Protect Our Married ‘Part 7’

 

POM7

Title        : Protect Our Married ‘7’

Gendre    : MIX
Rating        : PG – 17 /straight

Author     : ArVi

Twitter    : @ivedeira
Fb        : arie devi

Cast    :
•    Kim Jong Woon
•    Song EunSeo
•    Jung Yunho
•    Park Jihyeon
•    Dain

Suport cast    :
•    Song Jong Ki
•    Hwang HyunRi

Rekomendasi Lagu :
•    JYJ ‘To Love’
•    Kajima ‘Siwon’

QUOTES this part    : Beberapa orang membuatmu tertawa,
            Beberapa orang juga membuatmu terluka
            Tapi hanya ada 1 orang yang membuatmu tertawa diatas luka

           

P/S        : beberapa karakter aku pelajari dari hyeahkim.

(Back Sound : lagu sedih dari ‘Choi Siwon’ OST Oh My Lady)😀 maaf ga tau judul, tapi sungguh lagu itu keren😀 wkwkwkwk, sedihnya pas!
KAJIMA kali yaa judulnya? Ahh pokoknya pas! #eeh

   

***

 

 

 

 

 

‘Sebelummenilai, dengar

            Sebelum mendengar, lihat

            Kita punya 2 mata dan 2 telinga

            Itu karena selalu ada 2 sisi yangberbeda dalam sebuah cerita’

 

 

Yesung menatap wajah tirus yangtengah terlelap dihadapannya. Sudah banyak yeoja ini berkorban demi dirinya.Lalu apa? Haruskah Yesung terus bertahan dengan perasaan yang justru membuatnyatidak nyaman? Tawanya dengan Jihyeon terasa hambar tiap kali ia membandingkandengan tawanya dengan EunSeo. Entah mengapa Yesung merasa menemukan gadisdingin duplikatnya jika bersama EunSeo. Kadang Ia hanya Merasa tak pantasbersanding dengan gadis seceria Jihyeon. Yeah.. itu alasan yang tepat untuksaat ini.

“hey..” Mata Jihyeonterbuka perlahan, ia tersenyum tipis memandang wajah lelaki dihadapannya.Karena tak dipungkiri wajah inilah yang selalu tergiang-giang dibenaknya. Ia tidakperduli seperti apa orang menilainya, ia tetap menginginkan Yesung, apapun danbagaimana pun kata orang, Yesung tetap miliknya. Meski ia harus melakukan halbodoh, mengerikan, atau bahkan hal gila sekaligus memalukan ia tak perduli.Jika mereka tahu bagaimana perjuangan dan penantiannya, Jihyeon yakin merekaakan melakukan hal yang sama.

“bagaimana kau bisadisini, hum?” Yesung mengelus pelan puncak kepala Jihyeon, selalu seperti ini,ia merasa tertuntut untuk selalu menjaga gadis ini, menjaga tanpa batas,menjaga secara keseluruhan, tapi bukan menjaga hati.

Jihyeon menegakantubuhnya, menubrukan diri didada Yesung. “Bogosipoyo….” Lirihan ituterasa bergetar tatkala menyentuh permukaan dada Yesung.

“nado” Yesungmenepuk-nepuk pelan punggung Jihyeon yang bergetar, Yang ia tahu hanya 1,Jihyeon adalah wanita mandiri yang rapuh. ia sangat rapuh dikesepiannya. tanpaorang tua ia bisa bertahan sejauh ini. Jauh dilubuk hatinya Yesung kagum.sangat kagum

“kapan kau akankembali?”

“ hum…aku sebenarnyabelum menyelesaikan Tour kali ini, ya…, istilahnya kabur. Tenanglah aku akankembali lagi kesana” seolah melupakan kejadian barusan, Jihyeon meladeni sendagurau Yesung.

“benarkah? Kapan?”

“sekarang, besokjadwalku tour di Brasil”

“hey, kau sedang gila?Apa yang kau lakukan jika paman dan bibi wartawanmu itu mengejarmu kemari? Laludengan bodohnya kau datang kemari dan mencari gara-gara selanjutnya pergi,begitu?” Yesung mengacak poni Jihyeon pelan,

“oppa…Can I Trust You?” mata Jihyeon memandang lekat 2 bola mata Yesung , seolahmeminta sebuah kejujuran didalamnya.

Yesungmenarik nafasnya panjang. “Yes, kau bisa mempercayaiku, Park Jihyeon”

“tapibis_ bisakah kau berjanji 1 hal padaku?” kedua tangan Jihyeon kinimenggenggam tangan kanan Yesung, meremasnya pelan,

“katakanlah,I Will do anything”

Jihyeontersenyum lembut, ia mengamit kelingking Yesung dengan pelan.

“If Youlove other woman more than My Love, I Want you tell me before you tell thatwoman,” (jika kamu mencintai wanita lain melebihi cintaku padamu, akuingin kamu memberitahuku sebelum memberitahu wanita itu).

MataYesung menerawang , bibirnya terasa sangat kelu. hatinya memberontak seolahtengah melawan logikanya.

“lihataku saat kau bicara, oppa” kata-kata Jihyeon seolah bagai boomerangmenusuk hingga ke palung hatinya.

“…………….”Yesung memalingkan wajahnya, menatap Jihyeon lekat. Namun saat menatap mata wanitaitu ia seolah terhipnotis, bibirnya kelu saat hendak mengatakan ‘iya’ . Wajahpenuh pengharapan Jihyeon kini berubah menjadi raut datar EunSeo.

‘tidak mungkin’ Yesung menggeleng pelan,memejamkan matanya, berharap itu hanya sebuah ilusi belaka. dan nyatanya benar,itu hanya sebuah ilusi.

“oppaa..”tangan Jihyeon semakin gemetar, ia menangkupkan tangannya dirahang Yesung.hatinya menjerit tak karuan, ia harap apa yang Yesung katakan sesuai dengan apayang ingin ia dengar. hanya itu saja.

“akankupenuhi” Yesung berucap ragu. Seragu hatinya saat ini.

Jihyeonmenggeleng. “kuharap kau takan mengatakannya sekalipun”

Kata-kataterakhir Jihyeon dilanjutkan dengan gadis itu bangkit dengan senyum miris.Inilah yang ia takutkan, saat dimana ia menemukan sebuah ketidakpastian dirautYesung. biarlah, apapun yang akan terjadi ia akan tetap menanti. 7 tahun sudahcukup membuatnya kebal untuk bertahan. Sekalipun ia harus menunggu 50 tahunlagi, Jihyeon kira itu bukan masalah. Selama ia yakin dan percaya pada Yesung.

“kautidak ingin mengantarku?, Jja berhentikan taksinya untukku oppa.. ayolaah”kembali Jihyeon merubah rautnya menjadi manja.

“masalah tadi, itutak seperti yang kau lihat.” Jihyeon berhenti di gerbang villa Yesung,menatap manik mata namjanya dengan tepat. Seingin-inginnya dia memiliki Yesungdan memisahkan mereka, Jihyeon bukan gadis yang pandai memanipulasi fakta, iabodoh! Dan menyesali kebodohannya yang 1 itu,

“janganmembahasnya, hati-hati dijalan” Yesung melepas kepergian Jihyeon denganhangat. Tapi tak sehangat yang Jihyeon rasakan. Pelukan itu kini sudah berbeda,seolah menolak jika diberikan untuk dirinya.

“oppaa…saranghae”

CUP

sebuah kecupan pelandisudut bibir Yesung, membuat namja itu diam tak merespon. Cukup lama Jihyeonmengecup bibirnya, tapi Yesung seakan kaku untuk membalas, perasaannyaberkecamuk tak tentu arah, pikirannya terbagi kesegala arah.

  ‘bahkan kau takmembalasnya, oppa’  Jihyeon tersenyumtipis sebelum akhirnya masuk kedalam taksi.

“jaga dirimuoppa…” lambainya dari dalam taksi.

“kau juga,hati-hati”

___________________o0o___________________

EunSeo melangkah menapaki jalandemi jalan yang ia lewati tadi. Entah mengapa ia merasa kehilangan sosok dirinya.Pikirannya yang tidak perduli meski menginjak duri dan lain halnya. Kosong dangelap. Entah ini sudah pukul berapa.

“bodoh!” EunSeotersenyum sengit, saat kakinya sudah berdiri dipintu belakang villa yangmenghubungkannya dengan jurang tadi. Yaa setidaknya EunSeo tau jalan setapakyang ia lalui.

“bogoshipoyo”kaki EunSeo terhenti saat mendengar sebuah suara dari dalam kamarnya. GILA!Etika bertamu dimana? Ingin rasanya EunSeo bertriak, namun ia masih waras.  Waras tentang hal yang ia alami siang tadi.

Malas memikirkan, yeoja itu langsungpergi keayunan diteras depan. Menikmati bintang diatasnya. Kadang ia menginginkanhidupnya yang normal. Ketimbang seperti ini.

Alunannada lembut melantun dari balik saku terusan panjang menjuntainya. Entahpakaiannya sudah seperti gembel atau apa, robek tersangkut dahan pohon, kotorakibat tanah, ia tak tau dan tak perduli.

-YUNHO-

Dada EunSeo bergemuruh saat melihat IDpenelpon. Mengapa lelaki itu selalu datang saat ia tersiksa seperti ini,? Lalu bagaimanacaranya agar bisa melupakannya?

“iniaku” EunSeo mengangkat sambungan dari telpon dengan nada tenang.

mustahil jika ia setenang nadanya. Itu yangmenelpon seseorang yang ia harapkan. Seseorang yang ia ingin cari saat ini.

“kaudimana?” suara diseberang sana terasa hampa. Yunho tengah bingung, ia tidakcukup teguh untuk menjauhi mantan gadisnya. Dan ia juga tidak cukup mampu bilasehari tidak mendengar suara EunSeo.

“akusedang di Nowon” EunSeo menahan laju nafasnya sebentar. Lalu meloloskanya agarIa tak menangis lagi, setidaknya Yunho tidak curiga.

“kautidak apa-apa?” Yunho bingung diseberang sana. Tangannya memegang ganggangtelpon dengan panas dan gelisah. Ia merindukan EunSeo sekarang.

“kaukira aku lemah?” EunSeo tersenyum kecut.

Yunhotersenyum dari balik jarak mereka, yeoja ini tak pernah berubah sedikitpun.

Dulu, saat mereka memaksakan hubungan yang nyatanya dihalangi semua orang, EunSeoselalu berkata ‘aku tidak apa-apa’ , ‘aku mengerti’, ‘kau kira aku lemah?’,

Padahal nyatanya ia tengah menyembunyikansemuanya.

Makadari itu pikiran bodoh jika Yunho percaya gadis itu baik-baik saja. Hey dia tausiapa Yesung dan bagaimana hubungan mereka.

“pergilahkeluar, dan lihat keatas”

EunSeomenurut, ia menengadah, melihat jajaran bintang yang tersenyum dilangit malam.

“bagaimana?Kau fikir yang meciptakan bintang siapa?”

EunSeoterkekeh, “simpan saja pertanyaan bodoh itu”

“hey,aku serius nyonya Jung_” Yunho terdiam, ia salah sebut.

“…………….”Hening, EunSeo diam. Yunho memanggilnya apa? Itu panggilan khusus jika merekasedang bercengkrama berdua dulu. Nyonya Jung, panggilan sayang yang bahkanhanya terucap setahun sekali atau 2 tahun sekali. Ah mollaa.. intinya Yunhosangat jarang memanggilnya dengan romantis, maka jika namja itu memanggilEunSeo dengan sebutan Nyonya Jung, perasaan gadis itu terasa terikat.

“ah, eum.. ka-kau sudah makan?” Yunho mengusap wajahnya, mengalihkan pembicaraanadalah hal yang tepat.

“belum”

“benarkah?Akupun belum. Lalu Bisakah kau mengantarkan Myeongi asam manis kemari. Hahaha”Yunho bergurau. Tapi dari dalam hatinya itu bukan gurauan, itu keinginan. Iamenginginkan EunSeo datang hari ini, dan membawakannya makanan itu.

“baiklah,Ongkirnya 10 ribu Won”

“eissh..kau masih itung-itungan denganku?”

“menurutmu?”Yunho tersenyum tak jelas mendengar balasan dari EunSeo, dari sikap dinginnya,ia sebenarnya hanya wanita yang ingin dimengerti. Ia tak perlu pembalasan atauucapan cinta atas perhatiannya. Ia hanya ingin dirinya tenang dan dianggap.Itulah EunSeo.

“janganmenangis sedikit pun” ungkapan Yunho membuat EunSeo diam. Nyatanya ia baru saja selesai menangis.

“………………….”

“eum..aku ingin mengatakan sesuatu. Tapi setelah itu mungkin pulsa ku habis danbatrai ku lobet. Bagaimana?”

EunSeomengulum tawanya. “baiklah..”

“saranghae”

BIP

ambunganterputus. EunSeo tetap diam, dengan tetap menempelkan telpon di telinganya.Suara Yunho yang lembut dan pelan hilang akibat putusnya sambungan. Selalu sajaYunho berhasil mengubah Moodnya yang buruk.

“akumerindukanmu” lirihnya pelan sekali, yeoja itu langsung bangkit membenarkansedikit raut wajahnya. Menyiapkan mental jika Yesung akan memarahinya, mencaci,atau bahkan hal lainnya. Membela percuma, diampun fatal. Jadi sebaiknya iabiarkan saja, apa yang akan terjadi ia akan terima.

Namunlangkah EunSeo terhenti saat melihat Jihyeon dan Yesung keluar dari villa mereka.Boleh EunSeo marah? Kali ini alasannya adalah ia sudah tidak kuat. Ia sudahberjanji selama Yesung tidak memakai kekerasan fisik ia akan tetap bertahan.Tapi ini? Ini sebuah tamparan! Lalu? Haruskah ia menggugat cerai untukpernikahan mereka yang belum berjalan 1 bulan ini? Melihat appanya meradangbathin melihat perusahaan GNI mati berkalang tanah? Tidak , ia masih waras jikahanya mengorbankan diri.

Baruselangkah EunSeo ingin memasuki rumah, manik mata yeoja itu menatap Jihyeontengah mencium Yesung. Adegan itu bagai klise. EunSeo ingat, saat Yunhomenciumnya, Yesung datang dan memukul Yunho. Dan sekarang haruskah ia melakukanhal yang sama? Menampar Jihyeon?

Tapi sayang, tangannya cukup terhormatmelakukan hal kotor itu..

“perasaanbodoh” EunSeo memegang dadanya yang terasa penuh. Penuh oksigen atau apa.Entahlah, intinya ia hanya menepuk dadanya pelan sembari menatap adegandidepannya. Jika Yesung melihatnya disini? Menyaksikan adegan mereka tadi,akankah Yesung berlari dan menjelaskannya. Layaknya seorang suami yang kepergokberselingkuh? Tapi  sayangnya itu hanyaada dalam sebuah drama.

“hati-hati”terdengar Yesung bertriak sembari melambaikan tangannya saat taksi itu pergi. Bertepatansaat Yesung berbalik, dan sudah dipastikan raut wajah namja itu merubah ketikamenemukan EunSeo tengah menatapnya datar. Jika mengikuti insting ia seharusnyamuak dengan wanita ini, muak karena telah menyakiti Jihyeon. Tapi hatinya menolak,menolak bahwa EunSeo adalah orang yang kejam.

Dengan cepat EunSeo memalingkan wajahnya,berjalan pelan menuju kedalam rumah. Ia terlihat menyedihkan, dan tak mau jikaYesung tau kalau dirinya lemah. Dia tidak lemah, hanya saja keadaan selalumemaksanya agar terlihat lemah.

_________________o0o__________________

 

“jangan bodoh”Yesung menarik tangan EunSeo yang tengah memberesi pakaiannya. Mengepaknyakedalam koper

“…………….”

“seharusnya aku yang pergi!Seharusnya aku yang marah!” Yesung menekan setiap intro nadanya.

“………” EunSeo tetap bungkam. Iaterlalu kecewa, sekuat apapun dirinya, ia juga wanita. Dan tamparan pertamamerupakan sebuah harga diri dan batas kerendahan hati.

“gwencana. Aku hanya rindu appa”EunSeo menarik nafasnya, mencoba tersenyum meski jelas dia paksakan.

“berhenti kubilang!” Yesung menarikkeras tangan EunSeo dan membuat yeoja itu memasang ekspresi bengis.

“apa sebenarnya maumu?” EunSeoakhirnya memberhentikan aksi bungkamnya, kali ini ia menatap datar Yesung yangkini tengah memandangnya dengan kilatan emosi.

“jelaskan padaku sekarang” Yesungmengibaskan genggamannya pada EunSeo , wanita itu awalnya diam, tapi akhinyadia buka suara juga.

“kau ingin kebohongan? Ataukejujuran? Kenyataan yang buruk atau kebohongan yang manis?” Mata EunSeo sudahberkaca-kaca, ia ingin pelukan itu, menatap keringat dibaju Yesung, wajahnyayang terlihat guratan lelah, nafasnya memburu, EunSeo tak menyangka bahwatangan yang diawal selalu memeluknya, kini menamparnya.

“kau___” rahang Yesung mengeras.Ditatapnya lekat raut EunSeo yang tengah menantangnya. Boleh Yesung berkilahbahwa ia tak marah saat EunSeo menyakiti Jihyeon tadi? Toh nyatanya Jihyeontidak apa-apa. Hanya saja Yesung lebih marah saat EunSeo tidak bisamenjelaskannya. Kalau saja wanita ini mau menjelaskan hal yang sebenarnya,alasannya melakukan hal kasar tadi sedikit saja, Mungkin Yesung akan mengerti.Buku-buku tangan Yesung mengepal, ia menahan diri untuk tidak memeluk wanitadihadapannya ini, meski terlihat jelas ia sangat tidak baikbaik saja.

“hhh… maaf.” EunSeo memejamkanmatanya, ia menetralisir segala amarah

“pulanglah jika kau sudah selesaiberlibur. Aku akan menunggumu dirumah” EunSeo menyeret kopernya, ia bahkan takperduli dengan penampilannya sekarang. Buruk! Kelewat buruk!

Kaki EunSeo terhenti saat kinisebuah tangan dingin menarik lengannya.

“kita pulang bersama”

***

 

 

            GNI Group, Mokpo-South Korea

“Park ajjushi,appa didalam?” sekretaris Park mengangkat wajahnya saat mendengar sebuah suarayang mungkin baru ia dengar semenjak beberapa hari ini.

“sajangnimdida__ omo! aggashi! Humpp” sekretaris Park menutup bibirnya , sadar akanreaksi spontan yang ia lakukan. “aigoo aggashi, kau kemana saja? Setelahmenikah kau bahkan jarang kemari” EunSeo tersenyum sendu. Ia meletakan taspakaiannya. Memang sejak takeof dari Nowon subuh tadi, ia baru sampai  dan langsung menuju kantor ayahnya.

“eoh? Kau dari mana? Jangan bilang andakabur dari rumah.” Sekretaris Park menatap tas kecil yang Eunseo bawa.

“aniyoo ajjushi, aku baru datang dari Nowondengan Yesung”

“mwo???!!! Nowon? Aih..pasti disanamemiliki pemandangan yang transparant untuk pengantin baru. Hahaha” sekretarisPark menggoda EunSeo. Sedangkan yang digoda yang tersenyum sebentar. Toh nyatanyaliburannya hancur.

“eo? Tuan Kim. Annyeong..” sekretaris Parkmenyapa Yesung yang terlihat menyeret koper besar.

“Ayyeong,  appanim sudah datang?”

“tentu , beliau didalam, baru saja sampai. Masuk saja.”

“nde…”

“ah…tunggu!” sekretaris Park menghentikan langkah suami istri itu dengan kikuk.“apa semuanya berhasil?”

DahiEunSeo bertaut, “berhasil apa ajjushi?”

Yesungjuga memandang kearah Sekretaris Park yang kikuk setengah mati “ah.. eum.. itu,B-bulan madu kalian.. apa sudah___”

“YA!Ajjushi!” EunSeo segera menghentakan kakinya sebal. Hal yang paling ia bencididunia ini adalah SALAH TINGKAH!

Sesaatsetelah EunSeo memasuki ruangan, Yesung kembali menatap sekretaris Park dengankedipan jahilnya. “tenang saja, dikasur ia tak sebuas itu”

DOENG

SekretarisPark nampak bungkam menatap kepergian Yesung. Omooo..omo… ya tuhan..

Sementaraitu Yesung malah tertawa dalam hati. Khakhakha,😀 setidaknya ada kejahilankeren untuk pagi ini.

       ___________________o0o____________________

 

“appa…” kepalatuan Song terangkat, namja paruh baya itu langsung berdiri saat melihat siapayang datang.

“EunSeoya…” tuan Song segera menghampiri anaknya, memeluk EunSeo erat. Ini sudahseminggu lebih ia tak bertemu putrinya itu.

Tuan Song melepas pelukannya, ia menatapraut lelah diwajah EunSeo. Kantung mata EunSeo jelas terlihat. “apa kau hidupdengan baik?”

“appa…”seolah tidak mengIyakan, tidak juga membantah, EunSeo kembali memasukan dirinyakepelukan sang ayah. Ia merindukan tuan Song. Amat sangat merindukannya.

“appanim”suara berat Yesung langsung membuat tuan Song menghentikan aksi melepasrindunya, sekarang ia beralih kemenantu kesayangannya.

“aigoo Jong Woon ah…. Apa kau baruingat memiliki mertua? Tak pernah sekalipun kau membiarkan anakku bermainkemari… apa saking betahnya hingga kalian jarang keluar. Hahah” tuan Songtertawa renyah, ia menepuk-nepuk pelan bahu Yesung, membuat namja itu langsungmenatap wajah EunSeo. Semua yang orang-orang katakan tentang pernikahan merekapada kenyataannya melenceng jauh. Mulai dari sekertaris Park, Tuan Song, danentah siapa lagi,

“adagerangan apa membuat kalian tumben mengingatku? Oh , apa tiket bulan madu sudahterkirim? Bagaimana? Kalian sudah merencanakannya?” nona Kwon yang membawaminuman terkekeh pelan mendengar gurauan tuan Song yang jelas membuat 2 insanini malu buta.

“appaya…” EunSeo berenggut, ia juga menatap kesal kearah nona Kwon yang mengikik takjelas , “Eonnie ya!” jelas sekali Yesung tak pernah mendengar EunSeo merenggutmanja semacam itu. Yang ia tau , EunSeo hanya gadis dingin dan beku.

“kamisudah memakai tiket itu appa”

Mata tuan Song membesar, kali ini iamenatap EunSeo dengan cepat, tentunya dengan guratan cemas. “kau tidakapa-apakan?”

Seperti biasa EunSeo hanya menariknafasnya pelan, menghembuskan lalu memulai membuka suara. “kami hanya 2 hari”

Yesung kini mengalihkan tatapannyakehadapan EunSeo, ia sedikit takut jika saat ini dia akan mengadu pada tuanSong.

“mwo? Hanya 2 hari?”

“karena aku merindukanmu” malasmenjelaskan, EunSeo malah langsung memeluk erat tuan Song. Siapapun akantersenyum simpul melihat tingkah EunSeo, yang seperti seseorang yang tinggalberbeda planet dengan ayahnya.

“aish, ada suamimu! Kau tak malu?”tuan Song tertawa bahagia, bahkan sempat hatinya gusar mengorbankan anaknyahanya demi alasan dana perusahaan. Tapi setidaknya sejak awal hingga sekarangia sadar, Yesung adalah orang yang tepat.

“lalu cucuku?”

“Nde?!!@#$”

***

 

 

            ‘Yang membedakan PEMENANG danPECUNDANG

            Adalah bagaimana mereka bereaksiterhadap setiap perubahan takdirnya’

 

 

 

 

Sebuah taksi berhenti didepan sebuahrumah maximalis yang ideal. Mengapa disebut ideal? Lihatlah dari luar, hanyaada 2 mobil, 2 kursi diteras, dan 2 kaca depan. Seolah menandakan bahwa tempatini hanya ditinggali oleh 2 orang yang merangkap sebuah pasangan baru, belumdiganggu kehadiran malaikat kecil diantaranya. Lebih menikmati waktu berdua.

Yeaah…itu dari luar. Sedangkan yang sebenarnya?

“baru 2 hari sudahberdebu” EunSeo bergumam pelan sembari menyentuh meja ruang tamu mereka. Yainilah resiko menolak kehadiran seorang ajjumha.

“siapa yang menolakdicarikan jasa pembersih?” Yesung membalas gumaman kecil EunSeo sembari membukasetiap pintu ruangan dirumah itu. Kadang rumah ini sangat amat terlalu besarjika diurus dan ditempati oleh orang-orang sesibuk mereka.

“haaaaaaaaaaaah akhirnyaaku menemukan kasur lagi…” Yesung langsung menjatuhkan diri diatas kasur sembarimengguling-gulingkan dirinya ke kanan dan ke kiri, seolah tumben bertemu denganbenda putih dan empuk ini.

“kau mau kemana?” Yesungmenghentikan langkah EunSeo yang hendak berlalu setelah memasukan pakaianmereka kelemari.

“aku akan menyiapkanmakan malam” Yesung menarik nafasnya berat, EunSeo kembali dingin dengannya.

“tidak perlu, kita makandiluar. Dan aku malas mendengar penolakan” Selalu begitu, bahkan EunSeo malasmendengar keegosian Yesung. Entah otaknya terbuat dari apa ,  ia seolah melupakan secepat itu kejadiankemarin.

                        ______________________o0o_______________________

 

 

 

AMORY RESTO–Myeongdam, South Korea-

 

Alunan music lembut langsungmenyusup kedaun telinga EunSeo, membuat wanita itu bergidik sebentar akibatgaunnya yang terkesan terbuka lebar dibelakang. Maka dari itu Yesung terusberada dibelakangnya, sebenarnya Yesung sedang bingung bagaimana caranya iaberkata kalau ia tak suka EunSeo terlalu mengekspos tubuh sebanyak itu? JikaEunSeo memakai gaun malam terbuka berwarna ungu tua seperti ini di Malampertamanya, Yesung rasa tidak masalah, karena ia sangat terlihat errrr… apalagijika dia tak pernah sekalipun menggerai rambutnya. Boleh Yesung jujur LeherEunSeo layaknya leher burung unta? Jenjang dan putih menggoda. Astagaa..

“kau terlalu tinggi”Yesung menjawab asal saat EunSeo bertanya mengapa Yesung selalu beradadibelakangnya, ya.. jika seperti pasangan lain, maka sang pria pasti beradadisamping.

“harusnya tak perlumemakai highhels jika sudah tau kau itu jerapah”

“jangan mengada-adaditempat seramai ini” EunSeo berdehem dan berbisik pelan saat Yesung justrumenghinanya. Salah sendiri hanya makan malam tapi mengajak ketempat semewahini? Bagaimana caranya ia bisa makan secara bebas?

“kita duduk dimana?”EunSeo nampaknya sangat geram, sejak dari depan pintu tadi namja ini selalumengekorinya. Apalagi kini mereka sudah masuk kedalam, percaya atau tidak ,EunSeo merasa dipandangi ribuan mata yang dikalikan dua.

“ekhem_ pakai ini” mataEunSeo kontan terkejut saat kini sebuah jas menutupi tubuhnya. Matanya bergerakpelan, merasakan kegugupan aneh.

“ayo” belum habiskeanehan yang EunSeo rasa, kini Yesung malah sudah menyodorkan lengannya. NafasEunSeo terasa habis saat mereka berjalan seperti ini, oh tuhan… bagaimanapenampilannya? Jujur ini pertama kali EunSeo merasa kikuk, ah mungkin karenaefek ia terkesan lebih tinggi dari Yesung. Yaa.. hanya itu.

Benar-benar gaya eropa , suasanatamu yang hadir ditambah dukungan interior dan music membuat restoran initerkesan sangat elit. Ditambah lelaki workaholic yang menyebalkan ini memilihtempat paling ditengah. Bayangkan jika kita menjadi EunSeo.

“2 menu spesial hariini” pelayan itu mengangguk, sempat ia tersenyum menunduk dihadapan EunSeo.Memang ini bukan kali pertama ia berada di restoran mewah begini, sebelumnyapernah, namun tidak semendadak ini.

“bagaimana? Cukupmembuatmu kikuk?” Demi ikan nemo diaquarium Donghae ! #eeh? O.o , pertanyaanYesung seperti bombardir yang meledak dikedua sudut pipi EunSeo, terbakar..ohterbakar…

EunSeo mengaturnafasnya, “tidak terlalu”

“benarkah?” kini Yesungmalah mencondongkan badannya. “dan_soal kemarin, ah…sebelumnya aku memilikisebuah pertanyaan.”

“katakanlah” EunSeomembenarkan letak jas Yesung dikedua bahunya, jika dipikir-pikir Yesung lebihgagah dengan kemeja hitam itu dibanding jas kebesarannya.

“sebuah film terkenalpernah menegaskan bahwa Cinta itu tidak mengenal kata maaf. Bagaimana  Menurutmu?” Yesung kali ini tidak melakukankelakuan jahil lagi, melainkan memasang raut serius.

Pertanyaan Yesung kontan membuatEunSeo terdiam, mengarahkan bola matanya kecangkir wine yang bertumpuk ditengahmeja. “memang kau pernah berkata maaf padanya?”

Yesung mengerjit,padanya siapa? Jihyeon?

EunSeo tersenyum kecil.“simple saja, hidup ini bukan drama. Jadi menurutku, kalau memang benar-benarsaling merasa memiliki 1 sama lain, sebelum meminta maaf, sesakit apapun,sebesar apapun kesalahannya, maka pasangan akan memaafkannya terlebih dahulu.”

Itu jawaban EunSeo, danlangsung membuat Yesung menarik nafas. “kalau begitu, aku tak perlu memintamaaf soal kemarin”

“MWO?” EunSeo mendelikpelan.

“karena pasangan akanmemaafkan terlebih dahulu. SKAK MAT. Haahahha” tawa Yesung membuat EunSeoseakan ingin melemparkan gelas wine yang bertumpuk itu saat ini juga.

“silahkan… I Hopeafter this, You will be love this taste, ini menu baru dan terspesial untukhari ini. Selamat menikmati” perkataan pelayan membuat EunSeo menahan kegeramannya,sudah bisa ditebak Yesung pasti menyimpan tawanya, merubahnya menjadi senyuman.Ini berarti EunSeo sudah memaafkannya bukan?.

***

 

 

 

Ketika kamumembenci seseorang,

            Maka kamu sedang membuat hidupmusemakin rumit’

 

“kaukurang berbakat menjadi penjahat nonna Park. Tsk” Dain menggeleng-gelengkankepala, yeoja itu kini tengah berendam didalam bathup sembari memainkan ponsel.Ia baru saja mendapat kabar tentang sebuah aksi sia-sia seorang artis hallayuPark Jihyeon yang malang diurusan percintaan.

“mengganggu bulan madu?Hahahaha, very stupied” Dain terus mencaci kebodohan Jihyeon yang amat sangatbodoh menurutnya.

“hmm… baiklah, aku akanmembantumu dengan senang hati. Dengan membuat sebuah pemanasan kecil sebagaiumpan. Dan kupastikan kaulah yang akan membantuku, nonna Park Jihyeon” Dainmenyunggingkan senyuman licik setelah memikirkan sebuah tindakan menarik yangcukup membuatnya senang.

“uuh…apa kuota pria didunia ini sudah menipis? Atau malah jumalh wanita dunia inimelebihi kapasitas? Bahkan seorang pria bagai sebuah pohon inang yang ditempelibanyak benalu. Ckckckc, dan dengan mudah membuangnya begitu saja” Dain mengusapbusa sabun keseluruh lengannya, sembari mengingat berbagai kenangan pahit yangia alami. Mempercayai dan mengharapkan lelaki terlalu besar adalah sebuahmusibah.

“wanita pengemis” kadangtindakan tak tau malu Jihyeon membuatnya malu menjadi seorang yeoja. Terlalumudah dan murah.

“lelaki b-a-j-i-n-g-a-n”Dain mengeja beberapa hurup dan membentuk sebuah umpatan untuk seorang lelaki,lelaki yang jauh disana, lelaki yang menjadi dan membuat dunianya suram. Lelakiyang entah dimana , dan lelaki yang membuatnya tidak mempercayai sebuah duniakasih sayang.

“S-O-N-G J-O-N-G-K-I,Song Jong Ki. Kita akan bertemu dikehidupan selanjutnya, tunggulah aku sertasemua pembalasannya.” Dain mengangkat busa-busa dan menjatuhkannya secaraperlahan.

“aku memujamu,”

“aku memilikimu”

“aku mencintaimu”

“dan aku membencimu”

Tawa Dain mengglegar, jika kaliantau betapa sakit hatinya membuatnya menjadi seorang gadis pysco berat, tamparansebuah luka selalu terbuka dan tak berniat ia tutup. Ia akan menutupnya dengansebuah pembalasan.

TBC

9 thoughts on “Protect Our Married ‘Part 7’

  1. Yesung-Eunseo moment itu sering bgt ngelawak, bikin sakit perut kkkk.O_o Dain cem psikopat banget, serem~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s