Perfect Good Bye (Part Ending) | Twoshoot

 

PGB2

Tittle                : Perfect Good Bye

 

Author             : Evil Trap

 

Genre              : Sad, Little Romance

 

Cats                 :

 

–         Henry Lau

–         Park Han Mi

–         Cho Kyu Hyun

–         And Other Cats

 

Length             : Two Shoot (Part Ending)

 

Rate                 : Teen

 

 

Happy Reading Dear Reader^^~~

 

“Apakah anda mengenal pemilik Hand Phone ini?”

 

“Iya,saya suaminya. Anda siapa?” ujarku gusar begitu mendengar suara seorang namja tengah meneleponku menggunakan Hand Phone Han Mi.

 

“Bisakah anda kemari? Istri anda sudah tidak akan sanggup menyetir sendiri karena terlalu mabuk”

 

“Astaga” desisku sekan tak percaya.

 

Perfect Good Bye part 2 start~

 

Sekitar lima belas menit kemudian aku sudah menjejakkan kaki ke sebuah clubbing ternama di Seoul, yang merupakan tempat yang dikatakan oleh namja yang meneleponku tadi. Aku seakan tak percaya dengan penglihatanku begitu memandang seorang gadis yang amat kukenal tengah menelungkupkan kepalanya pada meja bar yang sudah dihiasi dua botol soju yang sudah kosong.

 

“Astaga! Mi-ya apa yang kau lakukan disini hah?” sentakku padanya, susah payah kupandang wajahnya yang nampak berantakan. Terlihat jelas bekas air mata menghiasi pipi gadis itu.

 

“Hiks, Henry-ah apa setelah ini aku akan mati? Apa aku bisa mati dan meninggalkan semua ini? Hiks Henry-ah, mana Kyu Hyun? Mana setan jerawat kita? Hiks” racaunya masih sembari menangis. Tangan gadis itu terulur untuk menuang soju ke gelasnya yang sudah kosong, dengan respeck aku menepis tangannya.

 

“Aku ingin minum Henry-ah, jangan halangi aku” sentaknya setengah berteriak, efek mabuk yang diberikan minuman itu.

 

“Andwae! Tidak ada minum lagi, ayo kita pulang Mi-ya!” kupapah tubuh gadis itu, jikapun ada yang bertanya bagaimana perasaanku sekarang semua ini terasa begitu sesak.

 

Bagaimana mungkin Park Han Mi yang kukenal sebagai seseorang yang anti minum itu dengan begitu nekatnya mau bersentuhan dengan minuman yang memabukkan itu. Dari caranya berbicara terlihat jelas yeoja ini begitu tersiksa dengan pernikahan kami terlebih dengan fakta menghilangnya Kyu Hyun.

 

Begitu sampai di apartement, aku memapah tubuhnya memasuki kamarnya. Kuseka wajahnya yang nampak begitu berantakan itu dengan air hangat, sembari melepaskan sepatu dan meregangkan ikatan rambutnya yang tidak beraturan.

 

“Chup!” kukecup singkat bibir plum-nya, biarlah hanya kali ini saja atau mungkin bisa jadi ciuman pertama kami dan merupakan ciuman terakhir kami. Kuselimuti tubuhnya, kupandang lekat matanya yang sudah terlelap.

 

My Love, My Love, My Love
If my people who say goodbye,you will feelless pain?
So long, long,Good Bye
I will keep you smiling untilthe shadow disappears at the end of my world.

I can not bear to throw away the remaining memories of those years.
Still it will be easier for you to go if you are to forget the days we spent together.
Please go and find happiness with a lightheart;
I’ll be fine, I’ll live well, I willbless you.

My Love, MyLove, My Love
Jika saya orang yang mengatakan perpisahan, Anda akan merasakan sakit yang lebih rendah?
Begitu lama, Selama, Good Bye
Aku akan tetap tersenyum sampai bayangan Anda menghilang pada akhir duniaku.

Aku tidak tahan untuk membuang kenangan yang tersisa dari tahun-tahun.
Masih akan lebih mudah bagi Anda untuk pergi jika Anda adalah untuk melupakan hari-hari kami habiskan bersama.
Silakan pergi dan menemukan kebahagiaan dengan hati yang ringan;
Aku akan baik-baik saja, saya akan hidup dengan baik, saya akan memberkati Anda.

 

 

Aku terbangun dengan tubuh yang sudah berselimutkan selimut yang kemarin malam kuberikan pada Han Mi. kupandang sekeliling kamar ini, masih sama seperti biasanya. Ada sepasang kemeja, jas, celana hitam dan sepatu executive yang menghiasi sisi pojok dari kamar ini.

 

Aku melihat sosok yang kucintai itu tengah menyibukkan dirinya di dapur. Menyiapkan sarapan seperti biasa yang dia lakukan.

 

“Han Mi” sapaku lembut, namun seperti yang lalu-lalu gadis itu tetap memilih diam dan melanjutkan aktifitasnya. Tanganku terulur spontan memeluk tubuh mungilnya, dia cukup terkejut dengan tindakan spontanku.

 

“Biarkan tetap seperti ini kumohon” bisikku pelan tepat dibelakang telinganya.

 

“Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini Mi-ya? Kau adalah istriku bukan pembantuku, berhentilah untuk selalu mengurus semua kebutuhanku tapi bersikap teramat acuh padaku. Kumohon berhentilah”

 

Gadis itu semakin tersentak kaget merasakan bahu-nya basah terkena air mataku.Aku telahmenjatuhkan ego-ku sebagai namja dengan menangis di hadapannya, salahkah? Aku tidak terlalu memperdulikan itu sekarang. Melihatnya terus menjadi seperti mayat hidup adalah hal yang sangat menyakitkan.

 

“Jika kepergianku bisa membuatmu lebih baik, maka aku akan melakukannya Mi-ya. Tapi tolong jangan anggap aku musuhmu apalagi bersikap dingin terhadapku, jika kau lupa aku pernah kausebut sebagai sahabat selama lima tahun lamanya” kulepaskan pelukanku, memilih melangkah pergi darinya. Sedangkan gadis itu masih terpaku di dapur dengan posisi yang sama.

 

 

 

~xXx~~

 

 

 

Tampak seorang gadis dengan postur tubuh mungil tengah memandang aliran sungai Han yang tenang, Wajar mengingat jika ini adalah musim semi. Aliran air itu nampaktenang tanpa riak apalagi gelombang. Teringat olehnya disinilah dulu dia sering menghabiskan waktu hingga senja bersama dua orang namja yang amat disayangnginya.

 

Pandangan matanya nampak buram terhalang air mata yang akan luruh begitu semua itu terasa indah, terlalu indah untuk hanya dikenang sebagai kenangan.Tangannya meremas erat secarik kertas yang telah lusuh karena berulang kali dibaca bahkan diremas olehnya. Secarik kertas yang setiap kali membacanya membuatnya sadar bahwa dia adalah sahabat terburuk yang pernah ada di dunia ini.

 

Hey, gadis kecil!

Maaf, untuk menyebutmu gadis kecil lagi, bolehkah? Anggaplah ini terakhir kalinya aku memanggilmu seperti ini. Mi-ya lima tahun lalu, aku selalu mengingat bagaimana aku dan Kyu Hyun yang saat itu tengah pulang sekolah bertemu dengan seorang gadis kecil yang terisak takut tak bisa pulang hanya karena orang tuanya tak menjemput, hehe. Apa kau mengingatnya?^^

 

Hingga kami mengantar gadis itu tepat didepan pintu rumahnya, sejaksaat itu dunia mulai mengenal tiga sahabat paling konyol yang pernah ada. Hingga usia mengharuskan kita mengenal pernikahan, namun anehnya yang dipertemukan dalam sebuah pernikahan adalah mochi penjebak yang mencintai gadis kecil, namun sayangnya gadis kecil itu mencintai setan jerawat kita yangtampan^^

 

Apa kau bahagia? Ah pertanyaan bodoh! Jelas kau tak bahagia🙂 ,. Aku tidak pernah lagi melihat senyum-mu bahkan gelak tawamu sejak pernikahan kita berlangsung. Hal terbaik yang pernah kupikirkan adalah melepasmu.

 

Aku telah mengurus surat perceraian kita, aku juga dalam proses menghapus cintaku padamu. Esok saat kau membuka mata, kau tak perlu menyiapkan baju kerjaku, karena lemariku telah kosong. Kau juga tak perlu menyiapkan sarapanku atau makan malamku karena aku tidak akan bisa lagi menyantapnya.

 

Tapi satu permintaanku, terus ingatlah bahwa seorang Henry Lau pernah menjadi bagian dalam hidupmu lima tahun terakhir ini. Berbahagialah dengan kebebasanmu dariku. Namun jika dunia menyakitimu, dan apabila kau masih bersedia menganggap aku ada. Datang dan ungkapkan sakitmu padaku, jangan takut untuk terkekang bersamaku karena aku telah melepasmu.

 

because I’ve let you go, really let you with all my love even very big endless for you,. thenI can only say “Good bye”

 

“Mochi Penjebak-mu”

 

Gadis bermarga Park itu terisak pelan sembari memelu kerat kedua lututnya. Pernah terpikir olehnya untuk mengakhiri hidupnya begitu menemukan kertas itu di pagi buta tepat di depan pintu kamarnya.

 

“Bagaimana mungkin dia memintaku untuk datang kepadanya jika dunia menyakitiku sedangkan keberadaannya-pun aku tak pernah tahu” gadis itu menggumam pelan denga air mata yang masih terus menderu.

 

“Butuh sapu tangan gadis kecil?”

 

Han Mi mendongak dan menatap tak percaya begitu melihat siapa yang baru saja menawarkan sapu tangan untuknya.

 

“Kyu Hyun!” desis gadis itu tak percaya dengan penglihatannya.

 

“Iyah gadis kecil, aku masih setan jerawatmu yang dulu,kenapa? Apa aku bertambah tampan dari terakhir kita bertemu?” goda namja itu masih dengan sifatnya yang khas.

 

“Pabo! Pabo-ya! Kau kemana saja hah! hiks” gadis itu memeluk Kyu Hyun dan memakinya masih dengan air mata yang menetes. Sedangkan tanpa sepengetahuannya. Kyu Hyun tersenyum membalas senyuman sesosok namja yang memandang Han Mi dan Kyu Hyun dari kejauhan.

 

Namja dengan pipi chubby itu mulai melangkahkan kakinya menjauh dari posisi Han Mi dan Kyu Hyun. Dia tersenyum sembari memandang birunya langit.

 

“Tugasku sudah selesai bukan?” gumam namja itu sembari memasuki mobilnya. Melajukannya entah kemana, yang pasti jauh dari jangkauan dua sahabatnya itu.setelah menceraikan Han Mi namja itu bertekad keras untuk menemukan Kyu Hyun dan mempertemukannya dengan Han Mi. Satu-satunya hal yang bisa membuat gadis itu bahagia.

 

“Aku akan memelukmu dari kejauhan”

“Aku akan membuatmu bahagia dengan caraku sendiri”

Karena aku mencintaimu, hanya karena cinta. Sesederhana itu aku mengunkapkan alasanku terhadapmu.

 

The End

3 thoughts on “Perfect Good Bye (Part Ending) | Twoshoot

  1. sedih bgt ch…. pling bete deh klo cewe peran utama ga jdian ma cowo peran utama jg… pa lgi cwony itu baik hti….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s