudian mengangkat tubuh Shin Hye dan membawanya pergi. Orang-orang yang melihat keributan itu menatap Geun Suk dengan tatapan mencemooh kemudian pergi meninggalkannya.

“SIAAAALLL!!”

*

Yong Hwa merebahkan tubuh Shin Hye di atas ranjang kamarnya dan menyelimuti tubuh Shin Hye.

“apa aku bisa menitipkannya padamu?” Tanya Yong Hwa pada So Eun

“tentu..tapi kamu mau kemana?”

“aku akan ke kantor, ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, aku mungkin akan pulang besok. Lagi pula aku akan memastikan namja itu mendapat balasan yang setimpal” ujarnya

“Yong..maafkan Shin Hye. Aku tahu dia hanya mencintaimu. Dia hanya tidak menyadari perasaanya dan betapa berharganya dirimu. Tolong jangan tinggalkan dia”

Yong Hwa tersenyum dan berjalan meninggalkan So Eun.

*

Shin Hye terbangun dengan memegang kepalanya, matanya bahkan masih sangat sulit untuk di buka. Badannya terasa sangat pegal seperti orang yang tertidur berhari-hari. Diedarkannya pandangannya ke seluruh ruangan, dia segera sadar dimana dia berada saat ini. Kamarnya..tapi bagaimana mungkin? Bukankah baru saja di bertemu dengan Geun Suk di klub, kenapa dia bisa berada di kamarnya?.

Di lihatnya ranjang di sampingnya sudah kosong. Dengan malas Shin Hye melangkahkan kakinya ke kamar mandi, kemudian dia turun untuk sarapan. Shin kaget dengan apa yang dilihatnya, yang dilihatnya kini bukanlah Yong Hwa tapi So Eun yang tengah menyiapkannya sarapan. Kenapa So Eun bisa ada di rumahnya sepagi ini? Lalu kemana Yong Hwa pergi.

“kamu sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?” Tanya So Eun ketika melihat Shin Hye sudah berada di dapur. Aku sudah menyiapkan sarapan, kajja kita makan bersama” ujar So Eun

“kenapa kamu bisa ada di rumahku sepagi ini? Dan kemana Yong Hwa pergi?” Tanya Shin Hye saat mereka sarapan

“kamu tidak tahu ya aku menginap semalam. Dan suamimu sudah pergi”

“pergi? Kemana?”

“katanya ada pekerjaan yang harus di selesaikannya jadi dia hrus lembur”

“jinja? Jadi aku bisa bertemu Geun Suk dengan bebas donk” ujar Shin Hye senang. So Eun yang mendengarnya melepaskan mangkuk makannya di atas meja dengan keras.

“Geun Suk? Seharusnya kamu merindukan suamimu, kenapa malah Geun Suk” ujar So Eun kesal

“wae? Kenapa kamu tiba-tiba seperti itu? Geun Suk namja yang baik”

“baik katamu? namja baik mana yang akan meniduri istri orang lain dengan memberinya obat tidur? Namja baik mana yang akan menghancurkan rumah tangga orang lain? Kalau namja seperti itu kamu bilang baik, lalu suamimu namja yang seperti apa? Namja yang tidak baik begitu? Dia selalu melindungimu dan memaafkan semua kesalahanmu, apa menurutmu dia bukan namja yang baik? Dia bahkan rela meninggalkan pekerjaanya demimu, apa kamu menganggapnya tidak baik eoh? Kamu kemanakan otakmu itu eoh? Aku heran kenapa suamimu masih betah dengan yeoja bodoh dan tidak tahu diri sepertimu” ujar So Eun meninggalkan Shin Hye yang tengah terpaku di tempatnya.

“meniduri maksudnya apa? Yya!! So Eun apa maksud perkataanmu itu” kejar Shin Hye, di tariknya tangan So Eun yang hendak membuka pintu rumahnya. So Eun menetapnya dengan tatapan penuh kemarahan.

“kamu masih belum mengerti juga eoh? Menurutmu kenapa kamu tiba-tiba ada di kamarmu pagi ini?” Shin Hye terdiam, hal itulah yang ingin di tanyakannya tadi pagi, kenapa tiba-tiba dia sudah di kamarnya padahal seharusnya dia sedang bersama dengan Geun Suk.

“wae? Kenapa kamu diam? Kamu tidak tahu kan?” So Eun melipat tangannya di dada dan menatap sahabatnya dengan kesal

“Yong Hwa yang sudah tahu hubunganmu dengan Geun Suk mengikutimu kemarin. Dia bahkan rela meninggalkan pekerjaannya hanya untuk memastikan kamu baik-baik saja karena dia tahu namja seperti apa Geun Suk itu. Dan kamu tahu apa yang dilihatnya? Dia melihat Geun Suk akan menidurimu di kamar hotel. Lalu dia membawamu pulang ke rumah dan memintaku menjagamu. Kalau aku jadi Yong Hwa aku tidak akan memaafkanmu” ujar So Eun emosi

Shin Hye terjatuh dan duduk bersimpuh di lantai dia tidak menyangka Geun Suk berniat jahat padanya “jadi inikah maksud ucapan Geun Suk padaku? Apa Yong Hwa tidak akan memaafkanku? Apa dia akan meninggalkanku? Shireo.. aku tidak mau Yong Hwa meninggalkank… Andweeee!!”

Shin Hye menangis dengan keras, So Eun yang melihatnya merasa iba. Di peluknya tubuh Shin Hye yang berguncang hebat karena tangisnya

“uljima Hye-ah..jangan menangis lagi”

“apa yang harus aku lakukan Eun-ya? Aku tidak mau Yong Hwa meninggalkanku, tidak..!!”

“temui suamimu dan minta maaflah padanya, aku yakin dia akan memaafkanmu Hye”

Flashback End

Dan disinilah dia sekarang, masih mematung di tempatnya. Melihat suaminya tengah berpelukan dengan seorang yeoja yang sama sekali tidak di kenalnya. Air matanya kali ini tidak hanya menetes tapi mengalir dengan derasnya. Sakit..itulah yang dia rasakan kini. Hatinya begitu sakit, tenaganya hilang, bahkan untuk menopang tubuhnya sendiri pun dia sudah tidak sanggup.

“nyonya Jung gwenchana?” Tanya sekretaris Yong Hwa ketika melihat Shin Hye yang masih saja berdiri di depan pintu. Yong Hwa sontak menoleh dan mendapati istrinya tengah menatapnya dengan berurai air mata.

“Shin Hye apa ya..” belum selesai dia meneruskan kata-katanya Shin Hye sudah berlari pergi meninggalkannya. Yong Hwa segera mengejarnya dan menahan tangan Shin Hye.

“aku..aku..aku minta maaf” ujar Shin Hye terisak, Yong Hwa segera menarik Shin Hye ke dalam pelukannya untuk menenangkan Shin Hye

“aku tahu aku salah, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu Yong..” Yong Hwa tersenyum dan melepaskan pelukannya. Di angkatnya wajah Shin Hye menghadapnya dan dihapusnya air mata yang menetes di pipi Shin Hye.

“uljima” ujar Yong Hwa

“jangan tinggalkan aku..aku mohon!! Jangan tinggalkan aku karena aku mencintaimu”

“aku tidak akan mungkin meninggalkanmu karena aku juga mencintaimu Hye-ya”

“jinja?” Yong Hwa mengangguk. “kalau begitu berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku”

“aku berjanji, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan meninggalkanmu kalau kamu sendiri yang memintanya” Shin Hye segera memeluk Yong Hwa, tapi kemudian melepaskannya

“ngomong-ngomong siapa yeoja yang tadi? Kenapa dia memelukmu?”

“oh itu, dia rekan bisnis, kebetulan dia dari Amerika jadi dia memelukku, katanya sih itu sudah biasa di negaranya jadi aku menerima saja”

“aih jinjja..naeppun” ujar Shin Hye cemberut

“jadi karena itu kamu berlari pergi? Jangan bilang kamu cemburu” ujar Yong Hwa

“mwo cemburu? Yang benar saja. Aku tidak mungkin cemburu” ujar Shin Hye dan memalingkan wajahnya yang memerah

“yaahh syukurlah kamu tidak cemburu, tapi melihat penampilanmu saat ini aku merasa kamu begitu mencintaiku” ujar Yong Hwa tersenyum melihat penampilan Shin Hye saat ini

“jangan terlalu percaya diri tuan Jung”

“aku tidak percaya diri, aku hanya melihat bukti. Lihat saja penampilanmu saat ini. Baju tidur, rambut acak-acakan dan lihatlah sandalmu” ujar Yong Hwa menunjuk ke arah kaki Shin Hye “kamu bahkan menggunakan dua sandal yang berbeda, sandal tidur dan high heels” tambah Yong Hwa sambil berusaha menahan tawanya. Sedangkan Shin Hye wajahnya kini sudah memerah seperti udang rebus.

“yya!! jangan menertawaiku seperti itu. Kamu tidak tahu ini fashion terbaru” ujar Shin Hye dengan wajah memerah menahan malu

“aku tahu..aku tahu istriku memang seorang yeoja yang fashionista” ujar Yong Hwa. Shin Hye yang merasa kesal segera berbalik hendak meninggalkan Yong Hwa. Yong Hwa kembali menarik tangan Shin Hye ke dalam pelukannya.

“kajima!! Jangan pergi lagi Hye-ya. Aku tidak akan bisa kalau kamu meninggalkanku. Kau tahu apa pun akan aku lakukan untuk membahagiakanmu termasuk melepaskanmu jika memang kamu bahagia” Shin Hye segera melepaskan pelukan Yong Hwa dan memandang suaminya lekat.

“aku tidak ingin kamu melepaskanku apa pun yang terjadi Yong, berjanjilah padaku” ujarnya.

Shin Hye kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Yong Hwa, bibirnya kini tepat berada di atas bibir Yong Hwa. Di lumatnya bibir Yong Hwa pelan dan merasakan betapa lembutnya bibir suaminya, selembut perlakuannya pada dirinya selama ini. Dia tidak perduli karyawan yang melihatnya, dia hanya ingin semua orang tahu betapa dia mencintai suaminya dan sangat takut kehilangan suaminya. Tangannya bahkan kini berada di kepala Yong Hwa untuk memperdalam ciuman mereka, sesekali mereka memiringkan kepala untuk menghirup oksigen di sekitar mereka. Tapi tiba-tiba Yong Hwa melepaskan ciumannya dan membuat Shin Hye kecewa. Yong Hwa mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Shin Hye lirih tapi masih bisa di dengar jelas oleh Shin Hye

“aku tidak tahan, kita lanjutkan saja di rumah” ujar Yong Hwa dan membawa Shin Hye kembali ke rumah mereka.

“tapi bagaimana dengan klien dan pekerjaanmu?”

“itu tidak penting..bagiku kamulah yang terpenting saat ini” ujar Yong Hwa.

“saranghae” bisik Shin Hye di telinga Yong Hwa. Yong Hwa melingkarkan tangannya di pinggang Shin Hye dan berjalan bersama.

Shin Hye tersenyum saat berjalan di samping suaminya, di genggamnya tangan Yong Hwa erat. Kali ini dia tidak akan melepaskan tangan ini lagi, dia tidak akan melakukan kesalahan yang membuatnya menyesal seumur hidupnya. Karena dia yakin apa yang dimilikinya saat ini adalah yang terbaik untuknya dan Jung Yong Hwa adalah yang terbaik untuknya sekarang dan selamanya.

END

Akhinya ff oneshootku jadi juga, mian kalau jelek dan ceritanya terlalu cepat. Ini karena author baru belajar membuat ff oneshoot, gumawo readers sudah mau membaca J

5 thoughts on “Don’t Leave Me Alone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s