Dreams (Part 1)

 

dream

Tittle                : Dreams

 

Author             : Evil Trap

 

Cats                 :

 

–         Henry Lau aka Liu Xian Hua

–         Park Han Mi

–         Kris aka Wu Yi Fan

–         Kim Hyu Jin

–         And other cats

 

Genre              : Romance

 

Rate                 : Teen

 

Length             : Series

 

Happy Reading DearReader^^~~

 

Dream is beginning ladder to success,. What do you believe?

 

Dreams start~

 

 

Juilliard High School Musical adalah satu dari sekian banyaknya sekolah musik ternama di dunia. Bertempat di New York, kota metropolitan yang selalu sibuk selama dua puluh empat jam penuh, dan disinilah sekarang tempatku berpijak bahkan meniti ilmu.

            “Sorry, I’m come late. I’m don’t know this area” ujarku sembari menunduk, hari ini adalah hari penerimaan siswa baru dan dengan bodohnya aku terlambat datang.

            “What is your name?”  namja bertag name “Kris” itu menanyakan namaku dengan tatapannya yang tajam.

            “Park Han Mi”

            “Sekarang berlarilah mengelilingi lapangan ini” aku cukup kaget mendengar perintahnya, bukan karena hukuman yang kuterima melainkan bahasa yang digunakannya. Namja itu menggunakan bahasa korea! Tidakkah hal ini mengejutkan? Aku kira dia tadi jelaslah keturunan pribumi barat.

            “Damn!” rutukku dalam hati, bagaimana mungkin aku harus berlari di hari pertama masuk sekolah. Emosiku semakin membuncah saat aku baru memasuki setengah putaran ada seorang namja yang juga terlambat datang. Namun anehnya Kris membiarkan namja itu ikut bergabung dengan barisan siswa lainnya.

            “Is not fair, sunbaenim!” sentakku tepat di hadapan Kris begitu aku selesai menyelesaikan satu putaran yang melelahkan.

            “Jika yang kau maksud adalah namja itu, asal kau tahu di adalah anak tunggal pemilik sekolah ini. Apa kau pikir pembina kesiswaan seperti diriku berhak menghukum dia”

            Aku berdecak kesal begitu mendengar alasan yang dikemukakan Kris, bagaimana mungkin disini masih ada yang namanya ketidak adilan hanya karena status orang tuanya.

            “Kenapa? Kau keberatan heum?”

            “Ani-ya” jawabku dingin sembari melangkah pergi dari hadapan sunbae yang menyebalkan itu.

            Dengan langkah yang sedikit tergesa aku mulai mencari kelas yang akan menjadi kelasku untuk sekitar satu semester ke depan.

            “Bruk!”

            “Sorry, I’m inadvertent [maaf, aku tidaksengaja]” ujarku begitu aku sukses membuat sesosok namja jatuh karena terdorong oleh gerakanku yang terlalu tergesa.kulurkan sebelah tanganku agar namja itu bisa menjadikannya tumpuan untuk berdiri.

            “Gwaenchana, I’m know this just little accident”

            “Gwaenchana?” ulangku seakan tak percaya dengan pendengaranku sendiri.

            “Nee gwaencahana, kau orang korea juga kan? Aku mendengar pembicaraanmu tadi dengan Kris Hyung”

            Kali ini manik hitamku benar-benar dibuat kaget begitu namja itu menampakkan wajahnya dan membuatku dapat melihat siapa yang telah aku buat jatuh barusan.Dia adalah namja yang disebutkan Kris sebagai anak dari pemilik sekolah musik ini.

            “Henry Lau imnida” namja itu memperkenalkan dirinya, dari caranya yang fasih berbicara aku dapat menyimpulkan jika dia juga berdarah Korea.

            “Park Han Mi imnida, bangapseumnida Henry-ssi”

            “Nado bangapta Han Mi-ssi” jawabnya sembari tersenyum.

            “Kau mencari kelasmu bukan? Sepertinya kita satu kelas, mari ikut aku” lanjutnya sembari menggengam jemariku.

            “it seems socially western style” batinku begitu melihat Henry menggengam tanganku tanpa ijin. Sepanjang berjalan beriringan dengan Henry, aku hanya bisa menundukkan wajahku, bukan tanpa alasan. Bagaimana mungkin setiap pandangan mata semua orang tertuju ke arah kami, dan jelas ini membuatku malu.

~xXx~~

            “Kenapa kau memilih masuk ke sekolah ini?” tanya Henry di sela-sela cara makan siang kami.

            “Aku ingin mewujudkan mimpiku menjadi seorang pemusik, itu saja”

            “Just that?”

            “Yeah, really just that. Why?”

            “Nothing dear”

            Again! This boy make me shock, batinku sembari mengunyah barbeque yang tinggal beberapa potong lagi. Bagaimana mungkin dia bisa memanggilku dengan sebuatan “Dear” hanya dalam jangka waktu tiga jam dari pertemuan kami.

            But, jika boleh jujur Henry memiliki segala hal yang bisa membuat setiap yeoja tertarik padanya. Senyuman menawan,tubuh yang tidak terlalu jangkung tapi berotot, hingga sifatnya yang ramah dan menyenangkan.

Wanita normal mana yang tidak terjebak oleh pesonanya? Apakah dengan begini aku sudah mengakui jika sepersekian centi hatiku telah tertarik dengan pesonanya? I dont know.

            “Sorry to disturb you guys. I shall speak briefly with Han Mi?” ucap Kris ramah memotong pembicaraan kami.

            “Of course subaenim” jawabku sembari tersenyum dan mengikutinya dari belakang.

            How can he leave the people who areinvited to eat together” gumamman Henry terdengar dengan begitu jelasnya, sepertinya dia memang senagaja berbicara dengan nada seperti itu agar terdengar oleh kami. Namun aku tidakmemperdulikannya dan tetap melangkah mengikuti Kris.

 

 

~xXx~~

 

 

“Looks like he likes you Mi-ya”

 

“Who?”

 

            “Henry, who again?”

 

“Cih, jika keperluanmu mengajakku kemari hanya untuk mengatakan ini sepertinya aku harus kembali ke kamar” jawabku setengah kesal menanggapi perkataan Kris yang sama sekali tidakmenarik.

 

            “Do not go Mi-ya, this Fun topic”  Kris menjawab sembari terkekeh.

 

            “Did not Mr. Wu”

 

“Okeh, aku tidak akan mengatakan hal itu lagi, namun satu hal yang kau harus tahu. Hampir setengah populasi yeoja disini mengenal dengan baik bagaimana Tuan Lau kita yang mempesona tadi”

 

“What do you mean?”

 

            “He’s Mr. cassanova”  Kris memberikan penekanan pada katacassanova, membuatku tak habis pikir bagaiman namja dengan tampang malaikat seperti Henry bisa mempunyai julukan seperti itu.

 

            “So?”

 

“Aku hanya memperingatkanmu, tidak lebih” jawabnya sembari tersenyum.

 

“Gomawo”

 

“Cheonma” Kris menjawab sembarimengajak rambutku perlahan, sebelum pada akhirnya dia menggandengku untuk kembali ke asrama. Menuju kamarku sendiri.

 

 

~xXx~~

 

 

“Apa yang kau lakukan kemarin malam dengan Kris hyung?” todong Henry begitu kami bertemu di kelas pagi ini.

 

“Just little conversation,why?”

 

“I’m not likes look you with him!” sentak Henry dengan nada yang mulai tinggi.

 

“Why?”  tanyaku sembari tertawa, bukankahsungguh terdengar lucu dia berkata bahwa dia tidak menyukai melihatku bersama Kris dengan nada yang terkesan marah.

 

“Saranghae Mi-ya” jawabnya dengan nada yang mulai rendah, namun sukses membuatku hampir tergelak jika tak menyadari bahwa kami masih berada di dalam kelas di saat jam pembelajaran masih berlangsung.

 

“What? You kidding me? I know you a Mr.cassanova Henry-ah”

 

“I’m really love you dear”

 

“You can lie to me Henry-ah”  jawabku sembari tersenyum dengan tatapan mengejek ucapanya, jelas terlihat namja ini sudah mulai marah mendengar penolakanku.

 

“Ican not hear word does not!” sentaknya tepat disampingku karena posisi meja kami yang bersebelahan.

 

Mr.Lau and you Miss Park, Please continue this lesson outside my classroom” perintah Mr. andrew mulai terdengar tak terbantahkan, hasil dari sentakan Henry terhadapku barusan.

 

“Yes Sir” jawab kami hampir bersamaan, dengan langkah malas aku mulai pergi meninggalkan kelas itu.

 

“Amazing,this boy success make me exit firom classroom”  batinku sebal sembarimemilih duduk menjauh dari posisinya berdiri.

 

TBC^^~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s