Protect Our Married ‘Part 8’

 

POM8

Title : Protect Our Married ‘8’

 

 

Gendre : MIX 

Rating : PG – 17 /straight

 

Author : ArVi

 

 

Twitter : @ivedeira

Fb : arie devi

 

Cast : 

• Kim Jong Woon

• Song EunSeo

• Jung Yunho

• Park Jihyeon 

• Dain /Danniele Kim

 

Suport cast : 

• Song Jong Ki

• Hwang HyunRi 

 

Cameo : 

• Kim Jong In aka KAI kim (EXO’Kai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Quotes This Part : 

 

 

“Dalam cinta, 

  Sesuatu yang sulit adalah ketika kau harus berpura-pura tersenyum,

  Hanya karena tak ingin dia tau,

Dialah alasan kau bersedih”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

Dalam hidup, kendati kita memprioritaskan kata maaf dan penyesalan, itu semua akan tabu jika tanpa ketulusan. Seberapa banyak kau mengucapkan kata maaf itu takan berarti, jika tidak diterima dengan setulus hati. Berbeda hal meskipun kata maaf hanya terucap sekali, tapi itu akan sangat berarti jika dia yang kau lukai, dia yang kau sakiti, telah memaafkanmu dari dasar hati.  It’s real, mencobalah berfikir dengan nyata, meski kau berada di dunia fana,  bahkan dunia maya sekalipun.

 

 

 

 

 

INHWA University 

 

 

 

 

 

 

“semua presentasi, surat persetujuan dekan tinggi, dan uji coba pemantapan akhir dalam bentuk proposal resmi, dapat dikumpul hari ini” perkataan awal EunSeo kontan saja membuat semua mahasiswa mengeluarkan isi tasnya secara panik. Bukan guru Song namanya jika tak membuat kepala serasa lepas.

 

“saya ingin kalian semua  menunjukan presentasi, tanggapan dan ulasan tentang devide at impera. Pendalaman ilmu politik bukan sebatas terpaku pada penentu benar dan salah, tapi juga sebab dan akibat pandangan politik lokal cenderung menurun” EunSeo berucap kata demi kata saat semua mahasiswa mengumpulkan tugas yang ia minta. Sudah bisa ditebak bagaimana respon beragam yang terjadi. Mulai dari mendemplak kening, mendengus lelah, bahkan ada yang terlalu bersemangat dan berambisi menunggu tugas dadakan dari Dosen mereka yang 1 ini.

 

“politik adu domba yang sangat merugikan dan dengan mudah menguntungkan kaum penjajah. Bahkan tersiar kabar, jika Swiss of the land  juga merupakan salah 1 politik sesat yang menganut ajaran ini , bisa diingat pula dulu negara Belanda pernah mendiklatkan politik itu sebagai salah 1 ajaran pencari kekayaan.Yang saya inginkan adalah sebuah penunjang agar negara ini terbombardirkan atau terjauhkan dari hal memalukan tersebut. Buatlah beberapa implementasi dengan argument nyata, kumpul dan ulas didepan bersama”

 

pernyataan demi pernyataan Eunseo seolah seperti bombardir waktu. Pasalnya kini semua mahasiswa tengah membolakbalik buku dengan serius dan berlomba. Melihat cara fikir dan cara mengajar EunSeo yang cenderung dingin membuat semua muridnya merasakan sebuah efek kerja sengatan lebah.

 

“Tanamkan prinsip hukum dengan jiwa sejati, setidaknya__”

 

“Devide at impera bukan hukum, bukan persetujuan, melainkan paksaan dan perjanjian beberapa oknum yang menggilai milik orang lain. Berhenti berfikir terlalu rumit, dan jangan terlalu menghayal bahwa Korea akan dijajah, Jika nyatanya dalam bidang industri hampir semua negara menginginkan dijajah Korea dengan aliran K-POP yang kini kurasa mendunia”

 

“ah ya… perkenalkan , saya perwakilan mahasiswa pertukaran pelajar lokal dari Kyunghee. All about me, You will know later, Songsaenim” pernyataan murid yang mengaku pelajar luar itu membuat semua murid kelas hukum menatap tak percaya. Ini tidak masuk akal menyela saat EunSeo menerangkan.

 

“sebuah opini kadang harus beralasan dan jangan berAsalan.” EunSeo membalas dengan sengit siswa tadi.

 

“hey, bukan opini namanya jika menyinggung fakta secara keseluruhan. Opini itu keluar dari hati, Songsaenim”

 

Dahi EunSeo berkerut. Ia paling tidak suka jam pelajarannya disela dengan argument tidak berarti.

 

“Kim Jong In , Please call me KAI, oke.. ” mahasiswa itu tersenyum sebelah, sungguh demi kutub utara ke kutub selatan, hati semua mahasiswi terasa mencair. Oh Demi Shindong yang ingin kurus! #eeh o.0. senyuman kecil namun terasa memporakporandakan.

 

“baiklah, kita lanjutkan, sebuah fakta menjelaskan bahwa kecenderungan__” KAI Kembali menyela dengan sesuka hatinya.

 

“setidaknya saya dapat diperlakukan lebih baik lagi sebagai TAMU KEHORMATAN,” mata Kai mengerjap-ngerjap pelan saat EunSeo mendekatinya

 

“aigoo.. yeopoda” Kai terperanjat kaget. . Seulas senyum nampak dari sudut bibir Kai, namja itu tidak menyangka ternyata dosen ini sangat , menawan dari jarak yang amat dekat.

 

“smile please , You look so preety, Songsaenim” Kai menaikan kedua tangannya dimeja, ia tersenyum ramah mengdongak kearah EunSeo yang kini malah sudah berdiri didepan bangkunya. Bisa ditebak semua mahasiswa dikelasnya menjadi hening.

 

“ingin mengacau dikelasku?” DEG. Semua murid menarik nafas dan berefek ditahan. Sedangkan KAI,? Bukannya dia seharusnya takut? tapi malah mahasiswa lainnya yang berdebar menunggu reaksi EunSeo, bukan Guru Song namanya jika tidak bisa melumpuhkan dengan tatapan sedingin tadi.

 

“oh, aniyo…. Tenang saja, tugasmu akan cepat kuselesaikan. Aku ini pintar. Maka dari itu dikirim kemari.” KAI dengan acuh tak acuh meraih beberapa note kecil, membubuhkan beberapa kata perkata dengan dibantu sebuah media interconected yang dihubungkan dengan WIFI universitas.

 

“Baiklah, lanjutkan” EunSeo beranjak dengan tenang, akhirnya kini para mahasiswa dikelasnya bisa meloloskan nafas mereka. Aigoo..aigoo..

 

 

 

 

 

_______________________o0o_______________________

 

 

 

 

 

KANTOR KEJAKSAAN – Daegu , South Korea

 

 

 

 

Beberapa pegawai terlihat berbisik-bisik ramai saat Yesung melewati meja kerja mereka. Bukan apa-apa, hanya saja semua orang tengah bingung. Beberapa waktu lalu dia selalu dijemput oleh wanita modis yang diduga kekasihnya. Lalu gerangan apa yang membuat kemarin hakim mereka malah mengakui seorang wanita intelek sebagai istrinya? Bukan bermaksud bergosip atau menyebar berita murahan, hanya saja mereka tengah menepis pikiran bodoh bahwa Yesung adalah playboy kelas kakap.

 

“tersangka memenangkan kasus 3 hari yang lalu. Cah.. kau benar-benar hebat merubah status korban menjadi tersangka. Bahkan tersangka menjadi korban. Aigooo.. kalau begitu banyak masyarakat akan takut menyeselesaikan masalahnya di pengadilan. Salah-salah mereka bisa menjadi tersangka. Tsk” Kangta menaruh beberapa file kasus yang sudah diselidiki dan layak dibawa ke meja pengadilan.

 

Yesung hanya diam, tidak mengubris sama sekali. Entahlah , Ia hanya memaksakan agar pikirannya bisa terkoneksi dengan baik. Setidaknya tidak sembrawut kesegala arah dan akhirnya munculah berbagai tindakan konyolnya dengan EunSeo beberapa hari lalu. Aigoo… Mengapa gadis itu selalu bergelirya di kepalanya yang pening?

 

“ya……. Aku tau pikiranmu tengah kemana-mana Tuan Hakim. Satu sisi memikirkan kekasihmu, satu sisi lagi ke istrimu, dan ditambah bisik-bisik tentang julukan barumu. ‘Magistrate 2 hearts’” Kangta merubah suaranya menjadi mendayu sembari menggoda sahabat merangkap rekan kerjanya itu.

 

“……………..” Yesung tetap bungkam, ia paling malas jika membahas tentang gosip. Jadilah ia tetap fokus pada bertumpuk-tumpuk studi kasus yang baru saja Kangta bebankan.

 

“aih,,. Dimana sopan santun pada seniormu, Hakim Kim. Caaah, kurasa julukan HAKIM 2 HATI sangat keren untukmu.” Kangta menarik semua berkas yang Yesung baca, membuat namja itu mendongak.

 

“ini jam kerja Jaksa Kang.”

 

Kangta menatap juniornya dengan geram. “YA! Keprofesionalitasmu berlebihan!”

 

“haaah…” Yesung malas dan malah bangkit menuju lemarinya, meraih beberapa tuntutan dilokernya. Yaa.. bisa dibilang tuntutan yang tertunda.

 

“ah tunggu, jangan katakan kau sedang bertengkar dengan istrimu?”

 

“………………..”

 

“YA~~ Jawab pertanyaanku Kim Jong Woon.” Kangta mendengus sembari meletakan kembali file-file tugas dimeja.

 

“Kasus percobaan pembunuhan Menteri Choi sudah kau selidiki, Hyung ? kurasa ini___”

 

Kangta dengan sebal menolak file yang Yesung berikan padanya. “ani..aniyaa… aku akan mengambil cuty setelah sidang besok. Kau tau? Pemerintah memang menggajihku sangat besar. Bahkan memberikanku tempat kehormatan. Tapi, dari semua kerja kerasku, kenapa pemerintah tidak memberikanku seorang yeoja idaman?”

Kangta kini malah menyerobot tempat duduk Yesung, membuat namja itu mendengus.

 

“yaa… 11 / 12  lah dengan istrimu.”

 

“mwo?” Yesung menatap jengah kehadapan Kangta. Kenapa jaksa yang 1 ini malah bertingkah sangat menyebalkan pagi ini?

 

“baiklah..baiklah.. Jujur saja, aku heran. Apa bagusnya lelaki workaholic sepertimu? Jangankan romantis, kurasa kalian belum malam pertama”

 

GLEK

 

Pernyataan Kangta membuat Yesung tercenung. Boleh ia mengajukan banding pada Tuhan, agar bisa punya anak tanpa ritual ‘Itu’? o.O

 

“Setelah gadis girlie bersuara merdu, sekarang membawa wanita intelek yang mempesona. Aish…. Baiklah, jika kau bercerai dengannya, aku tak berkeberatan menjaganya. Hahaha”

sesungguhnya itu bukan hanya gurauan. Jika saja pada saat sidang 3 hari yang lalu, Yesung tak mengakui wanita itu sebagai istrinya, Kangta bersumpah akan menagih nomor ponsel yeoja itu, lalu alamat rumah, dan tanpa babibu langsung melamarnya. Toh ia bukan lelaki muka tembok yang tak sadar usia.

 

“terserah kau saja”

 

“mwo?????? Ben-benarkah?” wajah Kangta terkejut sembari berbinar, apa tadi? Sirine hijau? Apa itu artinya Yesung menginjinkan untuk merebut istrinya secara terang-terangan.

 

“langkahi dulu mayatku”

 

“???????!!!@#@$” o.O

 

 

 

 

 

 

 

 

_______________________o0o______________________

 

 

 

 

 

 

INHWA University 

 

 

 

 

“apa lagi ini?” EunSeo memandang kecut kearah ban mobilnya, setelah tadi ponsel yeoja itu entah dimana perginya, kini malah kedua ban mobilnya sudah mengkeret diaspal. Sial! Perasaannya berkata tadi pagi ban mobil ini baik-baik saja.

 

EunSeo memandang arloji putih dipergelangan tangannya. Sebenarnya sepulang dari mengajar ia harus mendatangi kakek Kim dahulu. Bisa ditebak bagaimana reaksi kakek Yesung saat ia tak berkunjung kerumah sakit 1 hari saja, tidak makan? Tidak minum?oh entahlah .  Mungkin Ini adalah alasan utama Yesung menikahinya. Karena tanpa EunSeo kakek Kim tidak mungkin memiliki semangat apapun.

 

“Aaaaaa…..AAAAaaa………. Kai oppa! Oppa!” Eunseo memalingkan wajahnya kearah kanan, disana nampak beberapa siswa mengejar sebuah audy silver berplat 3458 KS. Siapa lagi kalau bukan murid pertukaran itu.

 

BIP

 

BIP

 

EunSeo kembali menghentikan aksi memandangi ban mobilnya, beralih pada suara klakson. Dibelakangnya nampak kini KAI membuka kaca samping mobilnya, membuka kaca mata, lalu mengerjit pelan menghadap EunSeo.

 

“hey, ada masalah Songsangnim?”

 

Benar-benar hampir membuat EunSeo mati beku. Apalagi dengan kumpulan mahasiswi yang mengejar mobil KAI tadi. Kini mereka nampak berhenti dan membuat kerumunan sembari berbisik-bisik tak penting saat Kai menunjukan perhatian lebih pada EunSeo.

“bukan masalah besar”

 

“jinjja? Ini sudah jam 7 sore, tsk. Apa kau ingin menunggu percuma seperti wanita wanita bodoh itu? Ckckckc, tapi bedanya mereka hanya menungguku. Setelah aku pergi mereka bisa pulang dengan mobil pribadi. Lalu kau? Aigooo… apa mungkin ada taksi dijam-jam ini? Kurasa para supir taksi sedang mandi di toilet umum” Kai menatap EunSeo dengan tatapan menggodanya.

 

“…………….” EunSeo masih diam, ia sibuk mengobrak-abrik tasnya, mencari sebuah benda yang setidaknya bisa menyambungkannya dengan Yesung sekarang juga.

 

“kau mencari ini? Aigoo… telitilah saat memasukannya kedalam tas, untung saja aku kaya. Kalau tidak, ah… ini ponsel lumayan mahal , Songsangnim..” Gemertak, dan mengepal. Astaga, jika Kadar emosi EunSeo selabil mahasiswi yang kini malah terlihat gigit jari melihat perhatian Kai padanya, maka EunSeo bersumpah ingin mencakar wajah sok rupawan itu.

 

“berikan padaku”

 

“wowowowow…

masuklah,

kuantar,

dan ponsel ini kembali.

Habis perkara” Demi neptunus dewa lautan! EunSeo merasa emosinya tengah diombangkan oleh mahasiswa angkuh ini.

 

“AAAAAAAAAAA……..” sudah bisa ditebak saat EunSeo memasuki mobil Kai, semua mahasiswi itu bertriak membabi buta. Oh My!

 

“Ckckckc, benar-benar fanz servise yang buruk ya?” Kai bergurau dengan siulan acuhnya, tentu saja EunSeo hanya diam. Apa yang perlu ia bicarakan lagi?

 

“berikan ponselku”

 

Kai berjengit sebelah, tangan kiri namja itu merogoh saku kanannya, dan mengeluarkan ponsel berwarna hitam simple. “5 juni 1988, ternyata kita hanya berbeda 4 tahun, nunna!”

 

“jaga sopan santunmu” EunSeo merampas cepat ponselnya. Ia tidak bodoh, dan sangat yakin betul, namja kurang ajar inilah yang menyebabkan semua kesialan itu. Penguntit kelas rendahan.

 

“ah baiklah… ternyata kau sulit kuajak bercanda ya? Heum… Kau sudah memiliki kekasih?” Kai mengeluarkan jurus maut andalannya. Ia berani bertaruh, Ratu elisabet 1 sampai 12 pasti akan meleleh juga.

 

“tidak”

 

Mata Kai berbinar, hahaha apa katanya tadi? Tidak? ah masa bodoh, yang  jelas ini semacam lampu hijau untuknya.

 

“jinjja? Aigooo,… songsangnim, berarti kita sama sama___”

 

“aku harus menyiapkan air panas untuk suamiku. Jadi cepatlah”

 

“NDE??!!!!#!$@”

 

 

 

 

 

 

 

______________________o0o______________________

 

 

 

 

 

 

 

20:22 KST_

 

 

YeSeo – Home , Appgeujong-South Korea

 

 

 

 

 

 

 

Yesung mengisi air kedalam gelas dan meneguknya sampai habis, entahlah ia merasa seharian ini tidak bekerja dengan sepenuh hati. Lelah? Tidak sama sekali. Bukankah ia dan EunSeo sudah libur selama 2 hari untuk rencana bulan madu mereka yang gagal 100%?

 

“hah…” Kepala Yesung terselonjor kebelakang meja makan. Semenjak tadi ia ingin bertanya dimana EunSeo? Tidak biasanya rumah sepi, ya meskipun ia harus mengunjungi kakek, tapi tetap saja dia tak pernah pulang selarut ini.

 

Suara pagar digeser, sudah barang tentu Yesung langsung bangkit. Panik? Entahlah. Tapi kali ini bukanlah suara mobil EunSeo. Tidak mungkin ferari bersuara audy, bahkan suku cadang mereka berbeda.o.O

 

Dengan cepat namja itu membuka jas hakimnya, menampakan kemeja putih dengan 4 kancing yang terbuka #aas..astagaa author mampet😀

 

“aku hanya ingin mengantarkan anda sampai tujuan tanpa lecet sedikitpun. Yaa.. sekaligus  membuat suami anda sedikit turun mental setelah melihat ketampananku.” Kai berguyon sendiri mengekor dibelakang EunSeo. Sejujurnya yeoja itu tengah lelah, dan makin lelah lagi setelah seharian direcoki bocah ingusan ini.

 

“heum.. kurasa suamimu akan meninggalkan warisan yang menggunung” kembali Kai bergumam sendiri sembari menatap sedikit takjub kesegala arah halaman rumah EunSeo. Bisa ditebak KAI sedikit heran meskipun rumahnya juga besar tapi ini?, padahal dari depan, hanya terlihat sepintas, tapi saat masuk, ia tak menyangka jika halamannya bak stadium glora bungkarno milik negara tetangga sebelah .

 

“heiis, tau begitu, mobil pun kuajak masuk” Kai mulai bosan berjalan , apalagi mengekori EunSeo yang bungkam seribu bahasa.

 

Hhh…hh… nafas Kai sedikit terputus saat kini ia sudah berdiri didepan pintu bercat coklat keemasan. Ia tak mau berfikir campah lagi mengenai tampak depan rumah EunSeo yang hanya terlihat memeliki 1 pintu, 2 kaca dan 2 kursi. Cukup didalam hati ia menebak bagaimana mengerikannya tempat ini. Apalagi setelah tak melihat pelayan atau satpam satupun. Lalu yang mengurus rumah ini siapa? Jangan katakan bidadari ganas dihadapannya ini seorang diri.

 

Tepat saat EunSeo hendak membuka kenop pintu, Yesung sudah muncul dari balik pintu rumah mereka. Memandang raut lelah dan tetap datar khas istrinya.

 

“larut sekali” Yesung nampaknya belum menyadari kehadiran KAI yang mematung tak jauh dari sana. Boleh ia kehilangan kepercayaan dirinya meski hanya setetes. Sungguh, ia kira suami gurunya adalah lelaki tua yang kaya raya. Tapi___

 

“dimana mobilmu?” Yesung kini sudah menyadari kehadiran KAI. Ia menatap namja itu dengan raut bingung. Sudah bisa ditebak KAI sekarang mati konyol. Bisa dibayangkan saat kalian berhadapan langsung dengan suami dari orang yang kalian sukai?

 

“ada sedikit masalah.”

 

“ah… kenalkan, aku Kim Jong In. bisa panggil aku KAI.  bagapta ajjushi”

 

Yesung menatap KAI yang kini malah mengulurkan tangannya. “aku idola dari istrimu. Yaa bisa dibilang dia fanz ku”

 

“MWO?” EunSeo melempar tatapan jengkel. Hey! Fitnah yang sangat kurang keji!

 

 

“ah, ahahhahaha, ak-aku hanya bercanda.. aku mahasiswa andalan dari Kyunghee yang diberikan kehormatan study bangding kesekolah Song Songsaenim. Dan tadi mobil istrimu mendapat kerusakan parah. Jadi Aku membant__”

 

“terimakasih sudah mengantarnya, silahkan masuk” Yesung langsung memotong perkataan KAI, sejujurnya ia sedikit risih dengan tindakan anak muda yang 1 ini, atau mungkin beginilah style anak muda jaman sekarang?

 

“tidak perlu.” EunSeo dengan cepat membantai ucapan Yesung dengan lontaran kilatnya.

 

“ah, mak-maksudku, lain kali saja. Yesung baru datang dari California, dan-Dan aku merindukannya. Jad-Jadi aku__” EunSeo ingin sekali menampar bibirnya yang amat sangat liae berbohong yang tidak iklas seperti tadi.

 

“………..” HENING

 

Yesung tengah menatap bingung kearah istrinya, yang pertama karena ia ingin menyelidiki jin apa yang menembus tabiat dingin istrinya, kedua tentang reaksi KAI layaknya seseorang yang pupus harapan.

 

“ah… gwencana songsaenim… lainkali aku akan mengantarmu, saat suamimu pergi saja. Anyyeong”

 

GLEK

 

 

EunSeo mematung. Diumurnya yang 25 tahun. Ini pertama kalinya ia merasakan fitnah elektrik shok yang tidak terduga. Bahkan siswa sombong itu tidak memiliki rasa takut sedikit pun apalagi rasa bersalah. Aigoo..aigoo.. lihatlah langkahnya terlihat sangat ringan tanpa beban. Padahal ia sempat menjadi terdakwa perebut istri orang. Oh baik, EunSeo sedang tidak ingin berkomentar soal ekspresi Yesung.

 

 

 

 

 

 

 

_________________o0o________________

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alunan nada ponsel Yesung mengusik mata EunSeo yang terpejam. Sebenarnya ia belum terlelap sama sekali. Hanya saja ia tengah bingung menghadapi situasi yang seperti ini. Ya meskipun ia akui, sebelumnya ia dan Yesung sudah biasa ada dikondisi saling diam begini. Tapi ini berbeda, Yesung seolah malas menyapa bahkan menatapnya.

 

Entah ini kebetulan atau apa, setelah ponsel Yesung, kini malah ponsel yeoja itu yang bergetar. Jangan salahkan kalau ia berfikir bodoh bahwa si murid perecok itu yang menelponnya.

 

Bukan malas mengangkat, EunSeo hanya ingin menjaga perasaan Yesung, jika ia mengangkat ponselnya, itu berarti dia dengan tidak secara langsung mengakui aksi pura-pura tidurnya.

 

“angkatlah” Fine! EunSeo rasa Yesung sudah tau ia belum tidur. Dan jadilah, dengan perlahan EunSeo meraih ponsel dinakas kanan BEDnya. Bukan Telepon melainkan pesan.

 

 

 

‘aku minta maaf tentang kejadian 3 hari lalu, eonnie’

 

 

Jangan ditebak, pikiran EunSeo langsung tertuju pada Jihyeon. Nomor tak dikenal ini pasti milik yeoja itu. Ini sejenis pengungkitan luka lama.

 

 

“siapa?”  Yesung bertanya dengan ragu, Sejujurnya hal yang membuatnya tidak bisa tidur adalah keberadaan namja yang mengaku murid EunSeo. Yaa… Meskipun Yesung tidak yakin kalau EunSeo berselingkuh dengan anak kecil itu, setidaknya lebih realistis jika ia berselingkuh dengan Yunho saja. Aissh,… mana bisa semacam itu?

Ohk baik, jika dengan Yunho bukan masalah. Toh ia dan EunSeo tidak pernah terlalu mengikut campurkan urusan masing-masing. Selama tau batas dan kewajiban. Dan Yesung menyadari kelemahannya yang belum bisa lepas sepenuhnya dari Jihyeon, jadi itu hak EunSeo jika ingin selingkuh.

Aish.. tapi ini yang benar saja anak kecil?

 

“bukan masalah penting” berani bertaruh perasaan Yesung semakin tidak enak. Baik ia takan bertanya lebih lanjut, toh jika EunSeo juga bertanya tentang penelpon yang menelponnya tadi, Yesung tidak akan jamin menjawab dengan jujur bahwa itu Jihyeon yang mengajaknya bertemu di Cafetaria. Setidaknya meski Yesung tau ini salah, ia juga harus tetap menjaga perasaan EunSeo.

 

 

 

 

 

 

___________________o0o_________________

 

 

 

 

 

 

 

MOKPO , Taesan Resort

 

 

 

 

 

 

“haaaah… ini mustahil!” sudah bisa ditebak jika sejak pagi hingga malam ,  namja ini uring-uringan, kemana lagi ia harus mencari dana sebesar itu, kesempatannya semakin menipis, jika hanya bantuan mr.Chey, ia yakin Resort ibunya akan tetap terjual.

 

 

“tak berguna..” Jongki mendesis pelan. jauh didalam lubuk hatinya, ia tengah bingung, gagal dalam hal ini, itu sama saja artinya ia membuat perjuangan adiknya sia-sia. EunSeo sudah Melepas cintanya dan beralih pada kehidupan perjodohan, sedangkan dirinya tenang-tenang saja melihat EunSeo dengan hidupnya yang terjungkir balik demi mempertahankan GNI Group.  Dan dia ? untuk mempertahankan RESORT terakhir ibunya saja tidak bisa. Tidak. Itu tidak boleh. Lalu bagaimana?

 

Ketukan pintu membuat JongKi mendongak,

 

“YA! Kau! Ken-kenapa kau _ aissh.. kau tau tempatku dari mana?” JongKi meradang kesal saat melihat awal malapetakanya datang lagi.  (chek! part 4 dan 5)

 

Hyunri mempoutkan bibirnya kasar, dan duduk di ranjang di samping JongKi, tentu saja lelaki itu lekas-lekas menggeser dirinya menjauh.

 

“mau apa lagi kau huh?” JongKI menatap dingin kearah Hyunri, sudah bisa ditebak yeoja itu tidak mengubris sama sekali.

 

Kini Hyunri malah meletakan kaki kirinya diatas kaki kanan. Lalu menggerakan tangan sebagai tumpuan dagu menghadap kearah JongKi, “Kang Maroo ssi. Kau berhasil” HyunRi menuding dada JongKi secara kasar.

 

“aku bukan Kang Maroo , nona Hwang yang terhormat”

Jong Ki dengan cepat menepis kasar tangan HyunRi lalu  bangkit dan meraih jaket kulit berwarna hitam. Ia malas meladeni hal semacam ini, kalau saja ia tak terlanjur berbohong kemarin untuk membantu melepaskan HyunRi dari perjodohan gilanya dengan Yunho. Maka mungkin ia akan menerima rencana tuan Song untuk mendekati HyunRi dan menggagalkan investasi Jung Corp dan beralih ke GNI group . yaa setidaknya hal itu bisa membuat ayahnya batal menjual Resort ibunya.

Tapi sekarang? Apa jadinya jika tuan Hwang tau dirinya berbohong menjadi Kang Maroo yang peternak ikan? Matilah ia!

 

“hhh.. baiklah, langsung keduduk permasalahan, apa yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu kemarin?”

 

Mata JongKi bergerak, dasar gadis angkuh ini benar-benar menambah bom di otaknya saja.

 

“pergi. Maka aku akan menganggap hal itu tak pernah terjadi. Kau tak perlu repot-repot untuk mengucapkan terimakasih”

 

HyunRi berdecak, ia bangkit dan mensejajarkan dirinya dengan tubuh JongKi.

“kau kira aku akan percaya? Setelah hari ini mungkin kau akan memakai hal itu sebagai kunci untuk memerasku! Hey aku tak sebodoh yang kau kira tuan”

 

Mata JongKi mendelik, buku-buku tangannya terasa ingin keluar, masalahnya dia yeoja, jika namja maka kau sudah habis nonna Hwang!

 

“berani kau menilaiku serendah itu?” wajah beringas JongKi muncul, membuat HyunRi mundur 1 langkah.

 

“why not” ungkap HyunRi secara cepat. “kau lupa aku siapa? Jangan samakan aku dengan wanita yang kau tipu, hey, aku ini gadis pintar.”

 

“45% harga saham GNI Group.”

 

Lontaran keinginan JongKi membuat HyunRi tersentak cepat, yeoja itu syok. Apa namja ini gila! Itu sama saja membunuhnya secara perlahan. 45 % saham GNI Group setara dengan gajinya seumur hidup. Astaga namja ini..

 

“mwo?! Kau gila huh?!”

 

JongKi menatap remeh kehadapan HyunRi, siapa suruh menantangnya. Toh memang itu keinginannya.

 

“bagaimana? Orang bodoh memang dikalahkan oleh orang pintar, tapi orang pintar dikalahkan oleh orang cerdik dan cerdas, dan terakhir orang cerdas dikalahkan oleh orang beruntung. Realistis kan? Caah! Aku memang menjadi orang beruntung karena ada gadis pintar yang dengan bodohnya menawarkan diri”

 

“kau___” dagu HyunRi mengeras.

 

“woowowo… beruntungnya aku dilahirkan menjadi namja yang tampan dan materialistis. Tidak perlu bersusah payah bekerja , uang datang dengan sukarela” JongKi tertawa puas setelah berhasil membuat HyunRi kalang kabut.

 

“bajingan!”

 

“tidak,  jika bukan karena kau yang memulai! Dasar bodoh! Seharusnya harga dirimu yang kau agungkan itu tidak kuinjak hanya karena hal sepele. Itu salahmu. Maka sekarang pergilah, simpan ucapan terimakasihmu, tenang saja, aku pastikan jika suatu hari ada yang memerasmu, itu bukan aku! Kau bisa pegang kata-kataku ini nonna Hwang yang pintar.” JongKi menatap tepat di bola mata HyunRi seolah membuka sebuah tantangan dan ialah pemenangnya. Menang dengan terhormat.

 

“tunggu!” HyunRi menarik tangan JongKi dengan keras.“aku menyukaimu”

 

“MWO??!!!##”

 

 

 

 

 

 

 

 

______________o0o_____________

 

 

 

 

 

 

 

 

“aku serius namja gila!” HyunRi menyesap cappucino hangat yang JongKi belikan di café malam ini. Sedangkan JongKi ? ia tengah sebal, ia kira adu mulut tadi akan berakhir keren. Nyatanya apa? Aigooo..

 

Pusing sudah ia memikirkan nasib takdirnya.

 

Semua ini diawali dengan runtuhnya saham perusahaan appanya –GNI Group- , lalu kandasnya hubungan adiknya  -EunSeo- dengan Yunho karena pernikahannya dengan namja yang bernama Yesung itu. Lalu ini? Yeoja yang hendak dijodohkan dengan Yunho malah menyukainya? Menyukai dirinya dengan identitas Kang Maroo?! Yaa tuhan…

 

“kau yeoja gila. Setelah ini pulanglah”

 

“tidak”

 

“mwo?”

 

“kau ingin aku kembali kesarang laba-laba itu lagi? 23 kali dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali bukan typeku. Lalu kemarin? Seharusnya aku berhasil menikah dengan namja dari Jung Corp. karena kupikir ia tak terlalu buruk. Tapi nyatanya apa? KAU DATANG! Haah sial!”

 

JongKi melayangkan sendok cappucinonya kekepala HyunRi.

 

“YA! Apa yang kau lakukan!”

 

“apa maksudmu karena aku! Sudah berbaik hati aku menyelematimu kemarin! Dasar wanita bodoh sok pintar. Tutup mulutmu dan bayarlah! Kau merusak pagi indahku!”

 

Kontan HyunRi mendelik, ia dengan cepat menarik tangan JongKi.

 

“yaaa~~~ kau tak bisa meninggalkanku begitu saja, dan_ dan masalah membayar, itu___aku….”

 

JongKi berbalik menatap HyunRi kesal, “apa lagi?! Kau ingin bilang tidak bisa bayar ? hey dimana otak batu angkuhmu tuan putri Hwang!”

 

HyunRi menelan ludahnya, sungguh ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Sejujurnya uangnya sudah habis untuk membayar taksi , itupun ia kebingungan mencari alamat namja yang ia panggil Kang Maroo ini. Uangnya habis?

Kiamat apa yang terjadi hingga uang sang tuan putri habis?

 

“aku pergi dari rumah”

 

“M-Mwo?” JongKi berbalik dan menelisik wajah HyunRi yang kian menunduk.

 

“ah aniyo.. hum lebih tepatnya aku___ aku diusir dan segala fasilitasku diambil karena menolak perjodohan kemarin”

 

JongKi menatap raut wajah HyunRi yang tersenyum polos, harusnya wanita itu sedih, tapi kenapa ia bisa se- se.. ah dasar gadis aneh!

 

“hah….arraso. Lalu maumu apa?”

 

“ikut denganmu”

 

Kursi café itu terdorong keras , akibat aksi terperanjat JongKi

 

“m-mworago?!!! Hyaa… kau sedang tidak waras nonna?!”

 

HyunRi menggeleng, kali ini ia kembali memasang raut teraniyaya yang sukses. Oh baiklah ia berhasil membuat JongKi terenyuh.

 

“hah… mungkin aku memang lebih baik pergi dan menerima pernikahan itu. Kau tau? Awalnya aku bukan menikah dengan putra Jung Corp” HyunRi menarik nafasnya, menahan dan menghembuskannya.

“tapi dengan pewaris GNI Group. Yeah… aku seperti mainan yang dilempar sesuka hati appa. Ia tak percaya akan kemampuanku. Apa kurangnya aku? Aku ini sudah berusaha mati-matian melakukan segala hal demi membuat appa bangga dan mempercayakanku memimpin Hwang Group. Tapi nyatanya?”

“aku tak lebih dari mesin pencetak keturunan agar bisa melahirkan namja pewaris sah group Hwang. Aku tak mau Maroo ya… ak_aku tidak ingin menikah muda! Aku bukan hanya mesin pencetak anak! Aku wanita yang bisa mandiri. Beri aku kepercayaan maka semua akan mudah! Aku bisa! Tapi mengapa aku selalu diragukan.. kenapa?..”

 

 

JongKi mengiba. Sejujurnya wanita ini mesib dengan adiknya EunSeo, mereka sama-sama berjuang namun akhirnya tak dianggap. Mereka sebenarnya kuat, tapi selalu diragukan.

 

“menangislah” JongKi kontan menarik HyunRi kepelukannya, membuat pengunjung café bertepuk tangan dan bersiul. Haah… drama dan dialog mereka rupanya menjadi menu pagi ini.

 

Dengan Cepat JongKi melepas pelukannya, begitu pun dengan HyunRi, yeoja itu menatap dengan semu memerah, aigooo..aigooo.. ia malu.. malu sekali.

 

 

“ah.. mi-mianhae.. heum.. lupakan, aku mungkin akan menerima perjodohan itu, setidaknya aku minta maaf merepotkanmu Kang Maroo ssi”

 

“Jangan!” pekikan JongKi kontan membuat HyunRi terkejut. Bagaimana pun ia belum siap jika EunSeo kehilangan Yunho. Hanya Yunho yang bisa menerima adiknya dengan tulus. Ia tak mungkin bodoh membiarkan satu-satunya kebahagiaan EunSeo hilang.

 

“nde?”

 

“aku__aku juga menyukaimu”

 

“MWO??@!!#!!”

 

 

 

 

 

 

 

________________o0o_______________

 

 

 

 

 

 

 

 

22:23 KST_

 

 

 

 

“apa udaranya dingin?” Yesung menatap EunSeo yang terlihat membenarkan letak mantelnya. Memang ide bodoh karena mengajak yeoja itu keluar malam-malam begini dengan alasan tidak bisa tidur.

 

EunSeo menggeleng, ia malah berjongkok didepan air sungai yang mengalir pelan. “kenapa air sungai selalu tenang dimalam hari?”

 

Yesung tersenyum, meski gelap, setidaknya bekas bulan purnama masih menyinari kilauan Sungai Han. “karena mereka sedang tidur”

 

“pikiran bodoh”

 

“……………….” Hening, kini suasana itulah yang menyelam diantara keduannya. Entah hanyut karena sepoian lembut angin malam atau karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

“ohk, aku punya sesuatu” Yesung merogoh saku mantel bulunya. Dan mengeluarkan sebuah PIN Superman.

 

“untukku?”

 

“ah… kal-kalau tidak suka juga tidak apa-apa” Yesung merasa menjadi orang idiot jika bersama wanita ini. Suasana sudah mendukung tapi kenapa hal yang ia bawa justru tidak mendukung?  PIN Superman? Aigoo… Setidaknya hal romantis yang cantik.

 

“tidak buruk. Tidak juga bagus. Gomawo” EunSeo dengan cepat merampas PIN kecil bergambar Superman yang bertuliskan ‘Cause I’m Your heroes”

 

“ah, sebenarnya itu ada artinya” Yesung mencoba mengatur nafasnya jengkal demi jengkal.

 

“aku tau” EunSeo tersenyum sembari mengenggam erat-erat pin itu di tangan kanannya.

 

“ah… artinya aku tidak perlu menjelaskannya , bukan?” Yesung menggaruk asal tengkuknya, memikirkan kata yang pas. Kikuk, kikuk sekali.

“tapi akan kujelaskan.”

 

EunSeo memandang Yesung dengan tatapan anehnya. Apa yang namja ini fikirkan?

 

“aku kira kau orang yang kesepian, jadi saat kita bertengkar, kau bisa berbicara dengan PIN itu seolah berbicara denganku, maka aku akan membalas ucapanmu meski dari jarak yang jauh”

 

EunSeo terkekeh mendengar ucapan Yesung, siapapun akan mengira ia gila mengeluarkan ungkapan tabu semacam tadi.

 

“aku tidak bercanda” penekan intro nada dari bibir Yesung kontan membuat jantung EunSeo terasa melompat dari sangkarnya, apalagi saat namja itu kini meraih tangan kirinya, mengelusnya dengan pelan.

 

“………………………”

 

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu, sedikit pun.” Sungguh langit bagai runtuh diatas kepala EunSeo, membuat hati yeoja itu berdebar tak karuan. Oh sungguh, Yesung berhasil membuatnya mati beku lagi.

 

“tetap bersamaku. Maka semuanya akan baik-baik saja” kembali lontaran kalimat Yesung disertai elusan tangan yang lembut mampu membuaikan seluruh otot-otot tubuhnya.

 

“lambat laun, aku yakin kita akan saling menghargai. Dan mereka akan mengerti” Mereka ? siapa? Boleh EunSeo merasa nyaman saat kini lengan Yesung membawanya kedekapan bidang namja itu, membuat harum maskulin tak terhindarkan lagi,

 

 

 

 

 

 

_________________o0o________________

 

 

 

 

 

 

22 AGUSTUS 2005

 

 

 

 

 

“Aku hamil…” tubuh DAIN merosot diantara kedua kaki JongKi. Bunga Mawar yang ia hadiahkan untuk kekasihnya itu tiba-tiba jatuh perlahan.

 

“Kau kira ini lucu? ,…“JongKi memandang nanar tubuh kekasihnya yang semakin lama semakin erat memeluk kaki kirinya

 

“please trust me, I Love You More than you know. An-and this our baby…”

 

Kepala JongKi menggeleng perlahan, sebuah ketidak percayaan menyembul dihatinya. 

 

“oppa… trust me…”air mata DAIN telah bercucuran menyentuh lantai apartement JongKi. Meskipun ia akui sempat menerima perjodohan orang tuannya. Tapi  Ia bukan wanita murahan yang menyerahkan segalanya pada sembarang lelaki. Hanya JongKi. Sungguh.

 

“kukira kau akan meminta maaf dan kembali padaku. Tapi kau ternyata lebih licik dari yang kukira. ! apa lelaki itu menendangmu, huh?” dengan sangat kasar JongKi mendepak kasar tubuh Dain. Tapi wanita itu belum jera juga.

 

“tidak…tidak  oppa. Mike sangat baik padaku. Aku tidak mungkin bodoh membohonginya dengan  status anak ini. Kumohon.. percayalah…” Dain kembali meraih kaki JongKi. Seolah tidak memiliki harga diri, ia tak berniat bangkit, sudah cukup ia menyakiti Namja ini. Tidak mungkin ia juga akan menyakiti anak ini.

 

“kau pikir semudah itu?, perempuan dusta” Dengan kasar JongKi menendang tubuh Dain, membuat wanita itu terpental kebelakangdan terantuk ujung sofa.

 

Sebelum berhasil menyusul langkah JongKi  yang kini telah menghilang dari balik pintu. Dain merasakan perutnya sangat sakit. “akh… argh… op_oppah…”

 

 

 

 

 

##

 

 

 

 

“SIAL!” mata Dain terbuka perlahan. Mimpi semacam itu kadang membuatnya malas untuk tidur. Tidur sama saja membuka luka lama yang justru semakin hari semakin membunuhnya.

 

Dengan kasar Dain meneguk segelas air dinakass. Sedangkan tangan kanannya kini bergelirya menekan beberapa ID dikontak handphonennya.

 

“ini aku.” Tak butuh waktu lama, orang diseberang sana sudah mengangkat panggilan DAIN.

 

“…………………..”

 

“terserah kau, aku hanya membantumu mengenyahkan perempuan itu, lalu selanjutnya kita akan bersaing bersama. Bukankah itu menarik?”

 

“…………..”

 

“heh, kau kira aku serendah itu? Tak tau saja, bahkan dengan mudah aku bisa membunuhmu juga , nona Park.”

 

“………………..”

 

“maka dari itu, ikuti kata-kataku! Idiot!” Dain memekik keras sembari memutus panggilan pada orang diseberang sana. Itulah wanita, lemah karena obsesi. Tidak tau apa yang akan terjadi padanya setelah salah menikam.

 

“bodoh, sangat bodoh” Dain kini malah meneguk segelas wine dan menyandarkan diri kebelakang BEDnya. Menerawang tindakan bodoh wanita itu.

 

“Kau tidak bisa memilah , mana musuh dan mana saingan. Tsk”

 

“wanita Malang.”

 

“hahahahaha, aku hanya penonton. Dan aku akan menjadi pemenang. Selamat datang di arenaku, Song EunSeo”

 

 

 

“kau sudah puas?” mata DAIN tiba-tiba mendelik saat seorang namja membuka pintu kamarnya dengan kasar.

 

Dain tersenyum, “sangat puas”

 

“lepaskan ibu” KAI- namja itu Kim Jong In. Menjadi adik tiri dari wanita rubah semacam Dain bukan harapannya. Sekalipun ia harus mati, ia tak sudi sedikit pun menemui wanita ini lagi.

 

“tsk, ini kuncinya. Dan kembalilah kerumah, ah tiketmu juga sudah kusiapkan, adikku” Dain turun dari tempat tidurnya, membuka laci dan menyerahkan sebuah tiket pada Kai.

 

“kerja yang bagus” Kai menghindar saat Dain dengan tiba-tiba mencolek Dagunya.

 

“kau membohongiku!” Kai mengepalkan tangannya dengan keras, berapa kali ia sangat ingin menyumpah dan mendoakan agar wanita ini cepat mati.

 

“wowoowo… why? Whats wrong?”

 

“Dia! Kau tidak berkata bahwa dia memiliki suami! Apa kau ingin membuatku menghancurkan hidup wanita yang nyatanya amat sangat lebih baik darimu, iblis” Kai mendesis, jika saja ia tidak dilemahkan dengan keadaan ibunya, maka KAI berjanji tidak takut masuk penjara walau hanya membunuh wanita ini.

 

“hahahaha , jangan katakan kau juga menjadi gila dengan pesona wanita itu. Hey, sadarlah adikku… Jangan mempermalukan kakakmu ini. Hahaha” demi apapun KAI ingin sekali membunuhnya.!

 

“ah, baiklah, sekarang keluar dari kamarku. Pulanglah, Jaga eommaku tersayang itu. Jangan sampai dia menjadi umpan seperti ini lagi, Kai Kim”

 

Kai hanya memejamkan matanya, menahan letupan-letupan amarah dihatinya. “semoga kau mendapat balasan yang tepat”

 

“tentu” Dain mengerling saat adik tirinya itu pergi.

“anak yang manis” Dain bergumam sembari memainkan bungkusan yang berisi beberapa jenis obat.

 

“Aigooo… ternyata kau sakit parah. Oh baiklah, setidaknya itu mempermudah rencanaku. Hahahah , apalagi dengan namja itu tidak ada disampingmu.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

NEXT PART :

 

 

 

 

 

 

  “anda kami tahan , Hakim Kim , atas tuduhan menerima uang suap atas kasus nyonya Sang Hanji”

 

15 thoughts on “Protect Our Married ‘Part 8’

  1. Sebenarny yg plg kasian adlh dain..dy jd psyco gara2 tertolak ‘kang maroo’ btw aq sk panggiln nona hwang, jd inget kang maroo yg dingin tp menggiurkan he.apa dain blm menyeldki latr blkg eunso?? Tp kl d liht dr gelagtny munkin dy sdh th, bukankah dy mau melenyapkn eunso melalui jihyeon

  2. Omo…itu yg terakhirnya yesungnya kenapa…dan si nenek sihir dain itu ya ampuuun..kirain gak muncul lagi…Jongin muncul bntr tp berkesan..halAaahh😀

  3. Kenapa tokoh dain digambarin suzy ??? Sebener’П̥̥ÿ̲̣̣̣̥ȃ td mw baca tp ƍäª jd karna kecewa…cuma numpang kritik aja Ƴªª thor…#kecewaberat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s