Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 6)

 

Watashi6

Author : Kim MysHwa

Title : Let Me Hear Your Voice

Cast  : Jiyong, Yozora, NaEun, YooRa, Kenzo, Woo Bin

Genre : Romance, Funny

Disclaimer : this story is mine!!!

Maap kalau banyak typo.🙂

 

“Kamu??? munafik!!”kecam NaEun

“Ngapain kamu ngajak aku kesini?”tanya Kenzo sinis.

“Aku mau mengakhiri sandiwara ini mom, aku sama sekali tak menyukai NaEun. Tolong, batalkan pertunangan ini mom”

“Haha..aku becanda. Kapan sih aku serius? akting aku sempurnakan??”

 

                                                                     Let Me Hear Your Voice

                                                       

Sinar mentari semakin berpendar-pendar dan merapikan cahayanya kemuka bumi.

Pepohonan tegak berdiri,hanya sayup hembusan angin yg terasa.

“Kenapa? muka kamu jelek banget!”ujar Jiyong setelah duduk disamping Zora. Ditaman, dibawah pohon rindang adalah tempat favorit Zora.

Mereka duduk bersandar dibawah pohon itu.

“Karna Woo Bin???”tambahnya, namun mulut Zora masih terbungkam seakan enggan untuk bicara.

Yaa, Jiyong dan Zora semakin dekat.

Entahlah mengapa, mungkin karna mereka selalu satu kelompok atau karna rasa terimakasih Zora pada Jiyong.

Karna lelaki itu berhasil membuat Kang di DO dari universitas Seoul itu.

Zora hanya merasa ngeri jika harus bertatap muka dengan Kang.

Rasa trauma yang menghantui dirinya dulu kembali lagi jika bertemu dengan Kang.

Dan yg jelas Zora dan Jiyong bukan seperti Tom and Jerry lagi. Mereka layaknya sahabat.

Orang-orang yang awalnya merasa asing dengan kedekatan mereka pun telah terbiasa.

 

“Sok tahu kamu! kkk”komentar Zora lalu terkekeh.

“Tapi tebakanmu benar, Woo Bin oppa bakal ke Amerika lagi, ia harus kerja disana” wajah Zora kembali murung.

 

 

“Sebenarnya gimana sih perasaanmu pada Woo Bin?”tanya Jiyong kembali.

“Aku sangat menyayanginya. Sangat!”jwb Zora datar. Pandangannya lurus kedepan dan kosong.

Sementara Jiyong hanya bisa menghela nafasnya,menahan rasa sakit yg membuncah didadanya yang terasa sangat pedih di ulu hatinya mendengar jawaban Zora. Rasa sakit yang selalu mengusainya jika mendengar nama Kang.

Dan bodohnya Jiyong ia tak bisa menghentikan rasa cintanya pada wanita itu. Rasa yang menuaikan dan sumber dari sgala rasa sakitnya.

Lelaki itu sudah terperosok semakin jauh dan terlalu mendalam.Cintanya sudah terlanjur gila.Tapi ia tak bisa berhenti!!

“Siapa dirimu?mengapa berani sekali memawan hatiku dan menyiksa batinku!”bisik Jiyong dihatinya.

“Aku tak mungkin berlaku licik untuk mendapatkanmu!”ujar Jiyong samar-samar dengan suara yang nyaris tak terdengar.

“Kamu bilang apa tadi?”tanya Zora polos. Yeoja itu tak mengetahui bahwa lawan bicaranya sedang digerogoti rasa sakit akibat ucapan yg terlontar dari bibir mungilnya. Singkat, padat namun menyakitkan bagi Jiyong.

“Enggak apa-apa, aku cuma bilang kalian serasi.hehe…”sahut Jiyong dengan sisa kekuatannya disertai senyum getir agar terlihat meyakinkan bahwa ia tak apa-apa.

Ia tahu cinta masih bisa tersenyum padanya.

“Haha..kamu lucu!”komentar Zora sekenanya.

“Huu..baru nyadar yaa. Aku kan emang tampan terlebih lucu”jawab Jiyong penuh percaya diri sembari mengibaskan poninya yang merupakan jurusan andalannya untuk memikat hati wanita.

Hanya dengan kibasan poninya, maka banyak wanita yg jatuh hati padanya.Tapi ia tak melihat hal itu pada Zora!!

Ia tahu mengapa, karna telah ada seseorang yang mengisi ruang kosong dihati wanita disampingnya itu.

“Huh, pede banget. Emang kata siapa?”

 

“Kata eomma ku lah. haha…”sahut Jiyong disertai tawa manisnya. Terlihat deretan giginya yang tersusun rapi tanpa bantuan behel dan putih bersih. Untuk ukuran seorang namja, Jiyong terlalu bersih sebagai pria.

Dia memang sungguh tampan!!

Elok parasnya mampu merabunkan setiap mata wanita yang memandang dan melumpuhkannya, salah satunya NaEun. Tapi ia tak bisa menebak dan mengartikan apakah Zora  juga terpikat dengan pesonanya??

 

Zora pun ikut tertawa mendengar jawaban dari Jiyong yang konyol. Setidaknya tawa itu bisa menjadi sedikit penawar untuk hati Jiyong yang terluka.

Hari itu Jiyong lewati dengan sedikit rasa bahagia, meski berkali-kali ia mencoba menyembuhkan luka itu tapi ketika ia melihat Zora dan Woo Bin luka itu terungkap kembali.

 

**##**

 

“Zora dan kamu kemana sih, kok enggak masuk kuliah. Jalan-jalan sama Woo Bin yaa??”melayanglah sms dari Jiyong ke nomer Kenzo.  Ia merasa aneh karna tak biasanya Zora dan Kenzo bolos kuliah apalagi waktu yang bersamaan. Tak perlu memakan waktu lama untuk menunggu sebuah balasan  pesan masuk ke hp nya.

“Sorry, aku lupa ngasih kabar. Zora masuk rumah sakit. Jadi aku sama Woo Bin nemenin dia”balasan sms dari Kenzo itu membuat Jiyong tak karuan rasa banyak pertanyaan yang bersarang di dadanya, padahal kemarin Zora masih terlihat segar bugar. Ia pun segera menanyakan alamat rumah sakit tempat Zora dirawat.

 

 

“Ikut aku!”perintah Jiyong, ia menyeret NaEun dari kerumunan teman-temannya, mereka sedang asyik bercanda.

“Kamu apa-apaan sih, sakit tahu!”seru NaEun, ia berontak. Berharap temannya menolong dirinya tapi teman-temannya pun takut dengan tingkah Jiyong yang tak seperti biasanya. Ia seakan berubah menjadi monster yang menyeramkan.

“Udah, jangan banyak ngomong!”ujar Jiyong, ia memaksa NaEun untuk mengikutinya. Menyeret NaEun masuk ke dalam mobilnya lalu melaju.

***

“Rumah Sakit, ngapain kita kesini?”tanya NaEun bingung,ia memandang Jiyong heran.

“Jangan belagak bodoh deh! Kamu sakit hati kan karna ibuku ngebatalin pertunangan kita dan kamu yang menyebabkan Zora masuk rumah sakit kan?”ujar Jiyong kasar, disertai bentakan.

“Haha..kamu lucu sekali. Aku memang picik tapi aku tak licik. Sebodoh itu kah aku dimata kamu? Hii, aku emang pernah tergila-gila sama kamu tapi tidak untuk detik ini. Kenzo benar bahwa tak seharusnya memaksakan cinta bila akhirnya kan melukai. Aku emang cinta sama kamu tapi ternyata aku tak membutuhkan kamu!”jawab NaEun lirih seraya tersenyum getir, ia tak mau dipandang lemah oleh Jiyong. Ia meyadari sesuatu waktu terakhir dia berbicara dengan Kenzo.

Lelaki itu terdiam mencoba mencerna ucapan dari NaEun.

“Ikut aku, aku tak percaya sebelum dengar pengakuan dr Zora”ujar Jiyong kemudian menyerat paksa NaEun keluar dari mobilnya.

 

“Lepasin aku, aku bukan tawanan kamu. Aku tak bakal kabur karna aku gak salah!”sahutnya tegas. Jiyong pun melepaskan tangannya lalu berjalan mendahului NaEun.

Tapi ketika mereka berjalan ditaman dikejutkan dengan pemandangan yang tak sedap. Ia melihat Woo Bin dan YooRa sedang asyik bercanda yang diselingi dengan tawa riang.

Emosi Jiyong terpancing, mukanya merah padam. Ia tak terima orang yang dicintainya dikhianati apalagi oleh sahabat dekatnya Zora sendiri. Benar-benar membuatnya hilang akal.

 

Buuk!..sebuah tinju melayang keperut Woo Bin. Serangan itu sangat tiba-tiba dan tak diduga hingga Woo Bin tak bisa menggunakan gerak refleks nya.

“Ji,tahan emosi kamu!”ujar NaEun.

“Tapi dia..”

“Tapi dia apa? kamu yang yang apa-apaan!”kata Woo Bin memotong ucapan Jiyong.

“Iyaa,kamu kenapa sih Ji, datang-datang main pukul aja!”timpal YooRa.

“Diem kamu! sahabat macam apa kamu kalau nusuk Zora dari belakang!”ucap Jiyong lantang pada YooRa, masih dengan tatapan menyala.

 

“Kalian kenapa sih?”seru Kenzo yang datang bersama Zora ketika melihat keributan itu.

“Kenzo…”ujar NaEun seraya tersenyum manis.

“Ahhk dia lagi,saat ku coba tegar hadirmu kembali!”batin Kenzo lakamu ia membuang pandangannya dari NaEun.

“Kamu kenapa Ji?”tanya nya pada Jiyong tanpa memperdulikan NaEun.

Dan NaEun hanya bisa menghela nafas, ia sadar dosanya terlalu besar pada Kenzo, karena telah menyia-nyiakan perasaan namja itu.

“Kamu tak lihat Ken?? Zora sakit sementara kekasih dengan sahabatnya sedang asyik bermesraan ditaman ini!”jelas Jiyong dengan percikan amarah yang masih melekat didirinya. Namun perkataannya justru disambut gelak tawa oleh mereka. Ia memandang pilu pada Zora.

 

“Haha..gokil kamu Ji!”sahut Kenzo.

“Maksud nya apa?Kenapa kamu cuma diem aja Ra??”tanyanya bingung.

 

PLAAAKK…sebuah tamparan mendarat pipi kanan Jiyong.

“Zora…”kata Jiyong pelan,ia tak percaya apa yang telah dilakukan oleh Zora. Bukan mendapat simpati malah mendapat tamparan. Walau dia sering ditampar atau di pukul oleh yeoja itu tapi tak menyakitkan seperti ini. Bukan karna tamparan itu penyebab ia merasa sakit tapi mengapa Zora menampar nya.

“Aku belain kamu tapi kenapa kamu menamparku?”sambungnya lirih

“Belain apa??apa kamu ahli penerjemah atau kamu punya indra ke 6 hingga dapat membaca pikiran orang?”

“Kenapa kamu seenaknya bilang ka Woo Bin pacar aku?”papar Zora dengan mata berkaca-kaca. Kondisinya masih terlihat lemah.

“Lalu, siapa dia kalau bukan pacarmu?”

“Sudahlah lupakan!”  Zora berlalu dengan langkah yang masih lemah.

 

“Zora, tunggu!”seru Jiyong, lalu ia pun hendak melangkah menyusul Zora namun ditahan oleh Woo Bin.

“Biarin dia nenangin diri..”nasehatnya.

“Tapi aku harus bicara penting dengan Zora”

“Biarin dia sendiri dulu Ji!”timpal Kenzo.

Jiyong pun tak bisa berbuat apa-apa, dadanya semakin sesak. Rasanya bercampur aduk.

Buuukk!..ia menghantamkan tinjunya pada sebuah pohon besar hingga tangannya memar.

“Kamu apa-apaan sih Ji, gak seharusnya kamu nyakitin diri sendiri!”kata NaEun sembari meraih tangan Jiyong untuk mengobatinya.

“Kamu gak akan tahu gimana rasanya jadi aku!”bentaknya lalu melepaskan tangannya dari genggaman NaEun. Jiwanya sedang kalut, ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.

“Apa kamu benar mencintai dia?”tanya Kenzo penuh selidik.

“Sangat, sangat mencintai dia sedari dulu. Bodohkan! aku udah tau dia punya pacar tapi aku tetap mempertahankan rasa ini!”

“Kecemburaan yang tak beralasan.heh!”

“Maksud kamu??”tanya Jiyong tak mengerti dengan perkataan dari Woo Bin.

“Aku pacar Zora??

“Hii, aku emang sayang banget sama dia dan dia pun begitu tapi kami cuma sebatas kakak  adik. Memang pernah kami pacaran tapi cuma seminggu, kami lebih pantas menjadi sahabat”jelas Woo Bin.

Glek! Jiyong hanya bisa menelan ludahnya mendengar itu. Ia seakan semakin terpojok, bagaimana ini?? Kebodohannya, kesimpulannya yang tak jelas kebenarannya itu telah membuat dia merasa sakit.

 

“Woo Bin sdh seperti pelindung utk Zora karna di setiap Zora membutuhkannya dia selalu ada, tapi sekali lagi mereka hanya sahabat. Seperti td mlm saat Zora membutuhkan Woo Bin”ujar Kenzo menambahkan.

“Memang kemarin Zora kenapa?”

“Gara-gara kamu Kang balas dendam ke Zora. Ia matikan semua lampu. Sedangkan Zora phobia gelap,ia sangat ketakutan mlm itu. Untung aku blm pulang dr rumah Kenzo dan aku mendengar jeritan Zora”

“Phobia kegelapan? bukankah dia suka hitam??”

“Bukan, kamu salah. Dia memakai pakaian hitam bukan karna dia suka tapi utk menampilkan kebenciannya. Saat kelas IX SMP pulang dari pesta ultah Woo Bin, dia diculik dan hampir diperkosa dikegelapan. Beruntung,Woo Bin mengikuti mereka dan berhasil menyelamatkan Zora yang juga di culik oleh temen sekelasnya. Itulah sebabnya, ia tak pernah lagi memakai warna pink kesukaannya dan mengapa dia menjadi tomboy, dia jago bela diri. Itulah sebabnya! Makanya itu dia sangat bergantung pada Woo Bin. Keakrabannya melebihi kakak adik bahkan aku sepupunya”jelas Kenzo panjang lebar. Jiyong pun hanya terdiam.

“Tapi bukannya dia bilang kalau Zora suka sama Woo Bin?”

“Bodoh kamu!”bentak Woo Bin seraya menarik kerah baju Jiyong. Dia hanya geram pada lelaki pecundang di depannya itu. Yang tak berani mengungkapkan cintanya dan justru salah paham.

“Dia suka sama kamu!! dia bohong.Karna dia gak mau kamu tahu itu!”ujar Woo Bin lalu melepaskan kerah baju Jiyong.

Jiyong setengah tak percaya dengan perkataan Woo Bin.

“Kamu mau kemana Ji?”tanya Kenzo ketika Jiyong berlalu.

“Aku harus tanya langsung sama Zora”balas Jiyong setengah berteriak.

“Okay,sukses yaa!”

***

Jiyong mendapati Zora sudah tak memakai baju pasien lagi, ia bersiap-siap untuk pulang dengan ditemani oleh YooRa.

“Zora, kamukan belum pulih. Kenapa mau pulang?”sapa Jiyong yang memperhatikannya di depan pintu.

“Peduli apa kamu??heh!” jawabnya ketus disertai senyum sinis.

Tiba-tiba saja Jiyong mendekati Zora lalu mendekapnya dalam pelukan.

“Apa-apaan sih, lepasin!”

“Sejak kapan kamu suka sama aku? jawab Ra,pliss”

Zora terperangah akan ucapan Jiyong, rahasia yang dengan sempurna ia tutupi kini terbongkar.

 

PLAAKK..dan kini sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Jiyong. Zora sgera melepaskan diri dari pelukan namja itu.

Tapi kali ini Jiyong tak merasa sakit lagi bahkan ia menyunggingkan sebuah senyum di bibirnya.

“Udah puas nampar aku? sekarang jawab pertanyaanku”

“Kau siapa? Kau bahkan tak bisa membaca hatiku,bagaimana kau berkata seperti itu? Kau bahkan menganggap aku berpacaran dengan Woo Bin, bagaimana kau bertanya seperti itu?” ujar Zora, ia mencoba , menstabilkan emosinya.

Koe wo kikasete1, agar aku tak salah paham, jangan kau buat aku salah mengartikannya” ujar Jiyong mantap, ia memegang tangan Zora.

“Shireo” sahut Zora, ia menghempaskan tangan Jiyong.

 

TBC

 

4 thoughts on “Watashi no ai de anata ga daisuki nano yo (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s