Goodbye Mr.Cho | Oneshoot

 

GoodbyeCho

Title : Goodbye Mr.Cho

Author : Mhimie Evil

Cast : Kim Minji (OC) , Cho Kyuhyun , Lee Donghae ,  Yesung other support cast

Genre : Sad

Rate : 15+

Length : 1S

Ost : Suh Jin Young – A Little

 

 

walaupun kau tidak mencintaiku, tapi berada didekatmu itu sudah cukup untuk mengisi hariku yang singkat ini”

 

 

“cho kyuhyun apa kau mau pulang” teriak seorang yeoja menghampiri namja yang sedang menaiki motornya.

“em” guman namja itu dengan nada dingin.

“kalau begitu aku ikut pulang denganmu ya”

“ani” tolak namja yang bernama cho kyuhyun.

“kamu pulang sendiri saja, hari ini aku ada acara dengan donghae dan yesung” tegas kyuhyun memasang sarung tangannya.”

“kalau begitu aku ikut ya, sudah lama aku tidak bertemu mereka”

“ani,  lagi pula ini bukan urusanmu dan kau tidak usah ikut campur”

“tapi…” ucap minji terputus saat motor kyuhyun melaju kencang meninggalkan minji.

“tapi akukan pacarmu” lanjut minji sedih.

 

 

***

 

Minji pov

 

“kim minji kau tidak boleh menangis” ucapku yang saat ini sedang berada di dalam bus. Mataku menerawang ke luar jendela dengan kepala menyandar. aku kim minji umur 17 tahun bersekolah di SMA bonamana. Cho kyuhyun dia adalah namjachinguku. Aku tidak tahu apakah kyuhyun masih menganggapku pacar. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat kyuhyun menolongku dari pencuri 1 tahun yang lalu. Sejak saat itu aku mencari segala sesuatu tentang kyuhyun dan beruntungnya aku, karena kyuhyun 1 sekolah denganku. Lalu aku membuat kue sambil menyatakan cintaku pada kyuhyun dihadapan seluruh murud SMA bonamana dan tanpa berpikir kyuhyun langsung menerimaku.

Bukankah aku gadis yang beruntung. Tapi kenyataannya kyuhyun seperti tidak mencintaiku. Dia selalu cuek dan dingin padaku. aku selalu berusaha agar dia menyukaiku suatu hari nanti itulah impianku

 

***

 

“kyuhyun aku bawakan bekal untukmu. Ayo kita makan bersama” ajakku pada kyuhyun saat  melihatnya sedang duduk di atap sekolah.

“ne” senyumku mengembang seketika saat kyuhyun menerima bekalku, lalu dengan cepat memakannya.

“wah anginnya sejuk sekali sepertinya sebentar lagi akan musim semi, iyakan”

“ne” ucap kyuhyun singkat.

“kyuhyun bagaimana kalau hari ini kita kencan , bukankah sudah lama kita tidak kencan”

“ani, hari ini aku ada janji dengan yesung” tolak kyuhyun.

“kalau begitu aku ikut ya”

“ani,, kalau kau ikut, kau akan merusak suasana. Ini aku sudah selesai makan. aku pergi” katanya menyerahkan kotak bekal pemberianku. lagi-lagi dia menolak ajakanku.

 

***

 

Brug

 

Karena melamun aku menabrak seseorang dihadapanku sehingga handphone yang ada ditangannya terjatuh.

 

“mianne, aku tidak sengaja bagaimana ini handphonemu jadi rusak” ucapku panik saat aku mengambil handphonenya sudah tidak bernyawa lagi.

“gwaenchana kim minji, handphone seperti itu aku bisa membelinya lagi” mendengar suaranya kutolehkan kepalaku melihat orang yang kutabrak.

“yesung”

“hai minji sudah lama kita tidak bertemu ya” ucapnya tersenyum ramah.

“kenapa kau masih disekolah padahal ini sudah sore, kau tidak pulang bersama kyuhyun”

“ani, dia bilang ada janji denganmu” tanyaku heran.

“janji, kapan aku berbicara itu padanya. Lagi pula hari ini aku ada kencan dengan yeojachingu”

“kencan”

“ne , aku akan kencan ke namsan tower kau mau ikut”

“ani, aku tidak mau menganggumu, kalau begitu aku permisi dulu yesung” aku berlari menjauh dari yesung. aku tidak mau yesung melihatku menangis. Aku juga tidak akan marah pada kyuhyun karena membohongiku. Aku yakin dia pasti punya alasan membohongiku.

 

Minji pov end

 

 

Keesokkan harinya tepat awal musim semi 3 sekawan , kyuhyun donghae dan yesung sedang latihan dance di kelas musik.

 

“yak kyuhyun dancemu tidak seksi lembek seperti papan, kau harus semangat” marah donghae melihat kyuhyun malas latihan.

“dasar cerewet” ujar kyuhyun.

“kyuhyun , hari ini apa yang kau berikan untuk minji” tanya yesung.

“apa maksudmu” kata kyuhun tidak mengerti.

“yak kau lupa hari ini pacarmu, minji ulang tahun ,pabo” teriak donghae memarahi kyuhyun.

“oh. Dia ulang tahun pantas saja tadi pagi dia sms menyuruhku datang kerumahnya”

“lalu kau akan pergi” tanya yesung.

“ani, aku malas” ketus kyuhyun.

“yak kau benar-benar pacar yang kejam, jangan bilang kau tidak mencintai minji hah”

“ani” ucap kyuhyun menjawab pertanyaan donghae.

“jika kau tidak suka minji , lalu kenapa kau mau jadi pacarnya” tuntut donghae yang kesal pada kyuhyun.

“karena aku kasihan padanya. Sewaktu dia menembakku di hadapan semua orang ,mana bisa aku menolaknya bisa-bisa dia malu dan kau tahu minji itu tidak punya teman. dia itu yeoja penyendiri lagipula dia selalu membawakanku makanan yang enak lumayan mengurangi uang jajanku” jawab panjang lebar kyuhyun.

“aish kau benar-benar keterlaluan kyuhyun. Kau menyakiti hatinya, jika minji tahu dia pasti minta putus padamu”

“kau salah yesung, minji itu sangat mencintaiku aku tidak yakin dia mau putus denganku. Sudahlah jangan membicarakan minji ayo kita latihan lagi” ucap kyuhyun dengan nada tanpa perasaan.

 

Ternyata tanpa 3 serangkai itu sadari seorang yeoja mendengar semua apa yang mereka bicara tadi. Mata yeoja itu perlahan menurunkan air mata dan dengan segera yeoja itu berlari meninggalkan tempat itu dengan tangan menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak didengar oleh murid sekolah.

 

 

Minji pov

 

Mungkin aku terlalu bodoh tapi aku juga terlalu mencintainya. Bagiku kyuhyun satu-satunya orang yang berharga dan terpenting dalam hidupku. Aku tidak bisa menbencinya, sangat tidak bisa.

 

“minji apa yang lakukan disini” seseorang menghampiriku yang sedang duduk di taman belakang sekolah. Lalu dia duduk disampingku.

“aku sedang mencari udara segar, donghae” alasanku pada donghae.

“oh, ini untukmu” tiba-tiba donghae mengulurkan tangannya yang berisikan bunga yang dia petik di taman ini.

“apa ini”

“hadiah ulang tahunmu” katanya sambil tersenyum.

“kau ternyata tahu hari ini ulang tahunku, gomawo”

“ne. bunga ini akan lebih cantik jika kau menaruhnya ditelingamu” aku terkejut saat donghae menyelipkan bunga itu di telingaku.

“minji bukankah aku ini namja yang baik, tampan dan romantis” ku anganggukkan kepalaku menjawab pertanyaannya.

“kalau begitu apa kau menyukaiku” saat donghae berkata seperti itu entah kenapa tiba-tiba bayangan kyuhyun melintas di kepalaku.

“minji aku hanya bercanda, aku tahu kau hanya mencintai kyuhyun” kata donghae melihatku menunduk.

“tapi sepertinya,, kyuhyun dia..”

“minji kau berdarah” ucapanku terputus saat tangan donghae menyeka hidungku.

“minji kau mimisan” dengan sapu tangan, donghae membersihkan hidungku dari darah. Aku hanya bisa terdiam karena perlakuannya.

“minji apa kau sakit, ayo kita ke dokter”

“ani” aku menahan tangan donghae saat hendak menarikku. Tampaknya dia benar-benar cemas dan khawatir padaku. Tapi aku berharap kalau saja kyuhyun bisa seperti donghae. Betapa bahagianya aku.

“aku hanya kelelahan donghae. nan gwaenchana”

“jeongmal” ku anggukkan kepalaku supaya dia tidak cemas.

“baiklah kalau begitu aku antar kau pulang ya, kajja” katanya menarik tanganku. aku hanya menurut apa yang dikatakan donghae karena saat ini tubuhku begitu lelah seperti tidak ada tenaga.

 

Minji pov end

 

 

Tanpa minji dan donghae sadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka. tatapan matanya datar dan dingin. Ekspresinya juga tidak bisa ditebak apa yang dipikirkannya.

“ada apa dengannya” guman namja itu.

 

***

 

Prang..

 

Bunyi pecahan gelas terdengar keras di sebuah kamar. Tampak suasana kamar itu begitu berantakkan. Sepasang tangan tengah mencari sesuatu. Terlihat tangan itu menyentuh hidungnya yang berdarah. Menyerah karena benda yang dicari tidak ditemukan perlahan tubuh yeoja itu jatuh ke lantai yang dingin. Yeoja itu menyingkirkan rambut yang menutupi matanya. Akan tetapi rambut itu terlepas jatuh ke tangannya. Melihat rambutnya yang rontok , Air mata kembali turun membasahi pipinya.

 

 

Kyuhyun pov

 

“yak kyuhyun kembalikan makananku”

“hyung aku minta sedikit, aku sangat lapar” paksaku merampas makanan yesung.

“yak kau itu tidak pernah kelaparan karena minji selalu membawakan bekal makan siang untukmu” teriak yesung yang tidak ikhlas aku ambil makanannya.

“minji tidak mengantarkan makanan padaku hari ini. Mungkin dia tidak masuk”

“kenapa dia tidak masuk” tanya donghae.

“molla aku tidak tahu” jawabku menggelengkan kepala.

“kau itu pacarnya masak kau tidak tahu, kau telpon dia tanya kenapa dia tidak masuk”

“hyung sepertinya kau begitu perhatian pada minji, kenapa tidak kau saja yang telpon minji” mendengar jawabanku mata donghae membesar menahan amarah.

“kau, berengsek kyuhyun. baiklah aku yang akan menelpon minji dan kuharap kau jangan menyesal”

 

Brakk..

 

Semua siswa yang berada di kantin sekolah menoleh ketika donghae menghempaskan kursi yang di duduknya. Lalu pergi meninggalkanku dan yesung. astaga donghae benar-benar aneh.

 

“yak kyuhyun kau tidak takut jika minji berpaling darimu”

“apa maksudmu” tanyaku pada yesung.

“sepertinya donghae menyukai minji. Kau tidak cemburu dan tidak takut jika minji dan donghae jadian”

“ani, aku tidak takut . karena minji begitu menyukaiku dan ….”

“dan kau tidak menyukai minji” ucap yesung memotong pembicaraanku.

“kyuhyun kau harus tahu, perasaan itu bisa berubah kapan saja dan penyesalan selalu datang belakangan. Kau memang tidak menyukai minji saat ini, tapi saat yang akan datang bagaimana”

“hyung aku bisa mengatasi masalah ku sendiri jangan menasehatiku seolah kau itu selalu benar, urus saja urusanmu sendiri, aku pergi” punya sahabat tapi mereka tidak pernah mendukungku dasar menyebalkan.

 

Kyuhyun pov end

 

 

Minji pov

 

Uhuk uhuk..

 

“kau batuk, apa nafasmu sesak, mana yang sakit minji” tanya eomma dengan nada cemas.

“nan gwaenchana eomma”

“jika kau sakit harusnya kau bilang pada eomma, ini semua karena ayahmu. Ayahmu meninggal lalu mewariskan penyakitnya padamu. Ayahmu sungguh jahat minji” tangis eomma.

“ani, ayah tidak jahat, eomma kenapa menangis. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak apa-apa”

“kau memang tidak apa-apa, tapi tubuhmu yang bermasalah minji. Eomma sangat takut minji. Eomma takut kalau kau meninggalkan eomma sendiri. Eomma tidak mau sendiri. Didunia ini hanya kau yang eomma miliki” mendengar tangisan eomma yang semakin kencang membuatku sedih. Ku peluk tubuh eomma sambil menangis.

“eomma jangan takut. Aku akan bertahan. Aku tidak akan mati,,, aku..aku….” aku tidak sanggup lagi. di dunia ini 2 hal yang paling berharga dalam hidupku yaitu eomma dan kyuhyun. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak ada lagi.

 

***

 

“eomma aku pergi sekolah dulu ya” selesai memberi salam. segera ku langkahkan kakiku menuju sekolah. sehari tidak bertemu kyuhyun membuatku begitu rindu padanya. Tepat di depan gerbang rumahku terlihat seorang namja berseragam sekolah yang sama denganku. Namja itu membelakangiku karena tengah menaiki motornya. Perlahan senyumku ini mengembang.

“kyuh..”

“minji” senyumku hilang ketika namja itu menoleh padaku.

“donghae.. apa yang kau lakukan disini”

“kenapa kau tidak senang aku ada disini” katanya dengan wajah cemberut.

“ani,, aku hanya..”

“apa kau mengharapkan orang lain minji..”

“ani”

“baguslah kalau begitu ayo kita berangkat sekolah bersama,ppalli”

“em” mana mungkin kyuhyun datang menjemputku, harusnya aku tidak bermimpi. Aku terlalu berharap padanya.

“minji apa kyuhyun pernah mengajakmu berangkat sekolah bersama” tanya donghae mengendarai motornya ketika kami sedang berada di jalan.

“pernah”

“berapa kali”

“emz,, entahlah karena terlalu sering, aku lupa”

“kalian pacaran hampir 1 tahun jadi pasti tidak terhitung berapa kali kalian berangkat bersama. Iyakan”

“em” bohongku. sebenarnya hanya 10 kali saat aku dan kyuhyun baru pacaran. saat aku meminta berangkat atau pulang bersama, kyuhyun selalu menolak dengan alasan ada janji dengan donghae dan yesung.

“minji,,minji”

“yak” ujar donghae membuyarkan lamunanku.

“kau melamun ya.kita sudah sampai” aku pun turun dari motor donghae. ternyata kyuhyun baru saja tiba. dia memakirkan motornya tepat di sebelah motor donghae. Aku tahu pasti kyuhyun melihatku bersama donghae. Akan tetapi dengan acuh kyuhyun melewatiku lalu berjalan ke korodor kelas.

“kyuhyun” aku berlari meninggalkan donghae untuk menghampiri kyuhyun.

“kyuhyun kau tadi salah paham aku dan donghae tidak sengaja bertemu di jalan dan dia menawarkanku berangkat bersama jadi aku…”

“itu bukan urusanku” ucapnya membuat langkahku terhenti. Setelah mengatakan itu kyuhyun pergi meninggalkanku yang masih terpaku akan ucapannya barusan.

“mian kyuhyun” ucapku dengan suara pelan dengan kepala menunduk ke bawah.

 

Minji pov end

 

 

Disaat minji tengah menunduk menahan tangisnya, tangan donghae hendak menyentuh bahu yeoja itu untuk menenangkannya. Akan tetapi ketika mendengar nama kyuhyun perlahan diturunkan tangannya tidak jadi menyentuh bahu yeoja itu.

 

“sebegitu besarkah cintamu pada kyuhyun, minji” guman donghae dalam hati. Ketika  semua orang berlalu lalang di koridor sekolah, hanya minji yang masih berdiri menunduk disana dan dibelakangnya donghae tengah menatap punggung yeoja itu dengan tatapan sedih.

 

***

 

Pulang sekolah terlihat minji tengah melangkah menuju halte bus. Setelah bus datang yeoja itu memilih duduk di pojok belakang sekali. Dengan matanya menatap keluar jendela serta kepalanya menyandar pada kursi. Terlihat seorang namja duduk di samping minji. Senyum manisnya menghiasi wajahnya yang tampan.

 

“apa yang kau pikirkan minji” sahut namja itu.

“hah” mendengar namanya di sebut minji menolehkan kepalanya melihat namja yang berada disampingnya.

“yesung apa yang kau lakukan disini”

“semua orang tahu jika saat ini aku sedang duduk, kim minji”

“maksudku kau naik bus”

“tentu saja memangnya tidak boleh”

“ bukannya kau punya mobil kenapa kau…”

“aku bosan naik mobil, lagipula naik bus sepertinya menyenangkan juga iya kan”

“ .. ”

“yak, aku tahu jika wajahku tampan jadi jangan memandangiku terus bisa-bisa kau menyukaiku”

“ani, mana mungkin aku menyukaimu. Yang kusukai hanya kyuhyun” kata minji kembali memandang keluar jendela.

“dasar, apa kau tahu kalau kyuhyun itu tidak…”

“aku tahu kyuhyun tidak mencintaiku, tapi bisa berada disisinya itu sudah cukup untukku” katanya sambil tersenyum.

“jika kau sudah tidak menyukai kyuhyun lagi , jangan ragu untuk meneleponku. Kau tahu, aku lebih tampan dari kyuhyun”

“aku tidak punya nomor teleponmu jadi aku tidak akan meneleponmu. bagiku kyuhyun itu sangat tampan lebih tampan dari siapa pun”jawab minji menatap yesung. Akan tetapi mata sipit yesung membesar mendapati darah di hidung minji.

“minji ada apa dengan hidungmu, sebentar” yesung merogoh tasnya mencari sapu tangan sedangkan minji menutup hidung dengan tangannya.

“yak sini. Apa kau tidak apa-apa. Apa kau sakit” dengan cemas yesung menyeka darah yang keluar dari hidung minji dengan sapu tangannya.

“ani, aku hanya kelelahan. Nan gwaenchana”

“kalau begitu aku akan antar kau sampai rumah ya”

“ne” jawabku tanpa penolakkan karena tubuhku saat ini begitu lemas.

 

 

Kyuhyun pov

 

malam-malam begini kenapa eomma menyuruhku belanja benar-benar menyebalkan. Setelah keluar dari toko mataku memandang sesosok yeoja yang memakai pakaian tidur baru saja keluar dari apotik. Seketika mataku dan matanya bertemu. Melihatku dia tersenyum dan datang menghampiriku.

 

“kyuhyun apa yang kau lakukan disini” tanya yeoja itu.

“kau tidak lihat aku sedang belanja” kuangkat kantung belanjaanku di hadapannya.

“ayo kita pulang bersama” tawarnya.

 

“em.. minji apa yang kau lakukan tadi di apotik” tanyaku pada minji.

“emh,,anu,,…aku… kucingku terluka karena jatuh dari lantai 2 jadi aku membeli obat merah untuknya” ucapnya menyembunyikan kantung obat dibelakangnya.

“sejak kapan kau punya kucing dan hebat sekali kucingmu masih hidup padahal jatuh dari lantai 2 itukan tinggi sekali” tanyaku mengintrogasinya.

“kucing itu hadiah ulang tahun dari eomma dan kucingku punya 9 nyawa jadi dia tidak mati” alasan yang logis. Bisa kulihat minji sedang memeluk tubuhnya sendiri sepertinya kedinginan.

“ini pakailah” kulepaskan jaketku lalu ku kenakan pada tubuh minji.

“gomawo” katanya tersenyum padaku.

“kyuhyun hari ini ada pasar malam bagaimana kalau kita kesana” tawar minji.

“ani. Sudah malam lebih baik pulang dan tidur. Kasihan kucingmu kalau tidak segera diobati” aku melihat raut kekecewaan diwajahnya. Aish kenapa aku tidak tega melihatnya.

“baiklah ayo kita pergi ke pasar malam”

“jinja” ujarnya menatap wajahku.

“ne” tangan minji perlahan mengenggam tanganku lalu menarikku ke pasar malam.

“wah kyuhyun apa hari ini kita kencan”

“kita bukan kencan, hanya pergi ke pasar malam”

“ani. Bagiku ini namanya kencan”

“terserah”

 

Sepanjang malam aku dan minji menghabiskan waktu di pasar malam. Kami berkeliling membeli makanan. Saat kami berada di toko asesoris ku lihat minji tengah memandang sebuah kalung yang berbandul love bewarna biru.

 

“kenapa, kau mau membelinya” tanyaku padanya.

“ani aku hanya melihatnya saja. kajja kita pergi ke tempat lain”

Sepanjang malam bisa kulihat minji selalu tersenyum. Akan tetapi mataku terkejut memandang hidung minji yang mengeluarkan darah.

“minji ada apa dengan hidungmu”

“ne” minji menyeka hidungnya dengan tangannya tapi ku halang, ku lepaskan baju kaosku lalu mengelap darah di hidungnya.

“ada apa denganmu. Apa kau sakit” ucapku cemas membersihkan hidungnya.

“ani. nan gwaechana, aku hanya kelelahan”

“kalau begitu ayo kita pulang” ku pakai kembali bajuku yang ternoda darah lalu menarik tangan minji mengajaknya pulang.

“kyu.. gomawo” ucapnya pelan.

“ne”

 

***

 

“baiklah sudah sampai masuklah” kataku ketika berada di depang gerbang rumahnya.

“ne..ini jaketmu” katanya hendak melepas jaketku.

“ani.. kau pakai saja”

“lalu bagaimana denganmu udara sangat dingin kau bisa sakit”

“aku seorang namja jadi tidak perlu khawatir. Emh dan ini untukmu” ku angkat kalung berbandul love biru dihadapannya.

“apa ini”

“tentu saja ini kalung, ani maksudku hadiah ulang tahunmu. Maaf jika terlambat” ku pakaikan kalung itu dilehernya.

“kau harus menjaganya dan jangan sampai hilang arraseyo”

“em” minji hanya mengangguk lalu tersenyum menatap kalung pemberianku. Kenapa wanita begitu suka hal seperti

ini. Tapi baguslah jika dia menerimanya.

 

***

 

Di pagi yang cerah ini minji membawa bekal untuk kyuhyun yang membuatnya tersenyum sepanjang hari karena kejadian semalam. akan tetapi saat minji melewati taman belakang sekolah . minji terkejut ketika melihat kyuhyun

tengah berciuman dengan yeoja lain.

 

Brak..

 

Bekal yang dibawanya terjatuh bersamaan dengan itu pasangan itu melepaskan ciuman mereka karena terkejut. mereka lalu menatap minji yang tengah menahan tangisnya.

 

“minji…..” perkataan kyuhyun terputus saat minji berlari kencang meninggalkannya.air mata mengalir dengan deras di pipi minji.

“kenapa dia melakukan itu….kenapa dia….”

 

Tes..

 

Tes..

 

Cairan merah pekat mengalir dari hidung minji. Panik jika ada yang melihat, minji berlari menuju toilet wanita. Tangannya sibuk mencari sesuatu ditasnya. Diambilnya 3 butir obat dari botol obatnya lalu menelannya kuat-kuat. Perlahan tubuh minji merosot di dinding toilet tersebut.

 

“Aaaaaaaa” Teriaknya kesal sambil menjenggut rambutnya. Helaian demi helaian rambut itu terlepas dari inangnya. Bersamaan dengan ini tangisnya semakin pecah.

“kenapa..kenapa hidupku seperti ini. Siapa yang harus aku salahkan…appa aku takut..aku takut mati..aku tidak ingin mati appa..kenapa kau mewariskan penyakit ini padaku appa.. apa salahku..” kenyataannya dinding toiletlah yang menjadi saksi bisu atas kesedihan minji.

 

 

Kyuhyun pov

 

“minji” aku menghampirin minji. Sudah 2 jam aku berdiri dirumahnya. Dan saat ini kulihat wajahnya pucat, rambutnya ditutupi oleh topi jaketnya.

“dari mana saja kau. Kau tahu begitu lama aku menunggumu. Dan kenapa wajahmu. Apa kau sakit minji” tanyaku memengang keningnya.

“ani” ditangkisnya tanganku dari keningnya.

“nan gwaechana,, aku hanya kelelahan”

“oh.. minji apa yang kau lihat tadi itu salah paham”

“salah paham , lalu kenapa kau berciuman dengannya”

“itu karena dia memaksaku,,sungguh, dia menyatakan cintanya padaku dan tentu saja aku tolak karena aku adalah pacarmu. Dia marah padaku lalu memaksaku berciuman dengannya” ucapku menjelaskan apa yang terjadi.

“lalu kenapa kau menolaknya” ucapnya dingin.

“karena aku adalah pacarmu”

“lalu kenapa kau mau jadi pacarku”

“itu…”

“lalu apakah kau mencintaiku cho kyuhyun” aku terdiam tidak tahu harus menjawab apa.

“lalu kenapa kau diam. Kenapa kau tidak menjawabnya”

“minji ..aku..” ku ulurkan tanganku menyentuh pipinya tapi minji memalingkan wajahnya.

“tidak bisakah kau mengucapkan kalau kau mencintaiku sekali saja.. hanya sekali kyu..selama kita pacaran kau tidak pernah bilang kalau kau mencintaiku, selalu menolak kencan denganku, bahkan kita tidak pernah ciuman,, kalau kau memang tidak menyukaiku harusnya kau menolakku sejak awal. Aku…aku…” ucapannya terputus karena minji mulai menangis dan dia juga menutup hidungnya.

“minji aku…”

“pergilah” seketika minji berlari memasuki rumahnya meninggalkanku yang masih terpaku di depan rumahnya.

“mian minji” gumanku menatap pintu rumahnya.

 

Kyuhyun pov end

 

 

Minji pov

 

Aku tidak ingin kyuhyun melihatku mimisan lagi. Aku berlari masuk ke rumah meninggalkannya lalu mengambil tissu membersihkan darah di hidungku. Kepalaku juga pusing. Sakit.. sakit sekali..

 

“eomma…” semuanya gelap.

 

***

 

Hal pertama saat membuka mata adalah aku sangat kenal dengan ruangan ini. Ya ini adalah ruangan rumah sakit. Ruangan inilah yang selalu menemaniku saat penyakitku kambuh.

 

“minji..” eomma menghampiriku dan menyentuh tanganku. Eommaku mulai menangis. melihatnya membuatku semakin sedih tapi anehnya suaraku tidak dapat keluar dan mulutku tidak bisa bergerak bahkan anggota tubuhku kehilangan fungsi untuk bergerak. Aku hanya bisa melihat dan mendengar eommaku yang menangis di sampingku.

 

“tuhan berikan aku kesempatan hidup 1 hari lagi agar aku dapat memberikan salam terakhirku untuk orang yang aku cintai. aku tidak menyesal dan aku tidak marah apa yang terjadi pada hidupku sebaliknya aku berterima kasih karena aku bisa hidup di dunia yang indah ini” doaku dalam hati.

 

Minji pov end

 

 

Beberapa hari kemudian dengan bantuan medis suara minji mulai terdengar kembali dan tangannya sudah bisa digerakkan. Akan tetapi syaraf pada kaki minji telah mati membuatnya tidak bisa berjalan. Dengan kursi rodalah minji bisa menikmati udara luar. Minji tahu hidupnya tidak akan lama lagi tetapi wajahnya tidak pernah menunjukkan kesedihan. bahkan dokter memvonis bahwa hidup minji tidak akan lama lagi karena penyakitnya sudah menyebar ke seluruh tubuh minji bahkan sel syarafnya banyak yang mati.

 

“eomma aku ingin menghirup udara diluar” tanya minji ketika matanya memandang keluar jendela rumah sakit.

“eomma aku bosan disini” sahut minji lagi tanpa melihat kebelakang.

“eomma aku…”

“eommamu tidak ada disini, kim minji” mendengar suara namja minji menolehkan kepalanya ke belakang.

“donghae…” mendengar namanya disebut perlahan kaki donghae mulai mendekati minji.

“kau..kau benar-benar jahat minji. Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang sakit. Apa kau tahu betapa khawatirnya aku padamu. Kenapa kau selalu bilang tidak apa-apa, padahal kau sedang sakit. Kenapa kau menahannya harusnya kau mengatakan padaku kalau kau sedang sakit,, kenapa…..”

“mian..mian donghae” seketika donghae menangis melihat keadaan minji yang duduk di kursi roda.

“apa kyuhyun tahu kalau kau…..”

“ani, kyuhyun tidak tahu. Aku tidak ingin dia tahu. Aku tidak ingin dia sedih..aku…”

“dia harus tahu minji. Kyuhyun itu pacarmu” teriak donghae membuat air mata minji mengalir deras bak sungai han.

“kau tahu minji. Kyuhyun selalu mencarimu, dia menghwatirmu karena kau tidak sekolah, tidak ada dirumah, nomormu tidak aktif, sejak awal kau membuat kyuhyun sedih”

“mana mungkin dia mencariku, kyuhyun tidak menyukaiku”

“kau salah dibalik sifat kyuhyun yang dingin dan cuek dalam hatinya dia menyukaimu.”

“kau bohong,, pergi..pergi dari sini” teriak minji menepis tangan donghae yang menyentuh wajahnya.

“minji…”

“aku bilang pergi.. jangan melihat keadaanku yang menyedihkan ini. Aku…aku sebentar lagi akan mati.. lebih baik kau pergi..pergi” melihat tangisan minji semakin kencang donghae terpaksa meninggalkan minji karena yang terpenting saat ini adalah memberi tahu masalah ini pada kyuhyun.

 

 

Kyuhyun pov

 

“yak hapemu berbunyi pabo” jitak yesung membuyar lamunanku.

“ne hyung..yeobosseo”

“kyuhyun” suara ini. Aku kenal suara ini. Suara yang begitu ku rindukan karena sudah lama tidak bertemu dengannya.

“minji.. kau minji kan” ucapku senang.

“ne ini aku”

“neo eoddiya,, kenapa kau menghilang. kenapa kau….”

“kyuhyun aku ingin…. kita putus”

 

DEG…

 

“apa maksudmu. Jangan bercanda minji”

“ani, aku tidak bercanda. aku ingin kita akhiri hubungan kita sampai disini”

“mwo, ada apa denganmu hah ” teriakku frustasi.

“bukankah kau tidak menyukaiku jadi untuk apa hubungan tidak jelas ini dilanjutkan”

“tapi kau menyukaiku.. lagi pula sekarang ini aku sudah meny…”

“aku sudah tidak menyukaimu lagi. Cho kyuhyun”

 

DEG..

 

“kenapa,,apa kau menyukai namja lain hah” teriakku marah”

“nde.. aku menyukai namja lain”

“apa dia donghae”

“…”

“wae..kenapa kau diam,, jawab pabo”

“mian jika selama ini aku selalu menganggu hidupmu, aku selalu menyusahkanmu, selalu membuatmu marah, aku berjanji, aku akan menghilang dari hidupmu,, aku janji kyu,, Goodbye mr.cho” katanya memutuskan telpon. Jantungku berhenti berdetak, hatiku begitu sakit. Nafasku sesak. Aku marah. Aku ingin menangis. Rasanya sakit.

 

Brakkk…

 

“yak kyuhyun ada apa denganmu” ucap yesung terkejut saat melihatku memukul meja.

 

Brakkkk..

 

Tringgg….

 

Semua barang di hadapanku, ku hempaskan dan kuhancurkan dengan tanganku. Tidak peduli tanganku yang berdarah. Rasa sakit hati ini mengalahkan akal sehatku.

 

“yesung hyung aku….”

“kyuhyun minji dia…”ucapan kyuhyun terputus saat seseorang muncul mengejutkan mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan lee donghae.

 

Kyuhyun pov end

 

 

Di tempat lain tepatnya di rumah sakit seorang yeoja menangis dalam diam di tempat tidurnya. Yeoja itu tidak menyadari bahwa darah telah membasahi hidungnya. Yeoja itu menyentuh kepalanya ketika rasa sakit mulai menyerang bagian kepalanya dan perlahan matanya menutup seiring dengan air mata yang jatuh tepat membasahi bantal tidurnya.

 

***

 

Tit..

 

Tit..

 

Tit..

 

Titttttttttttttttttttt..

 

Suara dengan garis lurus begitu khas menghiasi salah satu ruangan rumah sakit itu . Sesosok namja berjubah putih keluar dari ruangan itu.

 

“bagaimana putriku, dokter dia.. dia tidak …”

“maaf,, kami sudah berusaha. Dia sudah pergi” tubuh wanita tua itu terjatuh terduduk di lantai mengetaui putri semata wayangnya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tubuhnya bergetar dan air mata membasahi wajahnya.

“minji…” guman eomma minji ketika melihat ssesosok yang disayanginya telah tertutupi kain putih.

 

 

Kyuhyun pov

 

kyuhyun minji.. dia sakit. Dia menderita penyakit kanker otak.. penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Minji dia hampir mati kyu.. dia setiap hari selalu menahan rasa sakitnya. Kau tahu setiap hari hidungnya selalu mengeluarkan darah.

Dia menangis dalam diam kyu. Pergilah kyu,,temui minji. Dia membutukanmu kyu”

 

Kata – kata yang diucapkan donghae masih tergiang dikepalaku. Ku pacu lebih kencang motorku untuk pergi menemuinya.

“minji bertahanlah..” doaku dalam hati.

 

Kyuhyun pov end

 

 

Penyesalan selalu datang belakangan. Setibanya kyuhyun dirumah sakit berita dukalah yang menghampirinya. Melihat eomma minji tengah menangisi sesosok yeoja tertutup kain putih. Tubuhnya terjatuh menahan tangis yang di tahannya sejak tadi.

 

“kata-kata itu merupakan kata terakhir diucapkannya. Suara itu merupakan suara terakhir yang aku dengar. Apa kau tahu minji aku belum mengatakan padamu kalau aku mencintaimu. Begitu menyukaimu. Jika aku tahu akhirnya akan begini, aku akan mencintaimu lebih awal dan aku tidak akan pernah mengatakan tidak padamu,,kim minji”

 

 

***

 

Sedikit demi sedikit pemakaman itu mulai ditinggalkan orang. Yang tersisa hanyalah eomma minji, kyuhyun, donghae, dan yesung. Air mata mereka nampak sudah mengering. Yang tersisa hanyalah raut wajah kesedihan.

 

“ahjumma. Kami pergi” timpal yesung.

“hajima” yeoja tua itu mengeluarkan selembar kertas putih dengan kalung berbandul love biru

“itu..” tunjuk donghae.

“saat di rumah sakit, aku menemukan ini di bawah bantal minji. Surat ini ditujukan untuk kyuhyun. Dan kalung ini, aku tidak bisa menyimpannya sebaiknya kau saja yang menyimpannya” diberikannya barang tersebut tepat di tangan kyuhyun.

“ahjumma aku..”

“appa minji meninggal karena penyakit kanker otak, saat itu umur minji baru berusia 10 tahun. 5 tahun kemudian minji di diagnosa menderita penyakit sama dengan appanya. Minji pernah bilang padaku 2 orang yang membuatnya bertahan dari penyakitnya adalah aku eommanya dan kyuhyun pacarnya” mendengar cerita eomma minji, kepala kyuhyun meneladah ke tempat pusaran tanah tempat yeoja yang dicintainya tidur selamanya ”

 

Kyuhyun pov

 

 

Kepalaku sandarkan pada kursi dirumahku. Genggaman tanganku tak pernah lepas dari kalung minji pemberianku. Di kepalaku masih teringat saat kebersamaanku bersama minji. Aku memang neupeun namja. Harusnya aku membuat kenangan bahagia di akhir hidupnya tapi, Aku hanya bisa membuatnya menangis. Perlahan ku buka surat dari minji.

 

 

jika kau membaca suratku. Aku harap kau tidak menangis kyuhyun.

 

apa kau masih ingat saat kau menolongku dari orang yang mau mencuri tasku..

saat itu aku sudah mulai jatuh cinta padamu untuk pertama kali dalam hidupku..

dan hal yang membahagiakan dalam hidupku saat kau menerima pernyataan cintaku..

walaupun kau begitu dingin dan cuek padaku, tapi aku selalu mencintaimu..

aku tahu kau tidak mencintaiku tapi, berada disisimu itu saja sudah cukup bagiku..

saat kau memberi kalung hadiuh ulang tahunku itu adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku..

gomawo kyuhyun,, karena kau membuatku bahagia di hidupku yang singkat ini..

aku selalu mencintaimu..

naneun saranghae cho kyuhyun..”

 

 

“nado saranghae kim minji”

 

 

Kyuhyun pov end

 

 

“super junior”

 

Nama itu sudah tidak asing lagi di mata dunia. Boy band asal korea dengan beranggotakan 13 namja tampan itu mempunyai fans di mana-mana. Sejak kejadian itu kyuhyun memutuskan menjadi penyanyi dari grup super junior.

Yesung dan donghae pun ikut berpatisipasi dalam grup tersebut.

 

“yak kyuhyun,, kau mau kemana” sahut namja cantik bernama heechul yang melihat magnaenya pergi keluar panggung.

“hyung aku lapar, aku mau beli makanan” ucap kyuhyun singkat. Dengan bermodalkan masker yang menutupi mulutnya serta topi hitam menutupi kepalanya, kyuhyun melangkah keluar gedung. Cuaca yang dingin serta udara malam yang berhembus tak mengurungkan niatnya. Diselipkan tangannya di kantung celananya.

 

“yak pencuri” kata seorang yeoja yang mengejar ahjusshi tua yang telah mencuri tasnya. Karena pencuri itu berada di depan kyuhyun dengan gesit kyuhyun merebut tas di tangan namja ahjusshi tersebut. Dengan satu tonjokkan membuat ahjusshi tua itu lari terbirit-birit.

“ini” kata kyuhyun saat yeoja itu menghampirinya.

“gomawo ahjusshi karena kau telah menolongku” ujar yeoja itu dengan nafas tersenggal-senggal.

“mwo, ahjusshi..kau..kau tidak tau siapa aku hah” gerling kyuhyun merasa kesal dipanggil ajjusshi.

“memangnya kau siapa” mendengar jawaban yeoja itu, kyuhyun melepaskan masker dan topi yang menutupi jati dirinya.

“nan,, cho kyuhyun magnae super junior yang tampan dan mempesona, jadi kau harus ingat itu, yeoja pabo” tunjuk kyuhyun di depan yeoja itu lalu pergi meninggalkan yeoja itu yang masih terdiam.

“yak kau, gomawo” ucap yeoja itu menatap punggung kyuhyun yang masih berada 1 meter di depannya.

 

“dan… Goodbye Mr.cho”

 

 

Deg..

 

 

Dengan cepat kyuhyun membalikkan badan menatap yeoja yang mengatakan hal tersebut. Perkataannya singkat namun sukses membuat jantung kyuhyun kembali berdetak. Dengan jarak 2 meter mereka saling menatap satu sama lain.

 

 

kata itu adalah kata terakhir yang kau ucapkan padaku.. kata yang membuat jantungku berhenti berdetak.. setelah sekian lama, kata itu kembali terdengar di telingaku.. kata yang membuat jantungku kembali berdetak untuk saat ini ”

 

 

 

THE END

 

 

mian jika ffnya jelek dan tidak memuaskan. maklum sudah lama vakum dari dunia ff jadi tulisannya ampur adul dan saya mengetag asal asalan jika tidak suka ditag harap hubungi saya.

20 thoughts on “Goodbye Mr.Cho | Oneshoot

  1. sedih banget…
    minji belum tau kalau kyuhyun juga mencintainya juga…
    boleh tuh bikin lanjutannya…
    daebaaak..🙂

  2. Kereeenn bangeeet thor!!!!!
    Ini cerita ada bgt di kehidupan real aku*kecuali yg kanker otaknya*._. Dari awal-akhir aku nangiss huee ;__;

  3. Ceritanya keren, tapi gua penasaran sama cewe yang bilang ‘good bye mr.cho’ itu…
    Sukses thor, uda buat hun terharu dengan ceritanya… Kkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s