Protect Our Married ‘Part 5’

 

POM5

By : ArVi

 

 

Cast : 

• Kim Jong Woon

• Song Eun Seo

• Jung Yunho

• Park Jihyeon

• Danielle Kim aka DAIN

 

Suport Cast :

• Song Jong Ki

• Hwang Hyunri

• Other

 

 

Gendre : MIX

Rate : PG-17 / Straight

 

 

 

WARNING :  INI PART TERPENTING, INTI CERITA DISINI SEMUA. baca sampai habis, jangan kelewat 1 katapun. Sudah terlanjur dibuka , silahkan dibaca, jangan lompat-lompat. Jika masalah RCL, bisa dilakukan jika ceritanya sreg! Arraa! Beberapa karakter aku pelajari di blog eon hye ah. 

 

1 lagi, ENDINGNYA BEDA dari versi oneshoot! Hahahahahaha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

_ Trust  Me, I Will be protect You , and Our Love._

‘Protect Our Marrid 5’  

 

 

 

 

BEGIN >>>>

 

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

‘aku tau siapa yang aku inginkan,

Aku tau siapa yang menginginkanku,

Dan aku pun juga tau siapa yang tak menginkanku,

Tapi aku tak tau,

Siapa yang diinginkan, dan menginginkan HATIKU’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rintikan hujan membasahi bumi, setelah sejam yang lalu mendung menyapa, beberapa semburat kelam mulai mewarnai langit yang kian mengelabu. Bumi seakan ditutupi tudung bisu yang dituangkan dengan amarah petir. Halilintar menyala-nyala bagai sengatan-sengatan arus listrik yang beterbangan diatas sana, entah mengapa hari ini begitu dingin dan gelap.

 

 

 

 

EunSeo menjajaki lantai dapur dalam didalam sebuah apartement. Kali ini bukan rumahnya berhubung Cat dindingnya bukan putih keemasan seperti dirumahnya dan Yesung. Dengan pakaian serba hitam, wanita itu berjalan menuju dapur. Langit yang terasa masih  kelam sejak tadi siang membuatnya masih tak percaya kalau ia sempat tertidur beberapa jam . Dan entah siapa yang menggendongnya, hingga kedalam apartement ini.

 

 

 

 

“Bodoh” ia mengumpati dirinya sendiri. Mana ada wanita yang lebih bodoh darinya?

 

 

 

“eonnie ya… kau sudah bangun. Tsk. Padahal oppa baru saja pergi, ia bilang akan meminta maaf pada suamimu” Chaerin menghampiri EunSeo yang hanya tersenyum kecil. Udara yang amat dingin sanggup menusuk hingga kekulit terdalam. Ia benar-benar bingung sekarang. entah bagaimana hubungannya dengan Yesung setelah kejadian tadi. Ia tak tau. Dan malas memikirkannya.

 

 

“kapan oppa mu akan berangkat Rin ah?” EunSeo mengambil teh hangat yang Chaerin suguhkan. Sebenarnya disini apartement Chaerin yang baru dibeli 6 bulan yang lalu, sebelum ia memasuki universitas. padahal saat itu EunSeo dan Yunho lah yang menata apartement yeoja yang nyaris menjadi adik iparnya.

 

 

Chaerin menunduk, mengaduk tak jelas susu hangat kesukaannya. Benar, Yunho akan pulang ke Mokpo besok. Dan itu untuk perjodohannya. Aigooo padahal ia sangat berharap jika wanita dihadapannya inilah kakak iparnya kelak.

“apa kakimu sudah terasa baik ?” Chaerin mengalihkan pembicaraan sekejap.

 

 

 

“hum… sebentar lagi aku harus pulang.” EunSeo meneguk habis teh hangat dari Chaerin.

 

 

 

“apa kau tak ingin menemuinya? Ia akan pergi besok” perkataan Chaerin membuat EunSeo menahan nafasnya. Benar-benar rumit.

 

 

 

“aniya…. Keberadaanku hanya akan menghambat semuanya.”

 

 

Chaerin mengembungkan pipinya. “dia kesana bukan untuk pulang dalam waktu yang singkat. Ia bukan mengurusi perusahaan. Dia__”

 

 

“aku tau” EunSeo bangkit, menarik jaketnya disudut sofa. Meski gaya berjalannya masih tertatih, setidaknya ia bukan wanita lumpuh.

 

 

“aku pergi, ucapkan salamku pada oppamu, annyeong”

 

 

Chaerin menatap punggung EunSeo yang keluar dari pintu apartementnya. Mungkin benar, jodoh berada ditangan yang diatas. Jika bisa , Chaerin seolah mengelak jika hubungan kakaknya dengan EunSeo akan kandas seperti ini.

 

 

“dia mungkin takan bisa kembali untukmu, eonnie ya…” Chaerin bergumam lirih, namun siapa sangka EunSeo mendengarnya. Yaa… ia dengar. Tapi ia harus apa? mengucapkan salam perpisahan saja berakhir adegan saling pukul antara Yesung dan Yunho beberapa jam tadi, hingga membuatnya takut pulang. Hey! Kenapa kau pengecut seperti ini Song EunSeo? Kau sebenarnya ada apa huh?

 

 

 

 

 

 

_________________o0o_________________

 

 

 

 

 

Kaki EunSeo berjalan mendekati sebuah CAFÉ, bukankah gila jika dalam hidupnya harus diselimuti grasakgrusuk kehidupan cinta seorang Kim Jong Woon? Padahal tak sedikitpun Yesung memiliki raut seorang lelaki peselingkuh. Tapi setelah melihat kenyataan beberapa wanita disekitar suaminya, membuat EunSeo sadar, bahwa ia adalah wanita kuat, dan harus kuat.

 

 

 

“Hey!” seorang wanita berpakaian mini dress putih, dengan rambut tergerai melambai kearah EunSeo, style berpakaian keduanya nampak berbeda. Dain- wanita itu adalah Dain. Entah apa yang ia rencanakan sehingga meminta EunSeo untuk datang. Bahkan sesungguhnya mereka berdua belum kenal sama sekali.

 

 

EunSeo yang berjalan secara tertatih membuat Dain mengkerutkan dahinya, wajah wanita ini sangat tegas, tatanan rambut yang benar-benar menunjukan bahwa ia wanita karir yang dingin. Ekspresi wajah yang datar, tidak.. mengapa sekarang Dain menjadi takut? Ia berbeda dengan Jihyeon. Sangat berbeda.

 

 

“Dain, Nice To Meet you. ”

 

 

EunSeo tersenyum sekilas, membalas jabatan tangan Dain, entah kenapa kepalanya amat sangat pening, mungkinkah efek kakinya? Atau Karena efek beban pikirannya?

 

 

“ Song EunSeo. Me Too”

 

 

“hum… kau istri Kim Jong Woon bukan? Mengapa tak memakai marga suamimu?” Dain langsung dengan terang-terangan menyerang EunSeo dengan pertanyaan semacam itu, membuat pikiran EunSeo terproses, baiklah ia mengerti sekarang tujuan Dain mengundangnya.

 

 

“bicaralah sesuai formalitas”

 

 

“oh okey, to the point saja. aku wanita yang dipercaya nenek Kim” Dain memandang kuku-kuku tangannya secara bergantian, menunggu respon wanita dihadapannya ini.

 

 

“aku tau”

 

 

 

Dain tersenyum remeh, “tentu harus tau, aggashi”

“well, mungkin kau harus merubah sedikit sikap dinginmu. Tatapanmu hampir membantingku.”

 

 

“ini pesanan anda,” seorang weatris menghentikan aksi keduannya. Ah… sesungguhnya beban pikiran EunSeo banyak, dan ia memaksakan untuk kuat memikulnya.

 

 

“ada apa kau mengundangku, Dain ssi?”

 

 

Dain tersenyum sebentar, “aku tidak mungkin sebodoh itu menyuruhmu menjauhi mantan calon suamiku kan? Baiklah, tidak etis sekali jika aku menyuruhmu pergi kekantor pengadilan dan mengirim surat cerai diusia pernikahan kalian yang ke, 5 hari.”

 

 

“……………………..” diam, EunSeo hanya diam, tak mau merespon apapun, ia hanya ingin lihat gaya ancaman seorang Dain.

 

 

“jadi___ kuharap kau akan kuat menerima beberapa step by step yang akan kulakukan, soo, If You wanna to Protect your married, hum… kurasa percuma. Selama kau menuruti permainanku, kupastika , kau dan Yunho yunhomu itu akan bersatu secepatnya”

 

“kau ingin menyuruhku mundur perlahan?” EunSeo tersenyum gentir,

 

 

“sudah kukatakan bukan perlahan, tapi secepatnya nonna Song.!”

 

 

“tak perlu buang tenagamu. Miliki dia diduniamu” mata Dain bergerak pelan, benar, Elang beringas seperti Jihyeon sangat berbeda dengan EunSeo, dan Dain yakini, cara menyingkirkan 2 orang ini pun berbeda. Beruang betina kutub yang dingin. Oh okee.. Dain rasa itu julukan yang pas untuk EunSeo.

 

 

“kurasa sulit, mengingat ia juga ada diduniamu. Kau tau? Aku paling tidak bisa berbagi. Dan dari kecil aku tak pernah tidak mendapatkan yang aku inginkan, jadi. Kurasa aku takan membiarkan begitu saja” Entah mengapa percakapan ini sedikit demi sedikit menuntut emosi didalamnya.

 

 

EunSeo memutar sedikit pergelangan kakinya, duduk dalam jangka waktu lama membuat kakinya terasa ngilu dan kembali kaku. Sakit sekali.

“aku takan melepaskannya.”

 

 

“mwo?” Dain hampir saja tersedak minuman, matanya memicing tajam. Istri macam apa dia ini? sudah tahu suami berselingkuh, bahkan dikejar-kejar wanita lain, ia masih saja saperti ini.

 

 

“hey, kau_kau jangan gila! Atau kau akan menyesal!”

 

 

“aku sudah biasa menerima penyesalan, jadi jangan khawatir”

 

 

“keras kepala! Kau kira kau cukup hebat melawanku huh?!!!”

 

 

“lumayan. Tenagaku masih banyak. Dan satu hal yang harus anda ketahui Mrs. Danniele Kim. Aku hidup bukan hanya untuk diri dan egoku. Aku masih memiliki keluarga yang harus aku banggakan. Baik, kurasa perjodohan ini bagimu, hanya demi kepuasan mentalmu saja. sedangkan aku? Aku menerima ini untuk nyawa seseorang. Pernahkan kau berfikir seseorang akan mati karena sebuah penolakan? Tidak bukan?! Kalau begitu pikirkanlah!”

Buku-buku tangan Dain mengepal. Emosinya terasa dijebak dilemma amarah dan juga rasa takut.

 

 

“kau melawanku , huh?!”

 

 

EunSeo tersenyum, ternyata Dain hanya menang gertakan.

“sudah kukatakan jalan terbaik adalah miliki dia sepuasnya diduniamu . Tenang saja, aku takan mengganggu, sama seperti wanita itu (Jihyeon), kau bisa tanyakan, kapan aku mengganggu mereka”

 

 

“wanita hina!” Dain akhirnya menghujat. Membuat EunSeo mengulum emosinya. Menatap tajam kearah Dain yang kini telah berdiri, membuat semua pengunjung café menatap mereka. Ingin rasanya EunSeo bangkit dan ikut membela diri, tapi kakinya benar-benar tak mampu ia gerakan.

 

“apa kau perlu kuajarkan private berbicara?”

 

 

“tutup mulutmu!”

 

 

BYUR

 

 

Akhirnya benar. seorang Dain tidak mungkin hanya berhenti dan mematok diri pada ancaman, ia pasti akan melakukan aksi yang menggertak. Lihatlah, kini ia malah menyiram EunSeo dengan jus buah.

 

 

“ecamkan kata-kataku! Kau akan menyesal!” Dain segera pergi dengan amarah yang menggebu, padahal EunSeo belum sempat membalas balik. Bahkan sekarang banyak pengunjung café menatapnya miris. Tak tau harus membantu atau apa, karena mungkin mereka tak tau ujung permasalahannya.

 

 

“bodoh” dari kecil hingga sekarang entah kenapa ia selalu mengumpati dirinya sendiri dengan kata ‘bodoh’? entahlah, ia hanya merasa menjadi wanita yang tak berdaya diantara semua pilihan.

 

 

EunSeo memaksakan kakinya untuk bangkit, namun nihil, tidak bisa. Wanita itu tersenyum kecut, memandang kearah jendela. Lihatlah, walau hanya sekedar berdiri saja kakinya tidak mampu. Sebenarnya ada yang salah dengan tulangnya? Atau ia lemas? Benar. 2 faktor itu pasti mempengaruhi. Semua kejadian membuat urat syarafnya menegang.

 

 

Tak mau diperdaya keadaan, EunSeo meraih tissue, membersihkan wajah dan pakaiannya. Meraih ponsel dan mencari kontak ditelponnya.

 

 

Kim Jong Woon. Itu ID penerima yang ia hubungi. Sadar akan keadaan, ia bukan wanita bodoh yang menarik ulur hati Yunho. Ia tak mungkin menyuruh lelaki itu menjemputnya. Tidak mungkin.

 

 

Berkali-kali EunSeo mencoba menghubungi Yesung, namun telpon namja itu tak bisa dihubungi. Nasib sial. Kenapa seorang Kim Jong Woon mampu membuat hidupnya terjungkir seperti ini dalam waktu kurang dari seminggu. Ia benar-benar benci terlihat lemah. Tapi sekarang? ia harus akui, ia lemah.

 

 

‘aku menunggumu di Café Hunger.’

 

EunSeo memejamkan matanya, meski suasana sudah menjelang sore, tapi wanita itu tetap tak berniat beranjak. Bagaimana bisa beranjak? Kakinya mati rasa.

 

Tangan EunSeo terjulur menyentuh lutut dan tulang keringnya. Memijatnya sebentar, namun tetap tak ada reaksi.

 

 

Teringat akan kenangan dengan Jong Ki. Jika kakaknya disini, ia pasti akan panic, heboh, atau bahkan sampai menggendongnya di punggung. Andai Jong Ki masih dikota ini, maka EunSeo ingin sekali menghubunginya dan mengadu. Mengadu ia tertekan sekali disini.

 

 

DRRRRTTT. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. …

 

 

 

Tangan EunSeo dengan cepat mengamit ponselnya, ia kira Yesung. Tapi ternyata JongKi. Sedikit senyuman yang yeoja itu perlihatkan.

 

 

“whe?”

 

“………………”

 

“aish.. pelankan suaramu, kau sudah sampai?”

 

“………….”

 

“baiklah, kurasa pak tua itu tak hanya ingin kau mengurus perusahaan, apa dia benar-benar menyuruhmu mendekati seseorang disana?”

 

“…………………..”

 

“mwo? Merebut calon istri orang? Ya! Apa dia sekriminal itu?” EunSeo hampir saja jantungan. Ayahnya benar-benar ekstrim.

 

“………………….”

 

“arraa. Aku sarankan jangan mengikuti jejaknya. Fokuslah disana. Lindungi resort itu. Kumohon. Itu kenangan terakhir umma”

raut wajah EunSeo berubah cepat. Bahkan tuan Song dengan sengaja ingin menjual salah 1 resort mereka di Mokpo. Perusahaan mereka sudah berada diambang kebangkrutan, untunglah ada keluarga Yesung, jika tidak , mungkin mereka sudah mengorbankan semuanya. Semua itu berawal dari rival GNI Group, yakni Jung Corp. itu adalah perusahaan raksasa yang kini mengambil alih semuanya. Itulah sebab mengapa hubungannya dan Yunho sudah tertutup sampai kenenek moyang.

 

 

“…………….”

 

“aniyo..  kau kira aku secengeng itu?”

 

“………………..”

 

“kabarku baik. Yesung baik. Semua baik-baik saja. Ya! Mengapa kau seolah seperti seseorang yang sudah pergi berabad-abad yang lalu, jika nyatanya kau baru pergi tadi pagi. Maaf tak mengantarmu. Aku takut kau tidak mau pergi, karena tak mau jauh dariku. tsk”

 

“………………..”

 

“ish! Akui saja!”

 

“……….”

 

“ arra…. Arra…. Tapi kumohon, pertahankan resort itu. Lakukan apapun. Seperti aku mengorbankan semuanya”

suara EunSeo melirih, membuat Jongki diseberang sana merasakan kepedihan, ia tak jamin adik kesayangannya itu baik-baik saja. tapi yang JongKi harapkan EunSeo bisa kuat dan bertahan. Ia akan kembali. Menyudahi semuanya.

 

 

“…………….”

 

“nde.. jaga juga kesehatanmu”

 

“…………………”

 

“aku pun juga sedikit menyayangimu, dan banyak mencintaimu. Saranghae oppa”

 

 

 

BIP

 

 

Sambungan itu terhenti, membuat mata EunSeo menerawang menatap layar ponselnya, ‘jaga dirimu, dan kuatkan dirimu. Oppa’

 

 

“berhenti menangis.” Tiba-tiba EunSeo merasakan tubuhnya terangkat, yeoja itu akhirnya mendongak, mendapati Yesung kembali menggendongnya. Semua pengunjung menatap dengan dramatisir. Bisakah mereka menafsirkan kisah gono gini setelah menyaksikan pertengkaran 2 yeoja tadi, lalu ada adegan gendong ala bridal style? Aigooo…

 

 

“jaga istrimu anak muda, jika tidak wajahnya akan mengkerut dimakan masalah” seorang kakek tua memberhentikan langkah Yesung ditengah siulan pengunjung, mereka benar-benar serasi. Sangat serasi.

 

 

“akan kulakukan,” hati EunSeo berdesir mendengarnya, ia ingin tersenyum, namun ia kelewat lelah, hingga tertidur digendongan Yesung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

_________-o0o-__________

 

 

 

 

 

-MOKPO , South Korea-

 

-Hiorigo – AIRPORT

 

 

 

 

 

 

 

“…………….”

 

 

“arra! Ya ya! Aku tau! Aku sudah sampai! Jangan mencariku.”

 

“……………”

 

“ish. Percuma juga aku kabur jika anak buahmu berjamur , tuan Hwang!”

 

“………………..”

 

“yayayaya! Aku tau!”

 

 

BIP

 

 

HyunRi- wanita berpakaian nyentrik dengan style airport yang terinspirasi dari idolanya, ia berdecak kesal setelah menerima telepon dari sang ayah. Ia kira ia akan kabur begitu? Caaaah. Siapa juga mau kabur dengan cara yang tak etis? Jangan lupakan kalau ia adalah wanita dengan IQ 140, dan IP akhir 40. Jangan lupa..

 

 

Hyunri menunggu antrian travel bagnya. Berkali-kali ia menengok namun belum juga keluar.

 

 

“omo…omo… aku haus. Haaas! Mengapa aku harus terpental kota ini? apa kau yakin perjodohan ini akan berhasil tuan Hwang? Hakakaka:D aku akan membuat calon menantu andalanmu itu Derfresi yang terparah (look Part 3). Lihat saja.”

tak sadar HyunRi malah berbicara sendiri, membuat Orang-orang disekitarnya menjauh, risih memang melihat tingkah aneh HyunRi.

 

“kalian kira aku akan seperti ini? ekhem…” HyunRi mencoba melakukan sedikit dialog yang diajarkan ibunya.

 

“terimalah aku sebagai menantumu nyonya Jung, aku wanita baik, pengertian, lembut dan penyayang,,…”

 

 

Cih! Ia takan pernah mengemis seperti itu! Siapa yang tak tau dirinya? Hwang HyunRi, tak perlu bersikap semacamnya, mereka kira ia tak laku? Aissh jinjja! Ia hanya belum menemukan yang pas.

 

 

Akhirnya travel bag hitam keluar, dengan cepat HyunRi menariknya, memakai kembali kaca mata berwarna hitam.

 

 

“YA! YA! Nonna Kuning! Kembalikan tas ku!” tangan HyunRi terasa tertarik, membuatnya bersiap meluncurkan hinaan maut.

 

 

 

“HEY! APA YANG KAU lakuka___”

 

Wajah Hyunri memucat, batal sudah niatnya untuk marah-marah, melihat siapa yang ada didepan matanya.

 

 

“k-kau?” desisan HyunRi membuat JongKi memicing, dasar wanita aneh. Pikirnya.

 

“kembalikan tasku nonna. Kau tak berniat mencuri ditanah lapang bukan? Jika aku bertriak kau akan tamat.”

 

Mata HyunRi membesar, oh baik, nampaknya pemuda ini benar-benar melupakannya (Look part 3), baguslah setidaknya ia sudah berhasil membuat moodnya turun sore-sore begini.

 

“jaga ucapan mu tuan, kau kira aku berniat mencuri tasmu , yang kurasa hanya berisi pakaian dalam. INI TAS KU! Camkan!”

 

 

“ hey! Mau pergi kemana kau dengan tasku! Kembalikan!”

 

 

“mwo? Mwo? Kau main kasar ! aigoo aigoo! Kau tak tau siapa aku huh?”

 

 

“tau! Kau wonder woman yang tersesat dihutan belantara dan kehilangan pakaian dalam, sehingga kau berniat mencuri pakaian dalamku . begitu kan? Jadi cepat kembalikan!”

 

Sekarang terjadilah aksi saling tarik menarik, membuat kehebohan karena umpatan-umpatan mereka yang menyangkut PAKAIAN DALAM .

 

“mwo? Mwo? Hyaa… kau benar-benar membuatku frustasi.”

 

“kembalikan nonna! Kau tau KUHP untuk kasus semacam ini? bahkan jarimu bisa dipenggal!”

 

Hyunri nampaknya tak mau kalah, merasa dipihak mereka sama-sama benar.

 

 

“kau kira aku takut? Dasar pencuri! Kau mau menuduhku pencuri padahal kau yang berniat mencuri kan?!”

 

“mwo? Kau memutar balikan keadaan? FINE!” dengan sekali kibasan, tenaga pria memang lebih besar ketimbang tenaga wanita, dan kini Jong Ki lah yang memegang keadaan, tas sudah ditangan, membuat pemuda itu langsung ngacir kearah yang berlawanan.

 

 

 

 

DUGH!

 

 

 

“YA! APPO! Aigoo! Aigoo. Aggashi kau gila!.” Jong Ki terjengkang setelah sebuah Hingless runcing menancap tepat dikakinya,

 

“heh, rasakan!”

 

 

“aggashi berhenti! SATPAAAM! Tangkap wanita pencuri itu!”

Beberapa security langsung menghampiri JongKi yang masih kesusahan untuk bangkit, aigoo itu sepatu terbuat dari apa eo?

 

 

“hey..hey… ya! Kau menuduhku? Okey! Ayo kita kekantor polisi!”

 

 

“tenang dulu tuan , nona, bisa kulihat nomor BagSave mu?” HyunRi dan JongKi sama-sama menyerahkan nomor Bagsave mereka. Beberapa keamanan, mencocokan dengan travel bag itu.

 

 

“tas ini milik tuan Song Jong Ki. Silahkan cek tas anda disana kembali nona.”

 

“MWO?!!!##$!!”

 

 

“caah! Jika aku tak buru-buru, kau sudah kutuntut!” JongKi mencibir sembari menyeret tasnya dengan pincang, ia harus mencegah penjualan resort itu. Dan jika sampai ia terlambat, ia pastikan akan mengejar wanita kuning menyebalkan ini hingga langit ketujuh.

 

 

“ak_aku…” HyunRi menelan ludahnya diantara tatapan sinis beberapa orang. Huaaa appa…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

_____________o0o______________

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

 

 

‘aku ingin membuka mata ,

Jika melihat wajahmu setelahnya,

Bukan menutup mata,

Setelah melihat kepergianmu’

 

 

 

 

 

 

Ye-seo Home, Appgeujong South Korea

 

 

 

 

 

Hembusan tipis membuat mata EunSeo bergerak, yeoja itu membuka secara perlahan matanya, dirasakannya sebuah kenyamanan, dan ia kira itu kasurnya. Namun alangkah terkejutnya saat mendapati Wajah seorang lelaki yang hanya berjarak 3 cm didepannya. Aigoo..aigooo

 

 

 

‘astaga’

 

 

Dengan pelan, EunSeo membangunkan kepalanya, melihat Yesung tidur dengan posisi duduk membuat hatinya berdesir. Perhatian kecil.

 

 

‘aw’ kakinya masih terasa sakit, meski tidak kaku. Ia rasa perlu meminta ijin untuk tidak mengajar hari ini.

 

 

“kau sudah bangun?” Yesung bangun secara tiba-tiba, membuat EunSeo terperanjat kaget. Dasar lelaki ini.

 

 

“…………..”

 

“masalah kemarin, aku___”

 

“jangan bahas lagi” EunSeo bangkit dan turun dari BED, namun tangannya dihadang Yesung.

 

“aku juga sudah meminta maaf pada Yunho”

 

 

EunSeo mengangguk,

 

“kau jangan bekerja hari ini” kembali tangannya dicegat Yesung.

 

“nde”

 

“camkan, istirahatlah, aku akan buat sarapan.” Bibir EunSeo terasa kelu. Ini sebenarnya ada apa? bisa ia menyimpulkan Yesung berubah?

 

“hey” tiba-tiba kepala Yesung tersembul dari balik pintu, ia menggaruk kepalanya bagian belakang. “dimana tombol ON pada kompor?”

 

EunSeo tertawa, sebelum akhirnya wanita itu turun dari BED. “biar aku yang membuatnya”

 

Dengan cepat Yesung mencegat EunSeo lagi. “kau ingin membuatku dipukuli kakakmu? Dengan membuatmu seperti ini?”

 

“dia sedang di Mokpo,”

 

“sepulangnya” Yesung sudah kehabisan cara dan kata agar bisa mencegah gadis keras kepala ini.

 

“hhh.. arraa.. kita masak bersama”

 

Yesung menggeleng, “aniyo.. cukup tunjukan tombolnya.”

 

“aku tak ingin mati muda akibat ledakan gas. Menggelikan” wajah Yesung memucat. Tsk. Baiklah.

 

 

“Arraso!”

 

 

 

 

 

 

_________________o0o________________

 

 

 

 

 

MOKPO, South Korea

 

 

 

 

 

“haaaaaaaaah…..” JongKi merentangkan tangannya lebar-lebar, akhirnya ia bisa menunda penanda tanganan kontrak, jika ia bisa menunda, ia jamin akan bisa menyelesaikan kebutuhan dana perusahaan tanpa harus menjual Resort tempat ibunya meninggal.

 

“aku akan berkorban seperti mu! Song EunSeo” JongKi memasukan koin di sebuah tempat minuman berkoin (namanya apa? anggap aja ya. :D)

 

PLUK

 

“sial” JongKi mengumpat , inilah penipuan dijalan umum. Bahkan benda matipun bisa menipu dengan cara korupsi uang koin. Lihatlah mesin minuman ini, ia hanya memakan koinnya tanpa mengeluarkan minuman. Aish jinjja!

 

“main-main denganku eoh?”

 

 

DRAAG

 

 

PLUG

 

 

“caah, jurusku keren juga”akhirnya sebotol air mineral turun dari lubang itu, haah.. efek lari pagi membuatnya haus.

 

 

“ini milikku kali ini tuan!” mata JongKi mendelik saat mendapati wanita –INI- lagi. Wanita kuning yang kini berubah menjadi wanita ungu.

 

“YA! Nonna kuning menjadi ungu! Itu minumanku!” namun sayang HyunRi sudah menghabiskannya.

 

“mungkin memang kemarin murni kesalahanku, tapi sekarang, ini benar-benar minumanku. Sebelum kau memasukan koin, koinku masuk lebih dulu. Jadi kukira ini miliku”

 

 

“MWO? Mana mungkin begitu?!!”

 

“ueeeee” HyunRi memutar sepedanya dengan cepat, akhirnya mereka impas! Hahaha, tak ada istilah kalah dalam kamus Hwang HyunRi!

 

“BERHENTI KAU!”

 

 

 

 

 

 

______________o0o_____________

 

 

 

 

 

***

 

 

 

Langit belum kelam, itu artinya hari akan cerah-cerah saja, kini JongKi tengah mempersiapkan diri untuk menemui relasi yang akan membantunya. Bagaimanapun tujuan utamanya ketempat ini adalah menyelamatkan resort ibunya.

 

 

“hello Mr. how are you?” Mr.Chey menyapa JongKi dengan sapaan hangatnya. Kali ini ia sedang berada dalam sebuah café, Mr.Chey dulu adalah orang kepercayaan ibunya untuk mengurus Resort, namun karena ibunya meninggal, Resort itu tidak ada yang mengurus sehingga dibiarkan begitu saja, Mr.Chey pun memutuskan untuk pergi. Dan membuka hotel lain dan yang nyatanya kini telah membuka cabang dimana-mana. Mungkin tak tau malu, tapi JongKi harus berusaha sekuat yang ia mampu, jangankan mengorbankan harga diri, EunSeo bahkan rela mengorbankan hidupnya.

 

 

“tentang proposal yang kuajukan, bisakah kau berinvestasi di perusahaanku?” Mr Chey nampak tersenyum, menepuk pelan bahu JongKi. “tanpa ibumu, aku bukan apa-apa. Ambilan seperlumu. Tidak usah sungkan”

 

 

“m-mwo? Tapi maaf sebelumnya, aku bukan meminta, tapi aku hanya ingin memodalkan” kembali Mr.Chey mengangguk. Ia tau karakter pemuda ini dari kecil. Dan itu membuat Mr.Chey tersenyum lagi dan lagi.

 

“lalu bisakah aku meminta bantuan juga darimu?” JongKi dengan mantap mengangguk.

 

“bisakah kau tolong wanita yang disana? Dia terlihat sedikit, hum… kesusahan” JongKi mengikuti arah telunjuk dari Mr.Chey, dan nampaklah kini seorang wanita tengah menunduk akibat dimarahi ayahnya.

 

 

“kalau sampai ini gagal lagi! Semua fasilitasmu benar-benar akan kubinasakan!” Tuan Hwang mengeratkan dasinya, menatap sebal HyunRi yang benar-benar mati kutu. Matilah ia kali ini. HyunRi duduk dengan gelisah menanti calonnya, iya kalau tampan, kalau jelek? Akan ia tolak mentah-mentah!

 

Arah pandang HyunRi menggali kesegala sudut café, masih dipenuhi kegugupan, sampai akhirnya ia melihat seorang namja dengan jas hitam berjalan kearahnya, membuat sebuah lampu hijau diotaknya. Apalagi setelah tau siapa yang ia lihat ini.

 

“Oppa!” HyunRi dengan cepat bangkit dan mengamit tangan JongKi yang bingung, ia memang berniat membantu yeoja ini, tapi mengapa yeoja –INI- lagi! Hyaaaa!!

 

“m-mw0? Ya! Meng-mengapa kau lagi!” HyunRi menatap JongKi dengan tanda isyarat, membuat tuan Hwang mengerutkan keningnya.

 

“duduklah oppa, aku ingin mengenalkanmu pada appa”

 

“ne?” JongKi menelan ludahnya bulat-bulat, ia merasa taka sing dengan appa gadis ini, tapi dimana ya?

 

“siapa dia?”

 

HyunRi tersenyum dengan sangat manis. Khakhakha:D kita bermain lagi tuan. Ia rasa ia berjodoh dengan lelaki tampan namun menyebalkan ini. tsk. Ia sangat keren.

 

“dia kekasihku , Kang Maroo!”

 

“??@@#$@!!!!?” JongKi menganga dengan tak percaya, dia bicara apa? Kang-Kang Maroo? Siapa ? dia? Hey!

 

“tuan, aku___”

 

“ikut aku sebentar” HyunRi berbisik menarik tangan JongKi, yang ditarikpun semakin bingung. Ia sedang digunakan sebagai kelinci percobaan?

 

 

 

 

 

“YA! YA! Lepaskan , dasar sinting!”

 

Hyunri menarik nafasnya, tidak baik beradu argument dengan bantuan satu-satunya. Mengalah untuk beberapa menit. Caah baiklah.

 

“kau pura-puralah menjadi pacarku. Begini, aku mengalami sedikit masa sulit jika berhubungan dengan tradisi leluhur  membosankan yang disebut perjodohan. aku bukannya tidak laku, hanya kurang beruntung. Dan ak___”

 

JongKi mendecak, menatap HyunRi dengan sinisnya. “lalu kau ingin aku apa? menjadi pacar bohonganmu? Kau kira ini sinetron?!!”

 

“mari kita buat hidup bagai sinetron!”

 

 

“MWO?”

 

 

“aku akan lakukan apapun! Asalkan kau mau menjadi pacarku sehari saja, kumohon.. hanya 1 hari, dan ah yaa.. 1 lagi, Hwang HyunRi” HyunRi mengulurkan tangannya sambil menyebutkan nama.

 

“MWO????? Hwang-Hwang Hyunri? Apaa?!!!” JongKi serasa ingin jatuh kedasar gunung Himalaya. Ini takdir macam apa? ia kemari dengan tugas merebut hati gadis yang akan dijodohkan dengan putra Jung Corp yakni putri tunggal Grup Hwang. Dan ini? kebetulan macam apa pula?!!!

 

“baiklah, aku tak perlu namamu, aku hanya perlu dirimu. Ah.. 1 lagi, kau jangan membanggabanggakan dirimu. Walaupun kau orang kaya atau miskin, jangan pernah sebutkan identitasmu! Iya iyakan saja kataku. Karena kita hanya akan pacaran 1 hari, dan besok selesai. Bahaya jika kau mengaku orang terhormat dan malah mengejarmu menjadi menantunya. Ciih”

 

 

“………………” JongKi masih mematung dengan ekspresi melepuh. INI GILA!

 

 

 

 

 

__________________o0o___________________

 

 

 

 

“Oh.. jadi kau hanya seorang peternak ikan gabus?” JongKi mengangguk, melihat ekspresi tuan Song yang terlihat ragu membuat HyunRi sedikit lega. Akhirnya.

 

 

“kau anak yang kuat anak muda. Kau tau? Sebelum Hwang Group seperti ini, aku dulunya hanya pengamen, caaah… kenapa bocah ini malah menyembunyikanmu? Kurasa aku mulai menyukai biografimu. Hahahah”

Mata HyunRi terbelalak lebar. Apa??????! suka??

 

 

“appa.. itu ak___”

 

“tapi maaf, sebelum kau, aku telah memiliki calon menantu pilihan, itu mereka. Disini tuan Jung!” tuan Hwang nampak melambai, membuat semua yang berada di meja itu mengikuti arah lambaian nya.

 

‘YUNHO ya???!!!” JongKi tak dapat  menghentikan keterkejutannya, ia lupa! Aih.. bagaimana ini, itu Yunho! Astaga! Ini lebih cepat dari yang ia perkirakan.

 

 

JongKi menutup matanya gusar, ia berbohong lagi,

‘Dain ah… mianhae, ’ JongKi bergumam sejenak, mengingat bayang-bayang wanita yang pernah mengisi harinya saat di New York dulu. Wanita yang pernah memberikan segalanya , Cinta pertama yang tak mungkin JongKi lupakan begitu saja. Wanita yang nyaris menjadi ibu dari anaknya.

 

‘eothoke?’ bimbang, bingung, tak tau harus berbuat apa, tamatlah ia jika sampai keluarga Yunho melihatnya.

 

 

‘Dain ah.. mianhae, aku bukan menghianatimu, aku berjanji akan selalu menunggumu’ Merasa benar-benar bagai lelaki bodoh, tak mampu menjaga Dain dan calon anaknya, melihat kepergian wanita itu yang mungkin dengan segala beban. Ia kalut, sungguh, HyunRi benar-benar mengingatkannya pada bayang-bayang Dain, wanita yang ia tinggalkan dengan calon anak mereka. Tapi apa mau dikata, saat itu JongKi benar-benar tak bisa merawat anak itu. Ia masih sekolah pada waktu itu.

 

 

“JongKi hyung,,,,…. Ka-Kau?”

Yunho membelalakan matanya, menatap Song JongKi. Orang yang nyaris menjadi kakak iparnya.

 

“Yunho ya…”

 

 

 

 

 

 

TBC

 

13 thoughts on “Protect Our Married ‘Part 5’

  1. Semakin bertambah cast dan konfliknya makin seru..Dan gmn reaksi joongki klo tau Dain itu suka sm Yesung..trus penasaran sm kalimat author di awal klo gk sm dgn yg oneshoot..haduuh semoga gak aneh2 ini endingnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s