Beautiful Day || Spesial Shin Hye Kyung Birthday | Squel Of A Letter For You

 

BeautifulDay

Titlle : Beautiful Day

Cast : Shin Hye Kyung, Kim Ryeo Wook Other

Author : VioletTa

Rated : +15

Leght : Oneshoot

 

—–Beautiful Day —–

 

“kau sudah mau pergi?” Hyo Ri berseru saat di lihatnya Hye Kyung keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang tengah apartemen mereka. Hye Kyung mengangguk “tidak ingin sarapan?”

“aku buru-buru eonni nanti saja di kampus.” Belum sempat Hyo Ri menyaut gadis itu sudah menutup pintu apartemen mereka. Hye Kyung memencet bel di samping pintu sebuah apartemen yang terletak tepat di depan apartemennya.

 

“Eo, Hye Kyung-ah?” seorang wanita muncul dari balik pintu lengkap dengan celemek merah hatinya. Hye Kyung tersenyum cerah “kau ingin menitipkan kadomu?” Hye Kyung mengangguk cepat. Wanita itu berdecak “sudah ku duga.” Dia membuka pintu apartemennya lebih lebar dan bergegas kembali ke dapurnya membiarkan Hye Kyung berjalan di belakangnya. “Donghae oppa masih mandi, mungkin 5 menit lagi dia selesai kau ingin menunggu atau menitipkannya padaku?”tanya wanita itu kembali sibuk dengan masakannya, sedangkan Hye Kyung tertarik untuk menggoda sebentar seorang bayi yang tengah sibuk dengan mainannya di dalam sebuah kereta bayi.

 

eo eonni dia sudah bangun?” Hye Kyung bahkan mengacuhkan pertanyaan Ha Won –nama wanita itu- Ha Won berdecak inilah salah satu yang tidak disukainya dari Hye Kyung. Gadis itu akan mengacuhkan apapaun yang dikatakan padanya jika sudah menemukan seorang anak kecil. “ah~ Ha-ya annyeong.” Hye Kyung merengkuh bayi itu dari keretanya membawanya ke dalam gendongannya. “eo kau merindukan nunna huh?”

 

mwora? Nunna? Ck, kau bahkan lebih cocok menjadi ahjumma nya Shin Hye Kyung.” Ha Won menyahuti cepat. Hye Kyung mencibir, tidak berniat membalas ucapan Ha Won. sudah hampir 2 tahun mereka bertetangga, sejak saat Hye Kyung memasuki perguruan tinggi dan saat itu Ha Won dan Dong hae adalah sepasang pengantin baru.

 

“ada tamu ternyata.” Hye Kyung dan Ha Won serentak menoleh ke sumber suara. Lee Dong Hae sudah berpakaian lengkap turun dari tangga apartemennya. “Annyeong~ Hye Kyung-ah.

 

Annyeong oppa. Maaf mengganggu pagi-pagi.”

 

gwaenchana. Rumah ini akan terasa lebih hidup jika ada orang baru.” Dong Hae tersenyum dan meraih segelas susu di atas meja makannya. “kau ingin menitipkan kadomu lagi?” tanya Dong Hae sebelum memasukan sebuah roti panggang ke dalam mulutnya.

 

“Eum.” Jawab Hye Kyung tanpa menatap ke arah Dong Hae. Dia terlihat sibuk dengan Dong Ha. “kali ini tidak sebesar biasanya. Jadi oppa tenang saja.”

 

Dong Hae tertawa “ya, sejujurnya aku tidak ingin kerepotan membawa kadomu.” Ucapnya jujur. Ha Won duduk di samping Dong Hae mengambil piring di depan suaminya dan memberikan nasi di atasnya. “kau tak ingin sarapan?” Tanya Dong Hae sebelum mengambil beberapa lauk di hadapannya.

 

anni, aku akan berangkat ke kampus.”

 

“ini sudah jam 8 kurang, kau tidak berangkat?” Tanya Ha Won saat masih melihat Hye Kyung sibuk dengan putranya.

 

Kegiatan Hye Kyung berhenti, sebelum akhirnya dia menepuk dahinya sendiri. Secepat kilat dia meletakkan kembali Dong Ha pada keretanya, mengeluarkan sebuah kado dari tasnya. “aku baru ingat kalau hari ini ada tambahan kuliah jam setengah 8, aigo aku pasti terlambat.” Omelnya lalu mencium Dong Ha dan meletakkan kadonya di sebuah meja di samping kereta bayi Dong Ha. “oppa, aku titipkan kadonya padamu. Tolong berikan pada Ryeo Wook oppa arra!.” Dia memerintah “Ha-Ya nunna berangkat, annyeong~” Hye Kyung berlari ke arah pintu.

 

“Hye Kyung-ah bukumu?” seru Ha Won sebelum Hye Kyung benar-benar keluar dari apartemennya. Hye Kyung berdecak dan merutuki kebodohannya dia berbalik mengambil bukunya sambil terus mengomel. “sebaiknya kau meminum vitamin penambah daya ingat, agar tidak pelupa seperti ini.” Ha Won mengusulkan.

 

Hye Kyung memandang Ha Won kesal dan berlalu begitu saja dari hadapan Ha Won dan Dong Hae. Merasa ada yang tertinggal, gadis itu kembali ke dalam “ah oppa, di dalam kado itu ada sebuah surat, tolong katakan padanya jika dia tidak keberatan untuk membalas suratku aku sangat menunggunya. Aku pergi annyeong.” Hye Kyung berlalu tanpa mengucapkan terima kasih.

 

—–000—–

 

Drrrrrrrrtttttt Drtttttttt

 

Shin Hye Kyung melirik handpone nya sekilas saat benda itu bergetar. Nampak 1 pesan di terima dari layar ponselnya. Segera Hye Kyung menyentuhkan ujung jari telunjuknya untuk membuka pesan tersebut.

 

From : namja pabo

Hey konsentrasilah pada pelajaran mu, jangan terus memikirkanku seperti itu nona muda. ^^

 

“mwo?” Hye Kyung reflek membulatkan matanya sesaat setelah membaca pesan singkat itu. Beberapa detik kemudian dia memutar kepalanya ke samping belakang tempat duduknya mengamati seorang pria yang tengah duduk santai menghadap ke arah papan tulis di depan kelas. “ck, Michiyo.” Baru saja Hye Kyung akan membalikkan kepalanya saat wajah pria itu berbalik dan menatapnya, tersenyum penuh arti sebelum bergumam sesuatu. “Mworago.” Kesal Hye Kyung tanpa sadar bersuara cukup keras, yang membuat seisi kelas memusatkan perhatian padanya.

 

“nona yang disana, kau mau mengikuti mata kuliah ku atau belajar di perpustakaan?” ucap seorang pria tua dari depan kelas.

 

Hye Kyung tersenyum malu “josonghamnida sanjangnim.” Dia membungkuk merasa bersalah sebelum kembali kepada buku di hadapannya, Hye Kyung menyempatkan membungkuk kepada beberapa orang di kelas itu yang masih memperhatikannya. “aishh dasar tikus itu.” Gumamnya lalu menyibukkan diri dengan bukunya.

 

“sepertinya dia benar-benar menyukaimu.” Seorang gadis di samping Hye Kyung menyenggol dan berbisik pelan, membuat Hye Kyung hampir berteriak kesal.

 

Yak! Jikapun hanya ada dia laki-laki di dunia ini, aku tidak mau dengan tikus got sepertinya.” Gadis di samping Hye Kyung terkekeh pelan.

 

“dari pada kau terus memimpikan Kim Ryeo Wook khayalanmu itu?”

 

ck, dia nyata bodoh.”

 

“bahkan kau belum pernah bertemu dengannya, bagaimana bisa kau mengatakan dia nyata?” Hye Kyung menghentikan kegiatannya dari memperhatikan mata kuliahnya. Dia memutar kepalanya memandang kesal gadis di sampingnya yang tanpa berdosanya tersenyum bocah melihat ekspresi Hye Kyung.

 

“jangan membuat mood ku bertambah hancur nona Park.” Hye Kyung mendelik marah sedangkan gadis yang di panggilnya nona Park itu hanya terkekeh lagi.

 

Drrttt Drtt Drtttt

 

Ponsel Hye Kyung kembali bergetar. Dia membiarkannya tidak ingin membukanya tidak ingin umpatan konyolnya akan menimbulkan gaduh seperti beberapa saat lalu.

 

Drrrrrrrrrtt Drrrrrttt Drrrrttttt

 

Untuk kesekian kalinya Ponselnya bergetar. Hye Kyung marah dia segera membalikkan badannya melirik kepada pria yang beberapa saat lalu mengiriminya pesan. Pria itu tengah memperhatikan pelajaran. Hye Kyung memicingkan matanya kesal. Pria itu benar-benar pandai berakting, fikirnya.

 

“Kau akan benar-benar jatuh cinta padanya jika terus memandangnya seperti itu.” Bisik Hyun Ri dari samping Hye Kyung. Hye Kyung tersedak membuat pria yang tengah di perhatikannya menengok ke arahnya. Buru-buru Hye Kyung memutar kepalanya memandang ke arah papan tulis di hadapannya. Hyun Ri terkekeh “dia memperhatikanmu.” Bisiknya lagi.

 

“diam bodoh, jangan membuatku benar-benar keluar dari kelas ini.” Bisik Hye Kyung memperingatkan.

 

“Do Kyung Soo dia tidak kalah tampan dari Kim Ryeo Wook mu. Lihat bibirnya saat tersenyum aku benar-benar ingin memakannya.” Hye Kyung menginjak kaki Hyun Ri keras membuat gadis itu hampir berteriak. “yak! Sakit bodoh.”

 

“siapa yang menyuruhmu terus berbicara heh?” Hyun Ri tersenyum bocah sambil mengelus kakinya yang masih terasa ngilu.

 

Do Kyung Soo adalah teman Hye Kyung sejak dia masuk semester pertama di universitas. Mengambil Jurusan yang sama, menghadiri kelas yang hampir semuanya bersama. Selama hampir 2 tahun Hye Kyung bukan tidak tahu tentang ketertarikan Kyung Soo terhadapnya. Tetapi menyikapi sikap usil Kyung Soo yang terkadang membuat Hye Kyung ingin sekali menelannya bulat-bulat.

 

Drrrrrtttttttt Drrrrrttttt Drrrtttttt

 

Ponsel Hye Kyung kembali bergetar, bukan pesan masuk melainkan sebuah telepon masuk. Dia baru saja akan berpaling dan mendelikkan matanya kepada Kyung Soo saat dosennya mengakhiri kuliahnya. Hye Kyung membiarkan ponselnya, lebih suka membereskan barang-barangnya dan berlalu dari kelas itu segera.

 

“kau kemana?” tanya Hyun Ri saat Hye Kyung meninggalkannya keluar terlebih dahulu dari kelas.

 

“Toilet.” Jawabnya tanpa menoleh ke arah Hyun Ri. Hyun Ri bergegas menyusul Hye Kyung.

 

“ini bukan jalan ke arah toilet.” Hyun Ri memperhatikan Hye Kyung gadis itu tengah berkonsentrasi pada ponselnya.

 

“HAH????” Hye Kyung menghentikan langkahnya tiba-tiba. “ini__” Hye Kyung berhenti berucap. Kembali membaca sederet kata di ponselnya.

 

wae? Ada apa? Kenapa dengan ekspresimu?” tanya Hyun Ri saat Hye Kyung tidak meresponnya. Hyun Ri mengalihkan pandangannya pada ponsel Hye Kyung mengambil ponsel itu tanpa se ijinnya. Seperti hal nya Hye Kyung Hyun Ri mendelik kaget saat melihat pesan dalam ponsel Hye Kyung “Kim Ryeo Wook?” ucap Hyun Ri tak percaya.

 

—–000—–

 

From : 23061993xxx

 

Annyeong Shin Hye Kyung aku sudah menerima kado darimu. Terimakasih^^ aku menyukai dasinya ^^

Besok apa kau ada acara Hye Kyung-Shii? Aku ingin mengajakmu pergi? Apartemenmu di samping apartemen Dong Hae hyung ‘kan? Baiklah aku akan menjemputmu. Untuk waktunya akan aku kabari lagi nanti.

 

Namja Koki’MU’

 

KIM RYEO WOOK

 

“Kim Ryeo Wook?” teriak Hye Na dan Min Mi hampir berbarengan setelah membaca pesan singkat dari ponsel Hye Kyung.

 

“aku juga tidak percaya. Bagaimana mungkin itu Kim Ryeo Wook?” Hyun Ri menyahut. Sejak beberapa menit yang lalu dia sibuk meyakinkan pikirannya.

 

“tunggu. Disini ditulis apartemenmu di samping apartemen Dong Hae?” Min Mi memicingkan matanya. Hye Kyung mengangguk “yak! Kau kenapa tidak memberitahuku huh? Kau tahu aku sangat mengidolakan si ikan itu? Aisshh bocah ini.” Min Mi kesal.

 

“awalnya aku fikir itu pesan dari si bodoh Kyung Soo. Aku tidak memperdulikannya sampai ponsel ku bergetar 2 kali, dan__”

 

“jadi yang tadi menelponmu itu?” sela Hyun Ri menebak “Kim Ryeo Wook? Jinjja?” Hye Kyung mengangguk.

 

“aku tidak percaya bagaimana bisa?” Hye Na menggelengkan kepalanya masih tidak percaya.

 

Ponsel Hye Kyung kembali bergetar buru-buru mereka berempat menengok ke arah ponsel tersebut. Nomor yang sama dengan nomor ‘Kim Ryeo Wook’. Hye Kyung mengangkatnya, meski sedikit ragu namun gadis itu nampak gugup.

 

“akhirnya kau mengangkat telponku. Kau sedang sibuk?”  semua mata melotot ke arah Hye Kyung. Karena permintaan teman-temannya Hye Kyung mengaktifkan speakernya. “Hye Kyung-Shii?”

 

nde?” jawab Hye Kyung cepat. Baik dia maupun ke 3 sahabatnya nampak berkonsentrasi pada ponselnya.

 

aku fikir Dong Hae hyung berbohong tentang nomor ponselmu.” Terdengar kekehan dari ujung telepon membuat mereka ber4 lagi-lagi melotot. “jadi kau sudah membaca pesan ku? Kau besok ada acara tidak? Aku ingin mengajakmu eumm ‘berkencan’ maybe?”

 

Hye Kyung dan teman-temannya membatu. Benar yang mereka dengar? Kim Ryeo Wook baru saja mengajaknya berkencan?

 

Hye Kyung-Shi sepertinya kau sedang sibuk? Eumm apa aku datang pada waktu yang tidak tepat? Aku__”

 

“tidak” ucap Hye Kyung cepat “eumm maksudku besok aku tidak ada acara.”

 

kalau begitu aku menjemputmu jam 8 pagi. Bagaimana?”

 

“ya.”

 

“Keunde Sampai besok Hye Kyung-shi. ah ya ngomong-ngomong aku suka panggilanmu ‘namja koki’ku’’ nan chuayo.” Ryeo Wook mengucapkannya dengan sangat lembut, sebelum teleponnya di tutup.

 

“Hye Na –ya cepat cubit lengan ku.” Hye Kyung menyodorkan tangannya pada Hye Na yang duduk di sebelah kirinya. “YAK!!!!!” dia menarik tangannya saat cubitan Hye Na menjalar di lengan kirinya. “aku tidak bermimpi ‘kan?”

 

Min Mi menggeleng. “kau baru saja di telpon olehnya Hye Kyung-ah.”

 

“Hyun Ri-ya kau mendengarnya?” tanya Hye Kyung kini beralih pada Hyun Ri.

 

Hyun Ri mengangguk “dia mengajakmu berkencan Hye Kyung-ah.”

 

Senyuman itu semakin tercipta di bibir Hye Kyung sebelum teriakan keras keluar dari bibirnya “Kyaaaaaaaaaaaaaaa Jadi benar tadi itu Kim Ryeo Wook? Kyaaaaaaaaaaaaa.” Hye Kyung meloncat girang saking senangnya dia tidak mempedulikan tatapan mahasiswa lain yang tengah menatapnya aneh.

 

—–000—–

 

Jinjjayo?” Tae Rin menghentikan kegiatannya yang tengah mengunyah cemilan di depan televisi saat Hye Kyung menceritakan tentang kejadian dimana Ryeo Wook menelponnya. Hye Kyung mengangguk semangat. “aaaaaaaarrrggghhh kenapa kau beruntung sekali eonni?”

 

Hye Kyung mengerling “apa yang harus aku pakai besok? Ah, aku harus terlihat cantik. Ah~ aku benar-benar gugup.” Hye Kyung berlalu dari ruang televisi.

 

ck, bagaimana mungkin Kim Ryeo Wook bisa menelponnya? Aku benar-benar tidak percaya.” Gerutu Tae Rin “hasiissshh kenapa yeoja itu beruntung sekali. Aaargghh Lee Dong Hae kenapa kau menikah dengan orang lain huh?” Tae Rin mengumpat kesal. “kenapa? Kenapa aku tidak seberuntung Hye Kyung eonni? Yaaaaaaakkkkkkk.” Dia berteriak frustasi.

 

-o-

 

“aku dengar kau berkencan dengan Kim Ryeo Wook?” Hye Kyung mengangguk cepat. Hyo Ri duduk di tempat tidur Hye Kyung memperhatikan gadis itu yang tengah memolesi wajahnya dengan perias wajah. “hah, bagaimana bisa si koki itu mengajakmu berkencan?” Hyo Ri tertawa sebenarnya dia hanya tidak tahu apa yang harus di katakan pada adik sepupunya itu.

 

“aku beruntung kan eonni?”

 

“yah saking beruntungnya kau sampai Tae Rin terus saja mengumpat sejak semalam.” Hye Kyung tertawa. Dia tahu saat ini Tae Rin sedang di landa kecemburuan tingkat akhir. Meskipun Ryeo Wook bukanlah orang paling di sukainya di Super Junior, tetapi mendapatkan fakta kakak sepupunya akan berkencan dengan member Super Junior benar-benar membuatnya frustasi. Bagaimapun dia tidak boleh berharap berkencan dengan Lee Dong Hae ‘kan? Dia ingat Lee Dong Hae sudah beristri.

 

eonni namja kokimu sudah menunggu.” Teriak Tae Rin dari depan pintu kamar Hye Kyung. Hye Kyung dan Hyo Ri saling bertatapan.

 

ottoekhae? Aku harus memakai baju yang mana?” Tanya Hye Kyung gugup. Hyo Ri ikut gugup di buatnya dia membuka lemari Hye Kyung dan mengaduk-aduk isinya.

 

haisshh jangan membuatku gugup, aku tidak bisa membantumu jika gugup seperti ini. Shin Hye Kyung tenanglah.” Hyo Ri memilih-milih baju sedangkan Hye Kyung sibuk mondar-mandir dengan menyisir rambutnya. “ige.” Hyo ri memberikan sebuah dress selutut berwarna biru muda dengan sebuah tali membentuk sebuah pita berwarna coklat di pinggangnya.  Hye Kyung menerimanya dan bergegas ke kamar mandi. Hyo Ri meninggalkan kamar Hye Kyung berencana menemui Kim Ryeo Wook.

 

Hye Kyung keluar dari kamarnya menggunakan dress yang di anjurkan Hyo Ri. Seorang pria paru baya tengah duduk di temani Hyo Ri di ruang tamu apartemen mereka. Laki-laki itu berdiri dan membungkuk “apa anda nona Shin Hye Kyung?” Hye Kyung mengangguk “mari, dia menunggu anda di mobil.” Laki-laki itu membungkuk kepada Hyo Ri dan mendahului Hye Kyung keluar dari apartemennya.

 

Faighting.” Hyo Ri menyemangati.

 

—–000—–

 

Kim Ryeo Wook duduk gelisah di dalam mobilnya. Sejak kemarin setelah mendengar suara Shin Hye Kyung –gadis yang akan di kencaninya- dia sama sekali tidak bisa tenang. Dia terus berfikir tentang hari ini. Bagaimana jika dia melakukan kesalahan? Bagaimana jika nanti Ryeo Wook terlihat gugup dan sebagainya.  Fikiran-fikirannya terhenti saat melihat supir –yang merangkap sebagai bodyguard nya hari ini- berjalan diikuti oleh seorang gadis. Ryeo Wook memperhatikannya. Memperhatikan gadis itu. Tanpa sadar dia keluar dari mobilnya menjemput gadis itu. Laki-laki itu membungkuk di hadapan Ryeo Wook lalu gadis di belakangnya nampak tersenyum dan membungkuk Ryeo Wook melakukan hal sama.

 

“Shin Hye Kyung-Shi,”

 

Nde?”

 

Ryeo Wook tersenyum dia membuka pintu penumpang di samping kemudi mobilnya tanpa kata-kata lainnya, Hye Kyung mengerti membawa dirinya masuk ke dalam mobil. Kim Ryeo Wook melakukannya memasangkan sabuk pengaman itu kepada Hye Kyung, sedangkan Shin Hye Kyung –jangan tanyakan keadaannya- dia hampir tidak bernafas untuk sekian detik sampai pada saat Ryeo Wook selesai memasangkan sabuk pengaman dan tersenyum manis.

 

“oh Jantungku.” Hye Kyung bernafas lega saat Ryeo Wook menutup pintu di sampingnya. Terlihat Ryeo Wook tengah berbincang sebentar dengan laki-laki yang tadi menjemputnya. Hye Kyung tersenyum ini pertama kalinya dia melihat dengan jelas Kim Ryeo Wook idolanya. Dan apa yang dia lakukan tadi? Sejak keluar dari gedung apartemennya, tepatnya sejak melihat Ryeo Wook tengah berdiri di samping mobilnya Hye Kyung tidak bisa bernafas dengan baik. Dia gugup, senang, tidak percaya dan perasaannya sungguh tidak bisa di gambarkan.

 

Laki-laki itu meninggalkan Ryeo Wook menuju sebuah mobil di depan mobil yang Hye Kyung tumpangi, Kim Ryeo Wook masuk duduk di depan kemudinya. Hye Kyung memperhatikannya. Bagaimana pria itu memasang sabuk pengamannya, memasukkan kunci mobilnya sampai pria itu menyalakan mobilnya menatap kearahnya dan tersenyum.

 

Bingo! Dia tertangkap. Ryeo Wook terkekeh saat melihat ekspresi Hye Kyung yang langsung mengalihkan pandangannya saat mata mereka bertemu. Sebenarnya kekehan itu untuk menyembunyikan perasaan gugupnya. Hey~ ada sesuatu yang bergejolak saat mata nya bertemu dengan mata bening gadis itu.

 

“besok kau libur ‘kan?” setelah beberapa menit mereka terdiam Ryeo Wook akhirnya bersuara. Setelah mobil mereka cukup jauh keluar dari komplek apartemen Hye Kyung. Hye Kyung mengangguk “tidak masalah kalau kita pergi sedikit jauh dari Seoul?”

 

“Mwo?”

 

“ada suatu tempat yang ingin kau datangi?” Tanya Ryeo Wook tanpa menanggapi keterkejutan Hye Kyung. Hye Kyung tidak menjawab dia tengah sibuk memperhatikan pria di sampingnya. Kim Ryeo Wook tersenyum saat menyadarinya. Kali ini entah gadis itu tahu atau tidak tapi Hye Kyung sama sekali tidak mengelak, atau mungkin dia tengah melamun? “nona Shin Hye Kyung?” Ryeo Wook melambaikan tangannya di depan wajah Hye Kyung membuat gadis itu tersadar dan buru-buru mengalihkan pandangannya. “apa aku begitu mempesona?” Ryeo Wook kembali terkekeh saat melihat ekspresi lain dari Hye Kyung.

 

“kau sepertinya menjadi oranglain hari ini atau suratmu yang sebenarnya oranglain? Kau tidak cukup cerewet untuk menulis surat sepanjang itu.” Hye Kyung tersenyum mendengar penuturan Ryeo Wook. Hari ini dia memang menjadi orang lain. Dia bahagia, saking bahagianya dia tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. Ini adalah hari yang tidak akan mungkin bisa dia lupakan. “ngomong-ngomong soal hadiahmu, aku sangat menyukainya itu terlihat sangat cocok untukku.” Ryeo Wook tersenyum memandang sebentar Hye Kyung sebelum berkonsentrasi pada kemudinya. “aku terlihat tampan ‘kan menggunakan dasi ini.” Ryeo Wook memamerkannya.

 

Hye Kyung tersenyum, dia baru menyadari kalau Ryeo Wook mengenakan dasi pemberian darinya hari ini. “kau selalu tampan oppa.” Ucapnya.

 

Ryeo Wook hampir tersedak, saat dikiranya kata-kata itu tidak akan terlontar dari bibir Hye Kyung, tetapi kenyataannya dia mendengarnya langsung. “eerrrhmmm.” Ryeo Wook berdehem mencoba menghilangkan kegugupan yang tiba-tiba menghinggapinya. Kali ini berganti Hye Kyung yang terkekeh. “kita akan tiba di Busan kira-kira jam 2 siang.”

 

“BU SAN?” Tanya Hye Kyung memastikan. Ryeo Wook mengangguk. “sejauh itu? Aku fikir kita akan berkencan ke tempat-tempat menarik di Seoul tapi___”

 

“kau bilang besok libur ‘kan?” Hye Kyung menautkan kedua alisnya. Dia tidak menyesal pergi bersama Ryeo Wook, tetapi dia tidak menyangka akan pergi sejauh ini. Jika dia tahu mungkin dia akan menyiapkan semuanya dengan baik. Membuat bekal mungkin?

 

—–000—–

 

BUSAN, adalah kota metropolitan ke 2 terbesar di Korea Selatan setelah Seoul. Busan terletak di lembah sungai Nakdong dan tercatat sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di dunia. Busan juga terkenal sebagai tempat penyelenggaraan festival film tahunan Busan International Film Festival (BIFF).  Setelah menempuh perjalanan 6 jam mereka sampai di Busan, Ryeo Wook memilih sebuah tempat bersejarah di Busan untuk ‘kencan’nya hari ini. Busan Tower, adalah sebuah Tower yang memiliki tinggi 120 meter,  berada di area taman Yongdusan, yakni sebuah taman seluas 7 hektar yang dihiasi oleh berbagai tanaman indah termasuk pohon sakura yang saat itu sedang bermekaran.

 

“Busan Tower?” Hye Kyung bergumam sebelum mengikuti Ryeo Wook memasuki area tersebut.

 

“kau pernah kesini?” Tanya Ryeo Wook melambatkan langkahnya menunggu Hye Kyung.

 

Hye Kyung menangguk “saat aku masih kecil.” Dia nampak tersenyum. Berjalan di tengah-tengah taman ditemani bunga sakura yang tengah bermekaran adalah hal yang paling romantis yang pernah Hye Kyung alami, terlebih seseorang yang berjalan di sampingnya adalah seseorang yang sangat amat dia sukai.

 

“Disana,” Kim Ryeo Wook berhenti menunjuk ke arah sebuah pohon sakura. “14 Tahun yang lalu aku bertemu dengan seorang gadis kecil.” Hye Kyung menyipitkan kedua matanya “aku ingat saat gadis kecil itu memanggilku dengan sebutan ‘fat oppa ’” Ryeo Wook tertawa “saat itu aku kelas 6 sd dan saat tubuhku masih seperti ini.” Ryeo Wook menggembungkan pipinya dan menempatkan kedua tangannya di samping pinggannya. Hye Kyung tertawa dia tahu, dulu Ryeo Wook memang tidak seperti sekarang. “ saat itu gadis kecil hilang dari kedua orang tuanya. Karena merasa kasihan akupun mendekatinya mencoba menghiburnya, tetapi dia malah mengatai ku seperti itu.” Ryeo Wook kembali tertawa. “nappeun yeoja.” Gumamnya.

 

Hye Kyung terdiam menerka-nerka apa yang akan di katakan Ryeo Wook itu tidak mudah, bagaimana mungkin dia bisa bercerita hal konyol kepadanya, bahkan mereka tidak cukup dekat ‘kan? “gadis kecil itu, adalah gadis paling buruk rupa yang pernah aku temui.” Hye Kyung tersedak benar ‘kan? Kata-kata Ryeo Wook memang tidak bisa ia tebak. “dia hitam, pendek jelek.” Ryeo Wook tertawa “tetapi itu 14 tahun yang lalu saat ini,” Ryeo Wook mengalihkan pandangannya kepada Hye Kyung di sampingnya “sepertinya dia sudah berubah menjadi cinderella.” Hye Kyung berdecak “hah, itik buruk rupa sudah bermetamorfosis menjadi merpati rupanya.” Ryeo Wook berlalu.

 

Yak!” Hye Kyung berteriak “Fat oppa!” teriaknya keras “ck, Napeun Namja!” gumamnya.

 

-0-

 

“kapan oppa mengetahuinya?” Tanya Hye Kyung sambil menghabiskan ice cream nya.

 

“pagi tadi saat aku melihatmu.” Jawab Ryeo Wook yang tengah melakukan hal sama dengannya.

 

“bagaimana bisa? Itu bahkan 14 Tahun yang lalu. Dan kita tidak berkenalan”

 

“gadis buruk rupa itu mengenakan kalung sama denganmu ‘Shin Hye Kyung’ aku tahu namanya saat melihat kalung gadis itu.”

 

Hye Kyung mengangguk, sejak kecil dia memang telah menggunakan sebuah kalung bertuliskan namanya. “tapi bagaimana jika itu bukan aku?”

 

“tebakanku tidak pernah salah.” Hye Kyung berdecak. Semakin mengenal pria itu, Hye Kyung semakin tahu bahwa pria itu tidak cukup polos seperti apa yang dia lihat di kamera.  “tapi ngomong-ngomong bagaimana kau bisa menjadi seperti ini? Menjadi lebih putih?” Hye Kyung mendengus kesal, Ryeo Wook tertawa.

 

“lalu, oppa sendiri bagaimana bisa menjadi sekurus ini?” berganti, Ryeo Wook yang mendengus kesal.

 

“kau tidak seharusnya mem-Plagiat kata-kataku gadis jelek.”

 

“sekarang sedang jamannya plagiat Fat oppa!”

 

hey~ aku sudah tidak gendut lagi!”

 

“aku juga tidak jelek lagi.” Hye Kyung menjulurkan lidahnya.

 

Ryeo Wook mendelik, ternyata kesan pertama pertemuannya pagi tadi adalah palsu. Lihat bahkan gadis itu menunjukan sisi asli dirinya. Ryeo Wook menyesal menyuruh Hye Kyung untuk menjadi dirinya sendiri.

—000—

 

Mereka berdua menjelajahi Busan Tower. Di lantai pertama menara ini terdapat toko souvenir yang menjual kerajinan tangan tradisional Korea, seperti topeng, dompet, boneka dan gantungan kunci. Ryeo Wook membelikan sebuah boneka Hello Kity berwarna ungu. Hye Kyung memberikan sebuah topeng kepada Ryeo Wook. Dan mereka membeli sebuah gantungan kunci couple. Ryeo Wook memasangkan gantungan kunci tersebut di tas nya, sedangkan Hye Kyung memasangnya pada ponselnya.

 

 

 

“ini untuk kenang-kenangan bahwa aku pernah pergi ke Busan bersama mu.” Ucap Ryeo Wook mebari menyematkan gantungan kunci itu pada tasnya. “Ingin melanjutkan perjalanan?” Hye Kyung mengangguk.  Mereka menaiki Lift menuju tempat tertinggi di menara ini. Pada ketinggian 120 inilah kota Busan terlihat sangat indah. Hye Kyung terkagum di buatnya, dimana lampu-lampu nampak begitu kecil seperti bintang. Romantis, kesan yang di dapatkan.

 

“Cantik.” Gumamnya terus menatap pada pemandangan di bawahnya. Hye Kyung memang sangat menyukai ini. Melihat lampu-lampu dari ketinggian tertentu. Itu akan terlihat sangat romantis dan indah.

 

“sayang sekali sudah malam, jika masih sore kau bisa melihat Tsuhima Island yang termasuk wilayah negara Jepang.”  Ryeo Wook menyesal.

 

“Hye Kyung menggeleng “ini jauh lebih indah dari Tsuhima Island.”  Ryeo Wook tersenyum dia menikmati pemandangan di sampingnya, pemandangan seorang Shin Hye kyung yang tengah terpukau dengan laut  Busan yang nampak bercahaya. Cahaya itu bersala dari lampu-lampu penerangan kapal-kapal di pelabuhan.

 

Beberapa hal yang dia tahu tentang gadis itu hari ini, bahwa gadis di sampingnya itu suka perjalanan jauh, saat menempuh perjalanan jauh gadis itu akan mendengarkan musik sepanjang perjalanan bertanya tentang banyak hal yang dia ingin tahu, tertidur saat lelah berbicara dan mendengarkan musik. Gadis itu –Shin Hye Kyung- menyukai  pemandangan lampu dari ketinggian. Ryeo Wook akan mengingatnya, mengingat hari ini.

 

—–000—–

 

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam lebih waktu setempat. Ryeo Wook membawa Hye Kyung pada ketinggian 115 di menara tersebut.  Sebuah kafe yang menjual semua masakan khas Korea. Sebelumnya Ryeo Wook dan Hye Kyung juga mengunjungi  bagian lain dari Busan Tower. Diantaranya adalah museum alat musik, ruang pamer peninggalan budaya Korea serta sebuah monumen Yi Sun-Shi, -salah satu pahlawan angkatan laut Korea selama invasi Hideyoshi di zaman dahulu-. Meski sudah hampir tengah malam namun menara ini masih ramai pengunjung, seperti tidak pernah tertidur.

 

Hye Kyung tidak berniat memesan makanan berat, bagaimanapun makan berat di waktu hampir tengah malam? Bukan hal yang patut di lakukan. Dia masih percaya mitos tentang berat badannya yang akan bertambah jika makan berat lewat jam 7 malam. Ryeo Wook tertawa saat Hye Kyung menjelaskan alasannya tidak makan berat. Meskipun tidak sepenuhnya salah, tetapi menyakiti diri sendiri dengan menahan lapar, itu bukan ide bagus.

 

“Kau suka kejutan?” tanya Ryeo Wook saat selesai menyantap makan malamnya.  Dia melirik sekilas jam tangannya “sebentar lagi waktunya tiba.” Ujar Ryeo Wook.

 

Hye Kyung tidak mengerti apa yang tengah di bicarakan Ryeo Wook. “oppa” Dia berteriak saat Ryeo Wook berdiri dan meninggalkannya.

 

“sebentar, tunggu disini.” Ryeo Wook naik ke atas panggung berbisik sebentar kepada seseorang di samping panggung, setelah orang itu mengangguk Ryeo Wook meraih microfon yang di berikan laki-laki tadi. “selamat malam ladies and gentleman. My name Is Ryeo Wook. Eumm I’ll sing a song for the girl who was on the other end.” Semua pengunjung menengok ke arah Hye Kyung membuat gadis itu tersenyum malu.Ryeo Wook melirik jam di tangannya lagi lalu tersenyum “Hye Kyung-ah Happy Birthday, maaf tidak bisa membalas suratmu aku benar-benar tidak bisa menulis surat.” Ungkap Ryeo Wook. “aku balas suratmu dengan lagu ini saja, oke?” Ryeo Wook tersenyum sebelum berkonsentrasi pada musik yang sudah mulai mengalun.

 

About not too along ago, I woke up feeling kind of blue (So I)

Picked up my phone and I decided than I hit up you (So Then)

We talked for a litle while, ask me if I could roll through (So We)

Met up, got food, and we spent time till the night was through

 

(Can I) call you my own, and can I call you my lover

Call you my one and only girl

(Can I) call you my everything, call you my baby

You’re the only one who runs my world

 

I remember this night we had, outside on the grass us two (We Were)

Gazin’ at stars who smiled as my turned towards you (I Knew)

There was no one else I needed and my love’s never felt this way (I Wasn’t)

Too sure if you would mind I was nervous but I had to say

 

(Can I) call you my own, and can I call you my lover

Call you my one and only girl

(Can I) call you my everything, call you my baby

You’re the only one who runs my world

 

Girl can I, call you mine, You and me, Happily, by my side

Througt day and night, let it be known, that you’re my own

 

Girl can I, call you mine, You and me, Happily, by my side

Througt day and night, let it be known, that you’re my own

 

(Can I) call you my own, and can I call you my lover

Call you my one and only girl

(Can I) call you my everything, call you my baby

You’re the only one who runs my world

 

 

Lagu itu berakhir dengan indah. Hye Kyung sudah tidak bisa berhenti tersenyum saat intro lagi itu terdengar. Itu adalah lagu kesukaannya, sebuah lagu dari Jeff Bernat “Call You Mine” *Promosi* xd

 

“karena kemarin kau memberiku sesuatu untuk leher, maka hari ini aku juga memberimu sesuatu untuk leher.” Ryeo Wook menyerahkan sebuah kotak dibungkus kertas  berwarna biru-ungu. “tidak terlalu berharga tapi ku harap kau menyukainya.”  Hye Kyung membuka kadonya, sebuah Syall rajut berwarna putih benar-benar cantik.  Hye Kyung mengelus sebuah tulisan namanya di ujung syall itu. “memang bukan aku sendiri yang merajutnya, tapi aku harap kau menyukainya.”

 

Gomawo.” Hye Kyung tersenyum, dia sudah tidak tahu harus berkata apalagi saat ini, harus seperti apa untuk menyikapi rasa yang bergejolak di hatinya. dia tidak perduli dengan esok, yang dia tahu hari ini dia bahagia.

 

—–000—–

 

“Jadi, kau menyukai kejutannya?”  Tanya Ryeo Wook saat mereka sudah sampai di depan gedung apartemen Hye Kyung.

 

Hye Kyung mengangguk “neomu Chua. Hye Kyung melepas sabuk pengamannya “gomawo oppa.”  Hye Kyung sudah akan membuka pintu mobil saat Ryeo Wook menahan lengannya. Hye Kyung diam saat tiba-tiba Ryeo Wook mendekatkan wajahnya, semakin dekat sampai dia bisa merasakan hangat nafas Ryeo Wook menerpa kuliat wajahnya. Secara nuarni, Hye Kyung menutup kedua matanya, membiarkan bibir Ryeo Wook menyentuh bibirnya. Menciumnya begitu lembut.

 

mian” Ryeo Wook menjauhkan wajahnya, Hye Kyung tidak bereaksi “apa kau pernah berciuman sebelumnya?” tanya Ryeo Wook.

 

Hye Kyung menggeleng “itu ciuman pertamaku.” Gumamnya masih dengan ekspresi terkejutnya.

 

ah, Ryeo Wook tersenyum. Ada sisi hatinya yang bergejolak saat tahu dia menjadi Firts Kiss untuk gadis itu. “aku akan bertanggung jawab kalau begitu.” Lanjutnya. Hye Kyung tersenyum, lebih tepatnya tersipu. “masuklah, kau butuh istirahat.” Hye Kyung mengangguk dan  keluar dari mobil Ryeo Wook. “Ah~ Hye Kyung-ah,” Hye kyung berbalik “good  night Shin Hye Kyung – ‘ku’ “ ucap Ryeo Wook memberi tekanan pada kata ‘ku’.

 

good night koki oppa – Ku “ balas Hye Kyung. Mereka berdua tertawa.

 

“aku pulang.” Ryeo Wook menutup kaca mobilnya, sampai setengah dia berhenti “ Have a Nice Dream.” Gumamnya yang langsung mendapat anggukan dari Hye Kyung. Kini dia menutup seluruh kaca jendela mobilnya, melihat dari dalam mobilnya Hye Kyung berjalan menjauh masuk ke dalam gedung apartemennya. “hari yang indah ‘kan?” bisiknya di sela-sela senyumnya.

 

-FINISH-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s