BLACK SIDE

 

Blackside

BLACK SIDE

Title : Black Side

Author : Rizky Anggrianto / Park Ji Soo

Cast : Wu Fan (Kris EXO M) as Kris Kim Jong-In (Kai EXO K) as Kai Jung Soo-Jung (Krystal f(x)) as Krystal And many other cast

Genre : Dramatic

Rate : Teen

Length : 1 series

“Hina, tak berarti, dipinggirkan, tak berguna. Apakah hidupku sendiri sudah menolakku seperti ini?” kata Kris. Kalimat seperti itu yang selalu Kris katakan. Dia selalu menganggap semuanya termasuk hidupnya sendiri telah menolak dan membuangnya. Hidupnya kini memang tak bisa dibilang baik, dia menjadi orang yang selalu dijauhi teman-temannya. Namun, mereka semua seperti tak memiliki alasan untuk menjauhi Kris ketika diberi pertanyaan “Mengapa”. Mereka seperti selalu membuat Kris kesepian dan tak memiliki teman. Suatu pagi seperti biasanya, tatapan sinis selalu terlihat pagi itu. Kris yang menggunakan pakaian serba hitam saat itu, merasa seperti siap untuk ditembak. Namun, ia tetap mencoba selalu tenang dan terus berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba, Kris ditabrak oleh seseorang dari belakang. (Menabrak) “Sorry ya sob.” Kata Sehun tersebut. (Melihat dengan tatapan dingin) “Hati-hatilah. Kau bisa melukai seseorang.” Kata Kris. (Terkejut) “Ka… Ka… Kamu??? Kris??? Kabur…” Kata Sehun tersebut. Mereka pun lari, membuat suasana ditempat tersebut semakin mencekam. Brian pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut. Setelah berjalan sekitar 10 menit, Brian akhirnya mencapai kelasnya. Suasana di Kelas pun tak jauh berbeda. Suasana yang tadinya ramai, langsung 180 derajat berubah sepi dan seperti suasana Rumah Kosong. Bel sekolah pun berbunyi, Bu Taeyeon pun langsung masuk ke Kelas memecah keheningan Kelas. Namun, kali ini ia ditemani oleh seorang Siswi baru bernama Krystal. “Selamat Pagi ! Kali ini kita kedatangan seorang murid baru dari Seoul. Perkenalkan namamu !” kata Bu Taeyeon. “Baik bu. Nama saya Krystal. Mohon kerja samanya ya.” Kata Krystal. “Baik, kamu bisa duduk dibelakang barisan pertama. Silahkan.” Kata Bu Taeyeon. “Terima Kasih.” Kata Krystal sambil tersenyum. Saat Krystal menuju tempat duduk, semua siswa yang berada dikelas itu langsung menatap Krystal dengan berbagai macam maksud. Tidak terkecuali Kris. Kris tampak ingin sekali membuat Krystal menjadi teman pertamanya di Sekolah ini setelah setahun tak memiliki teman. Namun, tatapan buruk terlintas dari ekspresi wajah Kai yang sepertinya ingin melakukan hal buruk terhadap Krystal. Kai adalah siswa yang bisa dibilang cukup disegani oleh siswa-siswa di Sekolahnya. Namun, ia juga sering berbuat hal yang buruk terhadap adik kelas serta siswi baru di Sekolah. Bel pulang berbunyi. Kai langsung mendekati Krystal dengan begitu percaya diri. (Menepuk bahu Krystal) “Hey anak baru ! Bagaimana hari pertamamu? Aku harus memberitahukanmu sesuatu yang penting. Tapi, kau janji harus merahasiakan ini. Ok?” Bujuk Kai. (Terkejut) “Aku baik-baik saja. Aku akan terbiasa. Memang, ada apa?” tanya Krystal. “Kau harus sebisa mungkin menjauh dari yang namanya Kris. Dia suka bertindak yang berbahaya. Kau harus camkan itu. Aku pergi dulu ya. Hati-hati dengannya.” Kata Kai meninggalkan Krystal. “Tunggu. Ah memang seperti apa dia? Kenapa Sekolah ini begitu menyeramkan?” kata Krystal. Saat Krystal sedang bingung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba Kris muncul dari belakang. Kris pun memberanikan diri untuk bertanya. (Ragu-ragu) “Hey, kamu Krystal kan?” tanya Kris. (Berbalik) “Eh, iya. Kamu kan teman sekelasku kan ya? Aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Krystal. “Iya. Boleh. Memang apa yang membuatmu penasaran?” tanya Kris. “Apa kamu tahu, siswa yang bernama Kris?” tanya Krystal. (Terkejut) “Me… Memang kenapa?” tanya kembali Krystal. “Aku ingin tahu, kenapa aku tidak boleh mendekatinya. Banyak yang bilang dia itu berbahaya dan sebagainya. Oh ya, nama kamu siapa?” kata Krystal. Kris langsung terkejut bukan kepalang. Bahkan hingga panggilan Krystal pun tidak dijawab. “Oppa? Oppa? Kamu tidak apa-apa?” tanya Krystal. (Masih Terkejut) “Iya, aku tidak apa-apa. Namaku… Lee. Salam kenal ya. Aku tidak tahu tentang dia. Soalnya yang aku tahu, dia itu tidak memiliki teman. Jadi, aku tidak tahu kenapa dia dibilang berbahaya.” Kata Kris. “Oke Lee. Mari kita berteman baik. Mohon kerja samanya ya.” Kata Krystal. Lee yang masih sedikit terkejut, seperti mendapat angin segar setelah ia mendapatkan teman baru bernama Krystal. Akhirnya mereka berjalan bersama saat keluar dari Sekolah. Satu Minggu telah berlalu. Kris dan Krystal berteman sangat akrab sekali. Karena keakraban tersebut, membuat Kai mulai menyebarkan rencana busuknya. Ia pun memanggil teman-temannya untuk membuat sebuah rencana pengrusak persahabatan mereka. “Baik, kalian sudah tahu kan kenapa aku memanggil kalian?” tanya Kai. “Tentunya. Rencanamu bagaimana?” kata Suho, salah satu rekan Kai. “Seperti biasa. Aku ingin Kris tetap merasakan kemalangan yang pedih. Bahkan harus lebih parah dari yang lalu. Bagaimana? Kalian semua bisa kan?” tanya Kai. “Tentu saja. Itu mudah. Asalkan, kau tambahkan harganya hingga 3 kali lipat. Setuju?” kata Suho. “3 kali? Itu mudah buatku. Setuju.” Kata Kai. Akhirnya, mereka memulai aksinya. Suho, Chen, Xiumin dan Lay mengacak-acak tas milik Krystal dan mengambil kalung yang berada di tas Krystal dan menaruhnya di tas Kris. Akhirnya, mereka pun pergi dari Kelas tersebut. Saat masuk, Krystal terkejut setelah tidak menemukan kalung yang merupakan pemberian Ibunya. (Terkejut) “Kalungku? Kemana dia?” kata Krystal. (Datang) “Ada apa Krystal? Apa kamu kehilangan sesuatu?” tanya Kris. “Lee, aku kehilangan kalungku. Memang dari harga, itu tak bernilai besar, tetapi itu merupakan pemberian Ibuku yang paling kujaga. Bisakah kau membantu mencarinya?” kata Krystal. “Baiklah.” Kata Kris. Saat sedang mencari, Kai datang dan langsung menuduh Kris yang mencurinya. “Hey, jangan suka membantu orang lain sebelum kau melihat dirimu sendiri. Coba periksa tasmu.” Kata Kai. Akhirnya, Krystal menemukan kalungnya ada di tasnya Kris. Kai pun langsung memanfaatkan kesempatan itu. “Ah, benarkan? Apa aku bilang, berhati-hatilah memilih teman disini. Jangan seperti dia. Dia hanya sampah disini. Sayang, tidak ada yang mau menampungnya.” Kata Kai. Tanpa mendengarkan kalimat Kai, Kris langsung pergi meninggalkan mereka. Saat, Krystal ingin mengejar, Kai langsung meraih tangan Krystal. “Untuk apa kau mengejar pencuri? Lebih baik, pulang Sekolah nanti, kamu langsung ke Rumahku saja. Aku akan mengadakan pesta. Bagaimana?” tanya Kai. (Bingung) “Maaf, aku harus memikirkan hal tersebut. Terima kasih atas penawarannya.” Kata Krystal. Krystal pun mengejar Kris yang telah pergi. Akhirnya, Krystal berhasil meraih tangan Kris saat berada di Lapangan Sekolah. “Lee, kamu tidak apa-apa kan?” tanya Kris. “Aku bingung. Bagaimana dia bisa ada di tasku. Aku tidak mengerti.” Kata Kris. “Aku yakin. Itu bukan perbuatanmu. Aku yakin. Karena, kamu selalu bersama aku sejak kita berkenalan. Aku yakin itu.” Kata Krystal. “Terima kasih. Tapi, kalau begitu, siapa yang melakukannya? Ini aneh.” Kata Kris. “Aku juga tidak tahu. Aku bingung.” Kata Krystal. Akhirnya, Krystal dan Kris pun kembali ke Kelas bersama. Hal itu membuat Kai marah dan kehabisan akal. Akhirnya, Kai dan teman-temannya membuat rencana terakhir. Bel pulang pun telah berdering. Krystal dan Kris pun kembali pulang bersama. Namun, saat mereka sedang berjalan, Krystal diculik oleh beberapa orang menggunakan mobil. Walau mencoba mengejar, tapi Kris gagal untuk mengejarnya. Akhirnya ia pun hanya bisa mengikuti mobil tersebut berdasarkan plat nomer mobil tersebut. Setelah mencari cukup lama, akhirnya Kris menemukan tempat mobil penculik tersebut. Dengan berhati-hati, ia pun langsung mencari jalan masuk ke Rumah penculik tersebut. Namun, saat mencari-cari cara untuk masuk, Kris pun pingsan karena dipukul oleh salah seorang penculik. Setelah sekitar 10 menit, Kris pun sadar. Ia juga sadar dia sedang disekap oleh para penculik. Kris pun melihat Krystal juga disekap dan diikat oleh para penculik. Belum padam rasa terkejut yang Kris rasakan, datanglah salah satu dari para penculik. Ternyata, yang menculik mereka adalah Kai. Kai pun mengatakan apa alasan mereka menculik Krystal dan Kris. “Ternyata kau sudah bangun pembunuh. Baguslah, kau tahu kenapa aku menculik kalian? Aku ingin membalaskan dendam ayahku. Karena ayahmu yang telah membunuh ayahku Kris. Kau tahu kan? Kenapa semua orang menjauhimu? Karena kau adalah anak dari seorang pembunuh.” Kata Kai. “Pembunuh? Bukankah ayahmu meninggal karena dieksekusi akibat ayahmu seorang pengedar narkoba?” tanya Kris. “Karena ayahmu lah aku kehilangan dia. Tanpa dia, keluargaku jadi berantakan. Dan aku sudah bertekad untuk membalas dendam kepada semua keluargamu. Dan aku telah berhasil membuat hidup kamu berantakan, sengsara dan tak memiliki teman.” Kata Kai. “Ayahku bukan seorang pembunuh. Dia melaksanakan tugasnya dan kau tidak bisa membuat aku menderita karena semua fitnahmu.” Kata Kris. (Memukul Kris) “Hey, apa kau bodoh? Apa kau baru sadar sekarang? Seharusnya kau bersujud meminta maaf kepadaku. Bukannya menantangku seperti itu. Kalau kau ingin mati, akan aku lakukan saat ini juga.” Kata Kai. (Teriak) “Jangan! Jangan kau sentuh dia lagi. Memang, aku tidak ada hubungannya dengan ini. Tapi, bukannya kamu yang harusnya malu? Kamu anak dari seorang pengedar narkoba. Kau yang harusnya berfikir.” Kata Krystal. “Eh anak baru, aku sudah pernah bilang untuk menjauhi Kris. Kenapa kau tetap mendekatinya?” kata Kai. “Kris? Dia Lee. Kau salah orang.” Kata Krystal. “Siapa? Lee? Apa aku tidak salah dengar? Dia itu Kris, bukan Lee. Kau mau saja ditipu oleh dia.” Kata Kai. “Apa? Benarkah itu? Kamu Kris?” tanya Krystal. “Maafkan aku.” Kata Kris. “Tapi, mengapa?” tanya Kris. “Aku hanya ingin memiliki teman. Tidak ada maksud apa-apa. Hidupku selalu sendirian dan tak pernah ada yang mau menemani. Semua karena dia. Dia telah membuat aku seperti memiliki jiwa pembunuh dihadapan orang-orang.” Kata Kris. “Kris. Aku sangat bahagia siapapun kamu. Lee, Kris, atau siapapun aku tetap menyukaimu.” Kata Krystal. “Hahaha. Kau ingin membuatku tertawa anak kecil. Kau menyukai anak pembunuh? Hahaha.” Kata Kai. Kris yang mendengar hal tersebut, langsung bangkit dari bersama kursinya yg terikat dan langsung memberikan tendangan ke arah kepala Kai. Kai pun langsung jatuh pingsan karena kerasnya tendangan tersebut. Kris langsung menghampiri Krystal untuk dibukakan tali yang mengikat tangannya. Setelah terlepas keduanya, Kris langsung menggenggam tangan Krystal untuk langsung mendobrak pintu dan melarikan diri. Mereka berdua terus berlari hingga menuju pintu keluar. Walaupun banyak sekali para penculik di Rumah tersebut, mereka tetap bisa bertahan hingga akhirnya dapat lolos dari Rumah itu. Mereka akhirnya sampai kembali ke Sekolah. Namun, Kai dan kawan-kawannya terus mengejar dengan mobil. Akhirnya, mereka dapat kembali bersembunyi di Ruang Kelas mereka sendiri. “Maafkan aku Krystal. Aku sudah berbohong kepadamu selama ini. Seharusnya, kamu tidak perlu berteman denganku jika akhirnya seperti ini. Maafkan aku.” Kata Kris. “Kamu tidak perlu meminta maaf. Aku seharusnya yang berterima kasih kepadamu. Karena kamu rela untuk menyelamatkanku, walau keselamatanmu yang menjadi taruhannya.” Kata Krystal. “Terima kasih kembali. Sebenarnya, awal kita bertemu, aku juga menyukaimu. Namun, aku selalu berfikir, aku tak pantas untuk menjadi kekasihmu.” Kata Kris. “Benarkah?” kata Krystal. “Iya, aku menyukaimu.” Kata Kris. “Aku juga menyukaimu.” Kata Krystal. Mereka berdua saling mengungkapkan perasaan mereka. Namun, pintu kelas terus digedor-gedor. Mereka pun keluar melalui jendela. Hingga sampai di sebuah Pos Jaga Sekolah. Kai dan kawan-kawannya yang mengetahui mereka menuju Pos Jaga, langsung bersembunyi sambil mengawasi mereka yang sedang mengadu ke Penjaga Sekolah. Kai pun langsung memberi tanda untuk mundur. Kris merasa sedikit tenang dengan perlindungan dari Penjaga Sekolah beserta semua warga sekolah. Namun, ia masih khawatir dengan keselamatan Krystal saat ini. Karena bisa kapan saja Kai melancarkan aksinya lagi. Keesokkan harinya, Kris datang seperti biasa ke Sekolah dan masuk ke Kelas pun seperti biasa. Namun, ia tidak melihat Krystal saat itu. Ia pun khawatir terjadi sesuatu. Tiba-tiba, ia terkejut melihat sebuah gulungan kertas diatas meja Krystal yang berisi, “Kalau kau ingin dia selamat, datanglah ke gedung belakang sekolah. Tenang saja, dia tidak akan aku perlakukan buruk hingga 24 jam kedepan. Tapi, jika terlewat 1 detik saja, dia hanya tinggal nama”. Kris tahu, itu surat dari Kai. Kris pun langsung berlari menuju gedung yang memang tidak terlalu jauh dari Sekolah. Akhirnya, Kris sampai di Gedung belakang sekolah. Dia melihat sepeda motor milik Kai. Dia langsung masuk dan mencari Krystal ke lantai atas. Namun, ia tidak menemukannya. Tiba-tiba, Kris langsung dipukul oleh Kai menggunakan sebuah balok. Kai langsung mengeluarkan pisau. Dan langsung mengancam Kris. “Kau puas mendapat perlindungan dari semua orang? Kau puas? Tapi aku tidak. Lebih baik kau tidak usah hidup lagi.” Ancam Kai sambil mencoba menusuk Kris yang tergeletak di lantai kamar. Yuni yang baru datang, bingung karena tidak melihat Kris seperti biasanya. Lalu, Sulli yang berada di kelas mengatakan kemana Kris pergi. “Kamu mencari Kris? Dia berlari menuju Gedung Belakang Sekolah untuk menyelamatkanmu. Aku kira dia dalam bahaya sekarang.” Kata Sulli Dia langsung berlari menuju Gedung Belakang Sekolah. Dia mendengar teriakan Kris dari lantai 2 gedung tersebut. Dan betapa terkejutnya dia saat naik dan melihat Kris yang nyaris ditusuk oleh Kai. Krystal langsung mengambil balok kayu dan langsung memukulkan ke arah kepala Kai hingga terlempar ke belakang. Kai yang masih bisa berdiri mencoba menusuk Krystal. Namun, Krystal kembali berhasil memukul Kai. Tapi, Toni terlempar hingga terjatuh dari lantai dua gedung. Kai pun meninggal seketika itu juga. Krystal sangat amat terkejut karena ia telah membunuh Kai. Kris langsung memegang tangan Krystal dan langsung mengisyaratkan untuk pergi dari gedung tersebut. Saat melihat Kris dan Yuni melarikan diri, teman-teman Kai langsung mencari Kai di Wilayah gedung. Dan akhirnya mereka menemukan Kai dalam keadaan yang mengenaskan. Akhirnya, teman-teman Kai melaporkan kejadian ini ke polisi. Setelah beberapa hari buron, akhirnya Kris pun ditangkap oleh Polisi di Rumahnya. Ia pun menutupi hal yang sebenarnya dan mengatakan dialah yang membunuh Kai. (Mengetuk Pintu) “Saudara Kris, kami dari Kepolisian. Buka pintunya sekarang.” Kata Polisi. (Membuka Pintu) “Iya pak, saya Kris. Ada apa?” tanya Kris. “Anda menjadi tersangka dalam pembunuhan saudara Kai 3 hari yang lalu berdasarkan kesaksian dan bukti yang ada. Sekarang anda ikut kami ke Kantor.” Kata Polisi. “Baik pak.” Kata Kris. Tanpa adanya perlawanan, Kris langsung dibawa ke Kantor Polisi dan akan disidang minggu depan. Akhirnya, waktu persidangan pun datang. Krystal belum datang ke Ruang Sidang. Setelah duduk di kursi persidangan, sidang akhirnya dimulai. “Saudara Kris, apakah maksud anda membunuh saudara Kai hari itu?” tanya Hakim Lee Donghae. “Saya berusaha untuk mempertahankan nyawa saya. Karena saya yang terancam dibunuh oleh Kai awalnya.” Kata Kris. “Apa maksud anda berada di TKP bersama saudara Kai?” Tanya Hakim Lee Donghae. “Saya mendapat surat darinya bahwa saudari Krystal akan dibunuh di gedung belakang sekolah jika saya tidak segera datang.” Kata Kris. “Apakah ada sebuah hal yang terjadi hingga korban mencoba mengancam anda?” tanya Hakim Lee Donghae. “Dia pernah bilang, dia ingin membalas dendam karena ayahku yang seorang algojo, menembak mati ayahnya Kai. Ayah Kai merupakan pengedar narkoba yang memang buron oleh kepolisian sekitar 7 tahun yang lalu.” Kata Jason. Sekarang adalah saatnya Jaksa Penuntut Baekhyun, memberikan tuntutannya. “Yang Mulia, ditempat kejadian. Korban tewas karena terjatuh dari gedung. Saksi mengatakan anda pergi dari TKP bersama saudari Krystal. Kepada terdakwa, saya ingin bertanya, apakah saudari Krystal juga berada ditempat kejadian?” kata Jaksa Penuntut Baekhyun. “Krystal ada disana, dia ingin menolong saya saat saya sedang terancam.” Jawab Brian. “Lalu, apakah anda bekerja sama dengan saudari Krystal dalam pembunuhan tersebut?” tanya Jaksa. “Tidak. Dia tidak melakukan apapun.” Jawab Kris. “Tapi, jika memang dia tidak ikut terlibat, di TKP terdapat sidik jari saudari Yuni pada sebuah balok kayu. Apakah memang dia tidak melakukan sesuatu dengan kayu tersebut?” tanya Jaksa. “Ya, dia tidak melakukan apapun. Dia terjatuh saat akan menolong dan memegang kayu tersebut.” Kata Kris. “Baik. Dari kesaksian yang telah dilakukan. Saya meminta agar Krystal juga diperiksa di sidang selanjutnya. Dan untuk terdakwa, jatuhkan vonis yang seberat-beratnya. Terima kasih.” Tuntut Jaksa. Setelah mendengarkan tuntutan dari Jaksa dan mempersiapkan vonis ke Kris, pintu sidang terdobrak. “Baik. Berdasarkan bukti-bukti yang ada saya putuskan…” kata Ketua Sidang terhenti. Ternyata, Krystal datang bersama kuasa hukumnya, Pengacara Im Yoona. Dan ternyata, Krystal mengakui bahwa dia yang membunuh Kai. “Hentikan! Aku yang membunuh saudara Kai. Penjarakan saja aku.” Teriak Krystal. “Dia telah mengakui telah membunuh korban. Saat itu, korban hampir saja membunuh terdakwa Kris. Lalu, Krystal mengambil balok kayu dan memukul korban 2 kali. Dan pukulan yang kedua tersebut membuat korban terlempar dan terlempar dari lantai dua gedung. Jadi, terdakwa Kris tidak bersalah atas kasus ini.” Kata pengacara Im Yoona. “Tidak, dia berbohong. Hukum saja saya.” Kata Kris sambil nyaris menangis. (Menangis) “Sudahlah. Ini semua biar aku yang menanggung. Aku tidak mau membuat kamu kembali menderita. Dan aku hanya ingin memberikan kebahagiaan untukmu.” Kata Krystal. “Aku tidak mau. Aku ingin memberi kebahagiaan untuk kamu. Tapi,…” kata Kris.

“Kak, tidak apa-apa. Ini memang harus aku yang bertanggung jawab. Yang Mulia, hukum saja saya.” Kata Krystal. “Kepada Jaksa Penuntut, apakah ada yang ingin anda katakan?” tanya Ketua Sidang ke Jaksa. “Berdasarkan kesaksian dari Kuasa Hukum yang memang sudah sangat jelas, terdakwa Kris tidak bersalah dan saudari Krystal yang melakukan pembunuhan tersebut.” Kata Jaksa. “Baik, saudari Krystal, berdasarkan bukti yang ada dan pengakuan dari Kuasa Hukum, maka saudari Krystal dijatuhkan vonis selama 5 tahun penjara dan ganti rugi sebesar Rp500.000.000,-. Sidang ditutup dan Kuasa Hukum masih bisa melakukan banding atas vonis tersebut.” Tutup Ketua Sidang. Akhirnya sidang pun selesai. Dan Krystal mengakui diri yang telah membunuh Kai. Dan vonis telah jatuh 5 tahun. Kris pun datang menemui Krystal untuk yang terakhir sebelum meninggalkannya untuk menjalani masa tahanan. “Maafkan aku. Membuatmu terlibat dalam segala hal buruk yang terjadi padaku.” Kata Kris. “Tenang saja. Aku baik-baik saja. Kamu bisa menungguku hingga aku keluar dan kamu bisa datang saat jam besukku.” Kata Krystal sambil memberikan semangat untuk Kris. “Kamu tenang saja. Aku akan membantumu untuk membuat vonisnya bisa dipercepat hingga 1 sampai 3 tahun.” Kata Pengacara Yoona. “Terima kasih ya. Aku berharap banyak kepadamu.” Kata Kris. Akhirnya dengan pelukan terakhir, Polisi langsung membawa Krystal menuju Penjara. Dan setelah seminggu menunggu, Pengacara Yoona menelepon Kris. “Halo, ini Pengacara Im Yoona. Kau masih ingat kan?” tanya Pengacara Yoona. “Iya, tentu. Bagaimana sidang bandingnya?” tanya Kris penasaran. “Berhasil. Vonis yang dijatuhkan berkurang menjadi 1 tahun 6 bulan. Dan aku mengucapkan selamat kepadamu.” Kata Pengacara Yoona. “Terima kasih terima kasih terima kasih. Saya berhutang banyak kepadamu.” Kata Kris. “Sama-sama. Baik, sampai jumpa lagi.” Kata Pengacara Yoona. Kebahagiaan tampak dari wajah Brian yang tidak harus menunggu lama untuk bisa kembali bertemu Krystal. Dan setelah terbongkarnya alasan mengapa Kai mengadu domba seluruh siswa-siswi di Sekolahnya, Kris pun mendapatkan perlakuan 180 derajat berbeda dengan sebelumnya. Mulai banyak yang ingin mengenal dia, ingin tahu tentang segalanya, bahkan ada yang ingin tahu cerita saat terjadi penyelamatan Krystal. 1 tahun berlalu sangat cepat. Hampir setiap hari, Kris mengunjungi Krystal yang sedang menjalani masa tahanan. Dan hari ini, Krystal akan segera bebas karena mendapat revisi pemotongan masa tahanan jadi hanya 10 bulan. Krystal ingin mengejutkan Kris di Rumahnya. Namun, saat akan mengejutkan Kris, Kris justru yang membuatnya terkejut dengan kedatangannya bersama semua teman-temannya untuk menyambut Krystal. (Teriak) “Selamat ya !” kata Kris dan teman-temannya. (Terkejut) “Eh, darimana kalian tahu aku bebas hari ini?” tanya Krystal dengan perasaan bahagia. “Aku tahu. Aku sering bertanya ke Polisi disini. Dan dia mengatakan kamu berkelakuan sangat baik, bahkan bisa melerai perkelahian yang akan terjadi di Sel.” Kata Kris. “Terima kasih ya Kris.” Kata Krystal. Krystal pun memeluk Kris dengan perasaan bahagia. Bahkan hingga membuat dia menangis. Semua teman-temannya memberikan tepuk tangan kepada Krystal. Dari Kris yang semula ditakuti, berubah menjadi siswa paling dihormati bahkan dikagumi di seluruh Sekolah saat ini. Begitu juga dengan Krystal, dari awalnya hanya seorang perempuan yang lemah dan tidak tahu apa-apa, menjadi wanita dewasa, kuat, dan pintar. Bahkan keduanya berhasil memenangkan Olimpiade Sains di Jakarta sehingga nama keduanya bersinar terang.

THE END

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s