My School (Part 5)

 

MYS5

Tittle                :My School part 5

 

Author             :Evil Trap

 

Cats                 :

 

–         Cho Kyu Hyun

–         Park Han Mi

–         Henry Lau

–         Park Ji Eun

–         Lee Soo Ah

–         Kim Jin Hae

–         Park Young Min

–         All Member Super Junior

–         and Other Cats

 

Genre              :Mistery, Little Romance, Hurt

 

Rate                 :Teen

 

Length             :5 of?

 

 

Happy Reading dear reader^^~~

 

“Kajja kita melaporkan hal ini pada nyonya Jenny” ujar Kyu Hyun sembari menarik tanganku agar mengikuti langkahnya.

“Satu nyawa lagi dibunuh dengan keji, dengan motif yang masih abstrak bahkan sekarang semua terasa makin buntu. Karena dugaan awalku yang mengarah pada Kyu Hyun malah terbantahkan dengan hebatnya karena pada saat pembunuhan ini terjadi dengan kesadaran penuh aku tengah bersama Kyu Hyun” batinku sembari menatap wajah namja itu yang masih terus menggengam tanganku sembari melangkahkan kaki kami menuju ruangan kepala sekolah.

 

My School part 5 Start~

 

“Tap Tap Tap” terdengar deru  langakah Kyu Hyun  dan langkah kakiku menuju ruangan Ny. Jenny.

 

“Tok Tok Tok!” Kyu Hyun mengetuk perlahan pintu dengan tag name “Ny. Jenny” yang merupakan ruangan kepala sekolah di Branksome Hall ini.

 

“Permisi” ucap kami begitu pintu terbuka dan menampakkan sosok Nyonya Jenny.

 

“Ada perlu apa Tuan Cho, dan kau  Nona Park?”

 

“Park songsaenim tewas terbunuh di gudang bagian belakang”

 

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Sekarang kalian cepat kembali kekamar dan jangan ada yang sendirian polisi akan segera datang ke TKP” ujar Nyonya Jenny memerintah, dibalas dengan anggukan mengerti oleh kami.

 

~xXx~~

 

“Kau kekamarku saja”

 

“Kau gila? Apa kata Henry jika aku berada di kamarmu hah?” sergahku kesal atas penawarannya yang konyol.

 

“Seorang Cho Kyu Hyun tidak pernah mengenal penolakan nona Park” desisnya pelan tapi menusuk.

 

“Chagie!” seruan seseorang dengan tepatnya membuatku menoleh dan melepaskan genggaman tangan Kyu Hyun.

 

“Henry” jawabku agak gugup bagaimana tidak bayangkan posisimu jika ketahuan oleh pacar sendiri tengah digandeng oleh namja lain.

 

“Kau sudah mendengar berita tewasnya Park songsaenim?”

 

“Sudah” jawabku singkat, sungguh aku sedang tidak ingin membahas hal ini berkelanjutan.

 

“Sebaiknya kita ke kamar saja, tidak baik berkeliaran diluar selama proses penyelidikan ini masih berlangsung”

 

“Ehem, kurasa Han Mi akan memilih bersamaku. Bukan begitu Han Mi-ya?” ujar Kyu Hyun menyela pembicaraan kami.

 

“Siapa dia chagie?” tanya Henry sembari menatap Kyu Hyun dengan tatapan menyelidiki.

 

“Hanya teman, kajja kekamar” ujarku menyudahi kecanggungan ini. Kutarik tangan Henry menjauh dari Kyu Hyun, dapat kulihat dengan jelas Kyu Hyun menatapku dengan sorot mata tidak terima.

 

~xXx~~

 

“Hay Han Mi dan Henry” sapa Soo Ah ramah begitu aku membuka pintu kamar.

 

“Kalian disini?” tanyaku sembari memandang Soo Ah, Young Min dan Sung Min yang sudah dengan santainya berada di dalam kamarku.

 

“Kuarasa kau tidak akan keberatan bukankah akan lebih baik jika kita bersama-sama di saat seperti ini” jawab Soo Ah dengan ringannya,sungguh seperti dia tidak nampak bersalah.

 

“Itu ide terbagus yang pernah kudengar” jawab Henry,membuatku tak habis pikir bagaimana mungkin di bisa setuju saat privasinya tengah terganggu.

 

“Semua sudah disini rupanya”

 

“Kyu Hyun” seruku begitu nama jangkung itu juga tanpa permisi langsung memasuki kamarku.

 

“Nee Kyu Hyun, dia juga bagian dari kita kan” jawab Soo Ah sembari tersenyum. Pada akhirnya kami berenam duduk melingkar di lantai kamar ini. Tidak ada yang bersuara, semuanya tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Soo Ah dan Young Min dengan majalah meraka, Sung Min dengan lapotop-nya, Kyu Hyun dengan psp-nya, sedangkan Henry sibuk terlelap dengan bersandar pada lenganku.

 

“Anak manja” ucapku perlahan sembari membelai rambut Henry yang nampak pirang dan terasa lembut.

 

“Cih!” Kyu Hyun mencemooh ucapanku sembari menekan keypad psp-nya dengan keras.

 

“Waeyo Kyu? Kau juga ingin seperti itu? Minta saja pada Soo Ah” celetuk Sung Min disambut dengan kekehan Young Min dan pipi Soo Ah yang bersemu merah. Darisanaaku dapat mengambil kesimpulan jika Soo Ah memang memiliki perasaan pada KyuHyun.

 

“Cih! Kenapa harus bersusah payah memintanya dari Soo Ah, toh Han Mi juga bisa memberikannya padaku. Iyakan Mi-ya?” jawab Kyu Hyun sembari menatapku dengan senyuman miringnya.

 

“Kau salah nama Kyu, Han Mi adalah kekasihku. Asal kau tahu itu” ujar Henry agak gusarmendengar perkataan Kyu Hyun barusan.

 

“Tapi sayangnya Han Mi sudah mencintaiku Tuan Lau” jawab Kyu Hyun dengan tatapan seolah meremehkan Henry.

 

“Apa maksudmu hah?” gertak Henry mulai tak terima, tangannya sudah terulur mencengkeram kerah Kyu Hyun.

 

“Sudah cukup! Kalian tidak bisakah bersikap tenang!” seru Soo Ah kesal, sembari melerai Henry dan Kyu Hyun.

 

“Tidakkah kalian berpikir siapa tahu saja pembunuh itu masih berkeliaran di sekolah ini” Sung Min mulai bersuara untuk meredakan ketegangan yang mulai terasa.

 

“Jikapun ada, dia bisa juga diantara kita” seru Kyu Hyun tiba-tiba.

 

“Yah dan bila hal itu memang begitu adanya makan orang pertama yang kucurigai adalah kau Park Han Mi” sentak Soo Ah dengan suara yang tinggi, kontan saja membuataku tekejut. Bagaimana mungkin aku yang jadi tersangka.

 

“Apa maksudmu Soo Ah!” sentak Kyu Hyun dengan nada tidak terima.

 

“TIdakkah kalian berpikir dua hari setelah kepindahannya ke sekolah kita Ji Eun mati bunuh diri di kamar ini, lalu Jin Hae mati tertembak, dan Park songsenim mati tertusuk. Itu sejak kedatangan gadis ini!”

 

“Plak!” dengan respek Kyu Hyun menampar Soo Ah.

 

“Apa-apa’an kau Kyu? Kau bahkan berani menamparku demi gadis ini!”

 

“Jangan berkata yang tidak-tidak Soo Ah!”

 

“Oh jadi sekarang kau membelanya! Sekarang cerna baik-baik perkataanku Ji Eun mati dengan dugaan bunuh diri itu okeh! Semua terlihat jelas namun yang mengganjal bagaimana mungkin teman sekamarnya sendiri tidak mengetahu gerak-geraik Ji Eun,dengan mudahnya Han Mi beralibi bahwa dia tengah tertidur dan tidak mengetahui apa-apa!”

 

“Yang ke dua! Jin Hae ditemukan tertembak setelah satu jam sebelumnya dia keluar dari kamar Han Mi, dan ketiga Park songsenim ditemukan mati tertusuk di gudang belakang tempat Han Mi menjalankan hukuman. Kurang bukti apalagi yang mengarahkanpadanya hah? Kalian. .”

 

“Stop! Stop Soo Ah! sebaiknya kau pergi dari kamar ini!” sentak Henry dengan lantang.

 

“Ah iyah, asal kau tahu Henry-ah gadismu ini bukan gadis lugu bahkan selama seminggu disini entah sudah keberapa kalinya dia berciuman dengan Kyu Hyun”

 

“Ige mwo-ya?” perkataan Soo Ah sukses membuat Henry menatapku tajam.

 

“Jangan membesar-besarkan hal yang tidak benar Soo Ah itu tidak baik” sergah Young Min pada Soo Ah.

 

“Ini kenyataan Young Min-ah! pada malam kematian Jin Hae aku melihat mereka berciuman saat kita terlelap”

 

“Apa benar itu cahgie?” tanya Henry dengan tatapan terluka, sungguh aku tak kuasa mengatakannya tatapan itu seakan terasa begitu mengiris hati.

 

“Aku bisa menjelaskannya, waktu itu . .”

 

“Apa benar itu chagie!” sentak Henry dengan nada yang mulai tinggi, memotong penjelasanku. Jelas terlihat dia sudah tidak ingin mendengar penjelasan apapun.

 

“Benar”jawabku sembari menunduk, tak kuasa melihat sorot matanya.

 

“Jadi hanya dengan seminggu disini kau sudah melupakanku dan mencintai namja itu hah!”

 

“Andwae! Kau salah Henry-ah! aku tidak mencintai Kyu Hyun, aku hanya mencintaimu” elakku seketika sembari memeluknya. Sungguh bagaimanapun aku tidak akan pernah kuasa membuat namja sebaik Henry terluka karena kebodohanku.

 

“Tidak usah bersikap seperti itu Mi-ya, kau pasti juga tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya” ujar Kyu Hyun sembari menarik lenganku yang tengah memeluk Henry.

 

“Sudahlah,kita keluar saja Kyu. Jangan merusak suatu hubungan yang sudah terjalin” sergah Sung Min sembari menarik tangan Kyu Hyun yang mencengkeram lenganku.

 

“Young Min dan Soo Ah nuna, kita juga harus pergi dari sini” ajak Sung Min pada Soo Ah dan Young Min, semenit kemudian di kamar ini hanya ada aku dan Henry saling terdiam tanpa ada yang berbicara.

 

“Aku tidak menyangka kepergianmu kemari hanya membawa petaka Mi-ya, pantas perasaakun tak enak saat kau berpamitan berangkat kemari” Henry mulai bersuara dengan nada yang lemah, atau lebih tepatnya miris.

 

“Kumohon jangan meninggalkanku Henry-ah, mungkin perasaanku memang sempat berpaling.Tapi yang kuinginkan adalah bersamamu, selalu bersamamu” ujarku sembari menggengam tangannya, berusaha meyakinkannya bahwa aku akan berusaha kembali mencintainya.

 

“Aku tidak akan meninggalkanmu selama kau tidak memintaku melakukannya” ujar Henry sembari tersenyum setelah beberapa saat terdiam.

 

“Gomawo,hiks gomawo Henry-ah. maaf telah membuatmu kecewa”

 

“Gwaencahana” jawabnya sembari memelukku, menenggelamkan wajahku pada dadanya.

 

“Kau tidak lapar heum? Bagaimana jika kita ke cafetaria mencari makanan yang bisa di santap sebelum tiba waktu makan malam” tawarnya dan kujawab dengan anggukan tanda setuju.

 

~xXx~~

 

“Kenapa disini sangat sepi? Tidak ada seorang-pun?” ujarku heran begitu mendapati cafeteria yang biasanya selalu penuh sesak jadi amat lenggang.

 

“Kemana sisiwa yang lain?” tanya Henry pada salah seorang pelayan di cafeteria sekolah ini.

 

“Mereka sedang melihat jenasah siswa yang baru saja ditemukan terbunuh di kamarnya”

 

“Mwo? Siapa yang terbunuh?” tanyaku dengan kaget.

 

“Ketua organisasi kesiswaan Lee Soo Ah”

 

“Astaga” desisku tak percaya.

 

“Ayo! Kita kesana!” seru Henry sembari menggandeng tanganku.

 

~xXx~~

 

“Nuna, kau harus bangun nuna! Kau tidak boleh meninggalkan ku!” jeritan Sung Min terasa begitu menyayat. Sung Min tak hentinya mengguncang tubuh Soo Ah yang sudah tak bernyawa.Tepat dibelakangnya Young Min tengah terisak dipelukan Kyu Hyun.

 

“Bersabarlah Sung Min-ah” ujarku sembari menepuk punggungnya perlahan. Namun Sung Min malah berdiri dari posisinya yang terduduk tadi sembari menatapku tajam.

 

“Kau! Kau yang membunuh kakakku Han Mi-ssi!” sentaknya sembari menunjukku dengan telunjuknya, tatapannya terlihat murka.

 

“Apa maksudmu Sung Min-ah!” sergahku tidak terima.

 

“Bukankah tadi Soo Ah nuna habis bersitegang denganmu dan dia juga yang sudah memojokkanmu! Karena merasa terancam jadi sekarang kau membunuhnya kan!” tuduh Sung Min sakartis, sungguh aku merasa makin muak dengan keadaan ini.

 

“Jangan berbicara yang tidak-tidak Sung Min-ah!” sergah Henry sembari menatap Sung Min tajam.

 

“Sebaiknya kita pergi dari sini” kali ini Kyu Hyun buka suara sembari menarik tanganku agar keluar dari kamar Soo Ah. kontan saja Henry mengikuti langkah kami.

 

“Lepaskan aku Cho Kyu Hyun!” sentakku sembari berusaha melepaskan tanganku dari genggaman posesivenya.

 

“TIdak Han Mi-ya, bukankah sudah kubilang aku akanmembuatmu mengakui perasaanmu padaku”

 

“Berhenti memaksanya Cho Kyu Hyun!” sentak Henry tepat dihadapan Kyu Hyun.

 

“Aku tidak memaksanya Tuan Lau, aku hanya memintanya untuk berkata jujur dengan mengakui perasaannya itu saja” jawab Kyu Hyun kalem.

 

“Sekarang katakan pada kami Han Mi-ya, kau memilihku atau memilih namja bernama Cho Kyu Hyun itu”

 

“Deg!” jantungku seakan berdetak dengan lebih kencangnya begitu mendengar permintaan Henry. Memilih? Jika aku diperkenankan untuk jujur hatiku sudah dimiliki Kyu Hyun sepenuhnya, tapi aku terlalu tahu diri untuk tidak mengatakannya, bagaimanapun Henry sudah bersamaku dan mencintaiku dengan tulus jauh sebelum aku bertemu dan mencintai Kyu Hyun.

 

“Aku memilih Henry” ujarku kemudian, sukses membuat Kyu Hyun seakan tercekat dan Henry menyambutku dengan senyumannya.

 

“Eoh? Jangan bercanda Mi-ya!” sentak Kyu Hyun mulai tak terima.

 

“Aku tidak bercanda Kyu Hyun-ssi, aku memilih Henry karena jelas dia adalah namjachingu-ku”

 

“Ayo kita pergi dari sini chagie” ujar Henry sembari menggengam tangaku, aku menunduk tak lagi mampu menata mata Kyu Hyun. Atauhatiku akan semakin sakit sepertinya.

 

“Aku sudah memilih jalan yang benar kan?” batinku dalam hati, entah kenapa rasanya begitu menyakitkan berbohong atas kata hati sendiri.

 

TBC^^~~

 

NB : minhae buat yang udah nunggu >_< kemaren udah banyak FF yang di post jadi baru hari ini nge postnya😀 ,. kurng satu part lagi tamat dear reader >_< stay tune okeh? kkkkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s