Cry for Love // Drabble

 

Cryforlove

judul : Cry for Love (one shoot)
shoot) 
author : GR 
Cast : 
Aron Kwak

Cho Min Yoo
genre : romance, sad 

 

AN : ff ini terinspirasi dari lagu davichi – cry for love.. saya saranin bacanya sembari denger lagunya wkakakakakaka sudah lama tidak nulis ff jadi rada absurd ngetiknya, semoga readers sukaaaa ^_^

 

Author Pov 

 

 

kedua Insan itu kembali bertemu di tengah lebatnya rintik salju di pekarangan rumah dan tanah disekitar mereka, meniupkan angin pelan yang menusuk.

 

gadis itu, Min Yoo berdiri kaku di hadapan seorang pria berdarah campuran yang sudah cukup lama tidak ia temui.

 

 

“Sudah begitu lama rasanya.. kita tidak bertemu” Aron mengalunkan suara pelan sambil menatap gadis di depannya. gadis itu mengukir senyum kecil.
“selama ini Apakah kau baik-baik saja ?” tanya Aron lagi, gadis itu tetap tersenyum.
Aron masih belum mengerti dengan keadaan ini, gadis yang menjadi kekasihnya setahun yang lalu telah banyak berubah. menjadi lebih pendiam dan dingin, tidak ada raut ceria seperti mereka bersama dulu.
harusnya mereka masih menjadi sepasang kekasih, jika saja pertunangan Min Yoo yang berlangsung dengan amat lancar waktu itu dapat Aron batalkan, tapi dia tidak bisa melakukannya. dia tidak mau menarik Min Yoo kedalam pelukannya tanpa restu kedua insan yang telah memberikan makhluk yang dia cintai saat itu.
Min Yoo memalingkan wajahnya kesamping, menahan air matanya yang mungkin akan jatuh jika dia membuka suara.
pria yang di depannya bukan lagi milikny, bukan lagi pendampingnya dan bukan lagi jodohnya.
lusa dia akan menikah dengan pria yang menjadi tunangannya sekaligus pria yang membuat kisah indah kasmarannya hancur seketika.
begitupun dengan Aron, dia sudah mendapatkan gadis yang mampumenggantikan posisinya di hati pemuda ini setengah tahun silam, semua terjadi begitu cepat tanpa bisa di hentikan, bagai air yang tidak bisa mengalir dari bawah ke atas.
‘apa kau masih sama seperti dulu bisa membuat hatiku berdebar ?’ terkadang pertanyaan itu terpikirkan oleh mereka, masih berharap jika hubungan ini masih bisa di sulam kembali.
“kuharap kau bisa bahagia.” Min Yoo menutup matanya, mencegah air matanya jatuh dan hanya akan membeku di salju yang menjadi alas kakinya.
‘bahkan setelah waktu berlalu, suaramu yang hangat belum berubah sama sekali’ Min Yoo menjawabnya di dalam hati, pria itu kehabisan kata karna tak kunjung mendapat jawaban. tapi hatinya yakin Min Yoo sedang berusaha untuk menjawabnya walau hanya lewat tatapan matanya.
‘ku pikir aku juga tahu, aku bukanlah yang pertama bagimu.. tapi aku juga bukan yang terakhir untukmu’ Aron menatap mata bening itu dengan seksama, mencoba berbicara melalui mata mereka. tapi lagi-lagi gadis itu berpaling.
Min Yoo mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya, Aron mengikuti gerakan tangan Min Yoo. gadis itu mengeluarkan kalung putih berbandul bintang kecil.
Aron tersenyum kecil, itu hadiah darinya untuk Min Yoo dua tahun yang lalu tepat di hari ulang tahun gadis itu.
tangan rapuh itu bergetar menjulurkan rantai putih kecil ke tempat asalnya, tangan Aron. Aron menyadari ini waktu terakhirnya untuk melihat gadis ini. dia juga harus kembali pada gadis lain yang menempati hatinya sekarang.
walaupun rasa itu masih ada, namun takdir mereka mengharuskan mereka untuk berpisah. Aron menerima kalung itu dan memasukannya ke dalam saku mantel tebalnya.
“tidak seharusnya kita bertemu, aku menyesal karna membuat ini menjadi lebih sulit” tutur Aron dengan lembut.
mengerti jika semua ini sudah selasai, Aron berbalik pergi tanpa mengucapkan apapun. tanpa memeluk atau sekedar melihat kebelakang. Min Yoo menatap punggung yang terus menjauhinya dengan nanar. Aron sama sekali tidak melihat dan berbalik ke arahnya.
bibirnya yang sedari tadi bungkam, sedikit terbuka. ingin memanggil nama pria yang dia cintai itu, tapi suaranya seakan di tarik kedalam hingga tidak dapat keluar.
dia menyadari ini sudah sangat terlambat, harusnya dia tidak membiarkan Aron pergi dulu, harusnya dia bersikeras untuk mengajak Aron pergi bersamanya walaupun pria itu keberatan.
dadanya semakin terasa sempit, tidak ada ruang untuk bernafas. bayangan Aron benar0benar hilang dari hadapannya. tidak akan datang walau kakinya sudah tidak mampu bertahan dan terjatuh di atas gumpalan putih dingin itu.
tidak seharusnya dia berharap….
Tapi masih saja, aku cinta
Ada begitu banyak hal yang ingin aku katakan
Dan pada akhirnya aku melihatmu
Tapi aku tak bisa mengatakan apapun dan aku hanya bisa memandangmu
Ku bilang padamu bahwa aku mencintaimu
Ku bilang padamu kumohon tataplah aku
Karena mungkin ini adalah kesempatan terakhir
Ku bilang aku sangat merindukanmu
Aku menangis tanpa mengatakan apapun, aku hanya meneteskan airmata
hatinya terasa terbakar mengingat dua malam yang lalu dia berlari kerumah Aron, ingin pergi dari hidupnya dan kembali kepelukan Aron. namun dia melihat harapan cintanya kandas begitu saja.
Kau tak tahu Kalau aku membenci wanita yang kau cintai
Di hari saat aku berdiri di depan rumahmu
Dimalam saat aku melihat kalian berdua
Aku ingat bagaimana aku berbalik dan berlari sambil menangis
Hari-hari aku merindukanmu, malam-hari aku merindukanmu
Lagi-lagi hari ini, aku menunggumu
 
Min Yoo terduduk di tempat dia kembali berpisah dengan pria itu, menangis sejadi-jadinya karna tak mampu berkata apapun lagi.
dia berharap bisa mencurahkan semua isi hatinya pada pria itu, namun nihil. hanya keheningan yang ada di antara mereka karna ketidak mampuan Min Yoo untuk berkata.
Kau bilang padaku bahwa kau menyesal
Akhirnya aku menumpahkan seluruh airmataku
Karena aku tak bisa melupakanmu
Ku bilang tak apa-apa bahkan jika aku hanya bisa melihatmu
Tanpa henti aku meneriakkan bahwa aku mencintaimu dalam hatiku
 
END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s