Perfect Good Bye (Part 1)| Two Shoot

 

Pgb1

Tittle                : Perfect Good Bye

 

Author             : Evil Trap

 

Genre              : Sad, Little Romance

 

Cats                 :

 

–         Henry Lau

–         Park Han Mi

–         Cho Kyu Hyun

–         And Other Cats

 

Length             : Two Shoot

 

Rate                 : Teen

 

 

Happy Reading Dear Reader^^~~

 

We love ever so excited, but it was now cold.
We were once so close, when we changed toa stranger?
We also have had the happiness,
And your brilliant smile.

 

 

Cinta kami pernah begitu bergairah, namun itu sekarang dingin.
Kami dulunya begitu dekat, kapan kita berubah menjadi orang asing?
Kami juga sudah memiliki kebahagiaan itu,
Dan senyum brilian Anda.

(Good Bye My Love- SJ M)

 

Perfect Good Bye Start~

 

Angin sore berhembus dengan begitu lembutnya, membelai untaian rambut hitam gadis itu. Tangannya yang masih menutup wajahnya dengan begitu erat malah semakin membuat aku maupun Kyu Hyun tak berhenti  membujuknya untuk berhenti menangis.

“Ayolah Mi-ya, maafkan kami. Aku tidak menyangka kau akan sekesal ini” ujarku sembari memohon agar dia menghentikan tangisannya yang terdengar pelan namun menyayat itu.

 

“Sudahlah Henry-ah, kau seperti tidak tahu gadis kecil macam Han Mi saja. Berikan saja sekantong permen padanya. Kujamin dia akan berhenti menangis, iya kan Mi-ya?” goda Kyu Hyun pada Han Mi, mau tak mau membuatku sedikit tersenyum mendengar saran Kyu Hyun yang lebih terdengar sebagai sindiran.

 

“Yak! Kalian semua kejam! Bagaimana mungkin kalian tega memfoto wajahku yang tengah tidur dikelas bahkan kalian menempelkannya di mading sekolah, hiks” seru gadis itu sembari masih terisak.

 

“Salah siapa punya hobi tidur di kelas” ejek Kyu Hyun sembari menjulurkan lidahnya, semakin membuatku tergelak melihat kelakuanmereka.

 

“Yak! Awas kau setan jerawat! Dan kau mochi penjebak jangan tertawa!” dengusnya sebal, dengan respeck Han Mi akan memukul kami berdua. Namun dengan spontan juga kami berlari menghindari pukulannya, ini jadi terlihat seperti sekawanan anak-anak yang tengah bermain berlarian.

 

Aku tertawa keras begitu juga dengan Kyu Hyun saat Han Mi mengaku menyerah dan berhenti mengejar kami, dia terduduk di tanah dengan posisi yang amat konyol. Diantara kami bertiga Han Mi adalah yang paling payah jika disuruh berlari atau-pun mengejar.

 

“Sudah cukup! Aku rasanya tidak akan sanggup untuk berjalan pulang” ratap gadis itu sembari menatap kakinya yang pastinya pegal setelah berlarian tadi.

 

“Tenanglah, mochi penjebak-mu pasti dengan setianya akan menggendongmu gadis kecil. Benarkan Henry-ah?”

 

Aku tersenyum mendengar pertanyaan Kyu Hyun, diantara aku dan Kyu Hyun yang paling care dengan Han Mi adalah diriku. Aku terbiasa menggendong bahkan mengerjakan tugas bahasa mandarin milik gadis itu, bukan tanpa alasan aku melakukannya. Tapi jika ditanya siapa yang paling suka menjahili gadis dengan postur tubuh mungil itu, jawabannya adalah kami berdua.

 

“Gomawo” ucap gadis itu begitu kami sudah sampai di depan pintu rumahnya.

 

“Untuk?”

 

“Gomawo sudah menggendongku sampai rumah mochi penjebak”

 

“Tumben kau mengucapkan terimakasih gadis kecil” tanyaku sembari menatap mata dengan retina hitam milik-nya.

 

“Hanya ingin mengucapkannya saja, hehe” jawabnya sembari terkekeh mendengar perkataanku.

 

“Sampai bertemu nanti malam Henry-ah” ujarnya sembari melingkarkan lengannya pada tubuhku.

 

“Sampai bertemu nanti malam Han Mi-ah” jawabku sembari membalas pelukannya, merasakan tubuhnya tepat berada dalam pelukanku walaupun hanya dalam waktu yang singkat cukup dengan hebatnya membuat jantungku bergetar.

~xXx~~

 

“Henry cepatlah sedikit, Han Mi dan Kyu Hyun sudah menunggu-mu di luar pintu” teriakan eomma cukup membuatku segera bergegas keluar kamar dan menemui mereka. Malam ini kami berjanji untuk pergi ke bioskop bersama sekaligus makan malam merayakan ulang tahun Kyu Hyun.

 

“Ne eomma!” seru-ku sembari menutu pintu kamar dengan keras, membuat eomma menggelengkan kepala melihat kelakuan anak keduanya yang sudah remaja namun masih seperti anak-anak.

 

“Sudah siap mochi penjebak?” tanya gadis itu dengan semangat, tangannya menggengam erat tali selempang tas yang digunakannya.

 

“Sudah, kajja kita berangkat” ujarku sembari menautkan jemariku pada sela-sela jemari mungilnya, sedangkan di samping kiri Kyu Hyun juga melakukan hal serupa.

 

~xXx~~

 

“Astaga, andaikan aku berkesempatan mengabadikan raut wajah-mu saat berteriak ketakutan tadi Mi-ya, hahahaha” ejek Kyu Hyun sembari tertawa begitu kami bertiga selesai melihat film horror yang menakutkan.

 

“Yak! Kapan kau akan berhenti menghinaku seperti ini setan jerawat” dengus Han Mi kesal sembari mempoutkan bibir plum-nya.

 

“Jangan mempoutkan bibir seperti itu, percuma saja yang memang sejak lahir tidak imut walaupun mempoutkan bibir bagaimanapun juga tidak akan berubah menjadi imut” seruku ikut menggoda.

 

“Yak! Kalian berdua ini sama saja!” makinya semakin kesal, dan disambut dengan gelak tawa kami yang makin menjadi.

 

“Kita makan di restoran itu saja” seru Kyu Hyun sembarimenunjuk salah satu restoran FastFood yang tepat berada di depan kami berdiri sekarang, baik aku maupun Han Mi mengangguk tanda setuju.

 

“Sekarang katakan harapanmu di pertambahan umur-mu yang ke 20  ini setan jerawat” ujar Han Mi begitu kami bertiga sudah sampai di restoran FastFood dan didepan kami sudah tersaji kue ulang tahun bertuliskan nama Kyu Hyun lengkap serta lilin dengan angka 20.

 

“Aku ingin kedepannya aku masih bisa bersama dengan gadis kecil semacam dirimu serta Tuan Lau kita yang teramat lugu, sahabat terbaik yang pernah kumiliki” ucap Kyu Hyun sembari menggengam tanganku dan Han Mi,membuatku tersenyum mendengar doa’nya. Doa yang hampir sama terucap setiap kali satu di antara kami berulang tahun.

 

“Oh ya, mochi penjebak ada keperluan apa hingga orang tua-ku menyuruhku untuk datang kerumahmu besok malam?” tanya Han Mi disela-sela acara makan malam kami bertiga.

 

“Oh ya? Aku bahkan tidak tahu akan hal itu” jawabku agak bingung karena aku memang tidak tahu apa-pun mengenai hal itu.

 

“Aku tidak di undang juga?” tanya Kyu Hyun sembari menunjuk dirinya, wajah tampannya terlihat begitu konyol.

 

“Kapan kau datang hanya berdasarkan undangan hah? Datanglah Kyu-ah” jawabku sembari menepuk punggungnya. Kyu Hyun terkekeh mendengar perkatannku.

 

~xXx~~

 

“Kenapa memakai pakaian seformal ini heum?” tanyaku begitu membuka pintu dan mendapati Han Mi sudah berdiri dengan anggun memakai dress hitam selutut.

 

“Orang tua-ku yang menyuruhku” bisiknya tepat ditelingaku, kemudian aku menyadari jika di belakang Han Mi ada orang tuannya yang turut tersenyum melihat aku menyambut kedatangan mereka. Dapat kulihat Kyu Hyun sempat terpaku kaget begitu mengetahui jika Han Mi juga datang bersamaorang tuanya.

 

Sekitar tiga puluh menit kemudian baik eomma dan appa, aku, Han Mi beserta orang tuanya maupun Kyu Hyun hanya saling terdiam di meja makan. Kami menyibukkan diri dengan mengiris steak yang menjadi menu makan malam kali ini.

 

Walaupun aku, Han Mi dan Kyu Hyun sudah mulai bersahabat saat menginjak bangku Junior High School namun baru kali ini orang tua-ku dan Han Mi saling bertatap muka secara formal setelah sekian tahun saling mengenal.

 

“Kurasa ini sudah waktu yang tepat untuk membicarakannya” appa dari Han Mi mulai membuka suara, menghentikan kesunyian bahkan kecanggungan di antara kami.

 

“Benar, dan seperti yang telah kita rencanakan malam ini kita akan mulai membahas pernikahan mereka”

 

“Uhuk” dengan spontan Han Mi langsung tersedak begitu mendengar kata ‘Pernikahan Meraka’

 

“Apa maksud appa?” tanya Han Mi dengan raut wajah yang seakan tidak terima.

 

“Appa dari Henry dan ayah bermaksud menjalin tali kekeluargaan dengan menikahkan kalian berdua”

 

“Mwo-ya?”

 

“Kenapa seterkejut itu heum? Bukankah kalian telah mengenal selama lima tahun lamanya bahkan telah bersahabat dengan sangat dekat. Eomma rasa rencana ini tidak akan menemui masalah” ujar eomma ikut menjelaskan rencana perjodohan kami, jujur dalam hati aku senang bukan main dengan perjodohan ini. Selama bersahabat dengan gadis itu, selama itu juga aku mencintai sosoknya yang istimewa.

 

“Bersahabat bukan berarti kami saling mencintai!” sentak gadis itu dengan nada tinggi,mendengar penolakannya tergambar jelas jika Han Mi ternyata hanya menganggapku sebagai sahabat. Hanya sahabat, tidak lebih daripada itu.

 

“Han Mi! jaga ucapanmu! Kami tidak mau mendengar kata penolakan. Pernikahan kalian akan dilaksanakan dua minggu lagi!” sentak Tuan Park dengan nada marah.

 

“Sebaiknya aku pergi dahulu, terima kasih untuk jamuan makan malamnya” ucap Kyu Hyun sopan sembari berlalu pulang. Han Mi memandang nanar punggung namja itu, mungkinkah Han Mi telah mencintai Kyu Hyun? Batinku begitu melihat tatapannya.

 

 

Time is cruel and cold windthat freezes happiness.
Gradually, I can not find happiness in your eyes, but the weightis what I always see.
I understand the pain that you do not disclose;
You look forward toa new piece of the sky.

 

Waktu adalah angin kejam dan dingin yang membeku kebahagiaan.
Secara bertahap, saya tidak dapat menemukan kebahagiaan di mata Anda,

melainkan berat adalah apa yang saya selalu melihat.
Saya memahami rasa sakit yang Anda tidak ungkapkan
Anda berharap untuk sepotong langit
yang baru,.
(Good Bye My Love_SJ M)

 

 

Pernikahan kami diadakan dengan begitu meriah, semua teman maupun undangan yang berasal dari rekan kerja appa maupun rekan kerja Tuan Park datang dan memberikan berbagai ucapan. Namun yang kusadari dengan sangat adalah Han Mi yang tengah berdiri bersanding di sebelahku bukanlah gadis mungilku yang menampakkan kebahagiaannya.

 

Sorot matanya sayu, bahkan mata pandanya masi jelas terlihat walaupun make up telah mendominasi wajah oriental-nya. sedangkan Kyu Hyun? Sahabatku itu tak pernah bisa kutemui dan kutemukan keberadaanya begitu dia mendengar kabar pernikahan kami saat makan malam di rumahku waktu itu.

 

Satu-satunya hal yang kuharapkan saat ini adalah aku dapat membahagiakan Han Mi entah itu kapan, bukankah aku juga sahabat yang selalu bersamanya. Jika memang Kyu Hyun telah bisa membuatnya merasakan cinta maka aku juga akan berusaha melakukannya.

 

Sekitar jam sepuluh malam para undangan sudah mulai beranjak pulang, menyisakan kesunyian di antara aku maupun Han Mi. Berada dalam satu kamar dengannya dengan keadaan cangung seperti ini benar-benar lebih menyakitkan daripada saat mendengarnya menjerit karena ulah jahilku maupun Kyu Hyun.

 

“Emm Henry, seperti yang kita ketahui pernikahan ini hanya sekedar hitam di atas putih. Aku akan tidur di kamar tamu, bukankah kau juga merasa tidak enak jika harus sekamar denganku, seperti aku yang enggan untuk sekamar denganmu karena perjodohan ini” ujar gadis itu pelan,namun masih dengan cukup jelas untuk kudengar.

 

“Ini mungkin akan terasa lebih mudah jika kita tidur sekamar dikarenakan kita tengah  menginap dengan tema pajama party, tapi sayangnya kita tidak sedang tengah ber-pajama party, apalagi tanpa kehadiran Kyu Hyun” lanjutnya dengan suara yang agak bergetar, tanpa menunggu jawabanku gadis itu melangkah pergi keluar dari kamar yang seharusnya menjadi kamar kami.

 

Ingin sekali kurengkuh tubuh mungilnya, berada saat dia terisak bahkan meminta dia menganggap seolah ini hanya seperti saat kami bertiga berpijama party, tapi mendengar dia menyebutkan nama Kyu Hyun aku tahu semua tidak akan terasa seperti itu karena kami sudah tidak lengkap lagi.

 

~xXx~~

 

Kelopak mataku mengerjap perlahan begitu menyadari Han Mi tengah membuka tirai kamarku. Membuat cahaya matahari masuk dan membuatku menyudahi tidur-ku yang terasa begitu singkat.

 

“Seragam kerja-mu sudah aku siapkan Henry-ah, sarapan juga sudah siap di atas meja” ujarnya dingin sembari berjalan keluar dari kamarku tanpa menoleh kepadaku sedikitpun.

 

“Kemana dirimu yang hangat Mi-ya?” desisku sembarimenatap pintu yang telah ditutup rapat olehnya.

 

Hanya dentingan garpu serta sendok yang menemani acara sarapan kami, tidak ada satu-pun perkataan yang keluar dari bibir plum-nya.

 

“Han Mi-ya, tidakkah kau berfikir kita butuh Honey Moon?” tawarku kemudian, berusaha menyudahi kecanggungan diantara kami.

 

“Honey Moon hanya untuk mereka yang berbahagia dengan pernikahan mereka Henry-ah, bukan untuk orang yang menderita dengan pernikahannya seperti kita ini” jawabnya begitu sakartis, membuatku bertanya-tanya sebegitu besarkah efek perjodohan hingga dia bisa berkata sedemikian tajam.

 

Aku hanya dapat menghela nafas mendengar penuturannya, kupandang lekat wajah oriental miliknya yang selalu kupuja. Namun seakan aku tak memandangnya dia tampak tak terganggu dan meneruskan sarapannya. Hubungan ini terasa begitu dingin dengan sikapnya yang seperti ini.

 

“Aku berangkat dulu Mi-ya, baik-baiklah dirumah” ujarku lembut begitu menyelesaikan sarapanku. Alih-alih menjawab gadis itu hanya beranjak dari meja makan dan berlalu ke dapur.

 

“Mungkinkah dia tak mendengar perkataanku? Kenapa dia tidak merespon?” batinku menyamarkan rasa kesal yang sebenarnya sudah menghampiri. Tanpa memperpanjang hal ini, aku mulai berangkat menuju kantor.

 

~xXx~~

 

“Hey gadis kecil” sapaku ramah begitu aku menemukan sosoknya tengah duduk di sofa sembari melihat acara reality show kesukaannya. Aku baru saja sampai di apartement kami begitu selesai berkutat dengan enam jam yang melelahkan di kantor tadi.

 

“Makanlah, aku sudah menyiapkan makan malam-mu di meja. Jangan menungguku aku sudah makan tadi sebelum kau datang” ujarnya dingin sembari beranjak dari sofa, padahal baru saja aku duduk disampingnya. Kutatap sosoknya yang malah lebih memilih masuk kamar. Lagi dan lagi gadis ini membuatku menghela nafas.

 

~xXx~~

 

Satu bulan berlalu sejak pernikahan kami, jangankan hubungan kami yang bertambah hangat semuanya bahkan terasa begitu datar. Jika di awal-awal pernikahan kami masih sarapan bersama, sekarang itu hanya kenangan. Tidak ada lagi yang namanya sarapan bersama, apalagi makan malam bersama. Sekedar berbicara berbasa-basi pun tidak ada lagi yang seperti itu.

 

Han Mi masih selalu menyiapkan segala keperluanku sebagai suaminya. Namun dia akan berlalu masuk kamar begitu selesai menyiapkan seragam, dia juga selalu makan mendahuluiku. Saat aku pulang aku hanya akan menemukan meja yang penuh dengan sajian serta air hangat yang sudah mengepul di bak mandi, namun sosoknya jelas berada di kamarnya sendiri.

 

Sapaan seperti gadis kecil, bahkan mochi penjebak itu hanya kenangan, dan benar-benar sepertinya tak akan pernah lagi terulang. Sampai sekarang-pun aku akan selalu ingat bagaimana dengan lucunya dia memanggilku mochi penjebak.

 

“Tidak adakah panggilan lain yang lebih baik?” gerutuku sebal setelah beberapa hari ini Han Mi selalu memanggilku dengan panggilan mochi penjebak.

 

“Andwae! Itu panggilan yang bagus Henry-ah”

 

“Aish” gerutuku masih kesal

 

“Kau tahu kenapa aku memanggilmu dengan sebutan mochi penjebak?”

 

“Waeyo?”

 

“Karena semenjak penampilanmu dipensi sekolah kemarin aku benar-benar terjebak dengan pesonamu saat kau menyayikan lagu Trap” jawabnya sembari tersenyum dengan pipi yang bersemu merah.

 

            Dengan respeck aku memeluknya dan dia membalas pelukanku, satu scene paling indah yang pernah kulalui bersamnaya.

 

“Drrt Drrrt” getaran hapeku membangunkanku yang sudah tenggelam dalam bayang-bayang masa laluku dengan gadis itu. Sedari tadi aku menunggu kepulangan gadis itu karena aku menyadari mobil BMW hitam miliknya tidak berada di garasi saat aku memakirkan mobilku sepulang dari kantor, menandakan bahwa gadis itu tidak sedang ada didalam kamarnya.

 

“Yoeboseyo? Mi-ya kau dimana?” tanyaku seketika karena aku melihat nama Han Mi yang meneleponku.

 

“Apakah anda mengenal pemilik Hand Phone ini?”

 

“Iya, saya suaminya. Anda siapa?” ujarku gusar begitu mendengar suara seorang namja tengah meneleponku menggunakan Hand Phone Han Mi.

 

“Bisakah anda kemari? Istri anda . .”

 

TBC^^~~

 

One thought on “Perfect Good Bye (Part 1)| Two Shoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s