Our Love Like This (Part 7)

OLLT7

 

OUR LOVE LIKE THIS

AUTHOR        : @me_cahyaa
LENGHT         : Chapter
GENRE           : Love, Life, Romance, Sad (?)
CAST              : *Park HyeJin (OC)
*Lee Hyuk Jae/EunHyuk (SJ)
*Lee SungMin (SJ)
*Lee DongHae (SJ)
*Park Jung Soo/LeeTeuk/Teukki (SJ)
*Shin Yong Jie (OC)
*DLL..

Cuap Cuap Author :
Tarrraaaaaaaa!! Author gaje dateng lagi membawa FF kedua yang lebih gaje dari FF yang  pertama (7 years for love udah pada bacakan? #plaaak pengen banget dibaca lu thor.)😀 hehehe,
oh iya jangan kaget kalo tiba tiba ep’ep ini jadi membosankan, mohon dimaklumi soalnya saya masih sangat ‘AMATIR’😀 dan juga terima kasih Leader eonni KPDK yang udah setia ngepost FF saya😀 Tengkyuuuu
Sorry juga kalo TYPO masih seneng berkeliaran disini^^ kayanya udah deh cuap2nya dan oke..

HAPPY READING^^

 

 

 

CHAPTER 7

# AUTHOR POV #

Hari mulai menjelang senja, sinar matahari sore sudah memancarkan sinarnya. Bahkan salah satu sinar itu sudah mengarah tepat diwajah gadis yang sedang tertidur pulas dipinggir kolam karna kelelahan menagis sejak pagi tadi.

“Nggh..” Hyejin mengerang kecil sembari mengerjapkan matanya berkali-kali. Wajahnya sungguh sembab, matanya yang sipit kini semakin membengkak efek dari bangun tidur juga menangis. Ia tersenyum karna tersadar jika seharian tadi dia tertidur dipinggir kolam.

“Awh..” Kini hyejin merintih, tangannya refleks menyentuh perut sebelah kirinya. Ia ingat jika seharian ini dia belum makan, perlahan ia mencoba bangkit dari tidurnya. Berusaha berjalan, meski lututnya sangat gemetar saat ini.

Saat memasuki ruang tengah, hyejin menengadahkan kepalanya mencoba melihat sesuatu diatas sana. Dia memandangi pintu kamarnya yang berwarna putih itu yang sedikit terbuka, terdengar suara wanita yang sedang tertawa dan selanjutnya terdengar juga suara pria yang ikut tertawa berikutnya.

“Heem, segitu bahagianya kah kau bersama nya oppa?” tanpa diduga airmatanya jatuh mengaliri pipinya yang nampak mengurus itu, lalu hyejin pun berjalan lagi menuju dapur dan mencari makanan yang bisa ia makan sekarang karna memang ia tak memasak hari ini.

Dengan gontai hyejin membuka bungkus mie ramen yang ada diatas meja, lalu memasukkannya kedalam panci berisi air mendidih dan menunggunya beberapa saat. Hingga ramen itu sudah siap untuk dia makan.

Tok,tok,tok.
Hyejin mengetuk pintu kamarnya sendiri yang tidak tertutup rapat itu sembari membawa semangkuk bubur yang baru saja ia buat seusai makan tadi.

“Mian, apa aku boleh masuk?” Ujar hyejin takut-takut.

“Masuklah!” suara wanita itu –Shin Yong Jie- terdengar sangat ketus ditelinga siapapun yang mendengar, lalu dengan ragu hyejin melangkahkan kakinya yang bergetar itu.

Sekali lagi hati hyejin bak mentimun yang sudah dicincang halus saat melihat yong jie sedang memeluk suaminya diatas ranjang mereka. Sakit! Sangat sakit itulah yang ia rasakan sekarang, yong jie yang hanya berstatus kekasihnya itu dengan santai memeluk suami orang bahkan hyejin sendiripun tak pernah memeluk hyuk jae seperti itu.

Hyejin terdiam, tangannya gemetar menahan semua amarahnya. Dia pun bingung karna harus marah pada siapa? Bahkan dia tak punya hak untuk marah sedikitpun.

“Ya~ untuk apa kau berdiam diri disana? Hey, pelacur. Hahah” telinga hyejin sangat sakit mendengar hinaan yong jie, hatinya memanas mana boleh dia memanggil hyejin seperti itu.

Hyejin menyipitkan matanya, menatap yong jie dengan tatapan yang sulit diartikan. Sementara hyuk jae hanya bisa terdiam, dia sungguh bimbang harus berbuat apa.

“Kenapa kau menatapku seperti itu huh? Kau tidak terima ku panggil seperti itu? Ups, salah ya? Iya aku tau, kau bukan pelacur tapi WANITA PEREBUT KEKASIH ORANG!” bentak yong jie yang sekarang sudah berada tepat dihadapan hyejin sambil merebut mangkuk berisi bubur itu.

Tanpa harus diperintahkan, dengan sendirinya hyejin memutar tubuhnya dan berjalan gontai menuju pintu sambil meremas dadanya yang terasa sangat sakit mendengar semua cercaan yong jie. Airmatanya jatuh lagi,

“Hyejin ah~” panggil hyuk jae saat hyejin sudah sampai diambang pintu, hyejin menoleh dengan tatapan datar dan airmata diwajahnya lalu pergi menjauh.

 

BRUKKK.

Hyejin menutup pintu kamarnya dengan kasar, ya! Kini mulai saat ini, ia memutuskan untuk tidak tidur satu ranjang lagi dengan hyuk jae. Dan memilih tidur dikamar tamu yang letaknya tak jauh dari kamar utama.

Tubuhnya melorot begitu saja dibalik pintu, tangisnya sudah tak dapat ia tahan lagi. Semakin pecah, kalimat kalimat menyakitkan yang dilontarkan dengan mudahnya oleh yong jie kini terngiang ngiang ditelinganya. Kedua tangannya sejak tadi tak hentinya menutupi telinga-nya itu sambil terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku—hiks, itu bukan aku! Aku tak pernah merebutnya darimu!!!!! Aku bukan PELACUR AAAAAKH” teriaknya, kini ia benar-benar tak perduli dengan teriakannya itu yang mungkin saja terdengar sampai kekamar hyuk jae.

Hyejin berjalan menuju meja rias dan membuang semua yang ada dihadapannya. Ia sungguh marah, sungguh cemburu. Hyejin tak kuat dengan semua ini, tapi dia harus bertahan.

“AKU TIDAK SEPERTI ITU! AARRGGGH!” Teriaknya lagi,

“Hyejin ah, ada apa denganmu? Apa aku boleh masuk?” terdengar suara seorang namja dibalik pintu itu dengan nada sangat khawatir.

Tak ada jawaban.

“Hyejin ah, aku masuk ne”

“….”

“Baiklah, aku masuk sekarang” Kenop pintu berputar, dan perlahan pintu itu terdorong kedalam. Pria itu berlari dengan kencang menghampiri sosok hyejin yang tengah duduk melipat kakinya sambil menenggelamkan wajahnya dilipatan kakinya itu dan tangannya yang sejak tadi menutupi telinganya.

“Hyejin ah, gwenchana? Hyejin ah” hyejin tak menjawab pertanyaan pria itu, ia terus berusaha meredam tangisannya agar tetap terlihat kuat.

Tangan pria itu terulur untuk menarik tangan hyejin dari telinganya dan menuntunnya kedalam dekapan pria itu, hyejin tak berontak. Bahkan tangan hyejin meremas kuat pinggang pria itu. Seakan menyalurkan semua rasa sakit hatinya saat ini.

“Kenapa kau menjadi lemah seperti ini heum? Apa yang ‘monster’ itu katakan padamu?” Tanya sungmin, berusaha menenangkan hyejin saat hyejin sudah menjauhkan tubuhnya dari tubuh sungmin.

Hyejin menggeleng.

“Jangan menangis lagi ne, ada aku yang selalu disampimu, ada aku yang bisa menggantikan posisi jung soo hyung saat kau disini. Bahuku terbuka lebar untukmu, menangislah sepuasmu dipelukanku jika itu bisa membuat hatimu sedikit lebih tenang” hyejin tersenyum miris, harusnya hyuk jae lah mengatakan itu padanya bukan sungmin. Lalu memeluk sungmin lagi bahkan kini lebih erat.

“Kau tau hyejin ah, kini aku benar benar menyesal memberikanmu pada hyuk jae hyung” ujar sungmin lembut sembari menyisirkan rambut hyejin dengan jari-jarinya.

“Waeyo oppa?”

“Entah mengapa hatiku sangat sakit melihatmu menderita seperti ini, mungkin sekarang saat yang tepat untukmu mendengar semuanya” pelukan hyejin melemah, ia kini menatap sungmin yang juga tengah menatapnya.

“Aku—aku mencintaimu hyejin ah” setetes airmata muncul disudut mata sungmin, tapi pria itu tersenyum. Sementara hyejin hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, mana bisa adik iparnya sendiri mengatakan jika ia mencintai dirinya.

“Oppa, mana bisa begitu” hyejin hanya bisa menatap sungmin dengan lemah.

“Memang tak boleh seperti ini, aku memang terlalu bodoh untuk mendeskripsikan perasaanku padamu sejak pertama kali bertemu denganmu malam itu” sungmin mengenggam tangan hyejin.

“Tapi….kita..” hyejin tak kuasa lagi menahan tangisnya kenapa juga ia baru sadar jika perhatian sungmin selama ini padanya melebihi yang ia duga.

“Aku memang orang yang paling bodoh, jelas jelas aku menyukaimu sejak aku membelimu saat itu. Tapi kenapa bisa bisanya aku menyerahkanmu untuk dinikahi oleh pria yang sama sekali tak mencintaimu. Huh, babo kau lee sungmin” kini sungmin berusaha tersenyum walau hatinya sangat tersayat.

“Oppa..” Ucap hyejin saat sungmin menghapus airmata yang mengalir dipipinya dengan ibu jari sungmin.

“Ssstt..” Sungmin meletakkan telunjuknya tepat didepan bibir hyejin.

“Aku tau kau mencintai-nya” lanjut sungmin sambil terus menatap bola mata hyejin.

“Mianhae”

“Aku yang seharusnya meminta maaf padamu” ucap sungmin sambil menarik pinggang hyejin agar lebih dekat lagi dengannya.

“Tidak, aku yang harusnya meminta maaf padamu. Kau terlalu baik pada—“ kalimat hyejin terputus begitu saja saat tiba-tiba sungmin mencium bibirnya dengan sangat lembut.

Hyejin hanya bisa diam mematung, hatinya sangat sakit saat ini. Lagi-lagi ia memikirkan hyuk jae, bahkan kini ada rasa bersalah yang sedikit menjalar dihatinya.

Hyejin hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya merasakan ciuman yang sangat lembut dan penuh cinta yang baru 2 kali ia rasakan. Yang pertama ciuman dari donghae malam itu, dan yang kedua ciuman sungmin saat ini. Karna hyejin merasa ia tak pernah merasakan ciuman yang tulus dan penuh cinta seperti ini dari hyuk jae. Hanya ada ciuman nafsu dan terburu-buru yang selalu ia dapatkan dari suaminya itu (*uwaduh -_-)

 

Pagi harinya..

Hyejin duduk dipinggir tempat tidur hyuk jae seusai meletakkan bubur buatannya diatas nakas, hyejin memandangi suaminya yang tengah tertidur itu. Wajahnya sungguh damai, dan tampan. Hyejin menarik sudut bibirnya lalu dengan refleks tangannya menyentuh kening hyuk jae yang kini sudah tidak terlalu panas seperti kemarin.

Setelah itu hyejin menarik lagi tangannya dan berdiri dari posisinya tanpa berniat membangunkan suaminya itu, karna toh itu tak ada gunanya lagi bagi hyejin, karna hyuk jae selalu menganggapnya tak ada disini.

“Hyejin ah~ gajima” suara berat itu menghentikan langkah hyejin dan membuat hyejin harus menatap pria itu yang sudah membuka matanya.

“Mworago?” jawab hyejin tanpa menghampiri suaminya itu.

“Apa kau tak mau menyuapiku? Aku masih belum mampu untuk makan sendiri” hyejin menelan ludahnya tak percaya mendengar suaminya mengatakan hal seindah itu menurutnya.

“Yong jie akan marah padaku jika aku menyuapimu” jawab hyejin dengan sangat lirih nyaris tak terdengar.

“Dia tak akan datang kemari, dia sedang pergi kejepang seminggu ini” perlahan hyejin duduk kembali dipinggir ranjang dan membantu hyuk jae untuk membenarkan posisi duduknya.

Tak seperti kemarin, kini hyejin dengan mudah menyuapi hyuk jae yang selalu mau membuka mulutnya saat hyejin menyodorkan sesendok bubur dibibirnya. Walau hanya hal sesimpel ini tapi hati hyejin rasanya sangat berbunga-bunga karna dia merasa setidaknya hyuk jae menganggapnya ada hari ini.

“Kenapa kau semalam tak menemaniku tidur disini? Apa kau tidur disofa lagi?” suara hyuk jae membuka kesunyian, hyejin hanya menatapnya tak percaya jika hyuk jae bisa mencarinya juga.

Hyejin menggeleng sambil menyodorkan lagi sesendok bubur pada hyuk jae. Namun kali ini hyuk jae malah menangkap tangannya dan merebut sendok itu dari hyejin lalu meletakkannya kembali kedalam mangkuk.

“Lalu, semalam kau tidur dimana?” tanya hyuk jae lagi sambil menatap hyejin.

“Apa aku harus memberitahumu?” jawab hyejin yang enggan menatap suaminya itu lama-lama.

“Cih, jadi benar kau marah padaku? Iya heum?”

“Aku tak marah padamu”

“Pada—“

“Aku juga tidak marah pada Ke-Ka-Sih-Mu” jawab hyejin dengan menekankan semua kata-katanya. Membuat hyuk jae lagi lagi merasa bersalah.

‘Matanya sungguh sembab, pasti dia menangis sepanjang hari’ batin hyuk jae sambil terus menatap istri ‘sewaan’ nya itu yang sedang sibuk menundukkan wajahnya.

“Cepatlah makan, supaya kau cepat pulih dan bisa segera menemui kekasihmu itu dijepang” ujar hyejin sembari merebut sendok yang hyuk jae pegang dan menyuapi hyuk jae lagi.

“Kenapa kau berkata seperti itu?”

“Apa aku salah? Jika iya, aku minta maaf” hyuk jae terdiam, berusaha mencerna sikap istrinya yang terlihat sangat dingin hari ini.

“Kurasa kau bukan Lee Hyejin” desis hyuk jae.

“Aku memang bukan lee hyejin, namaku Park Hyejin!” hyuk jae hanya bisa terdiam sebentar mendengarnya, lalu berbicara lagi.

“Apa kau sudah makan?” tanyanya pada hyejin yang masih sibuk menyendokkan buburnya.

“….”

“Pasti belum, sini” ujar hyuk jae sambil merebut paksa sendok itu dari tangan hyejin dan menyodorkan sendok itu kebibir hyejin.

“Ya~ apa yang kau lakukan”

“Kau juga harus makan, jika kau sakit aku pasti sangat repot mengurusmu” jawab hyuk jae sambil melesakkan ujung sendok kebibir hyejin yang sedikit terbuka, dan mau tidak mau heyjin pun menelannya.

“Ya~ oppa. Apa yang kau lakukan?!” hyejin memajukan bibirnya saat suaminya itu dengan sengaja mengolesi dagu hyejin dengan sisa bubur yang masih menempel disendok.

“Kekekekeke, ania. Aku tidak sengaja” balas hyuk jae sambil menunjukkan senyuman khasnya. Hyejin terdiam akhirnya dia bisa melihat suaminya tertawa kecil seperti itu, hatinya sangat bahagia kini.

“Kenapa kau diam? Marah padaku?” tanya hyukjae, hyejin masih diam.

“Aish! Baiklah, mianhae! Kau ini sensitif sekali!” hyuk jae mencabut selembar tisuue disamping nakas tempat tidurnya lalu dengan perlahan mengulurkan tangannya menuju dagu hyejin yang belepotan atas ulahnya dan menghapusnya perlahan.

“Oppa…” jari jari hyejin dengan cepat mengenggam telapak tangan hyuk jae di dagunya, hyuk jae terperangah menatap istrinya itu.

“Eum, wa..wae?” entah mengapa kini hyuk jae menjadi gugup saat hyejin menyentuh tangannya lalu mata mereka bertemu. Seperti ada ribuan boomerang yang kini menghantam hatinya saat lagi-lagi melihat setetes air bening itu jatuh dari pelupuk mata hyejin.

“Kenapa menangis?” tanya hyuk jae lagi, yang membuat hyejin sadar akan tingkahnya lalu melepaskan genggamannya dan sedetik kemudian menghapus airmatanya dan menggeleng lalu tersenyum.

“Ani.. aku hanya merindukan jung soo oppa” hyejin berkilah, memang benar jika kini dia sangat merindukan jung soo tapi sebenarnya bukan itulah alasannya dia menangis pagi ini.

“Eum, aku lupa. Aku belum menyiapkan air panas untukmu oppa, tunggulah sebentar” ucap hyejin tanpa memberi kesempatan hyuk jae untuk berkata.

Sementara hyuk jae hanya bisa menatapi punggung hyejin yang menghilang dibalik pintu kamar mandi itu.

>>>><<<< 

SRYUUK, BYURRR (*suara air ceritanya :D)

Tangan mungil itu tak henti-hentinya mengayuh air kolam kecil yang ada dihadapannya, membuat ikan-ikan yang sudah mendekat kini menjauh dan pergi berenang lagi kedalam kolam.

Kini aktifitas yang bisa hyejin kerjakan hanyalah seperti ini, disaat bosan pasti dia datang kekolam kecil ditaman rumahnya itu, bahkan tak jarang hyejin seakan mencurahkan segala isi hatinya pada ikan-ikan dikolam itu untuk menggantikan teman-temannya.

Satu minggu berlalu begitu cepat, bahkan tanpa sadar hyejin mengulum senyumnya sambil mengingat moment disaat hyuk jae menganggapnya ada hari itu –saat hyuk jae sakit- walau kini sikap hyuk jae kembali seperti semula
–mengabaikannya- . tapi hyejin sadar jika memang inilah yang harus dijalaninya.

“Kau disini rupanya. Pelacur!” hyejin terkejut dengan suara wanita yang lagi-lagi menyebutnya dengan panggilan yang sangat menyakitkan itu.

“Mau apa kau kemari?” tanya hyejin yang enggan menatap wanita itu –shin yong jie-

“HEH! Memangnya aku tak boleh mengunjungi rumah KEKASIHKU heum!” bentaknya sambil menyilangkan tangannya didepan dadanya sangat angkuh.

Hyejin berdiri dari duduknya lalu, hendak pergi berjalan meninggalkan wanita ganas itu.

“YA! Mau kemana kau pelacur!” ujar yong jie sambil menarik paksa tangan hyejin hingga hyejin merintih kesakitan merasakan cengkraman kuku-kuku wanita itu.

“Kenapa kau diam saja hah?” bentaknya lagi, dan kini sambil mendorong keras tubuh hyejin ketembok terdekat (?)

“Itu bukan namaku! Namaku park hyejin nona, jadi kurasa tak ada yang perlu kujawab dari pertanyaanmu” jawab hyejin lembut yang malah membuat yong jie makin naik darah.

“Tch! Wanita tak tau diri”

“Kau wanita tidak sopan nona”

PLAAAAAK
dengan santai yong jie menampar pipi hyejin hingga hyejin tersungkur kebawah, sambil memegangi pipinya yang sangat merah itu.

“Sebenarnya apa tujuanmu datang kemari nona? Katakanlah, jangan menyiksaku seperti ini” ujar hyejin sambil menahan isak tangisnya yang segera ingin keluar dari matanya.

“JAUHI LEE HYUK JAE” bentaknya sambil mengangkat kerah baju hyejin agar berdiri menyamainya.

“Mana bisa begitu, aku masih istrinya” balas hyejin lemah tak bisa menahan tangisannya.

“Cih, istrinya? Mimpi kau pelacur! Kau hanya istri SEWAAN dengar itu! Hyuk jae hanya memanfaatkan rahimmu itu untuk melahirkan keturunannya” hyejin makin tak bisa menahan tangisannya yang semakin pecah.

“Bahkan kini kurasa hyuk jae akan segera kupaksa untuk menceraikanmu, karna buktinya sampai kini kau belum hamil. Hahah dan kau harus lihat sebentar lagi aku akan menjadi istri LEE HYUK JAE SEBENTAR LAGI” yong jie terus menahan rahang hyejin hingga dia tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun.

‘kau fikir orang tua hyuk jae oppa merestuimu? Percaya diri sekali anda’ batin hyejin teriak dengan sendirinya, karna memang ia tak bisa bersuara karna yong jie menekan rahangnya begitu kuat.

“Apa kau siap menjadi janda park hyejin?” ucap yong jie yang kini lebih halus lalu tersenyum meremehkan dan melepaskan tangannya dari rahang hyejin.

“Ahh” desis hyejin saat merasakan daerah sekitar pipi dan rahangnya begitu sakit.

“Aku akan melakukannya jika hyuk jae yang meminta, tapi kurasa itu tidak mungkin”

“Eh? Tidak mungkin katamu? Percaya diri sekali kau pelacur!” cerca yong jie lagi.

“Kami masih terikat kontrak, ingat itu nona”

“Hahah, kuperingati sekali lagi padamu pelacur! Jangan terlalu percaya diri, sewaktu-waktu hyuk jae bisa saja membatalkan kontrak itu!” ujarnya kesal lalu berlalu pergi meninggalkan hyeji yang masih merasakan kesakitan diseluruh tubuhnya, terutama hatinya.

 

>>>><<<< 

From : Hyuk Jae Oppa

Aku pulang larut malam ini, jangan memasak apapun untukku dan jangan menungguku LAGI.

 

Hyejin hanya menatap layar ponselnya itu dengan ekspressi datarnya, lalu dengan lemah ia membuang ponselnya itu dimeja yang ada dihadapannya.

“Akh” hyejin merintih saat tanpa sengaja tangannya itu menyentuh daerah sekitar rahangnya yang masih sangat memerah itu.

Lalu perlahan merebahkan tubuhnya disofa yang biasa ia gunakan untuk menunggu hyuk jae pulang kerumah, walau hyuk jae sudah melarangnya berkali-kali untuk tidak tidur disofa, tapi hyejin selalu saja keras kepala menunggu suaminya itu pulang kerumah sembari tidur disofa.

Pikirannya melayang pada kejadian sore tadi, saat yong jie tiba-tiba datang memaki dan juga menyiksanya habis-habisan. Airmatanya kembali jatuh, dadanya begitu sesak saat yong jie memanggilnya pelacur.

“Memang benar, sepertinya aku memang tak jauh beda dengan para pelacur itu. Hanya saja, jika mereka melayani lebih dari satu pria. Dan aku hanya melayani hyuk jae, lalu aku diikat oleh sebuah tali pernikahan sedangkan mereka tidak. Hiks, dan aku juga mencintai hyuk jae walau hyuk tak menyukaiku sedikitpun. Tapi sebegitu hinanya-kah diriku?” hyejin terus menangisi kehidupannya saat ini yang sangat menyakiti hatinya.

Hyejin terus menangis hingga ia tertidur dengan lelap, karna kelelahan menangis.

 

 

# HYUK JAE POV #

Lagi dan lagi aku menemukan hyejin  tertidur disofa, keras kepala sekali wanita ini. Apa dia tak mendengar laranganku setiap hari hah? Apa dia tidak lelah dan tersakiti jika setiap malam harus tidur disofa ini sampai aku yang harus membangunkannya? Aisssh, wanita ini benar-benar.

Kudekatkan tubuhku agar bisa mendekati tubuhnya, hyejin terlihat sedikit kurus saat ini. Apa dia begitu menderita hidup bersamaku? Hyejin ah, jika iya maafkan aku.

Entah mengapa rasanya bibirku selalu ingin tersenyum saat melihatnya tidur seperti ini, akupun kini semakin mendekatkan diri padanya.

Aku tercekat melihat beberapa garis merah muda yang tercetak jelas dipipinya juga rahangnya pun sama, seperti habis ditampar pikirku. Ya, hyejin ah. Apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini padamu?

Aku hanya bisa menggeleng melihatnya, lalu mengendongnya menuju kamar ‘kami’ tanpa berniat membangunkannya. Karna jika aku membangunkannya, pasti dia akan segera pergi berlari menuju kamar tamu dan membiarkan aku tidur sendiri dikamar ‘kami’. Entah mengapa sudah seminggu ini sejak saat kejadian itu, hyejin memilih untuk tidak tidur sekamar lagi denganku.

Akupun juga tak berniat menanyakannya, karna itu hanya membuatku merasakan sakit jika melihatnya menangis. Aku juga tak tau apa yang terjadi pada hatiku ini, mungkin kah aku mulai menyayanginya? Ah, kurasa seperti itu.

 

>>>><<<< 

# HYEJIN POV #

Kukerjapkan mataku berkali-kali, mencoba melihat semuanya dengan jelas. Setelah itu kulihat ke-sekeliling mataku, sedikit berbeda menurutku, lalu kutolehkan pandanganku kearah pinggangku saat merasakan sesuatu yang berat terjatuh disana.

Aku melotot, kutolehkan wajahku lagi kearah belakang dan benar saja. Dia, dia? Apa ini mimpi tuhan? Kenapa seindah ini?

Hyuk jae sedang tertidur lelap dibelakang tubuhku sambil memeluk pinggangku dari belakang, dan baru tersadar jika semalam aku tidak tidur dikamar tamu, tapi tidur disini bersamanya.

Hatiku berdebar hebat, mengapa rasanya begitu bahagia melihatnya memelukku seperti ini untuk yang pertama kalinya? Oh, tuhan. Bisakah kau buat hyuk jae selalu seperti ini setiap harinya padaku?

Dan kumohon, hentikan waktu sekarang juga. Karna aku tak mau melewatkan ini semua tuhan, ini terlalu indah untuk segera berlalu.

 

 

 

 

 

TBC…
RCL PLEASE.


Karna saya masih sangat ‘Amatir’ Jadi saya mohon Tinggalkan KRITIK dan SARAN anda disini.
Itu sangat membangun saya
J terima kasih *BOW

 

22 thoughts on “Our Love Like This (Part 7)

  1. Ya alloh buat’lh hyukppa selalu baik u/ hyejin eonni, semoga hyukjae bisa cepet” sadar klo dia suka hyejin, amin ya alloh !
    #DoaBaim, kekeke,,,
    part selanjutnya ditunggu aja ya, n semoga hyukjae udah mulai sadar kalo dia udah suka masa hyejin..

  2. Thor kau membuat.ku menunggu cukup lama >_<
    feel.nya dpt bgt thor, author bnr2 bisa buat aku benci sama nenek sihir Yong Jie!!
    Hyejin semangat

  3. HUWAAAAAAAAAAAA INIMAH NGGA USAH PAKE KRITIK DAN SARAN UDAH KEREN THOR I LOVE YOU THOR AND ALSO YOUR FF MUAAAAAAACH AKU TUNGGU KELANJUTANNNYA YA THOR……

  4. aduh lebih baik lu janda deh langsung kasihan amat hyejin dibilang pelacur,bukan dia tuh yg pelacur tapi yanfg ngatain kli.ih hyejin lawan dikit napa klo gue jadi dia udah pulang nangis darah kli tuh orang*maklum mantan preman

  5. Makin seru ini..itu si perempuan monster pengen gue jambak..jahat bgt..
    Pas scene suap2n suka bgt min..Hyuk sm Hyejin nya..Senyum2 sendiri bacanya..next partnya lanjut😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s