My School (Part 1)

 

MYS1

Tittle                : My School

 

Author             :Evil Trap

 

Cats                 :

 

–         Cho Kyu Hyun

–         Park Han Mi

–         Henry Lau

–         Park Ji Eun

–         Lee Soo Ah

–         Kim Jin Hae

–         Park Young Min

–         All Member Super Junior

–         and Other Cats

 

Genre              :Mistery, Little Romance, Hurt

Rate                 :Teen

Length             :1 of?

 

Happy Reading Dear Reader^^~~

 

Ini bukan tentang apa atau siapa,

tapi ini lebih kepada tentang bagaimana aku bisa menjalani hari penuh ketakutan ini tanpamu,.

 

Abstrak Start~

 

“Yeoboseyo” jawabku begitu menerima panggilan dari nomer yang tak kukenal.

 

“Han Mi! kumohon tolong eonnie, ada yang mengincar nyawa eonni disini” seru Park Ji Eun yang merupakan kakak kandungku, dari suaranya terdengar jelas jika dia sedang ketakutan.

 

“Ige mwo-ya? Bagaimana caraku untuk menolong eonnie?”

 

“Datanglah kemari”

 

“Tapi, . .”

 

“Tuut tuut!” perkataanku terputus seketika karena eonni mematikan telponnya.

 

Aku berjalan ke kamar dengan hati yang berdebar gelisah. Bagaimana tidak baru saja kakak perempuanku dan merupakan satu-satunya saudaraku menelepon dengan nada ketakutan dan berkata bahwa nyawanya tengah terancam.

 

Sedari kecil aku dan eonnie telah terpisah, lebih tepatnya  saat usia eonni menginjak bangku sekolah. Dirinya diangkat anak oleh pasangan konglomerat pemilik sekolah elit Branksome Hall, semenjak itulah eonnie harus tinggal dan menempuh pendidikan di Kanada terpisah jauh dengan aku yang masih berada di Korea.

 

Branksome Hall adalah salah satu sekolah asrama ternama di dunia yang bertempat di Ottawa yang merupakan ibukota dari kanada. Hanya orang dengan uang berlimpah dan keturunan bangsawan yang bisa menimba ilmu disana. Namun yang sampai saat ini tidak kumengerti adalah apa alasan yang membuat pasangan konglomerat Anderson Han dan Jenny Han mengadopsi kakaku sebagai anak mereka.

 

Sampai beberapa tahun berlalu-pun setiap kali aku menanyakan hal ini pada eomma maupun appa mereka selalu menolak menjelaskannya dengan alasan itu adalah hal yang cukup diketahui oleh mereka saja.

 

~xXx~~

 

“Kau kenapa Han Mi-ya?” ujar seorang namja dengan suara lembutnya yang khas. Namja dengan nama Henry Lau yang sudah setahun ini menjadi namja chingu-ku.

 

“Aku harus ke kanada besok” jawabku sembari menunduk, tak kuasa untuk menatapnya dengan mata-ku yang mulai sendu.

 

“Mwo?Jangan bercanda Han Mi!” serunya terkejut

 

“Andwae,ini serius Henry-ah, aku harus ke kanada menyusul Ji Eun eonni. Semalam dia menelponku dengan nada takut dan dia berkata bawa aku harus kesana karena nyawanya sedang diincar”

 

“Secepat inikah? Aku belum siap Han Mi-ya” namja itu merengkuhku tubuh mungilku, denganjelas aku dapat merasakan debaran jantungnya yang berdetak kencang.

 

“Mianhae” jawabku dengan lemah, sembari mengeratkan pelukan hangatnya yang terasa begitu nyaman.

 

“Ini” ujarnya begitu kami melepas pelukan, diletakkannya kalung dengan bandul sayap mungil kepadaku.

 

“Pakai dan bawalah serta kalung ini bersamamu, kuharap dia bisa menjadi pelindung-mu disana”

 

“Andwae. Ini kan kalung keberuntungan dari mendiang nenekmu. Aku tak mungkin memakainya Henry”

 

“Hey kalung ini adalah milikku dan kau adalah gadisku, jadi tak ada alasanmu untuk merasa tak enak memakainya. Aku hanya takut ada hal buruk yang menimpamu disana”

 

“Grep!” namja bertato itu kembali memelukku erat, seakan tak rela aku pergi menemui eonnie.

 

“Tenanglah aku bisa menjaga diriku baik-baik, setelah eonnie dalam keadaan yang aman aku akan secepatanya kembali” ujarku menenangkan namja itu.

 

“Ne aku percaya” ujarnya kemudian sembari menyunggingkan senyum yang terkesan dipaksakan.

 

~xXx~~

 

Dengan jantung yang berdebar aku mulai melangkah memasuki areal pelataran Branksome Hall school. Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu dari Seoul ke Ottawa akhirnya aku bisa juga menjejakkan kakiku ke negara dengan panorama alam yang mengesankan ini.

 

“Selamat datang nona Park, nona muda Ji Eun sudah menunggu kedatangan anda” ujar seorang pelayan dari sekolah ini ramah. Aku hanya menganggukkan kepala dan mengikuti arah yang ditunjjukkan oleh pelayan itu. Tiada berapa lama aku mulai memandang takjub sebuah pintu dengan ornament jaman peradaban yang nampak begitu mewah.

 

Tepat diatas pintu itu tertulis dengan jelas nama kakakku “Ji Eun Han” yang membuatku dapat mengerti bahwa ini adalah kamar kakakku.

 

“Silahkan masuk nona Park” ujar pelayan itu mempersilahkanku sembari membukakan pintu kamar tersebut. Mataku berbinar haru takala melihat sesosok yeoja tengah dudu kdengan anggunnya di kursi depan meja rias sembari menyisir rambut hitamnya perlahan.

 

“Park Han Mi” desisnya dengan air mta yang akan jatuh.

 

“Eonnie!” seruku bahagia, aku mulai berlari menuju ke tempatnya singgah. Merengkuh tubuhnya yang jauh tinggi diatasku.

 

“Neomu boghosippo, hiks”

 

“Nado-ya eonni”

 

“Kau nampak lucu adikku, neomu kyeopta” ujarnya sembari mencubit gemas pipi chubby-ku.

 

“Eoh,dan eonnie nampak begitu cantik. Neomu yeppeo!” seruku setengah berteriak karena terlalu gembiranya bertemu dengan kakakku yang sudah sembilan tahun lamanya tak pernah bertatap denganku.

 

“Ssst! Kecilkan suaramu chagie, disini tidak diperbolehkan berbicara dengan suara sekeras itu”

 

“Mianhae,aku tidak mengetahuinya eonnie”

 

“Karena itu sekarang aku memberitahumu, disini juga dilarang berbicara dengan bahasa informal sekalipun dengan teman sebaya-mu dan usahakan kau selalu melakukan semua hal sesuai dengan jadwal jangan ada bantahan atau akan ada hukuman yang menyambutmu”

 

“Aish, betapa sulitnya! Aku tidak bisa menjamin aku akan betah disini” gerutuku sebal

 

“Mianhae, gara-gara eonnie yang terlalu lemah kau jadi harus ikut tinggal dan bersekolah disini” ujarnya dengan raut muka menyesal, membuatku tersentak dan menyadari kebodohanku telah menggerutu di depannya.

 

“Mianhae aku tidak bermaksud begitu eonni, dilain sisi aku sangat bahagia bisa tinggal dan berkumpul bersamamu” kupeluk tubuh rampingnya, wangi rambutnya terasa menusuk indra penciumanku wangi khas bunga lavender.

 

“Terimakasih Han Mi-ya”

 

“Tidak perlu berterimakasih eonnie, ini sudah kewajibanku sebagai adik. Lalu bagaimana sebetulnya yang  dimaksudkan dengan nyawa eonnie yang tengah terancam disini?”

 

“Entahlah semenjak sebulan lalu aku merasa ada orang yang selalu mengikutiku jika akusedang dalam keadaan sendirian, bahkan sekitar dua minggu lalu ada yang dengan sengaja menuliskan surat penuh darah kepadaku”

 

“Ige mwo-ya? Apa isinya eonnie?”

 

“Surat itu memintaku untuk keluar dari sekolah ini atau nyawaku yag jadi taruhannya, dan puncaknya seminggu lalu saat aku tengah di tangga sendirian ada seseorang yang mendorongku dari tangga, hiks aku takut Han Mi-ya”

 

“Tenaglah eonnie, sebisa mungkin aku akan melindungimu dan membantu menemukan siapa pelaku dari semua terror ini” ujarku mencoba menenagkannya yang masih terisak dipelukanku.

 

“Eonnie, adakah seseorang yang kelihatannya membencimu disini?”

 

“Entahlah, semua orang nampak baik dan segan kepadaku. Karena statusku yang sebagai anak kepala sekolah. Kecuali, . .”

 

“Kecuali siapa eonnie?”

 

“Kecuali Lee Soo Ah dan teman sekelompoknya”

 

“Waeyo?”

 

“Entahlah aku juga tidak terlalu mengerti apa alasan mereka selalu bersikap sinis kepadaku, Lee So Ah adalah ketua organisasi siswa disini. Dia adalah yeoja dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya,. Cantik, pintar, memiliki kekayaan di atas rata-rata, ramah dan pintar bersosialisasi hanya saja dia selalu memandangku dengan tatapan sinis dan itu hanya kepadaku tidak pada yang lainnya”

 

“Mungkinkah dia iri dengan status eonnie yang merupakan anak kepala sekolah?”

 

“Aku juga berpikiran seperti itu sebagaimanapun populernya dia, sosoknya hanya akan selalu jatuh pada nomer dua karena selalu yang diutamakan adalah aku yang merupakan anak kepala sekolah”

 

“Lantas kenapa eonnie tidak berbalik menyerangnya?”

 

“Aku tidak dapat melakukannya karena aku tidak punya bukti apapun yang mengarah pada Soo Ah, sedangkan pada saat aku terjatuh dari tangga dia tengah berada di ruang rapat keorganisasian”

 

“Tapi bisa saja dia menyuruh orang lain untuk melakukannya bukan? Seingatku tadi eonnie mengatakan Lee Soo Ah dan teman sekelompoknya!”

 

“Iyah benar Lee Soo Ah juga mempunyai kelompok yang amat popular disini. Yang pertama dan tentu saja bertindak sebagai ketua adalah Lee Soo Ah sedangkan yang kedua dan ketiga adalah dua orang namja dengan nama Cho Kyu Hyun dan Lee Sung Min. Lee Sung Min adalah adik kandung dari Lee Soo Ah. Sedangkan selebihnya adalah dua orang yeoja dengan nama Kim Jin Hae dan Park Young Min”

 

“Lalu apakah eonnie sudah pernah membicarakan hal ini dengan nyonya Jenny?”

 

“Sudah, namun ibu dengan entengnya menganggap aku hanya terlalu stres menghadapi ujian yang akan datang”

 

“Eoh? Bagaimana mungkin nyonya Jenny bisa beranggapan sekonyol itu disaat nyawa eonnie tengah terancam!” gerutuku kesal.

 

“Han Mi-ya sebaiknya kita tidur dahulu ini sudah larut, aku tak ingin kau bangun terlambat di hari pertamamu bersekolah disini”

 

“Eotte eonnie” ujarku sembari beranjak dari tempat tidur eonnie dan melangkah keseberang ruangan yang merupakan tempat tidurku berada.

 

~xXx~~

 

“Eonnie, bangunlah ini sudah jam enam” ujarku sembari menepuk perlahan pipi eonnie yang tirus. Berbanding terbalik dengan pipiku yang chubby berisi. Hari sudah pagi dan sudah waktunya kami untuk bersiap beranjak beralih dari kamar ke kelas.

 

“Eung? Kau berangkatlah terlebih dahulu Mi-ya. Aku masih mengantuk dan sepertinya sedikit tak enak badan. Seperempat jam lagi aku akan menyusulmu ke kelas”

 

“Eonnie sakit?” tanyaku sembari menyentuh keningnya perlahan, dan benar saja kurasakan panas tubuhnya yang di atas rata-rata

 

“Gwaenchana, aku sudah sering kali seperti ini pergilah ke kelas” ujarnya sembari tersenyum,membuatku pasrah dan akhirnya mengangguk menuruti perintahnya untuk segera beranjak ke kelas.

 

~xXx~~

 

“Annyeong haseyo, kau yang bernama Park Han Mi bukan?” sapa seorang yeoja dengan ramahnya begitu aku memasuki kelas. Yeoja itu nampak begitu cantik dengan hidung mancung, bibir tipis dan rambut hitam panjang yang tergerai indah.

 

“Nee,neo neomu yeppeo” ujarku kagum, sungguh aku belum pernah melihat yeoja dengan paras seperti itu.

 

“Hemm, kau bisa saja perkenalkan aku Lee Soo Ah” ujarnya ramah sembari mengulurkan satu tangannya untuk bersalaman.

 

“Deg!” jantungku seketika berdetak dengan kencang begitu mendengar yeoja ini menyebutkan namanya.

 

“Inikah yeoja yang mengincar nyawa kakakku?” batinku agak tegang.

 

“Park Han Mi imnida” jawabku sembari tersenyum, mencoba menyamarkan perasaan curiga yang mulai menderu.

 

“Nama yang bagus, Lee Sung Min imnida” ujar seorang namja dengan paras aegyo dengan ramahnya juga mengulurkan sebelah tangannya.

 

“Gomawo” ujarku kemudian sembari tersenyum juga.

 

“Cih,umurmu berapa gadis kecil? Kau nampak seperti siswa Junior High School” cemooh salah seorang namja yang juga berada di antara Lee Soo Ah dan Lee Sung Min,yang dapat kupastikan dialah yang bernama Cho Kyu Hyun.

 

“Kyunie,tak baik mengatakan hal seperti itu pada siswa baru. Lagi pula gadis ini nampak begita lucu dengan tubuhnya yang mungil. Kim Jin Hae imnida” ujar gadis satunya memperkenalkan diri dengan senyumannya yang ramah.

 

“Park Young Min imnida, senang mengenalmu Han Mi-ya” ujar gadis yang berada di ujung sembari dengan spontan memelukku. Membuatku tersentak kaget atas perilakunya barusan.

 

“Young Min! jaga sikapmu itu bukan perilaku seorang bangsawan!” sentak Soo  Ah dengan nada penuh wibawa yang menusuk, membuat Young Min menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan

 

“Eung,aku enggak masalah kok” celetukku menanggapi sentakkan Soo Ah pada Young Min.

 

“Jangan berbicara dengan bahasa seperti itu, itu sangat-sangat tidak baik. Itu sama saja kau menjatuhkan harga dirimu dihadapan semua orang” ujar Soo Ah dengan lembut memperingatkanku, membuatku teringat akan pesan eonnie semalam.

 

“Annyeong” terdengar suara yang amat familiar menghentikan percakapan kami, dan ternyata itu adalah suara eonnie yang memberikan salam begitu dia datang memasuki kelas.

 

“Cih, yeoja itu datang” kali ini terdengar Jin Hae mencemooh Ji Eun eonnie.

 

“Memangnya ada apa dengan Ji Eun?” tanyaku pada mereka tanpa menggunakan embel-embel eonnie. Karena seperti permintaan eonnie kami harus merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya, demi menjaga keselamatanku juga.

 

“Kau mengenalnya?” tanya Yong Min dengan nada agak terkejut.

 

“Iya, dia adalah teman sekamarku”

 

“Pantas saja Han Mi tidak menggunakan bahasa yang baik, rupanya yang sekamar dengannya adalah yeoja itu” kali ini Sung Min yang buka suara.

 

“Sudahlah jangan terlalu mempermasalahkan hal ini, sekamar dengan Ji Eun bukan berarti sama dengan Ji Eun bukan?” ujar Soo Ah dengan senyuman manisnya, semakin membuatku bertanya-tanya dengan kepribadian mereka.

 

~xXx~~

 

Setelah berada dalam kelas yang menyengsarakan selama hampir empat jam, akhirnya aku kini dapat bernafas lega karena jam telah berdentang dan menunjukkan jam istirahat telah dimulai.

 

“Ji Eun-ya!” seruku pada eonnie sembari menggenggam tangannya mengajaknya untuk makan di kantin bersamaku.

 

“Permisi” ujar Min Ji tiba-tiba lewat diantara aku dan eonnie, membuat tautan tangan kami terlepas.

 

“Han Mi-ya, mari ke kantin bersama kami” ujar Sung Min sembari menautkan lengannya pada bahuku. Membuatku hanya bisa pasrah mengikuti mereka.

 

“Mianhae eonnie” batinku lirih sembari menatapnya dari kejauhan.

 

~xXx~~

 

“Sepertinya mereka menyukaimu Mi-ya” ujar eonnie sembari menyisir rambut pendekku begitu kami berdua telah berada di kamar.

 

“Nee, tapi yangmembuatku heran adalah mereka bisa bersikap ramah dan baik kepada setiap siswa.Tapi mengapa pada eonnie tidak? Dan cara mereka memandang serta membicarakan eonnie tampak jelas jika mereka membenci eonnie”

 

“Entahlah eonnie juga teramat bingung dengan semua ini”

 

“Eonnie mau teh?” tanyaku sembari menawarkan secangkir teh yang memang selalu tersedia di setiap kamar asrama sekolah ini.

 

“Aniya” jawabnya sembari tersenyum, dan akupun meneguk perlahan teh yang terasa begitu menghangatkan itu, mengingat sekarang musim salju tengah melanda kota Ottawa.

 

Entah kenapa tiba-tiba saja rasa mengantuk menghampiriku membuatku terlelap tidur lebih cepat tidak seperti biasanya.

 

“Eoonie, aku tidur dulu nee hoamh” ujarku sembari menarik selimut.

 

“Nee,mimpi indah chagie” ujar eonnie yang kemudian juga berbaring di tempat tidurnya.

 

 

~xXx~~

 

“Eung?” akumenggeliat terbangun karena cahaya matahari yang  masuk dari jendela yang telah terbuka dengan lebarnya.

 

“Eonnie mana?” tanyaku heran begitu menemukan kamar kami kosong begitu juga tempat tidurnya. Aku mulai melangkahkan kakiku menuju jendela yang terbuka lebar dan manic hitamku menegang sempurna saat menengok pemandangan yang terpampang jelas dibawah jendela ini.

 

“Ige mwoya! Eonniiiiiiiii!” jeritku tak tertahankan begitu melihat tubuh eonnie telah tergeletak kaku di bawah jendela, seakan-akan dirinya meninggal karena bunuh diri terjun dari jendela kamar kami.

 

TBC^^~~

2 thoughts on “My School (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s