My School (Part 4)

 

MYS4

Tittle                :My School part 4

 

Author             :Evil Trap

 

Cats                 :

 

–         Cho Kyu Hyun

–         Park Han Mi

–         Henry Lau

–         Park Ji Eun

–         Lee Soo Ah

–         Kim Jin Hae

–         Park Young Min

–         All Member Super Junior

–         and Other Cats

 

Genre              :Mistery, Little Romance, Hurt

 

Rate                 :Teen

 

Length             :4 of?

 

 

Happy Reading dear reader^^~~

 

“Henry?” ujarku kaget begitu mengetahui siapa yang memelukku secara tiba-tiba dari belakang. Rupanya bukan hanya aku yang kaget, Kyu Hyun yang sedari tadi turut mengejarku juga terpaku kaget begitu melihatku tengah berada dalam pelukan namja yang tidak dikenalnya dengan posisi saling berhadapan menatap satu sama lain.

“Kenapa berwajah sekaget ini heum? Kajja kekamarmu aku ingin membicarakan beberapa hal” ujar Henry sembari menautkan jemarinya pada sisi kosong jemari mungilku. Membuatku mau tak mau menuruti langkah kakinya menuju kamar asrama, sedangkan Kyu Hyun? Entah aku tidak lagi melihat sosoknya begitu aku berbalik menghadap Henry.

 

My School part 4 start~

 

“Kenapa kau nampak begitu berantakan heum?” tanya Henry begitu kami sudah duduk berdampingan di dalam kamarku.

 

“Hanya sedang ada sedikit masalah” jawabku sembari menunduk, entah kenapa berada dalam jarak sedekat ini bersama Henry sama sekali tidak memberikanku rasa bahagia. Merupakan suatu hal yang aneh mengingat Henry adalah namja yang sudah kuakui sebagai pacar semenjak dari setahun lalu.

 

“Tadi kenapa kau tidak mengikuti pembelajaran?”

 

“Bagaimana kau bisa tahu jika aku tadi tidak mengikuti jam pembelajaran?”

 

“Tentu saja aku tahu Mi-ya chagie aku tadi masuk dan mengikuti pelajaran di kelasmu sebagai siswa baru”

 

“Ige mwo-ya?

 

“Nee dan betapa kecewanya aku saat mendapati tak ada sosokmu disana, padahal aku sengaja tak menemui sedari aku datang tadi malam karena ingin kau terkejut begitu melihat aku sudah ada di kelasmu pagi tadi”

 

“Jadi tadi malam kau sudah sampai disini?”

 

“Sudah chagie, lalu mana pelukan selamat datang untukku nona Park?” pintanya dengan wajahnya yang tengah beraegyo. Kurengkuh tubuh namja itu dan dirinya tersenyum sembari menenggelamkan wajahnya pada bahu-ku.

 

“Aku merindukanmu, seminggu tanpamu didekatku rupanya berpotensi membuatku gila Han Mi-ya”

 

“Nee Henry-ah, terimakasih untuk kedatanganmu” jawabku agak datar. Bagaimanapun ini semua terasa salah, berada dalam pelukan namja ini terasa amat beda seperti memeluk saudara sendiri berbanding terbalik saat KyuHyun menciumku ada perasaan bergetar yang sangat hebat. Tanpa disadari oleh Henry aku memeluknya sembari menangis, menyadari bahwa perasaanku telah berubah arah tanpa bisa kucegah benar-benar menyakitkan rasanya.

 

“Kau nampak lelah, beristirahatlah aku akan disini sampai kau membuka mata” ujarnya lembut sembari membelai helaian rambutku yang terlihat cukup berantakan.

 

“Gomawo” jawabku sembari tersenyum, dia adalah namja dengan segala kelembutan dan perhatiannya yang menawan. Sialnya kenapa segala pesona yang dimiliki Henry seakan luruh jatuh tak terlihat jika dibandingkan dengan Kyu Hyun. Bukankah Kyu Hyun adalah namja dengan segala sifat dingin dan angkuh? belum lagi fakta bahwa hanya dengan mengenal dalam seminggu ini saja namja itu sudah berani menciumku dua kali.

 

“Kenapa belum tidur heum?” pertanyaan Henry membuatku tersentak kaget membangunkanku dari segala pemikiran mengenai namja bernama ChoKyu Hyun itu.

 

“Aku akan tidur sekarang” jawabku kemudian sembari memejamkan mata, semenit kemudian aku mendengar Henry mematikan saklar.

 

“Chup!”

 

“Mimpi indah dear” ucapnya sembari mencium keningku sebelum akhirnya dia ikut terlelap di tempat tidur Ji Eun eonnie.

 

~xXx~~

 

“Henry-ah, kajja bangun” seruku sembari menepuk pipi namja itu perlahan. Matahari sudah bersinar dan kurang dari tiga puluh menit lagi jam sarapan akan dimulai. Tentu saja aku tidak ingin namja ini terlambat.

 

“Hoahm untung kau membangunkanku Mi-ya, kemarin karena aku hanya sendirian dan tidak ada yang membangunkan aku terlambat di hari pertama”

 

“Karena itu aku membangunkanmu, cepatlah mandi aku akan menyiapkan seragammu. Kurang dari tiga puluh menit lagi sudah jam untuk sarapan”

 

“Eotte” jawabnya sembari melangkahkan kaki-nya menuju kamar mandi.sepeninggalannya aku mulai membuka tas miliknya  dengan tujuan menyiapkan seragam untuk hari ini.

 

Tepat setelah mengeluarkan seragam aku melihat adanya sebuah pistol dengan series Mark 23 terselip diantara tumpukan pakaian namja berdarah cina itu.

 

“Pistol?” untuk apa Henry membawa pistol?” batinku heran.

 

“Nee dan betapa kecewanya aku saat mendapati tak ada sosokmu disana, padahal aku sengaja tak menemui sedari aku datang tadi malam karena ingin kau terkejut begitu melihat aku sudah ada di kelasmu pagi tadi”

 

Tiba-tiba saja perkataan Henry semalam kembali melintas, jika diingat-ingat Henry sudah datang sedari kemarin malam dan itu artinya dia datang tepat saat Jin Hae tertembak.

 

“Mungkinkah,jika Henry yang . .”

 

“Andwae!” batinku secepatnya, lagipula apa motif Henry melakukan itu. Dengan jelasnya note serta buku diary milik eonnie mengarah pada Kyu Hyun.

 

“Chagie, dimana handuk dan seragamnya kau letakkan heum?” Henry berseru dari dalam kamar mandi membuatku menyudahi acara curiga yang konyol tadi. Segera kuletakkan kembali pistol milik Henry, dan beranjak menghampiri handuk yang tepat berada di gantungan baju.

 

“Aku sudah menaruhnya di depan pintu Henry-ah”

 

“Eotte, gomawo chagie”

 

“Cepatlah sedikit, kita bisa trelambat” gerutu-ku mulai kesal begitu melihat jam yang hampir menunjukkan jam enam.

 

“Eotte eotte, mianhae chagie” jawabnya sembari keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah terbalut kemeja dan jas simple yang merupakan seragam untuk namja disekolah ini.

 

“Kau nampak tampan Tuan Lau” decakku kagum sembari membantunya merapikan lengan kemeja seragamnya. Henry tersenyum mendengar pujianku terhadapnya.

 

~xXx~~

 

Hampir semua siswa yang melihat kedatanganku dengan Henry menatap kami dengan tatapan ingin tahu. bagaimana tidak lengan Henry dengan begitu santainya berada di lingkar pinggangku. Tidak terkecuali Soo Ah, Young Min dan Sung Min menatap Henry dan aku begitu kami sampai di ruang makan.

 

Namun anehnya aku tidak melihat sosok Kyu Hyun diantara mereka bertiga.

 

“Hey, duduklah disini Han Mi Henry!” seru Soo Ah sembari mengarahkan kami pada dua kursi kosong yang tepat berada di samping mereka.

 

“Gomawo Soo Ah-ya” ujar Henry begitu kami telah duduk, sedikit membuatku tercengang mengetahui bahwa mereka telah saling mengenal.

 

“Kalian sudah saling mengenal?”

 

“Sudah chagie, kemarin saat aku memasuki kelas untuk pertama kalinya Soo Ah yang membantuku beradaptasi” aku menggangguk sebagai jawaban jika aku mengerti.

 

“Chagie? Jadi Han Mi adalah kekasihmu Tuan Lau?” seru Soo Ah dengan wajah berbinar senang, aneh sekali melihatnya seperti itu.

 

“Nee, kami telah berpacaran selama satu tahun ini” jawab Henry dengan bangganya sembari semakin merapatkan jarak antara kami.

 

“Itu hal yang sangat baik bukan, setidaknya tidak adalagi yang harus cemas jika menyangkut tentang Kyu Hyun yang dekat dengan Han Mi” celetuk Young Min tiba-tiba.

 

“Apa maksudmu Young Min-ah” sentak Soo Ah sembari memandang Young Min tajam, membuatku hanya dapat menghela nafas melihat mereka.

 

“Setelah sarapan Park Han Mi dan Henry Lau diharap kehadirannya ke ruang Park Song saenim” speaker sekolah di ruang makan terdengar dengan begitu jelasnya. Membuatku maupun Henry saling bertatapan bingung.

 

“Apa kalian sudah melakukan kesalahan?” tanya Young Min kepada kami.

 

“Ani-ya, waeyo Young Min-ah?”

 

“Karena Park songsaenim adalah guru bagian kesiswaan yang bertugas memberikan hukuman kepada setiap murid yang dianggap atau dilaporkan melakukan kesalahan” jelas Young Min kemudian, semakin membuatku maupun Henry terpaku bingung.

 

“Eoh, bagaimana mungkin kita akan dihukum atas hal yang tidak kita ketahui heum?” gerutu Henry dengan kesalnya

 

“Sudahlah Henry-ah kau mau menggerutu hingga sandwich-mu tak berasa lagi heum?” sergah gadis itu sembari melirik sandwich milik Henry yang tergeletak di piring.

 

~xXx~~

 

“Annyeong Park songsaenim” sapa kami begitu sampai diruangannya, manik hitamku menangkap sesosok namja dengan tubuh jangkung yang beranjak berdiri dari kursi yang tepat berada di depan meja Park songsaenim. Namja dengan tubuh jangkung dan sorot mata tajam, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun melirik kami dengan tatapan tajam serta senyuman yang menyeringai.

 

“Duduklah nona Park, Tuan Lau” ujar Park songsaenim kemudian.

 

“Nee, gomawo Park songsaenim”

 

“Saya dengar kemarin malam kalian tidur dalam satu kamar yang sama dan hanya berdua saja apa benar?”

 

“Sialan!” rutukku dalam hati rupanya keberadaan Kyu Hyun disini tadi untuk melaporkan hal ini. Karena jelas yang mengetahui aku dan Henry masuk ke kamarku adalah Kyu Hyun karena dia orang yang terakhir kali bertemu dengan kami.

 

“Apa benar begitu?” ulang Park songsaenim karena kami yang tak kunjung menjawab pertanyaannya.

 

“Benar” jawabku kemudian diikuti dengan pandangan tidak terima dari Henry, tapi mengelakpun rasanya akan malah lebih mempersulit diri.

 

“Kalau begitu silahkan menikmati hukuman dari saya, nona Park silahkan bersihkan gudang belakang dan kau Tuan Lau silahkan bersihkan lapangan samping” perintah Park songsaenim tidak terbantahkan, membuatku harus melangkah gontai keluar dari ruangannya dan melangkah menuju gudang belakang.

 

“Mi-ya!” henry menyerukan namaku sebelum kami berpisah karena tujuan yang berbeda.

 

“Heum?” jawabku sembari menatapnya.

 

“Nanti hubungi aku jika tugasmu sudah selesai!” aku mengangguk sembari membentuk tanda oke dengan jari-ku.

 

~xXx~~

 

“Huft!” aku mendengus begitu mendapati gudang yang nampak sangat teramat berantakan. Aku mulai membereskan dan memilah kardus serta berbagai balok kayu yang berserakan di lantai.

 

“Bagaimana mungkin sekolah elit semacam ini bisa mempunyai gudang seburuk ini? apa harus ada yang melakukan kesalahan dulu baru gudang ini dibersihkan!” gerutu-ku kesal. Setelah merasa cukup rapi aku mulai menyapu sekeliling ruangan segi empat ini, sungguh sangat menyiksa debu yang tebalnya tiada terkira berulang kali membuatku harus menutup mulut dan hidung.

 

Selesai dengan acara menyapu yang melelahkan, aku memposisikan tubuhku untuk duduk bersandar pada dinding gudang ini. Sembari meluruskan kaki-ku yang terasa begitu ngilu, efek terlalu capek membersihkan gudang ini sepertinya. “Setelah ini tugasku hanya tinggal mengepel lantai ini dan selesailah hukuman sialan ini” batinku sembari memijit perlahan kaki-ku yang masih terasa ngilu.

 

“Sudah merasa lelah nona Park?”

 

“Kyu Hyun!” aku tersentak kaget begitu mendapati sapaan tiada terduga dari namja itu. Sekarang dirinya telah berada tepat di hadapanku sembari membawa kain pel dan wadah air. Tanpa banyak berbicara namja itu mulai mencelupkan kain tersebut ke wadah air yang juga dibawanya, setelah diperas kain pel itu diarahkannya ke segala penjuru lantai gudang ini.

 

“Biar aku saja yang mengerjakannya” ujarku sembari menyentuh tangannya, berusaha menggantikan aktifitas mengepelnya.

 

“Biarkan aku saja, tanggung toh aku sudah mengerjakannya.Hanya saja karena kau sudah merasa lelah dengan hukuman ini jangan pernah lagi kau berdekatan dengan murid baru itu, atau akan ada yang lebih mengerikan dari ini” ujarnya sembari menampilkan smirk andalannnya.

 

“Apa maksudmu hah? Kau tak berhak melarangku Cho Kyu Hyun-ssi! Kau bukan siapa-siapaku dan namja itu adalah kekasihku!”

 

“Kau berani membangunkan singa tidur rupanya Han Mi-ya!” kali ini nada bicaranya terdengar lebih tinggi dari sebelumnya.

 

“Kau mau apa hah?”

 

“Brak!”  tanpa menjawab pertanyaanku Kyu Hyun mendorongku ke dinding, tepat terkunci antara tubuhnya dan dinding gudang ini.

 

“Bukankah aku pernah mengatakan padamu Han Mi-ya, aku ingin dirimu” ucapnya dengan nada dingin, hembusan nafasnya terasa menderu karena jarak kami yang begitu dekat.

 

“Tapi aku adalah yeojachingu dari namja yang bernama Henry Lau, asal kau tahu itu Cho Kyu Hyun!”

 

“Tapi sayangnya kau sudah mencintaiku dan menggeser jauh namja cina itu dari hatimu Han Mi-ya”

 

“Cih! Jangan berharap terlalu jauh Cho Kyu Hyun!” elakku seketika, tidak mungkinkan aku mengaku pada namja ini jika yang dikatakannya sudah tepat sasaran.

 

“Seorang Cho Kyu Hyun tidak pernah berharap Han Mi-ya karena yang kubicarakan adalah sebuah kenyataan. Hanya saja kau masih enggan untuk mengakuinya”

 

“Bagaimana jika setelah ini aku akan membuatmu benar-benar mengakui perasaanmu”

 

“Jangan bermain-main denganku  Cho Kyu Hyun!”

 

“Aku . .”

“Aaargh! Tolong!” perkataan Kyu Hyun terhenti karena sebuah teriakan yang mengerikan terdengar tidak jauh di dekat kami berada. Kontan saja aku dan Kyu Hyun berlari keluar dari gudang ini menuju asal suara itu terdengar, dan betapa tercengangnya kami mendapati Park Songsaenim sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka tusuk tepat di perutnya.

 

“Park songsaenim” desis Kyu Hyun sembari menutup mulut setengah tidak percaya.

 

“Kajja kita melaporkan hal ini pada nyonya Jenny” ujar Kyu Hyun sembari menarik tanganku agar mengikuti langkahnya.

 

“Satu nyawa lagi dibunuh dengan keji, dengan motif yang masih abstrak bahkan sekarang semua terasa makin buntu. Karena dugaan awalku yang mengarah pada Kyu Hyun malah terbantahkan dengan hebatnya karena pada saat pembunuhan ini terjadi dengan kesadaran penuh aku tengah bersama Kyu Hyun” batinku sembari menatap wajah namja itu yang masih terus menggengam tanganku sembari melangkahkan kaki kami menuju ruangan kepala sekolah.

 

TBC^^~~

 

NB : bagaimana dear reder? makin gaje? makin deg”an? atau makin penasaran siap sebenernya Mr. J? atau paling enggak siapa si pembunuh berdarah dingin itu? kkkkk~ saran Evil Trap sebelum baca ini jangan lupa minum kopiko white coffe biar ga deg”an :3 ,. kkkkk~ sekedar bocoran *halah! di part selanjtnya akan ada yang terbunuh lagi >_< ,. masalah Mr. J kemaren ada yang tepat hloo tebakannya😄 cuman kedaan fisiknya ajh yg salah~ dear reder pinter” ih ,. sampai bertemu besok dear reder-ya^^~~❤

One thought on “My School (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s